cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 7,527 Documents
Otoritas Kanon Alkitab Dalam Tradisi Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) dan Relevansinya Bagi Generasi Z: Sebuah Pendekatan Teologi Alkitabiah dan Pneumatologis Andre Yosua M
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14139

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi posisi doktrinal Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) mengenai otoritas kanon Alkitab dan mengontekstualisasikan pendekatan tersebut bagi Generasi Z. Di tengah pergeseran epistemologis era pascakebenaran (post-truth) yang ditandai dengan pragmatisme dan skeptisisme terhadap otoritas hierarkis, doktrin inspirasi Alkitab sering kali direduksi menjadi mekanis dan kaku. Tulisan ini berargumen bahwa teologi Pantekosta—khususnya dalam bingkai GPdI—menyediakan jembatan teologis yang krusial: dialektika antara Firman dan Roh. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui kajian literatur teologi alkitabiah dan dogmatika Pantekosta, ditemukan bahwa narasi kanonikal bukan sekadar monumen historis, melainkan ruang perjumpaan ilahi yang hidup. Bagi Generasi Z yang mengedepankan pengalaman (experientialdriven), Alkitab harus disajikan tidak sekadar sebagai buku aturan statis, melainkan sebagai instrumen pewahyuan yang diiluminasi oleh Roh Kudus, sehingga menghasilkan transformasi eksistensial tanpa mengorbankan ortodoksi alkitabiah.
The Effectiveness Of Foot Massage Therapy On Reducing Edema And Improving Sleep Quality In Patients With Congestive Heart Failure (CHF) Delvin Dananjaya; Amrih Widiati
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Congestive Heart Failure (CHF) is a complex clinical syndrome characterized by the heart's inability to pump blood adequately, causing various clinical manifestations, including lower extremity edema and sleep disturbances. One non-pharmacological intervention that can be given to help overcome this problem is foot massage therapy. Objective: To analyze the effectiveness of foot massage therapy on reducing edema and improving sleep quality in Congestive Heart Failure (CHF) patients at KRMT Wongsonegoro Regional Hospital, Semarang. Method: This study used a descriptive method with a case study approach in two Congestive Heart Failure (CHF) patients, namely Mr. A and Mrs. S. Data collection was carried out through observation, interviews, and secondary data. The instruments used included an observation sheet, a pitting edema scale, and a sleep quality assessment sheet using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). The intervention in the form of foot massage therapy was given for two days with a duration of 15–20 minutes per session. Results: After foot massage therapy, Mr. A experienced a decrease in edema from grade +3 to +2, while Mrs. S experienced a decrease in edema from grade +2 to +1. The sleep quality of both patients also improved, indicated by a reduction in the frequency of nighttime awakenings and an increase in sleep duration. Mr. A experienced an increase in sleep duration from ±4 hours to ±6 hours, while Mrs. S experienced an increase from ±5 hours to ±7 hours. Conclusion: Foot massage therapy is effective in helping reduce lower extremity edema and improving sleep quality in patients with Congestive Heart Failure (CHF). This intervention can be used as a non-pharmacological complementary therapy in providing comprehensive nursing care to CHF patients
Simulasi Kebijakan Optimalisasi Retribusi Sektor Kopi dalam Mendukung Penguatan Desentralisasi Fiskal di Kabupaten Gayo Lues Peni Ernita
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14163

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi optimalisasi retribusi sektor kopi sebagai salah satu instrumen penguatan desentralisasi fiskal Kabupaten Gayo Lues. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan simulasi kebijakan berbasis model kausal menggunakan Powersim Studio 10 Express. Data bersumber dari SIKD, Qanun Kabupaten Gayo Lues Nomor 2 Tahun 2024, dan sumber resmi terkait sektor kopi. Kondisi fiskal menunjukkan bahwa PAD tahun 2024 sebesar Rp68,34 miliar hanya berkontribusi 8,06% terhadap total pendapatan daerah, sedangkan transfer pemerintah pusat mencapai 88,30%. Simulasi menggunakan luas lahan 3.500 ha, produksi green bean 560.000 kg, dan tarif retribusi Rp250/kg, sehingga potensi penerimaan mencapai Rp140 juta per tahun. Pada tingkat realisasi 30%, 50%, 70%, dan 100%, penerimaan masing-masing sebesar Rp42 juta, Rp70 juta, Rp98 juta, dan Rp140 juta per tahun. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan realisasi kebijakan meningkatkan penerimaan secara proporsional, namun kontribusinya masih kecil terhadap struktur fiskal daerah. Dengan demikian, optimalisasi retribusi kopi lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari strategi diversifikasi PAD dan penguatan tata kelola penerimaan, bukan sebagai instrumen tunggal untuk mencapai kemandirian fiskal.
The Effect of Nutrition Education Through Domino Obesity and Leaflets on Macronutrient Intake in Obesity Adolescents at SMA Muhammadiyah 1 Palemban Hana Wulandari; Podojoyo Podojoyo; Yuli Hartati
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesity is a global health problem and continues to increase every year, which has an impact on increasing the risk of morbidity and death. In responding to the obesity rate, interventions that are nutritional education are needed. As nutrition education technology develops, obesity domino print media and leaflets are effective media to assist the learning process. The aim of this research was to determine the effect of nutrition education through obesity domino print media and leaflets on macronutrient intake in obese adolescents at SMA Muhammadiyah 1 Palembang. This quasi-experimental research with a pre and posttest control group design aims to determine the influence of nutrition education through obesity domino print media and leaflets on obesity macronutrient intake at SMA Muhammadiyah 1 Palembang. The number of respondents in the treatment and comparison groups was 35 respondents each. In the treatment group, nutritional education was provided through obesity dominoes and in the comparison group, printed leaflets. The statistical test results in the independent t-test showed that the p-value for energy intake was 0.035 (p-value<0.05), protein intake 0.475 (p-value>0.05), fat intake 0.515 (p-value>0.05), and carbohydrate intake 0.000 (p-value <0.05). Nutrition education through video media and leaflets showed the energy intake and carbohydrate intake of respondents but there was no effect on the protein intake and fat intake of obese respondents at SMA Muhammadiyah 1 Palembang
Faktor – Faktor Penyebab Kebakaran Hutan Dan Lahan di Kabupaten Kampar Provinsi Riau Tahun 2015–2024 Leony Agustina; Endah Purwaningsih
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14172

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kampar merupakan fenomena berulang yang setiap tahun menimbulkan kerugian lingkungan dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran titik panas (hotspot) serta faktor-faktor penyebab kebakaran hutan di kabupaten kampar tahun 2015–2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian yaitu titik panas (hospot) selama tahun 2015 – 2024 sedangkan untuk sampel pada penelitian ini yaitu total sampling yang mana seluruh populasi adalah sampel. Teknik analisisdigunakan yaitu analisis tetangga terdekat, persentase data, tumpang susun spasial, dan pembobotan tertimbang untuk penyusunan peta kerawanan. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa persebaran titik panas (hotspot) tahun 2015-2024 memiliki pola sebaran yang mengelompok (clustered) dengan didapatkan nilai ratio rata-rata 0,5 di Kabupaten Kampar. Faktor yang paling berpengaruh adalah jenis tanah gambut, penggunaan lahan berupa semak belukar dan perkebunan, serta kedekatan dengan jalan dan pemukiman. Curah hujan dan jarak ke sungai tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap lokasi kebakaran. Wilayah kerawanan tinggi dan sangat tinggi mencakup Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Tapung, Tambang, Koto Kampar Hulu, dan XIII Koto Kampar. Hasil penelitian dapat dijadikan dasar penyusunan strategi pencegahan dan pengendalian kebakaran yang terarah.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Congestive Heart Failure (CHF) Pada Masalah Kardiovaskular Melalui Pendekatan Manajemen Keperawatan Komprehensif Slahuddin Hasim; Shindi Hapsari
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal jantung atau Congestive Heart Failure (CHF) merupakan masalah kesehatan kardiovaskular yang memiliki angka morbiditas dan mortalitas tinggi serta memerlukan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan pada pasien CHF melalui pendekatan manajemen keperawatan komprehensif yang meliputi Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC) di Ruang High Care Unit (HCU) RSUD Sofifi. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Subjek utama penelitian adalah satu pasien CHF yang menjalani perawatan di HCU, dengan data pendukung dari sembilan pasien CHF lainnya. Instrumen penelitian meliputi format pengkajian keperawatan, lembar observasi, rekam medis, serta pedoman SDKI, SIKI, dan SLKI. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan fungsi POAC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diagnosis keperawatan yang dominan adalah penurunan curah jantung, gangguan pertukaran gas, kelebihan volume cairan, dan intoleransi aktivitas. Penerapan posisi Semi Fowler sebagai Evidence Based Nursing pada pasien yang mengalami sesak napas menunjukkan penurunan keluhan sesak napas dan peningkatan kenyamanan pasien. Dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen keperawatan komprehensif melalui pendekatan POAC mampu mendukung pelaksanaan asuhan keperawatan yang sistematis dan membantu meningkatkan luaran keperawatan pada pasien CHF.
Evaluation Of The Implementation Of Electronic Medical Resume For Chronic Diseases To Support Surveillance Of Non-Communicable Diseases In Welas Asih Regional Public Hospital, West Java Province Amelia Nur Fauzia; Intan Pujilestari
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electronic medical resumes are an important component of electronic medical records that support continuity of service and serve as a data source for non-communicable disease (NCD) surveillance activities. The completeness and quality of their completion directly impact the reliability of health information used for disease reporting and monitoring. This study aims to evaluate the implementation of electronic medical resumes for chronic disease patients to support non-communicable disease surveillance at Welas Asih Regional General Hospital, West Java Province. The study used a mixed methods approach with a sequential explanatory design. The study population was 2,399 electronic medical resumes of chronic disease patients from July–December 2025, with a sample of 96 resumes determined using the Slovin formula (10% error tolerance) and selected through proportional stratified random sampling across five chronic disease groups: Diabetes Mellitus, Hypertension, Stroke, Coronary Artery Disease (CAD), and Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Quantitative data were collected through document observation using a checklist, while qualitative data were obtained through semi-structured interviews. The results showed an average overall completeness level of 90.03%, which is classified as very good. The level of completeness based on disease group was DM 89.88%, Hypertension 95.24%, Stroke 89.93%, CAD 95.24%, and COPD 95.24%. Based on component groups, patient identity reached 99.85%, treatment information 100%, clinical information 81.95%, and patient discharge condition 75%. Incompleteness was mainly found in the discharge diagnosis component, ICD-10 secondary diagnosis codes, and cause of death codes. Electronic medical resume data has been utilized for reporting, health statistics, diagnosis coding, and NCD surveillance. It is recommended to improve monitoring and compliance of healthcare workers in completing documents to optimize data quality
IMPLEMENTASI BUTTERFLY HUG DALAM MENURUNKAN ANSIETAS PADA PASIEN HIPERTENSI: STUDI KASUS IMPLEMENTATION OF BUTTERFLY HUG TO REDUCE ANXIETY IN HYPERTENSIVE PATIENTS: A CASE STUDY Dodi Aflika Farama; A. Gani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14200

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan dan memicu masalah keperawatan ansietas. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengelola ansietas adalah terapi relaksasi Butterfly Hug. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan terapi relaksasi Butterfly Hug pada pasien hipertensi dengan masalah keperawatan ansietas. Studi menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesma Pagar Agung, Lahat pada Maret 2025. Subjek terdiri dari dua pasien perempuan pra-lansia dengan hipertensi dan ansietas sedang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pengukuran tekanan darah, dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Butterfly Hug diberikan selama lima kali pertemuan sebagai bagian dari proses asuhan keperawatan. Hasil menunjukkan skor HARS pada subjek S1 menurun dari 20 menjadi 7, sedangkan pada S2 menurun dari 21 menjadi 6. Penurunan skor disertai berkurangnya rasa takut dan kekhawatiran, kondisi lebih tenang, tidur lebih nyaman, serta peningkatan kemampuan melakukan Butterfly Hug secara mandiri. Penerapan Butterfly Hug memberikan gambaran perubahan positif dalam pengelolaan ansietas pada pasien hipertensi. ABSTRACT Hypertension is a chronic disease that may cause health-related concerns and contribute to nursing problems of anxiety. One non-pharmacological intervention that can be used to help manage anxiety is Butterfly Hug relaxation therapy. This case study aimed to describe the application of Butterfly Hug relaxation therapy in hypertensive patients with anxiety. A descriptive case study design was conducted in the working area of Pagar Agung Public Health Center, Lahat Regency, in March 2025. The subjects were two female pre-older adults with hypertension and moderate anxiety. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, blood pressure measurements, and the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Butterfly Hug was administered over five sessions as part of the nursing care process. The results showed that HARS scores decreased from 20 to 7 in S1 and from 21 to 6 in S2. The reduction was accompanied by decreased fear and worry, a calmer condition, improved sleep comfort, and increased ability to perform the Butterfly Hug independently. The application of Butterfly Hug showed positive changes in anxiety management among hypertensive patients.
Pengaruh Terapi Otot Progresif Terhadap Tingkat Kelelahan Pasien Hemodialisa Di RS Tandun PT Nusa Lima Medika Provinsi Riau Kumala Sari; Sri Yanti; dendy kharisna; M.Zul’ Irfan
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14208

Abstract

ABSTRAK Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa sering mengalami kelelahan (fatigue) yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Terapi otot progresif merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan tingkat kelelahan pada pasien hemodialisa. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi otot progresif terhadap tingkat kelelahan pasien hemodialisa di RS Tandun PT Nusa Lima Medika. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan quasi experiment dan rancangan one group pre-test and post-test without control group. Sampel penelitian berjumlah 15 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kelelahan diukur menggunakan kuesioner Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue (FACIT-F). Analisis data menggunakan uji paired sample t-test setelah dilakukan uji normalitas Shapiro-Wilk. Rata-rata skor kelelahan sebelum diberikan terapi otot progresif adalah 27,87 sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 43,40. Terdapat peningkatan skor rata-rata sebesar 15,53. Berdasarkan kategori kelelahan, sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami kelelahan sedang sebanyak 9 orang (60%), sedangkan setelah intervensi seluruh responden berada pada kategori kelelahan ringan (100%). Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai p <0,001. Terdapat pengaruh yang signifikan terapi otot progresif terhadap tingkat kelelahan pasien hemodialisa di RS Tandun PT Nusa Lima Medika. Peneliti berasumsi terapi otot progresif menurunkan ketegangan otot dan meningkatkan kenyamanan sehingga kelelahan berkurang. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel lebih besar, kelompok kontrol, dan waktu intervensi lebih panjang. ABSTRACT Patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis frequently experience fatigue, which can interfere with daily activities and quality of life. Progressive muscle therapy is one of the non-pharmacological interventions that can be used to help reduce fatigue levels in hemodialysis patients. This study aimed to determine the effect of progressive muscle therapy on fatigue levels among hemodialysis patients at RS Tandun PT Nusa Lima Medika. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental design and a one-group pre-test and post-test without a control group. The sample consisted of 15 respondents selected using purposive sampling. Fatigue levels were measured using the Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue (FACIT-F) questionnaire. Data were analyzed using a paired sample t-test after the Shapiro-Wilk normality test was performed. The mean fatigue score before progressive muscle therapy was 27.87while after the intervention, the mean score increased to 43.40 There was an increase in the mean score of 15.53. Based on fatigue categories, before the intervention, most respondents experienced moderate fatigue, with 9 respondents (60%), while after the intervention, all respondents (100%) were in the mild fatigue category. The paired sample t-test showed a p-value of <0.001. There was a significant effect of progressive muscle therapy on fatigue levels among hemodialysis patients at RS Tandun PT Nusa Lima Medika. The researchers assume that progressive muscle therapy reduces muscle tension and increases comfort, thereby reducing fatigue. Future studies are recommended to use larger sample sizes, a control group, and a longer intervention period.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku dalam Pencarian Pelayanan Kesehatan pada Individu dengan Suspek Tuberkulosis (TB) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kota Garo Kabupaten Kampar Diananta Widola; Wardah Wardah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14209

Abstract

ABSTRACT The low rate of Tuberculosis (TB) case detection remains a major challenge in TB control because many individuals with presumptive TB do not promptly seek health care. This condition may lead to delayed diagnosis, prolonged disease transmission, and an increased risk of complications. This study aimed to analyze the factors associated with health-seeking behavior among individuals with presumptive TB in the working area of Kota Garo Public Health Center, Kampar Regency. This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. Data were collected from June 1 to June 30, 2026, involving 82 respondents selected using an accidental sampling technique. The research instruments consisted of questionnaires on TB knowledge, community stigma, access to health services, the role of community health volunteers, family support, and health-seeking behavior. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a significance level of α = 0.05. The results showed that health-seeking behavior and TB knowledge were equally distributed between poor and good categories (50.0% each), a high level of community stigma (56.1%), the role of community health volunteers (54.9%), and family support (52.4%) were predominantly in the good category. Bivariate analysis revealed significant associations between TB knowledge (p = 0.027), community stigma (p = 0.045), access to health services (p = 0.002), the role of community health volunteers (p < 0.001), family support (p < 0.001), and health-seeking behavior. Family support was the strongest associated factor (OR = 7.490). It is recommended that public health centers strengthen community education, enhance the role of community health volunteers, improve access to health services, and involve families in early TB detection efforts ABSTRAK Rendahnya penemuan kasus Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan dalam pengendalian TB karena banyak individu dengan suspek TB belum segera mencari pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan diagnosis, memperpanjang rantai penularan, dan meningkatkan risiko komplikasi penyakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencarian pelayanan kesehatan pada individu dengan suspek TB di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kota Garo Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilaksanakan pada 1 s.d. 30 Juni 2026 terhadap 82 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan, stigma masyarakat, akses pelayanan kesehatan, peran kader kesehatan, dukungan keluarga, dan perilaku pencarian pelayanan kesehatan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki perilaku pencarian pelayanan kesehatan yang baik (50,0%), tingkat pengetahuan yang baik (50,0%), stigma masyarakat yang tinggi (56,1%), peran kader kesehatan yang baik (54,9%), serta dukungan keluarga yang baik (52,4%). Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p=0,02), stigma masyarakat (p=0,04), akses pelayanan kesehatan (p=0,00), peran kader kesehatan (p<0,001), dan dukungan keluarga (p<0,001) dengan perilaku pencarian pelayanan kesehatan. Dukungan keluarga merupakan faktor yang memiliki peluang terbesar (OR=7,49). Disarankan puskesmas meningkatkan edukasi masyarakat, memperkuat peran kader kesehatan, meningkatkan akses pelayanan kesehatan, serta melibatkan keluarga dalam upaya deteksi dini TB.