cover
Contact Name
Imam Setyo Nugroho
Contact Email
subservejournal@gmail.com
Phone
+6285157033918
Journal Mail Official
subservejournal@gmail.com
Editorial Address
RT/RW 002/001 Dsn. Dresi, Ds. Wagir Kidul, Kec. Pulung Kab. Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal
Published by Prime Identity House
ISSN : -     EISSN : 30217059     DOI : https://doi.org/10.36728/scsej.v2i1
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal is concerned and published articles related to the practice and processes of community service and empowerment. Every article published is expected to provide insights and inspire activities elsewhere on related issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
PELATIHAN SELF AWARENESS DALAM MANAJEMEN WAKTU Rizkiyanty, Fiona; Yuliana, Lingga; Nuryanto, Athaya Salsabila; Abrar, Fairuz Ikram; Arhaj, Muhammad Fathir; Utsman, Muhammad
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v4i1.105

Abstract

Tujuan dari pelatihan ini yaitu memberikan pemahaman akan pentingnya kesadaran diri dalam manajemen waktu yang harus diimplementasikan sedini mungkin pada anak. Pelatihan ini memberikan manfaat agar dapat menanamkan rasa empati serta bertanggung jawab dalam manajemen waktu. Kegiatan ini dilaksanakan pada 19 Mei 2025 dengan lokasi yang berada pada SDN Pasar Manggis 03. Peserta dalam kegiatan ini merupakan siswa kelas 4C dengan rentang usia 9-11 tahun. Metode edukatif digunakan pada anak-anak perlu dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan, partisipatif, dan disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif serta emosional mereka. Kegiatan ini diisi dengan materi presentasi yang disesuaikan dengan kemampuan siswa kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi sebagai bentuk refleksi siswa akan implementasi manajemen waktu yang dilakukan sehari-hari. memiliki manajemen waktu perlu dibangun sejak dini. Anak-anak harus sejak dini memiliki kesadaran diri akan disiplin waktu. Disiplin bukan hanya tentang bangun tidur serta mengerjakan pekerjaan rumah dengan tepat waktu, namun hal ini akan membentuk kebiasaan baik dikemudian hari. Topik ini sangat relevan untuk perkembangan diri anak SD karena sesuai dengan tahap perkembangan kognitif. Pada tahap ini anak-anak mulai berpikir secara logis terhadap hal-hal yang bersifat nyata.
PELATIHAN SELF AWARENESS BAGI REMAJA Al-‘Aafiyah, Syakira; Yuliana, Lingga; Sudradjat, Fauziah Wulandari; Arifianza, Ahmad Raihan; Fadhlurrahman, Muhammad Rifqy
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v4i1.106

Abstract

Tujuan kegiatan ini memberikan pemahaman dan mengenali diri remaja secara lebih mendalam, agar mampu merancang hidup yang lebih terarah dan penuh keyakinan melalui self awareness. Kegiatan ini dilaksanakan pada 19 Mei 2025 dengan lokasi yang berada SMAN 25 Jakarta. Peserta dalam kegiatan ini merupakan siswa kelas 10 dengan rentang usia 14-16 tahun. Sebanyak 28 peserta dilibatkan dalam kegiatan ini. Pemilihan kriteria peserta karena mereka umumnya sedang berada dalam masa pencarian jati diri dan mulai dihadapkan pada pilihan-pilihan penting dalam hidup, seperti jurusan sekolah, pertemanan, dan minat karir. Kegiatan ini juga memberi ruang bagi peserta untuk menerima kelebihan dan kekurangan mereka, membangun afirmasi positif terhadap diri, serta mulai melatih keberanian untuk menyatakan kebutuhan dan tujuan pribadi secara jujur. Implikasi manajerial dari pelaksanaan kegiatan ini adalah dalam kondisi yang menyenangkan, edukatif, dan penuh makna, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi para siswa untuk lebih percaya diri dalam melangkah dan semakin siap menghadapi tantangan kehidupan remaja maupun masa depan mereka.
PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN EDUKASI POLA HIDUP SEHAT DI DESA SIDAN, KLUMPRIT, SUKOHARJO Widiyono, Widiyono; Putra, Fajar Alam; Suwarni, Anik; Indriyati, Indriyati
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v4i1.111

Abstract

Upaya untuk membiasakan hidup bersih dan sehat sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat adalahmemberikan penyuluhan serta pemeriksaan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan potensi pola perilaku hidup bersih dan sehat bagi warga Desa Sidan, Klumprit, Sukoharjo. Kegiatan ini melibatkan partisipasi masyarakat Desa Sidan sehingga masyarakat dapat menyadari bahwa peningkatan kesehatan dapat dimulai dari kebiasaan hidup sehat sehari-hari. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respon positif dan sangat antusias dalam berpartisipasi pemeriksaan kesehatan, kegiatan pendidikan kesehatan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
PENINGKATAN KREATIVITAS DAN KETERLIBATAN ANAK USIA DINI MELALUI IMPLEMENTASI APE KOTAK PINTAR DI PAUD ANAK HEBAT KARTASURA Azizah, Annafi’ Nurul ‘Ilmi; Rowie, Angelica Beauty Zahra Salshabila; Lestari, Devinta Puji; Rohmah, Elisa Nur; Agustin, Dinda Seltri; Inda, Inda
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v4i1.120

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan keterlibatan anak usia dini melalui implementasi Alat Permainan Edukatif (APE) “Kotak Pintar” di PAUD Anak Hebat Kartasura. Masa usia dini merupakan periode penting perkembangan anak sehingga membutuhkan stimulasi yang variatif dan menarik untuk mendorong kemampuan berpikir, eksplorasi, dan interaksi sosial. Observasi awal menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran yang ada masih dapat dioptimalkan untuk menstimulasi kreativitas serta keterlibatan aktif anak. Oleh karena itu, tim PkM menghadirkan APE “Kotak Pintar” sebagai media inovatif yang dirancang untuk mendukung aktivitas bermain edukatif. Metode pelaksanaan PkM terdiri atas tiga tahap utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, analisis kebutuhan, serta perancangan dan pembuatan “Kotak Pintar”. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui demonstrasi dan pendampingan langsung kepada anak selama aktivitas bermain terstruktur. Selanjutnya, tahap evaluasi dilakukan melalui observasi respons anak, refleksi bersama guru, serta dokumentasi perubahan perilaku belajar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa APE “Kotak Pintar” mampu meningkatkan kreativitas dan keterlibatan anak secara signifikan. Anak terlihat lebih antusias, aktif bereksperimen, mencoba tantangan baru, dan mampu bekerja sama dengan teman. Evaluasi juga menunjukkan peningkatan pada kemampuan motorik halus, koordinasi mata-tangan, dan pemecahan masalah. Secara keseluruhan, implementasi APE “Kotak Pintar” terbukti efektif dan relevan untuk mendukung stimulasi perkembangan anak usia dini.
KEWIRAUSAHAAN KREATIF DI ERA DIGITAL: PELATIHAN DESAIN PRODUK INOVATIF UNTUK SISWA SMK N 1 BOYOLALI Widarti, Erni; Tri Wulandari, Fera; Wartono, Wartono; Saifuddin, Saifuddin; Rizal Fernandita Pamungkas, Muhammad
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v4i1.134

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berperan dalam menyiapkan generasi muda yang siap kerja dengan memiliki kemampuan dan kompetensi keahlian. Siwa SMK dididik mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era digital. Kreativitas dan inovasi siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan dan keahlian, salah satunya dalam bidang kewirausahaan. Guna meningkatkan kemampuan kewirausahaan kreatif siswa, SMK N 1 Boyolali bekerjasama dengan tim dosen melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini berupa pelatihan desain produk inovatif, yang bertujuan melatih keterampilan siswa dalam menciptakan desain produk yang menarik dan bernilai jual. Pelatihan dilaksanakan secara langsung dengan pendampingan dosen dan mahasiswa di laboratorium SMK N 1 Boyolali. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM dengan sosialisasi dan pelatihan dengan tahapan identifikasi kebutuhan penyusunan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan, pemantauan dan pendampingan, evaluasi dan umpan balik. Kegiatan PkM ini berfokus pada kewirausahaan kreatif di era digital, dengan praktik pembuatan desain produk menggunakan Canva. Pelatihan menekankan pada praktik langsung, kreativitas, dan penerapan inovasi, sehingga siswa dapat menghasilkan produk yang aplikatif dan memiliki daya saing. Hasil kegiatan diharapkan meningkatkan motivasi, keterampilan, dan kemampuan siswa dalam menghasilkan desain produk inovatif, sekaligus membekali mereka untuk menciptakan peluang kewirausahaan mandiri di masa depan.
STRATEGI PROMOSI KESEHATAN UNTUK MENGOPTIMALKAN PEMAHAMAN SANTRI MENGENAI PENULARAN DAN PENGOBATAN TBC PONDOK PESANTREN SUKOREJO Ana Maria Ulfa
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v4i1.135

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TBC) merupakan masalah kesehatan global, dan lingkungan padat seperti pondok pesantren memiliki risiko penularan yang lebih tinggi. Santri yang hidup dalam komunitas tertutup, memerlukan pemahaman yang optimal mengenai penularan dan pentingnya kepatuhan pengobatan TBC untuk memutus rantai infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan strategi promosi kesehatan yang efektif dan adaptif guna meningkatkan pemahaman santri di Pondok Pesantren Sukorejo mengenai TBC.Penelitian ini menggunakan pendekatan intervensi edukasi. Strategi promosi kesehatan yang dilakukan meliputi sesi edukasi interaktif berbasis tanya jawab, simulasi etika batuk, dan penggunaan media visual yang relevan dengan budaya pesantren. Hasil survei awal menunjukkan bahwa meskipun santri memiliki pengetahuan dasar, pemahaman mendalam mengenai durasi pengobatan (minimal 6 bulan) dan mekanisme penularan secara spesifik masih rendah. Berdasarkan temuan, dirumuskan strategi promkes yang berfokus pada edukasi teman sebaya (peer education). Metode tanya jawab terbukti sangat efektif dalam memfasilitasi diskusi dan mengklarifikasi miskonsepsi.Strategi promosi kesehatan yang mengombinasikan metode interaktif, pelibatan pengurus, dan adaptasi kultural pesantren merupakan kunci untuk mengoptimalkan pemahaman santri mengenai penularan dan pengobatan TBC di Sukorejo. Rekomendasi utama adalah pembentukan kader kesehatan santri sebagai agen perubahan untuk keberlanjutan program edukasi TBC.
PENDAYAGUNAAN TANAMAN OBAT KELUARGA DI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA UNTUK MENDUKUNG PRAKTIK FARMASI KLINIS BERBASIS KOMUNITAS Wicaksono, Agung Budi; Ulfa, Ana Maria; Putri, Findi Qistiani
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v4i1.137

Abstract

Pendayagunaan tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan salah satu strategi penting dalam memperkuat kemandirian kesehatan masyarakat. Pemanfaatan tanaman obat yang dilakukan secara tepat, aman, dan berbasis bukti ilmiah berpotensi mendukung praktik farmasi klinis, khususnya pada aspek promotif dan preventif di tingkat komunitas. Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat di lingkungan rumah tangga secara rasional sebagai bagian dari dukungan terhadap pelayanan farmasi klinis. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah masyarakat di wilayah binaan yang memiliki potensi pengembangan TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai jenis tanaman obat, manfaat, teknik pengolahan yang benar, serta kesadaran terhadap batasan dan keamanan penggunaan tanaman obat, termasuk potensi interaksinya dengan obat konvensional. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi TOGA dalam praktik farmasi klinis berbasis komunitas dapat mendorong penggunaan obat yang rasional dan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
SOSIALISASI DAGUSIBU PADA MAHASISWA FARMASI UNIVERSITAS IBRAHIMY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENDUKUNG GKSO Yunita Handoyo, Diana Lady
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v4i1.141

Abstract

DAGUSIBU merupakan singkatan dari “DApat, GUnakan, SImpan, BUang” obat dengan benar. DAGUSIBU adalah jargon kampanye program Gerakan Nasional Keluarga Sadar Obat yang merupakan salah satu hal yang paling mendasar di bidang farmasi. Santri putri PP Pesantren Salafiyah Syafi’iyah masih banyak yang belum mengetahui cara penggunaan obat yang baik, tidak mengetahui manfaat obat yang benar, tidak mengetahui cara penyimpanan obat yang benar, serta cara membuang sisa obat yang sudah kadaluarsa dan rusak. Di PP Pesantren Salafiyah Syafi’iyah terdapat Fakultas Ilmu Kesehatan, dimana di dalamnya ada prodi farmasi dan prodi kebidanan. Prodi farmasi merupakan salah satu prodi kesehatan yang dapat dimanfaatkan untuk mensosialisasikan tentang penyakit, obat, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan kesehatan. Berdasarkan hal tersebut, tim pengabdian kami mengajak mahasiswa farmasi untuk mengikuti sosialisasi terkait DAGUSIBU agar mengetahui bagaimana cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang baik dan benar.
PENDAMPINGAN PEMUDA DALAM IMPLEMENTASI SISTEM KASIR DIGITAL SEBAGAI PENDUKUNG UMKM DI BANTUL Achmad Nugrahantoro
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v4i1.145

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian daerah, namun masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan administrasi usaha, khususnya pencatatan transaksi dan keuangan yang masih dilakukan secara manual. Kondisi ini juga ditemukan pada UMKM di Kabupaten Bantul, yang berdampak pada rendahnya keteraturan pencatatan dan kesulitan dalam memantau perkembangan usaha. Di sisi lain, pemuda memiliki potensi sebagai agen pendukung digitalisasi UMKM, tetapi perannya belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi pemuda dalam implementasi sistem kasir digital sebagai daya dukung bagi UMKM di Bantul. Metode pengabdian dilakukan melalui pendampingan langsung dan praktik sederhana penggunaan sistem kasir digital yang melibatkan 10 pemuda sebagai peserta utama kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kondisi awal, pengenalan sistem, simulasi penggunaan, serta evaluasi secara deskriptif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta dalam menggunakan sistem kasir digital untuk pencatatan transaksi dan rekap penjualan sederhana. Selain itu, kegiatan ini mendorong perubahan kebiasaan pencatatan usaha dari manual menjadi lebih tertib secara digital. Pendekatan pendampingan yang sederhana dan aplikatif menjadi keunggulan kegiatan ini, meskipun masih memiliki keterbatasan pada durasi kegiatan dan jumlah peserta. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan pentingnya peran pemuda dalam mendukung digitalisasi UMKM dan berpotensi untuk dikembangkan melalui pendampingan lanjutan dan cakupan sasaran yang lebih luas.
EVALUASI KEBERGUNAAN SISTEM SURAT DIGITAL BERBASIS WEB DALAM MENDUKUNG LAYANAN ADMINISTRASI DESA Wati, Vera; Yani, Mohammad; Mustamiin, Muhamad
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v4i1.146

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan administrasi desa menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan kualitas layanan publik yang cepat, akurat, dan transparan. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah penerapan sistem surat digital berbasis web di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Meskipun sistem telah diimplementasikan pada tahap sebelumnya, keberhasilan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh keberadaan teknologi, tetapi juga oleh tingkat kebergunaan sistem bagi perangkat desa sebagai pengguna utama. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahap lanjutan ini bertujuan untuk mengevaluasi kebergunaan sistem surat digital berbasis web dalam mendukung layanan administrasi desa. Metode yang digunakan berupa pendampingan evaluatif dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dan kuantitatif sederhana. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest–posttest satu kelompok terhadap perangkat desa melalui kuesioner skala Likert (1–5), observasi, dan wawancara. Aspek yang dievaluasi meliputi kemudahan penggunaan, kecepatan pelayanan, manfaat sistem terhadap pekerjaan, dan kepuasan pengguna. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kebergunaan sistem pada seluruh indikator yang dinilai, dengan tingkat peningkatan berada pada rentang 40,2%–55,7%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek kecepatan pelayanan, yang juga berdampak pada efisiensi waktu pelayanan administrasi desa. Selain itu, kegiatan pengabdian ini mendorong perubahan sikap dan budaya kerja perangkat desa dari pola manual menuju pengelolaan administrasi berbasis sistem digital. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem surat digital berbasis web tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan dalam mendukung pelayanan administrasi desa.