cover
Contact Name
Robi'ah Machtumah Malayati
Contact Email
spektra.komunika@gmail.com
Phone
+6285706426526
Journal Mail Official
spektra.komunika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Irian Jaya No. 55, Cukir, Kecamatan Diwek, Kab. Jombang, Provinsi Jawa Timur, 61471
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
SPEKTRA KOMUNIKA
ISSN : -     EISSN : 29621321     DOI : https://doi.org/10.33752/spektra.v3i1
Jurnal Spektra Komunika adalah jurnal Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asyari Tebuireng Jombang. Jurnal Spektra Komunika menjadi media kajian teoritis dan aplikatif ilmu komunikasi dan ilmu dakwah, baik dari hasil penelitian empirik maupun analisis-reflektif. Sebagaimana namanya Spektra Komunika, para akademisi dan praktisi bisa berkontribusi dalam mengembangkan teori dan konsep-konsep baru di bidang ilmu komunikasi dan penyiaran Islam dalam berbagai perspektif yang luas. Kajian utama jurnal ini mencakup studi media, film, jurnalistik, broadcasting, komunikasi pesantren dan rumpun ilmu komunikasi dan penyiaran Islam lainnya
Articles 102 Documents
REPRESENTASI KONFLIK BIRRUL WALIDAIN PADA IKLAN DAIKIN ‘DOA DI UJUNG RAMADHAN’ EDISI RAMADHAN 1444 HIJRIYAH Nafisah, Dewi; Robi'ah Machtumah Malayati
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 1 (2025): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i1.9361

Abstract

Abstrak: Kajian ini membahas tentang representasi konflik birrul walidain pada iklan Daikin yang berjudul Do’a di Ujung Ramadhan. Tujuan dibuatnya kajian ini untuk menganalisis bagaimana representasi konflik yang bertentangan pada birrul walidain pada iklan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif serta metode semiotika Roland Barthes. Pendekatan tersebut diaplikasikan untuk mengungkap makna dan tanda dengan skema yang dibuat oleh Barthes yakni denotatif, konotatif, dan mitos. Kemudian penelitian ini mengambil sebanyak 10 adegan yang relevan dengan konteks penelitian yakni konflik antara anak dengan orang tua serta mengacu pada visual, dialog, serta simbol. Kemudian penelitian ini juga menggunakan representasi pendekatan konstruksionis milik Stuart Hall agar dapat mengungkap makna pada iklan tersebut yang berhubungan dengan budaya atau sosial. Selain itu, iklan ini juga memuat pesan moral yang lebih ditujukan pada anak supaya lebih menghargai dengan berbakti pada orang tuanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Daikin ‘Do’a di Ujung Ramadhan’ merepresentasikan beberapa moral yang ditujukan untuk anak seperti untuk menghindari konflik pada orang tua terutama ibu, merawat ibu yang sudah lanjut usia dengan sabar, dan senantiasa mendoakan ibunya. Jadi, diharapkan hasil dari penelitian ini bisa membawa dampak yang baik dan sistematis baik untuk pembaca maupun peneliti selanjutnya. Abstract: This study discusses the representation of birrul walidain conflict in the Daikin advertisement titled ‘Do’a di Ujung Ramadhan’. The purpose of this study is to analyze how the conflicting representation of birrul walidain is portrayed in the advertisement. This research uses an interpretative qualitative approach and Roland Barthes’ semiotic method. This approach is applied to uncover meanings and signs based on Barthes’ framework, which includes denotative, connotative and myth. Then, selected 10 scenes relevant to the research context, namely the conflict between children and parent referring to visuals, dialogues, and symbols. Additionally, this research employs Stuart Hall’s constructionist approach to reveal meanings within the advertisement that relate to culture or society. In addition, this advertisement also contains a moral message aimed at children to value being devoted to their parent. Research findings show that Daikin’s advertisement titled ‘Do’a di Ujung Ramadhan’ represents several morals directed towards children, such as avoiding conflict with parents, especially mother, caring for elderly mothers with patience, and constantly praying for their mother. Therefore, it is hoped that the results of this research can have a positive and systematic impact on both readers and future research.
REPRESENTASI NILAI AKHLAK DI INSTAGRAM LUTHFIHINELO EDISI 2 DAN 21 SEPTEMBER 2024 Faidhona Atria; Anwari
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 1 (2025): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i1.9446

Abstract

Abstrak: Media sosial telah berkembang menjadi wadah efektif untuk menyebarkan pesan-pesan keislaman melalui konten kreatif yang menarik dan mudah dipahami oleh generasi muda. Salah satu contohnya adalah akun Instagram Luthfihinelo yang menggunakan animasi dengan konsep personifikasi benda mati untuk menyampaikan pesan moral dan nilai akhlak. Penelitian ini fokus pada analisis dua unggahan Instagram Luthfihinelo pada tanggal 2 dan 21 September 2024, dengan tujuan untuk mengidentifikasi tanda-tanda representasi nilai akhlak serta memahami makna tanda tersebut dalam elemen visual dan naratif konten animasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika berdasarkan teori Ferdinand de Saussure dan teori representasi Stuart Hall. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai akhlak seperti muhasabah dan shodaqoh yang direpresentasikan melalui simbol, warna, dan teks dalam media visual, yang mencakup konsep signifier (penanda) dan signified (petanda), serta 5 konsep lainnya yang dikembangkan Saussure. Selain itu, konten Luthfihinelo juga menyampaikan pesan moral seperti introspeksi diri, kepedulian terhadap sesama, dan pentingnya berbagi dalam kehidupan sehari-hari. Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan gaya santai dan humoris sehingga lebih mudah diterima oleh audiens muda. Abstract: Social media has developed into an effective medium for spreading Islamic messages through creative content that is interesting and easy for the younger generation to understand. One example is the Instagram account Luthfihinelo which uses animation with the concept of personification of inanimate objects to convey moral messages and moral values. This study focuses on the analysis of two Instagram posts by Luthfihinelo on September 2 and 21, 2024, with the aim of identifying signs of representation of moral values and understanding the meaning of these signs in the visual and narrative elements of animated content. This study uses a descriptive qualitative approach with a semiotic analysis method based on Ferdinand de Saussure's theory and Stuart Hall's representation theory. The results of the analysis show that moral values such as muhasabah and shodaqoh are represented through symbols, colors, and text in visual media, which include the concepts of signifier and signified, as well as 5 other concepts developed by Saussure. In addition, Luthfihinelo's content also conveys moral messages such as self-introspection, concern for others, and the importance of sharing in everyday life. These messages are delivered in a relaxed and humorous style so that they are more easily accepted by young audiences.
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA SANTRI ODGJ DI PONDOK PESANTREN SUNAN KALIJAGA Ai Nursyamsiah; Sayidah Afyatul Masruroh; Shofa Nadya Rahmah
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 1 (2025): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i1.9512

Abstract

Abstrak: Komunikasi Terapeutik merupakan pendekatan komunikasi yang bertujuan menciptakan hubungan yang positif antara perawat dan pasien untuk mendukung proses penyembuhan Orang Dengan gangguan Jiwa (ODGJ). Pondok pesantren Sunan Kalijaga menjadi salah satu lembaga pesantren yang menjadi wadah rehabilitasi santri ODGJ dengan pendekatan komunikasi terapeutik. Penelitian ini juga mengkaji dua fokus penelitian yang telah ditentukan oleh peneliti seperti proses komunikasi terapeutik dan efek komunikasi terapeutik yang diterapkan kepada santri ODGJ di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Kesamben Jombang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, jenis penelitian deskriptif, yang bersifat field research (penelitian lapangan). Data yang dikumpulkan melalui wawancara dengan Kyai Miftahul Falaq, pengurus dan santri ODGJ. Observasi di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga dan dokumentasi terkait. Teknis analisis data yang dilakukan adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik yang diterapkan pada santri ODGJ di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga melalui kegiatan interaksi secara perlahan, rutin dan berulang-ulang  serta memberikan motivasi. Pendekatan spiritual seperti mengaji kitab dan Al-Quran, shalat berjamaah, serta tawasul, doa dan shalawat bersama. Jangka proses komunikasi terapeutik memerlukan kurun waktu yang cukup panjang untuk kesembuhan santri ODGJ. Pendekatan komunikasi terapeutik di lingkungan pondok pesantren terbukti efektif yaitu meningkatkan perkembangan santri ODGJ, membangun kepercayaan antara pengasuh, pengurus dan santri ODGJ, mendorong santri ODGJ untuk lebih mandiri dan mampu kembali ke masyarakat untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi studi  lanjutan dan memberikan kontribusi informasi mengenai praktik komunikasi terapeutik di lingkungan pondok pesantren.  Abstract: Therapeutic Communication is a communication approach aimed at fostering a positive relationship between nurses and patients to support the healing process of People with Mental Disorders (ODGJ). Pondok Pesantren Sunan Kalijaga serves as one of the Islamic boarding schools that provides rehabilitation for ODGJ students through the application of therapeutic communication. This study explores two main research focuses: the process and the effects of therapeutic communication implemented for ODGJ students at Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Kesamben Jombang. The research employs a qualitative approach with a descriptive type and is categorized as field research. Datas were collected through interviews with Kyai Miftahul Falaq, boarding school administrators, ODGJ students, as well as through observation at the pesantren and supporting documentation. The data analysis techniques used include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings of the study indicate that therapeutic communication applied to ODGJ students at Pondok Pesantren Sunan Kalijaga is carried out through gradual, consistent, and repeated interactions, along with motivational efforts. Spiritual approaches, such as studying religious texts, reciting the Quran, performing congregational prayers, tawasul, supplication, and collective recitation of shalawat, are also integrated into process. The therapeutic communication process requires a considerable amount of time to support the full recovery of ODGJ students. The therapeutic communication in the pesantren environment has proven effective in enhancing the development of ODGJ students, building trust between Gus Miftah, administrators, and the ODGJ students, and encouraging ODGJ students to become more independent, and reintegrate into society. This research is expected to serve as a reference for future studies and contribute valuable insight into the implementation of therapeutic communication in the Pesantren environment.
IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA PADA MASYARAKAT DESA GROGOL KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG Husen, Fajar Muhamad; Sayidah Afyatul Masruroh; Nor Azeera Binti Adam
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 1 (2025): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i1.9524

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi moderasi beragama pada masyarakat Desa Grogol, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori interaksi simbolik Herbert Blumer. Fokus penelitian meliputi: (1) bentuk implementasi moderasi beragama, (2) peran pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat dalam memperkuat moderasi beragama, serta (3) makna simbolik yang muncul dalam praktik kehidupan sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama di Desa Grogol berakar pada nilai adat, budaya, dan kekeluargaan yang memperkuat toleransi dan kebersamaan lintas keyakinan. Pemerintah desa dan tokoh agama berperan aktif melalui sosialisasi, pelayanan publik yang adil, kegiatan lintas agama, dan keteladanan sikap toleran. Hubungan antara budaya dan agama mencerminkan interaksi simbolik yang membangun harmoni antara umat Islam dan Kristen. Nilai kesederhanaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap sesama menjadi simbol sosial yang memperkuat praktik moderasi beragama di tingkat lokal. This study describes the implementation of religious moderation among the people of Grogol Village, Diwek District, Jombang Regency. The research employed a qualitative approach using Herbert Blumer’s symbolic interactionism theory. The focus of this study includes: (1) the implementation of religious moderation in community life, (2) the roles of village government, religious leaders, and community members in strengthening religious moderation, and (3) the shared symbolic meanings that shape interfaith harmony. The findings reveal that religious moderation in Grogol Village is rooted in local customs, culture, and kinship values that promote tolerance and togetherness across faiths. The village government and religious leaders actively support religious moderation through public service fairness, interfaith activities, socialization, and modeling tolerant behavior. The interplay between culture and religion reflects symbolic interactions that nurture harmony between Muslim and Christian communities. Simplicity, mutual cooperation, and respect for others serve as meaningful social symbols that reinforce religious moderation at the local level.
STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH KH. KHOIRON SYU’AIB DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BERAGAMA EKS PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) PASCA PENUTUPAN LOKALISASI BANGUNSARI Aminatus Sa'idah; Moh. Slamet
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 1 (2025): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i1.9630

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menganalisis tentang strategi komunikasi dakwah KH. Khoiron Syu’aib dalam meningkatkan motivasi beragama eks PSK pasca penutupan lokalisasi Bangunsari Surabaya. Jenis Penelitian ini kualitatif dengan menggunakan teori persuasif, teori komunikasi interpersonal, teori komunikasi simbolik. Adapun fokus penelitian ini yaitu: 1) Strategi komunikasi dakwah KH. Khoiron Syu’aib dalam meningkatkan motivasi beragama eks PSK, 2) Peningkatan motivasi beragama eks PSK, 3) Respon eks PSK terhadap dakwah KH. Khoiron Syu’aib Peneliti mendapat kesimpulan dari fokus penelitian yaitu: 1) Strategi komunikasi dakwah KH. Khoiron Syu’aib dengan berbasis empati, dialog, dan pemberdayaan terbukti efektif dalam mendukung transformasi spiritual dan sosial eks PSK, 2) Motivasi beragama yang diberikan KH. Khoiron Syu’aib sangat merubah pola pikir eks PSK bahwa mereka sangat peduli dengan harga diri dan martabat mereka sebagai wanita sehingga kesadaran dalam beragama perlahan muncul dalam diri eks PSK,; 3) Respon eks PSK terhadap dakwah KH. Khoiron Syu’aib sangat positif, hal ini ditandai dengan antusias eks PSK menghadiri pengajian yang dilakukan KH. Khoiron Syu’aib dan perubahan pola pikir yang lebih baik. Abstract: This study analyzes the da'wah communication strategies of KH. Khoiron Syu’aib in enhancing the religious motivation of former sex workers (ex-PSK) following the closure of the Bangunsari red-light district in Surabaya. This is a qualitative study using persuasive theory, interpersonal communication theory, and symbolic communication theory. The focus of this research is; 1) The da'wah communication strategies of KH. Khoiron Syu’aib in enhancing the religious motivation of former sex workers, 2) The improvement in religious motivation among former sex workers, 3) The response of former sex workers to KH. Khoiron Syu’aib's da'wah. The researcher draws the following conclusions based on the research focus: 1) KH. Khoiron Syu’aib’s da'wah communication strategies—based on empathy, dialogue, and empowerment—have proven effective in supporting the spiritual and social transformation of former sex workers, 2) The religious motivation instilled by KH. Khoiron Syu’aib significantly changed the mindset of former sex workers, making them more aware of their self- worth and dignity as women, thereby gradually fostering religious consciousness within them, 3) The response of former sex workers to KH. Khoiron Syu’aib's da'wah was very positive, as evidenced by their enthusiasm in attending religious gatherings held by KH. Khoiron Syu’aib and their improved way of thinking.
MEREKATKAN IDENTITAS KOLEKTIF: ANALISIS NARASI KEBERSAMAAN DALAM IKLAN RAMADHAN IM3 OOREDOO 2025 Moch. Nurcholis Majid
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 1 (2025): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i1.10694

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis narasi kebersamaan dalam iklan Ramadhan IM3 Ooredoo 2025 dan bagaimana narasi tersebut merekatkan identitas kolektif masyarakat digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis semiotika Roland Barthes, penelitian ini menelaah tanda-tanda visual dalam iklan berdasarkan tiga tingkat makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh melalui dokumentasi visual dan deskriptif atas adegan-adegan utama dalam iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan secara efektif membangun makna kebersamaan melalui representasi keluarga kecil, rekan kerja, dan komunitas yang saling membantu saat berbuka puasa. Pada tingkat mitos, kebersamaan diposisikan sebagai nilai sosial yang melekat kuat pada identitas kolektif masyarakat Muslim Indonesia, terutama dalam konteks digital dan modern. Iklan ini tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai narasi simbolik yang memperkuat solidaritas sosial di bulan Ramadhan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa iklan IM3 Ooredoo 2025 mampu mengonstruksi ulang makna kebersamaan sebagai elemen penting dalam membentuk identitas kolektif masyarakat, sekaligus menjadi strategi komunikasi yang efektif dalam konteks budaya dan keagamaan Abstract: This study aims to analyze the narrative of togetherness in the IM3 Ooredoo 2025 Ramadan advertisement and how this narrative cements the collective identity of the digital community. Using a qualitative analysis approach and Roland Barthes' semiotics, this study examines the visual signs in the advertisement based on three levels of meaning: denotation, connotation, and myth. Data were obtained through visual and descriptive documentation of key scenes in the advertisement. The results show that the advertisement effectively constructs a sense of togetherness through representations of small families, coworkers, and communities helping each other during iftar. At the mythical level, togetherness is positioned as a social value deeply embedded in the collective identity of Indonesian Muslims, especially in a digital and modern context. This advertisement functions not only as a promotional medium but also as a symbolic narrative that strengthens social solidarity during Ramadan. The conclusion of this study is that the IM3 Ooredoo 2025 advertisement is able to reconstruct the meaning of togetherness as a crucial element in shaping the community's collective identity, while also serving as an effective communication strategy in a cultural and religious context
KOMUNIKASI INTERPERSONAL IBU WANITA KARIER DALAM MENANAMKAN NILAI MORAL DAN ETIKA PADA ANAK USIA DINI DI KABUPATEN JOMBANG TRI LATIFATUL SAKDIYAH; Aini, Zahwa Rizqika Aini
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 2 (2026): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i2.10692

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi interpersonal ibu wanita karier dalam menanamkan nilai moral dan etika pada anak usia dini di Kabupaten Jombang. Peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia kerja menimbulkan tantangan baru bagi ibu dalam menjaga kualitas komunikasi dan kedekatan emosional dengan anak, khususnya pada masa usia dini yang merupakan fase penting pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif ibu wanita karier dalam membangun komunikasi interpersonal dengan anak. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap ibu wanita karier di Kabupaten Jombang yang memiliki anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal ibu dilakukan melalui pendekatan humanistik dan pragmatis dengan menerapkan sikap percaya, suportif, terbuka, serta kemampuan komunikasi sosial dan behavioral dalam interaksi sehari-hari dengan anak. Penelitian ini juga menemukan bahwa ibu wanita karier membangun kedekatan emosional melalui komunikasi terbuka, aktivitas bersama anak, pemberian kepercayaan, serta pendekatan persuasif dalam menanamkan nilai moral dan etika. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kualitas komunikasi interpersonal memiliki peran penting dalam membentuk kedekatan emosional, keterbukaan, serta perkembangan moral anak usia dini meskipun ibu memiliki keterbatasan waktu akibat tuntutan pekerjaan. Penelitian ini memperkuat kajian komunikasi interpersonal keluarga dengan menempatkan komunikasi ibu-anak sebagai mekanisme utama pembentukan nilai moral dalam keluarga wanita karier. This study aims to analyze the interpersonal communication of working mothers in instilling moral and ethical values in early childhood in Jombang Regency. The increasing participation of women in the workforce has created new challenges for mothers in maintaining the quality of communication and emotional closeness with their children, particularly during early childhood, which is a crucial stage in character development. This study employed a qualitative approach using a phenomenological method to explore the subjective experiences of working mothers in building interpersonal communication with their children. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving working mothers in Jombang Regency who have early childhood-aged children. The results indicate that working mothers apply interpersonal communication through humanistic and pragmatic approaches by implementing trust, supportiveness, openness, and both social and behavioral communication competencies in daily interactions with their children. The study also found that working mothers build emotional closeness through open communication, shared activities, trust-building, and persuasive approaches in instilling moral and ethical values. Furthermore, the findings reveal that the quality of interpersonal communication plays a significant role in shaping emotional closeness, openness, and the moral development of early childhood despite the limited interaction time caused by work responsibilities. This study strengthens the discourse on family interpersonal communication by positioning mother-child communication as the primary mechanism for instilling moral values within working mothers’ families.
METODE DAKWAH PENCAK SILAT NH PERKASYA DALAM PEMBENTUKAN MENTAL KEAGAMAAN SISWA A. WAHID HASYIM JOMBANG Aditya Syariffuddin Akbar; Moh. Slamet
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 2 (2026): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i2.11561

Abstract

Fenomena degradasi moral dan kenakalan remaja menunjukkan pentingnya pembentukan mental keagamaan melalui pendekatan yang kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis metode dakwah pencak silat NH PERKASYA dalam pembentukan mental keagamaan siswa di SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng Jombang. Objek penelitian meliputi pelatih, anggota pencak silat, dan aktivitas pembinaan spiritual dalam organisasi NH PERKASYA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dakwah yang diterapkan menggunakan pendekatan dakwah bi al-lisan dan dakwah bi al-hal melalui pemberian nasihat, keteladanan, pembiasaan ibadah, dan penguatan disiplin dalam kegiatan latihan pencak silat. Proses tersebut mampu membentuk karakter religius siswa, meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta mengurangi kecenderungan perilaku menyimpang di kalangan remaja. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa pencak silat NH PERKASYA tidak hanya berfungsi sebagai seni bela diri, tetapi juga efektif sebagai media dakwah dan pembinaan mental keagamaan berbasis budaya lokal. The phenomenon of moral degradation and juvenile delinquency highlights the importance of developing students’ religious mentality through contextual and practical approaches. This study aims to analyze the da’wah methods employed by NH PERKASYA pencak silat in shaping the religious mentality of students at SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng Jombang. The subjects of this study included trainers, pencak silat members, and spiritual development activities within the NH PERKASYA organization. This research employed a qualitative approach using a field research design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed descriptively through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the da’wah methods applied consisted of da’wah bi al-lisan and da’wah bi al-hal through advice, exemplary behavior, habituation of worship practices, and reinforcement of discipline during pencak silat training activities. These processes were able to develop students’ religious character, improve discipline and responsibility, and reduce tendencies toward deviant behavior among adolescents. The study concludes that NH PERKASYA pencak silat functions not only as a martial art but also as an effective medium for da’wah and religious mental development based on local cultural values.
SELEKSI INFORMASI DALAM VIDEO CERAMAH PENDEK SEBAGAI STRATEGI DAKWAH DIGITAL Nurul Izzah; Isnaeni
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 2 (2026): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i2.11565

Abstract

Fenomena maraknya video ceramah pendek di media sosial menunjukkan adanya transformasi dalam cara penyampaian pesan dakwah di era digital. Format video berdurasi singkat menuntut adanya seleksi informasi agar pesan dakwah tetap dapat disampaikan secara efektif dan menarik bagi audiens media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana seleksi informasi digunakan sebagai strategi dakwah digital dalam video ceramah pendek di platform TikTok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif. Objek penelitian terdiri atas 20 video ceramah pendek di TikTok yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria durasi singkat, konten keagamaan, dan tingkat interaksi yang tinggi. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dan transkripsi video, kemudian dianalisis melalui proses coding, kategorisasi, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seleksi informasi dilakukan melalui tiga mekanisme utama, yaitu kompresi pesan, reduksi konteks, serta penonjolan aspek emosional dan normatif. Ketiga mekanisme tersebut membentuk strategi dakwah digital yang adaptif terhadap karakter media sosial yang cepat, ringkas, dan emosional. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa seleksi informasi tidak hanya berfungsi sebagai strategi penyederhanaan pesan, tetapi turut memengaruhi cara audiens memahami pesan keagamaan di media sosial. The growing prevalence of short sermon videos on social media reflects a transformation in the way religious messages are communicated in the digital era. The short-duration format requires information selection to ensure that religious messages remain effective and engaging for social media audiences. This study aims to analyze how information selection functions as a digital da’wah strategy in short sermon videos on TikTok. The research employed a qualitative approach using qualitative content analysis. The research object consisted of 20 short sermon videos on TikTok selected through purposive sampling based on criteria such as short duration, religious content, and high engagement levels. Data were collected through non-participant observation and video transcription, then analyzed through coding, categorization, and data interpretation. The findings reveal that information selection operates through three main mechanisms: message compression, context reduction, and the emphasis on emotional and normative aspects. These mechanisms form a digital da’wah strategy that adapts to the fast-paced, concise, and emotional characteristics of social media. The study also shows that information selection not only functions as a strategy for simplifying messages, but also influences how audiences understand religious messages on social media.
PESAN DAKWAH DALAM LAGU “SELALU ADA DI NADIMU” DALAM FILM “JUMBO” Rizqi, Dalilah Afiyah; Chairiyah, Ummy Chairiyah
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 2 (2026): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i2.12023

Abstract

Dakwah dapat disampaikan dengan menggunakan banyak media, salah satunya adalah lagu. Termasuk lagu “Selalu Ada Di Nadimu” karya Laleilmanino. Oleh karena itu, Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Apa saja pesan dakwah yang terkandung dalam lirik lagu “Selalu Ada di Nadimu” pada film “Jumbo” ? 2. Bagaimana cara menentukan pesan dakwah dalam lagu “ Selalu Ada di Nadimu” pada film “Jumbo” ? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika Charles Sanders Pierce. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi dan dokumentasi, kemudian data dianalisis menggunakan model triadik. Hasil penelitian ini mengungkapkan makna yang terkandung dalam lirik lagu “Selalu Ada di Nadimu” mengandung pesan tentang seorang hambah yang tidak menyerah menghadapi rintangan dengan keteguhan iman, menjalankan kewajiban kepada Allah, dan berbakti kepada orang tua. Pesan-pesan islami yang terdapat dalam lirik lagu dianalisis dengan cara membaginya ke dalam tiga kategori utama, yaitu pesan keimanan (akidah), pesan syariat (syariah), dan pesan moralitas (akhlak). Rekomendasi dalam skripsi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya yang hendak mengkaji pesan dakwah yang terkandung dalam lirik lagu “Selalu Ada di Nadimu” dalam film Jumbo, dengan menggunakan pendekatan, metode, maupun teori analisis yang berbeda, sehingga dapat memperkaya khazanah kajian dakwah melalui media musik. Dakwah can be conveyed using many media, one of which is songs. This includes the song “Selalu Ada Di Nadimu” by Laleilmanino. Therefore, the research questions in this study are: 1. What are the messages of da'wah contained in the lyrics of the song “Selalu Ada di Nadimu” in the film ‘Jumbo’? 2. How can the messages of da'wah in the song “Selalu Ada di Nadimu” in the film “Jumbo” be determined? This study is a literature review with a descriptive qualitative approach. The method used is Charles Sanders Pierce's semiotics. Data collection was carried out through observation and documentation techniques, then the data was analyzed using a triadic model. The results of this study reveal that the meaning contained in the lyrics of the song “Selalu Ada di Nadimu” contains messages about a servant who does not give up in the face of obstacles with steadfast faith, carries out his obligations to Allah, and is devoted to his parents. The Islamic messages contained in the song lyrics were analyzed by dividing them into three main categories, namely messages of faith (akidah), messages of sharia (syariah), and messages of morality (akhlak). The recommendations in this thesis are expected to serve as a reference for future researchers who wish to examine the da'wah messages contained in the lyrics of the song “Selalu Ada di Nadimu” in the film Jumbo, using different approaches, methods, and analytical theories, thereby enriching the study of da'wah through music.

Page 10 of 11 | Total Record : 102