cover
Contact Name
Laila Ngindana Zulfa
Contact Email
progress@unwahas.ac.id
Phone
+62248505680
Journal Mail Official
progress@unwahas.ac.id
Editorial Address
PKPI2 FAI Universitas Wahid Hasyim JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia Handphone: +626281327592589 Email: pkpi2@unwahas.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas
ISSN : 23386878     EISSN : 26203243     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/pgrs
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas — if translated into English: Progress Journal: A Medium for Creativity and Intellectuality — published by the Center for the Study and Development of Islamic Sciences or called “Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman” (PKPI2) of Islamic Faculty, Wahid Hasyim University Semarang as a medium for the development of Islamic education sciences, include: teacher training and contemporary thoughts on Islamic education, also moderate and multicultural Islamic education.
Articles 140 Documents
SINKRONISASI PENDIDIKAN PESANTREN DAN PERGURUAN TINGGI ISLAM GUNA MENYIAPKAN SUMBER DAYA MANUSIA MENYONGSONG SATU ABAD NAHDLATUL ULAMA Prawidya Lestari
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i2.2538

Abstract

AbstractWhereas in this modern era the Needs of superior human resource that areintelligent and religious is incrising. Islamic boarding schools as one of theoldest educational institutions in Indonesia has produced religious humanfigures, on the other hand Islamic higher education as a modern educationalinstitution gives a pattern in the embodiment of intelligent human beings.Unfortunately, the two biggest educational potentials owned by the majorityNahdlatulUlama organization are still independent, it hasn't synchronizedproperly yet. On the basis of these conditions, education thinkers andinstitutions in the NahdlatulUlama environment should pay more attention sothat Islamic boarding schools and Islamic higher education can besynchronized as an innovative effort to prepare the human resources neededin their day to welcome a century of Nahdlatul Ulama.Keywords: Pesantren Education, Islamic Religion College and HumanResourcesAbstrakZaman modern ini kebutuhan sumber daya manusia unggul yang berkaraktercerdas dan religious meningkat. Pondok pesantren sebagai salah satulembaga pendidikan tertua di Indonesia telah menghasilkan figure manusiayang religious, disatu sisi perguruan tinggi islam sebagai lembagapendidikan modern memberi corak dalam perwujudan manusia yang cerdas.Sayangnya dua potensi pendidikan terbesar yang dimiliki oleh organisasiNahdlatul Ulama mayoritas masih berdiri sendiri, belum tersinkronisasidengan baik. Atas dasar kondisi itu, sudah semestinya para pemikirpendidikan dan instansi dilingkungan Nahdlatul Ulama menunjukkanperhatian lebih agar pendidikan pesantren dan perguruan tinggi Islam dapattersingkronisasi sebagai usaha kreatif dan inovatif untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang dibutuhkan di zamannya guna menyongsong satu abadNahdlatul Ulama.Kata Kunci: Pendidikan Pesantren, Perguruan Tinggi Islam dan SumberDayaManusia
KONSEP SIAGA BENCANA BERDASARKAN PRINSIP – PRINSIP PENDIDIKAN ISLAM Kholfan Zubair Taqo Sidqi
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v7i2.3119

Abstract

Lembaga pendidikan baik formal maupun non formal masih sedikit pengetahuannya tentang siaga bencana serta apa yang harus dilakukan bila bencana itu datang terutama saat proses pembelajaran berlangsung. Terlebih Indonesia sebagai wilayah rawan bencana di dunia. Bahkan bencana yang datang hanya sekedar diratapi namun belum ada upaya konkret untuk mengatasinya. Tujuan penulisan konsep dasar siaga bencana untuk mendiskripsikan dasar siaga bencaa berdasarkan prinsip pendidikan Islam, yaitu prinsip integral dan seimbang, prinsip bagiandari rububiyah, prinsip membentuk manusia seutuhnya, prinsip selalu berkaitan dengan Allah SWT dan agama, prinsip terbuka, menjaga perbedaan individual, prinsip pendidian Islam dinamis, akan menjadikan suatu konsep baru bahwa latihan siaga bencanamerupakan penekanan berbuat baik, terampil dan bermanfaat. Melalui metode latihan terpadu sebagai penjabaran dari siaga bencana untuk menumbuhkan keterampilan anak didik agar mereka secara aktif mengembangkan potensi dirinya agar memiliki kecakapan hidup dalam mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian dan langkah-langkah yang tepat guna serta berdaya guna. Kesimpulan dari penulisan konsep siaga bencana ini agar sekolah mampu terampil, tabah, serta tanggap manakala bencana alam itu datang. bahwa penyelenggaraan siaga bencana berdasarkan prinsip – prinsip pendidikan Islam mampu dijadikan rujukan sebagai desain latihan siaga bencana yang terintegratif antara siaga bencana dengan prinsip pendidikan Islam Selanjutnya bagi guru, serta pimpinan lembaga pendidikan dapat mengenalkan kepada anak didiknya tentang tanggap bencana, antisipasi terjadinya bencana di saat proses pembelajaran, lalu bagaimana meminimalisir resiko yang ditimbulkan dari bencana tersebut. Kata kunci : Konsep dasar - Siaga bencana – prinsip pendidikan Islam Abstract CONCEPT ALERT DISASTER BASED ON ISLAMIC EDUCATION PRINCIPLES by Kholfan Zubair Taqo Sidqi Educational institutions, both formal and informal, still have very little knowledge about disaster preparedness and what to do if the disaster comes especially during the learning process. Moreover, Indonesia as a disaster-prone region in the world. Even the disasters that came were only exorcised but there were no concrete efforts to overcome them. The purpose of writing the basic concept of disaster alert is to describe the basis of disaster alert based on the principles of Islamic education, namely the principle of integral and balanced, the principle of part of from divinity the principle of forming a whole person, the principle is always related to Allah SWT and religion, the principle is open, maintaining individual differences, Islamic education principles dynamic will make a new concept that disaster preparedness training is a sensitivity to doing good, skilled and useful. Through integrated training methods in schools with PMR extracurricular and Scouting Extracurricular as a translation of disaster preparedness to foster students' skills so that they actively develop their potential to have life skills in anticipating disasters through organizing and effective and efficient steps. The conclusion from the writing of this concept of disaster alert so that students are skilled, resilient, and responsive when the natural disaster come. That the implementation of disaster preparedness based on the principles of Islamic education can be used as a reference as an integrated disaster preparedness training design between disaster preparedness with the principles of Islamic education. Keywords: Basic concepts - Disaster preparedness - Islamic education principles
PERAN KEPEMIMPINAN ORANG TUA DALAM MEMOTIVASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ANAK Muntolif Muntolif
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v10i1.6046

Abstract

Penelitian ini mempunyai latar belakang bahwa pembinaan pendidikan aqidah, ibadah, akhlak dan motivasi belajar kepada anak itu sangat penting, karena itu merupakan tuntunan dalam ajaran agama Islam tentang tata hidup dan kehidupan. Akan tetapi di Era Digital dan Era Industri sekarang ini, banyak sekali orangtua yang kurang memperhatikan pendidikan agama kepada anak-anaknya, sehingga dampaknya kita dapati dalam keluarga dan masyarakat banyak yang  mengalami kerusakan moral yang bisa membawa bahaya terhadap dirinya maupun orang lain. Keadaan semacam ini kurang adil apabila dilimpahkan kesalahannya hanya kepada anak-anak saja, tetapi orangtua pun punya andil dalam hal ini, sebab erat kaitanya dengan bagaimana orangtua dalam memimpin dan mengarahkan anak-anaknya yang merupakan tugas dan tanggungjawabnya. Penelitian ini memiliki tujuan 1) untuk menjelaskan analisis kepemimpinan orang tua dalam memotivasi pelaksanaan pendidikan agama anak. 2) untuk menjelaskan implementasi kepemimpinan orang tua dalam memotivasi pelaksanaan pendidikan agama anak. 3) untuk menjelaskan tipologi kepemimpinan orang tua dalam memotivasi pelaksanaan pendidikan agama anak.Penulisan  ini dilaksanakan dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif atau kepustakaan (library research) dengan judul Kepemimpinan Orangtua dalam Memotivasi Pelaksanaan Pendidikan Agama Anak. Penelitian ini mengambil sampel dari beberapa Kepala Keluarga, sedangkan teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, menelaah di media cetak, internet, buku-buku yang relevan dan wawancara.Kesimpulan penelitian, yaitu 1) kepemimpinan orangtua dalam memotivasi pelaksanaan pendidikan agama anak adalah dengan mengeluarkan seluruh kemampuan untuk memenuhi kewajiban dan tanggungjawab sebagai pemimpin dalam keluarga, yaitu mendidik, membimbing, mengarahkan dan melindungi anak-anaknya dengan sebaik-baiknya. 2) implementasi kepemimpinan orang tua dalam memotivasi pelaksanaan agama anak sangat berdampak positif, sehingga anak mendapatkan pendidikan agama Islam dari orang tuanya. 3) tipologi kepemimpinan orangtua dalam memotivasi pelaksanaan pendidikan agama anak sangat penting dan harus diupayakan karena pada saat ini banyak sekali orangtua yang kurang tepat dalam menerapkan tipe kepemimpinan kepada anak, apakah tipe demokratis, otoriter dan permisif.
PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING TEKNIK JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN SKI PADA KELAS VIII DI MTS N KARANGAWEN DEMAK (Studi Eksperimen) Laila Ngindana Zulfa
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i1.2208

Abstract

AbstrakDalam proses pembelajaran, idealnya siswa dituntuk aktif dan berintelegensi tinggi namun tidak individualis, jadi para pendidik hendaknya menggunakan metode yang variatif. Namun dalam pembelajaran SKI pada madrasah-madrasah khususnya di daerah Karangawen masih menggunakan metode konvensional jadi terkesan monoton sehingga siswa kurang aktif dan cenderung tidak merata dalam sebaran hasil, sehingga terkesan individualis. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian tentang metode Cooperative Learning teknik Jigsaw dalam pembelajaran SKI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran baik dalam proses maupun hasil. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimental sehingga memerlukan adanya dua kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, untuk mengetahui perbedaan kualitas pembelajaran anatara keduanya. Pre test dan post test pun dilakukan untuk mengukur keberhasilan dari kedua kelompok responden.beberapa hal yang harus dilakukan terkait prosedur penelitian pun dilakukan seperti uji validitas dan reliabilitas intrumen, serta uji normalitas dan homoginitas sebaran responden.Kata Kunci: Cooperative Learning, Jigsaw, Eksperimen. AbstractIn learning process, students are expected to be active and have high intelligent but not individualistic, so educators should use various methods. However, in the study of SKI in madrasahs especially in Karangawen still using conventional methods and it so monoton and make students are less active and tend to uneven in distribution result, so impressed individualist. Therefore, it is necessary to conduct research on Cooperative Learning method of Jigsaw technique in learning SKI to improve the quality of learning both in process and outcome. This study is an experimental study that requires the existence of two experimental groups and control groups, to determine the difference between the quality of learning between the two. Pre test and post test were also conducted to measure the success of both groups of respondents. Some things to do related to the research procedure were performed such as validity and reliability test of intruments, as well as normality and homogeneity test of respondent's distribution.Keyword: Cooperative Learning, Jigsaw, Eksperiments 
RELASI KETERAMPILAN MEMBACA KRITIS DAN BERPIKIR LOGIS DENGAN KUALITAS PENULISAN SKRIPSI KUANTITATIF MAHASISWA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM STIT PEMALANG Mar’atul Lutfiyah
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v7i1.2724

Abstract

Abstract This study aims to: (1) determine the relationship between criticalreading skills and the quality of PAI students' quantitative thesis writing, (2)find out the relationship between logical thinking and PAI Student'squantitative thesis quality, (3) find out the relationship between criticalreading skills and logical thinking together with the quality of quantitativethesis writing for PAI students. This research is a quantitative research witha design of product moment correlation analysis and multiple linearregression. The study was conducted at the Pemalang Tarbiyah College ofSciences (STIT). The population is 100 students. The sample was taken byproportionate stratified random sampling of 65 students. Data was collectedthrough questionnaires. Data analysis includes descriptive analysis, testinganalysis prerequisites, and hypothesis testing. The results showed that: (1)there was a positive and significant relationship between critical readingskills and the quantitative quality of PAI students' thesis, (2) there was apositive relationship and significance between logical thinking and PAIStudent's quantitative thesis quality, (3) positive and significance betweencritical reading skills and logical thinking with the quality of quantitativethesis writing for PAI students. This means that the quality of quantitativethesis writing of PAI (Y) students can increase by improving critical readingskills (X1) and the ability to think logically (X2).Keywords: critical reading, logical thinking, and quantitative thesis
KONTRIBUSI PEMIKIRAN TAN MALAKA TENTANG KONSEP PENDIDIKAN KERAKYATAN DENGAN WAJAH PENDIDIKAN INDONESIA ERA MILENIAL Kholfan taqo Sidqi
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v9i2.5189

Abstract

KONTRIBUSI PEMIKIRAN TAN MALAKA TENTANG KONSEP PENDIDIKAN KERAKYATAN DENGAN WAJAH PENDIDIKAN INDONESIA ERA MILENIAL Oleh Kholfan Zubair Taqo Sidqi Dosen FAI Unwahas Semarang (akha.sidqi@gmail.com) Abstrak Konsep Pendidikan kerakyatan yang diusung oleh Tan Malaka dengan mengedepankan kearifan lokal, membekali anak didik dengan keterampilan nyata agar berguna bagi bangsanya. Apalagi Pendidikan yang mampu menjangkau segenap lapisan masyarakat, seiring dengan tujuan dasar negara Indonesia. Pendidikan yang mendesain sekolah sebagai keluarga, agaknya mampu memperjelas tugas seorang guru sebagai Pendidik. Anak didik juga dipacu tidak sekedar masalah akademik belaka, namun aspek rohaniah nya mampu dikembangkan secara seimbang. Melalui Pendidikan kerakyatan, mampu memanusiakan pendidik dan anak didik, segenap warga sekolah mampu bergotong royong demi mewujudkan ambisi bangsa, serta mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia. Apabila fenomena Pendidikan era milenial kini keluar dari apa yang di cita-citakan para pendiri negara Indonesia, konsep Pendidikan kerakyatan mampu memberikan kontribusi sebagai Pendidikan yang mengembalikan marwah cita – cita luhur bangsa. Kata kunci; Tan Malaka, sekolah kerakyatan, dan Pendidikan Indonesia era milenial. Abstract The concept of populist education promoted by Tan Malaka emphasizes local wisdom, equipping students with real skills to be useful for their nation. Moreover, capable education reach all levels of society, in line with the basic objectives of the Indonesian state. Education that designs schools as families, seems to be able to clarify the duties of a teacher as an educator. Protege too it is not only an academic problem, but its spiritual aspects can be developed in a balanced manner. Through populist education, able to humanize educators and students, all school members are able to work together to create the nation's ambition, as well as uplifting the dignity of the Indonesian nation. If the phenomenon of millennial era education is now out of what is being desired The aspirations of the founders of the Indonesian state, the concept of populist education is able to contribute as education that returns the noble ideals of the nation. Keywords; Tan Malaka, populist education, and Indonesian education in the millennial era.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Sejarah Dakwah Nabi Muhammad di Madinah Sebagai Sarana Penanaman Karakter Pada Remaja Nurdianzah, Erry; Mahbub Wijaya, Mirza
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v11i2.9865

Abstract

This research aims to examine and analyze the success of the Prophet Muhammad SAW's preaching in Medina, so that this success includes the character values taught by the Prophet Muhammad SAW as the main role model for Muslims. This research is qualitative literature research with a historical approach. So data collection was carried out by examining historical texts through books, journals and other documents relevant to the study topic, and then presented descriptively.  Data collection was carried out by examining historical texts through books, journals and other documents relevant to the study topic, and then presented descriptively. The results of this research show that the success of the Prophet Muhammad's preaching in Medina cannot be separated from the prophet's humanist behavior, obedience to Allah SWT, ukhuwah, peace and unity. Meanwhile, in cultivating these character values, mentoring, stories and example methods can be used.
REAKTUALISASI KONSEP TRI PUSAT PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM BAGI GENERASI MILENIAL Sukarman Sukarman
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v5i1.1972

Abstract

AbstractThis paper is a study of thought that tried to re-actualize an educational concept of one of Indonesia's national education maestro, Ki Hajar Dewantara namely the concept of three education center. The author seeks the intersection between the concept of three education center with the concept of Islamic education. The hope is to find the relevance of the concept of three educational center with the concept of Islamic education will be a solution for the achievement of educational goals for millennial generation in the era of globalization with all its complexity. The author wants to re-awaken the awareness of the role of education from the perspective of the concept of three education center and islamic education.Keywords: re-actualization, education center, millennial generation AbstrakTulisan ini merupakan sebuah kajian pemikiran yang berusaha mengaktualisasikan kembali sebuah konsep pendidikan dari salah seorang maestro pendidikan Nasional Indonesia, Ki Hajar Dewantara yakni konsep tri pusat pendidikan. Penulis mencari titik temu anatara konsep tri pusat pendidikan dengan konsep pendidikan Islam. Harapannya adalah dengan menemukan relevansi dari konsep tri pusat pendidikan dengan konsep pendidikan Islam akan dapat menjadi solusi bagi tercapainya tujuan pendidikan bagi generasi milenial di era globalisasi dengan segala kompleksitasnya. Penulis ingin menggugah kembali kesadaran tentang peran pendidikan dari perspektif konsep tri pusat pendidikan dan pendidikan Islam.Kata-kata kunci : reaktualisasi, pusat pendidikan, generasi milenial
STRATEGI INOVASI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM: KONSEPSI, KEBIJAKAN, DAN IMPLEMENTASINYA Tatang Sudrajat; Agus Salim Mansyur; Qiqi Yulianti Zakiyah
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v8i2.3955

Abstract

Abstract The education curriculum is an important part of the national education system. This has been regulated in several state / government regulations which are basically public policies. Educational innovation, especially the curriculum is needed to always be in accordance with the demands of the changing times. With library study and normative juridical research methods, it is known that the curriculum of Islamic education has been established and structured as part of the education policy system through various state / government regulations. This policy is a product and the authority of state / government institutions in responding to public interests in the form of a curriculum that is always in harmony with the changing times. The concepts of innovation in general and educational innovation, especially curriculum innovation is outlined by experts as part of the treasury of education. There are certain strategies that are owned by innovators and there are various challenges and problems in the process of curriculum innovation faced by innovators in their implementation. Keywords: strategy, education, curriculum, educational innovation Abstrak Kurikulum pendidikan merupakan salah satu bagian penting dari sistem pendidikan nasional. Hal ini telah diatur dalam beberapa regulasi negara/pemerintah yang pada dasarnya merupakan kebijakan publik. Inovasi pendidikan, khususnya kurikulum diperlukan agar selalu sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman. Dengan metode penelitian yuridis normatif dan kajian kepustakaan, diketahui bahwa kurikulum pendidikan Islam telah ditetapkan dan tersusun sebagai bagian dari sistem kebijakan pendidikan melalui berbagai regulasi negara/pemerintah. Kebijakan ini merupakan produk dan otoritas lembaga negara/pemerintah dalam merespon kepentingan publik berupa kurikulum yang selalu selaras dengan perkembangan jaman. Konsep inovasi secara umum dan inovasi pendidikan, khususnya inovasi kurikulum diuraikan oleh para ahli sebagai bagian dari khasanah ilmu pendidikan. Ada strategi tertentu yang dimiliki para inovator serta terdapat berbagai tantangan dan permasalahan dalam proses inovasi kurikulum yang dihadapi para inovator dalam implementasinya. Kata kunci : strategi, pendidikan, kurikulum, inovasi pendidikan
Pengaruh Pembelajaran PAI Dan PKN Terhadap Penguatan Karakter Profil Pelajar Pancasila Pada Peserta Didik Afifah, Auliya
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v11i1.8329

Abstract

Our young generation is currently experiencing moral degradation, therefore proper handling is needed, one of which is through strengthening the character of the Pancasila student profile which is applied in every learning activity.This study aims to determine the effect of PAI and Civics learning on strengthening the profile of Pancasila students. The type of research used is quantitative. The approach used in this research is descriptive. This research was conducted at SDN 01 Sawah Besar, Gayamsari District, Semarang City. The population in this study were all students of SDN 01 Sawah Besar. The researchers took samples in grade 5, which consisted of 24 students. Data collection techniques in this study used observation, interviews, documentation, and questionnaires. There are 3 variables in this study which include: The Effect of PAI Learning (X1), The Effect of Citizenship Education Learning (X2), and Strengthening the Character Profile of Pancasila Students (Y1). The results of this study are that there is an influence given by PAI Learning and Civics Learning by 0.398 or 39.8% on Strengthening the Characteristics of Pancasila Student Profiles (Y) of students, while 60.2% is influenced by other aspects. Based on the value of Fcount = 6.946 and Ftable = 5.780. So, Fcount > Ftable, 6.946 > 5.780 which means that there is a significant influence between PAI and Civics Learning on Strengthening the Characteristics of Pancasila Student Profiles.

Page 9 of 14 | Total Record : 140