cover
Contact Name
Vania Snatika Putri
Contact Email
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Phone
+6282220441849
Journal Mail Official
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Editorial Address
Politeknik Indonusa Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25486667     EISSN : 27759032     DOI : 10.46808
Core Subject : Health, Science,
The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: Pharmacy, Pharmacokinetics, Community and Clinical Pharmacy, Medical, Alternative medicines, Synthetic Organic Chemistry, Organic Chemistry of Natural Material, Biochemistry, Chemical Analysis, Microbiology, Tissue Culture, Botany and Animals Related to Pharmaceutical Products, Midwifery, Health Analyst, Nutrition and Public Health, Pharmacology and Toxicology
Articles 83 Documents
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK MITRA SEHAT ANDA PURWANTORO Annora Rizky Amalia; Deny Balita Wulandari
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat apoteker melakukan praktik kefarmasian. Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan di apotek dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dan juga meningkatkan kepuasan pasien. Kepuasan pasien merupakan bagian penting dari pelayanan kefarmasian karena dapat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Mitra Sehat Anda Purwantoro. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei deskriptif, yaitu metode penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden. Kuesioner terdiri dari 18 pertanyaan yang telah dinyatakan reliabel dan valid, mengukur tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi yaitu reliabilitas, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pada dimensi keandalan adalah 82% (sangat puas), daya tanggap 83,67% (sangat puas), jaminan 84,5% (sangat puas), empati 83,33% (sangat puas), dan berwujud 82,75% (sangat puas). Dengan rata-rata semua dimensi menunjukkan nilai sebesar 83,25%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Mitra Sehat Anda Purwantoro sangat puas.
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK GIRI HUSADA PURWANTORO Dewi Weni Sari; Sri Wulandari
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien akan menjadi tolak ukur untuk menilai pelayanan profesional dari kualitas pelayanan kefarmasian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Giri Husada Purwantoro Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri berdasarkan dimensi kualitas pelayanan yaitu bukti fisik, reliabilitas, daya tangkap, jaminan. dan empati. Metode penelitian yang digunakan adalah “survey deskriptif” dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 100 responden. Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh dari hasil kuesioner responden. Data yang diperoleh dari kuesioner dihitung persentase rata-rata kepuasan dan dikategorikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan berdasarkan 5 dimensi kualitas pelayanan diperoleh hasilsebagai berikut, pada dimensi fisik kategori puas (78%), dimensi kehandalan berada pada kategori sangat puas (80,46%), dimensi daya tangkap adalah dalam kategori puas (78,73%), dimensi jaminan dalam kategori sangat puas (87%), dimensi empati dalam kategori puas (77,86%). Rata-rata dari kelima dimensi tersebut diperoleh persentase sebesar 80,41% dengan kategori sangat puas
KESESUAIAN PERESEPAN OBAT PASIEN KRONIS BPJS RAWAT JALAN POLIKLINIK JANTUNG TERHADAP FORMULARIUM NASIONAL DI RSU ASTRINI WONOGIRI Ariska Wigatiningtyas; Dwi Setyowati Utami
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resep yang diberikan kepada pasien di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) harus mengacu pada Formularium Nasional. Disparitas penulisan resep dengan Formularium Nasional akan berdampak pada mutu pelayanan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kefarmasian kepada pasien. Dari September sampai November 2021, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian obat peresepan pasien kronis di poliklinik jantung rawat jalan BPJS ke Formularium Nasional di RSU Astrini Wonogiri. Penelitian ini dilakukan sebagai survei deskriptif (noneksperimental). Cara pengambilan sampel dari suatu populasi dengan menggunakan sampling acak sistematik. Populasi penelitian ini termasuk 1567 pasien dengan total ukuran sampel 113 pasien dan 788 item obat dengan inklusi dan eksklusi kriteria. Menurut temuan penelitian, 742 item obat, atau 94,16% dari penulisan resep, berada sesuai Formularium Nasional, sedangkan 46 item obat atau 5,84% tidak. Kementerian Target kesehatan 100% belum tercapai. Semakin tinggi persentase resep yang sesuai dengan Formularium Nasional, semakin tinggi kualitas pelayanan yang diberikan oleh Instalasi Farmasi.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN BODY SCRUB KOMBINASI EKSTRAK UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) dan PATI BENGKOANG (Pachyrhizus erosus L.) DENGAN VARIASI ASAM STEARAT Vania Santika Putri; Risma Anggita Dewi
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat tradisional (OT) merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang memilikidigunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit. Salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakatnya adalah ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.). Ubi jalar ungu adalah jenis manisan kentang yang paling banyak mengandung pigmen dan senyawa flavonoid. Pigmen antosianin dan Senyawa flavonoid yang diekstrak dari ubi jalar ungu diduga dapat digunakan sebagai antioksidan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental. Ekstrak ubi jalar ungu diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Formulasi lulur dari ungu manis Ekstrak kentang dibuat dengan variasi asam stearat dengan konsentrasi 10%, 12%, dan 14%.Evaluasi fisik sediaan lulur meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji uji waktupengeringan, uji dispersibilitas, uji adhesi dan uji hedonik. Hasil evaluasi fisik lulur pada ketiga formula yaitu pada F1, F2 dan F3 masing-masing, adalah uji organoleptik warna dan bau yang sama. Uji homogenitas dengan butiran kasar. Uji adhesi 1,37 ± 0,11; 1,48 ± 0,13 dan 1,55 ± 0,14. Uji daya sebar 3,59 ± 0,08; 3,40 ± 0,37 dan 3,50 ± 0,14. Uji waktu kering 18,37 ± 0,87; 16,02 ± 1,09 dan 15,25 ± 0,12. Tes hedonis diperoleh formula 2 yang dianggap paling baik dari ketiga kriteria penilaian oleh responden. Berdasarkan hasil SPPS dengan uji Kruskal-Wallis, dapat disimpulkan bahwa variasikonsentrasi pengemulsi asam stearat tidak berpengaruh nyata terhadap evaluasi fisik.
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP OBAT PASIEN RAWAT JALAN DI RSAU dr. EFRAM HARSANA MAGETAN Annisa Diyan Meitasari; Aninta Dewi Pratiwi; Agie Milla Arganata
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu faktor dalam akreditasi rumah sakit. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat jalan di RSAU dr. Efram Harsana Magetan. Penelitian ini secara deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan langsung/obeservasi dengan menggunakan Lembar Pengumpulan Data resep poli rawat jalan sebanyak 400 sampel. Hasil yang diperoleh menunjukkan rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di instalasi farmasi RSAU dr. Efram Harsana Magetan untuk resep non racik 13,41 menit dan untuk resep racik 49,5 menit, sehingga memenuhi standar pelayanan minimal rumah sakit.
PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK PADA PASIEN PASCA BEDAH CAESAR BANGSAL ANNISA DI RS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA Ester Dwi Antari; Umi Nafisah; Wahyu Sulistyaningsih
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan dengan metode operasi caesar mengakibatkan terjadinya nyeri lebih tinggi berkisar 27,3% jika dibandingkan pada persalinan normal dengan nyeri berkisar 9%. Penanganan yang sering digunakan untuk menurunkan nyeri post sectio caesarea berupa penanganan farmakologi, untuk menghilangkan nyeri digunakan analgesik yang terbagi menjadi dua golongan yaitu analgesik non narkotik dan analgesik narkotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat analgesik pada pasien pasca bedah caesar bangsal Annisa di RS PKU Muhammadiyah. Penelitian ini dilakukan dengan metode retrospektif terhadap data sekunder di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Data sekunder adalah data yang tidak diambil langsung dari sumbernya menggunakan rekam medis. Hasil data penggunaan obat analgesik berdasarkan golongan obat pada pasien pasca bedah caesar bangsal annisa di RS PKU Muhammadiyah Surakarta dengan penggunaan obat golongan AINS sebanyak 205 resep (99%) di bagi dalam 11 jenis obat yaitu, Ketorolac tablet, Ketoprofen tablet, Kaltrofen tablet, Torasic tablet, Asam mefenamat tablet, Ketorolac injeksi, Torasic injeksi, Santagesik injeksi, Fetik suppositoria, Kaltrofen suppositoria, Pronalges suppositoria dan penggunaan analgetik-antipiretik sebanyak 2 resep (1%) di bagi dalam 2 jenis obat yaitu, Sanmol Infus dan Grafadon tablet. Sedangkan penggunaan obat analgesik tunggal dan kombinasi berdasarkan zat aktif yaitu analgesik kombinasi ketorolac dan ketoprofen paling banyak digunakan yaitu 97 pasien (47%), kombinasi ketorolac dan santagesik sebanyak 27 pasien (13%), kombinasi ketorolac dan asam mefenamat sebanyak 23 pasien (11%), kombinasi ketorolac, ketoprofen dan asam mefenamat sebanyak 10 pasien (5%) serta penggunaan analgesik tunggal ketorolac sebanyak 48 pasien (23%), dan antipiretik tunggal paracetamol paling sedikit yaitu 2 pasien (1%)
PEMBUATAN PRODUK MASKER GEL PEEL OFF DARI KULIT COKELAT Umi Nafisah; Aptika Oktaviana Trisna Dewi; Winda Dwi Setyorini; Nur Aini Istiqomah
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit buah kakao (Theobroma cacao) mengandung sejumlah zat fitokimia yaitu alkaloid, saponin, tannin, fenolik, flavonoid, triterpene, glikosida. Ekstrak etanol 70% kulit buah kakao memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat (nilai IC50 10,03 ±5,32 bjp). Masker gel peel off yang karakteristiknya dipengaruhi oleh basis berupa film forming, gelling agent, dan humetan. Bahan yang dapat digunakan sebagai film forming secara optimal yaitu PVA dengan konsentrasi 12-13,5%. Gelling agent yang menghasilkan hasil optimal dalam masker peel off gel yaitu HPMC dengan konsentrasi 3 – 5%. Hasil penelitian yang diperoleh pada F1, F2 dan F3 secara berturut turut yaitu uji daya sebar 6 cm; 5,4 cm dan 4,3 cm. Uji daya lekat 24,29 detik; 36,42 detik; dan 44,52 detik. Waktu mengering 24,80 menit; 21,35 menit; dan 18,43 menit. Berdasarkan hasil uji stastistika denagan Uji Kruskall Wallis dapat disimpulkan bahwa variasi PVA sebagai gelling agent berpengaruh terhadap uji daya lekat, uji daya sebar, uji viskositas, dan uji waktu mengering.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN SERUM WAJAH LENDIR BEKICOT (Achatina fulica) DENGAN VARIASI KONSENTRASI XANTHAN GUM SEBAGAI GELLING AGENT Dian Nurul Hidayah; Iin Suhesti; Ester Dwi Antari
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Snail slime (Achatina fulica) has a strong inhibitory power against Propionibacterium acnes bacteria, this is because snail mucus has an active compound achasin. This study aims to determine the formulation and physical evaluation of serum and effect of variations in the concentration of xanthan gum as a gelling agent. In this research method used qualitative experiments with variations in the concentration of xanthan gum, namely F1 = 0,25%, F2 = 0,50%, F3 = 0,75%. The results of the third organoleptic test have almost the same shape, smell and color, semi-solid, odorless and album white in color. The homogeneity test shows that the three formulas are homogeneous. The resultof the evaluation of facial serum pH is F1=4,56±0,05; F2=4,96±0,05; F3=4,97±0,03 met the requirements for a good facial serum pH of 4,50-6,50. The results of the dispersion test at F1=6,83±0,01cm; F2=6,78±0,03cm; F3=6,72±0,02cm fulfills the requirements for the dispersion test, which is 5-7cm. Viscosity test results F1=544,82±23,17cPs; F2=5.568,70±280,26cPs; F3=10.326±219,54cPs indicates that only F1 meets the requirements for a good serum viscosity of 230-1150cPs. Transferred volume test results F1=97,44±0,01; F2=95,67±0,50; F3 = 95,33±0,50 meets the requirements. The results of the hedonic test were F1 the most preferred based on the color and aroma categories and F2 the most preferred based on the color and texture categories. Based on the results of statistical tests using One Way ANOVA and Kruskal-Wallis, it can be ascertained that variations in the concentration of xanthan gum have no effect on the results of physical evaluation
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG SWAMEDIKASI DIARE ANAK DI PLUMBUNGAN DESA DUKUH KECAMATAN BANYUDONO KABUPATEN BOYOLALI Ratih Dwi Purwanti; Dewi Weni Sari; Vania Santika Putri
Jurnal Farmasindo Vol 7 No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diarrhea is a condition in which a person defecates mushy or liquid consistency, can be water only and the frequency is more (usually three or more) in a day. Improper handling and treatment of diarrhea can cause complications such as dehydration and malnutrition. This final project aims to measure the level of knowledge of mothers about diarrhea self-medication in children in Plumbungan, Dukuh Village, Boyolali Regency. This study is a quantitative descriptive research method with cross sectional data collection. The sampling total 42 samples were used for the sampling method. Retrieval of research data by filling out a questionnaire As a results the characteristics of respondents at the age of 26-35 years were mostly 45%. The most dominant last education was high school as much as 69%, and the most jobs were as housewives (IRT) as much as 43%. Mother's level of knowledge about diarrhea is categorized as good as much as 69%, sufficient category as much as 31%. The good level of self-medication behavior in children with diarrhea is 90%, 10% is sufficient. Overall, the average level of knowledge of mothers shows that mothers have good knowledge and behavior in dealing with children with diarrhea
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN GEL EKSTRAK SIRIH CINA (Peperomia pellucida L. Kunth) DENGAN VARIASI CARBOPOL SEBAGAI GELLING AGENT Vania Santika Putri; Sugiyanti Sugiyanti; Aptika Oktaviana Trisna Dewi
Jurnal Farmasindo Vol 7 No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Chinese betel plant is a herbaceous plant belonging to the Piperaceae family. The Chinese betel plant (Peperomia pellucida L. Kunth) contains alkaloids, flavonoids, saponins and tannins which help the wound healing process. This study aims to determine the physical quality of Chinese betel gel preparations and the effect of variations in carbopol concentrations as a gelling agent on the physical properties of Chinese betel extract gel. Chinese betel leaf extraction was carried out by maceration method using 96% ethanol as solvent. Gels were made into three formulas with variations in carbopol concentrations, namely F1 (0,5%), F2 (1%), and F3 (2%). The gel preparations were then subjected to physical tests including organoleptic tests, homogeneity, pH, adhesion, spreadability, and viscosity. The homogeneity and organoleptic test results for the three gel formulas were homogeneous, had a blackgreen color, semi-solid form, and had a characteristic odor of the extract. The three gel formulas had a pH of 4,93-5,48, adhesion between 1,13-2,14 seconds, and spreadability ranging from 5,04-6,09 cm. The results of the viscosity test for the three formulas were in the range of 3.913,33-3.915 cPss. Based on the SPSS test results, variations in carbopol concentrations had no significant effect on adhesion, gel spreadability, pH and gel viscosity.