cover
Contact Name
Wulan Purnama Sari
Contact Email
wulanp@fikom.untar.ac.id
Phone
+6281584336003
Journal Mail Official
kiwari@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No.1 Gedung Utama Lantai 11 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kiwari
ISSN : -     EISSN : 28278763     DOI : 10.24912/ki
Core Subject : Humanities, Social,
Kiwari (EISSN: 2827-8763) merupakan jurnal hasil karya tulis dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Jurnal ini menjadi forum publikasi bagi hasil karya mahasiswa. Artikel yang diterbitkan masih jauh dari sempurna dan terbuka untuk saran serta kritik yang membangun. Kiwari menerbitkan artikel hasil penelitian dalam bidang ilmu komunikasi, yang meliputi komunikasi politik, komunikasi antar budaya, komunikasi bisnis, komunikasi digital, komunikasi antar pribadi, komunikasi organisasi, dll.
Articles 421 Documents
Back Matters Vol. 4 No. 2 Irena, Lydia
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.35035

Abstract

Back Matters Vol. 4 No. 2
Cover Vol. 4 No. 2 Irena, Lydia
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.35036

Abstract

Cover Vol. 4 No. 2
Front Matters Vol. 4 No. 2 Irena, Lydia
Kiwari Vol. 4 No. 2 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i2.35049

Abstract

Front Matters Vol. 4 No. 2
Dampak Isu Pornografi di Media Sosial Instagram terhadap Mahasiswa/i di Jakarta Barat Satria, Adi; Pribadi, Muhammad Adi
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35400

Abstract

This study analyses the effects of Instagram use among university students in West Jakarta, with a focus on pornography issues. As a platform that prioritises visuals, Instagram has become a platform for social interaction. Using a qualitative approach and phenomenological methods, this study investigates how features such as stories, direct messages, and comments enable creative communication while also generating potential risks such as the emergence of explicit content. All of this indicates that Instagram is not only a communication platform but also a platform that shapes the norms, values, and social perceptions of its users. According to media ecology theory, this platform can create virtual communities and strengthen social networks, but it can also create problems such as social media pressure and a lack of face-to-face interaction. Wise use is necessary to maximise positive energy and minimise negative energy on Instagram. Not only that, Instagram's algorithm, which regulates content based on user preferences, is sometimes unable to filter out negative content. Penelitian ini menganalisis efek penggunaan media sosial instagram di kalangan mahasiswa/wi di Jakarta Barat, dengan fokus pada isu-isu pornografi. Sebagai platform yang mengedepankan visual, Instagram telah menjadi platform interaksi sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi, penelitian ini menyelidiki bagaimana fitur-fitur seperti stories, direct message, dan comment memungkinkan komunikasi yang kreatif sekaligus menghasilkan potensi yang berisiko seperti munculnya konten eksplisit. Semua ini menunjukkan bahwa Instagram bukan hanya sebuah platform komunikasi tetapi juga sebuah platform yang membentuk norma, nilai, dan persepsi sosial pengguna instagam. Menurut teori ekologi media, platform ini dapat menciptakan komunitas virtual dan memperkuat jaringan sosial, tetapi juga dapat menciptakan masalah seperti tekanan di media sosial dan kurangnya interaksi tatap muka dan penggunaan yang bijak diperlukan untuk memaksimalkan energi positif dan meminimalkan energi negatif di instagram. Bukan hanya itu, algoritma Instagram yang mengatur konten berdasarkan preferensi pengguna kadang-kadang tidak bisa menyaring konten negatif.
Dampak Kualitas Layanan Media Sosial terhadap Citra Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta Anshari, Achmad Yasser; Erdiansyah, Rezi
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35402

Abstract

This study analyzes the impact of service quality on the government’s image on the social media platforms of the Special Region of Jakarta Provincial Government. Using a quantitative approach and a survey of 100 respondents, data were collected through questionnaires and analyzed using linear regression. The results show that service quality of Special Region of Jakarta social media, particularly in terms of reliability and responsiveness, has a significant impact on the government’s image. An increase of one unit in service quality can improve the government’s image by 0.667, with a correlation coefficient of 0.709 and an R Square of 50.2%. Dimensions such as assurance, empathy, and physical evidence play a crucial role in building trust and supporting the image of the Special Region of Jakarta Provincial Government as a professional and transparent institution. These findings emphasize the importance of improving service quality to shape a positive public perception of the government. Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas layanan media sosial terhadap citra pemerintah Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan survei terhadap 100 responden, data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan media sosial Pemprov Daerah Khusus Jakarta, terutama dalam dimensi keandalan dan responsivitas, memiliki pengaruh signifikan terhadap citra pemerintah. Peningkatan satu satuan kualitas layanan dapat meningkatkan citra pemerintah sebesar 0,667, dengan koefisien korelasi 0,709 dan R Square sebesar 50,2%. Dimensi seperti jaminan, empati, dan bukti fisik berperan penting dalam menciptakan kepercayaan dan mendukung citra pemerintah sebagai lembaga yang profesional dan transparan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan untuk membentuk persepsi positif masyarakat terhadap pemerintah.
Pengaruh Promosi Media Sosial dan Implikasinya terhadap Brand Image Produk Skincare pada Generasi Z Ade Praestu Digdya; Ahmad Junaidi
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35403

Abstract

This study aims to determine the effect of TikTok social media promotion on Skintific's beauty brand image among Gen Z in Jakarta. Social media has become an important tool in marketing strategies, especially TikTok, which is popular among Gen Z. This platform makes it easy for companies to reach consumers through its live streaming feature. TikTok has become one of the main platforms utilised by companies, including beauty brands such as Skintific, to maintain and enhance their brand image among Gen Z. TikTok social media promotions via live streaming can strengthen relationships with consumers, build brand loyalty, disseminate information more effectively, and increase the appeal of beauty products among Gen Z. Studi ini ingin mengetahui pengaruh promosi media sosial TikTok terhadap brand image Skintific di kalangan Generasi Z di Jakarta. Media sosial menjadi alat penting dalam strategi pemasaran, terutama TikTok yang populer di kalangan Generasi Z. Platform ini memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk menjangkau konsumen melalui fitur live streaming. TikTok menjadi salah satu platform utama yang dimanfaatkan oleh perusahaan, termasuk brand kecantikan seperti Skintific, untuk mempertahankan dan meningkatkan brand image di kalangan Generasi Z. Promosi media sosial TikTok secara live streaming terhadap brand image dapat memperkuat hubungan dengan konsumen, membangun loyalitas merek, lebih efektif dalam menyebarkan informasi, dan meningkatkan daya tarik produk kecantikan di kalangan Generasi Z.
Efektivitas Strategi Komunikasi Pemasaran di Perusahaan Jasa Design Interior dan Kontraktor Andrianto, Fredy; Salman, Doddy
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35404

Abstract

This research is motivated by the importance of implementing marketing communication strategies to improve the effectiveness of promotion in the digital era, particularly through conventional and digital strategies applied by PT Link Bangun Selaras. The purpose of this study is to determine the effectiveness of marketing communication strategies employed by interior design companies and contractors in attracting consumers, as well as the obstacles they face. This research uses marketing theory, conventional and digital communication theory, and word of mouth theory. This research uses a descriptive qualitative method involving internal company sources. Data collection methods include observation, documentation, and comprehensive interviews. Data instruments, data collection, and data classification are then linked to relevant theories. The results of the study indicate that the company has utilised digital communication strategies through its website and social media, as well as word of mouth, to reach its target audience and increase customer loyalty. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penerapan strategi komunikasi pemasaran dalam meningkatkan efektivitas promosi di era digital, khususnya melalui strategi konvensional dan digital yang diterapkan oleh PT Link Bangun Selaras. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif strategi komunikasi pemasaran perusahaan yang dilakukan oleh perusahaan jasa interior dan kontraktor dalam menarik konsumen, serta kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan teori pemasaran, teori komunikasi konvensional dan digital, dan teori word of mouth. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melibatkan narasumber internal perusahaan. Metode pengambilan data meliputi observasi, dokumentasi dan wawancara menyeluruh. Instrumen data, pengumpulan data, klasifikasi data, yang kemudian dikaitkan dengan teori yang relevan. Hasi penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah memanfaatkan strategi komunikasi digital melalui website dan media sosial, serta word of mouth, untuk menjangkau target audiens dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
Peran Media Sosial dalam Membangun Opini Publik: Studi Kasus Akun Media Sosial DPR RI Yohanes William; Riris Loisa
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35405

Abstract

This study aims to answer questions about how the Indonesian House of Representatives' social media contributes to shaping public opinion on legislative policies. Data was obtained through in-depth interviews with the Indonesian House of Representatives' social media managers and content analysis of posts on X (Twitter), Instagram, TikTok, and YouTube. The results of the study show that social media plays a significant role in increasing transparency, encouraging public participation, and strengthening policy literacy through interactive two-way communication. However, challenges such as negative comments and the spread of misinformation remain major obstacles. To overcome these challenges, adaptive and data-driven communication strategies are needed to manage emerging issues. This study shows that social media is an effective strategic tool for disseminating legislative policies and encouraging active public involvement in the legislative process. These findings highlight the importance of optimising social media as a means of building constructive relationships between parliament and the public. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan mengenai bagaimana kontribusi media sosial DPR RI dalam membangun opini public terkair kebijakan legislatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengelola media sosial DPR RI serta analisis konten unggahan di platform X (Twitter), Instagram, TikTok, dan YouTube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan signifikan dalam meningkatkan transparansi, mendorong partisipasi publik, dan memperkuat literasi kebijakan melalui komunikasi dua arah yang interaktif. Kendati demikian, tantangan seperti komentar negatif dan penyebaran misinformasi masih menjadi hambatan utama. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan strategi komunikasi yang adaptif dan berbasis data guna mengelola isu-isu yang muncul. Penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial merupakan alat strategis yang efektif untuk menyosialisasikan kebijakan legislatif serta mendorong keterlibatan masyarakat secara aktif dalam proses legislasi. Temuan ini menyoroti pentingnya optimalisasi media sosial sebagai sarana membangun hubungan yang konstruktif antara parlemen dan masyarakat.
Standar Kecantikan dalam Film Imperfect: Sebuah Pendekatan Semiotika Angelika, Alena Bella; Pandrianto, Nigar
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35406

Abstract

This research aims to analyze the representation of beauty standards in the film Imperfect through Roland Barthes semiotic approach. The background to this research focuses on how beauty standards prevailing in society are often influenced by the media, including films, which can shape individual perceptions and expectations regarding physical appearance. The film Imperfect depicts the main character's journey in facing social pressure regarding physical appearance. Using the concepts of denotation and connotation, this analysis identifies how visual and narrative elements shape meanings of beauty that are often unrealistic. Barthes emphasized that signs in films not only represent physical beauty, but also create myths that influence people's perceptions. The results of the analysis show that this film functions as a critique of rigid beauty standards, as well as highlighting the importance of self-acceptance and diversity. Through complex representation, Imperfect invites the audience to reflect on the beauty values ​​that exist in society, while simultaneously challenging the norms that often oppress individuals, especially women. This research provides new insights into the relationship between media, culture, and identity construction. It is hoped that the results of this research will provide a deeper understanding of the influence of media on perceptions of beauty and how the film Imperfect reflects and criticizes beauty standards that apply in society, especially in the context of career, love and social pressure related to physical appearance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi standar kecantikan dalam film Imperfect melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Fokus kajian penelitian ini berfokus pada bagaimana standar kecantikan yang berlaku di masyarakat sering kali dipengaruhi oleh media, termasuk film, yang dapat membentuk persepsi dan harapan individu terhadap penampilan fisik. Film Imperfect menggambarkan perjalanan karakter utama dalam menghadapi tekanan sosial terkait penampilan fisik. Dengan menggunakan konsep denotasi dan konotasi dalam semiotika Roland Barthes, analisis ini mengidentifikasi bagaimana elemen visual dan naratif membentuk makna kecantikan yang sering kali tidak realistis dengan menggunakan metode penelitian semiotika. Barthes menekankan bahwa tanda-tanda dalam film tidak hanya merepresentasikan kecantikan secara fisik, tetapi juga menciptakan mitos yang memengaruhi persepsi masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini berfungsi sebagai kritik terhadap standar kecantikan yang kaku, serta menyoroti pentingnya penerimaan diri dan keberagaman. Melalui representasi yang kompleks, Imperfect mengajak penonton untuk merefleksikan nilai-nilai kecantikan yang ada dalam masyarakat, sekaligus menantang norma-norma yang sering kali menekan individu, terutama perempuan. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang hubungan antara media, budaya, dan konstruksi identitas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih dalam mengenai pengaruh media terhadap persepsi kecantikan serta bagaimana film Imperfect merefleksikan dan mengkritisi standar kecantikan yang berlaku di masyarakat, khususnya dalam konteks karier, cinta, dan tekanan sosial terkait penampilan fisik.
Dampak Media Sosial terhadap Pembentukan Identitas Diri di Kalangan Remaja Nabir I B Noho; Farid
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35407

Abstract

This study examines the impact of social media on the formation of adolescent self-identity. Using a qualitative approach, data was collected through interviews, observations, and literature studies with subjects aged 15-19 years who are active on social media. The results show that social media influences adolescent self-identity, both positively, by increasing self-confidence, and negatively, by influencing body image and social comparison. Social media serves as a means of self-expression, but excessive use can reduce face-to-face social interaction and communication skills. The study recommends the wise use of social media with family support. Penelitian ini mengkaji dampak media sosial terhadap pembentukan identitas diri remaja. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi literatur dengan subjek remaja berusia 15-19 tahun yang aktif di media sosial. Hasil menunjukkan bahwa media sosial mempengaruhi identitas diri remaja, baik secara positif yaitu mampu meningkatkan kepercayaan diri, maupun negatif, mempengaruhi citra tubuh dan perbandingan sosial. Media sosial berfungsi sebagai sarana ekspresi diri, namun penggunaan berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial tatap muka dan keterampilan komunikasi. Penelitian menyarankan penggunaan media sosial yang bijak dengan dukungan keluarga.