cover
Contact Name
Robi'ah Machtumah Malayati
Contact Email
spektra.komunika@gmail.com
Phone
+6285706426526
Journal Mail Official
spektra.komunika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Irian Jaya No. 55, Cukir, Kecamatan Diwek, Kab. Jombang, Provinsi Jawa Timur, 61471
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
SPEKTRA KOMUNIKA
ISSN : -     EISSN : 29621321     DOI : https://doi.org/10.33752/spektra.v3i1
Jurnal Spektra Komunika adalah jurnal Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asyari Tebuireng Jombang. Jurnal Spektra Komunika menjadi media kajian teoritis dan aplikatif ilmu komunikasi dan ilmu dakwah, baik dari hasil penelitian empirik maupun analisis-reflektif. Sebagaimana namanya Spektra Komunika, para akademisi dan praktisi bisa berkontribusi dalam mengembangkan teori dan konsep-konsep baru di bidang ilmu komunikasi dan penyiaran Islam dalam berbagai perspektif yang luas. Kajian utama jurnal ini mencakup studi media, film, jurnalistik, broadcasting, komunikasi pesantren dan rumpun ilmu komunikasi dan penyiaran Islam lainnya
Articles 96 Documents
KRISIS IDENTITAS DAN KRISIS EKSISTENSIAL DALAM FILM “BARBIE: THE MOVIE” Ainun Fitri Mughiroh; Munawara
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 4 No 1 (2024): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v4i1.7482

Abstract

Setiap individu manusia memiliki cara untuk dapat mengekspresikan ataupun mengeksplorasi jati diri atau identitasnya di lingkungan sosialnya. Identitas merupakan salah satu bentuk tanda untuk dapat saling mengenali satu dengan yang lainnya, serta sebagai salah satu bentuk eksistensi diri seseorang. Pengungkapan jati diri atau identitas kepada lingkungan sosial dapat dijadikan cara untuk menunjukkan eksistensinya di ruang publik. Namun, lingkungan sosial yang memiliki berbagai macam dinamika seringkali membuat seseorang mengalami krisis kepercayaan diri atau krisis identitas yang berpengaruh pada eksistensinya di ruang publik. Hal tersebut dapat menjadi semakin parah jika tidak segera ditindak lanjuti. Adapun pengaruhnya yaitu terhadap kesehatan mental maupun kesehatan psikologi seseorang. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena krisis identitas dan krisis eksistensi yang dialami pada seseorang melalui tayang film Barbie yang dirilis pada tahun 2023. Menggunakan jenis metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis Semiotika Charles Sanders Peirce dengan menganalisa tanda-tanda, seperti pada dialog, ekspresi karakter pemain, gaya tubuh, dan sebagainya untuk memberi pemahaman tentang pembahasan terkait. Adapun hasil pembahasan pada film ini menunjukkan krisis identitas yang dialami oleh Barbie yaitu berupa rasa putus asa dan rasa tidak percaya diri terkait stereotipe yang melekat pada dirinya hingga berdampak pada psikologis. Sementara, krisis eksistensi yang dialaminya berupa perubahan cara pandang teman-temannya tentang dirinya yang dianggap sudah tidak lagi menjadi panutan lingkungan sosialnya
KONSTRUKSI DAN REPRESENTASI DISABILITAS PADA FILM MIRACLE IN CELL NO.7 VERSI INDONESIA Rahayu Andira, Fifi; Malayati, Robi’ah Machtumah
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 4 No 1 (2024): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v4i1.8183

Abstract

This study aims to analyze the construction of disability in the Indonesian version of the film Miracle in Cell No.7. The research employs an interpretive qualitative approach using John Fiske’s semiotic method. This approach is used to uncover the meaning of signs and codes that emerge through three levels: the level of reality, the level of representation, and the level of ideology, particularly in scenes portraying the main character, a father with intellectual disabilities. The results identify 16 scenes that construct the narrative of a disabled father’s sacrifice through visual elements, dialogue, and symbolism. However, the film also highlights the dilemma between promoting empathy for people with disabilities and reinforcing stereotypes of their helplessness. A critical perspective is encouraged in interpreting the film's representation, aiming for a more inclusive view of disability.
REPRESENTASI NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM FILM MALCOLM X KARYA SPIKE LEE PADA PLATFORM STREAMING HBO MAX Mardhia, Kuni Zulfa; Masruroh, Sayidah Afyatul
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 4 No 1 (2024): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v4i1.8421

Abstract

Studi ini bertujuan menganalisis representasi nilai moderasi beragama dalam film Malcolm X karya Spike Lee pada platform streaming HBO Max tentang kehidupan seorang tokoh pergerakan muslim berkulit hitam di Amerika. Dengan menggunakan analisis Semiotika Roland Barthes, hasil studi ini menemukan 5 adegan pada film Malcolm X yang mengandung nilai moderasi beragama sesuai rumusan Kemenag tentang prinsip dalam moderasi beragama, seperti yang dinyatakan Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, bahwa secara umum moderasi beragama memiliki dua prinsip yakni adil dan berimbang, bersikap adil dan berimbang dalam memandang, menyikapi, dan mempraktikkan keseimbangan dalam keberagaman dalam beragama. Film Malcolm X ini merepresentasikan nilai moderasi beragama adil dan berimbang yang diselipkan pada dialog dan beberapa scene yang berisi perlawanan terhadap kekerasan, pelanggaran hak asasi manusia, dan masalah rasial. Penelitian ini diharapkan menjadi sebuah sudut pandang yang baru tentang bagaimana film populer dapat berfungsi sebagai media dakwah atau pendidikan untuk mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama kepada masyarakat luas
ANALISIS FRAMING KAMPANYE CAPRES 2024 PADA CHANNEL YOUTUBE NAJWA SHIHAB EPISODE 3 BACAPRES BICARA GAGASAN Anjabi, Muhammad Juhan Putra Sabuth; anwari
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 4 No 1 (2024): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v4i1.8437

Abstract

Struktur pemberitaan framing dari setiap media memiliki karakteristik yang berbeda, terutama dalam konteks pemberitaan kampanye politik pada tahun 2024. Salah satu fokus utama perhatian masyarakat adalah pemilihan calon presiden (capres) yang melibatkan tiga kandidat: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Ketiga capres ini bersaing dengan mengajukan gagasan yang dijanjikan untuk masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua permasalahan utama: (1) bagaimana framing yang digunakan channel YouTube Najwa Shihab dalam memengaruhi persepsi masyarakat terhadap isu-isu politik pencapresan 2024, dan (2) bagaimana program Mata Najwa membuat keputusan moral terkait isu-isu tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing sebagai metode utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur dan alur pertanyaan yang diajukan oleh Najwa Shihab serta pertanyaan dari audiens mengangkat isu-isu terkini yang relevan dengan masyarakat. Pertanyaan-pertanyaan ini diarahkan pada penyelesaian permasalahan utama, seperti korupsi, pendidikan, reformasi Polri, lapangan pekerjaan, dan kebebasan berpendapat. Framing yang digunakan dalam program ini memainkan peran penting dalam memengaruhi opini publik dan membangun narasi politik yang kritis namun konstruktif
MODERASI BERAGAMA PERSPEKTIF HABIB HUSEN JA’FAR DAN ROMO REYNALDO ANTONI HARYANTO PADA ACARA LOG IN DALAM CHANNEL YOUTUBE DEDDY CORBUZIER Yusuf, elya afifah
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 4 No 1 (2024): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v4i1.8447

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep moderasi beragama yang dipresentasikan oleh Habib Husein Ja’far dan Romo Reynaldo Antoni Haryanto dalam acara Log In yang disiarkan di channel YouTube Deddy Corbuzier episode 26. Habib Ja’far, seorang pendakwah dan penulis terkenal, dikenal luas di kalangan generasi Z hingga sekarang karena ajaran moderasi beragamanya. Dalam perbincangan podcast tersebut, Habib Ja’far berbicara tentang pentingnya keseimbangan dalam beragama dan menghindari ekstremisme. Di sisi lain, Romo Reynaldo Antoni Haryanto, seorang tokoh Katolik, memberikan pandangannya mengenai moderasi beragama dalam tradisi Katolik. Penelitian ini berfokus pada tiga hal: pertama, perspektif moderasi beragama menurut Habib Ja’far dalam acara tersebut, kedua, perspektif moderasi beragama menurut Romo Reynaldo Antoni Haryanto, dan ketiga, perbandingan antara kedua perspektif moderasi beragama tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi, data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi dari video YouTube dan literatur terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun keduanya memiliki latar belakang agama yang berbeda, pesan moderasi beragama yang disampaikan mengedepankan prinsip keadilan, keseimbangan, dan penghargaan terhadap perbedaan keyakinan sebagai dasar untuk membangun harmoni antar umat beragama.
REPRESENTASI PERLAWANAN PEREMPUAN TERHADAP DOKTRIN RADIKALISME ISIS PADA NETFLIX SERIES CALIPHATE Tarysha, Dinda; Malayati, Robi’ah Machtumah
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 4 No 1 (2024): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v4i1.8495

Abstract

Film secara luas digunakan sebagai alat untuk propaganda budaya maupun ideologis oleh para pembuat film. Demikian pula, serial Netflix berjudul "Caliphate" berfungsi sebagai film yang merepresentasikan ideologi radikalisme yang menargetkan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap manifestasi doktrin ISIS tentang perempuan dan untuk mengungkap bagaimana perempuan menolak doktrin radikal ISIS yang digambarkan dalam film "Caliphate". Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan memanfaatkan teknik analisis semiotik John Fiske. Hasil analisis mengungkap bahwa film tersebut menggambarkan bagaimana ISIS mengindoktrinasi perempuan untuk menjadi teroris melalui teknik-teknik sugestif dan komunikasi persuasif yang ditujukan pada mereka. Bentuk-bentuk perlawanan perempuan terhadap doktrin radikal ISIS yang digambarkan dalam serial "Caliphate" mencakup bentuk-bentuk perlawanan terbuka dan tersembunyi.
STRATEGI KOMUNIKASI ANTARPRIBADI USTADZAH DAN SANTRI DALAM PEMBENTUKAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN WALISONGO Ummah, Khoiriyatul; Moh. Slamet; Ali Mustajib
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 4 No 1 (2024): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v4i1.8499

Abstract

Komunikasi antar pribadi antara ustadzah dan santri di pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk hubungan yang harmonis dan efektif dalam proses pembelajaran dan pembinaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh ustadzah dalam berinteraksi dengan santri di Pondok Pesantren Putri Walisongo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan ustadzah, santri, dan pengurus pesantren serta observasi langsung terhadap interaksi yang terjadi di lingkungan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ustadzah menggunakan berbagai strategi komunikasi, seperti komunikasi verbal dan non-verbal, pendekatan personal, serta pemanfaatan teknologi dalam menyampaikan materi dan membina hubungan dengan santri. Selain itu, kesadaran akan pentingnya empati, kesabaran, dan pengendalian diri juga menjadi kunci dalam memperkuat komunikasi yang efektif antara ustadzah dan santri. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pemahaman tentang strategi komunikasi dalam konteks pendidikan pesantren, khususnya yang melibatkan hubungan antara pengajar dan peserta didik
METODE KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN KITAB ARBAIN UNTUK MEMBANTU MEMAHAMI DAN MEMBACA KITAB KUNING Malik, Ahmad Abdul Malik; Masruroh, Sayidah Afyatul Masruroh; Sundoro, Dhanny Sundoro
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 4 No 2 (2025): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v4i2.8799

Abstract

Yayasan Pondok Pesantren Ulul Albab merupakan salah satu Yayasan Pondok Pesantren di Jombang, Jawa Timur yang memiliki fokus pada pengembangan cepat membaca kitab kuning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Metode Komunikasi Pembelajaran Kitab Arbain dalam membantu memahami dan membaca Kitab Kuning. Penelitian ini berfokus pada 2 aspek: (1) Bagaimana metode komunikasi dalam pembelajaran Kitab Arbain untuk membantu memahami membaca kitab kuning di Yayasan Pondok Pesantren Ulul Albab Cukir Diwek Jombang, dan (2) Apa faktor pendukung dan penghambat metode komunikasi dalam pembelajaran Kitab Arbain untuk membantu memahami dan membaca kitab kuning di Yayasan Pondok Pesantren Ulul Albab? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara dengan pengasuh, pembina dan santri, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa tahapan yang menyebabkan terjadinya interaksi komunikasi interpersonal yang terjadi antara pihak yayasan pondok pesantren dan santri yaitu: pertama, pembekalan materi kitab arbain. Kedua, pelatihan, pendampingan, evaluasi santri dan kerjasama dengan pihak dalam pondok serta luar pondok. Adapun faktor pendukung adalah adanya motivasi dari diri sendiri, support dari keluarga dan lingkungan pondok pesantren. Sedangkan faktor penghambatnya, yakni kecerdasan seseorang yang tidak sama, dan kurangnya motivasi (malas) diri dari santri. Kata Kunci: metode komunikasi, kitab arbain, kitab kuning
DILEMA ETIS PENGGUNAAN GAYA VISUAL GHIBLI OLEH TEKNOLOGI AI Mughiroh, Ainun Fitri; Munawara
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 4 No 2 (2025): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v4i2.9009

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas fenomena perkembangan teknologi generatif AI dalam seni visual yang memunculkan dilema etis terkait inovasi, plagiarisme, dan hak cipta. Timbulnya dilema ini dipicu oleh munculnya model AI yang mampu meniru gaya visual khas tertentu yang memiliki hak cipta, seperti gaya visual Ghibli, tanpa adanya keterlibatan manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi pengguna AI terhadap karya bergaya Studio Ghibli, serta mengidentifikasi etika penggunaannya. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif melalui survei kuesioner yang digunakan untuk mengetahui persepsi responden, dan metode kualitatif studi pustaka dan analisis normatif terhadap regulasi hak cipta. Dalam data yang diperoleh dari survei yang dilakukan dengan kuesioner, menunjukkan bahwa sebagian responden menganggap penggunaan karya visual yang meniru gaya visual seperti Ghibli merupakan tindakan plagiarisme, sedangkan responden lainnya menganggap hal ini sebagai inovasi, nilai estetika, dan sekadar mengikuti tren di media sosial. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan kompleksitas dalam memaknai karya yang dihasilkan oleh AI, terutama menyangkut tentang etika, moral, dan hak cipta kepemilikan karya. Diperlukan regulasi hukum yang jelas terkait penggunaan AI dalam penciptaan karya, seperti transparansi dalam penyajian data referensi, dan atribusi. Pengguna AI juga diharapkan dapat memahami dampak sosial dan hukum terhadap hasil karya yang dihasilkan tanpa mengorbankan hak – hak moral seniman aslinya.   Kata Kunci: Artificial Intelligence, Etika, Moral, Plagiarisme, Hak Cipta
REPRESENTASI SPIRITUALITAS PADA LAGU “FATWA HATI” KARYA LETTO kristanti, Yuli fuji kristanti; Anwari
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 4 No 2 (2025): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v4i2.9035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna tanda dalam lirik lagu “Fatwa Hati” karya Letto dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Lagu ini dipilih karena memiliki lirik yang sarat makna serta populer di kalangan anak muda, khususnya melalui platform digital seperti TikTok. Dalam analisis semiotika Barthes, makna dibedah melalui tiga level: denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik lagu “Fatwa Hati” tidak hanya menceritakan kisah percintaan, tetapi juga mengandung pesan-pesan spiritual dan nilai dakwah Islam. Salah satu nilai yang menonjol adalah pentingnya mengikuti suara hati sebagai bentuk intuisi yang datang dari ilham Tuhan. Letto secara konsisten menggunakan simbol dan metafora mendalam untuk menyampaikan pesan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), menjadikan lagu ini lebih dari sekadar hiburan. Oleh karena itu, lagu “Fatwa Hati” dapat dipandang sebagai bentuk dakwah kontemporer yang memadukan seni dan nilai-nilai keislaman secara harmonis, menjangkau generasi muda melalui media yang dekat dengan keseharian mereka.

Page 6 of 10 | Total Record : 96