cover
Contact Name
Fitri Yanti
Contact Email
fitrililiyanti@gmail.com
Phone
+6285342733542
Journal Mail Official
jurnalhealthymw@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya, Jalan Jend. A.H. Nasution, No. G-37 Kambu, Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Healthy Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28301463     DOI : https://doi.org/10.54883/jhmw
Core Subject : Health,
Jurnal Healthy Mandala Waluya adalah publikasi ilmiah yang menerima tulisan ilmiah di bidang kesehatan masyarakat (epidemiologi, biostatistik, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan promosi kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, serta kesehatan reproduksi) berupa karya ilmiah mahasiswa dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya, 3 kali setahun (April, Agustus, dan Desember).
Articles 256 Documents
Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Pada Usia 30-65 Tahun di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kaledupa Dimas Setyawan; Titi Saparina L; Laode Muhamad Yasmin
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.873

Abstract

Hipertensi masih menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan karena merupakan salah satu penyakit yang sering disebut sebagai "pembunuh diam-diam." Hal ini disebabkan oleh kurangnya tanda atau gejala yang tampak secara jelas, yang dapat mengakibatkan komplikasi serius pada organ seperti jantung, otak, dan ginjal. Menurut data yang diperoleh dari Dinkes Kabupaten Wakatobi, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kasus hipertensi setiap tahunnya. pada tahun 2020 sebanyak 11.163 kasus (50,3%), penderita hipertensi pada tahun 2021 sebanyak 6.227 kasus (26,6%), dan penderita hipertensi pada tahun 2022 sebanyak 3.030 kasus (56,6%).. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko kejadian penyakit hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kaledupa.Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain Case Control Study. Populasi dalam penelitian berjumlah 289 responden dengan sampel 150 responden dengan cara Purposive Sampling. Analisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dan di uji menggunakan uji Odds Ratio (OR).Hasil Uji Odds ratio menunjukan bahwa riwayat keluarga dengan nilai OR = 28,656, aktivitas fisik dengan nilai OR = 35,821, stres dengan nilai OR = 39,942. Kesimpulan penelitian yaitu riwayat keluarga, aktivitas fisik, stres merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kaledupa.Disarankan kepada masyarakat agar menerapkan gaya hidup sehat seperti meningkatkan aktifitas fisik yang baik dan mengurangi stres yang berlebihan agar terhindar dari penyakit seperti hipertensi.
Pengaruh Leaflet dan WhatsApp terhadap Pengetahuan Sikap Ibu Hamil tentang Hepatitis B Hasnatang; Rahmawati; Hartian Dode
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.886

Abstract

Pada tahun 2022, cakupan skrining HBsAg pada ibu hamil di Kota Kendari masih rendah, yakni hanya 27,3%, dengan temuan 17 kasus positif di wilayah kerja Puskesmas Perumnas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai Hepatitis B. Metode penelitian menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan control group pre-test post-test. Sampel terdiri dari 60 responden yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=30) dan kelompok kontrol (n=30). Berdasarkan uji normalitas, data berdistribusi tidak normal dan heterogen, sehingga analisis data dilakukan menggunakan uji statistik non-parametrik yaitu uji Wilcoxon dan Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan penyuluhan menggunakan leaflet terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000. Uji homogenitas post-test menunjukkan nilai signifikansi 0,005 < 0,05, mengonfirmasi data bersifat heterogen. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan metode edukasi kesehatan berbasis teknologi informasi secara berkelanjutan. Tenaga kesehatan diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan media untuk meningkatkan efektivitas penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi ibu hamil.
Determinan Penyakit Dermatitis Pada Masyarakat yang Bekerja di Kawasan Industri Kecamatan Morosi Anggi Fitriani; Erwin Azizi Jayadipraja; Fitri Yanti
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.908

Abstract

Dermatitis kontak adalah masalah kesehatan kulit yang umum di kalangan karyawan di kawasan industri akibat paparan bahan kimia dan substansi industri lainnya. Karyawan terpapar berbagai bahan kimia dan substansi industri secara rutin. Menurut data prevalensi dinas kesehatan kabupaten konawe, kasus dermatitis pada tahun 2021 meningkat dengan prevalensi sebanyak 361 kasus Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan penyakit dermatitis kontak pada Masyarakat yang bekerja di Kawasan Industri Kecamatan Morosi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional menggunakan desain studi Cross-Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 245 orang dan sampel sebanyak 152 orang. Analisis menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan kejadian dermatitis dengan nilai p-value = 0,709. Tidak ada hubungan antara lama kontak dengan kejadian dermatitis dengan nilai p-value = 2,346. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kesadaran akan penggunaan alat pelindung diri dan implementasi program pelatihan serta kebijakan kesehatan yang lebih ketat untuk mengurangi prevalensi dermatitis kontak di kalangan karyawan industri.
Hubungan Kesehatan Fisik dan Tingkat Stres dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi di UPTD Puskesmas Abeli Kota Kendari Ilang Lestari; Asbath Said; Hartian Dode
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.1125

Abstract

Kasus hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Abeli Kota Kendari menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Kondisi ini mengindikasikan perlunya perhatian tidak hanya pada penatalaksanaan medis, tetapi juga pada faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui hubungan antara kesehatan fisik dan tingkat stres dengan kualitas hidup pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Abeli Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 124 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner WHOQOL-BREF dan Kessler Psychological Distress Scale. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan fisik dengan kualitas hidup (p < 0,05) dan tingkat stres dengan kualitas hidup (p < 0,05). Diharapkan pihak UPTD Puskesmas Abeli Kota Kendari dapat mengembangkan program intervensi berbasis peningkatan kesehatan fisik dan manajemen stres, seperti penyuluhan rutin, aktivitas fisik terstruktur, dan layanan konseling bagi pasien hipertensi guna meningkatkan kualitas hidup mereka.
Faktor Berhubungan dengan Organizational Citizenship Behaviour (OCB) di BLUD UPTD Puskesmas Jati Raya Rosidah, Fika Fatikatur; Erwin Azizi Jayadipraja; Sartini Risky
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.1140

Abstract

Organizational Citizenship Behaviour merupakan kontribusi seorang individu yang melebihi tuntutan peran di tempat kerja dan diberi penghargaan berdasarkan hasil kinerja individu. Studi pendahuluan yang dilakukan menunjukan bahwa terdapat tenaga kesehatan yang memiliki masalah rendahnya semangat kerja dan kurangnya inisiatif dalam mendukung program kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan Organizational Citizenship Behaviour (OCB) di BLUD UPTD Puskesmas Jati Raya Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan crosss sectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 84 orang dengan besar sampel 70 orang. Data di analisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara gaya kepemimpinan (X2hitung= 17,662) dan kepuasan kerja (X2hitung= 13,176)  dengan Organizational Citizenship Behaviour (OCB) di BLUD UPTD Puskesmas Jati Raya. Kesimpulannya ada hubungan antara gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja dengan Organizational Citizenship Behaviour (OCB) di BLUD UPTD Puskesmas Jati Raya.  Disarankan bagi tenaga kesehatan agar dapat terus meningkatkan kompetensi kerja mereka secara berkelanjutan.
Faktor Risiko Diabetes Melitus pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Nambo Titi Saparina L; Andi Mauliyana; Nurmitha
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.1143

Abstract

Jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) di dunia terus meningkat dan diperkirakan mencapai 422 juta orang, dengan sekitar 1,5 juta kematian setiap tahun. Di Puskesmas Nambo, tercatat 87 kasus DM pada lansia tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian DM pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Nambo. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain Case-Control. Populasi adalah seluruh lansia penderita DM. Sampel berjumlah 146 responden yang terdiri dari 73 kelompok kasus dan 73 kelompok kontrol, dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan rekam medis pada 10–30 Juni 2025, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kejadian DM pada lansia dengan aktivitas fisik (OR=3,2; CI: 1,575–6,525), riwayat keluarga (OR=3,2; CI: 1,625–6,541), konsumsi gula (OR=2,4; CI: 1,166–5,246), obesitas (OR=3,1; CI: 1,400–6,945), dan pendapatan keluarga (OR=4,1; CI: 1,104–15,521). Kelima variabel tersebut merupakan faktor risiko DM pada lansia. Disarankan agar puskesmas meningkatkan promosi kesehatan serta mendorong lansia untuk rutin melakukan pemeriksaan dan memantau kondisi kesehatannya.
Evaluasi Kepatuhan dan Efektivitas Penerapan SMK3 pada PT. Tambang Bumi Sulawesi Aprilia, Putri Nanda; Erwin Azizi Jayadipraja; Laode Muhamad Yasmin
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.1177

Abstract

Sektor pertambangan memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi, sehingga penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) menjadi sangat penting. Namun, implementasinya sering menghadapi tantangan, termasuk di PT. Tambang Bumi Sulawesi, Kabupaten Bombana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan dan efektivitas penerapan SMK3 berdasarkan lima elemen sesuai PP No. 50 Tahun 2012.  Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Informan terdiri dari tiga informan kunci dan tiga informan biasa,yaitu dari manajemen, petugas K3, serta pekerja lapangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Data di analisis menggunakan dua pendekatan, yaitu analisis tematik dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah memiliki kebijakan dan program K3, namun masih terdapat kendala seperti rendahnya kesadaran penggunaan APD dan lemahnya pengawasan. Evaluasi dan pelaporan juga belum berjalan optimal. Peneliti merekomendasikan penguatan budaya keselamatan, peningkatan pelatihan, serta peninjauan berkala terhadap kebijakan K3 untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Kesehatan Reproduksi pada Siswa SMA Negeri 1 Raha Elian, Fifi Dwi; Tasnim; Yusuf Useng
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.1179

Abstract

Rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja masih menjadi masalah serius, ditandai dengan data SDKI 2017 yang menunjukkan sekitar 33–37% remaja memahami masa subur serta peningkatan kehamilan remaja sebesar 15% pada tahun 2022. Pemanfaatan media sosial seperti TikTok sebagai media edukasi yang menarik dan mudah diakses untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan melalui TikTok terhadap peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada siswa SMA Negeri 1 Raha. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group Pretest-Posttest, melibatkan 100 siswa kelas XII yang dipilih secara acak dari populasi 420 siswa. Data diperoleh melalui kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Pre-test diberikan hari pertama, 15 Juli 2025, diikuti intervensi berupa konten edukasi kesehatan reproduksi dalam bentuk video TikTok berdurasi 80 detik yang disajikan secara visual, dan post-test dilakukan hari terakhir, 21 Juli 2025 untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, dengan skor pre-test menunjukkan 75% siswa berpengetahuan cukup dan 25% kurang, sedangkan post-test menunjukkan 93% cukup dan 7% kurang (p = 0,000). Kesimpulannya TikTok efektif sebagai media edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja dan dapat menjadi alternatif strategi edukatif yang sesuai dengan karakteristik digital generasi saat ini.
Faktor yang Berhubungan dengan Astenopia pada Pengguna Komputer di Kantor Kecamatan Kabaena faradita, Ian eka; Sri Mulyani; Noviati
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.1190

Abstract

Penggunaan komputer dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kelelahan mata (astenopia) yang berdampak pada kenyamanan dan produktivitas kerja. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kebiasaan kerja, seperti pencahayaan, jarak monitor, durasi penggunaan komputer, dan usia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara umur, durasi menatap layar, jarak monitor, dan pencahayaan dengan kejadian kelelahan mata pada pegawai pengguna komputer di Kantor Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 40 responden dipilih dari 45 populasi menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran langsung, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan koefisien Phi. Penyajian datanya dilakukan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan grafik untuk analisis univariat, sedangkan hasil analisis bivariat disajikan dalam tabel silang (cross-tabulation) disertai nilai p-value dan interpretasi hubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur, durasi menatap layar, jarak monitor, dan pencahayaan memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan mata (p < 0,05). Faktor dengan keeratan hubungan paling kuat adalah jarak monitor. Disarankan agar instansi memperbaiki aspek ergonomi, pencahayaan, dan pengaturan istirahat mata secara berkala. Penelitian lanjutan perlu mempertimbangkan faktor lain seperti kelainan refraksi dan stres kerja.
Faktor Risiko Kejadian Penyakit Tuberkulosis BTA+ Di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Aryta, Julia Sahri; L, Titi Saparina; Ulva, Sitti Marya
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.1197

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi penyakit dengan tingkat mordibitas tinggi, disertai penularannya yang sangat mudah yaitu melalui udara. Berdasarkan data dari Puskesmas Poasia tahun 2022 jumlah tuberkulosis 67 (18,8%) orang. Kemudian, pada tahun 2023 tuberkulosis 129 (36,2%) orang dan pada tahun 2024 jumlah tuberkulosis sebanyak 141 (39,6%) orang. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko kejadian penyakit tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Poasia. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain Case Control Study. Populasi dalam penelitian berjumlah 47 responden dengan sampel 40 responden dengan cara Purposive Sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square, dengan pengukuran besar risiko menggunakan Odds Ratio (OR) dan Confidence Interval (CI) 95%. Hasil Uji Odd ratio menunjukan bahwa pengetahuan dengan nilai OR = 8,775 (CI 95%: 3,086 – 24,838), kebiasan merokok dengan nilai OR = 9,791 (CI 95%: 3,426–27,986), kepadatan hunian dengan nilai OR = 6,231 (CI 95%: 2,351–16,513), dan riwayat kontak dengan nilai OR = 6,896 (CI 95%: 2,892–12,669). Kesimpulan penelitian yaitu pengetahuan, kebiasaan merokok kepadatan hunian dan riwayat kontak merupakan faktor risiko terjadinya tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Poasia. Disarankan kepada masyarakat agar meningkatkan pencegahan dan penanggulangan faktor risiko tuberkulosis secara komprehensif dan berkesinambungan agar terhindar dari penyakit tuberkulosis.