cover
Contact Name
Fitri Yanti
Contact Email
fitrililiyanti@gmail.com
Phone
+6285342733542
Journal Mail Official
jurnalhealthymw@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya, Jalan Jend. A.H. Nasution, No. G-37 Kambu, Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Healthy Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28301463     DOI : https://doi.org/10.54883/jhmw
Core Subject : Health,
Jurnal Healthy Mandala Waluya adalah publikasi ilmiah yang menerima tulisan ilmiah di bidang kesehatan masyarakat (epidemiologi, biostatistik, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan promosi kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, serta kesehatan reproduksi) berupa karya ilmiah mahasiswa dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya, 3 kali setahun (April, Agustus, dan Desember).
Articles 271 Documents
Pengaruh Intensitas Penggunaan Gadget terhadap Gastritis pada Siswa SMA Favorit di Kota Kendari Masyitah; Tasnim; Erwin Azizi Jayadipraja
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.1199

Abstract

Gadget merupakan perangkat elektronik dengan penggunaan yang praktis dan dilengkapi fitur dengan karakteristik yang fleksibel sehingga mudah digunakan dan dapat diakses di mana saja. Intensitas penggunaan gadget yang berlebihan pada remaja usia sekolah dapat memicu perubahan pola makan dan stres, sehingga meningkatkan risiko gangguan pencernaan dan gejala gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan gadget dengan perilaku pola makan dan tingkat stres yang berkaitan yang mengakibatkan penyakit gastritis pada siswa di SMA Negeri favorit di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain case control. Sampel yang dipilih berjumlah 98 responden dari 3256 populasi dengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dan uji binary logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan gadget memiliki pengaruh terhadap pola makan, tingkat stres dan pola makan, tingkat stres memiliki pengaruh terhadap gastritis (p < 0,05). Pada Intensitas gadget tidak memiliki pengaruh secara langsung terhadap gastritis (p > 0,05). Pada uji binary logistic regression  di peroleh bahwa intensitas penggunaan gadget, pola makan dan tingkat stres berpengaruh terhadap gastritis (Sig < 0,05). Disarankan agar pihak instansi pendidikan memberikan edukasi penggunaan gadget secara sehat sehingga menciptakan pola makan yang sehat dan pencegahan stres yang komprehensif sesuai usia.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Karyawan PT Matlomb Aera Persada Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka Ulfiana; Andi Mauliyana; Fandy Gatra
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.1222

Abstract

Stres kerja berdampak negatif pada kesehatan fisik, mental, dan kinerja karyawan. WHO (2020) melaporkan bahwa 80% pekerja di dunia mengalami stres kerja, yang dapat memicu penurunan produktivitas dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lingkungan kerja, beban kerja, lama kerja, hubungan interpersonal dengan stres kerja pada karyawan PT Matlomb Aera Persada di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka. Jenis Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh karyawan aktif, dengan sampel ditentukan menggunakan total sampling sebanyak 41 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis menggunakan uji chi-square pada tingkat signifikansi 5%. Hasil menunjukkan semua variabel independen berhubungan signifikan dengan stres kerja: lingkungan kerja (p < 0,009), beban kerja (p < 0,020), lama kerja (p < 0,042), dan hubungan interpersonal (p < 0,049). Disimpulkan bahwa faktor internal (beban kerja, lama kerja) dan eksternal (lingkungan kerja, hubungan terpersonal) memengaruhi tingkat stres kerja karyawan. Penelitian ini dilakukan di PT. Matlomb Aera Persada di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka pada bulan Juni Tahun 2025. Disarankan pihak perusahaan melakukan manajemen beban kerja, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, membangun budaya kerja harmonis, untuk menekan risiko stres kerja.
Faktor Risiko Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Anisa Zulianty Samri; Ratna Umi Nurlila; Yusuf Useng
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.1223

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia dan termasuk penyakit tidak menular dengan prevalensi meningkat. Riskesdas 2024 mencatat prevalensi hipertensi 35,5% di Indonesia dan 34,2% di Sulawesi Tenggara. Dikenal sebagai silent killer, hipertensi sering tidak terdeteksi karena minim gejala. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor risiko gaya hidup dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Jenis penelitian menggunakan desain Case-Control Study dengan jumlah responden 96 orang, terdiri dari 48 kasus dan 48 kontrol, dipilih melalui proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup mengenai konsumsi makanan ultra-proses, stres akibat penggunaan gadget, serta kualitas tidur. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konsumsi makanan ultra-proses (OR = 3,667; 95% CI = 1,575–8,536), stres akibat penggunaan gadget (OR =  5,667; 95% CI = 1,775 – 9,536), serta kualitas tidur buruk (OR = 5,647; 95% CI = 1,770–9,470) dengan kejadian hipertensi. Individu dengan faktor risiko tersebut berpeluang 3–4 kali lebih tinggi mengalami hipertensi. Kesimpulannya, gaya hidup tidak sehat terbukti meningkatkan risiko hipertensi. Masyarakat disarankan menjaga pola makan, membatasi penggunaan gadget, dan meningkatkan kualitas tidur melalui edukasi kesehatan.
Hubungan Karakteristik Sosial Ekonomi Terhadap Volume Sampah Rumah Tangga di Kecamatan Kambu Kota Kendari Putri Gina Amaliya; Erwin Azizi Jayadipraja; Titi Purnama
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.1281

Abstract

Sampah rumah tangga masih menjadi masalah lingkungan di Kota Kendari. Pada tahun 2024, timbulan sampah mencapai 93.375,91 ton, dengan Kecamatan Kambu sebagai salah satu penyumbang tertinggi, yaitu 17,16 ton per hari atau 2.653,761 ton per tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pendapatan per kapita dan jumlah penghuni rumah tangga dengan volume sampah rumah tangga di Kecamatan Kambu Kota Kendari. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif pada 99 rumah tangga yang dipilih secara simple random sampling. Data pendapatan dan jumlah penghuni dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur tertutup, sedangkan volume sampah diukur melalui penimbangan langsung selama 8 hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji chi-square dan koefisien phi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata timbulan sampah sebesar 2,75 kg/rumah/hari atau 0,66 kg/orang/hari. Rumah tangga dengan jumlah penghuni sedang (4–6 orang) lebih banyak berada pada kategori volume sampah tinggi (65,9%), demikian pula rumah tangga berpendapatan cukup (63,8%). Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara jumlah penghuni dengan volume sampah rumah tangga (χ²=9,829; p=0,007; φ=0,315) serta antara pendapatan per kapita dengan volume sampah rumah tangga (χ²=8,436; p=0,004; φ=0,292). Disimpulkan bahwa karakteristik sosial ekonomi berhubungan dengan volume sampah rumah tangga di Kecamatan Kambu.
Hubungan Lingkungan Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan di Unit Operator PT. Bumi Karya Makmur Nur Amalia Muna; Fitri Rachmilah Fadmi; Noviati
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.1309

Abstract

Kelelahan kerja merupakan masalah kesehatan kerja yang dapat menurunkan efisiensi, konsentrasi, produktivitas, serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap munculnya kelelahan adalah lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang tidak ergonomis, pencahayaan yang kurang memadai, suhu ruang yang tidak nyaman, serta kebisingan berlebih dapat mempercepat timbulnya kelelahan pada karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkungan kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan unit operator PT. Bumi Karya Makmur (BKM) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian melibatkan seluruh karyawan operator sebanyak 30 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara lingkungan kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,001). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan di PT. Bumi Karya Makmur (BKM) Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka, Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan perbaikan lingkungan kerja, seperti peningkatan pencahayaan, pengendalian kebisingan, pengaturan ventilasi, serta penataan ruang kerja yang ergonomis untuk mencegah kelelahan dan meningkatkan produktivitas karyawan.  
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi pada Bayi  0-12 Bulan di Wilayah Kerja  Puskesmas Marobo Nilawati; Andi Asri; La Djabo Buton
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i1.1355

Abstract

Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit tertentu. Imunisasi dapat mencegah kematian setiap tahun di semua kelompok umur akibat difteri, tetanus, pertusis, dan campak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Marobo. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study dengan pendekatan analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi di wilayah kerja Puskesmas Marobo pada Januari–Agustus 2024 sebanyak 137 orang, dan sampel sebanyak 58 orang yang dipilih dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,001), persepsi (p = 0,005), sikap (p = 0,000), dan kepercayaan (p = 0,009) terhadap pemberian imunisasi (p < 0,05).Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan, persepsi, sikap, dan kepercayaan ibu memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian imunisasi bayi. Oleh karena itu, disarankan agar Puskesmas Marobo meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi melalui peran kader Posyandu dan bidan desa.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien BPJS Kesehatan Laode Muhamad Yasmin; Lodes Hadju; Putri Puspita Sari
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1157

Abstract

BPJS Kesehatan bekerja dengan sistem asuransi sosial. Berdasarkan hasil observasi awal pada pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas Poasia diperoleh berbagai kendala. Data kunjungan pasien selama tiga tahun terakhir pasien BPJS kesehatan pada tahun 2021 sebanyak 13.124 orang dari 23.494 kujungan, pada tahun 2022 sebanyak 24.823 pasien dari 41.235 kunjungan, pada tahun 2023 sebanyak 9.729 orang dari 18.127 kunjungan dan pada tahun 2024 sebanyak 7.285 pasein dari 12.876 kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas Poasia. Jenis penelitian ini adalah kolerasional resign dengan rancangan yang digunakan adalah cross sectional. Populasi sebanyak 7.285 pasien BPJS, sampel sebanyak 99 responden dengan secara simple random sampling. Analisis data menggunakan Chi Square dan uji Phi. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh ketepatan waktu pelayanan, ketersediaan fasilitas, kualitas sumber daya manusia dan kepatuhan pada standar operasional terhadap kepuasan pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas Poasia.  Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh ketepatan waktu pelayanan, ketersediaan fasilitas, kualitas sumber daya manusia dan kepatuhan pada standar operasional terhadap kepuasan pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas Poasia. Saran yang dapat diberikan kepada pihak puskesmas diharapkan meningkatkan pelayanan untuk Pasien BPJS Kesehatan.
Analisis Waktu Kerja dan Standar Beban Kerja Rekam Medis di RSUD Kota Kendari Ani Sahrani; Ratna Umi Nurlila; Sartini Risky
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1169

Abstract

Rekam medis merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan di rumah sakit. Berdasarkan data, kunjungan pasien rawat jalan di RSUD Kota Kendari meningkat dari 105.225 kunjungan pada tahun 2023 menjadi 111.001 kunjungan pada tahun 2024, sehingga berpotensi meningkatkan beban kerja tenaga rekam medis. Penelitian ini bertujuan menganalisis waktu kerja tersedia dan kebutuhan tenaga rekam medis menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan observasional. Populasi dan sampel adalah seluruh tenaga rekam medis bagian pendaftaran rawat jalan yang berjumlah 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kerja tersedia sebesar 313 hari/tahun dengan standar beban kerja sebesar 2.471.232,6 menit/tahun. Berdasarkan perhitungan metode WISN, kebutuhan tenaga rekam medis adalah 6 orang, sehingga terdapat kekurangan 1 tenaga rekam medis dibandingkan dengan jumlah tenaga yang tersedia. Oleh karena itu, rumah sakit perlu melakukan penambahan tenaga rekam medis serta meningkatkan kompetensi petugas melalui pelatihan agar pelayanan dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Morosi Kabupaten Konawe La Ode Muhammad Ikhwan Anami Shalihi; La Ode Saafi; Ari Tjahyadi Rafiuddin
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1191

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia, dengan angka mortalitas mencapai 4,25 juta setiap tahun. Di Puskesmas Morosi, kasus ISPA pada balita meningkat dari 31,8% pada tahun 2022 menjadi 35,0% pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Morosi Kabupaten Konawe. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 59 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square dan koefisien phi. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan lemah antara paparan asap rokok dengan kejadian ISPA (Asymp.sig. 0,032 < 0,05; φ=0,279), ada hubungan kuat antara kepadatan hunian dengan kejadian ISPA (Asymp.sig. 0,001 < 0,05; φ=0,542), tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA (Asymp.sig. 0,214 > 0,05), dan tidak ada hubungan signifikan antara jarak rumah dengan jalan raya dengan kejadian ISPA (Asymp.sig. 0,407 > 0,05). Disimpulkan bahwa paparan asap rokok dan kepadatan hunian merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Morosi.
Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Usia 45-75 Wilayah  Kerja Puskesmas Nambo Kota Kendari Siska Yulian; Andi Asri; Titi Saparina L
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v5i2.1194

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas secara global, terutama pada kelompok usia lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor risiko gaya hidup, pola makan, aktivitas fisik, stres, dan obesitas dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia 45–75 tahun di wilayah kerja Puskesmas Nambo. Total populasi 1.408 dengan jumlah sampel sebanyak 146 responden penelitian ini menggunakan desain case control  yang terdiri dari 73 kasus (penderita hipertensi) dan 73 kontrol (tidak hipertensi). Pengolahan data meliputi editing, coding, scoring dan entri SPSS, lalu dianalisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Odds Ratio (OR) tingkat kepercayaan 95%  serta disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima variabel yang dianalisis, hanya pola makan yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian hipertensi (OR = 1,938; CI 95%: 1,008–3,727; p = 0,001), sedangkan gaya hidup, aktivitas fisik, stres, dan obesitas tidak memiliki hubungan yang bermakna secara statistik. Disimpulkan bahwa pola makan negatif merupakan faktor risiko signifikan terhadap kejadian hipertensi, sehingga diperlukan intervensi promotif dan preventif melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.