cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 7,527 Documents
Hubungan Saturasi Oksigen Pasien Dengan Penyakit Penyerta Sistem Respirasi Pasca General Anestesi Di Rumah Sakit X Bogor Yusdi Ghazaly; Niati Ambarsari; Maria Delviana Nurdiani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14088

Abstract

Pasien dengan penyakit penyerta sistem respirasi memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi pasca anestesi, salah satunya adalah komplikasi sistem respirasi. Nilai saturasi oksigen yang rendah (<94%) dapat menyebabkan hipoksia, bahkan kematian jaringan yang berdampak pada proses penyembuhan pasca operasi. Tujuan pada penelitian ini adalah Menghubungkan saturasi oksigen pasien dengan penyakit penyerta sistem respirasi pasca general anestesi di RS X Bogor. Penelitian ini menggunakan metode descriptive observasional dengan pendekatan time series, melibatkan 60 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi yang diambil dengan teknik consecutive sampling di ruang IBS RS X Bogor. dengan instrumen lembar observasi dan pulse oximetry. Data dianalisis dengan Analisa data univariat. Sebanyak 6 pasien (10%) dari 60 responden mengalami hipoksia pasca general anestesi saat observasi menit ke-5 dengan karakteristik, responden, umur 40-60 tahun dengan penyakit PPOK dan Asma, ASA II, ASA III, ASA IV, teknik anestesi ETT, dan equipment pasca anestesi simple mask, dan nilai CRT >2 detik. Sedangkan saat observasi sebelum pasien dipindahkan ke ruang rawat inap seluruh responden menunjukkan saturasi oksigen normal. Kejadian hipoksia dapat dicegah dengan penatalaksaan oksigenasi yang tepat. Pemeriksaan evaluasi pre-operasi harus dilakukan dengan baik dalam menurunkan risiko komplikasi pasca anestesi.
Hubungan Riwayat Penyakit Respirasi Dengan Saturasi Oksigen Pasca Anestesi Pada Bronkoskopi Imelda Ayunitias; Yusdi Ghazaly
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14089

Abstract

Latar Belakang: Pasien dengan riwayat penyakit penyerta sistem respirasi memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi pasca anestesi, salah satunya adalah penurunan saturasi oksigen ( ). Prosedur bronkoskopi yang melibatkan manipulasi mekanis pada jalan napas dapat memicu perubahan pola ventilasi dan desaturasi oksigen pasca tindakan. Nilai saturasi oksigen yang rendah (<94%) dapat menyebabkan hipoksia jaringan yang berdampak pada terhambatnya proses pemulihan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat penyakit respirasi dengan saturasi oksigen pasca anestesi pada pasien yang menjalani tindakan bronkoskopi. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan time series ini melibatkan 45 pasien yang memenuhi kriteria inklusi melalui teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi klinis dan pemantauan pulse oximetry pada menit ke-5, ke-15, dan ke-30 pasca anestesi. Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil observasi pada menit ke-5 menunjukkan bahwa 5 pasien (11,1%) mengalami hipoksia pasca anestesi. Responden yang mengalami hipoksia memiliki riwayat penyakit Asma (6,67%) dan TB Paru (4,44%), status fisik ASA II–IV, teknik anestesi Endotracheal Tube (ETT), menggunakan alat bantu napas simple mask pasca anestesi, serta memiliki nilai Capillary Refill Time (CRT) >2 detik. Pada pemantauan menit ke-15, ke-30, serta sebelum pemindahan ke ruang rawat inap, seluruh responden (100%) telah mencapai tingkat saturasi oksigen normal (95–100%). Kesimpulan: Kejadian hipoksia pasca bronkoskopi terutama memuncak pada fase awal pemulihan (menit ke-5). Pemantauan saturasi oksigen secara kontinu pada fase awal pasca anestesi sangat penting untuk mendeteksi dan menatalaksana kejadian hipoksia secara dini pada pasien bronkoskopi dengan riwayat penyakit respirasi.
Peningkatan Tata Kelola dan Kemandirian Ekonomi Melalui 5R, Legalitas, Pembayaran dan Pemasaran Digital Christin Angelina Febriani; Dwi Surtiningrum; Vina Rizki Nofiantri; Safitri Dwi Amanda; Syasa Pramuli; Winda Juliandari; Muhammad Ferdinan; Debi Febriyani; Niki Hadi Utami; Alda Yuniar; Gibral Putra Hermawan; Galuh Danur Wenda
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14094

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat, tetapi pelaku usaha masih memiliki kebutuhan informasi mengenai legalitas, pemasaran, pengelolaan lingkungan usaha, dan pembayaran digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai pengecekan keaslian Nomor Induk Berusaha (NIB), pemasaran UMKM, penerapan konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin), serta QRIS sebagai salah satu alternatif pembayaran digital. Sasaran kegiatan terdiri atas lima unit usaha, yaitu usaha tahu, tempe, geblek, rias pengantin, dan madu di wilayah sasaran KKL-PPM tahun 2026. Metode kegiatan menggunakan pendekatan pendidikan masyarakat melalui observasi dan pendataan awal, penentuan materi, penyampaian edukasi, serta evaluasi pemahaman melalui komunikasi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa empat materi edukasi dapat disampaikan kepada pelaku UMKM, meliputi informasi mengenai pengecekan keaslian NIB, alternatif pemasaran, konsep 5R, dan QRIS. Kegiatan ini memberikan pengetahuan dasar yang dapat menjadi pertimbangan bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan pengelolaan usahanya. Karena kegiatan berupa edukasi tanpa praktik, pendampingan, dan pengukuran pretest-posttest, perubahan perilaku, peningkatan omzet, penerbitan NIB, penerapan 5R, dan penggunaan QRIS setelah kegiatan belum dapat diukur.
P Pengaruh Pendidikan Pajak dan Pengetahuan Pajak terhadap Persepsi Mahasiswa tentang Kepatuhan Perpajakan (Studi Kasus pada Mahasiswa di Kabupaten Karawang) Yuni Estevania Siahaan; Nasrullah Nasrullah; Dyah Shinta Kusumaningtyas
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14097

Abstract

Pajak merupakan kontributor utama penerimaan negara, namun realisasi penerimaan pajak tahun 2025 hanya mencapai 87,61% dari target APBN dengan tax ratio sebesar 10,02% terhadap PDB. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peningkatan kepatuhan perpajakan melalui pendidikan dan pengetahuan perpajakan bagi mahasiswa sebagai calon wajib pajak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan pajak dan pengetahuan pajak terhadap persepsi mahasiswa tentang kepatuhan perpajakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner kepada 102 mahasiswa di perguruan tinggi Kabupaten Karawang. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan pajak dan pengetahuan pajak berpengaruh positif dan signifikan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap persepsi mahasiswa tentang kepatuhan perpajakan dengan koefisien determinasi sebesar 55,9%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pendidikan dan pengetahuan perpajakan mampu membentuk persepsi mahasiswa yang lebih positif terhadap kepatuhan perpajakan. Originalitas penelitian terletak pada penggunaan persepsi mahasiswa sebagai variabel dependen dengan fokus pada mahasiswa perguruan tinggi di Kabupaten Karawang. Kata kunci : Pendidikan Pajak, Pengetahuan Pajak, Persepsi Mahasiswa, Kepatuhan Perpajakan.
Hubungan Fungsi Kognitif Dengan Tingkat Kemandirian Lansia Di Panti Werdha Sumartini
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14105

Abstract

Proses penuaan dapat disertai perubahan fungsi kognitif dan kemampuan lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Gangguan fungsi kognitif dapat mempengaruhi kemampuan lansia dalam mengambil keputusan, mengingat, berorientasi, dan menjalankan aktivitas secara mandiri. Oleh karena itu, identifikasi fungsi kognitif dan tingkat kemandirian penting dilakukan sebagai upaya identifikasi masalah pada lansia dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan keperawatan kepada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fungsi kognitif dengan tingkat kemandirian pada lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian melibatkan 65 lansia sebagai responden. Variabel yang dianalisis meliputi fungsi kognitif dan tingkat kemandirian. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi masing-masing variabel, sedangkan analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif dengan tingkat kemandirian. Untuk analisis hubungan, fungsi kognitif dikelompokkan menjadi fungsi kognitif utuh dan gangguan kognitif, sedangkan tingkat kemandirian dikelompokkan menjadi mandiri dan tidak mandiri. Uji Chi-Square digunakan sebagai uji utama dan Fisher's Exact Test digunakan sebagai pemeriksaan tambahan karena terdapat frekuensi sel yang kecil. Sebanyak 45 responden (69,2%) memiliki fungsi kognitif utuh dan 20 responden (30,8%) mengalami gangguan kognitif. Berdasarkan tingkat kemandirian, sebanyak 16 responden (24,6%) mandiri, 41 responden (63,1%) mengalami ketergantungan sebagian, dan 8 responden (12,3%) mengalami ketergantungan total. Pada analisis dua kategori, seluruh responden dengan gangguan kognitif berada pada kelompok tidak mandiri. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara fungsi kognitif dengan tingkat kemandirian (χ² = 9,433; p = 0,002). Hasil Fisher's Exact Test juga menunjukkan hubungan yang bermakna (p = 0,00). Terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi kognitif dengan tingkat kemandirian lansia. Pemantauan fungsi kognitif dan kemampuan aktivitas sehari-hari perlu menjadi bagian dari pengkajian dan intervensi keperawatan gerontik.
Efektivitas Pembinaan dan Pendidikan Hukum terhadap Disiplin Prajurit TNI dalam Pencegahan Tindak Disersi di Kodim 0316/Batam Irwan Sulistiono; Elyani Elyani; Karolina Sitepu; Khairun Na’im
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disiplin prajurit merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga profesionalisme dan kesiapan pelaksanaan tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI). Salah satu bentuk pelanggaran disiplin yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas adalah disersi dan ketidakhadiran tanpa keterangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan hukum dalam meningkatkan disiplin prajurit TNI sebagai upaya pencegahan disersi dan ketidakhadiran tanpa keterangan di Kodim 0316/Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang berkaitan dengan pembinaan disiplin, pendidikan hukum, serta penanganan pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan hukum memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman prajurit mengenai kewajiban, larangan, konsekuensi hukum, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas. Pembinaan dilakukan melalui penyuluhan hukum, pengarahan komando, pembinaan mental dan disiplin, serta pengawasan terhadap kehadiran dan perilaku prajurit. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa faktor individu, permasalahan keluarga, lingkungan pergaulan, rendahnya kesadaran disiplin, dan kurang optimalnya pengawasan pada kondisi tertentu. Oleh karena itu, penguatan pendidikan hukum secara berkelanjutan, peningkatan pembinaan personel, pengawasan yang konsisten, serta pendekatan preventif diperlukan untuk membangun kesadaran hukum dan disiplin prajurit serta meminimalkan terjadinya disersi dan ketidakhadiran tanpa keterangan.
Pemanfaatan Air Kelapa Sebagai Bahan Baku Kecap Melalui Pelatihan Masyarakat Di Desa Panca Karsa I Desrika Talib; Putri Syakirah Wira Ibrahim; Nur Fadhillah Harun; Ratin R. Siondong; Egi Dia Sapitri Kulati; Pendiron Gire; Zahwa Nabilla Noe; Abdul Rahman Muksin; Moh Indra Bayu; Liskawati Dudi; Deswinta Maharani T. Dadi; Faradilaelestari Lumula; Moh Riski B. Nento
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air kelapa merupakan salah satu hasil samping pengolahan buah kelapa yang masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya pada wilayah yang sebagian besar masyarakatnya mengolah kelapa menjadi kopra. Kondisi tersebut menyebabkan air kelapa berpotensi menjadi bahan yang kurang termanfaatkan. The study purpose. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan air kelapa menjadi produk kecap serta mengetahui tingkat penerimaan peserta terhadap produk yang dihasilkan. Materials and methods. Pembuatan kecap menggunakan 5 liter air kelapa, 1 kg gula merah khas Gorontalo, bawang putih, bawang merah, lengkuas, sereh, daun salam, dan garam. Proses pemasakan dilakukan selama 2–3 jam hingga diperoleh konsistensi kecap yang diinginkan. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung pembuatan kecap, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, dan uji hedonik. Results. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan peserta meningkat dari 62,72 pada pre-test menjadi 94,54 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 31,82 poin atau 50,71% dibandingkan dengan nilai rata-rata awal. Hasil uji hedonik menunjukkan rata-rata skor warna sebesar 4,00, aroma 3,82, rasa 4,09, dan kekentalan 3,68, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 3,90. Conclusions. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan peserta sekaligus memperkenalkan alternatif pemanfaatan air kelapa menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.
Asuhan Akupunktur pada Pasien Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Disertai Kecemasan Sosial Studi Kasus di Makassar Holistic Care Zulkifli Busri; Puspo Puspo; Ikwan Ikwan
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14109

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a gastrointestinal disorder that can be accompanied by psychological symptoms, including social anxiety. The relationship between psychological and gastrointestinal factors can be understood through the bidirectional communication of the brain-gut axis. In Traditional Chinese Medicine (TCM), a patient's condition is assessed via syndrome differentiation, which serves as the basis for determining therapeutic principles and acupuncture points. This study describes acupuncture care for a GERD patient with social anxiety based on TCM syndrome differentiation at Makassar Holistic Care. A longitudinal descriptive case study was conducted on a 26-year-old male patient who received 12 acupuncture sessions over six weeks, at a frequency of twice weekly. The points utilized included LR3 (Taichong), ST36 (Zusanli), PC6 (Neiguan), CV12 (Zhongwan), GB34 (Yanglingquan), and SP6 (Sanyinjiao). Evaluation was performed using the Gastroesophageal Reflux Disease Questionnaire (GERDQ), medical history taking, the Four Diagnostic Methods (Si Zhen), and clinical observation. The GERDQ score decreased from 13 to 5 after 12 sessions, accompanied by a reduction in heartburn, regurgitation, sleep disturbances, social anxiety, and the use of symptomatic medication. Acupuncture care based on TCM syndrome differentiation demonstrated positive clinical progress. However, the results of a single-case study lacking a control group and standardized psychometric measurements cannot prove a causal link regarding acupuncture's effectiveness, nor can the findings be generalized..
ANALISIS PENERAPAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS MAYAR DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA PADA GAMBAR TEKNIK BANGUNAN DI SMK NEGERI 2 KOTA SERANG Ulinuha Dahlina; Venia Setyarandini; Anisa Aulia
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan e-modul interaktif yang didistribusikan melalui platform Mayar serta kontribusinya terhadap peningkatan kompetensi siswa pada mata pelajaran Gambar Teknik Bangunan di SMK Negeri 2 Kota Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen pre-test–post-test control group. Subjek penelitian terdiri atas sekitar 60 siswa dari dua kelas pada Program Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan, yaitu XI TGB 1 sebagai kelas eksperimen dan XI TGB 2 sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes kompetensi, observasi aktivitas pembelajaran, angket respons siswa, dan dokumentasi. Hasil tes kompetensi menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 58,20 pada pre-test menjadi 82,40 pada post-test, dengan nilai N-gain sebesar 0,58 yang termasuk kategori sedang. Sementara itu, kelas kontrol mengalami peningkatan dari 57,60 menjadi 68,10 dengan nilai N-gain sebesar 0,25 yang termasuk kategori rendah. Data pendukung juga menunjukkan respons positif siswa terhadap penggunaan e-modul interaktif, dengan persentase aktivitas pembelajaran sebesar 84,79%, aksesibilitas sebesar 88,39%, interaktivitas sebesar 86,99%, dan kemanfaatan sebesar 87,69%. Secara deskriptif, hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan e-modul interaktif berbasis Mayar mengalami peningkatan kompetensi yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Integrasi teks, materi visual, multimedia, dan latihan interaktif yang didukung akses digital melalui Mayar berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran dalam pendidikan vokasi, khususnya pada mata pelajaran Gambar Teknik Bangunan. Analisis inferensial lebih lanjut diperlukan untuk menentukan signifikansi statistik dari perbedaan yang ditemukan.
Strategi Marketing Politik Pada Pemilu Ligislatif 2024 (Studi Kasus Kekalahan PSI Di Kota Palembang) Adelia Lestari; Kun Budianto; Siti Anisyah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu Legislatif 2024 di Kota Palembang. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi marketing politik PSI serta faktor yang menyebabkan penurunan suara dibandingkan Pemilu 2019. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan konsep marketing politik Adman Nursal yang meliputi Push Marketing, Pull Marketing, dan Pass Marketing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSI menerapkan ketiga strategi melalui kampanye langsung, media sosial, publikasi kegiatan, atribut kampanye, serta pemanfaatan popularitas Joko Widodo, Kaesang Pangarep, dan Helmy Yahya. Namun, penerapannya belum optimal dan terkoordinasi. Penurunan suara terutama dipengaruhi krisis internal organisasi, mundurnya pengurus dan caleg potensial, lemahnya koordinasi, serta ketidaksesuaian citra PSI dengan karakter sosial dan budaya masyarakat Palembang. Dengan demikian, kegagalan PSI dipengaruhi oleh faktor strategi, internal organisasi, dan adaptasi terhadap politik lokal.