JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education)
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) has e ISSN 25992759 (online) and p ISSN 26144387 (print) is a national scientific journal of Early Childhood Education (PAUD) that aims to communicate the research results of lecturers, students, teachers, practitioners, and scientists in the field of Early Childhood Education (PAUD). The JECIE is published twice a year in July and December. The field of study in the JECIE covers the field of education and teaching in Early Childhood Education (PAUD), including the study of physical motor development, socio emotional development, cognitive development, language development, development of moral and religious values, art development, childrens inclusive education, and various other fields related to Early Childhood Education.
Articles
33 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 7 No. 1 (2023): Desember"
:
33 Documents
clear
Strategi Orang Tua dalam Upaya Mencegah Kekerasan Seksual pada Anak Usia Dini
Hayani Wulandari Wulandari;
Ayu Sufi Nurjanah
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1140
Kekerasan seksual adalah salah satu masalah kesehatan di dunia yang sering kali terjadi, termasuk di Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh orang tua dalam upaya mencegah kekerasan seksual pada anak usia dini. Desain penelitian yang digunakan adalah kajian literatur. Pengumpulan data dilakukan melalui berbagai sumber, yaitu buku, skripsi, thesis, disertasi, dan publikasi artikel jurnal. Berdasarkan hasil kajian literatur menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh orang tua dalam upaya mencegah kekerasan seksual pada anak usia dini, antara lain yaitu memiliki pengetahuan tentang pendidikan seksual, berpikiran terbuka, persepsi yang positif, dan memiliki tanggung jawab.
Analisis Standarisasi Sarana dan Prasarana Sekolah PAUD dalam Memfasilitasi Kegiatan Anak
Hayani Wulandari;
Salma Syukria Salsabila
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1147
Sarana dan Prasarana di sekolah PAUD tentu yaitu suatu hal yang amat utama. Sebuah sekolah PAUD tidak dapat terorganisir dengan baik, apabila tidak memiliki Sarana dan Prasarana yang sesuai standarisasi. Sarana dan Prasarana inilah yang menjadi perlengkapan atau penunjang suatu sekolah PAUD dalam melaksanakan segala aktivitas yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya sarana dan prasarana sekolah PAUD, standarisasi sarana dan Prasarana, terutama dalam meningkatkan motivasi belajar anak usia dini. Penelitian ini memakai metoda kualitatif dengan jenis kajian pustaka, metode ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data, teori-teori berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang menyambungkan penelitian dengan kajian pustaka yang telah ada untuk pemecahan suatu masalah. Metoda pengumpulan ini dilakukan dengan cara mengkaji serta mengolahnya. Hasil penelitian yang didapat bahwa Sarana dan Prasarana sekolah PAUD itu sangat penting, memiliki standarisasi, serta erat kaitannya setiap kegiatan belajar anak. Standarisasi Sarana dan Prasarana PAUD telah tercantum dalam Permendikbud 137 tentang Standar Nasional PAUD.
Peran dan Fungsi Kode Etik Guru dalam Proses Pembelajaran
Hayani Wulandari;
Annisa Silvyani Zakia
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1148
Penelitian ini beranjak dari hasil pengolahan data oleh Kemenpppa (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) yang menunjukkan bahwa terdapat kasus kekerasan yang sedang marak saat ini dengan salah satu sasaran kekerasan tersebut adalah dunia Pendidikan. Dari latar belakang tersebut, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji tentang peran dan fungsi kode etik guru, hubungan antara kode etik guru dengan kasus dalam dunia pendidikan, mencari tahu sebab akibat dan solusi dari permasalahan yang terjadi pada dunia pendidikan serta mengaitkannya dengan teori yang relevan. . Metode studi literatur adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini dan termasuk dalam metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian untuk menjawab rumusan masalah adalah kajian teoritis yang informasinya didapat melalui website, buku, jurnal, koran digital, dan karya ilmiah yang membahas mengenai kode etik guru serta permasalahan dalam dunia pendidikan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kode etik guru adalah sebuah aturan yang telah disepakati dan/atau di perintahkan oleh pemerintah setempat dalam hal mendidik, membimbing, dan melaksanakan proses belajar mengajar. Kode etik guru memiliki hubungan yang sangat erat dengan kasus permasalahan kekerasan dalam dunia pendidikan, karena guru yang mentaati dan memahami kode etik guru akan selalu menjaga dan menjunjung tinggi nama baik profesi guru. dan karya ilmiah yang membahas mengenai kode etik guru serta permasalahan dalam dunia pendidikan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kode etik guru adalah sebuah aturan yang telah disepakati dan/atau di perintahkan oleh pemerintah setempat dalam hal mendidik, membimbing, dan melaksanakan proses belajar mengajar. Kode etik guru memiliki hubungan yang sangat erat dengan kasus permasalahan kekerasan dalam dunia pendidikan, karena guru yang mentaati dan memahami kode etik guru akan selalu menjaga dan menjunjung tinggi nama baik profesi guru. dan karya ilmiah yang membahas mengenai kode etik guru serta permasalahan dalam dunia pendidikan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kode etik guru adalah sebuah aturan yang telah disepakati dan/atau di perintahkan oleh pemerintah setempat dalam hal mendidik, membimbing, dan melaksanakan proses belajar mengajar. Kode etik guru memiliki hubungan yang sangat erat dengan kasus permasalahan kekerasan dalam dunia pendidikan, karena guru yang mentaati dan memahami kode etik guru akan selalu menjaga dan menjunjung tinggi nama baik profesi guru.
Perspektif Islam Mengenai Konsep Pendidikan Seksual pada Anak Usia Dini dan Penerapannya (Studi Kasus: RA DDI Parepare)
Sri Hasnawati;
Rika Selviah Nasir;
Alamsyah Agit
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1154
Anak merupakan amanat dari Allah SWT, dengan demikian menjadi tugas dan tanggung jawab dari orang tua untuk merawat anaknya dengan baik. Salah satu bentuk akan tanggung jawab orang tua adalah mendidik anaknya, media pendidikan sangat banyak salah satunya adalah dengan bersekolah, banyaknya masalah-masalah sosial dizaman modern ini menjadikan sekolah juga harus dapat beradaptasi, salah satu masalah sosial yang sering terjadi adalah kekerasan seksual dan pelecehan seksual. Dampak dari kejadian ini sangat traumatik apabila sampai terjadi pada anak, dengan demikian perlunya pendidikan seksual pada anak merupakan hal yang penting, dengan adanya pendidikan seksual sejak dini maka anak akan mampu membentengi dirinya dari berbagai potensi penyimpangan seksual. Hasil penelitian ini menunjukkan proses pembelajaran yang dilaksanakan secara kreatif oleh guru pada RA DDI Parepare, dimana materi yang digunakan disampaikan secara halus dan tidak terkesan vulgar atau sensitif, selain itu permintaan guru pada orang tua murid untuk berperan aktif merupakan upaya untuk mengefektifkan pendidikan seksual pada anak usia dini
Psikologis Terhadap Anak yang Mengalami Kekerasan Seksual
Hayani Wulandari;
Aries Legita Permana Putri
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1156
Maraknya berita media massa mengenai kasus kekerasan seksual pada anak membuat masyarakat bertanya karena perbuatan tersebut seperti gunung es. Dengan adanya seksual pada anak dapat menyebabkan terjadinya faktor-faktor baik secara internal dalam diri anak dan eksternal dari lingkungan sekitar. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif jenis studi literatur. Kekerasan yang terjadi kepada anak belum berusia delapan belas tahun atau di bawah umur dominan tidak dimengerti oleh anak, karena anak belum mengetahui hingga ke arah kekerasan seksual. Oleh sebab itu, sebagai salah satu bentuk pencegahan maka orang tua sebagai pendidik utama bagi anak sangat berperan penting dalam memberikan pengetahuan dasar mengenai kekerasan yang dapat dilakukan dengan cara menjaga bagian tubuh, batas antara perempuan dan laki-laki. Masyarakat dan negara pun memiliki peran dalam perbuatan tindak kekerasan seksual yang dilakukan kepada anak. Kekerasan seksual ini harus segera ditindak lanjut dengan lebih tegas oleh badan hukum yang berwenang agar pelaku jera dengan hukuman yang diberikan
Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini dalam Pelaksanaan Pembelajara Tari
Dhea Ardiyanti;
Leli Kurniawati;
Heny Djoehaeni
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1194
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis anak yang dapat dilakukan dengan pembelajaran tari. Penelitia ini berlandaskan pada fenomena yang banyak terjadi di lapangan terkait dengan pelaksanaan pembelajaran tari yang masih bersifat konvensional. Hal ini justru bertolak belakang dengan upaya pengoptimalan kemampuan berpikir kritis anak. Sejatinya, pengembangan kemampuan berpikir kritis pada anak sejak dini sangat diperlukan melalui kegiatan pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan. Salah satunya yaitu dengan pembelajaran tari kreatif WEDCFORTING. Fenomena yang terjadi di lapangan, diungkap peneliti dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data-data penelitian dikumpulkan dengan teknik observasi, dokumentasi dan studi literatur. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dengan tahapan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian terungkap bahwasanya pembelajaran tari kreatif WEDCFORTING yang meliputi tahapan warming up, exploration, developing skills, creating, form, dan presenting memberikan kesempatan pada anak untuk dapat mengembangkan keterampilan menganalisis, keterampilan mensintesis, keterampilan dalam mengidentifikasi masalah, keterampilan menyimpulkan, dan keterampilan mengevaluasi serta menilai. Dengan ini maka pembelajaran tari kreatif WEDCFORTING dapat dijadikan rujukan dalam melaksanakan pembelajaran
Permainan Maze dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Anak Usia Dini
Yuniasih Yuniasih;
Aini Loita;
Nuraly Masum Aprily
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1205
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari lebih lanjut tentang peran permainan labirin (maze) dalam meningkatkan keterampilan menulis anak usia dini. Bentuk penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Teknik dokumentasi digunakan peneliti untuk memperoleh data. Metode analisis isi digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini untuk menganalisis data, yaitu analisis isi yang tidak dapat dilepaskan dari interpretasi sebuah karya. artikel ini dapat menjadi pilihan pembelajaran yang menarik dalam meningkatkan kemampuan menulis anak, dengan anak ditugaskan untuk mengikuti jalan yang telah ditentukan dalam permainan maze. Guru harus inovatif dalam merancang pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk membantu anak dalam meningkatkan keterampilan menulis mereka.
Analisis Perkembangan Motorik Kasar Melalui Permainan Melempar Bola pada Anak Usia Dini
Ratna Mulyani;
Risbon Sianturi;
Taopik Rahman
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1211
Penelitian ini meneliti tentang perkembangan motorik kasar melalui permainan melempar bola yang ditunjau dari studi literatur. Penelitian ini bersifat kualitatif. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur atau tinjauan pustaka, dimana buku, jurnal, dan sumber-sumber lain yang digunakan sebagai referensi digunakan sebagai sumber data. Data yang disajikan adalah data yang berbentuk kata yang memerlukan penelaahan supaya ringkas dan sistematis. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa dengan permainan melempar bola perkembangan motorik anak usia dini dapat berkembang dengan baik. Hal ini sesuai dengan penelitian yang di lakukan dengan mengkaji beberapa penelitian terdahulu yang juga meneliti tentang motorik kasar dengan menggunakan teknik yang berbeda namun dengan tujuan yang sama, yaitu perkembangan motorik kasar anak
Peran Tari “Cublek-Cublek Suweng” Terhadap Pembentukan Karakter Kerjasama pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Pertiwi Kabupaten Jember
Prameswari Sulistyowaty;
Luh Putu Indah Budyawati;
Aisyah Nur Atika
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1220
Tari merupakan sebuah media atau bahasa komunikasi yang berwujud gerakan sebagai alat mengungkapkan gerak secara ekspresif, ide, perasaan, dan pengalaman kepada orang lain. Tari memfokuskan pada 1) kebutuhan perkembangan emosional yang dicapai dengan cara mengaktualisasikan diri melalui gerak sehingga dibutuhkan apresiasi seni yang baik, dan 2) kecerdasan sosial yang dapat dicapai dengan membina kerjasama baik dengan pelatih atau antar penari, ceria, dan percaya diri. Tujuan penelitian mendeskripsikan peran tari “Cublek-Cublek Suweng” terhadap pembentukan karakter kerjasama pada anak usia 5-6 tahun di TK Pertiwi Kabupaten Jember dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa melalui tari pembentukan karakter kerjasama pada anak usia 5-6 tahun dapat dilihat dari (1) pengelompokan kelompok tari berdasarkan kemampuan anak dan guru mengajak kelompok untuk berdiskusi tentang tahap tarian dan pembagian tugas, (2) kebersamaan dalam kelompok mendorong anak berlatih hingga selesai m elaksanakan perannya saat menari, (3) anak saling mengingatkan apabila ada yang lupa gerakan tari dan menggantikan peran teman yang tidak hadir pada saat latihan berlangsung. Gerak tari dilakukan secara berkelompok melatih kemampuan anak bekerjasama dengan temannya.
Kualitas Pelayanan dalam Dimensi Responsif Terhadap Korban Kekerasan Seksual pada Anak Usia Dini di KPAID Kabupaten Tasikmalaya
Teny Nur Islami;
Gilar Gandana;
Edi Hendri Mulyana
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v7i1.1224
Kuliatas pelayanan adalah faktor penting dalam menjaga keberlangsungan suatu lembaga penyedia jasa layanan kepada klien/pelanggan. KPAID Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu lembaga penyelenggara jasa pelayanan. Salah satu kasus yang terjadi di KPAID Kabupaten Tasikmalaya adalah kekerasan seksual (pemerkosaan dan pencabulan) pada anak usia dini. Anak usia dini merupakan masa pembentukan karakter dan tumbuh kembang anak secara optimal. Pada masa ini, anak sangat rentan terhadap kejahatan. Sehingga KPAID Kabupaten Tasikmalaya harus optimal dalam memberikan layanan bagi korban kekerasan seksual pada anak usia dini. Kasus kekerasan seksual pada anak usia dini harus menjadi perhatian kita semua karena dapat mempengaruhi proses tumbuh kembang anak, baik fisik, mental, sosial, dan kesehatan sehingga mempengaruhi kualitas hidup anak yang menyebabkan terbunuhnya karakter generasi muda. Sebagian besar pelaku kekerasan seksual pada anak adalah orang terdekat seperti keluarga, orang tua, guru, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan yang diberikan oleh KPAID Kabupaten Tasikmalaya kepada korban kekerasan seksual pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data dari hasil wawancara dengan subjek penelitian adalah orang tua korban menggunakan teknik purposif sample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh staf KPAID Kabupaten Tasikmalaya terhadap korban kekerasan seksual pada anak usia dini dalam dimensi responsibility (responsif)