cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 7,356 Documents
Implementasi Kebijakan Masuk Sekolah Dasar pada Usia 6 Tahun dalam Perspektif Kesiapan Belajar dan Perkembangan Anak Rani Nur Hidayah; Eolalia Fadya Trisnawati; Eka Ratna Istari Putri; Arrozika Sabrina Apriliana; Bayu Purbha Sakti
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi anak usia 6 tahun masuk Sekolah Dasar (SD) melalui perspektif kesiapan belajar dan perkembangan anak. Kajian disusun menggunakan metode studi literatur dengan memanfaatkan berbagai hasil penelitian, buku, peraturan pemerintah, serta publikasi ilmiah nasional dan internasional yang relevan dengan topik kesiapan sekolah (school readiness). Pembahasan difokuskan pada karakteristik kesiapan anak usia 6 tahun dalam memasuki pendidikan dasar serta berbagai faktor yang mendukung keberhasilan adaptasi mereka di lingkungan sekolah. Hasil telah menunjukkan bahwa implementasi anak usia 6 tahun masuk SD tidak hanya ditentukan oleh usia kronologis, tetapi juga dipengaruhi oleh kesiapan kognitif, bahasa, sosial-emosional, motorik, dan kemandirian anak. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa anak yang memiliki stimulasi yang baik dari keluarga dan pendidikan anak usia dini cenderung lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan mampu mengikuti proses pembelajaran secara optimal. Sebaliknya, anak yang belum memiliki kesiapan pada aspek-aspek tersebut sering mengalami kesulitan dalam mengikuti aturan, berinteraksi dengan teman sebaya, serta memahami kegiatan belajar di kelas. Berbagai kajian juga menjelaskan bahwa dukungan orang tua, pengalaman belajar di PAUD atau TK, serta lingkungan sekolah yang ramah anak menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi kebijakan usia masuk SD. Oleh karena itu, penentuan kesiapan anak untuk memasuki jenjang Sekolah Dasar hendaknya dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek perkembangan, bukan hanya berdasarkan usia semata.
Urgensi Kejelasan Abstrak Dalam Meningkatkan Kualitas Pubikasi Karya Ilmiah Athira Khoirun Nisyah; Diah Ayu Ningrum; Aisyah Khoirunnisa
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract is an important component of scientific writing that serves as a concise representation of the entire research content. The clarity of an abstract plays a strategic role because it is often the first section read by editors, reviewers, and readers before accessing the full article. This article aims to analyze the urgency of abstract clarity in improving the quality of scientific publications and to explain its influence on readability, visibility, and the effectiveness of scientific communication. This study employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected from various scientific literature sources, including journal articles, books, publication guidelines, and academic documents relevant to the research topic. The data were analyzed using content analysis through data reduction, data presentation, and conclusion drawing stages. The findings indicate that abstracts written clearly, systematically, and consistently with the article content can improve publication quality by enhancing readability, discoverability in indexing systems, and opportunities to gain higher citations. In contrast, unclear abstracts may reduce the effectiveness of scientific information delivery and decrease publication attractiveness. Therefore, abstract preparation should receive greater attention as a strategic component in supporting the quality and competitiveness of scientific publications.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN NILAI GOTONG ROYONG PADA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR Rieke prastiwi; Indri Yani Br Sitepu; khairiana suci cahaya
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11997

Abstract

Penanaman nilai gotong royong pada siswa sekolah dasar merupakan salah satu upaya penting dalam membentuk karakter sosial yang positif. Namun, masih ditemukan peserta didik yang kurang aktif dalam bekerja sama, memiliki kepedulian yang rendah terhadap teman, serta kurang berpartisipasi dalam kegiatan kelompok. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu melibatkan peserta didik secara aktif, salah satunya melalui penerapan media pembelajaran interaktif. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan nilai gotong royong pada siswa kelas VI sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan peserta didik dalam berbagai aktivitas pembelajaran kelompok melalui media interaktif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran interaktif mampu meningkatkan kemampuan bekerja sama, sikap saling membantu, tanggung jawab terhadap tugas kelompok, partisipasi aktif dalam diskusi, serta kemampuan menghargai pendapat teman. Selain menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menarik, media pembelajaran interaktif juga memberikan pengalaman belajar kolaboratif yang mendukung perkembangan nilai gotong royong pada peserta didik. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan nilai gotong royong pada siswa sekolah dasar.
Bontang Mangrove Park Development Strategy In Kutai National Park Using GSTC-D Hana Gloria Ford Hutagalung; Pandu Kusumoputro Utomo; Ali Suhardiman
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11998

Abstract

Mangrove ecotourism requires a balance between environmental protection and sustainable destination management. However, the use of the Global Sustainable Tourism Council Destination Criteria (GSTC-D) for development planning remains limited. This study aims to assess the sustainability performance of the Bontang Mangrove Park in Kutai National Park and design guidelines based on identified sustainability gaps. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing field observations, semi-structured interviews with stakeholders, document review, and a literature review. Sustainability performance was measured using a scoring system based on GSTC-D indicators, which include sustainable management, socio-economic sustainability, cultural sustainability, and environmental sustainability. The evaluation found that 70 indicators were fully met (45.75%), 36 were partially met (23.52%), and 47 were not met (30.71%). Furthermore, 21 indicators were marked as not applicable due to destination characteristics. The main deficiencies were in waste management, energy conservation, water use, accessibility, visitor management, and environmental education. These gaps were translated into recommendations for development, such as an inclusive circulation system, improved utility infrastructure, interpretation facilities, and a sustainable site management strategy. The findings indicate that Bontang Mangrove Park has great potential to become a sustainable ecotourism destination, but requires better management and infrastructure to meet GSTC-D standards. This study is unique in that it expands the use of GSTC-D beyond simply assessing sustainability by developing specific design guidelines for mangrove ecotourism based on the evaluation results.
Analisis Keterkaitan Antar Sektor dan Identifikasi Sektor Unggulan dalam Perekonomian Provinsi Sumatera Barat Menggunakan Pendekatan Input-Output I Wayan Suparta; Chelilla Khalisya Putri; Zahra Syifa Fauziah; Riris Tamaria Simbolon; Naila Salsabila; Nanda Meilania Bardes; Helena Sherin Salsabie
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12002

Abstract

This study analyzes the inter-sectoral linkages and identifies leading sectors in the economy of West Sumatra Province using the Input-Output approach. The three main sectors analyzed are agriculture, manufacturing industry, and construction. Based on the technical coefficient matrix and Leontief inverse, agriculture has the highest backward linkage value of 1.142, followed by construction (0.916) and manufacturing (0.942). In terms of multiplier effects, agriculture also records the highest output multiplier of 1.269 and income multiplier of 0.462. These results indicate that the agricultural sector plays the most strategic role in driving economic activity in West Sumatra, both in terms of inter-sectoral linkages and multiplier effects on output and income. These findings have implications for regional development policy, where investment and development prioritization in the agricultural sector is expected to provide broader economic impacts.
DIGITALISASI SEBAGAI FONDASI KEPATUHAN: CORETAX DAN TRANSFORMASI HUKUM ADMINISTRASI PERPAJAKAN DI INDONESIA Silvia Nursabila; Nida Zaqiyya Meilinda Widianto; Shasta Audyna Susanti
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12004

Abstract

Tulisan ini mengkaji peluncuran Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Coretax) pada 1 Januari 2025 sebagai titik balik reformasi hukum administrasi perpajakan di Indonesia. Menggeser paradigma dari sistem yang terfragmentasi menjadi ekosistem digital terintegrasi dan berbasis risiko, Coretax dievaluasi bukan sekadar sebagai inovasi teknologi, melainkan fenomena hukum yang mendefinisikan ulang hubungan antara negara (fiskus) dan wajib pajak. Analisis dalam kajian ini menunjukkan bahwa Coretax mengoptimalkan dua landasan kepatuhan secara simultan mendorong kepatuhan sukarela (voluntary compliance) melalui penurunan biaya kepatuhan (cost of compliance), serta memperkuat penegakan hukum (deterrence) melalui pengawasan terarah berbasis analitik data. Sistem ini turut memperkuat perlindungan hak wajib pajak melalui jejak audit (audit trail) digital yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun demikian, implementasi awal Coretax memunculkan tantangan normatif dan praktis, termasuk urgensi pengaturan force majeure perpajakan saat terjadi kegagalan sistem, mitigasi kesenjangan literasi digital, serta risiko keamanan informasi. Kajian ini menyimpulkan bahwa transformasi menuju ekosistem perpajakan digital yang beralih dari pendekatan reaktif-represif ke preventif-kolaboratif harus diimbangi dengan penguatan kerangka hukum pelindungan data pribadi, penegasan tanggung jawab negara, dan jaminan kesetaraan akses bagi seluruh wajib pajak.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: ANALISIS HAMBATAN EPISTEMOLOGIS SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SPLDV DITINJAU DARI TRANSPOSISI DIDAKTIS Elida Safitri; I Made Suarsana; I Made Ardana
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan epistemologis siswa SMP dalam menyelesaikan soal cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) ditinjau dari perspektif transposisi didaktis melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan dengan pendekatan PRISMA melalui tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi terhadap artikel-artikel yang relevan. Data diperoleh dari Google Scholar dan Crossref dengan kata kunci “transposisi didaktis”, “hambatan epistemologis”, dan “SPLDV” pada rentang tahun 2021–2026. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan, diperoleh 15 artikel yang layak dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan epistemologis siswa SMP pada materi SPLDV terutama muncul pada tahap memahami informasi dalam soal cerita, menentukan variabel, membangun model matematika, memahami hubungan antarvariabel, serta menginterpretasikan hasil penyelesaian. Selain itu, temuan penelitian juga menunjukkan bahwa proses transposisi didaktis yang terlalu menekankan aspek prosedural dapat memperkuat munculnya hambatan belajar karena siswa cenderung menghafal langkah penyelesaian tanpa memahami makna konsep secara mendalam. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran SPLDV yang lebih konseptual, kontekstual, dan berorientasi pada pemodelan matematika agar hambatan epistemologis siswa dapat diminimalkan.
Perancangan Alat Dispenser Otomatis Untuk Kelengkapan Alat Fasilitas Ruang Rawat Inap Likusa Zulkinurda
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12011

Abstract

The use of manual water dispensers in hospitals is highly susceptible to cross-contamination risks and presents various logistical operational challenges. To prevent nosocomial infections, this study proposes the design of an automatic drinking water dispenser utilizing a microcontroller and non-contact sensors (ultrasonic and infrared) in healthcare facilities. This smart system ensures the water dispensing process occurs without direct physical contact and can be integrated with the Internet of Things (IoT) for remote monitoring. The implementation of this automatic dispenser is evaluated to minimize the risk of disease transmission, enhance operational efficiency, and serve as an innovative alternative for maintaining hygienic service standards in hospitals.
Pengaruh Permainan Tradisional Rangku Alu Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun di TK Nurun Najah Bela Amalia Kartika; Hendra Sofyan; Uswatul Hasni
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12013

Abstract

Perkembangan motorik kasar merupakan proses anak belajar terampil menggerakkan anggota badan. Gerakan motorik kasar pada anak akan terwujud saat anak mulai mendapatkan koordinasi dan keseimbangan, seperti orang dewasa. Upaya peningkatan keterampilan motorik kasar dapat diajarkan oleh guru melalui permainan tradisional, salah satunya permainan tradisional rangku alu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional rangku alu dalam meningkatkan motorik anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis yang digunakan yaitu quasi eksperimen, dan teknik pengumpulan datanya menggunakan lembar observasi. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 anak. Terlebih dahulu dilakukan uji prasarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Lalu untuk menguji perbandingan motorik kasar anak yang bermain permainan rangku alu dan anak yang melakukan pembelajaran seperti biasanya maka akan dilakukan analisis independent sample t test. Penelitian ini memberikan hasil bahwa ada pengaruh permainan tradisional rangku alu terhadap kemampuan motorik kasar anak.
Pola Interaksi Spasial Sebaran UMKM dan Kontribusinya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Wilayah di Kota Bima Hanifah Muthiah; Amirulmukminin Amirulmukminin
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12014

Abstract

This study aims to analyze the spatial interaction patterns of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) distribution and measure their contribution to regional economic growth in Bima City using a Geographic Information System (GIS) approach. Primary data were collected through field surveys of 347 MSME units across 5 sub-districts, supplemented by secondary data from the Bima City Cooperative and SME Agency for 2022–2023. Analytical methods include Nearest Neighbor Analysis (NNA), Kernel Density Estimation (KDE), Moran's Index for spatial autocorrelation, and spatial regression analysis (Spatial Lag Model). Results show a clustered distribution pattern with a Nearest Neighbor Ratio (NNR) of 0.412. Three main MSME clusters were identified: Raba Sub-district (highest density at 48.7 units/km²), Rasanae Timur (37.2 units/km²), and Mpunda (29.6 units/km²). Moran's I index of 0.634 indicates strong positive spatial autocorrelation. Spatial regression analysis reveals that MSME concentration significantly affects per capita Gross Regional Domestic Product (GRDP) with a spatial spillover effect to neighboring sub-districts of 23.4%. The trade sector dominates (41.8%), followed by culinary and services (28.3%) and handicrafts (15.6%). These findings confirm that spatial agglomeration of MSMEs substantially contributes to Bima City's economic growth and provides a basis for integrated economic zone development policy recommendations.