cover
Contact Name
Chrest Thessy Tupamahu
Contact Email
jurnalmakarios@gmail.com
Phone
+6282334056053
Journal Mail Official
i3jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Indragiri No.5
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual
ISSN : 28299124     EISSN : 28299132     DOI : https://doi.org/10.52157/mak
Jurnal Makarios merupakan wadah publikasi ilmiah dari hasil penelitian Teologi Kontekstual yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Institut Injil Indonesia. Jurnal Makarios menerima artikel dari semua dosen, mahasiswa, dan alumni di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi, maupun institusi lain yang memiliki bidang kajian yang sama. Artikel yang dikirim haruslah belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat dalam jurnal lainnya. Artikel yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format yang telah ditetapkan. Editor akan menolak artikel yang tidak memenuhi persyaratan tanpa proses lebih lanjut. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer melalui proses blind-review. Focus dan Scope Jurnal Makarios, yaitu: Teologi Kontekstual, Teologi Penginjilan, Teologi Kontemporer, Kontekstualisasi Misi, Antropologi Budaya, dan Sosiologi Agama. Jurnal Makarios terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November, serta menyediakan akses terbuka langsung ke isinya (content).
Articles 42 Documents
Penerapan Pujian Orang Percaya kepada Allah: Saluran, Manfaat, dan Lingkupnya Masihoru, Olivia
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 2 No 2 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v2i2.247

Abstract

Manusia diciptakan Allah khusus dengan seks yang bertujuan untuk memuliakan-Nya dan Masalah yang mendasari implementasi pujian orang percaya/kristen kepada Allah adalah kebutuhan orang percaya dalam memiliki hubungan yang kuat dengan Allah yang dilakukan melalui pujian. Namun, seringkali tantangan yang dihadapi adalah kurangnya impelementasi akan makna dan cara yang benar dalam melakukan pujian. Oleh karena itu, metode yang digunakan dalam implementasi pujian ini adalah studi pustaka yang melibatkan pengajaran yang benar mengenai prinsip-prinsip pujian yang bermakna. Tujuan dari implementasi pujian ini adalah agar orang percaya dapat mengalami pertumbuhan spiritual dan hubungan yang lebih dalam dengan Allah melalui pujian yang memuliakan-Nya. Pujian juga dapat mendorong orang percaya untuk memperkuat persepsi dan iman mereka terhadap karakter Allah. Hasil yang diharapkan dari implementasi pujian adalah terciptanya sebuah lingkungan pujian yang bersahabat dan kebersamaan yang saling mendukung sehingga tercipta sebuah iklim pujian yang bermakna dalam setiap kegiatan ibadah yang dilakukan. Hal ini tentunya akan berdampak positif pada kesehatan rohani dan mental setiap individu yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Dalam kesimpulan, implementasi pujian orang percaya/kristen kepada Allah adalah sebuah upaya yang penting untuk membangun hubungan yang lebih erat antara orang percaya dengan Allah. Melalui pengajaran yang benar dan pemahaman yang baik mengenai prinsip-prinsip pujian yang bermakna, orang percaya dapat memperoleh manfaat dari aktivitas pujian dalam membangun iklim kehidupan rohani yang sehat. Dengan demikian, implementasi pujian ini menjadi sangat penting untuk pembangunan karakter keimanan setiap orang percaya.
Implikasi Studi Hermeneutika Teologis Mengenai Tuhan Mengutus Roh Dusta Menurut 1 Raja-Raja 22:20-22 Illu, Wilianus; Praing, Jitro Remi
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 1 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i1.248

Abstract

Tuhan Mengutus Roh Dusta adalah sebuah konsep yang muncul dalam Alkitab, khususnya pada 1 Raja-raja 22:20-22. Konsep ini menunjukkan bahwa pada saat tertentu, Tuhan mengizinkan roh jahat untuk memimpin orang-orang yang hidup dalam ketidakbenaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pengertian dan implikasi konsep Tuhan Mengutus Roh Dusta dalam konteks kepercayaan Kristiani. Peneliti menggunakan penelitian pendekatan kualitatif dengan metode hermeneutika teologis yakni dengan melakukan studi eksploratori terhadap teks Alkitab dan melakukan analisis berdasarkan konteks historis dan sosial yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Tuhan Mengutus Roh Dusta memiliki implikasi yang penting dalam kepercayaan Kristiani, khususnya dalam mengenai kebenaran dan keikhlasan. Konsep ini mengajarkan bahwa Tuhan memiliki kuasa penuh atas segala sesuatu, termasuk kejahatan dan ketidakbenaran. Namun, kepercayaan bahwa Tuhan mengizinkan roh jahat untuk memimpin hidup seseorang juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam praktik keagamaan. Dalam kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa pengertian Tuhan Mengutus Roh Dusta dapat membuka wawasan dan memperkaya pemahaman tentang kepercayaan Kristiani. Namun, penting bagi orang-orang yang hidup dalam kepercayaan tersebut untuk memahami implikasi yang terkait dengan konsep ini agar dapat membantu mereka tumbuh dan berkembang secara spiritual.
Peran Guru Sekolah Minggu dalam Mengembangkan Talenta Anak Usia13-14 Tahun Melalui Tindakan Membangkitkan Semangat Sirait, Junio Richson; Jikwa, Jefri; Nugroho, Andre Setyo; Sihotang, Modify Jeli; Vazira, Citra Era
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 1 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i1.251

Abstract

Bakat anak sering kali terabaikan oleh orang tua dan guru. Hal ini dikarenakan kesibukan pekerjaan dan kurangnya perhatian terhadap pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan peran guru Sekolah Minggu dalam mengembangkan talenta melalui membangkitkan semangat. Usia objek penelitian adalah 13-14 tahun. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membangkitkan semangat anak sekolah minggu dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama, peran guru sekolah minggu yang maksimal. Kedua, memahami psikologi anak usia 13-14 tahun. Ketiga, memfokuskan anak pada talenta yang dimiliki dengan melibatkan mereka dalam pelayanan di gereja. Manfaat dari penelitian ini adalah mengefektifkan anak-anak sekolah minggu dalam melayani di gereja dengan mengembangkan talenta. Talenta akan berfungsi secara efektif jika semangat anak Sekolah Minggu dibangkitkan dalam kegiatan sehari-hari.
Menyasar Peluang Pemberitaan Injil dalam Lintasan Arus Informasi di Media Sosial Blegur, Romelus
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 1 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i1.261

Abstract

Injil adalah berita keselamatan yang harus diberitakan dan semua orang percaya bertanggung jawab atas tugas tersebut. Untuk menjalankan peran tersebut media sosial adalah salah satu ruang yang tersedia serta peluang untuk memerankan tugas pemberitaan Injil. Tujuan penelitian ini adalah menyasar peluang pemberita Injil di tengah ruang bebas teknologi informasi yang terbuka lebar serta padat dengan lalu lintas informasi yang tidak terbendung. Ruang tersebut dengan sendirinya menjadi peluang sebab informasi yang disebarkan adalah hak pengguna media sosial. Meskipun bebas, namun tidak mudah untuk menarik pengunjung yang sedang mengalihkan perhatian pada ragam informasi menarik lainnya. Kenyataan ini dengan sendirinya memerlukan kreatifitas gereja dan orang percaya dalam mempresentasikan berita Injil melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa, media sosial adalah ruang bebas bagi para penggunannya untuk menyebarkan informasi yang mereka inginkan. Dalam ruang tersebut berita Injil mendapat peluang yang efektif, namun diperlukan kemasan yang menarik untuk dikunjungi oleh para penjelajah informasi di media sosial. Untuk menyikapinya, maka diperlukan Sumber Daya Manusia yang berkompetensi guna menjalankan perannya secara professional dengan keahlian yang dimilikinya untuk mempresentasikan kemuliaan Allah secara kreatif bagi generasi masa kini.
Tinjauan Teologis Terhadap Konsep Predestinasi Berdasarkan Injil Yohanes 6:44 dan Implikasinya bagi Orang Percaya B, Michael Son Raste; Parimpasa, Samuel
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 1 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i1.272

Abstract

Konsep predestinasi adalah suatu gagasan Alkitab yang menyatakan bahwa sejak semula Allah telah memilih bagi-Nya siapa yang akan diselamatkan. Dalam sejarah kekristenan, konsep ini sering diperdebatkan di sepanjang abad. Pemahaman yang berbeda terhadap konsep ini melahirkan doktrin keselamatan yang juga berbeda. Ditengah pemahaman yang beragam ini, Yohanes 6:44 mampu memberikan solusi yang teologis untuk mengevaluasi kekeliruan pemahaman terhadap konsep predestinasi. Berdasarkan Yohanes 6:44, konsep predestinasi berhasil dirangkum menjadi suatu kesatuan yang utuh juga sistematis, logis dan teologis yaitu ketidakmampuan secara total, Bapa menarik secara efektif, Yesus sebagai pusat predestinasi, dan kebangkitan orang-orang pilihan. Memaknai konsep predestinasi dengan benar adalah bentuk komitmen kepada Allah yang wajib bagi setiap orang percaya sehingga berdampak bagi pertumbuhan iman bahkan juga kemuliaan bagi Allah yang berdaulat, Tuhan Yesus Kristus.
Bersaksi Bagi Kristus Melalui Lagu: Menggugah Jiwa Melalui Pujian Gea, Leniwan Darmawati; Atty, Sonya Debora; Agmi, Wike Mary
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 1 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i1.275

Abstract

Bersaksi adalah tanggung jawab semua orang Kristen dan dapat dilakukan melalui berbagai cara. Salah satu cara yang dipandang efektif adalah melalui lagu pujian kepada Allah. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki efektivitas kesaksian Kristen melalui lagu dengan mempertimbangkan potensialitasnya yang dapat menggugah para pendengarnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Hasil yang ditemukan adalah bahwa lagu berpengaruh besar pada manusia karena mengandung potensialitas untuk menggugah jiwa. Potensi tersebut dapat menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan kesaksian tentang berita keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus. Selain itu, lagu rohani Kristen juga memiliki dimensi teologis yang menekankan tentang Allah sebagai sumber dari segala keindahan. Hal inilah yang menggugah jiwa yang mendengarnya. Oleh karena itulah bersaksi melalui lagu menjadi efektif tidak hanya dalam lingkup gereja saja, tetapi juga melintasi perbedaan-perbedaan keyakinan.
Efektivitas Konseling Pastoral dalam Mengatasi Krisis Peran Suami di Era Modern Pandu, Imanuel Yunus; Wahyuni, Sri
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 2 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i2.321

Abstract

Era modern menyebabkan terjadinya perubahan sosial, ekonomi, dan budaya, dimana pergeseran peran gender sangat terlihat sangat mempengaruhi tatanan dalam rumah tangga. Banyak perempuan atau istri memiliki peluang berkarir dan menghasilkan uang cenderung menggeser peran suami dalam menafkahi keluarga. Pergeseran peran ini mempengaruhi peran lainya, seperti peran kepemimpinan suami, istri yang mampu menafkahi keluarga memiliki peluang berperan sebagai pemimpin keluarga, memiliki andil besar dalam pengambilan keputusan. Bagi sejumlah orang kini sudah tidak tabu lagi memandang laki-laki yang melakukan urusan-urusan rumah tangga seperti mengasuh anak dan urusan domestik lainya. Pergeseran-pergeseran ini menunjukkan telah terjadinnya krisis peran, khusunya bagi suami. Keadaan ini menyalahi hierarki rumah tangga khususnya dalam keluarga Kristen, dimana peran kepemimpinan, menafkahi, pengambilan keputusan yang semestinya dijalankan oleh suami kini bergeser. Krisis peran suami dalam keluarga di era modern menjadi masalah signifikan yang mempengaruhi kesejahteraan keluarga secara keseluruhan yang berpotensi pada perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas peran konseling pastoral dalam mengatasi krisis peran suami, dengan fokus pada peningkatan pemahaman dan pelaksanaan peran mereka sebagai pemimpin keluarga, penyedia, dan pemimpin rohani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu studi literatur dengan mengumpulkan berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dokumen resmi, dan sumber digital terkait. Hasil penemuan ini menunjukkan bahwa efektivitas konseling pastoral dapat berperan dalam mengatasi krisis peran suami dalam beberapa hal, yaitu: Pertama, menjalin persahabatan/relasi; kedua, bimbingan spiritual; ketiga, membangun konsep diri; keempat, menyediakan dukungan dan pengarahan.
Mengusik Ekslusivisme dalam Pelayanan Okultisme Serta Tanggapan Teologisnya: Harus Memiliki Kualifikasi, Namun Tidak Ekslusif Blegur, Romelus; Wahyudi, Hari
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 2 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i2.310

Abstract

Pelayanan okultisme merupakan salah satu pelayanan yang penting dalam kekristenan, sebab berkaitan langsung dengan tantangan utama iman Kristen yaitu kuasa Iblis. Sudah semestinnya pelayanan ini dapat dilakukan oleh semua orang percaya yang telah diselamatkan, namun kenyataannya tidak demikian sebab yang sering tampak adalah pelayanan tersebut ditangani oleh figur-figur ekslusif yang dianggap khusus dan lebih berkompetensi. Hal ini menjadi masalah sebab dapat menggiring pelayanan Tuhan Yesus yang telah didelegasikan kepada gereja dan orang percaya masuk dalam ekslusivisme yang sempit. Tujuan penelitian ini adalah mengusik masalah eksluvisme dalam pelayanan okultisme sebagaimana yang sering terjadi melalui penyelidikan, dan kemudian memberikan tanggapan teologis atas masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis isi dengan mengacu pada teks-teks jurnal online dan buku cetak. Hasil dari pembahasan ini adalah bahwa pelayanan okultisme dapat dilakukan oleh semua orang percaya yang telah diselamatkan dan hidup di bawah kuasa Tuhan Yesus Kristus. Beberapa kualifikasi yang perlu adalah kualifikasi diri yang diselamatkan, kualifikasi spiritualitas hidup yang baik berdasarkan prinsi-prinsip teologis dan alkitabiah, serta kualifikasi moral yang baik menurut iman dan etika Kristen. Kualifikasi-kualifikasi tersebut mutlak diperlukan, namun tidak bersifat ekslusif.
Model Harmonisasi Unitas Allah Tritunggal dan Sumbangsihnya bagi Hamba Tuhan Masa Kini Leyder, Raymond Alexander
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 2 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i2.311

Abstract

Doktrin Allah Tritunggal adalah doktrin sentral kekristenan tetapi sulit dimengerti tanpa didalami atau dipelajari dengan saksama. Doktrin ini juga jarang dikhotbahkan secara sistimatis dan kurang bahkan tidak sama sekali diajarkan dalam kelas pembinaan iman terutama gereja-gereja yang beraliran Pentakosta dan karismatik. Padahal doktrin-doktrin utama ini dapat menghasilkan suatu pengetahuan atau pandangan yang sangat berguna bahkan dapat menjadi jawaban atau jalan keluar dari permasalahan yang tidak terselesaikan/terpecahkan dalam gereja dalam kaitannya dengan doktrin. Melalui penelitian ini penulis mengharapkan agar orang percaya khususnya para hamba Tuhan memahami betapa pentingnya memahami doktrin Allah Tritunggal. Penulis juga mengharapkan agar harmonisasi kesatuan Allah Tritunggal yang pada gilirannya menjadi suatu model yang diterapkan dalam persekutuan para hamba Tuhan dalam mengembalakan jemaat. Penulisan ini menggunakan penelitian yang didasarkan pada metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan. Dengan demikian, data yang dikumpulkan bersifat sistematis, relevan, dan dijelaskan secara alami. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, doktrin Allah Tritunggal efektif sebagai dasar membangun kesatuan hidup atau harmonisasi hamba Tuhan dalam hal kasih, kesucian, kesetiaan, ketaatan, dan pengorbanan.
Pelayanan Pastoral Terhadap Orang yang Berdukacita Karena Kematian Kerabat yang Dikasihi Abednego, Abednego
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 2 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i2.318

Abstract

Dukacita atau kedukaan merupakan situasi dimana seseorang mengalami keadaan yang sangat memilukan atau menyedihkan dalam hidupnya, karena terputusnya hubungan dengan orang yang dikasihi, terlebih itu dikarenakan kematian, Dimana hubungan akan terputus untuk selama-lamanya. Situasi ini merupakan hal yang serius karena kedukaan menyebabkan gangguan pada seluruh aspek kehidupan baik itu psikologis maupun spiritualitas, yang jika tidak disikapi dengan baik akan berakibat fatal, bisa menyebabkan kesedihan yang berkelanjutan, depresi atau stress dan bahkan bunuh diri. Maka diperlukan pelayanan pastoral dengan tujuan mendampingi orang atau keluarga yang sedang berdukacita untuk pulih dan menjalani kehidupan kembali dengan penuh semangat dan berpengharapan didalam Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan langkah-langkah: pengumpulan, klasifikasi dan analisis, membuat kesimpulan dan laporan dengan tujuan utama untuk membuat penggambaran tentang suatu keadaan secara objektif dalam suatu deskripsi. Hasil penelitian ini ialah  kedukaan merupakan situasi yang pasti akan dialami oleh semua orang, kedukaan yang sangat menyakitkan ialah kematian orang yang dikasihi, tingkat kedukaan dipengaruhi oleh hubungan orang yang ditinggalkan dengan yang meninggal dan penyebab kematiannya, peran pelayanan pastoral sangat penting untuk mendampingi orang yang berdukcita sehingga mengalami pemulihan.