cover
Contact Name
Syaiful Bahri
Contact Email
syaifulpb11@gmail.com
Phone
+6281263823278
Journal Mail Official
jurnalintekom@gmail.com
Editorial Address
Dusun Suka Mulia Desa Karang Rejo, Stabat-Langkat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia
ISSN : 30314542     EISSN : 30314291     DOI : https://doi.org/10.60076/jkri
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia: JKRI menghadirkan pandangan holistik terhadap berbagai bidang ilmu kesehatan di Republik Indonesia, mencerminkan keragaman dan kemajuan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan fokus dan scope yang merangkum semua aspek ilmu kesehatan, jurnal ini menjadi wahana bagi para peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan di Indonesia. Isinya melibatkan artikel penelitian terkini, ulasan literatur, dan kontribusi ilmiah lainnya yang mencakup bidang seperti epidemiologi, kesehatan masyarakat, keperawatan, kedokteran, ilmu gizi, dan aspek kesehatan lainnya. Jurnal ini mendorong perspektif multidisiplin dan kolaborasi lintas sektor untuk merespon dinamika kompleks dalam arena kesehatan. Focus and Scope : Kesehatan masyarakat, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Manajemen Kesehatan, Pencegahan Penyakit, Perawatan Ibu Hamil dan Anak, Perilaku Kesehatan dan Sosial, Gizi (Nutrisi Klinis dan Gizi Masyarakat), Keamanan makanan, Ketahanan pangan, Kebersihan, Teknologi Pangan terkait Pencegahan dan Rehabilitasi Penyakit, Kesehatan lingkungan, Farmasi
Articles 105 Documents
Perbandingan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Paru Sensitif Obat Dengan Tuberkulosis Paru Resisten Obat Di RSU Haji Medan Akhil Fahri Atalah; Sri Rezeki Arbaningsih
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 6 (2025): JKRI - Mei 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan perbedaan dalam kualitas hidup pada pasien dengan obat perseptual sensitif TBC (TB Sun) dan paru TB paru resistensi (TB RO) di Rumah Sakit Haji Medan. Jenis studi yang digunakan adalah analisis silang. Sampel terdiri dari 80 pasien tuberkulosis paru yang sengaja dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan tes statistik nonparametrik oleh Mann-Whitney karena data tidak didistribusikan dengan benar. Analisis menunjukkan bahwa sebagian besar tuberkulosis memiliki kualitas hidup yang sangat baik, tetapi sebagian besar pasien TB-RO memiliki kualitas hidup yang buruk. Nilai signifikan yang diperoleh adalah 0,000, menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini mendukung perlunya pendekatan perawatan yang tidak hanya memperhatikan aspek medis, tetapi juga memperhatikan perhatian psikososial untuk meningkatkan kualitas hidup pasien secara keseluruhan
Efektivitas Buli-Buli Hangat Dalam Menurunkan Intensitas Nyeri Paska Operasi Sectio Caesarea Di RSI Kendal Khoirul Ikhwan; Istiqomah Rosidah; Joko Murdianto
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 7 (2025): JKRI - Juni 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sectio caesarea merupakan pembedahan yang dilakukan pada kondisi medis tertentu demi menyelamatkan ibu dan janin. Tindakan menimbulkan nyeri pasca operasi yang signifikan. Data menunjukkan bahwa 80% pasien paska operasi sectio caesarea di RSI Kendal mengalami nyeri, sehingga memerlukan manajemen nyeri yang efektif. Salah satu pendekatan non-farmakologis dapat digunakan adalah terapi buli-buli hangat, yang bekerja dengan meningkatkan aliran darah dan meredakan kejang otot di area nyeri. Penelitian bertujuan Mengetahui efektivitas buli–buli hangat dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien paska operasi sectio caesarea di RSI Kendal. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Sebanyak 55 responden dipilih melalui teknik purposive sampling, pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan alat ukur Numeric Rating Scale, Dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil pada mayoritas responden sebelum dilakukan intervensi mengalami nyeri sedang dan setelah dilakukan intervensi terjadi penurunan nyeri menjadi nyeri ringan. penelitian menunjukkan bahwa pemberian buli-buli hangat dapat memberikan efektivitas terhadap penurunan intensitas nyeri paska operasi section caesarea yang dibuktikan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test (Sig = 0,000). Terdapat efektivitas buli–buli hangat dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien paska operasi sectio caesarea di RSI Kendal. Diharapkan penelitian ini dapat diterapkan agar membantu mengurangi nyeri pasien post sectio caesarea
Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Status Karies Gigi Pada Murid SDN 3 Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya Badrul; Linda Suryani; Wirza; Eka Sari Rahayu
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 7 (2025): JKRI - Juni 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara seberapa sering anak mengonsumsi makanan cepat saji dengan status karies gigi mereka. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain studi potong lintang (cross sectional). Populasi dalam penelitian mencakup seluruh siswa SDN 3 Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, yang berjumlah 218 siswa. Pengambilan sampel dilakukan melalui metode probability sampling dengan teknik stratified random sampling, yakni metode yang digunakan apabila populasi memiliki anggota yang tidak homogen dan terbagi dalam strata secara proporsional. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 70 siswa. Penelitian dilaksanakan di SDN 3 Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, selama dua minggu, dari tanggal 5 hingga 17 Mei 2025. Data mengenai makan makanan cepat saji dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan lembar daftar periksa (checklist), sedangkan status karies diperoleh dari pemeriksaan langsung menggunakan peralatan diagnosa dan Kartu Status Pasien (KSP). Hasil analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan status karies gigi pada siswa SDN 3 Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, dengan nilai signifikansi p < 0,001. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa semakin sering anak-anak mengonsumsi makanan cepat saji, maka semakin tinggi pula tingkat karies yang dialami. Konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan terbukti meningkatkan risiko terjadinya karies gigi pada anak. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk meningkatkan edukasi mengenai pola makan yang sehat serta pentingnya menjaga kebersihan gigi sejak usia dini guna mencegah terjadinya karies gigi di kemudian hari.
Pengaruh Edukasi Menggunakan Poster Terhadap Kecemasan Pasien Pasca Operasi Dengan Spinal Anestesi Di RS Muhammadiyah Lamongan Jodhy Maulana; Anita Setyowati; Joko Murdiyanto; Munadi
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 7 (2025): JKRI - Juni 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan adalah respons umum pada pasien operasi yang dapat berdampak negatif pada hasil pembedahan dan pemulihan. Kecemasan seringkali dialami oleh pasien pasca operasi dengan anestesi spinal di RS Muhammadiyah Lamongan, yang disebabkan oleh minimnya pemahaman mereka tentang efek dan dampak dari spinal anestesi. Salah satu cara efektif mengurangi kecemasan adalah dengan memberikan edukasi yang tepat. Poster dipilih sebagai media edukasi karena sifatnya yang praktis, mudah dipahami, dan dapat diakses kapan saja bagi pasien untuk meningkatkan wawasan mereka. Penelitian bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian edukasi menggunakan poster terhadap kecemasan pasien pasca operasi dengan spinal anestesi di RS Muhammadiyah Lamongan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode quasy eksperimen dengan design post-test only control design. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, berjumlah 38 responden. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data berupa kuesioner DASS 21. Analisis data menggunakan uji statistic Wilcoxon. Hasil uji non parametrik dengan menggunakan uji Wilcoxon Rank Sum Test. Didapatkan hasil nilai P 0,004. Berdasarkan hasil tersebut maka terdapat perbedaan tingkat kecemasan pasien yang diberikan edukasi dan yang tidak diberikan edukasi. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi tenaga medis untuk menggunakan media poster dalam edukasi guna mengurangi kecemasan pasien setelah operasi
Pengaruh Edukasi Menggunakan Leaflet Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Dengan Spinal Anestesi Di RSUD Kajen Pekalongan Eggy Nadya Lestari; Joko Murdiyanto; Anita Setyowati
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 7 (2025): JKRI - Juni 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan pre operasi merupakan respons umum pasien yang dapat berdampak negatif pada hasil pembedahan dan pemulihan. Pasien yang akan menjalani operasi dengan spinal anestesi di RSUD Kajen Pekalongan seringkali mengalami kecemasan akibat kurangnya pemahaman mengenai prosedur dan dampaknya. Pemberian edukasi yang tepat adalah salah satu cara efektif untuk mengurangi kecemasan. Leaflet dipilih sebagai media edukasi karena praktis, mudah dipahami, dan dapat diakses pasien kapan saja untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian edukasi menggunakan media leaflet terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan spinal anestesi di RSUD Kajen Pekalongan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental dengan design one-grup pretes-posttes. Teknik pengambilan sampel menggunakan pusposive sampling, berjumlah 70 responden. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data berupa kuesioner APAIS. Analisis data menggunakan uji statistic Wilcoxon. Hasil uji non parametrik dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Didapatkan hasil nilai P 0,000. Berdasarkan hasil tersebut maka terdapat perbedaan tingkat kecemasan sebelum diberikan edukasi dan sesudah diberikan edukasi. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi dasar bagi tenaga medis lainnya untuk melakukan edukasi menggunakan media leaflet guna menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi.
Penatalaksanaan Asuhan Keperawatan Anestesi terhadap Komplikasi Hipotensi Pasca Spinal Anestesi menggunakan Bupivakain pada Pasien Sectio Caesarea dengan Preeklampsia di RSUD Wonosari Ilman Almuzakir Hadjarati; Ratih Kusuma Dewi; Astika Nur Rohmah
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 7 (2025): JKRI - Juni 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sectio Caesarea pada pasien preeklampsia berisiko tinggi mengalami hipotensi pasca spinal anestesi akibat blokade simpatis. Hipotensi yang tidak ditangani dapat membahayakan ibu dan janin. Oleh karena itu, diperlukan penatalaksanaan keperawatan anestesi yang tepat untuk mencegah dan mengatasi komplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penatalaksanaan asuhan keperawatan anestesi terhadap hipotensi pasca spinal anestesi menggunakan bupivakain pada pasien Sectio Caesarea dengan preeklampsia di RSUD Wonosari, mengetahui premedikasi yang tepat, mengidentifikasi pengaruh intervensi asuhan keperawatan anestesi, dan menganalisis hemodinamik pasien selama prosedur anestesi. Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan multyple case study menggunakan teknik purposive sampling pada pasien Sectio Caesarea dengan preeklampsia yang mengalami hipotensi pasca spinal anestesi di RSUD Wonosari. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi medis. Penatalaksanaan asuhan keperawatan anestesi terhadap komplikasi hipotensi dengan pemberian cairan preloading dan coloading, menunjukkan perbaikan hemodinamik yang signifikan pasca intervensi. Premedikasi yang tepat dan pemantauan intensif terbukti efektif dalam menstabilkan kondisi pasien selama fase pra, intra, dan pasca anestesi. Kesimpulan: Dengan penatalaksanaan yang terstruktur, asuhan keperawatan anestesi terbukti mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam menurunkan risiko komplikasi hipotensi pasca spinal anestesi, khususnya pada pasien Sectio Caesarea dengan preeklampsia
Hubungan Persepsi Ancaman Erupsi Gunung Merapi Dengan Kesiapsiagaan Tenaga Kesehatan Di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Yogyakarta Ina Marlina; Heri Puspito; Cahaya Nugraheni
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 7 (2025): JKRI - Juni 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki potensi bencana alam yang cukup tinggi. Salah satunya ialah Gunung Merapi di Kabupaten Sleman. Pemahaman dan persepsi terkait fenomena letusan gunung dan dampaknya dapat membantu dalam menghadapi krisis vulkanik dan bertanggung jawab dalam kesiapsiagaan bencana agar tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi ancaman erupsi Gunung Merapi dengan kesiapsiagaan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 73 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji Spearman Rank diperoleh nilai signifikan (P Value) sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa Ha diterima. Mayoritas responden memiliki persepsi yang baik sebanyak 63 responden (86,3%), mayoritas responden memiliki tingkat kesiapsiagaan bencana yang baik sebanyak 61 responden (83,6%). Berdasarkan hasil tersebut maka terdapat hubungan persepsi ancaman erupsi gunung merapi dengan kesiapsiagaan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Yogyakarta. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber informasi dan rujukan dalam meningkatkan atau mempertahankan persepsi ancaman erupsi gunung merapi terhadap kesiapsiagaan tenaga kesehatan
Hubungan Durasi Operasi Terhadap Tingkat Shivering Pada Pasien Pasca Operasi Dengan General Anestesi Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Sandy Kurniadi; Elfi Etikasari; Heri Puspito
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 8 (2025): JKRI - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shivering merupakan komplikasi umum yang sering terjadi pada pasien pascaoperasi dengan anestesi umum. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan kardiopulmoner. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kejadian shivering adalah durasi operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi operasi terhadap tingkat shivering pada pasien pascaoperasi dengan anestesi umum di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 32 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan lembar observasi dan termometer digital. Hasil analisis dengan uji Spearman rank menunjukkan hubungan yang signifikan antara durasi operasi dan tingkat shivering (???? = 0,000; r = 0,851), dengan arah hubungan positif dan kekuatan korelasi sangat kuat. Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin lama durasi operasi, semakin tinggi tingkat shivering yang dialami pasien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa durasi operasi memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian shivering pascaoperasi dan perlu adanya strategi pengelolaan suhu tubuh yang lebih optimal pada pasien dengan operasi berdurasi panjang.
Case Report : Aspek Risiko Internal Dan Eksternal Lansia Penderita Diabetes Melitus Dan Hipertensi Berdasarkan Pendekatan Kedokteran Keluarga Mayang Ratu Zahra; Dewi Suci Rukmini; Erlina Wijayanti
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 8 (2025): JKRI - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan kelompok umum pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupan, seiring dengan pertambahan usia cenderung terjadi peningkatan penyakit degeneratif seperti Diabetes Melitus dan Hipertensi. Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia. Diabetes Mellitus yang disertai penyakit komorbid lain seperti hipertensi akan berpotensi lebih besar menimbulkan komplikasi serius. Analisis studi ini merupakan laporan kasus yang didapatkan dari data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan home visit. Data sekunder didapatkan dari rekam medis. Pasien Ny. D berusia 63 tahun, mengeluh lemas sejak satu bulan lalu. Berdasarkan hasil anamnesis yang berikaitan dengan faktor risiko internal dan eksternal, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang, pasien didiagnosis penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Hipertensi. Penatalaksanaan secara holistic dan komperhensif terhadap permasalahan pasien Ny. D telah dilakukan dengan pemberian penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga terhadap penyakit.
Hubungan Pengetahuan Komponen Keterampilan Klinis Profesi Penata Anestesi Dengan Sikap Dalam Menjalankan Kinerja Mahasiswa Anestesiologi Pada Praktik Klinik Dasar Di Rumah Sakit Yustian Damayana Feriyanto; Tri Hapsari Listyaningrum; Joko Murdiyanto
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 8 (2025): JKRI - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi penata anestesi tidak hanya mencakup penguasaan pengetahuan dan keterampilan klinis, tetapi juga sikap profesional dalam praktik. Standar tersebut telah diatur dalam KMK No. HK.01.07/MENKES/722/2020. Pengetahuan yang baik diharapkan mampu mendorong sikap kinerja yang profesional dalam praktik klinik dasar. Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan keterampilan klinis dengan sikap kinerja mahasiswa Program Studi Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap 60 mahasiswa yang telah menjalani praktik klinik dasar. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tingkat pengetahuan dan observasi sikap kinerja. Analisis data menggunakan uji Spearman rank. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan keterampilan klinis dalam kategori baik (80%) dan sikap kinerja baik (70%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara tingkat pengetahuan keterampilan klinis dengan sikap kinerja (r = 0,371; p = 0,004). Terdapat korelasi yang signifikan antara pengetahuan keterampilan klinis dengan sikap kinerja mahasiswa dalam praktik klinik dasar. Pengetahuan yang baik cenderung memperkuat sikap profesional dalam pelaksanaan tugas klinis. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penguatan aspek teori dan praktik secara simultan dalam kurikulum pendidikan penata anestesi

Page 7 of 11 | Total Record : 105