cover
Contact Name
Neny Purwitasari
Contact Email
yysrahmatanfwa@gmail.com
Phone
+6281297409136
Journal Mail Official
jurnaljfarm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Datuk Tunggul, Kel Teluk Kenidai, Kec Tambang, Kab Kampar, Prov Riau, Indonesia.
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JFARM (Jurnal Farmasi)
ISSN : 30310997     EISSN : 30310997     DOI : https://doi.org/10.58794/jfarm.v2i1.628
Core Subject : Health,
JFARM-Jurnal Farmasi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua penulis yang telah mengirimkan artikelnya untuk dipublikasikan di JFARM-Jurnal Farmasi
Articles 36 Documents
Tingkat Kepolaran Pelataut Pada Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Mayana (Coleus Atropurpureus [L] Benth ) Meyana Marbun; Ummi Umayyah; Boas Nicoyono Pasaribu; Indri Nurhabibah
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v2i2.1053

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun mayana (Coleus atropurpureus [L] Benth.) dari beberapa tingkat kepolaran pelarut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui berapa daya hambat ekstrak daun mayana terhadap bakteri gram positif (Streptococcus mutans) dan bakteri gram negatif (Shigella dysenteriae) berdasarkan tingkat kepolaran pelarut. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode maserasi dengan 4 tingkat polaritas pelarut yang dimulai dari pelarut non polar (n-heksan), diikuti dengan pelarut semipolar (etil asetat dan kloroform) dan pelarut polar (etanol). Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan uji metode sumur difusi, dan parameter yang diamati adalah diameter daya hambat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak n-heksan memberikan daya hambat tertinggi pada bakteri gram negatif (Shigella dysenteriae) dan ektrak n-heksan pada bakteri gram positif (Streptococcus mutans) berturut-turut adalah 22.81 mm dan 20.99 mm. Jadi, ekstrak daun mayana dapat menghambat bakteri Shigella dysenteriae dan Streptococcus mutans dengan kategori yang sangat kuat.  
Evaluasi Penggunaan Obat Antibiotik Pada Pasien Pediatric Pneumonia Rawat Inap Di Rsud Perdagangan Kabupaten Simalungun Marbun, Meyana; Caroline Tambunan, Bionitha; Hidayat, Taufik; Situmorang, Dorlan; Andreas, Andreas; Alijah, Alijah
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v2i2.1054

Abstract

Pneumonia adalah salah satu penyakit infeksi saluran Pernafasan yang paling sering terjadi. Penggunaan. Antibiotik merupakan terapi yang utama pada pengobatan pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penggunaan antibiotik pada pasien Pneumonia anak di RSUD Perdagangan Kabupaten Simalungun 2024 yang meliputi tepat dosis, Tepat obat, Tepat pasien, tepat indikasi, dan tepat lama pemberian . Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mengumpulkan data yang diambil secara retrospektif. Populasi dalam Penelitian ini adalah semua pneumonia anak yang tercantum dalam Rekam medis yang Menggunakan Antibiotik di RSUD Perdagangan Kabupaten Simalungun yang sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian dilakukan terhadap 60 pasien anak yang memenuhi kriteria inklusi yang hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan antibiotik pada pengobatan pneumonia anak di instalasi Rawat Inap RSUD Perdagangan Kabupaten Simalungun Tahun 2024 Sudah memenuhi Standar Literatur dan Formularium rumah sakit. Evaluasi Penggunaan antibiotik yang Rasional berdasarkan dengan kriteria Tepat pasien 100 %, Tepat indikasi 100 % tepat dosis 98 % , tepat obat 100% dan tepat lama pemberian 100 % yang data dievaluasi berdasarkan pedoman yang digunakan yaitu MIMS 2017/2018, British Nasional Formulary for Childern September 2018/2019,Informatorium obat Nasional Indonesia (IONI) 2014 dan pediatric & Neonatal dosege
Optimasi Sediaan Salep Ekstrak Green Tea Camellia Sinensis Dengan Metode Simplex Lattice Design Wulandari, Riska
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v3i1.710

Abstract

Daun teh hijau ini adalah familli dari theaceae tumbuhan ini merupakan perdu atau tanaman pohon kecilberukuran paling tinggi 30 kaki yang biasanya dipangkas 2-5cm. Daun teh hijau segar mengandung kafein sekitar 4%. Daun muda yang berwarna hiijau muda lebih disukai untuk produksi teh. Sedangkan daun teh yang tua berwarna lebih gelap, daun dengan umur yang berbeda akan menghasilkan kualitas teh yang berbeda-beda. karena komposisi kimianya yang berbeda. Bagian dari daun teh yang dipanen untuk proses menjadi teh adalah pucuk dan dua hingga tiga daun pertama. . Bukti penelitian melaporkan bahwa kandungan polifenol pada daun teh hijau lebih tinggi dibanding teh hitam. Persentase kandungan polifenol pada teh hijau sebanyak 30-40%, sedangkan presentase kandungan polifenol pada daun teh hitam sebanyak 3-10%.perhitungan konsentrasi menggunakan metode SLD Simplex Lattice Design vaselin album 65-78%, Adeps lanae 5-18%, Pada sediaan salep ekstrak dauh teh hijau formulasi 1 sampai 8 didapatkan hasil optimal pada sediaan 4 dengan konsentrasi vaselin album 78% dan adeps lanae 5%. Daya lekat yang di hasilkan 3,375 cm dan ph 4,85431.
Pengaruh Kondisi dan Masa Penyimpanan terhadap Kadar Vitamin C pada Manisan Kedondong (Spondidas dulcis) Hendrika, Yan; Subardi Bali
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v3i1.1284

Abstract

Vitamin C merupakan nutrisi penting dengan sifat antioksidan, namun mudah terdegradasi oleh suhu, oksigen, dan cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap kadar vitamin C dalam manisan kedondong. Buah kedondong segar dimaniskan dan disimpan pada suhu kamar dan kulkas. Kadar vitamin C diukur pada hari ke-1, 3, 7, 14, 21, dan 28 menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C menurun signifikan seiring waktu, dengan degradasi yang lebih cepat pada suhu kamar. Setelah 28 hari, kadar vitamin C pada suhu kamar turun dari 0,0664% menjadi 0,0029%, sedangkan pada suhu kulkas, penurunan lebih lambat dengan sisa 0,0027%. Degradasi ini terutama disebabkan oleh oksidasi dan suhu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyimpanan di kulkas lebih efektif daripada suhu kamar dalam mempertahankan kadar vitamin C pada manisan kedondong, yang penting untuk menjaga nilai gizinya. Kondisi penyimpanan yang tepat sangat penting untuk memperpanjang umur simpan dan kualitas produk pangan.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Sukun (Artocarpus Communis) Terhadap Luka Sayat Pada Tikus Jantan Putih Pratiwi, Denia; Novrita, Sisri; Randy Fadillah Mukti
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v2i2.873

Abstract

Penyembuhan luka adalah proses terjadinya penggantian jaringan yang rusak atau mati dengan jaringan yang baru melalui proses regenarasi sel. Salep merupakan sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar, akses langsung ke jaringan. Daun sukun (Artocapus communis) memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid. Kandungan senyawa flavonoid tersebut mampu mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi salep yang paling efektif dari ekstrak daun sukun terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus. Metode pada penelitian ini sebanyak 30 ekor tikus jantan putih (Galur wistar) dibagi dalam 5 kelompok perlakuan. Kelompok K (-) dengan pemberian vasellin tanpa ekstrak, K (+) dengan pemberian bioplacenton, F1 konsentrasi 15% (3.750 mg/KgBB ekstrak daun sukun), F2 konsentrasi 20% (5000 mg/KgBB ekstrak daun sukun) dan F3 konsentrasi 25% (6250 mg/KgBB ekstrak daun sukun). Setiap tikus dibuat luka sayatan pada daerah punggung sepanjang 2 cm dengan kedalaman 2 mm. Pengukuran penyembuhan panjang luka sayat dilakukan setiap hari selama 14 hari. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Uji kruskal wallis dan dilanjutkan uji man whitney. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun sukun memiliki aktivitas dalam menyembuhkan luka sayat dimana dosis yang efektif adalah pada salep F1 konsentrasi 15% (3.750 mg/KgBB) dengan waktu penyembuhan luka selama 7 hari.    
Prediksi Toksisitas Ginjal Cabe Jawa (Piper Retrofractum Vahl.) Dengan Metode In Silico Samsul Hadi; Setiawan, Deni; Rahmadina, Nazwa; Ramadani, Rizka Aulia; Nastiti, Kunti
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v2i2.1022

Abstract

Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl.) dikenal sebagai bahan baku pembuatan dalam herbal. Dengan manfaat yang begitu luas, diperlukan penelitian mengenai toksisitas P. retrofractum khususnya terhadap ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan skrining senyawa kimia dari P. retrofractum yang berpotenssi menyebabkan gangguan ginjal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan docking PLANTS dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh darai knapsackfamily. Hasil dari penelitian ini diperoleh skore docking masing masing ligand sebagai berikut (+)-Sesamin (-83.8785); L-Sesamin (-85.9199); Guineensine (-104.444); Pipercide (-95.8947); Retrofractamide A (-92.7619); Methyl piperate (-75.2266); 3, 4, 5-Trimethoxy dihydrocinnamic acid (-43.388).  Kesimpulan penelitian ini adalah senyawa yang berpotensi dari P.retrofractum yang berpotensi menyebabkan gangguan ginjal adalah Guineensine.
Potensi Senyawa Ekstrak Etanol Limbah Kulit Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) Sebagai Antimikroba Terhadap Salmonella Gastroenterit, Microsporum Canis, Dan Aspergillus Sp. Dengan Klt-Bioautografi Faroliu, Goldha; Oriza Sativa
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v3i1.1255

Abstract

Rambutan merupakan salah satu tumbuhan yang banyak dibudidayakan di Indonesia untuk dimanfaatkan buahnya. Bagian tumbuhan ini yang dapat digunakan sebagai antibakteri yaitu kulit buah yang digunakan untuk mengatasi disentri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil fitokimia dan aktivitas antimikroba dari ekstrak etanol kulit buah rambutan. Proses ekstraksi kulit buah rambutan dilakukan dengan metode maserasi. Identifikasi senyawa ekstrak kulit buah rambutan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil Kromatografi Lapis Tipis menunjukkan adanya 1 noda mayor pada plat KLT, dan dengan skrining fitokimia menunjukkan mengandung senyawa flavonoid dan fenolik. Uji aktivitas antimikroba dengan metode KLT-Bioautografi terhadap bakteri Salmonella gastroenterit menunjukkan aktivitas pada konsentrasi 30% (10,86 mm), dan kontrol positif 16,7 mm. Dan pengujian terhadap jamur Microsporum canis menunjukkan aktivitas pada konsentrasi 30% (42,46 mm), dan kontrol positif 27,66 mm, serta jamur Aspergillus sp menunjukkan aktivitas pada konsentrasi 30% (31,6 mm), dan kontrol positif 22,23 mm.
Aktivitas ekstrak Piper retrofractum Vahl menggunakan MAE sebagai penangkap radikal DPPH Samsul Hadi; khadijah, Nor; Febriani, Noor Rahmi
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v3i1.1275

Abstract

Radikal bebas diketahui dapat menyebabkan stres oksidatif, yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif seperti kanker dan penyakit kardiovaskular. Piper retrofractum mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid (piperin), saponin, dan tanin, yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah penggunaan metode Microwave-Assisted Extraction (MAE) untuk mengekstrak senyawa aktif dari cabe jawa. Metode ekstraksi dilakukan dengan etanol 70% pada suhu 60°C selama 10 menit. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak cabe jawa memiliki nilai IC50 sebesar 50,4 µg/mL, yang mengindikasikan aktivitas antioksidan kuat. Korelasi antara dosis ekstrak dan efektivitas antioksidannya menunjukkan pola linier, di mana semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin besar daya antioksidannya. Kesimipulannya penelitian ini adalah cabe jawa dapat dikembangkan sebagai bahan baku suplemen kesehatan dalam menangkal stres oksidatif.
Prediksi aktivitas Piper retrofractum Vahl terhadap reseptor EGFR yang berkontribusi terhadap kanker paru paru menggunakan docking Samsul Hadi; khadijah, Nor; Febriani, Noor Rahmi
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v3i1.1276

Abstract

Kanker paru-paru merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan angka kejadian yang terus meningkat. Salah satu faktor utama dalam perkembangan kanker ini adalah mutasi pada reseptor faktor pertumbuhan epidermal (EGFR), yang berperan dalam proliferasi sel.Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi potensi senyawa dalam Piper retrofractum Vahl sebagai inhibitor EGFR menggunakan metode molecular docking. Metodologi penelitian yaitu struktur EGFR diperoleh dari Protein Data Bank dan diproses menggunakan PyMOL, sedangkan senyawa aktif dari Piper retrofractum dikaji menggunakan perangkat lunak PLANTS. Analisis interaksi molekuler dilakukan dengan Discovery Studio berdasarkan afinitas pengikatan dan residu yang berinteraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima senyawa yang diuji, Retrofractamide C memiliki skor docking terbaik (-102.076), mendekati skor inhibitor EGFR yang telah diketahui (-106.882). Senyawa ini menunjukkan interaksi dengan residu kunci EGFR, seperti MET793, GLN791, VAL726, dan ALA743, yang juga berinteraksi dengan ligand native. Pipereicosalidine memiliki skor docking paling rendah (-116.765), tetapi interaksi residunya menunjukkan perbedaan dengan ligand native. Senyawa lainnya, seperti Retrofractamide A, Piperlongumine, dan Piperine, memiliki skor docking lebih tinggi dan interaksi yang kurang optimal dengan EGFR. Berdasarkan hasil tersebut, diperoleh Kesimpulan retrofractamide C dari Piper retrofractum Vahl memiliki potensi sebagai inhibitor EGFR yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam terapi kanker paru-paru. Studi lanjutan, termasuk uji in vitro dan in vivo, diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas dan mekanisme kerja senyawa ini dalam sistem biologis.
Uji Penangkap Radikal DPPH Ekstrak Buah Elaeis Guineensis Jacq dari Tanah Laut Dengan Metode MAE Samsul Hadi; Rahmawati, Nanda Hesti; indriani, Erika
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v3i1.1277

Abstract

Peningkatan radikal bebas dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit degeneratif, seperti diabetes dan kanker. Meskipun tubuh memiliki mekanisme antioksidan alami, kapasitasnya sering kali tidak cukup untuk mengatasi radikal bebas. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber antioksidan eksternal, salah satunya adalah buah sawit yang kaya senyawa bioaktif seperti polifenol dan tokoferol. Metode penelitian ini mengeksplorasi potensi buah sawit sebagai sumber antioksidan dengan menggunakan metode Microwave-Assisted Extraction (MAE). Hasil ekstraksi menunjukkan rendemen 18,5% dan aktivitas antioksidan tinggi, dengan nilai IC50 45,2 µg/mL. Uji DPPH menunjukkan bahwa ekstrak buah sawit mampu menetralkan radikal bebas dengan baik. Penelitian ini membuka peluang untuk penggunaan ekstrak buah sawit dalam pengobatan penyakit degeneratif dan produk berbasis bahan alam.

Page 3 of 4 | Total Record : 36