cover
Contact Name
Laila Ngindana Zulfa
Contact Email
progress@unwahas.ac.id
Phone
+62248505680
Journal Mail Official
progress@unwahas.ac.id
Editorial Address
PKPI2 FAI Universitas Wahid Hasyim JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia Handphone: +626281327592589 Email: pkpi2@unwahas.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas
ISSN : 23386878     EISSN : 26203243     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/pgrs
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas — if translated into English: Progress Journal: A Medium for Creativity and Intellectuality — published by the Center for the Study and Development of Islamic Sciences or called “Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman” (PKPI2) of Islamic Faculty, Wahid Hasyim University Semarang as a medium for the development of Islamic education sciences, include: teacher training and contemporary thoughts on Islamic education, also moderate and multicultural Islamic education.
Articles 140 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN READING DAN WRITING NARRATIVE TEXT DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING di KELAS XI IPA1 SMA NEGERI 2 REMBANG Nurur Rasyidah
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v4i1.1728

Abstract

Keterampilan membaca dan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang perlu mendapat perhatian dalam pembelajaran di sekolah. Permasalahan dalam proses pembelajaran di lokasi penelitian yakni rendahnya semangat dan motivasi belajar siswa, kurang adanya kerjasama antar siswa dalam kelas untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu dalam pembelajaran. Fenomena tersebut memotivasi peneliti untuk mengadakan penelitian tindakan kelas yakni untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran reading dan writing narative text pada siswa kelas XI IPA1 SMA Negeri 2 Rembang dengan menggunakan model cooperative learning”. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap siklus I dan siklus II. Hasil tes keterampilan membaca dan menulis narrative text siswa pada siklus I secara klasikal mencapai nilai rata-rata 75%. Persentase ketuntasan yang dicapai pada siklus I masih belum memenuhi batas ketuntasan yang ditentukan, yaitu 100%, oleh karena itu, masih diperlukan perbaikan pada siklus II. Setelah dilaksanakan perbaikan pada siklus II maka diperoleh hasil tes keterampilan menulis dan membaca narrative text secara klasikal mencapai nilai rata-rata 81.74 atau berkategori baik dan telah mencapai ketuntasan sebesar 100% sesuai dengan indikator kinerja yang direncanakan. Rata-rata nilai pada siklus II ini menunjukkan peningkatan sebesar 4.01 poin dibandingkan dengan rata-rata nilai pada siklus I dan dibandingkan dengan rata-rata nilai pada prasiklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan siswa dalam membaca dan menulis narrative text telah mencapai target ketuntasan 100%                Kata Kunci: Hasil belajar, Reading dan writing Narrative text, Cooperative Learning
REAKTUALISASI KHASANAH KEWIRAUSAHAAN PERSPEKTIF TIONGHOA MUSLIM Moh Syakur; Muhammad Faiq
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v8i2.3960

Abstract

Abstract In the global economy, ethnic Chinese entrepreneurship strategy is one of the concepts of a mature economy. In fact, china is now one of the largest economic powers in the World. No wonder indonesia has a direct influence on the economic impact of China. One of the effects is that the majority of indonesia's growing economy is controlled by ethnic Chinese. Therefore, it is necessary to look at the entrepreneurial benefits carried out by ethnic Chinese who convert to Islam. Keywords: Entrepreneurship, Chinese, Islam Abstrak Dalam ekonomi global, strategi kewirausahaan etnis Tionghoa merupakan salah satu konsep perekonomian yang sudah matang. Bahkan, kini negara China merupakan salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Dunia. Tak heran jika negara Indonesia mendapat pengaruh secara langsung dampak perekonomian dari China. Salah satu dampaknya adalah mayoritas perekonomian yang berkembang di Indonesia dikuasai oleh etnis Tionghoa. Untuk itu, perlu kiranya melihat khasanah kewirausahaan yang dilakukan oleh etnis Tionghoa yang memeluk agama Islam. Kata kunci: Kewirausahaan, Tionghoa, Islam
RELEVANSI PENILAIAN SIKAP PADA MATA PELAJARAN PAI BP DENGAN PERUBAHAN KARAKTER SISWA Ermiyanto Ermiyanto; Wahidah Fitriani
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v10i2.7562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut bagaimana relevansi diantara penilaian sikap pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) terhadap perubahan karakter pada siswa berdasarkan data-data beserta tinjauan pustaka dan penelitiansebelumnya yang telah penulis petakan dan kumpulkan, Pada penelitian ini, penulis menggunakan jenis pendekatan penelitian berupa penelusuran pustaka atau yang lebih dikenal dengan Library Research. Pada penelitian ini, penulis melakukan pengumpulan data dan kemudian melakukan kajian serta meneliti bahan bacaan yang relevan terhadap relevansi penilaian sikap pada mata pelajaran PAI BP dengan perubahan karakter siswa. Mengenai relevansi atau hubungan diantara perubahan karakter siswa dengan penilaian sikap pada mata pelajaran PAI BP selalu ada dan keduanya akan saling memengaruhi. Dimana penilaian sikap pada mata pelajaran PAI BP dapat memberikan pengaruh dan relevan terhadap perubahan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pada perubahan karakter siswa jika ditinjau relevansinya dari penilaikan sikap mata pelajaran PAI BP disimpulkan bahwa keduanya memiliki hubungan dan mata pelajaran PAI BP secara langsung relevan terhadap perubahan karakter seorang siswa. Karena perubahan karakter seseorang muncul dari sebuah kebiasaan dan aktfitas baik yang dipelajari dan diperaktekkan dalam waktu yang lama serta adanya teladan dari lingkungan sekitar.   Kata Kunci: Perubahan Karakter, Penilaikan Sikap, PAI BP. 
Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Berbahasa Jawa (Geguritan) Melalui Media VCD Peristiwa Menyentuh Hati dan Teknik Tangpitu (tangkap, pikir, tulis) pada Siswa Kelas IXA SMP Negeri 1 Weleri Tahun Ajaran 2012/2013 Romdonah .
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v1i1.1427

Abstract

Berdasar kurikulum Mulok bahasa Jawa, melalui pembelajaran bahasa Jawa diharapkan siswa terampil mengemukakan gagasan dan perasaannya secara lisan maupun tulis melalui pengembangan keterampilan imajinatif. Salah satu keterampilan imajinatif tersebut yakni menulis puisi berbahasa Jawa (geguritan). Kenyataan di lapangan menunjukkan siswa kelas IXA SMP Negeri 1 Weleri pada tahun ajaran 2012/2013 banyak yang mengalami kesulitan dalam menulis geguritan. Kesulitan tersebut berupa pengembangan imajinasi terhadap peristiwa yang dialami dan dilihatnya. Kondisi awal menunjukkan dari 27 siswa, baru 14 siswa yang dapat menulis geguritan dengan baik. Ini berarti ketuntasan belajar belum tercapai karena ketuntasan baru 51,83%, sedangkan ketuntasan belajar dikatakan tercapai jika sebesar 85%. Rendahnya keterampilan siswa dalam menulis geguritan dikarenakan kurangnya pemahaman siswa tentang geguritan dan cara penulisannya serta guru tidak menggunakan media dan teknik pembelajaran yang dapat menumbuhkan kreativitas dan mempermudah pengimajinasian peristiwa. Berdasar hal tersebut, dalam penelitian ini dikaji dua permasalahan, yakni: (1) berapa besar peningkatan keterampilan menulis puisi berbahasa Jawa (geguritan) siswa kelas IXA SMP Negeri 1 Weleri tahun ajaran 2013/2013 dengan menggunakan media VCD peristiwa menyentuh hati dan teknik tangpitu (tangkap, pikir, tulis)? dan (2) bagaimana perubahan perilaku belajar siswa kelas IXA SMP Negeri 1 Weleri tahun ajaran 2013/2013 setelah digunakan media VCD peristiwa menyentuh hati dan teknik tangpitu (tangkap, pikir, tulis)? Sesuai dengan permasalahan, penelitian ini bertujuan menentukan besaran peningkatan keterampilan menulis puisi berbahasa Jawa (geguritan) siswa kelas IXA SMP Negeri 1 Weleri tahun ajaran 2013/2013 dengan menggunakan media VCD peristiwa yang menyentuh hati dan teknik tangpitu (tangkap, pikir, tulis) dan mendeskripsi perubahan perilaku belajar siswa kelas IXA SMP Negeri 1 Weleri tahun ajaran 2013/2013 setelah digunakan media VCD peristiwa menyentuh hati dan teknik tangpitu (tangkap, pikir, tulis). Dari analisis data secara kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis geguritan dengan menggunakan media VCD peristiwa yang menyentuh hati dan teknik tangpitu (tangkap, pikir, tulis). Pada tahap pra-siklus nilai rata-rata hasil tes mencapai 77,56. Hal tersebut meningkat sebesar 63,95% pada siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 82,52. Kekurangan pada siklus I adalah kurang maksimalnya siswa dalam menghayati isi. Pada siklus II hasil tersebut meningkat sebesar 51,99% dengan nilai rata-rata sebesar 86,81. Dari analisis data secara kualitatif diperoleh hasil sebagian besar siswa tertarik dengan teknik dan media yang digunakan dalam penelitian ini. Berdasar hasil penelitian, peneliti menyarankan guru dapat menggunakan menggunakan media VCD peristiwa yang menyentuh hati dan teknik tangpitu (tangkap, pikir, tulis) dalam pembelajaran menulis geguritan agar mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis geguritan. Kata kunci: keterampilan menulis, geguritan, media VCD peristiwa menyentuh hati dan teknik tangpitu (tangkap, pikir, tulis)
PENERAPAN KONSEP ṬŪLU AZ-ZAMĀN MENURUT AZ-ZARNUJI DI PONDOK PESANTREN ASMA’ CHUSNA KRANJI KEDUNGWUNI PEKALONGAN Mokhamad Miptakhul Ulum
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i2.2539

Abstract

AbstractImplementation of education that is very instant and commercial candamage the process of character building of the nation so that in the longterm make education not as a means of social reconstruction but socialdeconstruction. It is necessary that there is a long process in learning so thereis no moral decadence. The concept ofṭūluaz-zamān in the Ta‘līm alMuta‘allim according to Az-Zarnuji is very important as a terms of studying.Az-Zarnuji combines ṭūluaz-zamān with żaka' (intelligent), ḥirṣin,(willingness), iṣṭibārin (patient), bulgatin (money) and irsyādiustāżin(teacher guidance) as an inseparable entity to produce learners qualified andable to understand about the process of seeking knowledge both formal,informal and nonformal. Ṭūluaz-zamān is important for students to cultivateblessings but must be accompanied by khidmah (devotion), ta'allum(learning) and ta'alluq bi syaikh (relationship with the teacher).Kata Kunci: Ṭūlu az-zamān , Ta‘līm al-Muta‘allim, Az-ZarnujiAbstrakPenyelenggaraan lembaga pendidikan yang sangat instan dankomersial dapat merusak proses pembentukan karakter bangsa sehinggadalam jangka panjang menjadikan pendidikan bukan sebagai saranarekonstruksi sosial tapi dekonstruksi sosial. Proses pendidikan yang lamadalam menimba ilmu sangat penting agar tidak terjadi dekadensi moral.Konsepṭūlu az-zamān dalam kitab Ta‘līm al-Muta‘allim menurut Az-Zarnujisangat penting sebagai syarat menuntut ilmu. Az-Zarnujimengkombinasikanṭūlu az-zamān dengan żaka’ (cerdas), ḥirṣin, (kemauan),iṣṭibārin (sabar), bulgatin (ada uang) dan irsyādi ustāżin (bimbingan guru)sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan untuk menghasilkan pesertadidik yang berkualitas dan mampu memahami tentang proses mencari ilmubaik formal, informal maupun nonformal. Tulu az-zaman itu penting bagisantri untuk menumbuhkan berkah namun harus di sertai dengankhidmah(pengabdian), ta’allum (belajar) dan ta’alluq bi syaikh (hubungan dengankyai).Kata Kunci: Ṭūluaz-zamān,Ta‘līm al-Muta‘allim, Az-Zarnuji
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI JAWA (Kajian Historis Pendidikan Islam dalam Dakwah Walisanga) Erry Nurdianzah
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v8i1.3440

Abstract

Abstract This article discusses the value of Islamic education in the Javanese tradition left by Walisanga. Islamic education through walisanga propaganda can be said as a unique education, because Islamic education at the time of Walisanga often used traditions that already existed in the life of the Javanese community in general as a medium for conveying messages which might be completely different if we look at how Islam in Mecca. Therefore do not be surprised if the continuity of the tradition left by Walisanga is still felt or preserved to this day, this is certainly inseparable from the values contained in every ritual of religious traditions left by Walisanga. In general, the value of Islamic education in the legacy of Walisanga includes issues of faith and social life. Keywords: Values, Islamic Education, Tradition Abstrak Artikel ini membahas mengenai nilai pendidikan Islam dalam tradisi Masyarakat Jawa yang ditinggalkan oleh Walisanga. Pendidikan Islam melalui dakwah walisanga boleh dikatakan sebagai pendidikan yang unik, sebab pendidikan Islam pada masa Walisanga kerap menggunakan tradisi yang sudah ada di dalam kehidupan Masyarakat Jawa pada umumnya sebagai media penyampai pesan yang hal ini barangkali samasekali berbeda jika kita lihat bagaimana Islam di Makkah. Oleh karenanya tidak heran jika keberlangsungan tradisi yang ditinggalkan oleh Walisanga masih dirasakan atau dilestarikan sampai saat ini, hal ini tentunya tidak terlepas dari nilai-nilai yang terkandung dalam setiap ritual tradisi keagamaan yang ditinggalkan oleh Walisanga. Pada umumnya nilai pendidikan Islam dalam tradisi peninggalan Walisanga meliputi masalah keimanan serta berkehidupan social. Kata Kunci: Nilai, Pendidikan Islam, Tradisi
STUDI KOMPARATIF ANTARA PENDEKATAN KONTEKSTUAL DAN METODE CERAMAH TERHADAP KEMAMPUAN RANAH KOGNITIF PEMBELAJARAN FIQIH MATERI HAJI DAN UMRAH DI MTS AL- ISLAM GUNUNGPATI Achmad Munib
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v10i1.4501

Abstract

Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Dalam pembelajaran, tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Proses pembelajaran perlu dilakukan dengan tenang dan menyenangkan, hal tersebut tentu saja menuntut aktivitas dan kreatifitas guru dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Proses pembelajaran dikatakan efektif apabila seluruh peserta didik terlibat secara aktif, baik mental, fisik maupun intelektualnya. Pendekatan kontekstual adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang mengapresiasi kemampuan siswa secara optimal, dengan ilustrasi bahwa siswa mengalami peristiwa yang dipelajari secara nyata. Sementara metode ceramah adalah sebuah metode pembelajaran yang acap kali menjadi pilihan utama, karena kepraktisan dalam penyampainya. Penelitian ini difokuskan pada hasil nilai ranah kognitif siswa melalui perbandingan penggunaan pendekatan kontekstual dan metode ceramah di Mts Al-Islam Gungngpati. Dengan mengambil subjek penelitian siswa kelas VIII. Metode yang dipakai dalam pengumpulan data adalah metode observasi dan tes. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah teknik statitistik diskriptif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan, Terdapat perbedaan yang signifikan antara pendekatan kontekstual dan metode ceramah terhadap kemampuan ranah kognitif dalam pembelajaran Fiqih materi Haji dan Umrah di Mts Al-Islam Gungngpati, dengan indek perbedaan 3.51. Artinya data hasil belajar fiqih siswa dari ranah kognitif yang diajar dengan pendekatan pembelajaran kontekstual di Mts Al-Islam Gunungpati dan siswa yang diajar dengan metode ceramah di Mts Al-Islam Gunungpati berdistribusi normal dan mempunyai varians yang homogen maka pengujian hipotesis menggunakan uji-t . Hasil yang diperoleh adalah thitung = 3.51 dan ttabel diperoleh = 2,030 pada α = 0,05. Karena thitung (3.51) > ttabel (2,030), sehingga berdasarkan kriteria pengujian berarti H0 )Hipotesis Nol) yang berbunyi ‘tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pendekatan kontekstual dan metode ceramah terhadap kemampuan ranah kognitif dalam pembelajaran Fiqih materi Haji dan Umrah di Mts Al-Islam Gunungpati ditolak dan H1 (Hipotesis Alternatif) yang berbunyi ‘terdapat perbedaan yang signifikan antara pendekatan kontekstual dan metode ceramah terhadap kemampuan ranah kognitif dalam pembelajaran Fiqih materi Haji dan Umrah di Mts Al-Islam Gunungpati diterima. Hasil analisis uji t tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar Fiqih siswa kelas VIII d MTs Mts Al-Islam Gunungpati yang diajar dengan pendekatan kontekstual (CTL) lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar Fiqih siswa kelas VIII di Mts Al-Islam Gunungpati yang diajar dengan metode ceramah atau dengan kata lain bahwa pendekatan kontekstual (CTL) lebih efektif digunakan untuk mengajarkan materi Fiqih pokok bahasan Haji dan Umrah kepada siswa kelas VIII MTs. Kata kunci: Pendekatan Kontesktual, Metode Ceramah, dan ranah Kognitif
AKTUALISASI KEGIATAN BELA NEGARA DI SEKOLAH Kholfan Zubair Taqo Sidqi
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i1.2209

Abstract

AbstrakSekolah bukan hanya tempat sekedar menuntut ilmu pada dimensi formal saja. Sekolah sebagai tempat untuk belajar, beraktualisasi, serta bersosialisasi sebagai bagian dari kebutuhan peserta didik. Jika sekolah hanya tempat untuk menuntut ilmu dan mendapat ijazah, maka persepsi tersebut kurang tepat. Banyak sekali kontribusi sekolah bagi generasi muda Indonesia. Segala aspek formal keilmuan mereka dapatkan di sekolah. Lebih dari itu,  sekolah sebagai kawah candradimuka, atau  lembaga pendidikan formal memiliki tugas penting dalam rangka menyiapkan generasi muda yang siap pakai. Sekolah juga sebagai wahana untuk mendidik para anak bangsa menjadi bertaqwa,terampil, berbudi pekerti luhur, cinta tanah air, serta sehat jasmani dan rohani. Penyelenggaraan bela negara di sekolah disadari atau tidak direalisasikan  melalui pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, upacara bendera, penyelenggaraan ibadah di sekolah, kegiatan ekstrakulikuler seperti Pramuka, PMR, Karawitan, seni tari,  sebagai  kegiatan yang sarat bermuatan pembentukan karakter, kepedulian kepada sesama, serta kecintaan kepada budaya asli nusantara. Tentunya sekolah telah menyelenggarakan kegiatan bermuatan bela negara sesuai dengan usia, fisik, psikhis, peserta didik. Kata kunci: Aktualisasi, Bela Negara, dan Sekolah  AbstractSchool is not just a place to study science in the formal dimension only. School as a place to learn, actualize, and socialize as part of the needs of learners.If the school is just a place to study.and get a diploma, then the perception is less precise. Lots of school contribution for the young generation of Indonesia. All formal aspects of scholarship they get in school.Moreover, the school as a crater candradimuka, or formal educational institution has an important task in order to prepareyoung generation ready to use. The school is also a vehicle to educate the children of the nation to become devoted, skilled, virtuous noble character, love the homeland, andas well as physically and mentally healthy. The organization of state defense in schools is realized or not realized through religious education, civic education, ceremony of flag, organizing worship in schools, extracurricular activities such as Scouting, Youth Redcross, Karawitan, dance, as a loaded activitywhich is full of character formation, caring for others, and love for indigenous cultureindigenous culture of archipelago. Obviously the school has organized activities defending the state according to age, physical, psychological, learners.Keywords: Actualization, State Defense, and School
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM HADIS-HADIS AKIKAH Nurul Azizah
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v7i1.2725

Abstract

AbstracAkikah is a form of parental love and the provision of the first education for children. The marriage practiced by the Jahiliyah in ancient times was replaced by the Prophet with the practices of Islamic marriage andcontained educational value in it. This study focused on the akikah traditionscontained in the book of hadith mu'tabar. This research is a qualitativeresearch in the form of a research library that collects data from relevantbooks. The purpose of this study is to find out the akikah rituals contained inthe hadith of marriage, and to know the value of Islamic education containedin it.This research shows that the akikah hadith narrated by Abi Buraidah,Ali, Samurah, and 'Aisyah contain several rituals, including: cutting a child'shair, smearing his hair with za'faran oil, alms as heavy as hair that has beencut, named, tahnik, and akikah. From this practice, akikah contains values ofIslamic education, including: faith education, moral education, healtheducation, social education, psychology education, and beauty education.Key Word: Islamic Education, Hadits AkikahAbstrakAkikah merupakan bentuk kasih sayang orang tua dan pemberianpendidikan pertama bagi anak. Akikah yang dipraktekkan orang Jahiliyahpada zaman dahulu diganti oleh Rasulullah dengan praktik-praktik akikahislami dan mengandung nilai pendidikan di dalamnya. Penelitian inidifokuskan pada hadis-hadis akikah yang terdapat dalam kitab hadismu’tabar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berupalibraryresearchyang mengumpulkan data-data dari buku-buku yang relevan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ritual-ritual akikah yang terdapatdalam hadis akikah, serta untuk mengetahui nilai pendidikan Islam yangterdapat di dalamnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa hadis akikah yang diriwayatkan oleh Abi Buraidah, Ali, Samurah, dan ‘Aisyah mengandung beberapa ritual, di antaranya: memotong rambut anak, melumuri rambutnyadengan minyak za’faran, sedekah seberat rambut yang telah dipotong, diberinama, tahnik, dan akikah. Dari praktik tersebut, akikah mengandung nilai-nilai pendidikan Islam, di antaranya: pendidikan keimanan, pendidikan akhlak, pendidikan kesehatan, pendidikan sosial, pendidikan psikologi, dan pendidikan keindahan.Kata Kunci: Pendidikan Islam, Hadis Akikah.
MODEL PENDIDIKAN ISLAM NUSANTARA Inayah Inayah
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v9i2.5335

Abstract

The development of Islamic education in Indonesia, among others, is marked by the gradual emergence of various educational institutions, ranging from very simple ones, to stages that are considered modern and complete. The research method in this article is qualitative with library research. Literature research through library research based on literature. This study aims to photograph the model of Islamic education in the archipelago. The results of this study indicate that changes in Islamic educational institutions, both classical and modern; starting from homes, mosques, Islamic boarding schools, schools to boarding schools and Islamic universities is a metamorphosis of Islamic educational institutions in the archipelago.

Page 11 of 14 | Total Record : 140