cover
Contact Name
Robi'ah Machtumah Malayati
Contact Email
spektra.komunika@gmail.com
Phone
+6285706426526
Journal Mail Official
spektra.komunika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Irian Jaya No. 55, Cukir, Kecamatan Diwek, Kab. Jombang, Provinsi Jawa Timur, 61471
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
SPEKTRA KOMUNIKA
ISSN : -     EISSN : 29621321     DOI : https://doi.org/10.33752/spektra.v3i1
Jurnal Spektra Komunika adalah jurnal Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asyari Tebuireng Jombang. Jurnal Spektra Komunika menjadi media kajian teoritis dan aplikatif ilmu komunikasi dan ilmu dakwah, baik dari hasil penelitian empirik maupun analisis-reflektif. Sebagaimana namanya Spektra Komunika, para akademisi dan praktisi bisa berkontribusi dalam mengembangkan teori dan konsep-konsep baru di bidang ilmu komunikasi dan penyiaran Islam dalam berbagai perspektif yang luas. Kajian utama jurnal ini mencakup studi media, film, jurnalistik, broadcasting, komunikasi pesantren dan rumpun ilmu komunikasi dan penyiaran Islam lainnya
Articles 96 Documents
REPRESENTASI KONFLIK BIRRUL WALIDAIN PADA IKLAN DAIKIN ‘DOA DI UJUNG RAMADHAN’ EDISI RAMADHAN 1444 HIJRIYAH Nafisah, Dewi; Robi'ah Machtumah Malayati
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 1 (2025): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i1.9361

Abstract

Abstrak: Kajian ini membahas tentang representasi konflik birrul walidain pada iklan Daikin yang berjudul Do’a di Ujung Ramadhan. Tujuan dibuatnya kajian ini untuk menganalisis bagaimana representasi konflik yang bertentangan pada birrul walidain pada iklan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif serta metode semiotika Roland Barthes. Pendekatan tersebut diaplikasikan untuk mengungkap makna dan tanda dengan skema yang dibuat oleh Barthes yakni denotatif, konotatif, dan mitos. Kemudian penelitian ini mengambil sebanyak 10 adegan yang relevan dengan konteks penelitian yakni konflik antara anak dengan orang tua serta mengacu pada visual, dialog, serta simbol. Kemudian penelitian ini juga menggunakan representasi pendekatan konstruksionis milik Stuart Hall agar dapat mengungkap makna pada iklan tersebut yang berhubungan dengan budaya atau sosial. Selain itu, iklan ini juga memuat pesan moral yang lebih ditujukan pada anak supaya lebih menghargai dengan berbakti pada orang tuanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Daikin ‘Do’a di Ujung Ramadhan’ merepresentasikan beberapa moral yang ditujukan untuk anak seperti untuk menghindari konflik pada orang tua terutama ibu, merawat ibu yang sudah lanjut usia dengan sabar, dan senantiasa mendoakan ibunya. Jadi, diharapkan hasil dari penelitian ini bisa membawa dampak yang baik dan sistematis baik untuk pembaca maupun peneliti selanjutnya. Abstract: This study discusses the representation of birrul walidain conflict in the Daikin advertisement titled ‘Do’a di Ujung Ramadhan’. The purpose of this study is to analyze how the conflicting representation of birrul walidain is portrayed in the advertisement. This research uses an interpretative qualitative approach and Roland Barthes’ semiotic method. This approach is applied to uncover meanings and signs based on Barthes’ framework, which includes denotative, connotative and myth. Then, selected 10 scenes relevant to the research context, namely the conflict between children and parent referring to visuals, dialogues, and symbols. Additionally, this research employs Stuart Hall’s constructionist approach to reveal meanings within the advertisement that relate to culture or society. In addition, this advertisement also contains a moral message aimed at children to value being devoted to their parent. Research findings show that Daikin’s advertisement titled ‘Do’a di Ujung Ramadhan’ represents several morals directed towards children, such as avoiding conflict with parents, especially mother, caring for elderly mothers with patience, and constantly praying for their mother. Therefore, it is hoped that the results of this research can have a positive and systematic impact on both readers and future research.
REPRESENTASI NILAI AKHLAK DI INSTAGRAM LUTHFIHINELO EDISI 2 DAN 21 SEPTEMBER 2024 Faidhona Atria; Anwari
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 1 (2025): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i1.9446

Abstract

Abstrak: Media sosial telah berkembang menjadi wadah efektif untuk menyebarkan pesan-pesan keislaman melalui konten kreatif yang menarik dan mudah dipahami oleh generasi muda. Salah satu contohnya adalah akun Instagram Luthfihinelo yang menggunakan animasi dengan konsep personifikasi benda mati untuk menyampaikan pesan moral dan nilai akhlak. Penelitian ini fokus pada analisis dua unggahan Instagram Luthfihinelo pada tanggal 2 dan 21 September 2024, dengan tujuan untuk mengidentifikasi tanda-tanda representasi nilai akhlak serta memahami makna tanda tersebut dalam elemen visual dan naratif konten animasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika berdasarkan teori Ferdinand de Saussure dan teori representasi Stuart Hall. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai akhlak seperti muhasabah dan shodaqoh yang direpresentasikan melalui simbol, warna, dan teks dalam media visual, yang mencakup konsep signifier (penanda) dan signified (petanda), serta 5 konsep lainnya yang dikembangkan Saussure. Selain itu, konten Luthfihinelo juga menyampaikan pesan moral seperti introspeksi diri, kepedulian terhadap sesama, dan pentingnya berbagi dalam kehidupan sehari-hari. Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan gaya santai dan humoris sehingga lebih mudah diterima oleh audiens muda. Abstract: Social media has developed into an effective medium for spreading Islamic messages through creative content that is interesting and easy for the younger generation to understand. One example is the Instagram account Luthfihinelo which uses animation with the concept of personification of inanimate objects to convey moral messages and moral values. This study focuses on the analysis of two Instagram posts by Luthfihinelo on September 2 and 21, 2024, with the aim of identifying signs of representation of moral values and understanding the meaning of these signs in the visual and narrative elements of animated content. This study uses a descriptive qualitative approach with a semiotic analysis method based on Ferdinand de Saussure's theory and Stuart Hall's representation theory. The results of the analysis show that moral values such as muhasabah and shodaqoh are represented through symbols, colors, and text in visual media, which include the concepts of signifier and signified, as well as 5 other concepts developed by Saussure. In addition, Luthfihinelo's content also conveys moral messages such as self-introspection, concern for others, and the importance of sharing in everyday life. These messages are delivered in a relaxed and humorous style so that they are more easily accepted by young audiences.
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA SANTRI ODGJ DI PONDOK PESANTREN SUNAN KALIJAGA Ai Nursyamsiah; Sayidah Afyatul Masruroh; Shofa Nadya Rahmah
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 1 (2025): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i1.9512

Abstract

Abstrak: Komunikasi Terapeutik merupakan pendekatan komunikasi yang bertujuan menciptakan hubungan yang positif antara perawat dan pasien untuk mendukung proses penyembuhan Orang Dengan gangguan Jiwa (ODGJ). Pondok pesantren Sunan Kalijaga menjadi salah satu lembaga pesantren yang menjadi wadah rehabilitasi santri ODGJ dengan pendekatan komunikasi terapeutik. Penelitian ini juga mengkaji dua fokus penelitian yang telah ditentukan oleh peneliti seperti proses komunikasi terapeutik dan efek komunikasi terapeutik yang diterapkan kepada santri ODGJ di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Kesamben Jombang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, jenis penelitian deskriptif, yang bersifat field research (penelitian lapangan). Data yang dikumpulkan melalui wawancara dengan Kyai Miftahul Falaq, pengurus dan santri ODGJ. Observasi di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga dan dokumentasi terkait. Teknis analisis data yang dilakukan adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik yang diterapkan pada santri ODGJ di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga melalui kegiatan interaksi secara perlahan, rutin dan berulang-ulang  serta memberikan motivasi. Pendekatan spiritual seperti mengaji kitab dan Al-Quran, shalat berjamaah, serta tawasul, doa dan shalawat bersama. Jangka proses komunikasi terapeutik memerlukan kurun waktu yang cukup panjang untuk kesembuhan santri ODGJ. Pendekatan komunikasi terapeutik di lingkungan pondok pesantren terbukti efektif yaitu meningkatkan perkembangan santri ODGJ, membangun kepercayaan antara pengasuh, pengurus dan santri ODGJ, mendorong santri ODGJ untuk lebih mandiri dan mampu kembali ke masyarakat untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi studi  lanjutan dan memberikan kontribusi informasi mengenai praktik komunikasi terapeutik di lingkungan pondok pesantren.  Abstract: Therapeutic Communication is a communication approach aimed at fostering a positive relationship between nurses and patients to support the healing process of People with Mental Disorders (ODGJ). Pondok Pesantren Sunan Kalijaga serves as one of the Islamic boarding schools that provides rehabilitation for ODGJ students through the application of therapeutic communication. This study explores two main research focuses: the process and the effects of therapeutic communication implemented for ODGJ students at Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Kesamben Jombang. The research employs a qualitative approach with a descriptive type and is categorized as field research. Datas were collected through interviews with Kyai Miftahul Falaq, boarding school administrators, ODGJ students, as well as through observation at the pesantren and supporting documentation. The data analysis techniques used include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings of the study indicate that therapeutic communication applied to ODGJ students at Pondok Pesantren Sunan Kalijaga is carried out through gradual, consistent, and repeated interactions, along with motivational efforts. Spiritual approaches, such as studying religious texts, reciting the Quran, performing congregational prayers, tawasul, supplication, and collective recitation of shalawat, are also integrated into process. The therapeutic communication process requires a considerable amount of time to support the full recovery of ODGJ students. The therapeutic communication in the pesantren environment has proven effective in enhancing the development of ODGJ students, building trust between Gus Miftah, administrators, and the ODGJ students, and encouraging ODGJ students to become more independent, and reintegrate into society. This research is expected to serve as a reference for future studies and contribute valuable insight into the implementation of therapeutic communication in the Pesantren environment.
IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA PADA MASYARAKAT DESA GROGOL KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG Husen, Fajar Muhamad; Sayidah Afyatul Masruroh; Nor Azeera Binti Adam
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 1 (2025): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i1.9524

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi moderasi beragama pada masyarakat Desa Grogol, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori interaksi simbolik Herbert Blumer. Fokus penelitian meliputi: (1) bentuk implementasi moderasi beragama, (2) peran pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat dalam memperkuat moderasi beragama, serta (3) makna simbolik yang muncul dalam praktik kehidupan sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama di Desa Grogol berakar pada nilai adat, budaya, dan kekeluargaan yang memperkuat toleransi dan kebersamaan lintas keyakinan. Pemerintah desa dan tokoh agama berperan aktif melalui sosialisasi, pelayanan publik yang adil, kegiatan lintas agama, dan keteladanan sikap toleran. Hubungan antara budaya dan agama mencerminkan interaksi simbolik yang membangun harmoni antara umat Islam dan Kristen. Nilai kesederhanaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap sesama menjadi simbol sosial yang memperkuat praktik moderasi beragama di tingkat lokal. This study describes the implementation of religious moderation among the people of Grogol Village, Diwek District, Jombang Regency. The research employed a qualitative approach using Herbert Blumer’s symbolic interactionism theory. The focus of this study includes: (1) the implementation of religious moderation in community life, (2) the roles of village government, religious leaders, and community members in strengthening religious moderation, and (3) the shared symbolic meanings that shape interfaith harmony. The findings reveal that religious moderation in Grogol Village is rooted in local customs, culture, and kinship values that promote tolerance and togetherness across faiths. The village government and religious leaders actively support religious moderation through public service fairness, interfaith activities, socialization, and modeling tolerant behavior. The interplay between culture and religion reflects symbolic interactions that nurture harmony between Muslim and Christian communities. Simplicity, mutual cooperation, and respect for others serve as meaningful social symbols that reinforce religious moderation at the local level.
STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH KH. KHOIRON SYU’AIB DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BERAGAMA EKS PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) PASCA PENUTUPAN LOKALISASI BANGUNSARI Aminatus Sa'idah; Moh. Slamet
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 1 (2025): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i1.9630

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menganalisis tentang strategi komunikasi dakwah KH. Khoiron Syu’aib dalam meningkatkan motivasi beragama eks PSK pasca penutupan lokalisasi Bangunsari Surabaya. Jenis Penelitian ini kualitatif dengan menggunakan teori persuasif, teori komunikasi interpersonal, teori komunikasi simbolik. Adapun fokus penelitian ini yaitu: 1) Strategi komunikasi dakwah KH. Khoiron Syu’aib dalam meningkatkan motivasi beragama eks PSK, 2) Peningkatan motivasi beragama eks PSK, 3) Respon eks PSK terhadap dakwah KH. Khoiron Syu’aib Peneliti mendapat kesimpulan dari fokus penelitian yaitu: 1) Strategi komunikasi dakwah KH. Khoiron Syu’aib dengan berbasis empati, dialog, dan pemberdayaan terbukti efektif dalam mendukung transformasi spiritual dan sosial eks PSK, 2) Motivasi beragama yang diberikan KH. Khoiron Syu’aib sangat merubah pola pikir eks PSK bahwa mereka sangat peduli dengan harga diri dan martabat mereka sebagai wanita sehingga kesadaran dalam beragama perlahan muncul dalam diri eks PSK,; 3) Respon eks PSK terhadap dakwah KH. Khoiron Syu’aib sangat positif, hal ini ditandai dengan antusias eks PSK menghadiri pengajian yang dilakukan KH. Khoiron Syu’aib dan perubahan pola pikir yang lebih baik. Abstract: This study analyzes the da'wah communication strategies of KH. Khoiron Syu’aib in enhancing the religious motivation of former sex workers (ex-PSK) following the closure of the Bangunsari red-light district in Surabaya. This is a qualitative study using persuasive theory, interpersonal communication theory, and symbolic communication theory. The focus of this research is; 1) The da'wah communication strategies of KH. Khoiron Syu’aib in enhancing the religious motivation of former sex workers, 2) The improvement in religious motivation among former sex workers, 3) The response of former sex workers to KH. Khoiron Syu’aib's da'wah. The researcher draws the following conclusions based on the research focus: 1) KH. Khoiron Syu’aib’s da'wah communication strategies—based on empathy, dialogue, and empowerment—have proven effective in supporting the spiritual and social transformation of former sex workers, 2) The religious motivation instilled by KH. Khoiron Syu’aib significantly changed the mindset of former sex workers, making them more aware of their self- worth and dignity as women, thereby gradually fostering religious consciousness within them, 3) The response of former sex workers to KH. Khoiron Syu’aib's da'wah was very positive, as evidenced by their enthusiasm in attending religious gatherings held by KH. Khoiron Syu’aib and their improved way of thinking.
MEREKATKAN IDENTITAS KOLEKTIF: ANALISIS NARASI KEBERSAMAAN DALAM IKLAN RAMADHAN IM3 OOREDOO 2025 Moch. Nurcholis Majid
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 1 (2025): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i1.10694

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis narasi kebersamaan dalam iklan Ramadhan IM3 Ooredoo 2025 dan bagaimana narasi tersebut merekatkan identitas kolektif masyarakat digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis semiotika Roland Barthes, penelitian ini menelaah tanda-tanda visual dalam iklan berdasarkan tiga tingkat makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh melalui dokumentasi visual dan deskriptif atas adegan-adegan utama dalam iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan secara efektif membangun makna kebersamaan melalui representasi keluarga kecil, rekan kerja, dan komunitas yang saling membantu saat berbuka puasa. Pada tingkat mitos, kebersamaan diposisikan sebagai nilai sosial yang melekat kuat pada identitas kolektif masyarakat Muslim Indonesia, terutama dalam konteks digital dan modern. Iklan ini tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai narasi simbolik yang memperkuat solidaritas sosial di bulan Ramadhan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa iklan IM3 Ooredoo 2025 mampu mengonstruksi ulang makna kebersamaan sebagai elemen penting dalam membentuk identitas kolektif masyarakat, sekaligus menjadi strategi komunikasi yang efektif dalam konteks budaya dan keagamaan Abstract: This study aims to analyze the narrative of togetherness in the IM3 Ooredoo 2025 Ramadan advertisement and how this narrative cements the collective identity of the digital community. Using a qualitative analysis approach and Roland Barthes' semiotics, this study examines the visual signs in the advertisement based on three levels of meaning: denotation, connotation, and myth. Data were obtained through visual and descriptive documentation of key scenes in the advertisement. The results show that the advertisement effectively constructs a sense of togetherness through representations of small families, coworkers, and communities helping each other during iftar. At the mythical level, togetherness is positioned as a social value deeply embedded in the collective identity of Indonesian Muslims, especially in a digital and modern context. This advertisement functions not only as a promotional medium but also as a symbolic narrative that strengthens social solidarity during Ramadan. The conclusion of this study is that the IM3 Ooredoo 2025 advertisement is able to reconstruct the meaning of togetherness as a crucial element in shaping the community's collective identity, while also serving as an effective communication strategy in a cultural and religious context

Page 10 of 10 | Total Record : 96