cover
Contact Name
Laila Ngindana Zulfa
Contact Email
progress@unwahas.ac.id
Phone
+62248505680
Journal Mail Official
progress@unwahas.ac.id
Editorial Address
PKPI2 FAI Universitas Wahid Hasyim JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia Handphone: +626281327592589 Email: pkpi2@unwahas.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas
ISSN : 23386878     EISSN : 26203243     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/pgrs
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas — if translated into English: Progress Journal: A Medium for Creativity and Intellectuality — published by the Center for the Study and Development of Islamic Sciences or called “Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman” (PKPI2) of Islamic Faculty, Wahid Hasyim University Semarang as a medium for the development of Islamic education sciences, include: teacher training and contemporary thoughts on Islamic education, also moderate and multicultural Islamic education.
Articles 140 Documents
PERAN PEREMPUAN DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN MELALUI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) DI DUSUN GAMBANG DESA JUWANGI BOYOLALI JAWA TENGAH Sari Hernawati
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v1i1.1431

Abstract

Penelitian ini memusatkan perhatian ke sebuah dusun yang jauh dari kabupaten sehingga akses untuk ke pemerintahan kabupaten sering mengalami kendala. Dusun Gambang merupakan salah satu dusun yang berada di wilayah Kelurahan Juwangi Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali. Secara geografis, dusun yang memiliki 9 (sembilan) RT dan 1 RW tersebut tersebut merupakan daerah yang paling utara di Kabupaten Boyolali. Bahkan, masyarakat daerah tersebut lebih mengenal Purwodadi daripada Boyolali. Hal tersebut lantaran daerah yang bertanah kapur itu berbatasan dengan Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan. Kondisi masyarakat pun sangat plural, dari tingkat pendidikan orangtua, mata pencaharian, ragam budaya, interaksi sosial, dan kehidupan beragama. Hal menarik yang dapat ditindakkritisi di Dusun Gambang adalah adanya budaya menyekolahkan anak yang relatif statis. Informasi awal yang diperoleh di lapangan menunjukkan bahwa di era 1990 an, masyarakat Dusun Gambang belum memiliki budaya menyekolahkan anaknya setelah lulus dari SD. Mulai tahun 2005-an, lambat laun masyarakat sudah berupaya untuk menyekolahkan anaknya sampai SMP. Keadaan ekonomi masyarakat Dusun Gambang, Desa Juwangi masih bertumpu pada ketersediaan alam yang ada, sedangkan dusun gambang terletak di daerah pinggiran hutan, yang menjadikan lahan pertanian tidak begitu subur, karena keadaan tanah yang berkapur. Masyarakat lebih mengandalkan hasil hutan yang milik pemerintah, dengan mencari kayu bakar, daun jati dan batu-batuan yang tersedia di hutan. Perkejaan mencari kayu, daun dan batu-batuan di hutan banyak dilakukan oleh kaum perempuan, karena para kaum pria lebih banyak yang merantau keluar daerah Gambang, yang hanya pulang dalam waktu minimal satu tahun sekali. Kaum perempuan Dusun Gambang mempunyai peran yang sangat strategis, karena kebanyakan dari mereka merupakan single parent dalam mengasuh dan memberikan pemahaman kepada anak-anaknya, termasuk dalam pengelolaan ekonomi keluarga karena ditinggal merantau oleh suaminya. Dalam hal ini kaum perempuan memiliki peran ganda di lingkungan keluarganya. Kata Kunci: Peran, Perempuan, Sumber Daya Manusia, Pendidikan
MAQASHID SYARI’AH SEBAGAI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN PANCASILA Ahmad Fahri Yahya Ainuri
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v8i1.3446

Abstract

Abstract As Indonesian people, of course we are familiar with religious groups with transnational ideologies that are oriented towards replacing government systems with Islamic systems (Imamat / Khilafah) based on the Qur'an and Hadith. Actually there is nothing wrong with the group's vision because the khilahfah system is a product of ijtihad of the predecessor ulama and normatively does not contradict Islamic law. It's just that the effort to coerce to change the law which has become a collective agreement in a country can legally be said as an act of rebellion and the act is not constitutionally justified. To address this phenomenon, the writer wants to give an understanding that implicitly our country (Indonesia) has actually implemented laws that are in accordance with Islamic sharia because the Pancasila ideology which is used as a national and state paradigm is fully in line with the sharia maqashid as contained in the Koran 'and Hadith which fully aims to educate people to become human beings who are deified, humane, united, just manifested into a common life (social life). Keywords: Islamic maqashid, Epistemology, Pancasila Education. Abstrak Sebagai masyarakat Indonesia, tentu kita tidak asing dengan adanya kelompok beragama dengan ideologi transnasional yang berorientasi mengganti sistem pemerintahan dengan sistem Islam (Imamah/Khilafah) yang berlandaskan al-Qur’an dan Hadis. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan visi kelompok tersebut karena sistem khilahfah merupakan produk ijtihad para ulama pendahulu dan secara normatif tidak bertentangan dengan syariat Islam. Hanya saja, usaha melakukan paksaan untuk merubah undang-undang yang sudah menjadi kesepakatan bersama dalam suatu negara secara yuridis bisa dikatakan sebagai tindakan pemberontakan dan tindakan tersebut tidak dibenarkan secara konstitusional. Untuk mensikapi fenomena tersebut penulis ingin memberikan pemahaman bahwa secara implisit negara kita (Indonesia) sebenarnya sudah menerapkan undang-undang yang sesuai dengan syari’at Islam karena ideologi pancasila yang dijadikan sebagai paradigma berbangsa dan bernegara sepenuhnya sejalan dengan maqashid syariah yang tertuang dalam al-Qur’an dan Hadis yang spenuhnya bertujuan untuk mendidik masyarakat menjadi manusia yang berketuhanan, berperikemanusiaan, bersatu, adil yang termanifestasi ke dalam kehidupan bersama (kehidupan sosial). Kata Kunci : maqashid syariah, Epistemologi, Pendidikan Pancasila.
PERAN MUBALIGH MASJID NURUL HIKMAH DALAM MENCEGAH COVID-19 DI KOTA DEPOK Dian Mohammad Hakim; Zainul Hakim
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v8i2.7344

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peranan dakwah mubaligh Masjid Nurul Hikmah dalam memobilisasi masyarakat untuk mencegah covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, informan yang diwawancarai para masjid sejumlah anggota Muballigh yang berasal dari beberapa kalangan organisasi, bahkan ada beberapa dari kalangan kampus. Hasil. Terjadinya peningkatan telah terkonfirmasi Covid-19. Maka para jamaah masjid bersama-sama bersinergi pemerintah untuk memaksimalkan pencegahan covid-19 dengan memberikan edukasi kepada masyarakat cara mencegahan pandemi covid-19 dengan cara yaitu: Cuci tangan, hindari sentuh wajah, etika bersin dan batuk, memakai masker, hindari interaksi langsung, hindari berbagi barang pribadi, social distancing, cuci bahan makanan, bersihkan perabot rumah, dan tingkatkan Imun Tubuh. Para masjid dalam melaksanakan ibadah ritual tetap istiqomah di rumah masing-masing dan selalu menjaga kebersamaan para jamaahnya serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai ikhtiar sebagai solusi dalam rangka pencegahan pandemi covid-19.Kata Kunci: Peranan, Masjid, Covid-19. ABSTRACTThis study aims to determine the role of the missionary mission of the nurul wisdom mosque in mobilizing the community to prevent covid-19. This study uses qualitative methods, data collection techniques through interviews, informants interviewed by mosques are a number of Muballigh members and come from several organizational and even some from campus circles. Results. An increase has been confirmed for Covid-19. So the mosque congregations work together with the government to maximize the prevention of covid-1 by educating the public on how to prevent the covid-19 pandemic by means of: Washing hands, avoiding touching your face, sneezing and coughing etiquette, wearing masks, avoiding direct interactions, avoiding sharing personal items, social distancing, washing groceries, cleaning home furnishings, and increasing body immunity. The mosques in carrying out ritual worship remain istiqomah in their respective homes and always maintain the togetherness of the congregation and always draw closer to Allah with various endeavors as a solution in the context of preventing the covid-19 pandemic.Keywords: Role, Mosque, Covid-19.
PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA SERTA DAMPAKNYA PADA KARIR DOSEN Slamet .
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v3i3.2453

Abstract

AbstrakTujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dari: (1) motivasi terhadap kinerja,(2) kepuasan kinerja, (3) motivasi terhadap karir, (4) kepuasan karir, (5) kinerjakarir, (6) motivasi dampak kinerja pada karir, dan (7) kepuasan kerja dampakkinerja pada karier dosen di instansi IKIP Veteran Semarang. Jenis penelitianadalah pendekatan kuantitatif korelasional. Hasil penelitian menunjukkan:(1) motivasi kerja memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kinerja,(2) kepuasan kerja memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kinerja,(3) motivasi memiliki pengaruh positif dan tidak berpengaruh signifikan terhadapkarir, (4) kepuasan memiliki pengaruh positif dan dampak yang signifikan terhadapkarir, (5) kinerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap karir,(6) motivasi memiliki dampak positif dan signifikan terhadap dampak kinerja padadosen fakultas karir, dan (7) kepuasan kerja memiliki dampak positif dan signifikanterhadap kinerja dosen dampak pada Veteran Semarang IKIP dosen karir.Kata kunci: motivasi kerja, kepuasan kerja, kinerja dosen, karir.AbstractThe purpose of research to determine effect of: (1) motivation on performance, (2) thesatisfaction of performance, (3) motivation toward a career, (4) satisfaction withcareer, (5) the performance of career, (6) the motivation of performance impact oncareer, and (7) job satisfaction the performance impact on faculty careers in IKIPVeteran Semarang. The results showed: (1) motivation to work has a positive andsignificant impact on performance, (2) job satisfaction has a positive and significantimpact on performance, (3) motivation has a positive effect and no significant effecton careers, (4) satisfaction has a positive influence and significant impact on career,(5) performance has a positive and significant influence on the career, (6) motivationhas a positive and significant impact on the performance impact on the career facultylecturer, and (7) job satisfaction has a positive and significant impact onperformance lecturers impact on Veteran Semarang Teachers' Training Collegelecturer career.Keywords: work motivation, job satisfaction, faculty performance, careerfaculty.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DIMTS AL-ISLAM GUNUNGPATI Kafa Bihi Munib
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v7i2.3097

Abstract

Abstrak Dalam penelitian ini diajukan tiga hipotesis, yaitu terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar Fiqih, terdapat hubungan antara kecerdasan spiritual dengan prestasi belajar Fiqih, dan terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa secara bersamasama (simultan) dengan prestasi belajar Fiqih. Sebanyak 60 siswa (30%), dipilih dari 200 siswa dengan sampel random menjadi sampel penelitian ini. Untuk membantu proses pengumpulan data telah digunakan alat pengumpul data berupa tes, angket, dan dokumentasi. Selanjutnya, data terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis regresi, baik regresi sederhana maupun ganda.Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Ada hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar Fiqih siswa. (2) Ada hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan spiritual dan prestasi belajar Fiqih siswa. (3) Ada hubungan positif yang signifikan antara motivasi belajar dan kecerdasan intelektual secara bersama-sama terhadap prestasi belajar Fiqih siswa.Dengan kata lain, kedua variabel (kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa) saling berinteraksi dan mempengaruhi pada variabel prestasi belajar Fiqih siswa. Oleh karena itu, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa, sangat diperlukan perhatian yang serius, sebagai upaya peningkatan prestasi belajar Fiqih siswa MTs Al-Islam Gunungpati Kata kunci: Kecerdasan Emosional, Spiritual, Prestasi Belajar, dan mata pelajaran fiqih
AKTUALISASI PENDIDIKAN MODERASI BERAGAMA DI MADRASAH Muhamad Syaikhul Alim; Achmad Munib
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v9i2.5719

Abstract

Abstract: This article describes Religious Moderation Education in Islam, especially about the portrait and development of religious moderation education in madrasas. The crucial issues to be answered regarding moderation education in Islam in Madrasahs are (1) What is meant by religious moderation? (2) What are the characteristics of religious moderation in Islam? (3) and how is the portrait and development of religious moderation education in madrasas? To answer this problem, library research is carried out by exploring various literatures in the form of books, articles, journals, scientific opinions related to Islamic moderation to then be analyzed descriptively . The findings of this study include: Islamic moderation is understood as a balance between strong beliefs and tolerance in which there are Islamic values that are built on the basis of a straight and moderate mindset and not excessive. Madrasas are seen as one of the Islamic educational institutions that have succeeded in bringing moderate Islam in their educational praxis, therefore they deserve to be examples of religious moderation education for other educational institutions. To strengthen madrasas, they can develop mainstreaming of Islamic moderation, among others through: formulating a vision and mission oriented towards Islamic moderation, developing a comprehensive curriculum that incorporates Islamic moderation values, optimizing habituation and madrasa culture as a strategy for internalizing Islamic moderation character values, and developing programs strengthening Islamic moderation. Keywords: Education, Religious Moderation, Madrasah. Abstrak: Artikel ini memaparkan Pendidikan Moderasi Beragama dalam Islam khususnya tentang potret dan pengembangan pendidikan moderasi beragama di madrasah. Adapun permasalahan krusial yang hendak dijawab terkait pendidikan moderasi dalam Islam di Madrasah yakni (1) Apa yang dimaksud moderasi beragama? (2) Bagaimanakah karakteristik moderasi beragama dalam Islam? (3) dan bagaimanakah potret dan pengembangan pendidikan moderasi beragama di madrasah?Untuk menjawab masalah tersebut ditempuh penelitian kepustakaan (library research) dengan melakukan eksplorasi berbagai literatur baik berupa buku- buku, artikel, jurnal, opini ilmiah terkait moderasi Islam untuk kemudian dianalisis secara deskriptif. Temuan dari kajian ini antara lain: Moderasi Islam dipahami sebagai keseimbangan antara keyakinan yang kokoh dengan toleransi yang di dalamnya terdapat nilai-nilai Islam yang dibangun atas dasar pola pikir yang lurus dan pertengahan serta tidak berlebihan. Madrasah dipandang sebagai salah satu institusi pendidikan Islam yang berhasilmembawakan Islam moderat dalam praksis pendidikannyakarenanya layak menjadi contoh pendidikan moderasi beragama bagi institusi pendidikan lainnya. Untuk memantapkan madrasah dapat mengembangkan pengarusutamaan moderasi islam antara lain melalui: perumusan visi dan misi berorientasi moderasi Islam, pengembangan kurikulum yang komprehensif yang menginsersi nilai-nilai moderasi Islam, Optimalisasi habituasi dan budaya madrasah sebagai strategi internalisasi nilai-nilai karakter moderasi Islam, dan mengembangkan program penguatan moderasi Islam. Kata Kunci : Pendidikan, Moderasi beragama, Madrasah.
PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Imam Khoirul Ulumuddin
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v5i1.1977

Abstract

ABSTRAKPenanaman nilai-nilai pendidikan karakter di masing-masing lembaga pendidikan Islam tentunya tidak akan sama, karena lembaga satu dengan lainnya mempunyai visi dan misi yang berbeda, atas dasar visi dan misi itulah pendidikan karakter dibuat. Penelitian ini memfokuskan pada pelaksanaan penanaman nilai-nilai karakter di  MA Riyadlus Sholihin Al Islamy Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan penanaman nilai-nilai karakter di MA Riyadlus Sholihin Al Islamy Gunungpati yang notabenenya berada dinaungan Pondok Pesantren, nilai-nilai karakternya tidak jauh dari karakter pondok pesantren itu sendiri, yaitu melalui dzikir Rothib Al Hadad, jama’ah sholat Dhuha dan tartilan alQur’an yang dirangkai dalam kegiatan rutinitas harian sebelum KBM berlangsung.Kata Kunci:     pendidikan karakter, pondok pesantren, lembaga pendidikan Islam  AbstractImplementation of characteristic values in each Islamic education institute is never similiar, because an institute and others having their own vision and mision. Based on that vision and mision, characteristic education is made. The writer focus on the implementation of characteristic values and its application in MA Riyadlus Sholihin Al Islami, Ngijo, Gunungpati, Semarang using phenomenology kualitatif approach. The result of this study shows that the implementation of characteristic values in MA Riyadlus Sholihin Al Islamy which is its management under Pondok Pesantren, its characteristic values almost the same with its pondok pesantren itself, such as by dzikir Rothib Al Hadad, praying Dhuha together and reciting Al Quran which conduct as daily activity before teaching learning process.Keywords: characteristic education, pondok pesantren, Islamic education institute
PERANAN KREATIVITAS PENDIDIK DALAM MENGAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) KONTEKS MASA KINI Mar'atul Lutfiyah
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v5i2.2610

Abstract

AbstractIn this era of development, the prosperity and glory of society depends oncreativity, in the form of new ideas, new discoveries and new technologies.To achieve this, attitude and creative behavior need to be planted early.Educator creativity is an important thing in learning and can be an entrypoint in an effort to improve student learning outcomes. Learning behaviorsreflected by educators tend to be less meaningful if they are not rewardedwith creative ideas or ideas and learning behaviors. Traditional and modernIslamic Education Learning is also part of the creativity carried out byeducators. Religious educators have an important position and role in thelearning process and character formation of students.Keywords:Teacher creativity and Teaching Islamic Education.AbstrakDalam era pembangunan ini, kesejahteraan dan kejayaan masyarakatbergantung pada kreativitas, berupa ide-ide baru, penemuan-penemuan barudan teknologi baru. Untuk mencapai hal ini, perlu sikap pemikiran danperilaku kreatif ditanam sejak dini. Kreativitas pendidik merupakan halpenting dalam pembelajaran dan dapat menjadi pintu masuk dalam upayameningkatkan pencapaian hasil belajar peserta didik. Perilaku pembelajaranyang dicerminkan oleh pendidik cenderung kurang bermakna apabila tidakdiimbanngi dengan gagasan atau ide dan perilaku pembelajaran yang kreatif.Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang tradisional maupun modernjuga merupakan bagian dari kreativitas yang dilakukan oleh pendidik.Pendidik agama memiliki posisi dan peran penting dalam prosespembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.Kata Kunci: Kreativitas Pendidik dan Pembelajaran Pendidikan AgamaIslam
NILAI-NILAI PENDIDIKAN TAUHID IMAM AHMAD BIN HAMBAL Ali Imron
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v9i1.3935

Abstract

Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan nilai-nilai pendidikan tauhid Imam Ahmad bin Hanbal. Hal ini dilakukan karena selama ini Imam Ahmad bin Hambal lebih popular sebagai ulama Hadits dan atau ulama fiqih. Di sisi lain proses pendidikan yang dialami dan terima oleh Imam ahmad bin Hanbal jarang terungkap dalam kajian secara khusus termasuk kajian tentang nilai-nilai pendidikan tauhidnya. Peneliti melakukan kajian kualitatif pustaka terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan nilai-nilai Pendidikan Tauhid dan dihubungkan dengan Imam Ahmad bin Hambal. Berdasarkan analisis deskriptif yang dilakukan ditemukan hasil bahwa bahwasannya pendidikan tauhid merupakan proses penanaman ketauhidan atas keesaan Allah SWT. Ini penting untuk ditanamkan kepada manusia khususnya umat Islam dari sejak dini sekalipun. Imam Ahmad bin Hanbal sebagai salah satu ulama fiqh memiliki pendapat yang tidak jauh berbeda dengan ulama fiqih lainnya tentang tauhid dan nilai-nilai pendidikan tauhid. Hal ini dipertegas dalam peryataannya yaitu beriman hanya kepada Allah SWT, yakin atas keesaan Allah dan Allah pencipta alam semesta, serta percaya akan nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT yang ada di dalam Al-Qur’an. Nilai-nilai pendidikan tauhid Imam Ahmad bin Hanbal dapat dikelommpokkan menjadi tiga nilai utama yaitu: nilai-nilai perilaku seorang muslim dalam hubungannnya kepada Allah SWT, diri sendiri dan kepada sesama manusia. Kata Kunci: Nilai-Nilai Pendidikan, Tauhid, Imam Ahmad bin Hambal Abstract This paper aims to describe the values of tauhid education from the perspective of Imam Ahmad bin Hanbal. This is done because during this time Imam Ahmad bin Hambal is more popular as a scholar of Hadith and / or scholar of fiqh. On the other hand, the educational process experienced and received by Imam Ahmad bin Hanbal is rarely revealed in specific studies including studies on the values of his tawhid education. The researcher conducted a qualitative literature review of various literatures related to the values of Tawheed Education and associated with Imam Ahmad bin Hambal. Based on the descriptive analysis carried out, it was found that tauhid education is a process of cultivating monotheism on the oneness of Allah SWT. This is important to instill in humans, especially Muslims from an early age. Imam Ahmad bin Hanbal as one of the scholars of fiqh has an opinion that is not much different from other fiqh scholars about tawhid and the values of tawhid education. This is emphasized in his statement, namely believing only in Allah SWT, believing in the oneness of Allah and Allah who is the creator of the universe, and believing in the names and attributes of Allah SWT that are in the Al-Quran. The values of Imam Ahmad bin Hanbal's monotheistic education can be grouped into three main values, namely: the values of the behavior of a Muslim in relation to Allah SWT, himself and to fellow humans. Keywords: Educational Values, Tawheed, Imam Ahmad bin Hambal
Manifestasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Lingkungan Keluarga Rochmad, Rochmad
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v11i1.8405

Abstract

Islamic Religious Education is expected to be able to produce human beings who are always trying to perfect faith, piety, and have noble character, noble character includes ethics, character, or morals as a manifestation of Education. Within the family there is also a process of internalizing Islamic Education Values, namely the process of transferring behavior that is controlled externally to behavior that is controlled internally. Where everything can be done through the habituation process. So habituation does not only stop at school, but is also applied at home. If at school the teacher is the controller, then when at home the task is transferred to the parents. Even when the child has not yet entered school, this task has become the obligation of the parents. With the inductive method, parents place more emphasis on understanding than coercion without reason and focus children's attention on the consequences that can impact themselves, others, and the environment, so parents have been able to provide moral nutrition to help contribute to the success of character education.

Page 10 of 14 | Total Record : 140