Journal of Innovative and Creativity
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles
29 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 1 (2025)"
:
29 Documents
clear
Analisis Pengaruh Model Pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending (Core) Pada Pembelajaran Ipa Di Kelas V Sd/Mi
Debi Febianto;
Septia Zeliana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/joecy.v5i1.80
Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan-permasalahan yang terjadi pada pembelajaran IPA dikelas V SD/MI. Diantara solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan model pembelajaran CORE (connecting organizing reflecting extending). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rancangan model pembelajaran CORE (connecting organizing reflecting extending), menganalisis langkah-langkah model CORE (connecting organizing reflecting extending) serta menganalisis keunggulan dan kelemahan model pembelajaran CORE (connecting organizing reflecting extending) pada pembelajaran IPA dikelas V SD/MI. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif analitis dengan metode library research(Kajian Pustaka). Sumber data penelitian ini seperti jurnal dan buku-buku yang terkait dengan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pencatatan penelitian dan teknik analisis data menggunakan content anayisis. Hasil analisis yang penulis lakukan menunjukkan bahwa rancangan model pembelajaran CORE berupa RPP pada pembelajaran IPA dikelas V SD/MI berpedoman dengan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah dan permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 yang didalamnya terdapat LKPD yang disesuaikan dengan salah satu indikator kemampuan abad 21 yaitu berfikir kritis. Dalam rancangan tersebut terdapat langkah-langkah yaitu tahap connecting, organizing, reflecting, extending yang diperkirakan mampu menyelesaikan permasalahan pada pembelajaran IPA dikelas V SD/MI hal ini disebabkan karena model CORE memiliki keunggulan-keunggulan seperti dapat mengembangkan keaktifan dan memberikan pembelajaran yang bermakna, mengembangkan dan melatih daya ingat peserta didik tentang suatu konsep dalam materi pembelajaran dan mengembangkan daya berfikir kritis sekaligus mengembangkan keterampilan pemecahan suatu masalah IPA di kelas V SD/MI.
Menumbuhkan Jiwa Kritis dan Analitis Mahasiswa Hukum melalui Pembelajaran Hukum Humaniora
Zulfikar Ramadhan;
Vivi Sylvia Purborini;
Tikka Dessy Harsanti;
Galih Setyo Refangga
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/joecy.v5i1.84
Pembelajaran hukum humaniora memiliki peran penting dalam menumbuhkan jiwa kritis dan analitis mahasiswa hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode pembelajaran hukum humaniora yang efektif dalam mengembangkan kemampuan analitis dan kritis mahasiswa. Metode penelitian kualitatif normatif deskriptif digunakan untuk menganalisis relevansi hukum humaniora dalam pendidikan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum humaniora, melalui pendekatan yang melibatkan analisis konteks sosial, budaya, dan sejarah, mampu memberikan pemahaman yang holistik tentang hukum. Metode pembelajaran seperti studi kasus, diskusi kelompok, dan analisis kritis kasus hukum terbukti efektif dalam melatih mahasiswa untuk berpikir kritis dan analitis. Hambatan dalam pengembangan jiwa kritis dan analitis meliputi keterbatasan sumber daya dan kurangnya penguasaan konsep hukum humaniora oleh pengajar. Untuk mengatasi hambatan ini, rekomendasi penelitian mencakup peningkatan metode evaluasi, penggunaan sumber belajar yang lebih beragam, serta penyelenggaraan diskusi dan debat terbuka. Dengan demikian, pembelajaran hukum humaniora berkontribusi signifikan dalam menciptakan lulusan hukum yang berintegritas dan mampu mengaplikasikan hukum dalam konteks sosial yang kompleks
Analisis Penerapan Media Monopoli dalam Pembelajaran IPA di Kelas IV SD/MI
Kafrina Kafrina;
M. Syafwan .HB
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/joecy.v5i1.93
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rancangan media monopoli dalam pembelajaran IPA di kelas IV SD/MI, untuk menganalis keunggulan media monopoli dalam pembelajaran IPA di kelas IV SD/MI. Untuk menganalisis kelemahan media monopoli dalam pembelajaran di kelas IV SD/MI. Jenis penelitia yang digunakan yaitu deskriptif analitis dengan metode kepustakaan (Library Reseacrh). Data tentang penerapan media monopoli dikumpul melalui pencatatan penelitian jurnal dan hasil-hasil penelitian tentang penerapan media monopoli dikelas IV SD/MI. Data dikumpul dianalisis menggunakan teknik Content Analysis. Hasil penelitian ini menemukan dengan menggunakan rancangan media monopoli mampu menjadikan pembelajaran lebih baik dari sebelumnya. Keunggulan media monopoli dalam pembelajaran IPA di kelas IV SD/MI diantaranya: media monopoli menggunakan gambar yang menarik, media monopoli membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran, media monopoli dapat menumbuhkan minat peserta didik dalam belajar, media monopoli memungkinkan penerapan konsep-konsep dalam pembelajaran. Sebaiknya, sebelumnya menggunakan media monopoli pendidik memerlukan persiapan yang matang serta konsep yang sesuai dengan materi pembelajaran, memerlukan perencanaan sebab media monopoli memerlukan alokasi yang panjang dan area yang luas.
Tahfiz Alquran dalam Kurikulum Pesantren Darul Arafah Raya
Fatima Rahma Ranguti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/joecy.v5i1.96
Tradisi menghafal Alquran (tahfiz) sudah ada sejak Rasulullah saw. ini terus dilestarikan para sahabat dan turun temurun sampai ke tabi’ tabi’in dan masa sekarang, akan tetapi tahfiz di kurikulum pesantren Indonesia, baru mulai muncul sejak beberapa tahun belakangan ini dengan berbagai macam ragam posisi tahfiz pada kurikulum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tahfiz Alquran dalam kurikulum pesantren Darul Arafah Raya. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologis, instrument pengumpulan data adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tahfiz di masukkan dalam kurikulum pesantren Darul Arafah Raya sebab beberapa faktor, seperti faktor agama, social budaya dan lain lain. Metode pembelajaran yang digunakaan terbagi dua, yaitu metode wajib dan sunah, sedangkan pola tahfiz di pesantren Darul Arafah Raya adalah tahfiz Alquran posisinya menjadi ekstrakurikuler dalam muatan kurikulum. Faktor-faktor yang menjadi pendukung pembelajaran tahfiz antara lain adalah niat yang ikhlas, sedangkan faktor penghambat pembelajaran tahfiz antara lain adalah kurangnya kesungguhan santri. Kesimpulannya adalah pelajaran tahfiz Alquran di pesantren Darul Arafah Raya mulai dimasukkan pada kurikulum pesantren sejak beberapa tahun belakangan ini, sebab tuntutan perkembangan zaman, khususnya tuntutan kurikulum pesantren yang harus terus di modernisasi, posisi pelajaran tahfiz Alquran di pesantren Darul Arafah Raya di masukkan dalam kurikulum sebagai ekstrakurikuler dan mata pelajaran wajib.
Meningkatkan Pemahaman Keislaman dan Kebersamaan Sosial Melalui Program Al Qur'an Ceria pada Siswa MI Ahmad Yani Pagerngumbuk
Ahmad Murtadlo;
Ely Masnawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/joecy.v5i1.103
Program "Al Qur'an Ceria" di MI Ahmad Yani Pagerngumbuk adalah inovasi pembelajaran berbasis nilai-nilai keislaman yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman keislaman dan kebersamaan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program, dampaknya terhadap pemahaman keislaman siswa, serta kontribusinya dalam membangun kebersamaan sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca, menulis, dan memahami Al-Qur'an. Selain itu, kegiatan seperti syi'ir Islami, pembacaan shalawat nabi, doa khatmil Qur'an, serta "Jum'ah Berkah" secara signifikan memperkuat rasa solidaritas dan kebersamaan di antara siswa. Program ini juga memotivasi siswa untuk lebih mendalami Al-Qur'an dan aktif dalam kegiatan sosial Islami. Namun, pelaksanaan program menghadapi tantangan seperti variasi kemampuan siswa dalam kelompok dan keterbatasan fasilitas. Solusi yang diterapkan meliputi sistem mentoring, pendekatan diferensiasi, dan penggalangan dukungan komunitas. Secara keseluruhan, program "Al Qur'an Ceria" terbukti efektif sebagai model pendidikan Islam yang tidak hanya meningkatkan aspek akademik dan spiritual, tetapi juga membangun karakter sosial siswa. Program ini dapat diadaptasi oleh institusi pendidikan lain untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran.
Kemampuan Guru Bimbingan Konseling dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Dan Konseling di Sekolah
Malim Soleh Rambe;
Eli Marlina Harahap;
Nurmaini Ginting
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/joecy.v5i1.110
Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan guru BK dalam memberikan pelayanan adalah kemampuan menyusun dan mengimplementasikan rencana pelaksanaan layanan. Rencana pelaksanaan layanan adalah kemampuan dalam menetapkan langkah-langkah yang akan dilakukan dan dilalui dalam melaksanakan pelayanan. Kenyataan awal di SMA Negeri Kota Padangsidimpuan memperlihatkan bahwa guru BK memiliki kemampuan yang berbeda dalam menyusun dan mengimplementasikan rencana pelaksanaan layanan. Ditambah lagi dengan kualifikasi pendidikan mereka yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan membandingkan kemampuan dalam menyusun dan mengimplementasikan rencana pelaksanaan layanan oleh guru BK SMA Negeri Kota Padangsidimpuan dengan populasi sebanyak 46 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi (mixing research) dengan model sequential explanatory design. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Untuk data kuantitatif instrumen digunakan instrumen angket yang menghasilkan skor. Sedangkan data kualitatif diperoleh melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Data kuantitatif dianalisis dengan teknik persentase dan uji t untuk melihat perbedaan dengan menggunakan SPSS For Windows Release 23.00. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa (1) Kemampaun menyusun dan mengimplementasikan rencana pelaksanaan layanan berada pada kategori sedang, (2) Motivasi dalam menyusun dan mengimplementasikan berada pada kategori tinggi, (3) Kesempatan mengembangkan kemampuan menyusun dan mengimplementasikan berada pada kategori rendah, (4) Analisis perbandingan hasil uji t mengungkapkan terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara kualifikasi pendidikan S1 BK dengan D3 BK, sedangkan antara S1 Non BK dengan PPK memiliki perbendaan yang signifikan.
Training on the Implementation of English Language Learning Based on the Pedagogical Grammar Approach at Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru
Safriyani Novitri;
Estika Satriani;
Novia Nazirun
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/joecy.v5i1.111
This study examines the implementation of English language learning based on the pedagogical grammar approach at Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru. The purpose of the study was to explore how this approach enhances students' understanding and application of English grammar in communication. The research aimed to identify effective strategies, challenges, and the overall impact of pedagogical grammar on language proficiency. A qualitative approach was employed, utilizing classroom observations, interviews with instructors, and student feedback to analyze the effectiveness of the pedagogical grammar framework. Lesson materials were designed to integrate grammatical concepts into communicative contexts, ensuring that students could apply rules in real-life language use. Data were collected from English language classes and analyzed to determine students' progress, engagement, and comprehension of grammatical structures. The findings indicate that incorporating pedagogical grammar significantly improved students’ grammatical accuracy and confidence in communication. The approach helped bridge the gap between theoretical knowledge and practical usage, fostering better retention and application of language rules. However, challenges such as limited instructional time and varying student proficiency levels were observed. Teachers reported that explicit grammar instruction, combined with contextualized practice, contributed to more effective learning outcomes. In conclusion, the study highlights the importance of pedagogical grammar in English language learning, demonstrating its effectiveness in improving students’ grasp of grammar for communication. It suggests that future training should focus on equipping educators with adaptable strategies to address diverse learning needs, ensuring a more comprehensive and student-centered approach to English instruction.
An Analysis on the Students Vocabulary Mastery
Waritsa Auliyah;
Vitri Angraini Hardi;
Lusi Marleni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/joecy.v5i1.202
This research uses qualitative research. This research was conducted at the sixth grade of SD 006 Langgini. This research is aimed to determine the ability of English vocabulary mastery to sixth grade students in the first semester. This class is the youngest of the three classes in which class 6A consists of 29 students, class 6B consist of 26 students, and class 6C consist of 30 students. This study uses purposive sampling technique, the sample of this research is class 6C, which consist of 30 students. Based on the results finding of the research, it can be concluded that there are 13% of students who get the very good category in mastering English vocabulary. 13% of students get good category, 23% students get enough category, 34% of students get less category, and 17% students get bad category.
The Effect of “Harry Potter and the Chamber of The Secret” Movie Towards Listening Skill At SMAN 1 Bangkinang Kota: An Experimental Research at Eleventh Grade of SMAN 1 Bangkinang Kota
Nona Alanis Fauziah Haris;
Masrul Masrul
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/joecy.v5i1.223
This research was motivated by the low listening skills observed among students at school. This experimental study was conducted in class XI of SMAN 1 Bangkinang Kota, aim of determining the effect of films on students' listening skills. The research employed a quasi-experimental design, with a sample of 72 students, consisting of 36 students from class X12 and 36 students from class XI.4. Data collection techniques included tests and documentation, with the data analyzed using SPSS version 26. Based on the research findings, it can be concluded that films can improve the listening skills of students in class XI.2, particularly on fantasy material. This improvement is reflected in the post-test average score of 84.42. Furthermore, the results of the Paired T-Test at: a 5% significance level showed Sig. (2-tailed)0.000, which is less than (0.025), indicating a statistically significant improvement.
The Effect of Personal Description Board Game towards Students’ Speaking Skill at SMAN 2 Bangkinang Kota
Helna Safitri;
Lusi Marleni;
Citra Ayu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/joecy.v5i1.229
This study aims to develop an English teaching module that is effective and in accordance with the needs of upper secondary level students. The research method used is Research and Development with Plomp model (Preliminary Investigation, Design, Realization/Construction, Test, Evaluation, and Revision, Implementation and Dissemination). At the analysis stage, a survey of student needs and analysis of the applicable curriculum were conducted. The design stage involves the preparation of the module framework and learning materials in accordance with the results of the analysis. Module development is done by designing materials, exercises, and evaluations that are interactive and interesting for students.The developed module is then implemented in the classroom to test its effectiveness. Evaluation was conducted through pre-test and post-test as well as student satisfaction questionnaire on the module. The results showed that the developed teaching module could significantly improve students' reading comprehension and ability. In addition, students showed positive responses to the use of this module, which included increased learning motivation and active involvement in the learning process.Thus, this reading English module can be used as an alternative teaching material that is effective in improving students' English reading comprehension at the upper secondary level. This research is expected to make a positive contribution in the development of teaching materials that are innovative and in accordance with the development of the education curriculum.