cover
Contact Name
Vania Snatika Putri
Contact Email
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Phone
+6282220441849
Journal Mail Official
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Editorial Address
Politeknik Indonusa Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25486667     EISSN : 27759032     DOI : 10.46808
Core Subject : Health, Science,
The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: Pharmacy, Pharmacokinetics, Community and Clinical Pharmacy, Medical, Alternative medicines, Synthetic Organic Chemistry, Organic Chemistry of Natural Material, Biochemistry, Chemical Analysis, Microbiology, Tissue Culture, Botany and Animals Related to Pharmaceutical Products, Midwifery, Health Analyst, Nutrition and Public Health, Pharmacology and Toxicology
Articles 83 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb.) TERHADAP BAKTERI Methicillin Resistant Staphylococcus aureus Muhammad Dani Riano; Annora Rizky Amalia; Yunita Dian Permata Sari
Jurnal Farmasindo Vol 7 No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus) is one of the gram-positive bacteria that can cause pneumonia. The pegagan plant (Centella asiatica (L.) Urb.) is currently being planted by many people. pegagan leaves have antibacterial activity against bacteria such as Staphylococcus aureus, Staphylococcus mutans, and Escherichia coli. The purpose of this study is to determine whether there is antibacterial activity in pegagan leaves against methicillin-resistant Staphylococcus aureus bacteria. The extraction of pegagan leaf simplisia was carried out by the maceration method. The extract was made with 3 concentrations: 20% b/v, 40% b/v, and 80% b/v. The research method of antibacterial activity testing was carried out by disk diffusion. In this study, the positive control was vancomycin. As for the negative control, a 10% DMSO solution was used. In this study, it was found that the results of pegagan leaf extract had an average inhibition of 20% concentration of 8.75 mm or resistant, 40% concentration of 10.58 mm or resistant, 60% concentration of 11.5 mm or resistant, and a positive control of 18.91 mm or intermediate against MRSA (Methicillin Resistant Staphylococcus aureus) bacteria.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK DAUN TURI (Sesbania grandiflora (L.) Poir.) Rury Ayu Rahmawati; Iin Suhesti; Diyan Sakti Purwanto
Jurnal Farmasindo Vol 7 No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turi leaves contain flavonoids, saponins and tannins which can function as Propionibacterium acnes antibacterials so that they can be used to make peel-off gel masks. PVA in a peel off gel mask functions as a gelling agent and film forming agent. The aim of the study was to determine the formulation of turi leaf extract peel off gel masks, physical evaluation of the preparation, and to determine the effect of variations in PVA concentration on the physical properties of the preparation. This study uses a descriptive experimental method. The simplicia extraction method uses maceration with a ratio of turi leaf simplicia and 96% ethanol (1:7). Variations in the concentration of PVA used were 10%, 13%, 16%. Each formula was subjected to organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests,adhesion tests, spreadability tests, drying time tests and viscosity tests. The results showed that the peel off gel mask preparations on F1, F2, F3 were respectively dark green in color, had a distinctive odor of turi leaf extract, slightly runny, slightly thick and viscous, had a homogeneous preparation. pH test results 5,75±0,39; 5,88±0,30; 6,17±0,32. Stickiness test results 19,69±5,89 seconds; 36,11±0,65 seconds; 54,02±3,11 seconds. Spreadability test results 5,40± 0,49 cm; 4,57±0,28 cm; 3,70±0,22 cm. Drying time test results 20,06±1,49 minutes; 18,23±1,01 minutes; 16,53±0,73 minutes. Viscosity test results 21173±3609,32 cPs; 48917,33±1,15 cPs; 48938±13,58 cPs. The results of the physical tests were followed by the One Way Anova and Kruskal Wallis statistical tests, showing that variations in PVA concentration significantly affected the physical test results of adhesion, spreadability, viscosity and drying time, but did not significantly affect the pH value.
GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG DAGUSIBU DI DUKUH POKO RT 02 RW 05 DESA DUWET WONOSARI KLATEN Yuliana Salma Eka Ningsih; Yunita Dian Permata Sari; Vania Santika Putri
Jurnal Farmasindo Vol 7 No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drugs are used to cure the disease that is being suffered by the patient. However, theres people who not know the actual use drugs tht are good and right, so that errors in the use of drugs often occur. DAGUSIBU (Get, Use, Save, Discard) is a Drug Awareness Family Movement Program created by the Indonesian Pharmacist Association in achieving public understanding and awareness of the correct use of drugs (Indonesian Pharmacist Association, 2014). The purpose of this study was to determine the level of knowledge about DAGUSIBU as a self-medication effort among the people of Dukuh Poko RT 02 RW 05 Duwet Village, Wonosari, Klaten. This type of research is a non-experimental research with a descriptive survey design of the community in Dukuh Poko RT 02 RW 05 Duwet Village, Wonosari, Klaten. The number of samples used were 86 respondents and the data collection technique used the total sampling method. The data obtained is the percentage of each answer to the questionnaire that has been filled in by the respondent. Based on the results of data processing, it was obtained that the level of public knowledge was in the good category, 57 (66%), 23 (27%) had sufficient knowledge, and 6 (7%) lacked knowledge. So it can be concluded that the average level of knowledge about DAGUSIBU medicine in the Dukuh Poko RT 02 RW 05 community has a good level of knowledge (80%).
GAMBARAN ERITROSIT SEDIMENTATION RATE PADA IBU HAMIL DI DESA BEDILJATI WETAN KECAMATAN SUMBERDADI KABUPATEN TULUNGAGUNG Mutia Hariani Nurjanah; Arif Santoso; Yunita Safitri
Jurnal Farmasindo Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu respon terhadap perubahan hormonal multifaktoral yang terjadi pada ibu hamil merupakan perubahan hematologi pada kehamilan adalah perubahan laju eritrosit dan anemia hal ini disebabkan meningkatnya kebutuhan zat besi. Upaya yang dilakukan untuk menilai perubahan hematologi pada ibu hamil adalah pemeriksaan laboratorium. Eritrosit sedimentation rate (ESR) merupakan proses pemeriksaan pengedapan atau sedimentasi darah yang digunakan dalam penilaian respons fase akut terhadap peradangan. Peningkatan nilai ESR menunjukkan adanya penyakit deman rematik, inflamasi/autoimun dan infeksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran ESR pada ibu hamil di Desa Bediljati Wetan Kecamatan Sumberdadi Kabupaten Tulungagung. Teknik sampling yang digunakan sampling purposif. Sampel penelitian ialah ibu hamil yang berjumlah 20 responden. Hasil penelitian ESR ibu hamil didapatkan hasil pemeriksaan ESR normal sebanyak 3 responden (15%) dan ESR lebih dari normal sebanyak 17 responden (85%). Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa gambaran laju endap darah meningkat sebanyak 85% pada 20 responden ibu hamil.
PENETAPAN KADAR SERAT CRACKERS SUBSTITUSI TEPUNG KULIT PISANG RAJA (Musa textilia) Arum Dwi Agustin; Ratih Purwasih; Putri Marsiwi Adi Nugroho; M. Ali Nasikin; Ronal Tolkhah
Jurnal Farmasindo Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah kulit pisang raja (Musa textilia) dapat dimanfaatkan secara lebih optimal, yaitu dengan diolah menjadi tepung. Tepung kulit pisang raja mengandung tinggi serat. Salah satu cara pengolahannya dapat dibuat pangan fungsional berupa crackers. Crackers merupakan makanan yang dipanggang berbentuk pipih, dan terbuat dari tepung terigu. Namun crackers yang terbuat dari tepung terigu memiliki kandungan serat yang rendah, sehingga upaya meningkatkan kadar serat dapat dilakukan dengan substitusi tepung kulit pisang raja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu dan kadar serat pada crackers substitusi tepung kulit pisang raja (Musa textilia). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengamatan mutu pada crackers sesuai dengan SNI 2973:2011 dan RSNI 2973:2018. Uji mutu meliputi uji organoleptik, kadar air dan kadar abu tidak larut asam. Hasil uji organoleptik crackers tepung kulit pisang raja memiliki warna coklat kehitaman, rasa gurih dengan khas pisang, dan aroma khas pisang serta bertekstur renyah. Pengujian mutu didapatkan kadar air crackers tepung kulit pisang raja sebesar 1,38 ± 0,05%. Kadar abu tidak larut asam crackers sebesar 0,5 ± 0,09%, dan kadar serat crackers sebesar 4,16 ± 0,04%. Hasil uji mutu crackers sesuai dengan SNI 2973:2011 dan RSNI 2973:2018.
ANALISIS KADAR ANTOSIANIN PADA BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEGAR DAN KERING DENGAN METODE pH DIFERENSIAL Aptika Oktaviana Trisna Dewi; Dila Rahmawati Yusri
Jurnal Farmasindo Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ungu, dan biru pada buah, sayuran, dan bunga. Struktur kimia antosianin cenderung kurang stabil dan mudah mengalami degradasi. Antosianin lebih stabil pada larutan asam dibanding larutan basa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar antosianin dari bunga telang segar dan bunga telang kering. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu bunga telang segar dan bunga telang kering yang diambil dari perkebunan di Kelurahan Kadipiro, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 95% yang ditambahkan dengan HCl 1% hingga pH pelarut mencapai 1,5. Maserasi dilakukan selama 24 jam. Kadar antosianin ditentukan dengan Spektrofotometer UV-Vis. Pengujian statistik dilakukan dengan SPSS meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Mann Witney. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa kadar antosianin pada bunga telang kering yaitu 1,666 ± 0,155 mg/100gram dan kadar antosianin bunga telang segar sebesar 1,453 ± 0,031 mg/100gram. Pengujian secara statistik diperoleh hasil bahwa kedua sampel tidak ada perbedaan yang signifikan ditunjukan oleh hasil Asymp sig 2 tailed >0,05.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN JAMU KUNYIT ASAM (Curcuma domestica Val. - Tamarindus indica L.) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) Praptanti Sinung Adi Nugroho; Ricka Prasdiantika
Jurnal Farmasindo Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunyit Asam merupakan minuman fungsional yang terbuat dari kunyit dan asam jawa. Kunyit mengandung senyawa kurkuminoid yang dapat digunakan untuk menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji fisik dan aktivitas antioksidan obat herbal kunyit asam dengan penambahan ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.). Uji mutu meliputi uji organoleptik dan pH. Uji organoleptik meliputi uji bau, rasa, dan warna. Dari hasil yang diperoleh seluruh formulasi minuman herbal kunyit dengan penambahan ekstrak daun kersen mempunyai aroma khas kunyit, rasa dominan kunyit, dan mempunyai warna cokelat kekuningan. Formulasi F1, F2, dan F3 mempunyai pH kisaran 5. Aktivitas antioksidan paling besar adalah F3 (penambahan ekstrak daun kersen 30%). Nilai IC50 sebesar 34,96±20,2 termasuk kategori sangat kuat.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK PAJANG KABUPATEN SUKOHARJO Umi Nafisah; Fransiska Hanarum Apriliani Eka Putri
Jurnal Farmasindo Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian berawal hanya fokus pada kegiatan pengelolaan obat sebagai komoditi, tetapi saat ini telah bergeser menjadi pelayanan yang komprehensif dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Dalam rangka menjamin kualitas pelayanan kefarmasian di apotek, perlu dilakukan kegiatan evaluasi mutu pelayanan kefarmasian untuk menjamin kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Pajang berdasarkan parameter lima dimensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Cara pengambilan data pada penelitian ini dengan metode kuesioner. Kuesioner diartikan sebagai alat bantu pengumpulan data kepuasan masyarakat penerima pelayanan. Penyusunan kuesioner dengan model servqual menggunakan dimensi daya tanggap, kehandalan, jaminan, kepedulian, dan bukti nyata. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Likert dengan menggunakan graduasi tingkat penilaian, sangat puas, puas, kurang puas, dan tidak puas. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil nilai pada dimensi bukti nyata yaitu 82,42%, dimensi kehandalan yaitu 84,50%, dimensi ketanggapan yaitu 83%, dimensi jaminan yaitu 80,08%, dimensi empati 80,88% dan nilai hasil kepuasan dari seluruh dimensi yaitu 81,73%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pasien merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh petugas kefarmasian di Apotek Pajang.
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DI RUMAH SAKIT ORTOPEDI PROF. DR. R. SOEHARSO SURAKARTA Ardhia Intan Cahyani; Annora Rizky Amalia; Vania Santika Putri
Jurnal Farmasindo Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kriteria pelayanan kefarmasian adalah waktu tunggu. Jangka waktu antara pasien menerima resep hingga menerima obat, serta komunikasi, informasi, dan edukasi, disebut sebagai waktu tunggu pelayanan resep. Menurut Kepmenkes Nomor 129 Tahun 2008, standar waktu tunggu pelayanan rumah sakit untuk resep non racikan adalah 30 menit, sedangkan waktu tunggu resep racikan adalah 60 menit. Metode yang digunakan yaitu non-eksperimental mengumpulkan data primer dan sekunder pada bulan April hingga Mei 2023 melalui dokumentasi, literatur, wawancara, dan observasi. Total sampling digunakan untuk menghitung besarnya sampel. Rata-rata waktu tunggu data primer untuk resep racikan adalah 47,47 menit, sedangkan untuk resep non racikan adalah 36,04 menit. Data sekunder resep racikan rata-rata waktu tunggu 43,86 menit dibandingkan 35,92 menit untuk resep non racikan. Baik data primer maupun sekunder menunjukkan bahwa waktu tunggu layanan resep ramuan di IFRJ RS Ortopedi Prof. R Soeharso Surakarta berada dalam rentang yang dapat diterima. Sebaliknya, data primer dan sekunder untuk resep non racikan tidak memenuhi persyaratan yang tertuang dalam Kepmenkes Nomor 129 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit
UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU AIR (Syzygium Aqueum (Burm.fil.) Alston) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Annisaul Jannaturrahmah; Riyan Setiyanto; Dewi Weni Sari
Jurnal Farmasindo Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jambu air (Syzygium aqueum (Burm.fil.) Alston) merupakan tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan dan memiliki efek menghambat pertumbuhan bakteri. Masyarakat mengkonsumsi jambu air dari daun, buah, hingga batang. Tanaman jambu air mengandung senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan, antikanker, dan antidiabetes. Saponin, tanin, dan enam senyawa flavonoid ditemukan dalam daun jambu air. Tujuan penelitian ini adalah untuk memastikan apakah ekstrak etanol Daun jambu air (Syzygium aqueum (Burm.fil.) Alston) menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Prosedur maserasi menggunakan etanol 96% selama 5 hari digunakan untuk membuat ekstrak etanol daun jambu biji. Ekstrak etanol daun jambu air (Syzygium aqueum (Burm.fil.) Alston), 15%, 30%, dan 45% b/v yang diencerkan dalam DMSO 10%, diuji penghambatannya menggunakan metode Cakram disk. Amoksisilin digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Aktifitas ekstrak etanol daun jambu air dalam menghambat bakteri Streptococcus mutans dalam uji daya hambat ini pada konsentrasi 5% mempunyai daya hambat sebesar 7,8 mm, pada konsentrasi 15% mempunyai daya hambat sebesar 8,5 mm, dan pada konsentrasi 45% mempunyai daya hambat sebesar 10,3 mm. Sedangkan pada kontrol positif amoksisilin mempunyai daya hambat sebesar 17,3 mm, dan pada kontrol negatif tidak menghasilkan daya hambat. Dari hasil uji daya hambat ekstrak etanol daun jambu air terhadap Streptococcus mutans sesuai dengan CLSI menunjukkan hasil resisten.