cover
Contact Name
Eka Deviany Widyawaty
Contact Email
renacipta49@gmail.com
Phone
+6282233325390
Journal Mail Official
renacipta49@gmail.com
Editorial Address
Puri Kartika Asri Arjowinangun Kedung Kandang Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Medicare
Published by Rena Cipta Mandiri
ISSN : -     EISSN : 2828352X     DOI : -
Core Subject : Health,
Medicare Journal, ISSN 2828-352X (media online) contains writings taken from the results of research in obstetrics and nursing, pregnancy, childbirth, postpartum; baby; family plans; reproduction health; complementary midwifery care. This journal is published four times a year. Medicare Journal is published by CV. Rena Cipta Mandiri Malang City. Publication schedule: January, April, July, October
Articles 227 Documents
HUBUNGAN RASA TAKUT AKSEPTOR KB TERHADAP EFEK SAMPING PEMASANGAN KB IMPLANT DI PMB SEPTIANI TAHUN 2025 Hasanah, Hafizotun; Chodijah, Siti; Sari, Yemmy Putri
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.317

Abstract

Di Indonesia, metode kontrasepsi diklasifikasikan berdasarkan waktu penggunaan atau waktu efektivitasnya. Salah satunya yaitu implant yakni kontrasepsi hormonal berjangka panjang yang tidak bersifat permanen serta bisa menghindarkan kehamilan selama tiga hingga lima tahun. Namun setiap kontrasepsi pasti ada yang Namanya efek samping. Efek samping ialah pengaruh negatif yang tidak dikehendaki, terjadi akibat terapi ataupun tindakan medis lainnya termasuk pembedahan. Kajian ini ditujukan guna memahami hubungan antara rasa takut ibu dengan efek samping pemasangan Implant pada akseptor KB di PMB Septiani Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2025. Kajian ini memfokuskan populasi pada tiap ibu akseptor KB di PMB Septiani yakni 56 orang. Variabel terikat yang dipakai ialah efek samping berskala nominal, sedangkan variabel bebasnya yakni rasatakut yang memakai skala nominal. Uji statistik didapati nilai p Value= 0,038 < α (0,05), berarti ada korelasi antar rasa takut terhadap efek samping pemasangan KB Implant di PMB Septiani Tahun 2025 sertanilai OR didapati 2,2 yang berarti ibu yang mempunyai rasa takuberpeluang 2,2 kali dalam efek samping pemasangan KB Implandibandingkan dengan ibu yang  tidak merasakan takut. Diupayakan agar petugas kesehatan turut berperan memberikan dukungan kepadaibu pengguna implant mellaui menyosialisasikan standar serta tandabahaya implant, sehingga ibu bisa melakukan pemeriksaan ketikamuncul ketakutan maupun efek samping.
Analisis Implementasi dan Hambatan Tindak Lanjut Komplikasi PTM Pada Pelaksanaan Posbindu PTM di Wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Widarti, Luluk; Sulystiono, Dony; Muhammad Afif Hilmi Masyfahani; Maemonah, Siti
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i4.319

Abstract

The implementation of NCD Management Posts plays a strategic role in early detection and follow-up of risk factors and complications, but its implementation is often hampered by various obstacles, resulting in suboptimal follow-up of complications. This study aims to analyze the implementation and identify barriers in the follow-up of NCD complications in the implementation of the Management Posts. The research method uses a qualitative design with a phenomenological approach through in-depth interviews with cadres, health workers, and program managers, as well as observation of the Management Posts service flow. The results showed that the implementation of follow-up on NCD complications was still inconsistent due to the limited competence of cadres, the lack of an integrated referral system, suboptimal recording and reporting, and minimal support in terms of facilities such as screening tools and educational media. In addition, the workload of health workers and low community participation also affect the effectiveness of follow-up. The conclusion of this study states that the implementation of Management Posts in following up on NCD complications still requires strengthening the capacity of cadres, improving the referral system, increasing cross-program coordination, and providing supporting facilities to ensure the sustainability of services and more effective prevention of complications.
Efektivitas Teknik Lamaze Breathing terhadap Peningkatan Kualitas Kontraksi Uterus pada Ibu Bersalin Primigravida Kala I Fase Aktif Solichatin; Retno Pudiyaningtiyas
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 3: JULY 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i3.320

Abstract

Childbirth is a natural process experienced by pregnant women to give birth to a full-term baby followed by the birth of the placenta and fetal membranes from the mother's uterus. Prolonged labor is caused by many factors, one of which is caused by inadequate uterine contractions. One effective method in dealing with uterine contractions is the lamaze breathing technique. The objective of this study was to determine whether the lamaze breathing technique is effective against uterine contractions in the first stage of labor in the active phase of primigravida. This research method uses a quasi experimental with a one group pretest-posttest design. The research sample was primigravida in the first stage of the active phase at walisongo 1 gresik hospital who met the inclusion criteria of 36 mothers giving birth. The measuring instrument used in this study was a partograph. The independent variable was the lamaze breathing technique while the dependent variable was uterine contractions in the first stage of labor in the active phase. The results of the wilcoxon signed-rank Test analysis P Value = 0.001 <α (0.05) so it can be concluded that the Lamaze Breathing Technique is effective against uterine contractions in the first stage of labor in the active phase. This method is expected to be applied in health facilities from the lower level (Midwife Clinic) to the upper level (Hospital) and can provide effective options and ensure safety for both mothers and babies being born.
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita: Peran Literasi Gizi Ibu, Pemberian Makan Responsif, Dan Kepatuhan Pemantauan Pertumbuhan Nabilah Nurul Ilma; Hasri Yulianti; Nurlaelah Al-Tadom; Diyan Maria Kristin; Matje Meriaty Huru
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i4.321

Abstract

Stunting remains a major chronic nutritional problem with long-term consequences for physical growth, cognitive development, and overall quality of life. In 2024, the global prevalence of stunting reached 23.2%, while Indonesia reported 21.5%, East Nusa Tenggara (NTT) 37.9%, and Kupang District even higher at 39.5%. Household-level factors such as maternal nutrition literacy, responsive feeding practices, and adherence to growth monitoring play an essential role in stunting prevention. A preliminary assessment indicated that many mothers still demonstrated limited nutrition literacy, suboptimal responsive feeding practices, and irregular participation in growth monitoring services. This study aimed to determine the influence of maternal nutrition literacy, responsive feeding, and growth monitoring compliance on stunting among toddlers. A descriptive-analytic design with a cross-sectional approach was applied, and data were analyzed using logistic regression. The findings showed that maternal nutrition literacy (b = –1.61; SE = 0.73; p = 0.034), responsive feeding (b = –1.93; SE = 0.62; p = 0.019), and growth monitoring (b = –1.82; SE = 0.76; p = 0.017) were significantly associated with stunting. Thus, improving maternal nutrition literacy, promoting responsive feeding practices, and strengthening compliance with routine growth monitoring are crucial strategies for reducing stunting among young children.
HUBUNGAN KEPATUHAN PERAWAT KAMAR BEDAH DALAM PENERAPAN SPO SURGICAL SAFETY CEKLIST DENGAN KESELAMATAN PASIEN OPERASI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG KABUPATEN BEKASI Faridasari, Ira; Kasmad; R. Nur Abdurakhman; Iin Kristanti; Indah Farihatun
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.322

Abstract

Surgical Safety Checklist merupakan sebuah daftar periksa untuk memberikan pembedahan yang aman dan berkualitas pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kepatuhan Perawat Kamar Bedah Dalam Penerapan SPO Surgical Safety Checklist (SSC) Dengan Keselamatan Pasien Operasi Di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Metode penelitian ini adalah Analitik Observasional dengan pendekatan Cross Sectional dengan sampel sebanyak 15 responden yang di ambil menggunkan teknik total sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan dalam pelaksanaan SSC kategori patuh sebanyak 11 responden (80%). Sebagian besar responden memiliki tingkat keselamatan pasien operasi kategori tercapai sebanyak 11 responden (80%). Hasil uji analisis Fisher's Exact Test menunjukkan nilai α<0,05, yaitu ( 0,002) yang berarti bahwa ada hubungan Kepatuhan Perawat Kamar Bedah Dalam Penerapan SPO Surgical Safety Checklist (SSC) Dengan Keselamatan Pasien Operasi Di Instalasi Bedah Sentral RumahSakit Sentra Medika Cikarang. Setiap perawat harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab pribadi untuk mematuhi SSC. Solusi bagi responden yang tidak patuh agar Rumah sakit melakukan pelatihan maupun kepala bidang keperawatan untuk melakukan superfisi untuk meningkatkan kepatuhan pelaksanaan SSC.
PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI RS SANDI KARSA KOTA MAKASSAR Shadri Muliadi, Miftah Nurindah; Haeruddin; Yuliati
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai di RS Sandi Karsa Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai RS Sandi Karsa Kota Makassar sebanyak 70 orang, yang sekaligus dijadikan sampel penelitian dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan analisis data dilakukan melalui analisis univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan uji regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan kerja pegawai berada pada kategori sedang, sedangkan kinerja pegawai berada pada kategori cukup hingga baik. Hasil uji statistik membuktikan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kepuasan kerja berperan penting dalam meningkatkan kinerja pegawai serta kualitas pelayanan rumah sakit. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kepuasan kerja pegawai guna mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan
PENGARUH PEMBERIAN SQUARE STEPPING EXERCISE TERHADAP PERUBAHAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS BAWAH DAN RISIKO JATUH PADA LANSIA Yoga, Arya; Tri Adi Suparwati; Astiti Suadnyana
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.324

Abstract

Lansia rentan mengalami penurunan kekuatan otot ekstremitas bawah dan keseimbangan, yang meningkatkan risiko jatuh serta menurunkan kualitas hidup. Square Stepping Exercise (SSE) merupakan program latihan fisik yang dirancang untuk meningkatkan kekuatan otot, koordinasi, dan keseimbangan pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan Pretest–Posttest Control Group Design, melibatkan 30 lansia yang tergabung di Karang Lansia Banjar Seblanga, Denpasar, Bali, dibagi menjadi kelompok intervensi (n=15) yang menerima SSE dan kelompok kontrol (n=15) tanpa intervensi. Pengukuran fungsi ekstremitas bawah dilakukan menggunakan Lower Extremity Functional Scale (LEFS) dan mobilitas diukur dengan Timed Up and Go (TUG). Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney dan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok intervensi, dengan skor LEFS meningkat secara bermakna (p=0,000) dan waktu TUG menurun secara signifikan (p=0,000), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan pada LEFS (p=1,000) maupun TUG (p=0,317). Temuan ini menunjukkan bahwa Square Stepping Exercise efektif meningkatkan fungsi ekstremitas bawah dan mobilitas lansia, sehingga dapat menjadi strategi intervensi untuk mencegah penurunan fungsi fisik dan risiko jatuh pada populasi lansia.
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI STIKES AL-SU’AIBAH PALEMBANG TAHUN 2025 Bulan Purnama Sari; Astuti, Riska Widya; Sriwahyuni, Ike
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.325

Abstract

Latar Belakang : Stres menjadi salah satu faktor penyebab siklus menstruasi yang tidak lancar. Stres yang dialami seorang siswi juga bermacam macam, akan tetapi yang paling umum dialami siswa adalah stres akademik. Stres dapat memicu pelepasan hormon kortisol, yang mana hormon kortisol menjadi tolak ukur untuk mengetahui derajat stres seseorang. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stress dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di STIKES Al-Su’aibah Palembang. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan penelitian adalah cross sectional yaitu penelitian untuk mencari korelasi antara variabel independen (tingkat stres) dengan variabel dependen (siklus menstruasi) yang dilakukan dalam satu waktu secara bersamaan. Hasil :  Hasil analisis hubungan dengan uji statistik menggunakan rank spearman didapatkan nilai (p-value) <α =(0,05), maka H1 diterima yang artinya ada hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di STIKES Al-Su’aibah
PENGARUH PEMBERIAN WEDANG SEREH TERHADAP EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER PERTAMA Ela Rohani; Ika Choirin Nisa; Nisa, Rif'atun; Nisa Fatona
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.326

Abstract

Mual dan muntah merupakan ketidaknyamanan yang umum dialami oleh 50% wanita hamil. Umumnya paling parah pada trimester pertama kehamilan. Muntah terjadi ketika pusat muntah di medula atau zona pemicu kemoreseptor yang terletak di dinding lateral ventrikal keempat terstimulasi.  Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Pengaruh pemberian wedang sereh terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu Tahun 2024. Pada penelitian ini, jenis yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan Desain penelitian One Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester I yang ada di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu Bulan Desember 2024 sebanyak 30 orang. Dalam penelitian ini cara pengambilan sampel menggunakan teknik Total sampling sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Uji Paired sample t-test, dengan bantuan SPSS versi 24 dengan tingkat signifikasi α = 0.05 diperoleh hasil p = 0,003 yang berarti p < 0,05 yaitu H1 diterima yang artinya ada Pengaruh Pemberian wedang sereh Terhadap Emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wacana, kepustakaan dan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kebidanan tentang cara mengatasi emesis pada ibu hamil trimester 1 dengan wedang sereh.
ANALISIS PERBANDINGAN RME DAN RMK TERHADAP EFEKTIVITAS DAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI IGD RSU SAYANG RAKYAT MAKASSAR Ma'ruf, Irham; Fitrianingsih, Julia; Latu, Saparuddin
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi sistem pelayanan kesehatan, termasuk penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) sebagai pengganti rekam medis konvensional berbasis kertas. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan penggunaan RME dan Rekam Medis Konvensional (RMK) terhadap efektivitas dan kualitas pelayanan kesehatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Sayang Rakyat Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah tujuh orang yang terdiri atas informan kunci, informan utama, dan informan tambahan yang terlibat langsung dalam proses pelayanan di IGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan RME lebih efektif dibandingkan RMK, terutama dalam kecepatan akses data pasien, ketepatan pencatatan medis, serta kemudahan pengambilan keputusan klinis. Berdasarkan dimensi kualitas pelayanan SERVQUAL, RME unggul pada dimensi reliability, responsiveness, dan assurance, sedangkan dimensi tangible dan empathy belum menunjukkan perbedaan yang signifikan. Kendala utama dalam penerapan RME meliputi keterbatasan sarana prasarana, gangguan jaringan, serta kompetensi sumber daya manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi penerapan RME berpotensi meningkatkan efektivitas dan kualitas pelayanan kesehatan di IGD apabila didukung oleh infrastruktur, pelatihan, dan kebijakan manajemen rumah sakit yang berkelanjutan.