cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,421 Documents
A Student Serang Regency General Election Commission Socialization Level of First-Time Voter Participation in the 2024 Legislative Election Case Study of the Serang Regency General Election Commission Office Heni Hardiyanti; Sulkiah Hendrawati; Wahyudi Wahyudi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4039

Abstract

This study aims to examine the form and implementation of outreach activities conducted by the Serang Regency General Elections Commission (KPU) in preparation for the 2024 Legislative Elections. The study uses a normative method combined with an empirical approach, including interviews with KPU officials and field data collection. The study focuses on the effectiveness of outreach strategies, both directly through the "KPU Goes to School" program and indirectly through social media and digital content. Research findings indicate that the outreach strategy implemented by the Serang Regency General Elections Commission (KPU) has adapted to technological developments and the communication patterns of the younger generation. The use of digital platforms such as Instagram, TikTok, and YouTube has proven effective in engaging first-time voters. However, several challenges remain, including budget constraints, lack of support from some schools, and unequal access to digital infrastructure across the region. Factors supporting the effectiveness of the outreach program include regulations from the central government, the active involvement of democracy volunteers, and established collaborations with several schools. The tangible impact of this outreach strategy is evident in the increased participation rate of first-time voters, which reached 71% of the total number of first-time voters on the Serang Regency Permanent Voter List (DPT). This achievement demonstrates that an approach tailored to the characteristics of the younger generation can encourage their more active involvement in the democratic process. Based on the research findings, it is recommended that the General Elections Commission (KPU) conduct regular evaluations of its outreach methods, increase the capacity of democracy volunteers, and strengthen collaboration with educational institutions and digital communities. Furthermore, increasing budget allocation and providing adequate technological infrastructure are also important considerations to ensure more inclusive and high-quality political participation among first-time voters in the future.
Pengembangan Destinasi Wisata Pantai Mangrove Paluh Merbabu Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Di Desa Tanjung Rejo Kabupaten Deli Serdang Fanny Putri Irsan; Franklin Asido Rossevelt
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4042

Abstract

Pengembangan Pantai Mangrove di Desa Tanjung Rejo, Kabupaten Deli Serdang, merupakan potensi wisata alam yang menawarkan ekosistem mangrove, panorama pantai, serta produk UMKM masyarakat. Namun, destinasi ini masih menghadapi kendala seperti akses jalan yang rusak, fasilitas wisata yang terbatas, dan promosi yang minim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pengembangan Pantai Mangrove berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat serta hambatan yang dihadapi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala desa, pengelola wisata, pelaku UMKM, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengembangan wisata telah meningkatkan pendapatan masyarakat melalui UMKM berbasis mangrove, aspek fasilitas dan aksesibilitas masih perlu dibenahi. Promosi digital serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta dinilai penting untuk memperkuat daya tarik wisata. Kesimpulannya, Pantai Mangrove berpotensi besar meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola secara berkelanjutan.
Adaptive Reuse Gedung Arsip Bank Jateng di Kawasan Cagar Budaya Pekojan Semarang Fitri Dwi Indarti; Rohman Eko Santoso; Retno Rizkia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4045

Abstract

Bank Jateng Archive Building located on Jalan Pekojan No. 2 Semarang is the first building owned by Bank Jateng which was occupied as the second headquarters in 1969. In 1981 the Head Office of Bank Jateng moved to Jalan Pemuda No. 4A Semarang and currently the building is used as an Archive Building.Considering the age of the building, the condition of the building that has not been maintained for a long time and the rarely used of the building, the building must be used by filling it with new activities or activities that intend to revive the use of the building. Reviving or revitalizing abandoned buildings allows the existing building to be used for new purposes. By giving new life to abandoned buildings, especially those of high historical importance, it can be transformed into something beneficial to the surrounding environment, especially by incorporating modern functions that are in line with the times to invite the activities of users who need them. With a qualitative method, this research will analyze in detail the aspects that can be used to become an adaptive reuse building concept that has the goal of providing a new function into an abandoned building, providing a new design without destroying the entire existing building structure and elements in it. The concept applied to the adaptive reuse of the Bank Jateng Archive Building macroly maintains the spatial structure. It's just that in a certain space it is an adaptation related to the urgency of the building's function, applicable regulations, and building technical standards, which in this case emphasizes the value of the safety of the space function and the application of ergonomic and inclusive design. According to the identification that has been carried out on the Bank Jateng archive building, it is known that the building style is something that must be maintained. With the main elements forming the original façade will be maintained. And improve the aesthetic harmony of the façade.
Pentingnya Bahasa Indonesia dalam Pembuatan Teks Laporan Penelitian Lian Fitriani Gulo; Putria rindyani; Deby Fahira Siregar; Mutiara; Shofiya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4048

Abstract

Penggunaan bahasa Indonesia yang tepat dan benar sangat penting dalam penyusunan teks laporan penelitian karena berfungsi sebagai alat komunikasi resmi yang menyampaikan ide, hasil, serta analisis penelitian dengan jelas dan teratur. Ketepatan dalam penggunaan bahasa yang standard dan penerapan ejaan yang benar dapat meningkatkan kredibilitas dan keabsahan laporan, di samping mempermudah penyebaran ilmu pengetahuan di kalangan akademisi dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan dalam penggunaan bahasa Indonesia pada laporan penelitian sekaligus menjelaskan penerapan bahasa ini dalam bidang pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan dalam bahasa Indonesia merupakan keterampilan yang sangat penting bagi peneliti guna menghasilkan laporan ilmiah yang efektif, mudah dipahami, serta sesuai dengan norma ilmiah. Selain itu, bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat pemersatu yang menyebar hasil penelitian secara merata di seluruh Indonesia. Dengan demikian, pengajaran dan pembelajaran bahasa Indonesia dalam penulisan laporan penelitian harus mendapat perhatian khusus untuk mendukung kemajuan ilmu pengetahuan nasional.
Pengaruh Pemberian Pasta Daun Katuk (Sauropus Androgynus) Melalui Air Minum Terhadap Produksi Karkas Ayam Broiler Maria Gonzalensia Aprilia Luna; Agustinus Konda Malik; Jonas Frits Theedens
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan pasta daun katuk (Sauropus androgynus) ke dalam air minum terhadap produksi karkas ayam broiler. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan menggunakan 5 ekor ayam sehingga terdapat 20 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0: tanpa pemberian pasta daun katuk, P1: 4,5 g pasta daun katuk/L air minum, P2: 6 g pasta daun katuk /L air minum, P3: 7,5 g pasta daun katuk/L air minum. Variabel yang diteliti adalah bobot potong, persentase karkas, persentase non karkas dan persentase lemak abdominal. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian pasta daun katuk melalui air minum berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot potong, persentase karkas, persentase non-karkas dan persentase lemak abdominal ayam broiler. Kesimpulan pemberian pasta daun katuk (Sauropus androgynus) melalui air minum belum dapat meningkatkan produksi karkas dan menurunkan persentase lemak abdominal ayam broiler.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) dalam Air Minum terhadap Organoleptik Daging Ayam Broiler Veronika Mayelan Dulu Loko; N.G.A. Mulyantini; Simon Edison Mulik
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) dalam air minum terhadap karakteristik organoleptik daging ayam broiler, meliputi warna, keempukan, cita rasa, dan aroma. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 minggu menggunakan 100 ekor ayam broiler strain CP 707 yang dibagi dalam 4 perlakuan (P0: kontrol, P1: 4,5 g/L, P2: 6 g/L, P3: 7,5 g/L) dengan masing-masing 5 ulangan. Data dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan diuji lanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun katuk berpengaruh tidak nyata terhadap warna daging (P>0,05), namun berpengaruh sangat nyata terhadap keempukan (P<0,01), serta berpengaruh nyata terhadap cita rasa (P<0,05), dan berpengaruh sangat nyata terhadap aroma (P<0,01). Perlakuan P3 (7,5 g/L) menghasilkan nilai tertinggi pada parameter keempukan, aroma, dan cita rasa. Kesimpulannya, ekstrak daun katuk dapat meningkatkan kualitas organoleptik daging ayam broiler, terutama dalam hal keempukan, aroma, dan cita rasa, namun tidak memengaruhi warna daging.
Kegemaran Flexing Sebagai Habitus Para Pejabat Publik di Media Sosial Sebagai Pemicu Demonstrasi di Indonesia 2025 Shafa Nada Nur Afifah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4055

Abstract

Fenomena flexing yakni perilaku pamer kekayaan di ruang publik digital telah menjadi bagian dari praktik simbolik yang dilakukan oleh sejumlah pejabat publik Indonesia. Dalam konteks sosial-politik Indonesia 2025, praktik ini tidak hanya menimbulkan kemarahan publik, tetapi juga menjadi salah satu pemicu gelombang demonstrasi di berbagai daerah. Dengan menggunakan pendekatan teori habitus dari Pierre Bourdieu, penelitian ini menganalisis bagaimana kebiasaan flexing dikonstruksi sebagai bagian dari gaya hidup kelas elite birokratik, dan bagaimana media sosial memperkuat eksposur serta resistensi terhadap praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik studi literatur terhadap pemberitaan media online, unggahan media sosial, serta dokumentasi demonstrasi terkait isu gaya hidup mewah pejabat selama tahun 2025. Temuan menunjukkan bahwa perilaku flexing merupakan hasil dari internalisasi modal simbolik dalam habitus pejabat yang dibentuk sejak lama. Namun, dalam kondisi ketimpangan sosial dan keterbukaan digital, praktik ini membentuk antagonisme kelas yang memicu ledakan ketidakpuasan publik. Media sosial berperan ganda sebagai medium ekspresi status dan alat kontrol sosial. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kegagalan dalam mengelola citra pejabat dapat berdampak sistemik terhadap stabilitas sosial-politik.
Pengelolaan Sport Tourism Sebagai Daya Tarik Wisata Di Tapanuli Utara (Studi Komparasi Paralayang Huta Ginjang Dengan Arung Jeram Aek Situmandi) Sanovida Tamba; Mery Silalahi; Tio R.J Nadeak; Elvri Teresia Simbolon
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4056

Abstract

This study aims to analyze and compare the management of sports tourism in North Tapanuli Regency, namely Huta Ginjang Paragliding and Aek Situmandi Rafting. This study uses a descriptive qualitative method with a comparative study approach, so that each aspect of management is analyzed to find similarities, differences, and management advantages. Data was obtained through observations, interviews with the Tourism Office, FAJI, tourism managers, tourists, and documentation, then analyzed using management theory that includes development, institutional, and regulation. The results of the study show that in terms of development, both destinations have short-term plans in the form of annual events and long-term plans to strengthen tourist attractions. Paragliding Huta Ginjang emphasizes international events and strengthening pilot licenses, while Aek Situmandi Rafting highlights community-based development. In the institutional aspect, both involve sports associations, the government, and the community. However, the Huta Ginjang Paragliding institution is more formal and structured, while the Aek Situmandi Rafting institution is more collaborative with the community as the main actor. In terms of regulation, both destinations emphasize safety standards, licenses, and formal licensing mechanisms. The difference is that paragliding focuses on the regulation of weather and flight factors, while rafting focuses on river conditions and rafting techniques. Comparatively, Aek Situmandi Rafting has great potential, but its management still faces limited facilities, especially the availability of rafting equipment. On the other hand, the Huta Ginjang Paragliding is considered to have better management because it is supported by adequate equipment, international safety standards, national-international scale events, and more professional institutional coordination. Thus, this study confirms that Huta Ginjang Paragliding is currently superior in managing sports tourism compared to Aek Situmandi Rafting
Strategi Politik H. Arlan dalam Pemilihan Wali Kota Prabumulih Periode 2024–2029 Aria Mardani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi politik yang digunakan H. Arlan dalam memenangkan Pemilihan Wali Kota Prabumulih tahun 2024. Dalam kontestasi ini, H. Arlan berhasil mengakhiri dominasi politik dinasti yang sebelumnya menguasai Prabumulih. Penelitian ini memfokuskan analisis pada penerapan strategi push, pass, dan pull berdasarkan teori Political Marketing Adman Nursal. Data diperoleh melalui wawancara dengan tim sukses, relawan, masyarakat, dan perwakilan partai pengusung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemenangan H. Arlan merupakan hasil dari sinergi ketiga strategi tersebut. Strategi komunikasi politik yang terstruktur dan adaptif menciptakan kedekatan emosional, legitimasi politik, dan daya tarik program yang langsung dirasakan masyarakat.
Implementasi Kepemimpinan Transformasional Kepala Madrasah Dalam Pengembangan Pendidikan Islam Di Madrasah Tsanawiyah Swasta Pondok Pesantren Taajussalam Safitri Safitri; Novita Sari; Zaifaturridha Zaifaturridha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kepemimpinan transformasional Kepala Madrasah dalam pengembangan pendidikan Islam di MTs Taajussalam, dengan fokus pada tiga rumusan masalah: (1) bagaimana implementasi kepemimpinan transformasional Kepala Madrasah dalam membangun kreativitas, inovasi, dan pengembangan bakat santri melalui ekstrakurikuler; (2) bagaimana pengembangan sumber daya manusia dan mutu pendidikan Islam di MTs Taajussalam melalui seleksi guru, pelatihan, evaluasi, kurikulum, dan fasilitas; serta (3) faktor pendukung dan penghambat implementasi kepemimpinan transformasional dalam pengembangan pendidikan Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap Kepala Madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Madrasah berhasil mewujudkan kepemimpinan transformasional melalui pemberdayaan guru yang kompeten (80% linier), inovatif, dan bersemangat mengikuti pelatihan; pengadaan 20 unit komputer sebagai sarana pembelajaran digital; penerapan kurikulum gabungan Merdeka Belajar dan Kurikulum Gontor; serta pengembangan ekstrakurikuler yang menunjang bakat santri. MTs Taajussalam telah mencapai akreditasi A, menandakan kualitas pendidikan yang tinggi. Namun, terdapat hambatan struktural yang signifikan: belum tersedianya smartboard, ketidakdisiplinan sebagian guru, dan beban kerja berlebihan pada satu orang tenaga kependidikan yang merangkap sebagai TU, operator, dan guru. Kutipan wawancara menggambarkan semangat transformasi: “Kami dorong guru-guru untuk berpikir out of the box, karena zaman sudah berubah, santri harus siap bersaing.” (Kepala MTs Taajussalam, 2024). Namun, “Saya sendirian… kalau saya sakit, semua berhenti. Bagaimana mau fokus pada pengembangan pendidikan kalau urusan administrasi aja nggak kelar?” (Tenaga Kependidikan, 2024). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kepemimpinan transformasional berjalan kuat di level interpersonal, ia terhambat oleh sistem yang tidak mendukung. Penelitian ini merekomendasikan perlunya intervensi sistemik dari Dinas Agama dan pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur teknologi, memperkuat sistem disiplin, dan menambah tenaga kependidikan agar visi pendidikan Islam yang modern, berkarakter, dan berkelanjutan dapat terwujud secara optimal.