cover
Contact Name
DEDE AJI MARDANI
Contact Email
dedeaji.m@gmail.com
Phone
+6289663125868
Journal Mail Official
dedeaji.m@gmail.com
Editorial Address
Jln Noenoeng Tisnasaputra NO.16
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Marifah : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 29619629     DOI : -
Jurnal ini berisi dari hasil penelitian, pemikiran dan temuan ilmiah yang mendalami masalah pendidikan Islam anak usia dini, perkembangan pendidikan anak, metode pendidikan anak, dan semua yang berhubungan dengan pendidikan anak usia dini dan semua yang berkaitan dengan pendidikan anak. Juranl ini diterbitkan satu tahun dua kali pada bulan Agustus dan Februari.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 72 Documents
MENINGKATKAN KERJASAMA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROJECT BASED LEARNING (PJBL) di SPS TAAM AT- TAUFIQ Ira Anggraeni
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2023): Oktober, 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran di pendidikan anak usia dini merupakan bagian Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama anak usia 5-6 tahun melalui pembelajaran berbasis Project Based Learning (PJBL) di SPS TAAM At-Taufiq. Pembelajaran berbasis Project Based Learning (PJBL) dengan menggunakan permainan eksperimen gunung meletus dipilih karena dapat meningkatkan kerjasama anak. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini terdiri dari 20 siswa di SPS TAAM ATTAUFIQ, yang terdiri dari 11 laki-laki dan 9 anak perempuan. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif jenis penelitian kualitatif memiliki sifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Indikator keberhasilan Penelitian ini jika diperoleh data dengan kategori baik (<66%). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan penelitian dari delapan indikator yaitu : setiap anak mau bergabung dan berinteraksi bersama kelompoknya, anak mampu terlibat aktif dalam permainan kelompok, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, anak mampu untuk tidak ingin menang sendiri, anak mampu merespon dengan baik bila ada menawarkan bantuan, anak mampu bersikap tolong menolong dan membantu dengan teman, anak mampu membereskan mainan bersama-sama. Adapun hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pada siklus I diperoleh rata-rata nilai seluruh indikator dari seluruh anak sebesar 44,125% pada siklus II meningkat menjadi 86,875%. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian ini berhasil dan dihentikan karena nilai diperoleh sudah mencapai 87% dengan kategori baik
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN NATURALIS ANAK USIA DINI USIA 5-6 TAHUN MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK Ajang Ramdani
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2023): Oktober, 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan alami adalah kemampuan individu untuk mengenali dan menghargai lingkungan sekitar melalui pemahaman yang mendalam tentang berbagai spesies tumbuhan dan hewan. Seseorang yang memiliki kecerdasan alami yang optimal cenderung menunjukkan minat dalam menganalisis perbedaan dan persamaan, merawat lingkungan, dan mengklasifikasikan flora serta fauna. Penting bagi anak-anak untuk mengembangkan kecerdasan alami sejak dini agar mereka dapat lebih peka terhadap alam sekitar dan belajar untuk menjaga lingkungan. Namun, hasil observasi di SPS TAAM Al Fauziyah menunjukkan beberapa kelemahan terkait kecerdasan alami, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan dan kurangnya pemahaman anakanak tentang lingkungan. Meskipun demikian, peneliti telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kecerdasan alami anak-anak melalui pendekatan saintifik 5M (mengamati, menalar, mengumpulkan informasi, menanya, dan mengkomunikasikan). Penelitian dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan model Mc Taggart yang terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, observasi, refleksi, dan penyesuaian. Subjek penelitian terdiri dari 10 anak usia 5-6 tahun, sedangkan objek penelitian adalah pengembangan kecerdasan alami melalui pendekatan saintifik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kecerdasan alami anak-anak setelah penerapan pendekatan saintifik. Pada awal observasi pra-tindakan, kecerdasan alami rata-rata hanya sebesar 28,75%. Namun, pada siklus I meningkat menjadi 35,5%, pada siklus II meningkat lagi menjadi 72%, dan pada siklus III mencapai 83,5%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik efektif dalam meningkatkan kecerdasan alami anak usia 5-6 tahun di SPS TAAM Al Fauziyah Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF BERPIKIR SIMBOLIK ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN PERMAINAN EDUKATIF SMART CUBE Oki Lukmanul Hakim
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2023): Oktober, 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kognitif pada anak usia dini merupakan perubahan psikis yang berpengaruh terhadap kemampuan berpikir, Alat permainan edukatif merupakan media pembelajaran yang dibuat secara sengaja dirancang untuk pendidikan yang ditujukan membantu perkembangan anak APE Smart Cube salah satu alat permainan edukatif yang merupakan kegiatan pembelajaran tentang pengenalan angka, penjumlahan sederhana yang mudah dimainkan. Pembelajaran model eksisting jarang mengunakan APE sehingga anak tidak tertarik pada materi pembelajaran dan tidak termotivasi untuk mengikuti pembelajaran hal ini mengakibatkan hasil belajar anak rendah, hal tersebut dapat dilihat dari hasil observasi awal terhadap anak-anak mencapai persentase 26,2%. Oleh karena itu guru perlu menimbulkan aktivitas anak dengan kreatifitas yang menarik dan menyenangkan. Pendekatan penelitian yang diambil menggunakan model penelitian tindakan kelas. Pendekatan penelitian menggunakan model yang digunakan oleh Kurt Lewin yang dimulai dengan rencana, tindakan, pengamatan, refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di TKA Nurul Huda yang berjumlah 12 orang. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan dalam penelitian pada siklus I mendapatkan nilai sebesar 29,52%, pada siklus II dengan persentase 56,6% pada siklus III dengan persentase 83,3%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran menggunakan media pembelajaran dapat mempengaruhi anak usia 5-6 tahun dalam kemampuan kognitif berpikir simbolik anak
PENERAPAN MEDIA TEKA-TEKI BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEAKSARAAN ANAK KELOMPOK B USIA 5 – 6 TAHUN DI SPS TAAM ANNUUR Rida Adawiah
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2023): Oktober, 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan dalam aspek keaksaraan disebabkan oleh kurangnya kreativitas pendidik dalam pembelajaran mengenalkan huruf dan membaca kepada anak. Selain itu, kurang optimalnya pendidik SPS TAAM Annuur dalam pembelajaran mengenalkan huruf kepada anak yang selalu terpusat kepada pendidik, sehingga proses pembelajaran yang monoton dan membosankan bagi anak. Berdasarkan hasil observasi pada pra tindakan rata-rata nilai mencapai 32%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentitfikasi media teka teki bergambar dalam meningkatkan kemampuan keaksaraan anak kelompok B usia 5-6 tahun di SPS TAAM Annuur. Oleh sebab itu peneliti menggunakan media teka-teki bergambar untuk meningkatkan konsentrasi dalam memecahkan masalah, mengembangkan kemandirian pada anak serta menstimulasi minat belajar anak dalam mengenal keaksaraan pada anak kelompok B di SPS TAAM Annuur. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model PTK Kurt Lewin. Subjek dalam penilitian ini adalah 10 anak kelompok B di SPS TAAM Annuur. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I, penilaian RPPH nilai persentase 63%. Dan penilaian pelaksanaan pembelajaran nilai persentase 70%. Pada siklus II dengan nilai persentase 80% dan penilaian pelaksanaan pembelajaran nilai persentase 72%. Pada siklus III, penilaian RPPH nilai persentase 89% dan penilaian pelaksanaan pembelajaran nilai persentase 88%. Peningkatan kemampuan keaksaraan anak dapat dilihat dari peningkatan rata-rata persentase yaitu dinyatakan berhasil jika mencapai nilai 80% dari jumlah anak yang memenuhi kriteria berkembang sangat baik. Kemudian melalui penerapan media teka teki bergambar pada siklus 1 terjadi peningkatan nilai rata-rata menjadi 53%. Pada silkus II terjadi peningkatan yang lebih signifikan dengan nilai rata-rata sebesar 67%. Pada siklus III kemampuan keaksaraan anak meningkat secara drastis dan mencapai indikator keberhasilan rata-rata nilai sebesar 83%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan media teka teki bergambar efektif dalam meningkatkan kemampuan keaksaraan anak di kelompok B SPS TAAM Annuur.
KONTRIBUSI ORANG TUA TENTANG CARA ANAK MEMAHAMI KEBERAGAMAN DALAM INTERAKSI SOSIAL ANAK USIA DINI Halwa Qurrotulain
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2023): Oktober, 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi orang tua dalam membantu anak- anak memahami keberagaman dalam interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey dengan teknik pengumpulan data angket. Dari hasil penelitian, ditemukan dua tema besar yang terkait dengan kontribusi orang tua dalam membantu anak memahami keberagaman dalam interaksi sosial anak usia dini. Pertama, kesadaran orang tua tentang multikultural, yang meliputi pemahaman tentang keberagaman budaya dan nilai dalam masyarakat, serta kesediaan untuk mengakui dan menghargai perbedaan tersebut. Kedua, kontribusi orang tua dalam cara anak memahami keberagaman dalam interaksi sosial, yang mencakup dukungan orang tua dalam memperkenalkan anak pada keberagaman sosial dan budaya, serta memfasilitasi pengalaman positif dalam interaksi sosial yang melibatkan perbedaan budaya dan nilai. Oleh karena itu, orang tua harus memainkan peran aktif dalam pendidikan anak-anak mereka, dan memastikan bahwa mereka memperkenalkan anak pada keberagaman sosial dan budaya sejak dini
Analisis Kemampuan Sains pada Aktivitas Eco Printing di PAUD Ira Anggraeni
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 2 (2024): Maret, 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/almarifah.v4i2.324

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dampak aktivitas Eco Printing terhadap kemampuan sains anak-anak usia dini di PAUD melalui pendekatan kualitatif studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru PAUD, dan interaksi langsung dengan anak-anak selama aktivitas Eco Printing. Hasilnya menunjukkan bahwa Eco Printing berpotensi meningkatkan pemahaman sains anak-anak, memperkuat prinsip-prinsip ilmiah seperti pengamatan dan eksperimen sederhana. Selain itu, anak-anak menunjukkan minat yang tinggi dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran sains. Wawancara dengan guru PAUD menyoroti manfaat Eco Printing dalam pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan pentingnya menjaga lingkungan. Temuan ini mendukung integrasi aktivitas berbasis lingkungan dalam kurikulum PAUD untuk mendukung pembelajaran sains yang bermakna. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami peran Eco Printing dalam meningkatkan kemampuan sains anak-anak di PAUD, dengan rekomendasi untuk memasukkan kegiatan berbasis lingkungan dalam kurikulum PAUD.
Analisis Nilai Profil Pelajar Pancasila Dimensi 1 dalam Teks Narasi Buku Bahasa Indonesia Siswa Fase B Kurikulum Merdeka Astri Nurislamy
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 2 (2024): Maret, 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/almarifah.v4i2.325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan isi (ungkapan) nilai profil pelajar pancasila dimensi 1 dalam teks narasi buku bahasa Indonesia siswa fase b kurikulum merdeka. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil analisis nilai profil pelajar pancasila dimensi 1 dalam teks narasi buku bahasa Indonesia siswa fase b kurikulum merdeka Sekolah Dasar, dari 21 teks narasi hanya 15 teks yang memiliki muatan nilai Profil Pelajar Pancasila dimensi 1 (Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia). Dimensi 1 Elemen akhlak pribadi sebanyak 4 ungkapan, elemen akhlak kepada manusia sebanyak 14 ungkapan, dan elemen bernegara sebanyak 1 ungkapan. Sementara elemen beragama dan akhlak kepada alam tidak muncul dalam teks narasi tersebut.
GANGGUAN PERHATIAN/ INATENSI PADA ANAK (Studi Kasus Pada Peserta Didik Kober Gifari Kota Tasikmalaya) Oki Lukmanul Hakim
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 2 (2024): Maret, 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/almarifah.v4i2.326

Abstract

Gangguan perhatian atau inatensi adalah salah satu tipe dari ADHD dimana anak-anak dengan masalah utamanya terletak di rendahnya konsentrasi dan sangat mudah teralihkan perhatiannya dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain. Gangguan perhatian dapat mengganggu perkembangan anak dalam aspek pribadi, belajar dan sosial. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya gangguan perhatian pada siswa yaitu faktor genetik, faktor neurobiologis maupun faktor lingkungan yang merupakan tempat tumbuh kembang anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat gangguan perhatian dan bagaimana lingkungan keluarga dari masing-masing keempat subjek penelitian mempengaruhi gangguan perhatian tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti menentukan dua orang siswa sebagai subjek penelitian (Kn dan Hn). Instrumen dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan kedua siswa memiliki tingkat gangguan perhatian/ inatensi yang sedang. Hal tersebut ditandai dengan ketidakmampuan memusatkan perhatian, saat diajak bicara sering terlihat tidak mendengarkan, menolak terlibat dalam kegiatan yang memerlukan proses mental yang lama, sering bertindak ceroboh dan ketidakmampuan menjaga emosi. Faktor lingkungan keluarga memegang peran yang sangat penting dan yang paling berpengaruh adalah pola asuh orang tua. Dimana pola asuh yang sangat mempengaruhi tingginya gangguan perhatian yaitu pola asuh otoriter dan permisif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor lingkungan keluarga terutama pola asuh orang tua sangat mempengaruhi tingginya gangguan perhatian yang dialami anak. Rekomendasi bagi orang tua, hendaknya bisa menerapkan pola asuh demokratis agar dapat membantu anak mengatasi gangguan perhatian yang dialaminya sehingga anak dapat berkembang optimal.
INTERNALISASI NILAI KEMANDIRIAN MELALUI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN Ajang Ramdani
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 2 (2024): Maret, 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/almarifah.v4i2.327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana pendidikan kewirausahaan dapat memfasilitasi internalisasi nilai kemandirian di kalangan mahasiswa. Pendekatan pembelajaran yang aktif dan berbasis pengalaman, seperti simulasi bisnis dan proyek kewirausahaan, serta peran dosen dan mentor berpengalaman dalam mendukung proses ini, menjadi fokus utama. Melalui praktik bisnis simulasi, dan proyek kewirausahaan, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan mandiri yang diperlukan dalam merencanakan, mengelola, dan menjalankan bisnis. Kurikulum yang relevan dan terkini juga menjadi aspek penting dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi dinamika bisnis yang kompleks. Penelitian ini menggunakan metode metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA). Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan pendidikan kewirausahaan yang lebih efektif dalam memfasilitasi internalisasi nilai kemandirian di kalangan mahasiswa.
Internalisasi Nilai Pendidikan Multibudaya Pada Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Pengasuhan Ekologi Urie Bronfenbrenner dan Signifikansinya terhadap Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahma Mardia
Al-Marifah | Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 4 No 2 (2024): Maret, 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70143/almarifah.v4i2.328

Abstract

Mengintegrasikan cerita dan dongeng dari berbagai suku di Indonesia ke dalam kegiatan bercerita anak-anak dan mengajarkan lagu-lagu daerah dari berbagai suku untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia dapat membantu internalisasi nilai-nilai multibudaya dalam pembelajaran anak usia dini. Mengunjungi tempat ibadah, museum, atau lokasi permukiman suku-suku Indonesia tradisional Pendekatan pengasuhan ekologi Urie Bronfenbrenner melihat bagaimana berbagai sistem lingkungan (mikro, meso, ekso, dan makro) memengaruhi perkembangan anak usia dini dan menginternalisasi nilai pendidikan multibudaya. Keluarga dan lingkungan sosial anak-anak Indonesia sangat beragam dari segi ras, agama, budaya, dan suku (multikultural). Orang tua dan guru harus menanamkan keragaman ini pada anak-anak sejak dini melalui pendekatan ekologi. Selain itu, orang tua dan guru juga harus menggunakan pendekatan ekologi. Upaya untuk menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila kepada anak sejak usia dini sehingga mereka tumbuh menjadi individu yang mencerminkan jiwa dan semangat Pancasila. mengadopsi prinsip-prinsip Pancasila, seperti toleransi, gotong royong, dan keagamaan secara sederhana. memberi orang tua dan guru contoh sikap dan perilaku yang mengikuti nilai Pancasila, seperti berdoa, memberi salam, dan tolong-menolong. menggunakan metode yang sesuai dengan fase perkembangan anak usia dini.