cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281999049329
Journal Mail Official
jihhcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH)
ISSN : 29874467     EISSN : 29874491     DOI : https://doi.org/10.61116/jiih.v1i2.168
Core Subject : Social,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan bidang IPS dan Humaniora.
Articles 61 Documents
Eksplorasi Memori Kolektif Siswa Sekolah terhadap Peristiwa Kritis Sejarah Indonesia Tina Yesika
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara kualitatif struktur, narasi, dan dinamika memori kolektif masyarakat dan siswa sekolah di Banyuwangi terhadap peristiwa kritis Sejarah Indonesia, dengan fokus pada peristiwa G30S/PKI. Peristiwa ini sangat relevan di Banyuwangi mengingat sejarah konflik agraria dan politik yang intens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan melibatkan 15 partisipan: 7 anggota masyarakat (Saksi Sejarah Generasi Pertama/Kedua) dan 8 siswa SMA (Generasi Ketiga). Data dikumpulkan melalui wawancara sejarah lisan (oral history), observasi partisipatif terbatas, dan analisis dokumen kurikulum Sejarah. Hasil menunjukkan adanya kesenjangan narasi yang tajam (Narrative Gap): (1) Masyarakat Generasi Pertama didominasi oleh memori yang bermuatan emosi tinggi (affective memory) tentang kekerasan dan trauma; sementara (2) Siswa Generasi Ketiga memiliki memori yang kering dan tekstual, dibentuk oleh narasi tunggal dan homogen dari buku teks. Guru Sejarah cenderung menghindari diskusi kritis mengenai versi non-resmi. Penelitian menyimpulkan bahwa memori kolektif di Banyuwangi masih terfragmentasi, dan narasi sekolah gagal menyediakan keterampilan interpretasi sejarah yang diperlukan untuk memahami kompleksitas peristiwa, sehingga berpotensi melanggengkan trauma atau apatisme sejarah.
Peningkatan Literasi Digital dan Etika Kewarganegaraan melalui Model Project-Based Learning Shurotul Nikmah
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian Aksi Kualitatif (Qualitative Action Research) yang bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebagai upaya terencana untuk meningkatkan Literasi Digital dan Etika Kewarganegaraan siswa SMA di Banyuwangi. Peningkatan penggunaan media digital menuntut siswa memiliki kemampuan saring informasi dan etika bermedia sosial. Penelitian dilakukan dalam dua siklus (perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi) di kelas XI SMA. Penelitian ini melibatkan 30 siswa dan satu guru PPKn. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, catatan lapangan, wawancara reflektif, dan asesmen kualitatif produk proyek digital. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga indikator etika: (1) Critical Filtering (kemampuan memverifikasi hoax); (2) Respectful Communication (bahasa santun di media sosial); dan (3) Digital Responsibility (pemahaman konsekuensi hukum). PjBL, melalui proyek pembuatan kampanye anti-hoax digital lokal, terbukti mampu mengkontekstualisasikan materi PPKn tentang HAM dan Demokrasi ke dalam praktik digital. Studi ini menyimpulkan bahwa PjBL efektif menanggulangi isu kontemporer etika digital, menyediakan model pedagogis yang adaptif dan partisipatif.
Interpretasi Siswa Sekolah Menengah Atas terhadap Nilai Keterbukaan dan Multikultural dalam Pembelajaran Sosiologi Sisriyani, Sisriyani
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i3.787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam pengalaman dan interpretasi subjektif siswa SMA N. 1 Dolok Masihul, Sumatera Utara, terhadap nilai-nilai keterbukaan dan multikultural yang disajikan dalam materi pembelajaran Sosiologi (fokus pada bab Struktur Sosial, Konflik, dan Integrasi). Konteks Dolok Masihul yang memiliki keragaman etnis dan agama menjadikan studi ini relevan untuk memahami bagaimana pendidikan formal memediasi pemahaman pluralitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan Interpretatif Fenomenologis dengan melibatkan delapan siswa kelas XI IPS yang beragam latar belakang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, refleksi tertulis, dan observasi kelas. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori pengalaman esensial: (1) The Cognitive Dissonance: Konflik antara nilai multikultural yang diajarkan (keterbukaan) dengan keyakinan sosial-budaya primer siswa (prinsip endogami/solidaritas etnis); (2) The Safety Zone: Respon mayoritas siswa adalah menerima nilai multikultural secara normatif di kelas, tetapi menghindarinya dalam praktik interaksi sosial nyata; dan (3) The Transformative Encounter: Ditemukan pengalaman transformatif pada minoritas siswa yang mengubah pandangan mereka melalui diskusi kasus nyata. Studi menyimpulkan bahwa pembelajaran Sosiologi berhasil menanamkan pengetahuan multikultural, namun gagal memfasilitasi transisi dari kesadaran kognitif menuju praktik afektif yang tulus.
Analisis Keterlibatan Komunitas Sejarawan dan Budayawan Lokal dalam Memperkaya Materi dan Metode Pembelajaran Diana Sari
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i3.788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif bentuk, intensitas, dan dampak kolaborasi antara sekolah menengah di Banyuwangi dengan komunitas sejarawan lokal dan budayawan dalam upaya memperkaya materi dan metode pembelajaran Sejarah. Keterbatasan buku teks yang cenderung bersifat nasional-sentris sering kali menyebabkan materi Sejarah lokal di Banyuwangi (misalnya, Sejarah Kerajaan Blambangan atau Peran Osing) menjadi terpinggirkan dan kering. Penelitian ini menggunakan pendekatan Studi Kasus Kualitatif Multi-Situs dengan melibatkan empat sekolah (dua SMA dan dua SMK), lima guru Sejarah, tiga sejarawan lokal, dan dua budayawan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kolaborasi, dan analisis dokumen kurikulum dan modul ajar. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga bentuk kolaborasi dominan: (1) Guest Lecture and Workshop; (2) Pengembangan Modul Ajar Tematik Lokal; dan (3) Historical Site Visit Komunitas. Dampak utamanya adalah terjadi transisi pedagogis pada guru dari metode ceramah ke metode Sejarah Lisan (Oral History) dan Contextual Teaching and Learning. Namun, tantangan utama adalah minimnya dukungan struktural (dana dan waktu yang teralokasi). Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas lokal berfungsi sebagai pusat sumber (resource center) yang vital dalam autentikasi konten dan kontekstualisasi metode pembelajaran Sejarah.
Peran Organisasi Siswa Intra Sekolah dalam Mewujudkan Demokrasi dan Toleransi di Lingkungan Persekolahan Adni Maulida Fauzi
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i3.789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif peran struktural dan fungsional Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di sekolah menengah Banyuwangi sebagai miniatur institusi demokrasi dan katalisator nilai toleransi. OSIS, sebagai wadah tunggal partisipasi siswa, memegang peran kunci dalam pembentukan civic disposition siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Studi Kasus Kualitatif Multi-Situs dengan memilih dua SMA di Banyuwangi (satu negeri dan satu swasta). Partisipan meliputi 10 pengurus OSIS inti, 4 guru pembina OSIS, dan 6 siswa anggota non-OSIS. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pada rapat dan program kerja, serta analisis dokumen Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) OSIS. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga peran OSIS yang krusial: (1) Democratic Modeling: OSIS sukses mempraktikkan mekanisme pemilihan ketua yang jujur dan beradab; (2) Conflict Mediation: OSIS berperan aktif dalam mediasi konflik antar-kelompok berbasis etnis atau hobi, menanamkan nilai toleransi praktis; dan (3) Top-Down Dependence: Fungsi OSIS masih sangat bergantung pada intervensi dan persetujuan guru pembina, yang membatasi inisiatif otonom dan kreativitas demokratis. Studi menyimpulkan bahwa meskipun OSIS efektif sebagai lab praktik demokrasi prosedural dan toleransi interpersonal, budaya patronase birokrasi sekolah masih menjadi tantangan utama bagi perwujudan demokrasi substantif.
Perubahan Paradigma Praktik Guru dalam Menghadapi Informasi Sejarah Palsu pada Media Sosial Rinno Ramadhana
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i3.790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif pergeseran paradigma (cara pandang) dan praktik pedagogis Guru Sejarah di Banyuwangi dalam merespons fenomena disinformasi sejarah (historical hoax) yang masif di media sosial. Era digital menempatkan guru dalam posisi dilematis: teknologi sebagai peluang sumber daya belajar dan ancaman penyebaran fakta palsu. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Interpretatif dengan desain Studi Fenomenologis yang melibatkan 10 Guru Sejarah SMA/SMK di Banyuwangi yang aktif menggunakan media sosial dan teknologi dalam pengajaran. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi praktik ajar digital, dan analisis dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) digital. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga perubahan paradigma esensial: (1) Shifting Authority: Pergeseran guru dari otoritas tunggal fakta ke fasilitator literasi sumber; (2) Digital Defensiveness: Respon awal guru adalah sikap defensif (menghindari atau melarang penggunaan sumber digital), yang kemudian berevolusi menjadi integrasi kritis; dan (3) Pedagogy of Verification: Adopsi praktik ajar baru yang berfokus pada verifikasi sumber dan counter-narrative. Studi ini menyimpulkan bahwa teknologi digital memaksa guru Sejarah untuk bertransformasi dari penyampai sejarah menjadi kurator konten kritis, namun keberlanjutan praktik ini terkendala oleh minimnya pelatihan dan beban kerja yang tinggi.
Dinamika Kelompok Kerja Guru Bahasa Inggris dalam Memfasilitasi Refleksi Praktik Mengajar dan Inovasi Pedagogis Eva Amalia
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i3.791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika, fungsi, dan dampak Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Inggris di Kabupaten Banyuwangi sebagai komunitas belajar profesional dalam memfasilitasi refleksi praktik mengajar dan mendorong inovasi pedagogis. KKG adalah platform penting untuk pengembangan profesional berbasis sekolah, namun kualitasnya sering bervariasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Studi Kasus Kualitatif Intrinsik dengan fokus pada satu KKG Bahasa Inggris klaster perkotaan di Banyuwangi yang dianggap aktif dan inovatif. Partisipan penelitian meliputi 12 guru anggota KKG, 2 pengurus inti KKG, dan 1 pengawas sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dalam 5 sesi pertemuan KKG, wawancara mendalam, dan analisis dokumen program kerja serta modul hasil KKG. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga dinamika krusial: (1) The Safe Space for Vulnerability: KKG berhasil menciptakan lingkungan aman untuk berbagi kegagalan dan masalah mengajar yang memicu refleksi tulus; (2) Collaborative Inquiry: Adopsi praktik Lesson Study atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bersama, yang mendorong inovasi contextual teaching (integrasi budaya Osing); dan (3) Top-Down vs. Bottom-Up Tension: Adanya ketegangan antara tuntutan pelatihan dari pengawas (top-down) dan kebutuhan riil refleksi guru (bottom-up). Studi menyimpulkan bahwa efektivitas KKG bergantung pada otonomi guru dalam menentukan agenda dan kualitas kepemimpinan intinya untuk menjaga fokus pada praktik, bukan hanya administrasi.
E-Commerce Lintas Batas ASEAN: Peluang dan Tantangan Integrasi Ekonomi Digital Arya Luthfi Permadi; Dhanang Fawaiz Akbar; Munawir Siahaan; Yusuf Krisman Gea; Puput Rusmawati; Azzahra Handhika G. Fajri; Denisa Nurmalia; Siti Wahyu Vitamagistra
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 4 (2025): November
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i4.585

Abstract

Kawasan Asia Tenggara mengalami transformasi digital yang pesat dengan pertumbuhan e-commerce lintas batas yang signifikan, namun masih menghadapi fragmentasi regulasi dan ketimpangan infrastruktur digital antar negara ASEAN yang menghambat integrasi ekonomi digital optimal. Penelitian ini menganalisis peluang dan tantangan integrasi ekonomi digital ASEAN melalui e-commerce lintas batas serta memberikan rekomendasi strategis untuk memaksimalkan potensi tersebut. Pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen dan studi literatur sistematis digunakan untuk menganalisis publikasi akademik terindeks, laporan organisasi internasional, dan dokumen kebijakan ASEAN periode 2020-2025. Pasar e-commerce lintas batas Asia Tenggara mencapai USD 45,39 miliar pada 2025 dengan proyeksi pertumbuhan 11,14% per tahun hingga USD 76,97 miliar pada 2030. Peluang utama meliputi basis 402 juta konsumen digital, dominasi segmen B2C (78,67%), dan dukungan kerangka kebijakan DEFA serta RCEP. Tantangan signifikan mencakup kesenjangan infrastruktur TIK (0,7%-5,4% dari PDB), fragmentasi regulasi, kompleksitas logistik dengan tingkat pengembalian 22% untuk kategori fashion, dan ancaman keamanan siber yang meningkat. Studi ini menunjukkan bahwa integrasi e-commerce lintas batas ASEAN memerlukan pendekatan holistik yang menggabungkan harmonisasi kebijakan, investasi infrastruktur merata, dan kerangka keamanan siber bersama rekomendasi strategis yang melampaui analisis pasar konvensional dan memberikan roadmap implementasi konkret untuk pembuat kebijakan regional.
Analisis Peningkatan Minat Belajar Sejarah melalui Reciprocal Teaching pada Siswa Sekolah Menengah Atas Deakin Purnama Putra; Ahmad Arif Budiman Nasution
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 4 (2025): November
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i4.814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Minat Sejarah Siswa Kelas XI Melalui Pembelajaran Terbalik (Reciprocal Teaching) di SMA N2 Tanggul Jember. Hal ini Berdasarkan temuan di SMA N 2 Tanggul, dimana minat belajar sejarah siswa tergolong rendah karena strategi pembelajaran yang digunakan guru masih didominasi dengan ceramah. Peneliti lalu memberikan Variasi dalam model pembelajaran menggunakan Pembelajaran Terbalik (Reciprocal Teaching).  Jenis Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap Siklus terdiri dari 4 Tahap ialah perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian tersebut yaitu siswa kelas SMA XI di SMA N2 Tanggul. Tahun Ajaran 2024/2025 sebanyak 35 orang. Data terkait minat belajar siswa pelajaran Sejarah diambil melalui angket. Data-data tersebut dikumpulkan lalu dianalisis melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran terbalik (Reciprocal Teaching) dapat meningkatkan kemampuan minat belajar sejarah siswa saat siklus I ke siklus II. Pada siklus I persentase minat belajar sejarah peserta sebesar 63% (22 orang) yaitu tergolong dalam kategori cukup. meningkat pada siklus II menjadi 84% (29 orang) yakni termasuk dalam kategori baik dengan persentase peningkatan sebesar 21%. Melalui hasil penelitian tersebut, dapat disarankan sebagai alternatif pembelajaran dikelas kepada guru Sejarah untuk Menggunakan model pembelajaran Terbalik (Reciprocal Teaching) dalam meningkatkan motivasi belajar Siswa.
Makna Kiasan pada Teks Terjemahan Al-Qur’an Surah Makkiyah Andi Puspitasari; Ihramsari Akidah
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v4i1.888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian leksikal yang mengkhususkan pada kajian makna kiasan yang terdapat pada teks terjemahan Al-Qur’an (Surah Makkiyah).  Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Objek yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah kajian leksikal yang terdapat pada teks terjemahan Al-Qur’an (Surah Makkiyah). Data dalam penelitian ini adalah kajian leksikal pada teks terjemahan Al-Qur’an (Surah Makkiyah). Sumber data pada penelitian ini diperoleh melalui sumber data primer yang didapat langsung dari Al-Qur’an dan terjemahannya. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan metode padan intralingual dengan teknik dasar berupa teknik pilah unsur penentu. Penelitian ini memaparkan gambaran mengenai hasil kajian leksikal dalam bentuk naratif. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada 37 data makna kiasan yang terdapat dalam teks terjemahan Al-Qur’an (Surah Makkiyah). Kesimpulan terdapat kajian leksikal khusus makna kiasan yang terdapat pada teks terjemahan Al-Qur’an (Surah Makkiyah). Ada 20 surah dari 46 surah yang menjadi sumber penelitian yang memiliki makna kiasan dalam ayat-ayat surah tersebut.