cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaciamw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution No. G-37, Kambu, Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
ISSN : -     EISSN : 28296850     DOI : https://doi.org/10.54883/jpmw
Core Subject : Health,
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya (JPMW) Merupakan Jurnal dengan system Open Journal untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Bidang ruang lingkup naskah yang diterbitkan dalam Jurnal Pharmacia Mandala Waluya (JPMW) antara lain Farmakologi, Teknologi Sediaan Farmasi, Farmakognosi-Fitokimia, Mikrobiologi, Kimia Farmasi, dan Farmasi Klinik-Komunitas.
Articles 146 Documents
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Hydrogel Eye Mask Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan L) Kadarul, Nindi Novrianti; Isrul, Muhammad; Awaliyah Halid, Nur Hatidjah
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v2i6.87

Abstract

Kulit sekitar mata berstruktur lebih tipis dibandingkan kulit bagian wajah lainnya, sehingga perlu dilakukan perawatan untuk menjaganya. Masker merupakan salah satu perawatan yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah dikulit wajah. Masker hydrogel menjadi bentuk masker yang memiliki keuntungan dapat memberikan kondisi yang lembab pada kulit dan menciptakan sensasi dingin disekitar area kulit. Adapun bahan aktif yang sering digunakan dalam masker yaitu antioksidan. Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan salah tanaman yang memiliki banyak manfaat dan telah banyak digunakan dalam pengobatan tradisional dan memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan hydrogel eye mask ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L). Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental deskriptif. Sampel kayu secang dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96% hingga didapatkan ekstrak kental. Selanjurnya diformulasi kebentuk sediaan hydrogel eye mask dengan variasi konsentrasi ekstrak antara blanko (tanpa ekstrak), formula 1 (0,5 %), formula 2 (1%) dan formula 3 (1,5%). Dilakukan evaluasi kestabilan dan karakteristik fisik sediaan meliputi uji organoleptis dan bobot, uji pH permukaan, uji tingkat elastisitas, uji daya mengembang, cycling test dan uji kesukaan yang dilakukan selama empat minggu. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sediaan hydrogel eye mask ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L) memiliki kestabilitasan fisik yang baik selama 4 minggu penyimpanan. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji organoleptis, pH, daya mengembang, cycling test yang menunjukkan bahwa keempat formula memiliki kestabilan fisik yang baik selama penyimpanan. Tetapi tingkat elastisitas sediaan perlu ditingkatkan.  Berdasarkan uji hedonik, Formula 1 (F1) merupakan formula yang paling banyak disukai.
Uji Efektivitas Anti Hiperglikemik Ekstrak Etanol Kulit Pisang Raja (Musa paradisiaca sapientum) Pada Tikus (Rattus norvegicus) Yang Di Induksi Aloksan Hatriyani, Cantika Putri; Pusmarani, Jastria; Jeika, Edwin
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i2.25

Abstract

Hiperglikemik adalah keadaan yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa didalam darah yang melebihi batas normal. Salah satu tanaman yang memiliki manfaat untuk menurunkan kadar glukosa darah yaitu kulit pisang raja (Musa paradisiaca sapientum ). Kulit pisang raja ini mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antidiabetes seperti flavonoid, tanin, saponin, dan juga alkaloid. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui efektifitas antihiperglikemik ekstrak etanol 96% kulit pisang raja Musa paradisiaca sapientum pada tikus jantan Rattus Norvegicus. Rancangan penelitian yang digunakan ialah pre and post-test dengan menggunakan hewan uji yang di kelompokkan menjadi 5 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri atas 3 ekor tikus dan diinduksi aloksan dengan dosis 150 mg untuk meningkatkan kadar gula darah. Berdasarkan hasil yang diperoleh, diketahui bahwa kulit pisang raja (Musa paradisiaca) dengan dosis 100 mg,150 mg dan 200 mg dapat memberikan aktivitas antihiperglikemik yang dibuktikan dengan adanya penurunan kadar gula darah hewan uji setelah diinduksi aloksan
Uji Efektivitas Fraksi Daun Ketapang (Terminalia catappa L) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat pada Kelinci (Orcyctolagus cuniculus) Anjarwati, Neneng; Yuliastri, Wa Ode; Tasman
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i4.44

Abstract

Luka sayat merupakan suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan tubuh yang disebabkan oleh benda tajam dan dapat menimbulkan pendarahan dengan melibatkan peran hemostatis dan akhirnya terjadi peradangan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fraksi daun ketapang (Terminalia catappa L.) memiliki potensi penyembuhan luka sayat yang lebih optimal dibandingkan kontrol positif pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan membagi hewan uji menjadi 6 kelompok diantaranya kelompok kontrol positif (Betadine krim), kelompok kontrol negatif (na-cmc), kelompok fraksi air, fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat daun ketapang 100 %. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan dengan memberikan luka sayat dengan panjang 2 cm, dan masing-masing kelompok diolesi fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air dilakukan pengamatan selama 8 hari. Data penelitian diolah menggunakan statistik dengan Program SPSS Versi 20 dengan metode ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Fraksi n-heksan dengan nilai rata-rata penyembuhan luka 0,26 cm, etil asetat dengan nilai rata-rata 0,16 cm, fraksi air 0,30 cm, dari daun ketapang (Terminalia catappa L.) sehingga dapat di simpulkan berdasarkan dari ke 3 fraksi tersebut bahwa fraksi etil asetat dan fraksi N-heksan memiliki efektivitas sebagai penyembuhan luka sayat pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Dengan nilai signifikan uji One – Way Anova p-value < 0,05. Adapun saran yang dapat disampaikan berdasarkan hasil dari penelitian yaitu selanjutnnya untuk luka sayat dilakukan uji formulasi sebagai obat penyembuhan luka dan agar dapat mengetahui lebih lanjut lagi mengenai fraksinasi yang lebih efektif terhadap penyembuhan luka sayat pada kelinci (Oryctolagus cuniculus).
Uji Aktivitas Fraksi Daun Pare (Momordica charantia) Terhadap Pertumbuhan Rambut Kelinci New Zealand White Gelian, Clara; Nurlila, Ratna Umi; Himaniarwati
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i3.71

Abstract

Secara empiris daun pare (Momordica charantia) digunakan oleh masyarakat untuk menyuburkan rambut pada bayi dan anak balita dengan menggunakan rendaman daun pare (Momordica charantia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fraksi n-heksan, etil asetat dan air dari daun pare (Momordica charantia) terhadap pertumbuhan rambut kelinci New Zealand White. Penelitian ini merupakan penelitian analitik laboratorium. Sampel diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian hasil dari ekstraksi difraksinasi dengan metode ektraksi cair-cair, menggunakan 3 pelarut, selanjutnya 3 fraksi n-heksan diberi konsentrasi 40%, eti asetat, 40%, dan air 40%  diuji aktivitasnya sebagai penumbuh rambut, dengan kontrol positif minoxidil 2% dan kontrol negatif larutan Na-CMC 0,5% pada kelinci jantan dengan 3 replikasi, Analisis data dilakukan dengan menggunakan Man Whitney untuk mengetahui perbedaan median 2 kelompok bebas apabila data variabel terikatnya adalah interval tetapi tidak terdistribusi normal. Hasil yang diperoleh dari pengujian pertumbuhan rambut terhadap kelinci New Zealand White didapatkan nilai rata-rata panjang rambut pada hari ke-24 yaitu fraksi n-heksan (0,60 mm), fraksi etil asetat (0,63 mm), fraksi air (0,65 mm) minoxidil (0,73 mm), Na-CMC (0,31 mm), dan tanpa perlakuan (0,27 mm). Hal ini menunjukan bahwa fraksi n-heksan, etil asetat, air dari daun pare (Momordica charantia) mempunyai aktivitas sebagai penumbuh rambut.
Formulasi Dan Uji Aktivitas Sediaan Sabun Padat Susu Kambing Etawa (Capra aegagrus hircus) Bubuk Sebagai Pelembab Kulit Hijayah, Muhammad; Marlinda, Wade; Juliansyah, Risky
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i3.83

Abstract

Kulit yang kering dapat menurunkan kinerja pertahanan tubuh terhadap infeksi dan efek radikal bebas, sehingga dibutuhkan adanya pencegahan dan perawatan terhadap kulit, salah satunya adalah sediaan sabun padat yang mengandung susu kambing etawa (Capra aegagrus hircus). Susu kambing etawa (Capra aegagrus hircus) mengandung protein, asam lemak dan vitamin E yang terbukti dapat mengatasi berbagai masalah kulit salah satunya adalah kulit kering. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan sabun padat dari susu kambing etawa (Capra aegagrus hircus) bubuk yang memenuhi syarat stabilitas sediaan dan memiliki aktivitas sebagai pelembab kulit dengan konsentrasi 6,25%, 7,5% dan 8,75%.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan data hasil penelitian disajikan secara deskriptif. Metode analisis menggunakan data kualitatif dan kuantitatif, data kualitatif diperoleh dari pengamatan berupa uji organoleptik dan uji homogenitas, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari pengujian pH, uji stabilitas busa, uji iritasi dan pengujian kelembaban kulit menggunakan alat Skin Analyzer (CkcyiN ®). Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu kambing etawa (Capra aegagrus hircus) bubuk dapat diformulasi menjadi sebuah sediaan sabun padat, memiliki stabilitas yang baik, sediaan yang dihasilkan berbentuk padat, berwarna kuning kecoklatan, aroma khas susu dan sedikit aroma kopi, homogen, pH 8,0, tinggi busa 11,3-11,5, serta tidak mengiritasi kulit. Sediaan sabun padat yang mengandung susu kambing etawa (Capra aegagrus hircus) bubuk konsentrasi 6,25%, 7,5% dan 8,75% memiliki aktivitas debagai pelembab kulit, dengan aktivitas tertinggi yaitu pada konsentrasi 8,75%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sediaan sabun padat yang mengandung susu kambing etawa (Capra aegagrus hircus) bubuk memiliki aktivitas dalam melembabkan kulit.
Rasionalitas Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Poasia Kota Kendari Tahun 2021 Kasni; Hanafi, La Ode Ali; Fauziah, Rismayanti; Yuliastri, Wa Ode
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i1.88

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang umumnya menyerang paru-paru, tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lainnya. Di Indonesia TB Paru masi menjadi permasalahan yang utama terutama di bidang kesehatan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase kerasionalitasan penggunaan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) di Puskesmas Poasia Kota Kendari. Jenis penelitian deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data rekam medik secara retrospektif. Populasi penelitian ini adalah seluruh rekam medik pasien TB Paru. Sampel pada penelitian ini adalah selurus populasi dijadikan sampel, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dilakukan pada bulan Juli 2022 dengan metode Deskriptif Retrospektif. Sampel sebanyak 82 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Untuk mengetahui presentase Rasionalitas dari penggunaan OAT FDC/KDT. Hasil menunjukan penggunaan OAT di Puskesmas Kota Kendari sudah sesuai pedoman,rasionalitas penggunaan OAT di Puskesmas Poasia Kota Kendari yaitu tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat dosis 92%,tepat lama pemberian 96%, dan tepat pemilihan obat 93%. Dihitung mengunakan rumus P = Disarankan untuk penelitian selanjutnya mengenai evaluasi terkait Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Tuberkulosis Paru sebaikinya dilakukan pengambilanan lokasi observasi di 2 tempat penelitian atau lebih sebagai perbandingan.
Formulasi Dan Evaluasi Stabilitas Fisik Sediaan Lipgloss Ekstrak Buah Pinang (Areca Catechu L.) Sebagai Pewarna Alami Inta, Icing Gustriani; Awaliyah Halid, Nur Hatidjah; Fauziah, Rismayanti
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i1.90

Abstract

Lipgloss merupakan salah satu produk pemulas bibir yang berfungsi untuk memberikan kilauan agak mengkilat dibibir, atau digunakan untuk memberikan efek warna tertentu. Pewarna alami merupakan alternatif pewarna yang tidak toksik dan ramah lingkungan. Salah satu zat pewarna alami yang berpotensi adalah antosianin dari buah pinang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ekstrak buah pinang (Areca catechu L.) dapat memberikan warna pada sediaan lipgloss dengan konsentrasi 5%,10%,15% dan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan lipgloss ekstrak buah pinang (Areca catechu L.). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan lipgloss dari ekstrak buah pinang (Areca catechu L.) dapat memberikan warna pada sediaan lipgloss yang telah diformulasikan dengan konsentrasi 5%,10% dan 15%. Pada konsentrasi 5% sediaan lipgloss menghasilkan warna jingga, konsentasi 10% menghasilkan warna merah dan konsentasi 15% menghasilkan warna merah bata. Sediaan lipgloss ekstrak buah pinang (Areca catechu L.) dengan konsentrasi 5%,10% dan 15% menghasilkan sediaan yang stabil secara fisik berdasarkan pengamatan secara organoleptik, pH, homogenitas, iritasi dan hedonik.
Hubungan Pelayanan Kefarmasian dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Apotek Puskesmas Wolasi Kabupaten Konawe Selatan Ningsih, Riska; Ifaya, Mus; Amir, Sry Agshary; Prasetyo, Mulyadi; Safutra, Muhamad Sadam
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i1.92

Abstract

Pelayanan kefarmasian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan puskesmas dan berorientasi pada pelayanan pasien dan penyediaan obat yang bermutu. Apotek selaku penyedia jasa dituntut memberikan pelayanan yang lebih baik, cepat, dan bermutu untuk mencapai kepuasan pasien. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pelayanan kefarmasian dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan di apotek puskesmas wolasi kabupaten konawe selatan. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional study dengan  teknik penarikan sampel secara Accidental Sampling, dengan jumlah sampel 76 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang melakukan pemeriksaan dan pengobatan di puskesmas wolasi kabupaten Konawe Selatan. Metode analisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara dimensi bukti fisik dengan tingkat kepuasan pasien (P value 2,363 > α 0,05) serta dimensi jaminan dengan tingkat kepuasan pasien (P value 0,318 > α 0,05). Sedangkan dimensi yang menunjukkan adanya hubungan dengan tingkat kepuasan pasien yaitu dimenai empati (P value 0,05 =  α 0,05), dimensi ketanggapan (P value 0,014 <  α 0,05), dan dimensi kehandalan (P value 0,004 <  α 0,05).
Analisis Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih di Instalasi Rawat Inap di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2021 Samharira; Hadju, Lodes; Baco, Juliana
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i1.93

Abstract

Penggunaan obat yang tidak rasional dapat menyebabkan kesalahan dalam pengobatan atau timbulnya efek samping yang tidak diinginkan, kerasional antibiotik diperoleh 40-62% antibiotik digunakan secara tidak tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien penderita infeksi saluran kemih di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pengambilan data secara retrospektif dengan mengumpulkan data sekunder pada rekam medik pasien rawat inap dengan jumlah sampel sebesar 34 pasien yang diperoleh secara total sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan univariat secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kerasionalan peresepan antibiotik ISK adalah 91% tepat pasien, 100% tepat indikasi, 91% tepat jenis antibiotik, 100% tepat dosis dan 100% tepat cara pemberian sehingga dapat disimpulkan bahwa peresepan antibiotik pada pasien penderita infeksi saluran kemih di Rumah Sakit Umum Bahteramas sebagian besar rasional. Penelitian ini menyarankan bagi Pihak RSU. Bahteramas khususnya bagian komite medik agar melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin terhadap kerasionalan peresepan antibiotik pada pasien Infeksi saluran kemih dan sehingga dapat mencegah terjadinya kekeliruan dalam peresepan antibiotik
Analisis Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari Suci; Himaniarwati; Hamiru, La Ode
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i1.94

Abstract

Berdasarkan data Penggunaan antibiotik yang kurang baik disebabkan oleh beberapa responden tidak mengetahui tentang cara penggunaan antibiotik dengan tepat. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap, tindakan dengan penggunaan antibiotik pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif dengan populasi sebanyak 45 orang dan sampel sebanyak 41 orang. Desain deskriptif mengunakan pendekatan cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif dengan cara memberikan kuesioner kepada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kuesioner diberikan kepada pasien yang menggunakan antibiotik atau pernah menggunakan antibiotik yang berjumlah 41 orang. Kemudian data di analisis menggunakan Chi Square dimana apabila nilai p-value < 0,05 maka dinyatakan H0 ditolak. Sebaliknya bila p-value > 0,05 maka dinyatakan H1 diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan penggunaan antibiotik masih dalam kategori kurang baik. Dimana pengetahuan memiliki presentase yang kurang baik yaitu sebesar 61,0%, sikap yang kurang baik memiliki presentase sebesar 61,0%, sedangkan tindakan yang kurang baik memiliki presentase sebesar 63,4%, dan penggunaan antibiotik yang kurang baik memiliki presentase sebesar 61,0%. Kemudian pada hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara pengetahuan, sikap, dan tindakan terhadap penggunaan antibiotik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari memiliki pengetahuan, sikap, tindakan dengan penggunaan antibiotik termaksud dalam kategori kurang baik dalam menggunakan antibiotik.

Page 7 of 15 | Total Record : 146