cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaciamw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution No. G-37, Kambu, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28296850     DOI : https://doi.org/10.54883/jpmw
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya (JPMW) Merupakan Jurnal dengan system Open Journal untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Bidang ruang lingkup naskah yang diterbitkan dalam Jurnal Pharmacia Mandala Waluya (JPMW) antara lain Farmakologi, Teknologi Sediaan Farmasi, Farmakognosi-Fitokimia, Mikrobiologi, Kimia Farmasi, dan Farmasi Klinik-Komunitas.
Articles 132 Documents
Identifikasi Kandungan Senyawa Ekstrak Etanol Daun Labu Kuning (Cucurbita moschata) Dan Aktivitas Antidiabetes Pada Hewan Uji Mencit (Mus musculus) Isrul, Muhammad; Salzabillah, Nabila Safa; Lolok, Nikeherpianti
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v2i2.66

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin atau kerja insulin. Prevalensi DM terus meningkat, di Indonesia merupakan negara yang menempati peringkat ke-6 di dunia yang menyebabkan kematian bagi penderitanya sehingga diperlukan terapi pengobatan herbal salah satunya yaitu daun labu kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol daun labu kuning (Cucurbita moschata) dan untuk mengetahui ekstrak etanol daun labu kuning (Cucurbita moschata) dapat memberikan aktivitas sebagai antidiabetes pada mencit (Mus musculus). Pada penelitian ini metode ekstraksi yang digunakan yaitu maserasi dengan pelarut etanol 96%. Setelah itu dilakukan identifikasi senyawa yang terkandung dalam sampel dan dilakukan pengujian kadar flavonoid total. Pengujian efek antidiabetes dilakukan dengan induksi aloksan kemudian hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Na.CMC), kontrol positif (glibenklamid), dan kelompok dosis 3.200 mg/kgBB, 1.600 mg/kgBB, dan 800 mg/kgBB. Analisis data dilakukan dengan menggunakan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil identifikasi senyawa menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun labu kuning (Cucurbita moschata) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan triterpenoid. Penentuan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun labu kuning yaitu 1,6%. Hasil uji diabetes terhadap mencit yang diinduksi aloksan menunjukkan bahwa ekstrak dosis 3.200 mg/kgBB secara signifikan mempunyai aktivitas sebagai antidiabetes dibandingkan kontrol negatif (p < 0,05) serta tidak mempunyai perbedaan yang nyata dengan kontrol positif (p > 0,05).
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Suruhan (Peperomia Pellucida L.Kunth) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus dan Staphylococcus Epidermidis Herdiansyah, Al Fadil; Bariun, La Ode; Dewi, Citra
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v2i2.67

Abstract

Jerawat sering terjadi dikarenakan bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida L.Kunth) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermis. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan sampel daun suruhan (Peperomia pellucida L.Kunth) yang diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dipekatkan dalam rotary evaporator hingga mendapatkan ekstrak yang kental. Selanjutnya pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida L.Kunth) dengan konsentrasi 20%, 25% dan 30% serta negatife (DMSO) dan positif (klindamisin®) yang dibuat 3 replikasi dilakukan dengan metode paper disk. Analisis data menggunakan SPSS one-way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian penunjukan bahwa ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida L.Kunth) memiliki aktivitas bakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 20%,25% dan 30% dengan kategori lemah < 5 mm, untuk bakteri Staphylococcus aureus dan untuk bakteri Staphylococcus epidermidis memiliki kategori sedang dengan nilai 5-10 mm. Untuk uji LSD memiliki perbedanaan antara sampel ekstrak daun suruhan (Peperomoa pellucida L.Kunth) dengan konsentrasi 20%,25% dan 30% dengan kontrol positif (klindamisin), dimana sampel daun suruhan (peperomia pellucida L.Kunth) dengan konsentrasi 20%,25% dan 30% memiliki hasil berbeda signifikan sedangkan kontrol positif (klindamisin) memiliki hasil signifikan.
Identifikasi DRP (Drug Related Problem) Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di RSUD Kota Kendari Periode Oktober–Desember 2021 Suria; Saparina, Titi; Ifaya, Mus
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v2i6.70

Abstract

Hipertensi salah satu faktor resiko dari kardiovaskuler seperti serangan jantung, gagal jantung, stroke dan penyakit ginjal. Dari data jumlah pendarita Hipertensi yang telah diperoleh bahwa tiap bulannya pasien hipertensi di RSUD Kota Kendari semakin meningkat, sehingga perlunya dilakukan identifikasi Drug Related Problem (DRP) dalam penggunaan obat antihipertensi. dengan tujuan untuk mengetahui adanya kejadian DRP pada pasien hipertensi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental. Observasi dengan pengambilan data secara retrospektif, dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis data pada waktu yang lalu. Populasi yang digunakan adalah seluruh rekam medik pasien hipertensi rawat jalan periode oktober-desember 2021. Sampel yang digunakan yaitu populasi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan pada beberapa kategori terdapat Drug Related Problem (DRP). Pada kategori dosis kurang tidak ada kejadian DRP. Ada kejadian DRP pada kategori dosis lebih sebanyak 12 pasien dengan presentase 24,0%. Ada kejadian DRP sebanyak 18 pasien dengan presentase 36,0%. Ada kejadian DRP sebanyak 2 pasien dengan presentase 4,0%. Tidak ada kejadian DRP pada kategori ada indikasi tidak ada obat pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di RSUD Kota Kendari. Perlunya ada kerjasama dan kolaborasi yang tepat antara dokter, farmasis dan tenaga kesehatan lainnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian dan pengobatan pada pasien, sehingga pasien mendapatkan terapi yang tepat, efektif dan aman. Perlunya peran farmasi klinis dalam memonitoring atau mengontrol serta mengevaluasi penggunaan obat ada pasien agar tidak terjadnya DRP.
Hubungan Kepatuhan Penggunaan Obat dan Pendamping Minum Obat(PMO) dengan Keberhasilan Terapi Pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Poasia Kota Kendari Sari, Rasna; Armayani; Saparina, Titi; Baco, Juliana
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v2i3.78

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyebab kematian nomor satu diantara penyakit infeksi dan menduduki tempat ketiga sebagai penyebab kematian pada semua umur setalah penyakit kardiovaskuler dan penyakit infeksi saluran napas akut. Kepatuhan penggunaan obat dan peran Pendamping Minum Obat (PMO) merupakan faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan terapi Tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kepatuhan penggunaan obat dan Pendamping Minum Obat (PMO) dengan Keberhasilan Terapi pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Poasia Kota Kendari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Analitik yaitu secara observasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien TBC di Puskesmas Poasia Kendari sebanyak 42 orang. Dan untuk sampelnya sejumlah 30 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Responden yang tidak patuh dalam penggunaan obat sebanyak 4 responden (13,3%) dan yang patuh dalam penggunaan obat sebanyak 26 responden (86,7%). PMO yang tidak mendukung sebanyak 5 responden (16,7%) dan PMO yang mendukung sebanyak 25 responden (83,3%). Responden yang tidak berhasil terapinya sebanyak 2 responden (2,7%) dan Responden yang berhasil terapinya sebanyak 28 responden (93,3%). Hasil menunjukkan bahwa (1) terdapat Hubungan yang signifikan antara kepatuhan penggunaan obat dengan Keberhasilan terapi dengan 0,008 < 0,05. (2) terdapat Hubungan yang signifikan antara Pendamping Minum Obat(PMO) dengan Keberhasilan terapi dengan 0,022 < 0,05. Peneliti menyarankan kepada petugas Kesehatan diharapkan melakukan kunjungan rumah pasien TB secara berkala sebagai dukungan dan pengawasan terhadap pengobatan pasien.
Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Harendong Bulu (Clidemia hirta) Terhadap Mencit (Mus musculus) Dengan Metode Tes Toleransi Glukosa Oral Rahmawati; Said , Asbath; Hasanuddin, Silviana
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v2i3.79

Abstract

Penggunaan obat bahan alam sudah banyak digunakan secara empiris oleh masyarakat. Oleh sebab itu, perlu dilakukan eksplorasi mengenai potensi bahan alam yang dapat dijadikan alternatif pengobatan diabetes melitus. Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder ekstrak daun harendong bulu (Clidemia hirta) mempunyai aktivitas antidiabetes yang optimal terhadap mencit (Mus musculus) dengan metode tes toleransi glukosa oral (TTGO). Penelitian ini merupakan penelitian jenis analitik Laboratorium. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian efek antidiabetes hewan uji dibagi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Suspensi Na.CMC), kontrol positif (Metformin) dan kelompok ekstrak dengan variasi dosis yaitu 0,013 mg/kgBB, 0,26 mg/kgBB, 0,39mg/kgBB. Penelitian ini menggunakan metode tes toleransi glukosa oral dan analisis data dilakukan dengan menggunakan One-Way ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukan bahwa ektrak etanol daun harendong bulu (Clidemia hirta) dengan dosis 0,39 mg/kgBB secara signifikan mampu menurunkan kadar gula darah dibanding kontrol negatif (p<0,05) dan hasilnya tidak jauh berbeda dengan kontrol positif metformin (p>0,05).Perlu dilakukan isolasi senyawa aktif dari daun Harendong Bulu (Clidemia hirta) yang berpotensi untuk antidiabetes dan perlu dilakukan uji toksisitas akibat pemberian ekstrak daun Harendong Bulu (Clidemia hirta).
Uji Aktivitas Antidiabetik Fraksi Daun Andong Merah (Cordyline fruticosa L.A Chevol) Pada Mencit (Mus musculus) Jantan Dengan Metode Tes Toleransi Glukosa Oral Yuliastri, Wa Ode; Wahyuni Aulia, Rizqi; Dewi, Citra
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v2i3.80

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu gangguan kesehatan yang disebabkan oleh adanya peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan akibat kurangnya insulin atau reistensi insulin. Indonesia merupakan negara yang menempati urutan ke 7 dengan penderita DM sejumlah 8,5 juta. aPenggunaan obat sintetik dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan efek samping. Sehingga dilakukan penelitian mengenai obat herbal. Salah satunya tumbuhan dari daun andong merah (Cordyline fruticosa L.A Chevol) ini yang sebelumnya telah diteliti ekstrak etanolnya dan memiliki kandungan senyawa flavanoid, saponin, dan tanin yang dapat beraktifitas sebagai antiabetes.Penelitian ini menggunakan 15 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Na.CMC), kontrol positif (Glibenklamid), kelompok fraksi Air 15%, kelompok fraksi N-heksana 15% dan kelompok fraksi etil asetat 15%. Penelitian ini menggunakan metode tes toleransi glukosa oral (TTGO). Analisis data dilakukan dengan menggunakan One way-ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD.Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi air, fraksi n-heksan dan fraksi etil astetat dari ekstrak etanol daun andong merah (Cordyline fruticosa L.A Chevol) dengan konsentrasi 15% secara signifikan mampu menurunkan kadar gula darah pada menit ke 30 dan 90 dengan nilai signifikasi yaitu 0.04<0.05.
Formulasi Sediaan Lip Balm Ekstrak Etanol Kulit Buah Pisang Raja (Musa Paradisiaca Sapientum) Sebagai Antioksidan Yuliatika, Kristiana; Ilyas Yusuf, Muhammad; Ridwan, Bai Athur; Andriani, Rina
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v2i3.81

Abstract

Lip balm merupakan produk kosmetik yang sering digunakan saat ini, terutama oleh kaum wanita. Tujuan penggunaan lip balm yaitu untuk melembabkan dan melindungi bibir dari polusi dan sinar matahari yang menyebabkan radikal bebas. Kerusakan diakibatkan pengaruh buruk sinar matahari dapat dikurangi dengan melindungi bagian bibir menggunakan lip balm mengandung antioksidan. Antioksidan adalah suatu senyawa dalam kadar atau jumlah tertentu mampu menghambat atau memperlambat kerusakan akibat proses oksidasi. Sumber antioksidan alami diperoleh dari kulit buah pisang raja dan sudah terbukti bahwa memiliki antioksidan kuat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui formulasi dan evaluasi sediaan lip balm ekstrak etanol kulit pisang raja (Musa paradisiaca Sapientum) dengan variasi konsentrasi sebagai antioksidan. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan metode eksperimental laboratorium dengan konsentrasi ekstrak etanol kulit buah pisang raja 10%, 15%, dan 20% dibuat dalam sediaan lip balm. Dilakukan uji stabilitas sediaan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji iritasi, uji kelembaban, uji kesukaan (Hedonic Test). Serta pengujian antioksidan menggunakan metode ABTS. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa evaluasi fisik sediaan lip balm berwarna kuning, memiliki aroma khas pengaroma, pH 6, daya sebar 4,9 - 6,6 cm, tidak mengiritasi dan peningkatan kelembaban 15,38%-54,83%. Hasil uji aktivitas antioksidan metode ABTS dengan nilai IC50 dari sediaan lip balm ekstrak etanol kulit buah pisang raja konsentrasi 10% yaitu 27,216 μg/mL, konsentrasi 15% yaitu 24,884 μg/mL, konsentrasi 20% yaitu 24,850 μg/mL.. Diharapkan peneliti selanjutnya membuat sediaan lain agar dapat mengembangkan penggunakan kulit buah pisang raja (Musa paradisiacal Sapientum) yang memiliki aktivitas antioksidan.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Keji Beling (Strobilanthes crispa BI) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa Adriana, Lisa; Dewi, Citra; Nasir, Nur Herlina
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v2i3.82

Abstract

Daun keji beling (Strobilanthes crispa Bl) adalah salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Berdasarkan hal tersebut, sifat antibakteri pada daun keji beling (Strobilanthes crispa Bl) diduga dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder dan aktivitas ekstrak etanol daun keji beling (Strobilanthes crispa Bl) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian yang dilakukan adalah true eksperimen laboratorium. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian antibakteri menggunakan metode difusi sumuran agar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan skrining fitokimia ekstrak keji beling (Strobilanthes crispa Bl) memiliki metabolit sekunder alkaloid, tanin, saponin dan steroid. Ekstrak etanol daun keji beling terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis zona hambat dengan rata-rata pada konsentrasi 10% (15,10 mm) kategori kuat, konsentrasi 25% (16,40 mm) kategori kuat, dan pada konsentrasi 50% (18,86 mm) kategori kuat, pada kontrol positif (24,30 mm) kategori sangat kuat. Kemudian terhadap pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa didapat zona hambat dengan rata-rata pada konsentrasi 10% (9,96 mm) kategori sedang, konsentrasi 25% (12,10 mm) kategori kuat dan pada konsentrasi 50% (14,20 mm) kategori kuat, dan kontrol positif (21,76 mm) kategori sangat kuat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol keji beling (Strobilanthes crispa Bl) memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa. Saran dari peneliti perlu dilakukan penelitian lanjut terhadap bakteri jenis lain dan dapat dikembangkan formulasi sediaan dari ekstrak daun keji beling (Strobilanthes crispa Bl)
Penetapan Kadar Fenolik Total Dan Flavonoid Total Dari Ekstrak Akar Tapak Dara (Catharanthus roseus) Serta Uji Aktivitas Antioksidan Dengan Metode DPPH Febrianti, Sari; Sahidin; Pusmarani, Jastria
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v2i6.84

Abstract

Radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh ini bisa dihambat oleh antioksidan yang melengkapi sistem sistem kekebalan tubuh, oleh karena itu dibutuhkan antioksidan yang dapat menangkal efek negatif dari radikal bebas serta menghambat terjadinya berbagai macam penyakit. Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan untuk obat tradisional adalah akar tapak dara. Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar fenolik total dan flavonoid total dari ekstrak etanol akar tapak dara dan bagaimanakah potensi ekstrak etanol akar tapak dara sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan jenis penelitian analitik, sampel diekstraksi menggunakan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh sebanyak 16,95 gram dengan hasil rendamen sebesar 3,39% Ekstrak etanol akar tapak dara dilakukan untuk menentukan penetapan kadar fenol total dan flavonoid total menggunakan perbandingan asam galat dan kuersetin. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan perbandingan Vitamin C dan alat yang digunakan spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil skrining fitokimia ekstrak etanol akar tapak dara mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, tannin, triterpenoid dan saponin. Pada pengujian fenol kadar sampel ekstrak akar tapak diperoleh yaitu 13,375 mg GAE/g dan untuk kadar fenol total sebesar 1,33% sedangkan pengujian kadar flavonoid total sebesar 0,5075 mg GAE/g atau 0,05%. Pengujian aktivitas antioksidan dimana diperoleh nilai IC50 ekstrak etanol akar tapak dara sebesar 49,341 µg/ml. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol akar tapak dara memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dimana ditandai dengan adanya kandungan senyawa fenol yang berpotensi sebagai antioksidan.
Rasionalitas Penggunaan Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) Pada Pasien Rematik Osteoarthritis di Poli Klinik Interna BLUD Rumah Sakit Konawe Selatan Tahun 2021 Sriwahyuni, Ni Made; Yuliastri, Wa Ode; Sya’ban, Abdul Rahim
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v2i6.86

Abstract

Ketidaktepatan penggunaan obat dan ketidaktepatan pemberian dosis Obat Anti Inflamasi Non Steroid yang diberikan kepada pasien menyebabkan tidak rasionalnya penggunaan OAINS pada pasien Rematik Osteoarthritis di Poli Klinik Interna Rumah Sakit Konawe Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas Obat Anti Inflamasi non Steroid (OAINS) pada pasien Rematik Osteoarthritis Rawat Jalan di Poli klinik Interna BLUD RS Konawe Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah pasien rematik Osteoarthritis yang berjumlah 92 Rekam Medis Pasien rematik Osteoarthritis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 92 responden , pasien dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak terkena OA yaitu (78,26%) danlaki - laki (21,74%), jumlah pasien terbanyak terdapat pada usia> 65 tahun (36,96%), jenis terapi yang digunakan adalah meloxicam, natrium dikloenak dan ibuprofen. Pada penggunaan obat OAINS yang digunakan untuk pasien Osteoarthritis Rawat Jalan di Poliklinik Interna BLUD RS Konawe Selatan dengan ketepatan indikasi yaitu 92 (100%), Ketepatan dosis 69 (75%),Ketepatan Obat 72 (78,26%) dan ketepatan waktu pemberian obat 92 (100%). Rasionalitas penggunaan OAINS di Poli Klinik Interna Rumah Sakit Konawe selatan belum sepenuhnya rasional. Perlu adanya komunikasi dan kerjasama yang baik antara Dokter, Apoteker dan Tenaga Kesehatan lainnya untuk meningkatkan pelayanan kefarmasian khususnya pemberian OAINS pada Pasien Rematik Osteoarhtritis di rumah Sakit Konawe Selatan.

Page 6 of 14 | Total Record : 132