cover
Contact Name
Vania Snatika Putri
Contact Email
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Phone
+6282220441849
Journal Mail Official
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Editorial Address
Politeknik Indonusa Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25486667     EISSN : 27759032     DOI : 10.46808
Core Subject : Health, Science,
The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: Pharmacy, Pharmacokinetics, Community and Clinical Pharmacy, Medical, Alternative medicines, Synthetic Organic Chemistry, Organic Chemistry of Natural Material, Biochemistry, Chemical Analysis, Microbiology, Tissue Culture, Botany and Animals Related to Pharmaceutical Products, Midwifery, Health Analyst, Nutrition and Public Health, Pharmacology and Toxicology
Articles 83 Documents
ANALISIS KADAR HIDROKUINON PADA KRIM PEMUTIH YANG BEREDAR DI PASAR KARTASURA Praptanti Sinung Adi Nugroho; Aptika Oktaviana Trisna Dewi; Mela Anggraini
Jurnal Farmasindo Vol 3 No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krim pemutih merupakan produk yang dapat memutihkan kulit atau memucatkan noda hitam pada kulit. Salah satu zat kimia yang mungkin ditambahkan ke dalam krim pemutih adalah hidrokuinon. Bahaya penggunaan hidrokuinon yaitu berbahaya jika ditelan, iritasi saluran pernafasan, iritasi kulit, iritasi mata, dan reaksi alergi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar hidrokuinon pada krim pemutih yang beredar di Pasar Kartasura. Pemeriksaan hidrokuinon dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif hidrokuinon dilakukan dengan pereaksi warna FeCl3 1%. Sedangkan uji kuantitatif hidrokuinon dilakukan dengan penentuan kadar senyawa menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Pengujian dilakukan terhadap lima merek krim pemutih yang beredar di Pasar Kartasura. Hasil uji kuantitatif dari lima merek krim pemutih, terdapat empat merek krim pemutih yang mengandung hidrokuinon, yaitu sampel A dengan kadar 0,014±0,005 mg/g; sampel B 0,019±0,005 mg/g; sampel C 0,052±0,022 mg/g; dan sampel D 0,001±0,001 mg/g
GAMBARAN PENGETAHUAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PERHOTELAN DI POLITEKNIK INDONUSA SURAKARTA TENTANG OBAT GENERIK DAN OBAT MERK DAGANG Siti Ma’rufah; Sarita Bati Bana
Jurnal Farmasindo Vol 3 No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat adalah suatu bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosa,mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka ataukelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan, termasuk memperelok bagian tubuh manusia.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan pengetahuan mahasiswa program studi perhotelandi Politeknik Indonusa Surakarta tentang obat generik dan obat merek dagang. Metode penelitian yangdigunakan adalah penelitian deskriptif non analitik dengan pengambilan data dengan cara melakukanpengisian kuisioner melalui google form. Pengambilan data pada Mahasiswa Program Studi Perhotelandi Politeknik Indonusa Surakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik responden, mayoritasresponden dengan rentang usia 17-25 tahun dari tahun angkatan 2017-2019. Informasi tentang obatgenerik dan obat merek daganglebih banyak didapat melalui internet sebesar 33,04%. Mayoritasresponden sudah pernah mengkonsumsi obat generik sebesar 55,7% dan lebih banyak responden yangsudah cukup percaya dengan khasiat dari obat generik sebesar 71,4%, tetapi banyak responden yangtidak mengetahui perbandingan khasiat dari obat generik sebesar 48,6% dan keamanan antara obatgenerik dan obat merek dagang sebesar 50%. Responden hanya mengetahui bahwa panadol dan ponstandikategorikan sebagai obat merek dagang sebesar 52,9%. Hal ini dikarenakan kurangnya informasi yangdiperoleh tentang obat generik dan obat merek dagang
EVALUASI DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL BUAH KURMA PADA BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherrichia coli Rahmadhani Tyas Angganawati; Fitrianita Kusumadewi
Jurnal Farmasindo Vol 3 No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurma (Phoenix dactylifera) termasuk famili Palmae memiliki berbagai macam kandungan nutrisi dan dapat berfungsi sebagai obat. Kandungan antioksidan terbesar kurma adalah flavonoid yang dapat berfungsi sebagai anti-karsinogenik, antimikroba, anti-mutagenik, anti-inflamasi, anti diabetes dan mengurangi resiko kardiovaskular. Krim lebih acceptable karena mudah diaplikasikan ke kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi sediaan krim ekstrak buah kurma dalam penelitian ini yang memberikan sifat fisik yang paling baik. Buah kurma dipotong-potong dan dimaserasi untuk menarik senyawa-senyawa yang terkandung dalam bauh kurma, ekstrak yang diperoleh dipekatkan agar ekstrak lebih awet. Dilakukan formulasi krim ekstrak buah kurma dengan variasi basis krim yaitu cera alba dan vaselin album. Krim yang telah selesai diformulasikan kemudian diuji sifat fisiknya yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH, dan uji daya proteksi. Hasil dari ekstrak buah kurma diperoleh rendemen sebesar 40,97%. Untuk hasil uji sifat fisik krim diperoleh krim yang homogen dengan warna putih kecoklatan dengan bau khas buah kurma. Krim memiliki nilai daya sebar terbesar pada formula 1, dan uji daya lekat yang paling baik pada formula 3. Sedangkan untuk uji pH semua krim memasuki rentang pH yang baik untuk kulit. Uji daya proteksi semua krim memenuhi syarat yaitu tidak menimbulkan warna merah selama 5 menit.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PASIEN DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS PAJANG, KECAMATAN LAWEYAN KOTA SURAKARTA Hanita Mayasari; Riyan Setiyanto
Jurnal Farmasindo Vol 3 No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi pasien. Menurut UndangUndang kesehatan No. 36 Tahun 2009 tentang hak kesehatan di Puskesmas Pajang dan untuk mengetahui pelayanan kesehatan berdasarkan pasal 54 Undang-Undang Kesehatan tentang pemberian pelayanan kesehatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris. Penelitian lapangan dengan mencari sumber data-data langsung dari lapangan yakni Puskesmas Pajang melalui pengumpulan data dan wawancara terhadap pihak yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum preventif yakni pihak puskesmas memberikan edukasi terhadap pasien mengenai informasi jika melakukan tindakan medis, resiko serta penanggulangannya dan perlindungan hukum represif yakni dalam hal pasien merasa dirugikan, pasien berhak menuntut ganti rugi terhadap pihak puskesmas. Ganti rugi akan dibicarakan melalui proses mediasi terlebih dahulu. Apabila tidak ditemukan jalan keluar, pasien berhak menempuh ranah litigasi
PENENTUAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL DAUN DAN HERBA RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L.) Praptanti Sinung Adi Nugroho; Aptika Oktaviana Trisna Dewi; Erna Wati
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam berlimpah. Banyak tanaman di Indonesia yang telah diteliti khasiat dan kegunaannya secara mendalam, salah satunya yaitu rumput teki (Cyperus rotundus Linn.). Rumput teki memiliki kandungan flavonoid yang bermanfaat untuk meredakan nyeri, sebagai antibakteri dan antidiare. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar flavonoid total dari daun dan herba rumput teki. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu daun dan herba rumput teki, yang dperoleh dari wilayah Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Metode ekstraksi menggunakan maserasi selama 5 hari dengan pelarut etanol 70%. Larutan pembanding yang digunakan adalah kuersetin. Kadar flavonoid ditentukan dengan metode spektrofotometri Uv-Vis. Hasil dari penetapan kadar flavonoid menunjukkan bahwa kadar flavonoid pada herba rumput teki lebih besar yaitu 12,23 ± 0,56 µg/g EQ dibandingkan dengan kadar flavonoid pada daun rumput teki sebesar 10,86 ± 0,31 µg/g EQ.
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS JUMAPOLO KABUPATEN KARANGANYAR Yunita Dian Permatasari; Riyan Setiyanto; Siti Asijah; Reni Safira Arum Sari; Anisa Animarsela
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan farmasi termasuk dalam salah satu jenis pelayanan kesehatan minimal yang wajib disediakan oleh Puskesmas. Pelayanan farmasi meliputi pelaynan sediaan farmasi dan pelayanan farmasi klinik yang didalamnya membutuhkan waktu pengerjaan, sehingga timbul waktu tunggu pelayanan. Waktu tunggu pelayanan resep dimulai dari pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat yang disertai pemberian Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui rata-rata waktu tunggu pelayanan resep pada Puskesmas Jumapolo Kabupaten Karanganyar. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei descriptif cross sectional. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui pengamatan langsung/observasi dengan menggunakan lembar evaluasi waktu tunggu. Jumlah sampel sebanyak 292 resep yang terdiri dari 265 resep non racikan dan 27 resep racikan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan rata-rata waktu tunggu pelayanan resep dengan standar yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan resep non racikan selama 14,9 menit dan resep racikan selama 15,3 menit. Hal tersebut menunjukkan pelayanan resep telah sesuai dengan standar pelayanan minimal rumah sakit pada Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:129/Menkes/SK/II/2008 dan standar waktu tunggu pelayanan resep untuk resep non racikan yaitu kurang dari 30 menit dan untuk resep racikan yaitu kurang dari 60 menit.
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI FARMASI RSU AISYIYAH PONOROGO Verawati Hadi; Aptika Oktaviana Trisna Dewi; Weni Arista; Imam Murdani
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai yang diterima pada tempat yang dinilai aman. Tujuan penyimpanan adalah untuk memelihara mutu sediaan farmasi, menghindari penggunaan yang tidak bertanggungjawab, menghindari kehilangan dan pencurian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penyimpanan obat di farmasi RSU Aisyiyah Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi di farmasi RSU Aisyiyah Ponorogo yang meliputi logistik farmasi, farmasi rawat jalan 1, farmasi rawat jalan 2, farmasi rawat inap, dan depo farmasi IBS. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RSU Aisyiyah Ponorogo tentang evaluasi penyimpanan obat di farmasi RSU Aisyiyah Ponorogo dapat disimpulkan bahwa di farmasi RSU Aisyiyah Ponorogo tingkat kesesuaian penyimpanan obat berdasarkan petunjuk teknis standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit kemenkes RI 2019 di logistik farmasi yang sesuai sebesar 70,27% dan tidak sesuai sebesar 29,73%, di farmasi rawat jalan 1 yang sesuai sebesar 83,78% dan tidak sesuai sebesar 16,22%, di farmasi rawat jalan 2 yang sesuai sebesar 81,08% dan tidak sesuai sebesar 18,92%, di farmasi rawat inap yang sesuai sebesar 83,78% dan tidak sesuai sebesar 16,22%, dan di depo IBS yang sesuai sebesar 81,08% dan tidak sesuai sebesar 18,92%.
TINGKAT PENGETAHUAN KONSUMEN TENTANG SWAMEDIKASI PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN OBAT BEBAS TERBATAS DI TOKO OBAT BERIJIN LUWES WONOGIRI Ulfa Afrinurfadhilah Darojati; Alminati Sari Dewi
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan sendiri atau yang disebut dengan pengobatan sendiri merupakan upaya yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat untukmengatasi gejala penyakit sebelum mencari pertolongan ke tenaga kesehatan. Prevalensi dari pengobatan sendiri cenderung meningkat di kalangan masyarakat untuk mengatasi gejala atau penyakit yang dianggap ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang swamedikasi penggunaan obat OTC dan OTC Terbatas pada konsumen di Toko Obat Perizinan Luwes Wonogiri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei deskriptif, yaitu metode penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan formulir google yang didistribusikan melalui tautan. Data diperoleh dari kuesioner, diolah dengan Microsoft Office Excel. Hasil data dari kuesioner diolah menggunakanMicrosoft Office Excel. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 126 responden. Penelitian dilakukan kepada konsumen dalam rentang usia 17-50 tahun yang mengunjungi Obat Luwes Toko Wonogiri. Sebanyak 75 responden berusia antara 17-25 tahun, 50 responden berusia 26-40 tahun, dan 1 responden berusia >40 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa ada 44,44% orang memiliki kebaikanpengetahuan, 44,44% masyarakat memiliki pengetahuan cukup baik, dan 11,11% memiliki pengetahuan kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan konsumen tentang pengobatan sendiri obat bebas dan obat bebas terbatas di Toko Obat Perizinan Luwes Wonogiri bagus.
TINJAUAN HUKUM APOTEKER TERHADAP PASIEN DALAM HAL PENGUBAHAN RESEP DOKTER PADA SAAT PELAYANAN KEFARMASIA MENURUT PERATURAN PEMERINTAH NO. 51 TAHUN 2009 Hanita Mayasari; Umi Nafisah
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk hubungan hukum apoteker dan pasien dalam praktik kefarmasian serta tanggung jawab hukum apoteker terhadap pengubahan resep dokter dalam praktik kefarmasian. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normative, spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analisis, Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk hubungan Apoteker dan pasien dalam praktik kefarmasian dapat digolongkan ke dalam hubungan perikatan yang berlandaskan kepercayaan (trust). Perikatan ini termasuk perikatan hukum inspanningverbentenis, suatu bentuk perikatan yang isi prestasinya adalah Apoteker berbuat sesuatu secara maksimal dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan kesehatan pasien. Bentuk tanggung jawab Apoteker apabila tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana mestinya apalagi menimbulkan kerugian perdata, maka Apoteker dapat digugat ganti rugi atas dugaan kelalaian. Dugaan kelalaian dalam praktik kefarmasian diatur dalam KUH Perdata, yaitu pasal 1239, 1365, 1366 dan 1367.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL SEBAGAI SWAMEDIKASI MASYARAKAT DI DESA PLOSO Annora Rizky Amalia; Siski Nautika Dewi
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat dapat melakukan berbagai upaya untuk mengatasi berbagai keluhan dan gejala penyakit, salah satunya adalah pengobatan sendiri. Di Indonesia sendiri terdapat banyak sekali keanekaragaman hayati seperti obat-obatan tumbuhan, sehingga banyak dikembangkan tumbuhan sebagai obat tradisional. Ada tiga jenis tradisional obat, termasuk obat herbal, obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Itu perbedaan jamu, jamu terstandar dan fitofarmaka adalah pada bukti khasiatnyakemanjuran. Jamu terbukti secara empiris berdasarkan pengalaman turun temurun, jamu terstandarobat-obatan dibuktikan dengan uji pra-klinis dan fitofarmaka dibuktikan dengan uji pra-klinis dan ujiklinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penggunaanpengobatan tradisional sebagai pengobatan sendiri bagi masyarakat Desa Ploso Kecamatan Sidoharjo,Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian survei deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Pengambilan sampel menggunakan purposive metode pengambilan sampel atau sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Ukuran sampel adalah ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat ketidakakuratan 5%. Data dikumpulkan dari 100 responden. Hasil observasi menunjukkan data tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional sebesar 50,6%, dan persentase sikap masyarakat dalam penggunaan obat tradisional sebesar 61,5%. Kesimpulan dari pengamatan ini adalah tingkat pengetahuan termasuk kategori kurang dan sikap masyarakat terhadap pengobatan tradisional kategori baik.