JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education)
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) has e ISSN 25992759 (online) and p ISSN 26144387 (print) is a national scientific journal of Early Childhood Education (PAUD) that aims to communicate the research results of lecturers, students, teachers, practitioners, and scientists in the field of Early Childhood Education (PAUD). The JECIE is published twice a year in July and December. The field of study in the JECIE covers the field of education and teaching in Early Childhood Education (PAUD), including the study of physical motor development, socio emotional development, cognitive development, language development, development of moral and religious values, art development, childrens inclusive education, and various other fields related to Early Childhood Education.
Articles
62 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 8 No. 1 (2024): Desember"
:
62 Documents
clear
Peranan Orang Tua Terhadap Perkembangan Motorik pada Anak Usia Dini: Indonesia
Kusmiati, Dini;
Sianturi, Risbon;
Loita, Aini
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1325
Aspek perkembangan anak merupakan hal yang sangat penting bagi anak. Salah satu aspek penting untuk anak usia dini adalah aspek perkembangan motorik. Dalam perkembangan motorik, orang tua memiliki peranan penting. Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan orang tua terhadap perkembangan motorik pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif melalui Studi Pustaka, yakni metode pengumpulan data yang diarahkan kepada pencarian data dan informasi melalui dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, foto-foto, gambar, maupun dokumen elektronik yang dapat mendukung dalam proses penulisan. Hasil penelitian peran orang tua dapat membentuk pola sikap dan pribadi anak, juga dapat menentukan proses pendidikan yang diperoleh anak. Orang tua mempunyai peranan dalam memberikan stimulasi yang tepat sesuai usia perkembangan anak yakni melalui proses penalaran untuk mengatahui bakat yang di miliki oleh anaknya.
Pengaruh Penggunaan Media Hidroponik dalam Kegiatan Bercocok Tanam Terhadap Kecerdasan Naturalis Anak Usia 5-6 Tahun
Noviyanti, Noviyanti;
Mulyadi, Sima;
Mulyana, Edi Hendri
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1326
Kecerdasan naturalis merupakan salah satu bagian dari kesembilan kecerdasan jamak. Kecerdasan naturalis adalah keahlian mengenali, membedakan, mengungkapkan, dan mengkategorikan spesies flora dan fauna dan lingkungan sekitar. Kecerdasan naturalis anak dapat dilihat dari seberapa jauh anak mengenali, membedakan, mengungkapkan, dan mengkategorikan spesies flora, fauna, dan lingkungan di sekitarnya. Hidroponik merupakan salah satu sistem bercocok tanam tanpa menggunakan media tanam tanah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pre-test post-test. Berdasarkan penelitan yang dilakukan, untuk mengukur kecerdasan naturalis anak dengan melakukan test sebelum dan sesudah diberikan perlakukan. Sehingga didapatkan hasil pre-test dengan nilai %rata-rata 12,92 atau sebesar 32% dengan kategori belum berkembang (BB). Sementara dari hasil post-test didapatkan niilai %rata-rata 37,84 atau sebesar 93% dengan kategori berkembang sangat baik (BSB). Dari hasil pre-test dan post-test tersebut dapat disimpulkan bahwa kecerdasan naturalis anak usia 5-6 tahun meningkat dari belum berkembang menjadi berkembang sangat baik. Sehingga penggunaan media hidroponik dalam kegiatan bercocok tanam memiliki pengaruh terhadap kecerdasan naturalis anak usia 5-6 tahun.
Fatherless, Fatalkah?
Astagini, Virda Anggi;
Gandana, Gilar;
Purwati, Purwati
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1327
Anak merupakan investasi terbesar orang tua di masa depan. Di masa depan anak akan menjadi bukti dari keberhasilan atau kegagalan orang tua dalam mendidik. Selain itu, titik tumpu pada pembentukan masyarakat yang damai dan sejahtera ditentukan oleh keluarga. Karena dalam keluarga terjalin hubungan yang paling dekat dan terus menerus. Masing-masing orang menempuh berbagai cara dalam mencari kebahagiaan dan ketentraman itu. Namun keluarga tak selamanya baik-baik saja. Kematian, perceraian atau apapun yang menyebabkan terjadinya kehilangan yang tentu saja tak diinginkan termasuk hilangnya sososk ayah dalam pengasuhan. Fatherless diartikan sebagai hilangnya sosok ayah dalam pengasuhan baik secara fisik maupun psikis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini mengupas banyak dampak dari kehilangan sosok ayah dalam pengasuhan. Begitu banyak dampak yang ditimbulkan dari kehilangan sosok ayah dalam pengasuhan ini, mulai dari dampak pada prestasi belajar anak yang memang berhubungan dengan dampak pada psikologis, dan kemungkinan terburuk yaitu berdampak pada cyberporn.
Peran Guru dalam Mengoptimalkan Interaksi Sosial Anak Usia Dini
Rosidah, Hani Kholifatur;
Mulyana, Edi Hendri;
Aprily, Nuraly Masum
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1329
Interaksi sosial penting untuk dikembangkan pada anak sejak usia dini. Interaksi sosial pada anak usia dini berlangsung secara beriringan dengan perkembangan sosialnya. Interaksi sosial dapat menjadi dasar anak untuk dapat diterima di lingkungan sosial. Apabila anak dapat berbaur bersama lingkungan sosialnya, disitulah anak diakui keberadaan dirinya. Ketika anak di sekolah lingkup sosial yang dimiliki menjadi lebih luas. Maka guru hendaknya dapat mengoptimalkan interaksi sosial anak dengan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Guru mendorong anak untuk mandiri dan berhubungan dengan teman sebaya agar dapat berbaur dan diterima lingkungan sosialnya. Guru mendampingi dan memantau anak saat belajar dan membantu anak ketika menghadapi masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam mengoptimalkan interaksi sosial anak usia dini. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan informasi dari sumber-sumber yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian dinyakan bahwa keterampilan sosial guru menjadi dasar yang perlu dimiliki guru dalam mengoptimalkan interaksi sosial anak usia dini.
Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak Balita pada Speech Delay
Paujiah, Siti
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1331
Keterlambatan bicara merupakan gangguan yang sering terjadi pada anak balita hal ini disebabkan karena adanya faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hal tersebut. Balita dapat dikatakan mengalami keterlambatan apabila pada usia 2 tahun belum dapat berbicara lancar, tidak dapat mengikuti perintah yang diberikan, mengucap kata kurang dari 25 kata dan tidak dapat memahami pertanyaan. Penelitian ini menggunakan metodi studi literatur. Keterlambatan bicara dan bahasa disebabkan oleh penerapan pola asuh. Pola asuh negatif menjadikan anak mengalami gangguan perkembangan lima kali lipat dibandingkan dengan pola asuh positif. Pola asuh negatif seperti orang tua tidak memberikan kasih sayang, sering marah-marah, tidak memberikan stimulasi kepada anak Keterlambatan bicara dan bahasa banyak ditemukan dengan durasi penggunaan lebih dari 30 menit. Durasi penggunaan gadget selama 30-75 menit perhari termasuk dalam kategori kecanduan gadget pada anak. Kesimpulannya faktor yang mempengaruhi keterlambatan bicara terhadap anak balita yaitu pada pola asuh anak dan penggunaan gadget, oleh karena itu diharapkan kepada orang tua untuk selalu menjadi garda terdepan pada anak-anaknya.
Penerapan Permainan Look Make and Fix Menggunakan Media Tangram untuk Meningkatkan Kecerdasan Visual-Spasial Anak
Nurhamidah, Didah
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1334
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kecerdasan visual anak sebelum memperoleh perlakuan berupa permainan look, make and fix menggunakan media tangram dan setelah memperoleh perlakuan. Penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimental dengan variabel terikat berupa kecerdasan visual spasial serta variabel bebasnya adalah permainan look, make and fix menggunakan meida tangram. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest Postes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas B RA Miftahul Khoer Khoer Tahun Ajaran 2023/2024 dengan menggunakan teknik sampling purposive. Perolehan data pretes dan postes kemudian dijadikan syarat untuk medapatkan data Ngain yang kemudian akan dianalisis. Untuk melihat adanya perbedaan dilakukan uji Paired Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kecerdasan visual spasial anak sebelum memperoleh perlakuan berupa permainan look, make and fix menggunakan media tangram dan setelah memperoleh perlakuan.
Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 3-4 Tahun Melalui Media Paper Clay
Huda, Dalva Samrotul;
Rahman, Taopik;
Loita, Aini
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1339
Dunia anak merupakan dunia bermain, sepanjang hari, setiap waktu dan setiap saat, hidup anak dipenuhi dengan keceriaan bermain. Bagi anak, bermain secara sendiri maupun berkelompok bersama teman sebaya ataupun dengan orang tua sangatlah menyenangkan. Keterampilan motorik halus (fine motor skil) membentuk keterampilan yang membutuhkan kemampuan untuk mengendalikan otot-otot kecil atau halus untuk memperoleh aktualisasi keterampilan yang berhasil. Penelitian ini menggunakan metode literatur review yang mengambil data dari penelitian dahulu yang pembahasannya tentang peningkatan keterampilan motorik halus anak usia 3-4 tahun melalui media paper clay. Pengambilan data diambil dari 5 (lima) jurnal terkait bersumber dari Google Scholar. Setelah data didapat kemudian dilanjutkan dengan analisis data untuk mengetahui hasil dari 5 (lima) jurnal terkait, kemudian diambil kesimpulan apakah media paper clay cocok untuk peningkatan keterampilan motorik halus anak usia 3-4 tahun. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pertama sebagai peningkatan keterampilan motorik halus anak melalui media paper clay dengan menjabarkan media paper clay yang efektif dari beberapa penelitian terkait secara runtut agat dapat dijadikan sebagai sebuah acuan keterampilan motorik halus anak. Kedua, media pembelajaran paper clay dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 3-4 tahun. Ketiga, selain media paper clay juga terdapat media lain yang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 3-4 tahun melalui media paper clay.
Hubungan Pola Asuh Otoriter Orang Tua dengan Sibling Rivalry pada Anak Usia 4-6 Tahun di TK Al-Falah Siulak Gedang
Herfinda, Nensi;
Muazzomi, Nyimas;
Siregar, Masyunita
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1501
Penerapan pola asuh yang tidak berjalan dengan baik, dapat menimbulkan masalah pada anak. Hal ini nantinya akan berimplikasi pada hubungannya dengan lingkungannya, teman sebayanya maupun keluarganya. Satu dari sekian banyak masalah dalam sebuah keluarga yang sering dialami anak yang memiliki saudara lebih dari satu yakni munculnya rasa persaingan antar saudara kandung atau yang dikenal dengan sibling rivalry. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh otoriter dengan sibling rivalry pada anak usia 4-6 tahun di TK Al-Falah Siulak Gedang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan catatan lapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Pearson Correlation Product Moment. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa 1) tingkat pola asuh otoriter orang tua berada dalam kategori sedang dengan persentase 63%. 2) tingkat sibling rivalry anak berada pada kategori rendah dengan persentase 53%. 3) Hasil uji korelasi antara pola asuh otoriter orang tua dengan kejadian sibling rivalry pada anak mendapatkan nilai signifikansi 0,000 < 0,005 dengan nilai korelasi sebesar 0,827. Nilai signifikansi dari uji korelasi ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh otoriter orang tua dengan sibling rivalry pada anak usia 4-6 tahun di TK Al-Falah Siulak Gedang dengan tingkat hubungan yang sangat kuat.
Analisis Penggunaan Asesmen Sumatif Sebagai Alat Penilaian Perkembangan dan Pembelajaran pada Anak Usia Dini di TK Kirana Kota Jambi
Wahyudi, Mitha Widiyathi Putri;
Indryani, Indryani;
Amanda, Rizki Surya
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1536
Asesmen di Pendidikan Anak Usia Dini Asesmen pada PAUD dikelompokkan menjadi dua yaitu asesmen formatif dan asesmen sumatif. Asesmen Sumatif adalah penilaian yang dilakukan setelah pembelajaran berakhir, misalnya pada akhir satu lingkup materi (dapat terdiri atas satu atau lebih tujuan pembelajaran), pada akhir semester dan pada akhir fase; khusus asesmen pada akhir semester, asesmen ini bersifat pilihan. Jika pendidik merasa masih memerlukan konfirmasi. Asesmen yang dibahas pada penelitian ini adalah asesmen sumatif dimana peneliti ingin menganalisis penggunaan asesmen sumatif di TK Kirana Kota Jambi. Asesmen formatif diindonesia kurang berjalan dengan baik dimana biasanya hasil penilaian dilakukan secara menduga-duga serta kualitas guru PAUD pada daerah-daerah perdalaman biasanya masih belum berpendidikan S-1 PG-PAUD. Tujuan peneltian ini adalah untuk menganalisis penggunaan asesmen sumatif sebagai alat penilaian perkembangan dan pembelajaran anak usia dini di TK Kirana Kota Jambi. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh mengunakan data primer dari hasil wawancara dan data sekunder dari dokumentasi. Pada penelitian ini peneliti melakukan wawancara secara insidental atau tidak berstruktur. Informan pada penelitian ini adalah guru kelas TK Kirana Kota Jambi yang berjumlah 3 orang guru. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis penggunaan asesmen sumatif sebagai alat penilaian perkembangan dan pembelajaran anak usia dini di TK Kirana Kota Jambi telah terdapat asesmen sumatif akan tetapi dalam pelaksanaan asesmen sumatif tersebut belum terlaksana dengan baik. Hal ini ditunjukkan dari pemahaman guru dalam melaksanakan asesmen belum cukup baik. Asesmen sumatif atau penilaian akhir salah satu sumber informasinya berasal dari penilaian harian yang telah dikumpulkan, saat pengambilan penilaian harian guru lupa mencatat kegiatan anak saat proses pembelajaran hal ini berpengaruh terhadap penilaian akhir anak. Saat pelaksanaan asesmen sumatif guru juga belum melakukan umpan balik kepada orang tua murid mengenai pemberian informasi perkembangan anak dan mencari solusi atas permasalahan yang dimiliki oleh anak.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Bahasa pada Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Bermain Peran di TK Islam Azzahra Kota Jambi
Putra, Fakhri Suhanda Eka;
Indryani, Indryani;
Siregar, Masyunita
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1542
Bahasa merupakan alat untuk menyampaikan pikiran dan perasaan kepada orang lain yang sekaligus berfungsi untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain. Tujuan pengembangan kemampuan berbahasa anak usia dini adalah agar anak didik mampu berkomunikasi secara lisan dengan lingkungannya. Berbanding terbalik dengan keadaan di TK Islam Azzahra Kota Jambi dimana kurang optimalnya perencanaan pembelajaran, terlihat pada proses pembelajaran guru baru menentukan kegiatan yang akan dilakukan oleh anak pada hari itu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri tiga (3) kali pertemuan. Prosedur penelitian setiap siklus terdiri perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan pada anak usia 5-6 anak kelompok B TK Islam Azzahra Kota Jambi. Data diperoleh menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak melalui kegiatan bermain peran yang terdiri dari dua tindakan (siklus). Hasil penelitian sebelum penelitian (pra siklus) rata-rata kemampuan berbahasa anak hanya 24,44% dari 15 anak/siswa dengan diadakannya pembelajaran melalui kegiatan bermain peran pada kelompok B TK Islam Azzahra Kota Jambi mengalami peningkatan, dimana peningkatan tersebut terjadi secara bertahap. Pada siklus I terjadi peningkatan sebanyak 71,10% dari 15 orang anak, selanjutnya pada siklus II terjadi peningkatan mencapai 87.77% dari 15 orang anak. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kegiatan bermain peran dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak di TK Islam Azzahra Kota Jambi.