cover
Contact Name
Eka Deviany Widyawaty
Contact Email
renacipta49@gmail.com
Phone
+6282233325390
Journal Mail Official
renacipta49@gmail.com
Editorial Address
Puri Kartika Asri Arjowinangun Kedung Kandang Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Medicare
Published by Rena Cipta Mandiri
ISSN : -     EISSN : 2828352X     DOI : -
Core Subject : Health,
Medicare Journal, ISSN 2828-352X (media online) contains writings taken from the results of research in obstetrics and nursing, pregnancy, childbirth, postpartum; baby; family plans; reproduction health; complementary midwifery care. This journal is published four times a year. Medicare Journal is published by CV. Rena Cipta Mandiri Malang City. Publication schedule: January, April, July, October
Articles 227 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH DASAR TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN GANGGUAN PENCERNAAN Futri, Na Dinda Widyana; Wati, Ni Made Nopita Wati; I Nyoman Asdiwinata
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.345

Abstract

Anak usia sekolah terutama sekolah dasar adalah kelompok usia yang berada dalam masa pertumbuhan dan tergolong rentan terhadap masalah kesehatan. Pada siswa sekolah dasar banyak masalah kesehatan yang dihadapi terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat yang kurang optimal. Kurangnya penerapan PHBS seperti tidak mencuci tangan dengan benar, jajanan tidak sehat dan kurang menjaga kebersihan diri maupun lingkungan. Kondisi tersebut dapat memicu risiko gangguan pencernaan, seperti diare, kecacingan dan infeksi saluran cerna yang sering terjadi pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan PHBS dalam upaya pencegahan gangguan pencernaan di SD Negeri 2 dan 3 Bedulu siswa kelas IV-VI. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan melibatkan 117 siswa sekolah dasar yang di pilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Pengetahuan PHBS. Penelitian berdasarkan karakteristik menunjukkan bahwa mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 62 responden (53.0%), mayoritas responden berusia 10 tahun sebanyak 40 responden (38.2%) dan mayoritas responden mendapatkan informasi dari sekolah sebanyak 77 responden (65.8%). Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan PHBS dikategorikan kurang yaitu sebanyak 65 responden (55.6%). Kurangnya pengetahuan siswa sekolah dasar menunjukkan perlunya peningkatan edukasi PHBS sebagai salah satu langkah atau upaya preventif bagi sekolah untuk menurunkan risiko gangguan pencernaan pada siswa sekolah dasar.
AKSES INFORMASI KESEHATAN SEBAGAI PREDIKTOR PENGETAHUAN PENCEGAHAN STROKE PADA KELOMPOK LANSIA Agustina, Fitriani; Swari, Jeni Efriyana Indra
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.346

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada lansia. Pengetahuan yang memadai tentang pencegahan stroke sangat penting untuk menurunkan risikonya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara akses informasi kesehatan dengan tingkat pengetahuan pencegahan stroke pada lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Baru. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 100 lansia yang dipilih menggunakan teknik Acidental sampling pada 9 posyandu lansia di Wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Baru Ogan Komering Ulu selama 2 bulan. Instrumen penelitian berupa kuesioner Akses Informasi Kesehatan dan Tingkat Pengetahuan Pencegahan Stroke. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki akses informasi kesehatan kategori sedang (48 %) dan pengetahuan pencegahan stroke kategori tinggi (35 %). Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara akses informasi kesehatan dengan pengetahuan pencegahan stroke (p-value = 0,000). Hubungan bersifat positif, di mana akses informasi yang lebih baik berkaitan dengan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi. Simpulan penelitian ini mengonfirmasi bahwa akses informasi kesehatan berperan sebagai prediktor penting dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan stroke pada kelompok lansia. Implikasinya, upaya intervensi kesehatan masyarakat perlu diarahkan pada peningkatan aksesibilitas dan kualitas informasi kesehatan untuk lansia..
EFEKTIVITAS JUS KACANG HIJAU SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER PADA ANEMIA REMAJA PUTRI Sari Dewi, Elok; Asrofin, Binti
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.347

Abstract

Anemia defisiensi besi pada remaja putri masih tinggi dan memerlukan intervensi yang efektif serta mudah diterapkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas jus kacang hijau sebagai terapi komplementer bersama tablet besi terhadap peningkatan hemoglobin. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental pretest–posttest dengan kelompok kontrol pada 24 remaja putri usia 19–22 tahun; 12 peserta menerima tablet besi dan jus kacang hijau, sedangkan 12 peserta menerima tablet besi saja. Hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian perubahan hemoglobin dibandingkan antar-kelompok menggunakan uji nonparametrik Mann–Whitney. Rerata hemoglobin meningkat pada kedua kelompok, namun peningkatan lebih besar pada kelompok perlakuan (8,60 menjadi 12,39 g/dL) dibanding kontrol (8,55 menjadi 10,65 g/dL). Perubahan hemoglobin juga lebih tinggi pada kelompok perlakuan (3,79 g/dL) daripada kontrol (2,10 g/dL) dan berbeda bermakna (p<0,001) dengan efek kuat. Hasil ini mendukung penggunaan jus kacang hijau sebagai terapi komplementer untuk memperkuat peningkatan hemoglobin pada anemia remaja putri dan relevan bagi penguatan intervensi berbasis pangan.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENGENDALIAN DBD DALAM MEMPERKUAT SURVEILANS DI KOTA MAKASSAR Muttaqin, Muhammad Zainul; Yusriani; Batara, Andi Surahman
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.348

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a public health problem in Makassar City and requires a strong surveillance system. This study aimed to evaluate the implementation of the Dengue Prevention and Control Program (P2DBD) in strengthening the dengue surveillance system in Makassar City. This study employed a descriptive qualitative evaluation approach involving 11 key informants from the Makassar City Health Office. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document review and analyzed based on input, process, output, and outcome aspects. The findings indicate that the P2DBD program has been implemented fairly well; however, limitations remain in human resources, infrastructure, and preventive funding. Program implementation is still largely reactive. While most activities met program targets, their impact on reducing dengue cases was limited. Nevertheless, improvements were observed in early case detection and intersectoral coordination. In conclusion, strengthening the dengue surveillance system in Makassar City requires improvements in human resources, infrastructure, preventive financing, community participation, and more proactive surveillance methods.
THE RELATIONSHIP BETWEEN BREASTFEEDING FREQUENCY AND PHYSIOLOGICAL JAUNDICE IN NEONATES AT THE TAMPOJUNG PREGI WARU PAMEKASAN PUBLIC HEALTH CENTER Rohemah
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.351

Abstract

Physiological jaundice is a common condition in neonates, typically appearing on the second to fifth day of life and resolving within 1–2 weeks. One factor influencing the occurrence of physiological jaundice is the frequency of breastfeeding. Adequate breast milk intake helps accelerate the elimination of bilirubin through feces and urine. The purpose of this study was to determine the relationship between breastfeeding frequency and the incidence of physiological jaundice in neonates. The research design used was analytical with a cross-sectional approach. The population and sample in this study were infants born at term at the Tampojung Pregi Community Health Center within 1 month with a sample size of 25 respondents. Sampling in this study used the Probability Sampling technique. Data collection used a questionnaire that was processed using the Chi-square test. Based on the Chi Square statistical test with the help of SPSS software, the significance (p) was 0.012 and α 0.05, so p was obtained which was smaller than α 0.000 < 0.05, so Ho was rejected and H1 was accepted. So there is a relationship between breastfeeding frequency and physiological jaundice in neonates.
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KESEHATAN MENTAL DAN KUALITAS HIDUP PADA REMAJA Nungky Arisanti; Ni Luh Gede Intan Saraswati; Desak Made Ari Dwi Jayanti
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja rentan terhadap gangguan mental dan penurunan kualitas hidup akibat penggunaan media sosial yang berlebihan. Penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan stress dan kecemasan yang berdampak pada kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental dan kualitas hidup remaja di SMA Negeri X Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional terhadap 212 siswa dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah SIPMS, SDQ, dan WHOQOL-BREF, dengan analisis MANOVA untuk menilai secara simultan pengaruh penggunaan media sosial terhadap kedua variabel dependen. Hasil penelitian menunjukan penggunaan media sosial rata-rata 37,94 kategori sedang, kesehatan mental rata-rata 23,07 kategori abnormal, dan kualitas hidup rata-rata 93,46 kategori sedang. p= 0,876 >0,05 yang menunjukan tidak ada hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental dan kualitas hidup secara simultan. Penelitian ini menunjukan bahwa tingkat penggunaan media sosial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup. Mayoritas siswa menggunakan media sosial secara adaptif sehingga tidak memicu gangguan kesejahteraan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa faktor lain diluar penggunaan media sosial lebih berperan dalam memengaruhi kondisi mental dan kualitas hidup remaja.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MENSTRUASI DENGAN KESIAPAN REMAJA PUTRI MENGHADAPI MENARCHE DI SMPN 3 NUSA PENIDA Ni Kadek Novia Ratna Dewi; Ni Ketut Ayu Mirayanti; Ni Luh Gede Puspitayantip
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.353

Abstract

Menarche adalah puncak dari serangkaian perubahan primer dan sekunder serta tanda kematangan alat reproduksi. Pemberian pengetahuan yang tepat pada remaja tentang menarche sangat diperlukan untuk menumbuhkan sikap positif mereka dalam menghadapi menarche. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche di SMPN 3 Nusa Penida. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang berusia 12 – 13 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 64. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Pengetahuan Tentang Menstruasi dan kuesioner Kesiapan Menghadapi Menarche. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s Rho. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang tentang menstruasi sebanyak 38 orang (59,4%) dan sebagian besar responden mengatakan tidak siap menghadapi menarche sebanyak 45 orang (70,3%). Hasil uji Spearman’s Rho diperoleh nilai signifikansi p-value = 0,000 dan r = 0,810, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan berarah positif sangat kuat antara pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan menghadapi menarche di SMPN 3 Nusa Penida. Responden yang memiliki pengetahuan yang baik tentang menstruasi akan lebih siap menghadapi menarche. Dukungan pengetahuan yang memadai, tingkat kesiapan mereka dalam menghadapi menarche juga meningkat.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VISUAL DALAM BERKOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP RESIKO DEMENSIA PADA LANSIA Amir, Nurhidayah; Simamora, Rotua Suriany; Meliyana, Ernauli; Roulita; Pelawi, Arabta M.Peraten; Nuryanti, Lisna
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.358

Abstract

Demensia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lanjut usia dan dapat menurunkan kualitas hidup. Upaya pencegahan risiko demensia dapat dilakukan melalui stimulasi kognitif, salah satunya dengan komunikasi terapeutik yang didukung oleh penggunaan media visual. Media visual diyakini mampu meningkatkan pemahaman, perhatian, dan daya ingat lansia dalam proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media visual dalam berkomunikasi terapeutik terhadap risiko demensia pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimental. Subjek penelitian adalah lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Intervensi berupa komunikasi terapeutik dengan bantuan media visual dilakukan secara terstruktur, sedangkan risiko demensia diukur menggunakan instrumen penilaian kognitif yang telah tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat risiko demensia sebelum dan sesudah pemberian intervensi pada kelompok yang mendapatkan komunikasi terapeutik dengan media visual. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media visual dalam komunikasi terapeutik berpengaruh terhadap penurunan risiko demensia pada lansia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi keperawatan dalam upaya pencegahan demensia pada lanjut usia.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI (13-15 TAHUN) DI SMP SAQO RANGKANG KECAMATAN KRAKSAAN PROBOLINGGO Pangesti, Riski Purweni Dwi; Hidayati, Tutik; Hikmawati, Nova
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.361

Abstract

Remaja putri berisiko menderita anemia lebih tinggi daripada remaja putra. Hal ini didasarkan pada kenyataan remaja putri sering melakukan diet agar tubuh tetap langsing, tetapi tidak memperhitungkan kebutuhan tubuh akan zat gizi, baik makro maupun mikro. Anemia terjadi karena kekurangan zat besi dan asam folat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas pemberian tablet tambah darah terhadap kejadian anemi pada remaja putri (13–15 tahun) di SMP SAQO Rangkang kecamatan Kraksaan Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian yang digunakan adalah pre eksperiment. Populasi dan sampel dalam penelitian mencakup semua remaja putri yang mengalami anemia di SMP SAQO Rangkang kecamatan Kraksaan Probolinggo yang berjumlah 36 orang. penelitian. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi. Berdasarkan uji statistic wilcoxon, diketahui bahwa nilai p value 0,000 dengan α <0,05. Karena nilai signifikansi < α maka H0 ditolak dan h1 diterima yang berarti bahwa ada keefektifan pemberian tablet tambah darah terhadap kejadian anemia pada Remaja Putri (13–15 tahun) di SMP SAQO Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Probolinggo. Dapat disimpulkan bahwa tablet tambah darah efektif untuk menurunkan anemia pada remaja putri.
HUBUNGAN KETERPAPARAN INFORMASI DENGAN PERILAKU REMAJA PUTRI USIA 13-15 TAHUN MELAKUKAN SADARI DI SMP WAHIDIYAH KECAMATAN SENDURO Fitri Dwi Oktafiani; Hidayati, Tutik; Wahyuningsih, Sri
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.362

Abstract

Kanker payudara merupakan massa ganas yang berasal dari pembelahan sel abnormal pada jaringan payudara. Kanker payudara sering ditemukan dalam stadium yang sudah lanjut sehingga sebagian besar prognosisnya buruk. Upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan pencegahan kanker payudara adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pemeriksaan ini jika dilakukan secara dini, maka akan lebih efektif sebagai tindakan deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan keterpaparan informasi dengan perilaku remaja Putri Usia 13 -15 tahun melakukan SADARI di SMP Wahidiyah Kecamatan Senduro. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua remaja putri usia 13-15 tahun di SMP Wahidiyah Kecamatan Senduro yang berjumlah 33 orang dengan penentuan sampel diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menghasilkan nilai nilai Asymp Sig. sebesar 0,044. Karena nilai Asymp Sig. <0,05 maka dapat disimpulkan ada hubungan keterpaparan informasi dengan perilaku remaja putri usia 13 – 15 tahun melakukan SADARI di SMP Wahidiah Kecamatan Senduro. Diharapkan responden perlu lebih aktif dalam mencari informasi terkait SADARI dan mempraktikanya