cover
Contact Name
Vania Snatika Putri
Contact Email
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Phone
+6282220441849
Journal Mail Official
farmasindo@poltekindonusa.ac.id
Editorial Address
Politeknik Indonusa Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasindo: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25486667     EISSN : 27759032     DOI : 10.46808
Core Subject : Health, Science,
The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: Pharmacy, Pharmacokinetics, Community and Clinical Pharmacy, Medical, Alternative medicines, Synthetic Organic Chemistry, Organic Chemistry of Natural Material, Biochemistry, Chemical Analysis, Microbiology, Tissue Culture, Botany and Animals Related to Pharmaceutical Products, Midwifery, Health Analyst, Nutrition and Public Health, Pharmacology and Toxicology
Articles 83 Documents
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL HERBA KROKOT (Portulaca oleracea L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Annisa Diyan Meitasari; Rosa Juwita Hesturini; Infika Indriana
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purslane is a plant that is empirically used in medicine, one of the benefits is that can inhibit the growth of bacteria. The study aimed to identify the obstruent extract ethanol herbaceous purslane (Portulaca oleracea L.) against Staphylococcus bacteria epidermidis. Extraction of herbaceous purslane using maceration method with 96% ethanol solvent for five day. Bacterial inhibition test was carried out using the disc diffusion method with variantions concentration extract of purslane herbaceous 25%, 50%, and 75%. The Results of the inhibition test of purslane herbaceous ethanol showed that purslane herbaceous extract could inhibit Staphylococcus epidermidis bacteria. At a concentration of 25% (10,0), 50% (11,0), and 75% (11,5) with positive control chloramfenicol (22,2). From the results of the inhibition test of the both extract ethanol herbaceous purslane, the concentration was resistent to Staphylococcus epidermidis bacteria.
TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS Umi Nafisah; Riyan Setiyanto; Rahmadhani Tyas Angganawati; Runtut Wigati; Erna Wati
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of new tuberculosis cases in Indonesia is still ranked third in the world and is one of the biggest challenges facing Indonesia and requires attention from all parties, because it provides a high burden of morbidity and mortality. Tuberculosis (TB) is the highest cause of death after ischemic heart disease and cerebrovascular disease. The purpose of this study was to find out how big the level of adherence of tuberculosis patient in treatment and taking medication. The type of research used is research that is descriptive. The sample was used by 47 respondents. Data retrieval uses purposive sampling. The data was taken using validated questionnaires based on MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale). The results of this study showed that 72% had high compliance rates, 15% for moderate compliance levels, and as many as 13% were in low compliance levels. The conclusion of the level of adherence to taking drugs in tuberculosis patients in Sibela Health Center with the above value is that 72% has a high compliance rate of 64 respondents.
ANALISIS NILAI SPF (Sun Protection Factor) SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL BUNGA PEPAYA JANTAN (Carica papaya L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Ester Dwi Antari; Purwaningsih Purwaningsih; Anita Dwi Septiarini; Tatiana Siska Wardani
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara tropis, di mana intensitas sinar matahari lebih banyak dibandingkan dengan negara yang beriklim subtropis. Paparan sinar matahari yang berlebih dapat menyebabkan efek yang merugikan bagi kesehatan kulit. Bahan alam yang dapat dijadikan bahan aktif tabir surya adalah bunga pepaya jantan. Penelitian ini bertujuan untuk Membuktikan bahwa sediaan krim tabir surya dari ekstrak etanol bunga pepaya jantan dapat berkhasiat sebagai antioksidan yang dapat melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet (UV). Analisis nilai SPF (Sun Protection Factor) sediaan krim tabir surya ekstrak etanol bunga pepaya jantan, dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Ekstrak diformulasikan dalam bentuk krim dengan konsentrasi 5%, 7,5% dan 10%. Pengujian mutu fisik krim meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji daya proteksi, uji viskositas dan uji stabilitas dengan metode cycling test. Pengujian aktivitas tabir surya ditentukan menggunakan metode spektrofotometri dengan pengenceran menggunakan etanol 96%, sedangkan kalkulasi nilai Sun Protecting Factor (SPF) menggunakan metode mansyur. Hasil penelitian ini pada nilai SPF dari masing-masing formula secara berturut-turut yaitu 15,04; 18,75 dan 22,12. Disimpulkan bahwa krim tabir surya ekstrak etanol bunga pepaya jantan memiliki potensi tabir surya dengan kategori potensi perlindungan sinar ultraviolet (UV) yang sedang pada ketiga formula.
PENENTUAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL FRAKSI N-HEKSAN, FRAKSI ETIL ASETAT DAN FRAKSI AIR DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) DITINJAU DARI LAMA WAKTU EKSTRAKSI Febriyanto Eko Syahputra; Anita Dwi Septiarini; Desy Ayu Irma Permatasari
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan alam telah lama dikenal baik sebagai obat, bahan makanan, bumbu, kosmetik, maupun sebagai bahan ramuan yang digunakan dalam upacara ritual keagamaan. Berdasarkan uraian tersebut, maka perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut mengenai pengujian kadar flavonoid ekstrak etanol daun ketepeng cina (Cassia alata L.), sehingga potensi tumbuhan ini sebagai bahan baku obat untuk pencegahan maupun pengobatan berbagai penyakit dapat lebih dikembangkan secara maksimal. Tujuan penelitian ini untuk menerangkan pengaruh perbedaan lamanya waktu ekstraksi terhadap kadar flavonoid dengan memanfaatkan daun ketepeng cina. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental yang terdiri dari tiga kelompok perlakuan pengekstraksian tumbuhan yaitu lama waktu ekstraksi 6, 8, dan 10 hari. Metode ekstraksi menggunakan maserasi dengan pelarut etanol 70% yang kemudian di fraksinasi menggunakan N-Heksan, Etil asetat dan Air. Kadar flavonoid diperoleh menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Rendemen hasil ekstraksi yang diperoleh pada lama waktu 6 , 8 dan 10 hari secara berturut-turut sebanyak 24,21; 28,00 dan 32,03 % dengan kadar flavonoid yang diperoleh dalam 100 g sample masing-masing yaitu, maserasi 6 hari dengan Fraksi NHeksan 0,53 mg, 8 mg, 0,9 mg, Etil asetat 30 mg, 31 mg, 30 mg, Air 9 mg, 8,4 mg, 9 mg, lalu maserasi 8 hari fraksi N-Heksan 9,2 mg, 3,1 mg, 9,7 mg, Etil asetat 75 mg, 74 mg, 75 mg, Air 22 mg, 23 mg, 23 mg, dan maserasi 10 hari fraksi N-Heksan 15 mg, 15 mg, 16 mg, Etil asetat 206 mg, 187 mg, 189, Air 95 mg, 97 mg, 96 mg.
GAMBARAN PENGETAHUAN PASIEN DALAM PRAKTIK PENGGUNAAN SEDIAAN OBAT MATA STERIL SECARA ASEPTIS DI RUMAH SAKIT MATA SOLO Nia Sari Indah Kurniawati; Retnowati Adinigsih
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sediaan obat mata adalah sediaan steril dalam bentuk larutan atau salep yang digunakan untuk pengobatan gangguan penyakit mata. Masalah gangguan penyakit mata dapat terjadi sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai penggunaan obat mata oleh pasien. Penting bagi pasien untuk mengetahui cara penggunaan dan penyimpanan obat mata, karena kurangnya pengetahuan dalam penggunaan dan penyimpanan obat mata dengan benar dapat memperburuk penyakit mata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasien dalam praktik penggunaan sediaan obat mata steril secara aseptis di Rumah Sakit Mata Solo. Desain penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari pembagian kuesioner kepada pasien poliklinik mata di Rumah Sakit Mata Solo pada bulan Januari 2022. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 360 responden yang memenuhi kriteria inklusi, diantaranya responden yang bersedia mengisi lembar kuesioner, bisa menulis dan membaca, merupakan pasien poliklinik mata di Rumah Sakit Mata Solo dan berusia 17-65 tahun. Hasil penelitian mengenai tingkat pengetahuan responden dalam penggunaan sediaan obat mata steril secara aseptis tercatat16,11% responden berpengetahuan kurang, 21,39% berpengetahuan cukup, serta 62,50% responden berpengetahuan baik. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien Rumah Sakit Mata Solo mengenai praktik penggunaan sediaan obat mata steril secara aseptis termasuk kategori baik.
KESESUAIAN PROSES REKONSTITUSI ANTIBIOTIK INJEKSI DI BANGSAL ANAK RUMAH SAKIT UMUM (RSU) ASSALAM GEMOLONG SRAGEN Mustika Anggrahini; Truly Dian Anggraini
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses rekonstitusi adalah proses pencampuran medium pelarut kedalam masa serbuk kering hingga menghasilkan zat tersuspensi yang dilakukan secara aseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian proses rekonstitusi antibiotik injeksi serbuk kering di bangsal anak RSU Assalam Gemolong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan teknik sampling jenuh dengan pengumpulan data pengamatan secara langsung menggunakan checklist selama satu bulan. Hasil penelitian menunjukkan persentase kesesuaian proses rekonstitusi antibiotik injeksi berdasarkan SPO & Panduan Pencampuran Obat RSU Assalam Gemolong yaitu pada kesesuaian perhitungan dosis, pemilihan jenis pelarut dan penyimpanan setelah di rekonstitusi (100%), kesesuaian pada perhitungan volume pelarut (62,63%), kesesuaian pada pembuatan label obat (76,77%), kesesuaian pada pencampuran obat secara aseptis (58,58%), serta kesesuaian pada pembuangan semua bekas pencampuran obat (88,89%). Sedangkan berdasarkan Pediatric Injectable Drug 10th edition & Handbook on Injectable Drugs 17th edition diperoleh hasil penelitian yaitu kesesuaian pada perhitungan dosis (90,91%), kesesuaian pada pemilihan jenis pelarut dan pada penyimpanan setelah direkonstitusi (100%), serta kesesuaian pada perhitungan volume pelarut (58,59%). Maka persentase kesesuaian proses rekonstitusi antibiotik injeksi berdasarkan SPO & Panduan Pencampuran Obat RSU AssalamGemolong yaitu 83,84% dari 7 aspek pengamatan, Sedangkan berdasarkan Pediatric Injectable Drug 10th edition & Handbook on Injectable Drugs 17th edition yaitu 87,37% dari 4 aspek pengamatan.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN TENTANG TEKNIK ASEPTIC DISPENSING INSTALASI FARMASI RS UNS Selaras Nawangsari; Lusia Murtisiwi
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A Aseptic dispensing adalah teknik untuk melindungi sediaan farmasi dari kontaminan dan pirogen. Teknik tersebut meliputi tahapan persiapan, pencampuran, penyimpanan dan pembuangan. Ada hubungan antara tahapan dengan tersedia nya sumber daya manusia, peralatan, dan ruang, sehingga diperlukan teknik yang tepat dalam pencampuran formulasi parenteral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian tentang teknik aseptic dispensing di Instalasi Farmasi RS UNS. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan di RS UNS dapat diketahui bahwa karakteristik tenaga teknis kefarmasian perempuan lebih banyak dibanding laki-laki yaitu 89,8%, pendidikan paling banyak Diploma 3 83,7%,dan lama bekerja paling banyak 5 tahun 73,5%. usia 31 sd 35 tahun sebanyak 19 orang dengan 8,7% Gambaran tingkat pengetahuan tenaga teknik kefarmasian teknik aseptic dispensing berpengetahuan baik sebanyak 95,9% dan pengetahuan cukup sebanyak 4,1. Kesimpulan penelitian adalah yang dilakukan terhadap 49 responden dapat disimpulkan bahwa Gambaran tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian tentang teknik Aseptic Dispensing di unit rawat inap Instalasi Farmasi RS UNS tahun 2022 diperoleh sebanyak 47 responden (95,9%) berpengetahuan baik. Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas tenaga teknik kefarmasian menunjukan pengetahuan baik tetapi masih terdapat TTK yang memiliki pengetahuan cukup.
TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN PADA PENDERITA DIABETES MILLETUS DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD KOTA MADIUN Umi Nafisah; Linda Ayu Anggraini
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyebab kematian terbesar keempat dan salah satu penyakit kronik jika tidak diatasi dengan baik. Kepatuhan penggunaan obat pada penyakit kronis seperti diabetes melitus merupakan hal yang sangat penting dalam keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengobatan pasien diabetes mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Kota Madiun. Penelitian ini bersifat observasional menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 90 pasien dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purpose sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Morisky Medicaton Adherence Scale (MMAS-8). Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin diketahui bahwa responden perempuan sebanyak 55 pasien (61,1%), dengan usia 46 – 65 tahun sebanyak 77 responden (85,6%), dengan tingkat pendidikan terakhir sebagian besar adalah SMA (50%). Tingkat kepatuhan minum obat pada 90 pasien DM di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Kota Madiun dengan menggunakan MMAS 8 yang memenuhi kriteria patuh sebesar 65,6% sedangkan tidak patuh sebesar 34,4%.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN LIP CREAM DENGAN PEWARNA ALAMI DARI EKSTRAK DAUN JATI Yunita Dian Permata Sari; Iin Suhesti; Kiky Adhianna Sulistyawati
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leaf jati (Tectona grandis L.f.) has the pigment anthocyanin which product a red color. Anthocyanin pigments are a group of flavonoid pigments. The purpose of this study was to formulate and physically evaluate lip cream preparations with natural dyes from leaf jati extract (Tectona grandis L.f.). Anthocyanin extraction was carried out by maceration method using 96% ethanol as solvent. Lip cream was made into three formulas with different concentrations of extract leaf jati by 5%,10%,and 15%. The lip cream in each formula was subjected to physical tests including organoleptic test, homogeneity test, pH test, adhesion test, dispersion test, and hedonic test. The results of the organoleptic test of the three formulas have different colors it is pink to red because variation of leaf jati extract used. The results of the homogeneity test showed that the three formulas are homogeneous. The results of the pH test of the three formulas are 4, indicating that all formulas had met the lip pH requirements of 3.8-4.7. The results of the adhesion test are F1=2,42±0,04;F2=3.21±0,03; and F3=4.26±0,02, these results show that only F3 meets the requirements because it is more than 4 seconds. The results of the dispersion test are F1=5.35±0,02;F2=5,21±0,04;and F3=5,10±0,03, the result is qualified because the result is 5-7 cm. The result of the preference test that was most preferred based on color, aroma, moisture, and texture was formula 2. Based on the results of the One Way Anova and Kruskal Wallis tests, there were significant differences in adhesion and dispersion
TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN MASKER PASIEN APOTEK KEPUTRAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN VIRUS COVID-19 DI MASA PANDEMI Rohma Apriastuti; Retnowati Adiningsih
Jurnal Farmasindo Vol 6 No 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia saat ini tengah waspada dengan penyebaran virus corona dan menjadi pandemi di seluruh dunia. Jumlah kasus covid-19 yang terus meningkat menjadikan permasalahan yang serius. Hasil penelitian sebelumnya, 74,19% responden patuh dalam penggunaan masker dan 25,81% responden tidak patuh dalam penggunaan masker. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien Apotek Keputran dalam menggunakan masker sebagai upaya pencegahan penyebaran virus covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode purposive sampling, dimana responden dalam penelitian adalah pasien Apotek Keputran sebanyak 100 orang dengan menggunakan instrumen kuisioner tentang kepatuhan memakai masker. Hasil data yang diperoleh didapatkan responden laki-laki sebanyak 52 orang (52%) dan perempuan 48 orang (48%). Mayoritas responden (36%) berusia 15 – 30 tahun dan usia terendah 56 – 64 tahun (16%). Pendidikan responden paling banyak adalah tamatan SMA (36%) dengan pekerjaan tertinggi sebagai pegawai swasta (26%). Hasil penelitian menunjukkan kategori patuh sebanyak 68 orang (68%) dan tidak patuh sebanyak 32 orang (32%), dimana sebagian besar yang tidak patuh merupakan tamatan SD dan tergolong usia 56 – 64 tahun. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan pasien Apotek Keputran dalam menggunakan masker yang baik dan tepat sebesar 68%.