cover
Contact Name
Laila Ngindana Zulfa
Contact Email
progress@unwahas.ac.id
Phone
+62248505680
Journal Mail Official
progress@unwahas.ac.id
Editorial Address
PKPI2 FAI Universitas Wahid Hasyim JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia Handphone: +626281327592589 Email: pkpi2@unwahas.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas
ISSN : 23386878     EISSN : 26203243     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/pgrs
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas — if translated into English: Progress Journal: A Medium for Creativity and Intellectuality — published by the Center for the Study and Development of Islamic Sciences or called “Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman” (PKPI2) of Islamic Faculty, Wahid Hasyim University Semarang as a medium for the development of Islamic education sciences, include: teacher training and contemporary thoughts on Islamic education, also moderate and multicultural Islamic education.
Articles 140 Documents
KONSEP MOTIVASI, PERILAKU, DAN PENGALAMAN PUNCAK SPIRITUAL MANUSIA DALAM PSIKOLOGI ISLAM Nur Rois
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v7i2.3096

Abstract

Abstrak Madzhab psikologi modern yang positivistik diintegrasikan dengan pendekatan al-Qur’an yang hanya digunakan secara esoteric dan memiliki fungsi justifikatif, justru menimbulkan anomali baru. Oleh karena itu, psikologi Islam datang untung memberikan konsep baru berkaitan dengan tingkah laku dan fenomena yang terjadi pada manusia. Tulisan ini akan mengkaji konsep motivasi, perilaku, dan puncak pengalaman spiritual manusia yang ditinjau dari psokologi Islam. Psikologi Islam memberikan konsep bahwa motivasi dipengaruhi oleh Fitrah Ruhaniyah akan menentukan sikap mental dan perilaku seseorang. Perilaku manusia yang berbasis pada Fithrah Ruhaniyah yaitu suatu sikap menerima nilai-nilai kebenaran yang tidak hanya melalui akal pikiran, dan dicapai dengan jalan Tazkiyah al-Nafs akan melahirkan perilaku luhur, manusiawi, damai. Spiritual dalam Islam merupakan kualitas ruhani yang khas pada diri mausia seperti ma’rifah, cinta, hasrat mencari kepada Allah, ilmu, ihsan, ikhlas, cinta, taubah, tawakkal, dan jujur. Kata Kunci: Motivasi, Perilaku, Pengalaman Spiritual Psikologi Islam
PENDIDIKAN KARAKTER ISLAM DALAM KELAS BAHASA INGGRIS DI UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG Ulya Himawati
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v9i2.5567

Abstract

Pendidikan karakter dalam islam biasa dikenal dengan pendidikan akhlak. Pendidikan akhlak tersebut sudah diperkenalkan oleh Allah SWT melalui perilaku Rasulullah SAW. pada universitas bercorak islami seperti Universitas Wahid Hasyim. Universitas yang tidak hanya berfokus pada ilmu pegetahuan semata namun juga menanamkan karakter islami Ahlussunah Wal Jama’ah guna menunjang kemampuan hardskill serta softskill mahasiswanya untuk mempersiapkan kebutuhan dan persaingan pada era mendatang. Sejalan dengan prinsip NU yang telah merumuskan beberapa prinsip dalam hal mengantisipasi persoalan sosial keagamaan, yaitu tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawasut (moderat), ta’adul (keadilan), dan amar ma’ruf nahi munkar. Sejalan dengan prinsip tersebut penelitian ini mengupas tentang bagaimana penerapan atau implementasi pendidikan karakter islam dalam kelas bahasa Inggris. Diketahui bahwa bahasa Inggris adalah bahasa universal. Bahasa yang dimiliki oleh barat, sehingga bahasa tersebut akan secara tidak langsung akan terpengaruh oleh budaya barat. Oleh karenanya, misi universitas wahid hasyim yang Ahlussunah Wal Jama’ah dan mempertimbangkan akhlak dari Rasulullah, peneliti menggabungkan karakter tersebut untuk mengetahui seberapa jauh penggunaan pendidikan karakter Islam pada universitas wahid hasyim. Hasil dari penelitian ini adalah dosen telah menerapkan pendidikan karakter Islam dalam kelas bahasa Inggris.  Sehingga mahasiswa mendapatkan karakter islam dalam kelas yang sejalan dengan misi universitas. Namun, pendidikan karakter islam yang diterapkan oleh dosen saat ini masih berbeda-beda dalam penyampaian, sehingga hasilnya juga berbeda. Hal inilah yang mendasari peneliti memberikan Focus Group Discussion yang kemudian disepakati untuk pertemuan rutin sebelum semester dimulai. Kemudian dosen-dosen juga menginginkan kolaborasi pembuatan modul yang sesuai dengan karakter Islam yang ada di lingkup universitas wahid hasyim.  Sehingga tidak ada perbedaan penyampaian dan hasil dari penerapan pendidikan karakter islam dalam kelas bahasa Inggris.
PENANAMAN NILAI – NILAI NASIONALISME DALAM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG Nur Rois
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v5i1.1976

Abstract

Abstrak Nasionalisme merupakan suatu konsep yang meletakan kesetiaan tertinggi seseorang kepada suatu negara atau dapat pula diartikan bahwa nasionalisme adalah kesadaran akan ketidaksamaan asasi antara penjajah dan si terjajah. Nilai nilai nasionalisme di Indonesia pada dasarnya merupakan perspektif dari nilainilai Pancasila. Penanaman nilai-nilai nasionalisme bersifat menyeluruh bagi semua kalangan masyarakat termasuk instansi-instansi atau lembaga-lembaga yang termasuk di dalamnya. Salah satu lembaga pendidikan nonformal di Indonesia yang diakui eksistensinya oleh pemerintah adalah pondok pesantren. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemaknaan penanaman nilai-nilai nasionalisme dalam lingkup kehidupan sehari-hari di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Susukan Kab. Semarang dibuktikan melalui kegiatan-kegiatan seperti Pengajian Kitab Bandongan, Bahtsul Masa’il, kerja bakti bersama, kegiatan perkoperasian, diskusi bersama, konsultasi, dan kegiatan latihan pramuka yang diikuti oleh santri.Kata Kunci : nasionalisme, nilai-nilai nasionalisme, dan pondok pesantren. AbstractNationalisme is a concept which puts someanes’ highest loyality to a country or can be called that nationalism is a awareness about unbalance basic right behween colonizer and the colonized. The nationalism values in indonesia is a perspective from five princples (Pancasila) values. The implementation of national value is comprehensive for all community elements induding agenaes recoginized by the goverment is pondok pesantren. The result of this study shaws that the meaning of implementation of nationalsm values in daily life in Pondok Pesantren Mifathul Ulum Susukan Ungaran Semaramng proved by activities on discussing religion studies Bandangan (Kitab Bandongan), bahtsul Masa’il, Community service in pondok, cooperatives activity, consultation and baysout activity.Keywords: Nationalism, Nationalism Values and Pondok Pesantren
PENDIDIKAN AKHLAK IBNU MASKAWAIH KONSEP DAN URGENSINYA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER DI INDONESIA Nurul Azizah
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v5i2.2609

Abstract

AbstrakIbn Makawaih is a philosopher who focuses on morals. The concept ofmorality is centered on the self-approach to God and the psychologicalapproach is a reference for many education practitioners. Miskawaihbusiness is to bring together Islamic teachings with ethical theories inphilosophy, making the concept of morality initiated morecomprehensive. There are three important things that can be understoodas moral education material, namely: things that are obligatory for theneeds of the human body, things that are obligatory for the soul andthings that are obligatory for their relationship with fellow human beings.Ibn Miskawaih in his character concept emphasizes psychological andreligious aspects to improve the quality of one's character. The locationof the importance of psychology in education has long been recognizedby modern education experts. In modern education known as EducationalPsychology with various variants of the method.Ibnu Makawaih adalah filosof yag memusatkan perhatiannya terhadapakhlak. Konsep akhlaknya terpusat pada pendekatan diri terhadap tuhandan pendekatan psikologi menjadi rujukan banyak para praktisipendidikan. Usaha Miskawaih adalah mempertemukan ajaran syariatislam dengan teori-teori etika dalam filsafat menjadikan konsep akhlakyang digagasnya lebih komperehensif. Ada tiga hal penting atau pokokyang dapat dipahami sebagai materi pendidikan akhlaknya, yaitu: hal-halyang wajib bagi kebutuhan tubuh manusia, hal-hal yang wajib bagi jiwadan hal-hal yang wajib bagi hubungannya dengan sesama manusia. IbnuMiskawaih dalam konsep karakternya menekankan aspek kejiwaan danagama untuk meningkatkan kualitas karakter seseorang. Letakpentingnya ilmu kejiwaan dalam dunia pendidikan sudah lama disadarioleh ahli pendidikan modern. Dalam pendidikan modern dikenal ilmuPsikologi Pendidikan dengan pelbagai varian metodenya.Key Word: Pendidikan Karakter Ibnu Maskawaih, Karakter Indonesia.
REFLEKSI PENDIDIKAN LITERASI DALAM SURAT ALKAHFI AYAT 109 DAN RELEVANSINYA DI INDONESIA Hadi Susilo
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v9i1.3841

Abstract

In forming literate souls in students, it is not as easy as turning your palms. Therefore, through literate mental education, children will apply to their souls. Some of the methods used include the method of habituation, exemplary and so on.Now we see the level of Indonesian literacy research entitled World's Most Literate Nations Ranked, conducted by Central Connecticut State University, Indonesia is ranked 60th out of 61 countries regarding interest read. By exploring the verses of the Qur'an, Surat al-Kahf, verse 109, it will reveal an extraordinary literacy message that can be implemented in the world of education today. The role of educators in shaping a literate spirit is not only in conveying ways, but also by giving examples, and doing good habituation. The amount of knowledge, information, said Allah, requires a literate soul so that one can always seek the scientific information needed and according to what is desired.
Analisis Surat-Surat RA. Kartini Atas Pemikiran Pendidikan Perempuan dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam dalam Keluarga Nurochman, Nurochman; Ali, Mudzakkir
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v11i1.8334

Abstract

The purpose of this research is, firstly, to find out how the education of indigenous women RA. Kartini. Second, to find out the relevance of RA Kartini's indigenous women's educational thinking to Islamic Education. In this study using the library research method (Library Research) with the main source being a collection of letters "After Darkness, Emergence of Light" translation by Armijn Pane, published by Balai Pustaka in 1938 with 204 pages thick. The primary data in this study is data in the form of quotations of words, phrases, sentences in the collection of letters of R.A. Kartini "After Dark Comes Light" translation by Armijn Pane. Based on the results of the study, it can be concluded that through an analysis of RA Kartini's letters sent to her friends in the Netherlands, at least you will find important parts of RA Kartini's thoughts on indigenous women's education, criticism of socio-culture, anxiety in understanding religion, and her multi-roles. as a daughter, as a wife as well as a mother, and her involvement in the public sphere both in the humanitarian, educational and political realms.
DINAMIKA KEKERASAN DAN PENDEKATAN HUMANIS DI SEKOLAH Kholfan Zubair Taqo Sidqi
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v4i1.1727

Abstract

Kekerasan yang semakin marak   tidak hanya terjadi di jalanan saja. Ternyata di sekolahpun dilanda hal serupa. Bukan perkara baru jika murid mengalami kekerasan dari oknum di sekolah, atau sesama murid. Bahkan ada pula orangtua yang berduel dengan guru karena persepsi yang mereka miliki. Meskipun tidak separah dengan kekerasan di jalanan, namun kekerasan di sekolah efeknya bisa berdampak  bagi psikhis anak didik. Trauma, stress, hingga depresi dapat mereka alami. Kebimbangan,  Kejenuhan, serta ketakutan, menjadi  bayang - bayang yang tak berkesudahan. Selanjutnya pendekatan humanis ini sebagai upaya  agar kekerasan bisa dicegah. Minimal dapat dikurangi. Pendekatan dengan cara memanusiakan manusia, karena secara kodrati mereka diberi keunikan serta kemampuan yang beragam oleh Tuhan. Pendekatan humanis cenderung menggugah kepekaan sekolah, guru, murid, orangtua, masyarakat agar mampu membangun empati dan simpati atas keunikan dan kemampuan setiap manusia yang berbeda.  Pendekatan humanis menjadi bagian dari aktivitas pendidikan mampu mengaktualisasikan ajaran agama (Islam) yang rahmatal lil ‘alamiin bagi semua makhluk. Sehingga dapat menumbuhkan perilaku menghargai, menghormati, menerima, orang lain secara optimal. Tujuan akhir dimaksudkan untuk mengabdikan diri kepada Tuhan, berguna untuk sesama, mampu memberi kemaslahan individu serta sosial secara harmonis dan seimbang.Kata kunci : kekerasan, humanis, dan sekolah
KETOKOHAN IBN MISKAWAIH DALAM BIDANG PENDIDIKAN KARAKTER Mudzakkir Ali; Muh Syaifuddin
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v8i2.3961

Abstract

Abstract In the mid of widespread radicalism in society, it has become a concern of many circles, especially eduacation expert. Various concept of deradicalization were presented in various media in order to create a conducive situation in society. Ibn Miskawaih can be seen as the first character to propose the concept of the middle path (moderate) as a character value that reject the minus and plus extrimities. It is necessary to reveal his concept in the field of character education. Keywords: Ibn Miskawaih and Character Education Abstrak Di tengah maraknya paham radikal di masyarakat, menjadi keprihatinan banyak kalangan, terutama para ahli pendidikan. Berbagai konsep deradikalisasi disuguhkan di berbagai media guna mewujudkan situasi kondusif di masyarakat. Ibn Miskawaih dapat dipandang sebagai tokoh pertama yang menyodorkan konsep jalan tengah (moderat) sebagai nilai karakter yang menolak ekstrimitas minus dan ekstrimitas plus. Di sinilah perlunya mengungkap kembali konsep Dia di bidang pendidikan karakter. Kata Kunci: Ibn Miskawaih dan Pendidikan Karakter
PENGEMBANGAN MACROMEDIA ADOBE FLASH CS 6 SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF SKI DI MTS AL-ASROR SEMARANG Yossi Lukman Ubaidillah; Muhammad Ahsanul Husna; Ummu Jauharin Farda
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v10i2.7632

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan guna menambah inovasi baru dalam dunia pendidikan dengan seiring berkembangnya teknologi digital dari masa ke masa serta tidak banyaknya inovasi media pendidikan dalam proses belajar mengajar serta dapat meningkatkan keaktivan, motivasi belajar,serta fokus dalam pembelajaran.pada metode penelitian ini merupakan bentuk penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Development and Disseminate ) atau biasa di kenal dengan 4P ( Pendefinisian, Perancangan, Pengembangan dan Penyebarluasan. Pada penelitian ini melewati tiga tahapan besar pembuatan media pembelajaran meliputi tahap pendefinisian, tahap perancangan, serta tahap pengembangan dalam pengembangan media pembelajaran. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan pedoman wawancara, observasi, angket,serta dokumentasi. Penggunaan produk pengembangan media pembelajaran Adobe Flash CS 6 ini merupakan produk yang berupa file software aplikasi yang dapat di gunakan pada desktop atau komputer pada saat mengajar atau proses pembelajaran, dalam media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS 6 ini memiliki beberapa dalam pengoprasian adapun fitur menu di dalam aplikasi antara lain yaitu berupa kompetensi, materi, uji kompetensi, tugas keterampilan, beserta refrensi buku yang dipakai guna meningkatkan keaktivan, motivasi belajar serta fokus dalam pembelajaran, Media pembelajaran berbasis Adobe Flash CS 6 ini memeiliki tingkat kevalidan baik dari segi materi maupun media yang tergolong dalam kategori sangat baik, penilaian validasi ahli materi pada media aolikasi ini mendapatkan skor sebesar 99 yang dimana masuk pada kategori sangat baik, dan validasi ahli media mendapat skor penilaian 94 dan tergolong kategori sangat baik.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL TEKNIK BERMAIN MENGGUNAKAN KARTU “BILANGAN KUBIK-AKAR PANGKAT TIGA” SISWA KELAS VI SD NEGERI 02 SIDOMULYO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Casto Nuredi
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v1i1.1426

Abstract

playing by learning bermain untuk belajar. Manusia secara kodrati dikatakan sebagai Homo luden makhluk bermain.Dan memang sehatinya kecenderungan manusia adalah untuk bermain. Kami mencoba untuk mengadakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan cara bermain kartu playing card yaitu kartu edukatif yang didesain sebagai kartu bilangan. Permainan ini menerapkan pembelajaran konstektual sebagai bagian dari Quantum math learning (QML). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besaran peningkatan hasil belajar dan keaktifan belajar peserta didik kelas VI SD Negeri 02 Sidomulyo, kec. Lebakbarang, Kab. Pekalongan pada kompetensi dasar akar pangkat tiga suatu bilangan kubik yang telah mendapat perlakuan pendekatan konstektual learning berorientasi Quantum Math Learning dengan teknik bermain. Skenario pembelajaran dimulai dari konteks kehidupan nyata (daily life) peserta didik yang gemar bermaian. Bermain ini digunakan sebagai sarana pembelajaran. Dengan cara bermain diketahui hasil penelitian bahwa ini dapat meningkatkan minat peserta didik Dalam pembelajaran kompetensi dasar akar pangkat tiga suatu bilangan kubik dan dari hasil tes diperoleh data bahwa nilai rata-rata peserta didik mengalami peningkatan pada kondisi sebelum tindakan yaitu 61,1 persen menjadi 76,8 persen pada siklus I dan 86,6 persen pada siklus II. Hal ini menunjukkan peningkatan yang cukup besar yaitu 15,8 persen pada siklus I dan 25,5 persen pada siklus II. Setelah perbaikan tindakan pada siklus II terjadi peningkatan dari siklus I sebesar 9,7 persen. Nilai tertinggi mengalami peningkatan dari 8 pada siklus I menjadi 10 pada Siklus II. Kata kunci :Pendekatan kontekstual, teknik bermain, kartu kubik, keaktifan belajar

Page 8 of 14 | Total Record : 140