cover
Contact Name
Mohammad Jaelani
Contact Email
10jaelani.gizi@gmail.com
Phone
+6224-6710378
Journal Mail Official
jurnalrisetgizi@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riset Gizi
ISSN : 2338154X     EISSN : 26571145     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/jrg.v11i2.10382
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Riset Gizi (ISSN 2338-154x) is a journal that contains the results of health research in the field of nutrition including clinical nutrition, community nutrition, and food services Published two times a year, Jurnal Riset Gizi considers submissions on any aspect of nutrition and public health across age groups and settings These includes : Evaluation of public health programmes or interventions Health Protection including control of communicable diseases Health promotion and disease prevention
Articles 459 Documents
Media Motion Graphic Empat Pilar Gizi Seimbang Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Balita Al Rahmad, Agus Hendra; Shavira, Najwa
JURNAL RISET GIZI Vol. 12 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.12087

Abstract

ABSTRACTBackground: Nutritional status is a major global health issue that frequently leads to the deaths of children under five years old. According to the World Health Organization (WHO), malnutrition accounts for 45% of deaths in this age group. In Indonesia, one key factor contributing to high rates of malnutrition among children under five is insufficient maternal knowledge. Enhancing maternal understanding of nutrition can be achieved through nutrition education, with Motion Graphics being one effective educational media.Research Objective: To assess the impact of Motion Graphic media education on the four pillars of balanced nutrition regarding the knowledge and attitudes of mothers with toddlers in Cot Gadong Village, Jeumpa District, Bireuen RegencyMethods: This study uses the Research and Development method with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Primary and secondary data are collected, and they are subsequently put through editing, coding, scoring, processing, and cleaning steps. Both quantitative and qualitative data were acquired. Utilizing SPSS software for data analysis, the T-Dependent test with a 95% confidence level (α = 0.05) was included.Results: The average scores from the tests are as follows: 85.51% from the material expert, 85.96% from the media expert, and 93.33% from the language expert. The average knowledge level before education was 41.57, which increased to 83.33 after education. Similarly, the average attitude score rose from 40.20 before education to 87.23 after education. Statistical analysis shows p values of 0.000 for both knowledge and attitude.Conclusion: The creation of Motion Graphic media on the four pillars of balanced nutrition can enhance both the knowledge and attitudes of mothers with toddlers in Cot Gadong Village, Jeumpa District, Bireuen Regency.
Pengaruh Pemberian Media Edukasi Gizi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Produktivitas Kerja Karyawan di Katering Industri Khumaisa, Najwa
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12328

Abstract

Latar belakang: Tingginya kasus keracunan akibat makanan dan minuman didasari oleh hasil produk makanan dari usaha katering yang tidak berkualitas. Diperlukan media edukasi untuk menunjang produk makanan yang dihasilkan.Tujuan: Menganalisa pengaruh pemberian media edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan produktivitas kerja.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest-posttest. Hasil: Uji statistik menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna pada pengetahuan dan produktivitas kerja setelah diberikan media edukasi.Kesimpulan: Media edukasi poster, video, dan hiasan dinding berpengaruh secara positif terhadap pengetahuan dan produktivitas kerja karyawan.  
Hubungan Pola Konsumsi Sumber Protein Hewani, Riwayat Penyakit Infeksi dan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kejadian Stunting Balita 12-59 Bulan Saputri, Ervina Ayu; Abdullah, Abdullah; Akhriani, Mayesti; Marthalena, Yenny
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12525

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah balita yang memiliki panjang atau tinggi badan kurang dibandingkan dengan anak seumurannya. Secara global 148,1 juta balita mengalami stunting pada tahun 2022. SKI 2023 melaporkan Kabupaten Pringsewu memiliki prevalensi stunting diatas target nasional sebesar 15,8%. Pada bulan Juni 2024 Puskesmas Banyumas melaporkan prevalensi tertinggi stunting terjadi di Pekon Sukamulya (16,3%). Pemahaman terhadap keterkaitan pola konsumsi protein hewani, riwayat penyakit infeksi, dan pengetahuan gizi ibu penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting pada balita.Tujuan: Menjelaskan hubungan pola konsumsi sumber protein hewani, riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan gizi ibu dengan kejadian stunting balita 12-59 Bulan di Pekon Sukamulya Kabupaten Pringsewu.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif analitik dengan design penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Subjek ditentukan dengan rumus ukuran sampel untuk memperkirakan proporsi populasi dengan presisi mutlak penelitian sebanyak 80 balita usia 12-59 bulan. Data diperoleh menggunakan kuesioner Food frequency Questionnaire (FFQ), kuesioner riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Analisis hasil penelitian menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan 76.3% memiliki status gizi normal, sementara 23.8% nya mengalami stunting. Responden memiliki pengetahuan gizi baik sebanyak 71.3%, kurang 17.5%, dan cukup 11.3%. 80% Responden tidak pernah mengalami penyakit infeksi dalam 3 bulan terakhir, sementara 20% lainnya pernah mengalaminya. Kategori pola konsumsi protein hewani 53.8% responden dalam kategori baik, sedangkan 46.3% lainnya dalam kategori yang kurang.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola konsumsi protein hewani (p-value = 0,001 < 0,05), riwayat penyakit infeksi (p-value = 0,001< 0,05) dan pengetahuan gizi ibu (p-value = 0,003 < 0,05) dengan kejadian stunting. Diharapkan puskesmas meningkatkan program penjaringan skrining TBC pada balita. Ibu balita juga harus menerapkan PHBS di tatanan keluarga serta lebih rutin dalam mengikuti kelas pengasuhan.
Kandungan Gizi dan Organoleptik Formula Catfish Egg Roll sebagai Pemberian Makanan Tambahan Balita Wasting Graceshinta, Namira; Palupi, Fitria Dhenok; Aroni, Hasan
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12537

Abstract

Latar Belakang: Hasil survei SSGI tahun 2022, 1 dari 12 anak balita di Indonesia mengalami wasting dengan prevalensi 7,7%. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah membuat Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal untuk Balita dan Ibu Hamil untuk mengatasi masalah gizi. Formulasi catfish egg roll yang terdiri dari ikan lele, daging ayam, kentang, telur, tahu, dan wortel dengan proporsi ikan lele dan daging ayam sebagai pemberian makanan tambahan balita wasting yang sesuai dengan prinsip PMT balita pada Petunjuk Teknis PMT berbahan Pangan Lokal.Tujuan: Menganilisis mutu gizi, organoleptik, dan taraf perlakuan terbaik terhadap formula catfish egg roll sebagai pemberian makanan tambahan balita wasting.Metode: Penelitian menggunakan jenis penelitian studi eksperimental dengan tiga taraf perlakuan yang rasio ikan lele dan daging ayam yaitu P0 (0:100), P1 (30:70), P2 (50:50), dan P3 (70:30). Mutu organoleptik menggunakan uji hedonik dengan panelis semi terlatih, kandungan gizi menggunakan perhitungan empiris, dan penentuan taraf perlakuan terbaik menggunakan indeks efektifitas.Hasil: Mutu organoleptik menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap rasa namun tidak signifikan terhadap warna, aroma, dan tekstur. Catfish eggroll dengan taraf perlakuan proporsi ikan lele dan daging ayam untuk PMT balita wasting telah memenuhi standar pemenuhan PMT balita. P1 (30:70) merupakan taraf perlakuan terbaik dengan nilai Nh tertinggi yaitu 0,953, berwarna kuning kecoklatan, beraroma gurih khas ayam, bertektur lembut, dan berasa gurih; mutu gizinya mengandung energi 211,2 Kkal, protein 8,73 g, lemak 10,00 g, dan karbohidrat 21,90 g.
Efek Suplementasi Probiotik terhadap Indeks Massa Tubuh pada Dewasa Overweight Sarbini, Dwi; Safitri, Arini Dewi; Pratiwi, Winda Wahyu
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12653

Abstract

Perubahan kebiasaan makan serta ketersediaan berbagai macam makanan tinggi energi membuat obesitas dan overweight  menjadi salah satu masalah serius. Prevalensi obesitas di Indonesia pada usia 18 tahun ke atas tergolong tinggi (23,4%) berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (2023). IMT membantu memantau status gizi pada dewasa gizi lebih dengan mudah. Gizi lebih ditandai dengan nilai IMT ≥25,0 kg/m2 untuk overweight dan ≥30,0 kg/m2 untuk obesitas. Orang dengan obesitas atau overweight memiliki rasio bakteri Firmicutes lebih banyak. Firmicutes meningkatkan penyimpanan energi di jaringan adiposa. Probiotik dapat memanipulasi mikrobiota usus untuk memulihkan ketidakseimbangan rasio bakteri Firmicutes sehingga dapat mengatasi gizi lebih. Untuk mengetahui efek suplementasi probiotik terhadap IMT dewasa gizi lebih. Menggunakan metode Literature Review terhadap 7 artikel desain penelitian Randomized Controlled Trial (RCT) 10 tahun terakhir (2014-2024) dipilih dari Pubmed dan Google Scholar reputasi internasional (Q1-Q4) dan nasional (S1-S3). Kata kunci digunakan probiotics, obesity, BMI, body mass index,  probiotik, obesitas, IMT. Sebanyak 5 artikel (71.42%) menyatakan ada penurunan IMT yang signifikan pada dewasa gizi lebih setelah suplementasi probiotik. Suplementasi probiotik dapat memberikan efek penurunan IMT signifikan pada penderita gizi lebih diimbangi dengan dosis 107 hingga 109  dan durasi pemberian 9-12 minggu atau jenis probiotik lebih dari satu.
Kualitas Diet Ibu Hamil Anemia dan Non Anemia Kusumawati, Dewi; Khoirunnisa, Rissa; Muhlishoh, Arwin
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12666

Abstract

Background: The incidence of anemia in pregnant women in Indonesia is still relatively high which has an impact on mothers and babies born. One of the causes of anemia in pregnancy is the inappropriate quantity and quality of diet.Objectives: This study aims to determine differences in the quality of the diet of anemic and non-anemic pregnant women.Methods: Observational study with a case control design. The sample population taken in this study were pregnant women with as many as 80 people. The number of samples was 54 pregnant women divided into 27 anemia groups and 27 non-anemic groups using purposive sampling technique. The time of research was September 2022 – February 2023. The instrument in this study was the Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), the Diet Quality Index (DQI) form. Data analysis used the Mann Whitney test. Results: The study showed that the average score for quality of diet in the anemic group was 52.18% (low), in the non-anemic group it was 65.48% (good). There were differences in the components of variation in the two groups (p=0.015). There were differences in the adequacy and moderation components in the two groups (p=0.000). There was no difference in the overall balance component in the two groups (p=1.000). There was a difference in the score of the quality of the diet for the anemic and non-anemic groups (p=0.000).Conclusions: There are differences in the quality of the diet of pregnant women in the anemic and non-anemic groups. In anemic pregnant women, the quality of the diet is lower than in non-anemic pregnant women. Pregnant women are expected to improve the quality of the diet consumed in order to achieve optimal health.
Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro dengan Tingkat Kegemukan pada Wanita yang Menggunakan Kontrasepsi Hormonal Octavia, Zana Fitriana; Azzhira, Nisrina Claudy
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12704

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan gizi yang banyak terjadi pada wanita usia subur adalah malnutrisi. Kejadian obesitas dapat disebabkan oleh asupan zat gizi makro yang berlebihan. Penggunaan kontasepsi hormonal pada wanita usia subur dalam jangka panjang memiliki efek samping obesitas.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kecukupan zat gizi makro dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonalMetode: Penelitian ini menggunakan desain cross- sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah 59 orang wanita usia subur berusia 30-35 tahun yang memiliki berat badan lebih dan mengggunakan kontrasepsi hormonal secara rutin. Tingkat kecukupan zat gizi makro diketahui melalui metode recall dan tingkat kegemukan dengan mengukur indeks massa tubuh. Perbedaan rerata antar kelompok dilakukan dengan uji Mann Whitney. Hubungan antar variabel diketahui melalui uji Sommers d’.Hasil: Terdapat perbedaan rerata persentase kecukupan zat gizi makro antara kelompok overweight dan obesitas (p<0,05). Tingkat kecukupan karbohidrat berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal (0,006) dan Tingkat kecukupan lemak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal (0,013). Tingkat kecukupan protein tidak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal (0,167).Kesimpulan: Tingkat kecukupan karbohidrat dan lemak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi oral. Sedangkan tingkat kecukupan protein tidak berhubungan dengan tingkat kegemukan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal
Faktor Risiko Gizi Lebih Pada Dewasa Muda : Konsumsi Minuman Manis Dan Perilaku Sedentari Setyaningsih, Aryanti
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12941

Abstract

Background: The incidence of overnutrition in adults over 18 years old, based on the 2023 Indonesian Health Survey, is 14.4% overweight and 23.4% obese. Overnutrition in Indonesia is estimated to continue to increase. Factors that influence overnutrition are unhealthy eating habits and low physical activity. This study aims to analyze the incidence of overnutrition and is caused by the consumption of sweet drinks and sedentary lifestyle on the incidence of overnutrition in the young adult age group in Ungaran. Method: The research was conducted from January to March 2024 in Ungaran with an observational design and cross-sectional approach. This research involved 104 respondents who were selected using proportional random sampling, with the inclusion criteria being between 18-25 years old and willing to be respondents. The exclusion criteria include individuals who are sick, have an infectious or chronic disease, or were hospitalized a week before data collection. Respondents' nutritional status data were obtained based on height and weight measurements, which were then categorized based on body mass index. Interviews were conducted to obtain data on the consumption of sweet drinks using the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaires (SQ-FFQ), while interviews regarding sedentary behavior were conducted using the Sedentary Behavior Questionnaire (SBQ). Bivariate analysis used Kendall Tau analysis (α=0.05). Results: A total of 60 respondents (57.7%) experienced overnutrition. There were 57 respondents (54.8%) who consumed sweet drinks in the high category, and 82 (78.8%) respondents had sedentary behavior in the high category. Consumption of sweet drinks and sedentary behavior are related to overnutrition in young adults in Ungaran. (p < 0.05). Conclusion: Consumption of sweet drinks and sedentary behavior are risk factors for overnutrition among young adults in Ungaran.Keywords: overnutrition; sweet drinks; sedentary behavior; young adult
Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Besi, Asam Folat, dan Vitamin B12 dengan Anemia Remaja Putri Aulia, Novia Sari; Desti Ambar Wati; Lara Ayu Lestari; Abdullah
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i2.12470

Abstract

Background: Anemia happens when the body has too few red blood cells or low hemoglobin. It usually comes from not having enough iron. Not getting enough folic acid can also cause anemia because folic acid and vitamin B12 help make healthy red blood cells. Globally, the WHO identifies adolescent girls as a group at high risk of anemia, with prevalence rates in developing countries reported to range from 40–88%, and some studies suggest figures as high as 50–60% depending on regional conditions. In Indonesia, the 2023 Indonesian Child Health Survey (SKI) recorded an anemia prevalence of 15.5–18% among adolescents aged 15–24, although some regions still show much higher rates, reaching 40–50%. This data confirms that anemia in adolescent girls remains a priority health issue related to micronutrient adequacy.Objective: This research seeks to examine the association between the adequacy of iron, folic acid, and vitamin B12 intake and the occurrence of anemia in adolescent girls within the Rama Indra Community Health Center service area in 2024. Method: This research employed a quantitative method with a cross-sectional design. The sample included 80 adolescent girls, selected through stratified random sampling. The research was conducted from October 14 to December 17, 2024, at the selected schools. Data were collected through interviews using the SQ-FFQ to evaluate the adequacy of iron, folic acid, and vitamin B12 intake, while hemoglobin levels were measured using the Easytouch GCHb device. Kendall’s Tau-c test in SPSS was used to analyze correlations. Results: Most participants exhibited poor nutritional status, with deficiencies observed in iron (71.25%), folate (67.5%), and vitamin B12 (48,8%). Bivariate analysis revealed significant correlations between anemia and the adequacy of iron (p=0.000), folate (p=0.006), and vitamin B12 (p=0.024). Conclusion: A significant relationship exists between the adequacy of iron, folic acid, and vitamin B12 and the occurrence of anemia among adolescent girls in the Rama Indra Health Center’s service area.
Formulasi Nugget Ikan Tongkol dan Tempe Kedelai Sebagai Makanan Selingan untuk Pencegahan Anemia Mukaromah, Latifatul; Palupi, Fitria Dhenok; Setyobudi, Sugeng iwan
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i2.12532

Abstract

Background: Anemia is a common health problem among adolescent girls, with a prevalence reaching 42% in East Java. One of the prevention strategies is increasing the intake of foods rich in protein, iron, and vitamins that support hematopoiesis. Skipjack tuna, as a source of heme iron, and tempeh, a fermented soybean product high in iron, have the potential to be developed into nutritious snacks such as nuggets to increase acceptability and consumption among adolescents. Objective: This study aimed to determine the best formulation of skipjack tuna and soybean tempeh nuggets based on nutritional quality and sensory acceptability. Methods: This research employed a Completely Randomized Design (CRD) with three skipjack tuna: tempeh ratios: P1 (100:30), P2 (100:50), and P3 (100:70). A hedonic test was conducted involving 25 semi-trained panelists. Data analysis used the Kruskal–Wallis test followed by the Mann–Whitney post-hoc test. Nutrient composition was calculated using TKPI and Nutricheck. Results: The resulting nuggets were characterized by a slightly bitter taste, golden-yellow color, slightly beany aroma, and chewy texture. The nutritional content per 100 g ranged from 467.52–494.32 kcal energy, 16.80–19.57 g protein, 20.41–21.58 g fat, 55.59–57.39 g carbohydrates, and 3.34–3.87 mg iron. The best formulation was P1, with the highest total score (0.644), an iron content of 1.67 mg per serving, and the highest taste acceptability. Conclusion: The best formulated nuggets meet (P1) the recommended nutrient intake for adolescent girls aged 13–15 years, contributing approximately 10% of the daily requirement based on the 2019 Recommended Dietary Allowances (RDA).

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): November 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025 Vol 13, No 1 (2025): Mei 2025 Vol 12, No 2 (2024): November 2024 Vol. 12 No. 2 (2024): November 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Mei 2024 Vol. 11 No. 2 (2023): November (2023) Vol 11, No 2 (2023): November (2023) Vol 11, No 1 (2023): Mei 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Mei 2023 Vol 10, No 2 (2022): November (2022) Vol. 10 No. 2 (2022): November (2022) Vol 10, No 1 (2022): Mei (2022) Vol. 10 No. 1 (2022): Mei (2022) Vol 9, No 2 (2021): November (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): November (2021) Vol 9, No 1 (2021): Mei (2021) Vol. 9 No. 1 (2021): Mei (2021) Vol 8, No 2 (2020): November (2020) Vol 8, No 1 (2020): Mei (2020) Vol 7, No 2 (2019): November (2019) Vol 7, No 1 (2019): Mei (2019) Vol 6, No 2 (2018): November (2018) Vol 6, No 1 (2018): Mei (2018) Vol 5, No 2 (2017): November (2017) Vol 5, No 1 (2017): Mei (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): Mei (2017) Vol. 4 No. 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei (2016) Vol. 4 No. 1 (2016): Mei (2016) Vol 3, No 2 (2015): November(2015) Vol. 3 No. 2 (2015): November(2015) Vol. 3 No. 1 (2015): Mei (2015) Vol 3, No 1 (2015): Mei (2015) Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol. 2 No. 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol. 2 No. 1 (2014): Mei 2014 Vol. 1 No. 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol. 1 No. 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 More Issue