cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 2,290 Documents
Peran Media Sosial Dalam Dakwah: Tantangan dan Peluang di Era Digital Mukhlissal Hasbi; Sucitra Sucitra; Aris Fadillah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i2.135

Abstract

Era digital telah mengubah cara dakwah disampaikan, dengan media sosial menjadi sarana utama dalam menjangkau audiens yang lebih luas. Platform seperti YouTube, Instagram, Facebook, TikTok, dan Twitter memungkinkan dakwah disampaikan secara kreatif dan interaktif melalui berbagai format seperti video, infografis, dan tulisan. Media sosial juga memungkinkan interaksi langsung antara dai dan jamaah, serta penyebaran nilai-nilai Islam secara lebih efektif. Namun, dakwah di media sosial menghadapi tantangan seperti misinformasi, konten yang kurang terverifikasi, kritik, serta komersialisasi dakwah. Meskipun demikian, media sosial tetap memberikan peluang besar dalam meningkatkan kualitas dakwah, memperluas jangkauan pesan, serta meningkatkan kesadaran keislaman di masyarakat. Oleh karena itu, pemanfaatan media sosial dalam dakwah harus dilakukan dengan strategi yang tepat agar tetap memberikan manfaat yang optimal bagi umat.
Peran Komunikasi dan Kasih Sayang dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah Mawaddah Warrahmah Herliani Siregar; Sri Rahayu; Eni Susilowati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i3.136

Abstract

Keluarga sakinah mawaddah warrahmah merupakan tujuan utama dalam kehidupan rumah tangga bagi umat Muslim, yang mencerminkan kondisi keluarga yang penuh dengan kedamaian, kasih sayang, dan keharmonisan. Untuk mewujudkan keluarga seperti ini, komunikasi yang efektif dan kasih sayang antar anggota keluarga memainkan peran yang sangat penting. Komunikasi yang baik memungkinkan setiap anggota keluarga untuk saling mengerti, menyelesaikan permasalahan, dan mempererat hubungan antar individu. Dalam Islam, komunikasi yang terbuka dan jujur sangat ditekankan, sebagaimana tercermin dalam ajaran Al-Qur'an dan hadis yang mengajarkan pentingnya berbicara dengan cara yang baik, menjaga lisan, dan saling mendengarkan. Selain itu, kasih sayang menjadi dasar dalam membangun ikatan emosional yang kuat antara suami, istri, dan anak-anak. Kasih sayang yang tulus dalam keluarga mampu memberikan rasa aman, kenyamanan, serta mengurangi potensi terjadinya konflik. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT mengingatkan pentingnya saling menyayangi, sebagaimana dalam surah Ar-Rum ayat 21 yang menyatakan bahwa kasih sayang antara suami dan istri adalah tanda kekuasaan Allah. Kasih sayang ini membantu menciptakan ikatan yang kuat dan harmonis, yang menjadi landasan bagi keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah.
Sholat dan Kesehatan: Mengungkap Manfaat Ibadah dalam Perspektif Medis dan Spiritual Sumiati Sumiati; Ribut Ribut; Khairatunizam Khairatunizam
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i3.138

Abstract

Sholat, sebagai salah satu ibadah wajib dalam Islam, tidak hanya memiliki dimensi spiritual yang mendalam, tetapi juga memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan fisik dan mental. Setiap gerakan dalam sholat, seperti rukuk, sujud, dan i'tidal, terbukti memiliki efek positif pada tubuh, termasuk meningkatkan fleksibilitas, memperbaiki postur tubuh, dan memperlancar sirkulasi darah. Gerakan-gerakan ini melibatkan hampir seluruh otot tubuh, yang membantu menjaga keseimbangan tubuh dan meningkatkan kekuatan fisik secara keseluruhan. Selain itu, sholat dapat berfungsi sebagai latihan pernapasan yang dapat menurunkan ketegangan dan mengurangi stres, membantu tubuh dan pikiran untuk lebih rileks. Selain manfaat fisik, sholat juga memiliki dampak positif yang besar terhadap kesehatan mental. Melalui sholat, seorang Muslim diberi kesempatan untuk merenung, berkomunikasi dengan Allah, dan mencari ketenangan batin. Praktik ini telah terbukti secara ilmiah dapat meredakan kecemasan, meningkatkan rasa kesejahteraan psikologis, dan memberikan kedamaian mental. Aktivitas spiritual yang dilakukan dalam sholat mengarah pada pengurangan tingkat stres dan dapat meningkatkan fokus serta konsentrasi. Oleh karena itu, sholat bukan hanya merupakan ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga merupakan cara yang efektif untuk merawat kesehatan tubuh dan jiwa. Dengan demikian, sholat memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup seorang Muslim, baik secara fisik maupun psikologis.
Gaya Hidup Islami dan Kesehatan: Mengungkap Pola Hidup Sehat dalam Ajaran Islam Desi Gusmita; Siti Rukaiyah; Khairul Walad
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i3.139

Abstract

Islam mengajarkan umatnya untuk menjalani kehidupan yang sehat dan seimbang, mencakup fisik, mental, dan spiritual. Prinsip-prinsip gaya hidup Islami menekankan pentingnya kebersihan, pola makan yang sehat, aktivitas fisik, serta kesejahteraan mental. Konsep halal dan thayyib dalam Islam memberikan pedoman yang jelas mengenai makanan yang tidak hanya dibolehkan secara agama, tetapi juga baik bagi tubuh. Makanan halal dan thayyib memastikan bahwa umat Muslim mengonsumsi makanan yang sehat, bergizi, dan tidak membahayakan kesehatan. Selain itu, Islam sangat menekankan kebersihan, yang dianggap sebagai bagian dari iman. Berwudhu sebelum sholat, menjaga kebersihan tubuh, serta menjaga kebersihan lingkungan merupakan ajaran yang mendukung kesehatan fisik dan mencegah penyebaran penyakit. Aktivitas fisik juga diajarkan melalui ibadah seperti sholat, yang melibatkan gerakan tubuh yang mendukung kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan tubuh. Islam juga mengajarkan cara-cara untuk mengelola stres dan menjaga kesehatan mental. Dzikir dan sholat dapat menenangkan pikiran serta mengurangi kecemasan. Penelitian menunjukkan bahwa praktik ibadah dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis umat Muslim. Secara keseluruhan, ajaran Islam menyediakan pedoman lengkap untuk hidup sehat secara fisik, mental, dan spiritual, yang mendukung individu dalam menjaga keseimbangan dan kualitas hidup. Penerapan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan kualitas kesehatan umat Muslim secara menyeluruh.
Generasi Z dan Tantangan Menjaga Identitas Keislaman di Era Global Hairul Baria; Sri Dewi Lestari; Sugiarti Sugiarti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i3.140

Abstract

Di era globalisasi yang terus berkembang pesat, Generasi Z menghadapi tantangan yang signifikan dalam mempertahankan identitas keislaman mereka. Globalisasi membawa masuk berbagai budaya dan nilai-nilai asing yang seringkali bertentangan dengan ajaran Islam, menciptakan dilema bagi generasi muda yang terhubung secara digital dengan dunia luar. Pengaruh media sosial, gaya hidup hedonistik, dan pandangan sekuler mengancam keberadaan prinsip-prinsip agama dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun begitu, Generasi Z memiliki potensi untuk mengatasi tantangan ini dengan cara yang cerdas dan konstruktif, asalkan mereka diberikan pendidikan dan pembinaan yang tepat. Dalam konteks ini, peran keluarga, pendidikan formal, dan komunitas sangat penting untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan mereka. Pendidikan Islam yang integratif, yang mengajarkan bagaimana menjalani kehidupan modern tanpa mengorbankan prinsip agama, bisa menjadi kunci utama. Selain itu, pembentukan karakter Islami yang kuat melalui teladan dalam keluarga dan dukungan sosial dari komunitas Muslim juga memainkan peran yang sangat besar dalam menjaga identitas keislaman generasi Z. Artikel ini bertujuan untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi oleh Generasi Z dalam menjaga identitas keislaman mereka, serta solusi-solusi praktis yang dapat diterapkan oleh keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk memastikan generasi muda tetap kokoh dalam memegang ajaran agama Islam.
Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Beauty Promotor Wardah Aceh melalui Beauty Demo dalam Pelaksanaanya di Kota Lhokseumawe Salsabila; Anismar; Dwi Fitri; Muhammad Ali; Muchlis Muchlis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.141

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Beauty Promotor Wardah Aceh melalui Beauty Demo dalam Pelaksanaannya di Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang dilakukam oleh beauty promotor Wardah Aceh dengan fokus penelitian ini adalah strategi komunikasi pemasaran melalui beauty promotor Wardah Aceh melalui beauty demo dalam pelaksanaanya di Kota Lhokseumawe. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori IMC (Integrated Marketing Communication). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi wawancara dengan pedoman wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran berupa beauty demo yang diterapkan oleh beauty promotor Wardah Aceh di Lhokseumawe sangat efektif dalam mendukung promosi penjualan melalui berbagai kegiatan beauty demo. Strategi ini berhasil menciptakan interaksi yang positif dengan konsumen, meningkatkan kesadaran serta penjualan produk Wardah di Lhokseumawe, peserta beauty demo menunjukkan antusiasme yang tinggi dan memberikan umpan balik positif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan masukan bagi pihak-pihak terkait dalam mengembangkan strategi komunikasi yang efektif.
Keutamaan Berbuat Baik Kepada Orang Tua Dalam Kehidupan Sehari-Hari Ahmad Jati; Warniati Warniati; Zulkeni Zulkeni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i3.142

Abstract

Keutamaan berbuat baik kepada orang tua dalam kehidupan sehari-hari memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter individu dan terciptanya hubungan sosial yang harmonis. Tindakan ini tidak hanya memperkuat ikatan dalam keluarga, tetapi juga memberikan dampak positif dalam kehidupan individu secara keseluruhan. Berbuat baik kepada orang tua mencakup banyak bentuk, seperti memberikan perhatian, mengasihi, mendengarkan, serta membantu mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Tindakan tersebut mengajarkan rasa hormat, empati, dan tanggung jawab, yang menjadi dasar untuk hubungan yang sehat baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat yang lebih luas. Selain mempererat hubungan keluarga, berbuat baik kepada orang tua juga membentuk karakter anak. Anak yang terbiasa berbuat baik kepada orang tua cenderung lebih menghargai orang lain dan memiliki sikap yang lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Pengalaman ini memperkenalkan nilai-nilai pengorbanan dan kasih sayang, yang sangat penting dalam membangun masyarakat yang penuh kasih. Selain itu, berbuat baik kepada orang tua juga memberikan dampak spiritual yang besar, karena dalam banyak ajaran agama, tindakan ini dianggap sebagai jalan untuk memperoleh berkah dan ridha Tuhan. Artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana berbuat baik kepada orang tua dapat memperkuat ikatan keluarga, membentuk karakter positif pada anak, serta menciptakan masyarakat yang lebih penuh kasih dan saling menghormati. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara, penelitian ini akan memberikan gambaran tentang implementasi tindakan baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Kebaikan dalam Keberagaman: Menghargai dan Membantu Sesama Elfa Frinanda; Eny Lutfi; Saiful Bahroni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i3.143

Abstract

Keberagaman merupakan elemen fundamental dalam kehidupan sosial manusia, mencakup perbedaan budaya, agama, bahasa, dan latar belakang lainnya. Keberagaman yang ada sering kali dipandang sebagai tantangan dalam menciptakan keharmonisan sosial, namun, jika dikelola dengan bijak, ia juga membuka peluang besar untuk membangun empati, saling pengertian, dan solidaritas antar individu. Dalam masyarakat yang beragam, saling menghargai dan membantu satu sama lain menjadi kunci utama untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan inklusif. Artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana kita dapat menghargai keberagaman dan memberikan dukungan kepada sesama dalam masyarakat yang memiliki banyak perbedaan. Menghargai perbedaan budaya, suku, agama, dan pandangan hidup bukan hanya merupakan sikap toleransi, tetapi juga upaya untuk memperkuat kohesi sosial yang esensial bagi kehidupan bersama yang damai. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan membangun kesadaran tentang pentingnya kerjasama dan bantuan timbal balik antara individu dari berbagai latar belakang. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan menghargai keberagaman dapat mempererat hubungan antar kelompok, mengurangi potensi konflik, dan menciptakan suasana sosial yang lebih inklusif. Dengan sikap saling menghargai dan membantu, keberagaman bukanlah halangan, tetapi justru menjadi kekuatan besar dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan penuh kebersamaan.
Moderasi Beragama dalam Pendidikan: Peran Kepemimpinan Islami dalam Membangun Toleransi dan Teladan Mokhtar Mokhtar; Untung Slamet Mulyono; Sulaiman Sulaiman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i3.144

Abstract

Moderasi beragama adalah pendekatan dalam memahami agama yang menekankan pada keseimbangan, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan. Dalam konteks pendidikan, moderasi beragama sangat penting untuk membangun masyarakat yang damai, inklusif, dan toleran. Kepemimpinan Islami memainkan peran krusial dalam mewujudkan moderasi beragama, karena pemimpin yang baik tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga menjadi teladan dalam memperkuat nilai-nilai toleransi dan saling menghargai antarumat beragama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan Islami dalam mendorong moderasi beragama di sekolah, serta bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan dalam praktik pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis literatur, penelitian ini menemukan bahwa kepemimpinan Islami yang berbasis pada prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap perbedaan dapat menjadi fondasi yang kuat dalam membangun pendidikan yang moderat dan toleran. Kepemimpinan yang adil dan bijaksana dapat mengarahkan siswa untuk memahami pentingnya nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pemimpin pendidikan yang menganut nilai-nilai Islami memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan suasana belajar yang menghargai perbedaan dan mendorong kesetaraan antarumat beragama, sehingga moderasi beragama dapat terwujud dengan baik dalam dunia pendidikan.
Integrasi Sejarah dan Budaya Islam dalam Kurikulum: Membangun Multikulturalisme dan Toleransi di Lingkungan Sekolah Agus Suroto; Desi Susanti; Khairatunizam Khairatunizam
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i3.146

Abstract

Integrasi sejarah dan budaya Islam dalam kurikulum pendidikan merupakan langkah strategis untuk membangun multikulturalisme dan toleransi di lingkungan sekolah. Sejarah dan budaya Islam, yang kaya dengan nilai-nilai universal seperti perdamaian, saling menghargai, dan kerjasama antarumat manusia, dapat memperkenalkan siswa pada pentingnya menghargai perbedaan dalam masyarakat yang plural. Dalam konteks ini, pendidikan berfungsi tidak hanya sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan pemahaman yang lebih mendalam tentang keragaman budaya dan agama. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran integrasi sejarah dan budaya Islam dalam kurikulum pendidikan untuk memperkuat nilai-nilai multikulturalisme dan toleransi di sekolah. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa pengintegrasian sejarah dan budaya Islam dalam kurikulum dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap keberagaman, mengurangi prasangka, dan membangun sikap saling menghormati antar siswa dari berbagai latar belakang. Dengan memperkenalkan siswa pada konsep-konsep universal dalam sejarah dan budaya Islam, seperti perdamaian, keadilan, dan persatuan, pendidikan dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat multikulturalisme dan menciptakan masyarakat yang lebih harmonis. Oleh karena itu, penting bagi pemangku kebijakan pendidikan untuk mempertimbangkan aspek ini dalam perencanaan dan pelaksanaan kurikulum di sekolah-sekolah, guna menciptakan generasi muda yang toleran, inklusif, dan siap hidup dalam masyarakat yang multikultur.

Page 10 of 229 | Total Record : 2290