cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 7,527 Documents
Implementation of Serang Mayor Regulation Number 36 of 2018 About Guidelines for Utilizing Information and Communication Technology in Local Government Administration Through the RAGEM Application at the Serang City Communication and Informatics Office Riska Amelia; Try Adhi Bangsawan; Dede Qodrat Al-Wajir
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the less-than-optimal implementation of Serang Mayor Regulation Number 36 of 2018 concerning Guidelines for the Utilization of Information and Communication Technology in the Administration of Local Government through the RAGEM application at the Serang City Communication and Informatics Office. The problems faced include limited information transparency, low public participation, suboptimal responsiveness and coordination among Regional Apparatus Organizations (OPD), as well as technical obstacles and resource limitations that affect the effectiveness of digital-based public services. This study aims to analyze the implementation of that policy, community participation, responsiveness and coordination between OPDs, as well as the challenges faced in managing the RAGEM application. The research used a qualitative method with a case study approach. Data was collected through observation, interviews, and documentation, and then analyzed using George C. Edward III's policy implementation theory, which includes communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The research results show that the implementation of the RAGEM application has generally been going quite well. Aspects like communication, resources, disposition, and bureaucratic structure have supported policy implementation, but it's not yet optimal because public outreach is still limited, human resources and infrastructure capacity are inadequate, complaint response is still low, and coordination and bureaucratic flow between departments still need improvement. Even so, the RAGEM app has been contributing to supporting digital-based public services and complaints in Serang City. Therefore, it is necessary to strengthen socialization, improve human resource capacity, develop information technology infrastructure, and optimize coordination between OPDs to enhance the quality of public services that are effective, responsive, transparent, and accountable.
Pengaruh Senam Hamil Terhadap Intensitas Nyeri Punggung Bawah Pada Ibu Hamil Trimester III di Klinik Marisa Tahun 2026 Nabila Agustina N; Sutrisari Sabrina N; Ersita Ersita; Meta Nurbaiti
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan trimester III merupakan periode yang ditandai dengan berbagai perubahan fisiologis yangdapat menimbulkan ketidaknyamanan, salah satunya nyeri punggung bawah. Nyeri punggung bawahpada ibu hamil dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kenyamanan, kualitas tidur, serta kesiapan ibudalam menghadapi persalinan. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untukmembantu mengurangi keluhan tersebut adalah senam hamil. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh senam hamil terhadap intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamiltrimester III di Klinik Marisa tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengandesain quasi experiment one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 21 ibu hamiltrimester III yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Intensitas nyeri diukur menggunakanNumeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah diberikan intervensi senam hamil. Analisis datadilakukan secara univariat dan bivariat. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkanbahwa data sebelum dan sesudah intervensi tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkanmenggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikansenam hamil, sebagian besar responden mengalami nyeri berat sebanyak 11 orang (52,4%), sedangkansetelah intervensi tidak terdapat responden dengan nyeri berat. Median intensitas nyeri sebelumintervensi sebesar 7 dan setelah intervensi menurun menjadi 2. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilaip=0,000 (p<0,05). Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian senamhamil terhadap penurunan intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di KlinikMarisa tahun 2026.
Strategi Komunikasi Internal Komisi Pemilihan Umum Kota Denpasar dalam Mitigasi Limbah Logistik Pemilu Dhimas Putra Dewandaru; I Putu Prana Wiraatmaja
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akumulasi limbah administratif pemilu, seperti surat suara cacat dan atribut kerja, menuntut tata kelola kelembagaan yang berkelanjutan. Riset ini bertujuan mengkaji korelasi strategi komunikasi internal Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar terhadap keberhasilan mitigasi limbah logistik pemilu. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, studi ini melibatkan seluruh populasi aparatur KPU Kota Denpasar sebanyak 40 orang sebagai responden melalui teknik sensus. Data dihimpun melalui kuesioner skala Likert teruji dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment pada SPSS 26. Hasil analisis deskriptif menempatkan strategi komunikasi (mean = 29,65) dan mitigasi limbah (mean = 29,50) pada kategori cukup baik. Uji hipotesis menunjukkan korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik (r = 0,803; p = 0,000). Temuan ini membuktikan bahwa penguatan komunikasi organisasi melalui penyampaian instruksi terstruktur dan edukasi persuasif berkontribusi nyata dalam meningkatkan kepatuhan pegawai terhadap penerapan prinsip 3R dalam pengelolaan sisa logistik pemilu.
Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi pada Remaja Putri SMP Negeri 3 Cimahi Tiara Citra Melinda; Iga Retia Mufti
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Personal hygiene during menstruation is an essential part of adolescent girls' reproductivehealth; inadequate knowledge of menstrual personal hygiene increases the risk of reproductive tract disorders.Objective: This study aimed to determine the relationship between knowledge and personal hygiene behaviorduring menstruation among adolescent girls at SMP Negeri 3 Cimahi in 2026. Methods: A quantitativecorrelational-analytic design with a cross-sectional approach was used. The sample consisted of 67 studentsselected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using a knowledge and menstrualpersonal hygiene behavior questionnaire and analyzed univariately and bivariately using Fisher's Exact Test.Results: Most respondents had poor knowledge (48 respondents, 71.6%) and poor personal hygiene behavior (33respondents, 49.3%). Bivariate analysis showed a significant relationship between knowledge and personalhygiene behavior (p = 0.001; p < 0.05); respondents with good knowledge tended to show better personal hygienebehavior. Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and personal hygiene behaviorduring menstruation among adolescent girls at SMP Negeri 3 Cimahi.
Implementasi Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 679 Tahun 2020 tentang Aplikasi Umum Bidang Kearsipan Dinamis pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Serang Shinta Ferlita; Try Adhi Bangsawan; Dede Qodrat Alwajir
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 679 Tahun 2020 tentang Aplikasi Umum Bidang Kearsipan Dinamis, yaitu Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI), pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan implementasi kebijakan tersebut serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya dalam penerapan SRIKANDI di lingkungan DPUPR Kota Serang. Metode. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang terlibat langsung dalam pengelolaan SRIKANDI, dilengkapi observasi dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan empat indikator teori implementasi kebijakan George C. Edwards III, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, serta divalidasi melalui triangulasi metode dan sumber. Hasil. Implementasi SRIKANDI di DPUPR Kota Serang tidak berjalan optimal. Sosialisasi telah dilaksanakan namun tanpa arahan formal dan keteladanan pimpinan yang konsisten, keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi menghambat peralihan penuh dari sistem manual, disposisi pelaksana menunjukkan kesenjangan antara pemahaman dan perilaku, serta struktur birokrasi belum ditopang oleh SOP tertulis dan keseragaman kode klasifikasi surat antarbidang. Kesimpulan. Ketidakoptimalan implementasi SRIKANDI bersumber dari akumulasi kelemahan pada keempat variabel implementasi kebijakan yang saling memperkuat, bukan pada satu faktor tunggal, sehingga diperlukan intervensi komprehensif yang mencakup komitmen pimpinan, pelatihan berkelanjutan, penguatan infrastruktur, dan penetapan SOP tertulis.
Implementasi Kebijakan Peraturan Wali Kota Serang Nomor 44 Tahun 2022 Tentang Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik di Kota Serang Alika Cahya Ramdhani; Try Adhi Bangsawan; Dede Qodrat Alwajir
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mal Pelayanan Publik (MPP) merupakan inovasi pelayanan publik yang mengintegrasikan berbagai jenis layanan dalam satu lokasi untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas pelayanan publik. Pemerintah Kota Serang menyelenggarakan MPP berdasarkan Peraturan Wali Kota Serang Nomor 44 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan tersebut serta mengindentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan Peraturan Wali Kota Serang Nomor 44 Tahun 2022 tentang penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kota Serang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi yang melibatkan pengelola MPP, petugas layanan, dan pengguna layanan. Metode Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Analisis ini menggunakan variabel-variabel George C. Edward III: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil pelaksanaan telah berjalan namun belum optimal. Komunikasi formal antar-pengelola didukung oleh rapat koordinasi, perjanjian kerja sama, dan publikasi digital, namun penyebaran informasi belum merata hingga ke seluruh petugas dan masyarakat. Kompetensi petugas memadai, namun jumlah personel, kapasitas gedung, dan stabilitas jaringan masih terbatas, sementara jumlah kunjungan meningkat sebesar 63,86% pada tahun 2025. Komitmen individu relatif tinggi, namun komitmen kelembagaan bervariasi. Struktur organisasi telah terbentuk secara formal, namun MPP belum memiliki SOP terintegrasi dan sebagian petugas memiliki kewenangan pengambilan keputusan yang terbatas. Kesimpulan faktor pendukung meliputi koordinasi rutin, perjanjian kerja sama, kompetensi dan inisiatif petugas, serta fasilitas layanan mandiri. Faktor penghambat meliputi ketiadaan SOP terintegrasi, keterbatasan personel dan fasilitas, orientasi yang kurang memadai bagi petugas yang dirotasi, kehadiran lembaga yang tidak konsisten, serta akuntabilitas yang lemah. Penguatan struktur birokrasi melalui SOP MPP yang terintegrasi menjadi prioritas utama untuk meningkatkan konsistensi pelaksanaan dan kualitas layanan.
Development Of Instagram-Based Educational Media On Personal Hygiene Durung Menstruation Nur Friza Arta Nadia; Rita Yulifah; Finta Isti Kundarti; Hening Ryan Aryani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescent girls require accessible and engaging health information to support appropriate personal hygiene practices during menstruation. Conventional educational media, including printed comic books, may have limitations in accessibility, interactivity, and alignment with adolescents’ digital media preferences. This study aimed to develop Instagram-based educational media on personal hygiene during menstruation that was relevant, attractive, and understandable for adolescent girls. A Research and Development (R&D) design was employed by adapting the Borg and Gall model into seven stages: standard media evaluation, needs assessment, focus group discussion (FGD), prototype development, expert validation, prototype revision and finalization, and small-group testing. The study involved six students in the needs assessment, seven students and one teacher in the FGD, two experts for material and media validation, and 15 female students in the small-group trial at SMP Negeri 1 Dau, Malang, Indonesia. Data were collected using interview and FGD guidelines and validation questionnaires and were analyzed descriptively using quantitative and qualitative approaches. The developed media combined Instagram feed images and short Reels videos covering menstrual hygiene practices, the menstrual cycle, myths and facts, and six-step handwashing. Material and media experts both provided a feasibility score of 100%, categorized as very eligible. The small-group trial obtained an 83% response, categorized as very positive. The findings indicate that the developed Instagram-based educational media was feasible and positively accepted by adolescent users. Further studies using larger samples, pre- and post-intervention assessments, control groups, and longitudinal follow-up are recommended to determine its effects on knowledge and menstrual hygiene behavior..
Implementation of Law No. 38 of 2004 on Roads in Handling Damaged Roads in Serang District and the Responsiveness of the Department of Public Works and Spatial Planning of Serang City Mumun Komala Sari; Try Adhi Bangsawan; Dede Qodrat Al-Wajir
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Law No. 38 of 2004 on Roads governs local government authority and responsibility in road administration, including the handling of damaged roads. In Serang District, road damage still occurs even though most city roads are in good condition, requiring a prompt response from the Department of Public Works and Spatial Planning (DPUPR) of Serang City. This study aims to analyze the implementation of Law No. 38 of 2004 in handling damaged roads in Serang District, to identify its supporting and hindering factors, and to examine the responsiveness of DPUPR Serang City in addressing public complaints. The study employed a qualitative approach using the case study method. Key and supporting informants were selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation, analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, and validated through source triangulation, method triangulation, and member checking. Using the Van Meter and Van Horn implementation model, the results show that the implementation of Law No. 38 of 2004 has been carried out but is not yet optimal: policy standards and objectives are clear but constrained by budget limitations; technical resources are adequate, yet supporting facilities such as drainage and street lighting remain limited; the organizational structure is in place, though its execution in the field is not fully consistent; internal communication runs well, while communication with the public remains reactive; and the implementers' disposition is positive but its effectiveness is limited by resource constraints. DPUPR's responsiveness to public complaints tends to be reactive and uneven, as reports that go viral on social media are generally followed up faster than those submitted through formal channels. It can be concluded that the implementation of the damaged-road-handling policy in Serang District has not run optimally due to budget constraints and a still-reactive response pattern, despite being supported by clear authority distribution and the commitment of the implementing officials.
Representasi Komunikasi Keluarga Dalam Film Perayaan Mati Rasa: Analisis Semiotika Roland Barthes Nur Ikhsan Fauzi Kamil; Agung Putra Mulyana; Ali Imron Hamid
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film merupakan media komunikasi massa yang mampu merepresentasikan berbagai persoalan sosial, termasuk dinamika komunikasi keluarga. Film Perayaan Mati Rasa menampilkan hubungan ayah, ibu, Ian, dan Uta yang diwarnai kepedulian, konflik, dukungan emosional, kehilangan, serta proses penerimaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi komunikasi keluarga dalam film Perayaan Mati Rasa melalui semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis teks. Data diperoleh melalui observasi berulang terhadap film, dokumentasi berupa tangkapan layar dan dialog adegan, serta studi kepustakaan. Unit analisis terdiri atas 15 adegan yang mengandung komunikasi keluarga. Data dianalisis melalui tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga direpresentasikan melalui komunikasi verbal, nonverbal, dan simbolik yang memuat nilai kepedulian, keterbukaan, dukungan emosional, kebersamaan, cinta, kasih sayang, serta penyelesaian konflik. Pada tingkat mitos, film membangun pemahaman bahwa keluarga merupakan ruang utama untuk memperoleh dukungan emosional, komunikasi jujur menjadi fondasi keharmonisan, dan kehilangan tidak memutus ikatan emosional karena kenangan serta nilai keluarga tetap diwariskan. Dengan demikian, film tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga medium representasi nilai komunikasi keluarga.
Representasi Perjuangan Ayah dalam Mendidik Anak pada Film Panggil Aku Ayah Jessica Napitupulu; Agung Putra Mulyana; Ali Imron Hamid
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perjuangan ayah dalam mendidik anak yang ditampilkan dalam film Panggil Aku Ayah dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan unit analisis berupa lima storysceneyang merepresentasikan aspek perubahan dan pertumbuhan, perlindungan, kasih sayang dan perhatian, pengorbanan, serta pendidikan dan bimbingan. Data penelitian diperoleh melalui observasi terhadap film dan dokumentasi berupa tangkapan layar serta dialog pada adegan yang dipilih. Analisis data dilakukan melalui tiga tingkat pemaknaan Roland Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos, yang selanjutnya dikaitkan dengan konsep fatherhood yang dikemukakan oleh Michael E. Lamb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan Kang Dedi sebagai ayah nonbiologis direpresentasikan melalui proses membangun dan mengembangkan hubungan dengan Intan, tindakan perlindungan, pemberian perhatian terhadap kebutuhan dan keberadaan anak, pengorbanan kepentingan pribadi, serta dukungan terhadap pendidikan dan perkembangan anak. Pada tingkat denotasi, perjuangan tersebut ditampilkan melalui tindakan dan perilaku konkret Kang Dedi dalam menjalankan perannya sebagai ayah. Pada tingkat konotasi, tindakan tersebut merepresentasikan nilai kepedulian, kasih sayang, keberanian, pengorbanan, dan tanggung jawab. Sementara itu, pada tingkat mitos, film Panggil Aku Ayah membangun konstruksi makna bahwa peran ayah tidak semata-mata ditentukan oleh hubungan biologis, tetapi oleh keterlibatan emosional, ketersediaan dalam kehidupan anak, serta tanggung jawab yang diwujudkan secara konsisten. Dengan demikian, film ini merepresentasikan fatherhood sebagai peran sosial dan emosional yang terbentuk melalui proses pengasuhan, perlindungan, pendidikan, dan kehadiran nyata dalam kehidupan anak.