cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal_kadaster@stpn.ac.id
Phone
+62274-587239
Journal Mail Official
jurnal_kadaster@stpn.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), Yogyakarta Jl. Tata Bumi No.5, Banyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55293
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Kadaster: Journal of Land Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30319528     DOI : https://doi.org/10.31292/
Aims Kadaster serves as a scholarly publication platform catering to researchers engaged in the realm of land information technology. It serves as a wellspring of knowledge for practitioners in the land sector. The journal, with the ISSN number 3031-9528, is poised to consider original contributions that have not undergone prior publication, encompassing research manuscripts and project reports. Scheduled for biannual release, the journal is specifically tailored to address the scholarly community specializing in land information technology as well as professionals within the broader domain of the land sector. Scope The scope of the Kadaster is land information technology and its related applications. The major areas that cover the content of the journal are: Surveying and Mapping Technology for Cadaster (GNSS, Remote Sensing, UAV, Mobile Mapping, etc.) Surveying and Mapping Projects for Cadaster (Sistematic Land Registration, etc.) Land Administration (Land Tenure, Land Value, Land Use, Land Development, etc.) Land Services (Online Land Services, Digital Transformation, Services Quality Assurance, etc.) Digital Law (Electronic Certificates, Electronic Transactions, Electronic Archives, Electronic Stamps, Electronic Signatures, Electronic Evidence, Electronic Land Services, E-Conveyancing, etc.) Geospatial applications (Land Information System, Spatial Planning, Disaster Risk Management, etc.). Professional skills for cadastre employees (Education, Curriculum, Competence, License, etc.) Utilization of information, surveying and mapping technology to resolve land cases (Disputes, Conflicts, etc.) Spatial data modeling for Cadastre (3D and multi-dimensional modeling, data structures and algorithms, uncertainty modelling, ontologies, etc.); Spatial data management (spatial databases, cloud data management, blockchain, etc.); Geospatial artificial intelligence (machine learning, deep learning, big data, data mining, etc.); Cartography (geo-visualization, visual analytics, augmented and virtual reality, etc.) Spatial data infrastructures (land data integration, land data sharing, standards, metadata, One Map policies, etc.); Geospatial web (semantic web, Internet of Things, sensor networks, web services, cloud computing, interoperability, etc.); Citizen science, crowdsourcing and volunteered geographic information (open data, social media, etc.);
Articles 26 Documents
Peningkatan Kualitas Data Spasial sebagai Upaya Penyelesaian Sengketa Pertanahan Yudanto, Danang Cahyo; Mujiburohman, Dian Aries
Kadaster: Journal of Land Information Technology Vol. 2 No. 1 (2024): Kadaster: Journal of Land Information Technology
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/kadaster.v2i1.28

Abstract

Improving data quality involves enhancing the integrity of land parcel data by organizing and correcting its boundaries to align with actual field conditions. Enhanced spatial data quality, achieved through increased accuracy, completeness, and consistency, plays a crucial role in optimizing land dispute resolution. This study aims to analyze the role of improved spatial data quality in optimizing land dispute resolution. The research method employed is a qualitative approach through a literature review, which gathers information from various sources about data quality and its efforts to enhance land dispute resolution. The results of this study indicate that improving spatial data quality plays a significant role in resolving land disputes by refining land boundaries, reducing overlaps, providing valid ownership evidence, and enabling comprehensive mapping with advanced technology. High-quality data enhances the efficiency of dispute resolution, reducing the required costs and time, and constitutes a strategic step towards creating legal certainty and fair protection of land rights. Keywords: Land Data Quality, Spatial Data, Land Disputes, Systematic Land Registration (PTSL)   INTISARI Peningkatan kualitas data melibatkan peningkatan integritas data bidang tanah dengan menata dan memperbaiki batas-batasnya agar sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Kualitas data spasial yang ditingkatkan, melalui peningkatan akurasi, kelengkapan, dan konsistensi, memiliki peran penting dalam mengoptimalkan penyelesaian sengketa pertanahan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran peningkatan kualitas data spasial dalam mengoptimalkan penyelesaian sengketa pertanahan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui literature review, yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber tentang kualitas data dan upayanya dalam meningkatkan penyelesaian sengketa pertanahan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas data spasial berperan penting dalam penyelesaian sengketa pertanahan dengan memperbaiki batas tanah, mengurangi tumpang tindih, menyediakan bukti kepemilikan yang valid, serta memungkinkan pemetaan yang menyeluruh dengan teknologi canggih. Dengan data yang berkualitas, efisiensi dalam penyelesaian sengketa juga meningkat, mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan, merupakan langkah strategis dalam menciptakan kepastian hukum dan perlindungan hak atas tanah yang adil. Kata Kunci: Kualitas Data Pertanahan, Data Spasial, Sengketa Tanah, PTSL
Pemanfaatan Teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dalam Peningkatkan Kualitas Data Spasial Pertanahan Fahruddin, Muh. Farijwajdi; Mujiburohman, Dian Aries
Kadaster: Journal of Land Information Technology Vol. 2 No. 1 (2024): Kadaster: Journal of Land Information Technology
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/kadaster.v2i1.29

Abstract

The utilization of Unmanned Aerial Vehicle (UAV) technology in land mapping has significantly enhanced the quality of spatial data. UAVs not only serve as fundamental registration maps but also facilitate mapping processes and enhance spatial data accuracy. This research aims to explore the utilization of UAVs in improving the accuracy and precision of land spatial data through a literature review approach. The study findings indicate that UAV employment in land mapping can cover extensive areas with greater time and cost efficiency. UAVs require less time and manpower compared to terrestrial measurement methods, thus rendering field operations more economical. Moreover, UAVs are capable of presenting comprehensive and accurate data by gathering extensive measurement data in a single flight, which can be presented in various formats. Additionally, UAVs can map areas that are difficult to access or navigate, such as steep slopes or high cliffs, which often pose challenges in manual measurements. Keywords: Accuracy, Spatial Data Quality, Land Data, Regulation, UAV.   INTISARI Pemanfaatan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dalam pemetaan bidang tanah telah secara signifikan meningkatkan kualitas data spasial. UAV tidak hanya berperan sebagai peta dasar pendaftaran, melainkan juga mendukung proses pemetaan dan peningkatan akurasi data spasial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan UAV dalam meningkatkan akurasi dan keakuratan data spasial pertanahan melalui pendekatan kajian pustaka. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan UAV dalam pemetaan tanah mampu mencakup area yang luas dengan fleksibilitas waktu dan biaya yang lebih efisien. UAV membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang lebih sedikit dibandingkan dengan metode pengukuran terestris, sehingga membuat operasional di lapangan menjadi lebih hemat. Selain itu, UAV mampu menyajikan data yang komprehensif dan akurat dengan mengumpulkan banyak data pengukuran dalam satu penerbangan, yang nantinya dapat disajikan dalam berbagai format. Selain itu, UAV juga dapat memetakan area yang sulit dijangkau atau sulit diakses, seperti lereng curam atau tebing tinggi, yang sering menjadi hambatan dalam pengukuran manual. Kata Kunci: Akurasi, Kualitas data spasial, Data Pertanahan, Regulasi, UAV.
Evaluasi Struktur Ruang Kota Berdasarkan Ketersediaan Sarana Permukiman di Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah Hidayat, Taufiq; Evitasari, Sherly
Kadaster: Journal of Land Information Technology Vol. 2 No. 1 (2024): Kadaster: Journal of Land Information Technology
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/kadaster.v2i1.31

Abstract

The presence of development disparities among sub-districts poses a significant issue for Rembang Regency. This study aims to assess the development level of the city, determine the centrality index for each sub-district, analyze the needs for facilities and infrastructure, and evaluate the carrying capacity of settlements in Rembang Regency. The findings will serve as a reference for policy formulation in regional development. This research employs quantitative methods, utilizing data from the Central Statistics Agency. Results from the scalogram analysis and centrality index indicate notable disparities between sub-districts in Rembang Regency. The highest service center and centrality value are concentrated in the Rembang sub-district, which serves as the capital of Rembang Regency. This is attributable to the sub-district's role as the governmental and economic hub of the region. Furthermore, the analysis of facility needs underscores the importance of developing educational facilities to enhance education services across Rembang Regency, ensuring they are accessible to the entire community. The availability of land in Rembang Regency is deemed highly conducive to the development of settlement facilities, as the settlement capacity has not been exceeded. Keywords: Urban Spatial Structure, Residential Facilities, Urban Development Analysis Rembang Regency, Central Java Province.   INTISARI Keberadaan disparitas pembangunan antar-kecamatan merupakan masalah signifikan bagi Kabupaten Rembang. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat perkembangan kota, menentukan indeks sentralitas untuk setiap kecamatan, menganalisis kebutuhan fasilitas dan infrastruktur, serta mengevaluasi daya dukung permukiman di Kabupaten Rembang. Temuan ini akan menjadi acuan bagi perumusan kebijakan dalam pembangunan daerah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan memanfaatkan data dari Badan Pusat Statistik. Hasil dari analisis skalogram dan indeks sentralitas menunjukkan adanya disparitas yang signifikan antar kecamatan di Kabupaten Rembang. Nilai pusat pelayanan dan sentralitas tertinggi terkonsentrasi di Kecamatan Rembang, yang berfungsi sebagai ibu kota Kabupaten Rembang. Hal ini disebabkan oleh peran kecamatan tersebut sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi di wilayah ini. Lebih lanjut, analisis kebutuhan fasilitas menekankan pentingnya pengembangan fasilitas pendidikan untuk meningkatkan layanan pendidikan di seluruh Kabupaten Rembang, memastikan aksesibilitasnya bagi seluruh masyarakat. Ketersediaan lahan di Kabupaten Rembang dianggap sangat mendukung pengembangan fasilitas permukiman, karena kapasitas permukiman belum terlampaui. Kata Kunci: Struktur Ruang Kota, Sarana Permukiman, Analisis Pembangunan Kota, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah.
Analisis Jamaknya Kerangka Acuan Koordinat dalam Survei dan Pemetaan Kadastral : Studi di Daerah Magelang dan Sleman Nugroho, Tanjung; Suharto, Eko; Sunarto; Febriantoro Wibowo, Farizal; Ajie, Kuna
Kadaster: Journal of Land Information Technology Vol. 2 No. 1 (2024): Kadaster: Journal of Land Information Technology
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/kadaster.v2i1.32

Abstract

An unusual situation exists in Indonesia, where cadastral measurement and mapping for land registration do not adhere to a single coordinate reference framework. The Technical Guidelines for PTSL (2020–2022) state that land parcel measurements can be tied to the National TDT and/or to CORS reference stations, despite the fact that these two use different datum systems. If this is done, issues of gaps and overlaps may arise between adjacent land parcels during mapping. This study aims to highlight the multiplicity of coordinate reference frameworks used in cadastral measurement and mapping, and their relation to the national single map policy. A descriptive-comparative method with a quantitative approach was employed to compare the coordinates resulting from TDT measurements that fall within different coordinate systems and are used in cadastral mapping. The results indicate significant differences in the TDT position coordinates due to the different epoch references of the datum systems, as well as variations in the shape of the TDT network in the study area. This implies that TDT of orders 2, 3, 4, and densification orders from BPN cannot be used as a reference for land parcel binding in cadastral mapping. Keywords: mapping datum, multiple coordinate reference frameworks, coordinate differences, cadastral mapping.   INTISARI Suatu kondisi yang tidak lazim terjadi di Indonesia, di mana pengukuran dan pemetaan kadastral untuk pendaftaran tanah tidak mengacu pada satu kerangka acuan koordinat yang tunggal. Petunjuk Teknis PTSL (2020–2022) menyatakan bahwa pengukuran bidang-bidang tanah dapat diikatkan pada TDT Nasional dan/atau pada stasiun acuan CORS, meskipun keduanya menggunakan sistem datum yang berbeda. Jika hal ini dilakukan, akan timbul masalah gap dan overlap pada bidang-bidang tanah yang berbatasan saat pemetaan dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap keberagaman kerangka acuan koordinat yang digunakan dalam pengukuran dan pemetaan kadastral, serta kaitannya dengan kebijakan peta tunggal nasional. Metode deskriptif-komparatif dengan pendekatan kuantitatif digunakan untuk membandingkan koordinat hasil pengukuran TDT yang berada pada sistem koordinat yang berbeda dan digunakan dalam pemetaan kadastral. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam koordinat posisi TDT, yang disebabkan oleh perbedaan epok referensi sistem datum. Selain itu, terdapat variasi perubahan bentuk jaring TDT di daerah penelitian. Ini berarti bahwa TDT orde 2, 3, 4, dan orde perapatan dari BPN tidak dapat digunakan sebagai acuan pengikatan bidang tanah untuk pemetaan kadastral. Kata Kunci: datum pemetaan, kerangka acuan koordinat yang beragam, perbedaan koordinat, pemetaan kadastral.
Prospek Pemanfaatan Teknologi Blockchain untuk Mengoptimalkan Keamanan Dokumen Pertanahan Elektronik: Sebuah Tinjauan Literatur Secara Sistematik Paskah Nugraha, Joshua; Wahyuni; Kusmiarto, Kusmiarto
Kadaster: Journal of Land Information Technology Vol. 2 No. 1 (2024): Kadaster: Journal of Land Information Technology
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/kadaster.v2i1.37

Abstract

In accordance with Minister of ATR/BPN Regulation No. 3 of 2023, the Ministry of ATR/BPN has initiated the implementation of an electronic land registration system, including the transition of Land Books and Survey Letters to digital formats. However, concerns regarding the security of electronic certificates have increased due to the threat of data breaches. Blockchain technology, with its robust encryption and immutable decentralization, is proposed as a solution to enhance the security, transparency, and efficiency of land administration. This study aims to examine the current status of land document digitization and its potential integration with Blockchain; evaluate how Blockchain can improve security and prevent forgery of electronic documents; identify technical and policy challenges associated with Blockchain implementation and strategies to address them; and assess the urgency of Blockchain adoption for securing electronic land documents in Indonesia. A systematic literature review was employed to identify risks and challenges in the implementation process. The findings suggest that Blockchain has significant potential to improve the security and trustworthiness of the land administration system, despite challenges such as data storage efficiency, user security, energy consumption, and the lack of specific regulations. Effective implementation of Blockchain will require thorough preparation, stakeholder collaboration, and public education on its benefits and security. Keywords: Blockchain; Electronic Land Document Security; Blockchain Implementation in Indonesia; Electronic Land Registration System; Land Information Technology.   INTISARI Sesuai Peraturan Menteri ATR/Ka BPN No. 3 Tahun 2023, Kementerian ATR/BPN telah mulai menerapkan sistem pendaftaran tanah elektronik, termasuk alih media Buku Tanah dan Surat Ukur ke format digital. Namun, kekhawatiran mengenai keamanan sertipikat elektronik meningkat akibat ancaman peretasan data. Teknologi Blockchain, dengan enkripsi kuat dan desentralisasi yang tidak dapat dimanipulasi, diusulkan untuk meningkatkan keamanan, transparansi, dan efisiensi administrasi pertanahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kondisi terkini alih media dokumen pertanahan dan potensi integrasinya dengan Blockchain; mengevaluasi bagaimana Blockchain dapat meningkatkan keamanan dan mencegah pemalsuan dokumen elektronik; mengidentifikasi tantangan teknis dan kebijakan dalam penerapan Blockchain serta strategi untuk mengatasinya; dan menilai urgensi penerapan Blockchain dalam pengamanan dokumen pertanahan elektronik di Indonesia. Metode tinjauan literatur sistematis digunakan untuk mengidentifikasi risiko dan tantangan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Blockchain berpotensi besar dalam meningkatkan keamanan dan kepercayaan sistem pertanahan, meskipun ada tantangan seperti efisiensi penyimpanan, keamanan pengguna, konsumsi energi, dan kurangnya regulasi spesifik. Penerapan Blockchain memerlukan persiapan matang, sinergi antara pemangku kepentingan, dan edukasi masyarakat mengenai manfaat dan keamanannya. Kata Kunci: Blockchain; Keamanan Dokumen Elektronik Pertanahan; Penerapan Blockchain di Indonesia; Sistem Pendaftaran Tanah Elektronik; Teknologi Informasi Pertanahan.
Tipologi Permasalahan Kualitas Data Pertanahan PTSL Terintegrasi Tahun 2023 di Kantor Pertanahan Kabupaten Blora Luluk Qoniah Khoirunisa; Suhattanto, Muh. Arif; Kusmiarto, Kusmiarto
Kadaster: Journal of Land Information Technology Vol. 2 No. 2 (2024): Kadaster: Journal of Land Information Technology
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/kadaster.v2i2.33

Abstract

Improving the quality of land data is one of the key steps in completing the Systematic Land Registration (PTSL) program for registered land parcels. At the Land Office of Blora Regency, there are registered land parcels that cannot be mapped in the registration map, categorized under K4.2. The purpose of this research is to describe the process of identifying K4.2, the typology of problems, and potential solutions at the Land Office of Blora Regency. Using a qualitative research method with a practical action research approach, the findings reveal that the condition of K4.2 PTSL integrated in 2023 is not entirely pure K4.2, as an analysis in Jejeruk Village and Ngloram Village found several land parcels that could have their data quality improved. The typology of problems for K4.2 land parcels is classified into three main categories: land data anomalies, overlapping certificates on old rights, and untraceable locations. Potential solutions for resolving K4.2 land parcels include improving physical data and the Land Office Computerization System (KKP) data, cancelling rights based on the owner's declaration of land rights relinquishment, and publishing K4.2 in village offices. Additionally, a follow-up regulation is needed to address the resolution of K4.2 issues. Keywords: Improvement of Land Data Quality, Integrated Systematic Land Registration, Blora Land Office, Overlapping Certificates, Land Rights Relinquishment.   INTISARI Peningkatan kualitas data pertanahan merupakan salah satu penyelesaian kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk bidang tanah yang sudah terdaftar. Di Kantor Pertanahan Kabupaten Blora terdapat bidang tanah terdaftar yang tidak dapat dipetakan dalam peta pendaftaran yang dikategorikan dalam K4.2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses identifikasi K4.2, tipologi permasalahan, dan potensi solusinya pada Kantor Pertanahan Kabupaten Blora. Melalui metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan praktis didapatkan hasil bahwa kondisi bidang tanah K4.2 PTSL terintegrasi tahun 2023, tidak serta merta murni K4.2 karena setelah dilakukan analisis di Desa Jejeruk dan Desa Ngloram terdapat beberapa bidang tanah yang dapat ditingkatkan kualitas datanya. Tipologi permasalahan bidang-bidang tanah K4.2 digolongkan menjadi tiga kategori utama yaitu anomali data pertanahan, tumpang tindih sertipikat di atas hak lama, dan lokasi tidak ditemukan. Potensi solusi yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan bidang-bidang tanah K4.2 yaitu perbaikan data fisik dan data KKP (Komputerisasi Kantor Pertanahan), penghapusan hak dengan dasar surat pernyataan pelepasan hak atas tanah oleh pemilik, dan publikasi K4.2 di kantor desa serta diperlukan aturan tindak lanjut tentang penyelesaian K4.2. Kata Kunci: Peningkatan Kualitas Data Pertanahan, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Terintegrasi, Kantor Pertanahan Blora, Tumpang Tindih Sertipikat, Pelepasan Hak Atas Tanah.
Cloud GIS: Desain Pemanfaatan Teknologi Spasial untuk Inventarisasi Data dan Informasi Penguasaan, Pemilikan, Pemanfaatan, dan Penggunaan Tanah Arnanto, Ardhi; Wahyuni; Katon Prasetyo, Priyo; Wulansari, Harvini; Mujiati
Kadaster: Journal of Land Information Technology Vol. 2 No. 2 (2024): Kadaster: Journal of Land Information Technology
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/kadaster.v2i2.36

Abstract

This study implements cloud GIS technology for data and information inventory activities on land control, ownership, utilization, and use. The rapid development of this technology significantly helps in data collection and visualization, making it a beneficial tool for policymakers in the land sector. This study uses the research and development research design method. This study is fascinating because it involves many data collectors, namely 623 people, who inventory data and information on land control, ownership, utilization, and use of cloud GIS technology. The results of this study conclude that P4T data inventory activities can use cloud GIS technology in data and information inventory activities on land control, ownership, utilization, and use. The results of the cloud GIS system implementation evaluation analysis show that the work speed aspect shows a value of 87.5%, the work comfort aspect shows a value of 65%, and the work productivity aspect shows a value of 85.5%. Keywords: Inventory, Land Rights, Land Ownership, Land Utilization, and Land Use   INTISARI Penelitian ini mengimplementasikan teknologi cloud GIS untuk kegiatan inventarisasi data dan informasi penguasaan, kepemilikan, pemanfaatan, dan penggunaan tanah. Perkembangan pesat teknologi ini secara signifikan membantu dalam pengumpulan dan visualisasi data, menjadikannya alat yang sangat membantu bagi pengampu kebijakan dalam bidang pertanahan. Penelitian ini menggunakan metode desain penelitian research and develoment. Hal ini sangat menarik untuk dipelajari karena melibatkan banyak pengumpul data, yaitu 623 orang untuk menginventarisasi data dan informasi tentang penguasaan, pemilikan, pemanfaatan, dan penggunaan tanah dengan teknologi cloud GIS. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi cloud GIS dapat digunakan dalam kegiatan inventarisasi data dan informasi penguasaan, pemilikan, pemanfaatan, dan penggunaan tanah. Hasil analisis evaluasi implementasi sistem cloud GIS menunjukkan aspek kecepatan kerja menunjukkan nilai 87,5%, aspek kenyamanan kerja menunjukkan nilai 65%, dan aspek produktivitas kerja menunjukkan nilai 85,5%. Kata Kunci: Inventarisasi, Penguasaan Tanah, Pemilikan Tanah, Pemanfaatan Tanah, Penggunaan Tanah, Cloud GIS
Identifikasi Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor serta Upaya Penanggulangannya di Kabupaten Gunungkidul Hikmah Ramadanti, Shafa
Kadaster: Journal of Land Information Technology Vol. 2 No. 2 (2024): Kadaster: Journal of Land Information Technology
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/kadaster.v2i2.38

Abstract

Gunungkidul Regency is the largest area in the Special Region of Yogyakarta and has a high potential for landslides due to its predominantly hilly terrain with steep slopes. This study aims to identify landslide-prone areas in Gunungkidul Regency and the efforts to mitigate such disasters. The research employs a quantitative method based on spatial analysis, utilizing spatial and descriptive approaches. Several parameters are used to determine the level of landslide susceptibility, including slope gradient maps, rainfall maps, soil type maps, and land use maps. The levels of susceptibility are categorized into three classes: low, moderate, and high. The findings indicate that the area with low susceptibility covers 36,044,875.89 m², moderate susceptibility covers 946,266,948.9 m², and high susceptibility covers 456,989,057.6 m². Geographic Information Systems (GIS) play a crucial role in mapping landslide-prone areas in Gunungkidul Regency, providing a valuable reference for government authorities in formulating disaster mitigation policies. Moreover, community participation in disaster prevention and government policies in post-disaster land management are essential to minimizing landslide risks in the region. Keywords: Landslide Hazard Mapping, Geographic Information Systems (GIS), Landslide Susceptibility Analysis, Disaster Risk Management, Spatial Analysis for Landslides. INTISARI Kabupaten Gunungkidul merupakan wilayah terluas di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki potensi besar terhadap bencana tanah longsor karena didominasi oleh daerah perbukitan dengan kemiringan terjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah rawan bencana longsor di Kabupaten Gunungkidul serta upaya penanggulangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif berbasis analisis spasial dengan pendekatan keruangan dan deskriptif. Penelitian ini menggunakan beberapa parameter, yaitu peta kemiringan lereng, peta curah hujan, peta jenis tanah, dan peta penggunaan lahan, untuk menentukan tingkat kerawanan bencana longsor. Tingkat kerawanan tersebut terbagi menjadi tiga kelas, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas daerah dengan tingkat kerawanan rendah adalah 36.044.875,89 m², tingkat sedang 946.266.948,9 m², dan tingkat tinggi 456.989.057,6 m². Sistem Informasi Geografis (SIG) berperan dalam pemetaan daerah rawan bencana longsor di Kabupaten Gunungkidul sehingga dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam menetapkan kebijakan mitigasi bencana. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam mengantisipasi bencana tanah longsor serta kebijakan pemerintah dalam pengendalian pertanahan pascabencana sangat diperlukan guna meminimalkan risiko bencana longsor di wilayah ini. Kata Kunci: Pemetaan Rawan Longsor, Sistem Informasi Geografis (SIG), Analisis Kerentanan Longsor, Manajemen Risiko Bencana, Analisis Spasial untuk Longsor.
Kesesuaian KDB terhadap RDTRK dan Implikasinya pada Suhu Permukaan Tanah di Kota Sungai Penuh Prayogo, Agung; Rifa'i, Ahmad; Mutia Rakan, Salwa; Ningsih, Septiani
Kadaster: Journal of Land Information Technology Vol. 2 No. 2 (2024): Kadaster: Journal of Land Information Technology
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/kadaster.v2i2.39

Abstract

The increasing population in Sungai Penuh City has triggered changes in land use, impacting the Building Coverage Ratio (BCR) and leading to a reduction in Green Open Spaces (GOS). This contributes to the rise in land surface temperature. The BCR serves as a regulatory tool in the Detailed Spatial Planning (RDTRK), but suboptimal implementation of its provisions can disrupt environmental balance. This study aims to determine the level of compliance between the BCR and RDTRK, as well as to examine its impact on land surface temperature in the region. The research employs a quantitative method with an associative experimental approach, utilizing spatial data analysis acquired from various geoportals. The analysis results indicate that the lower the BCR compliance value, the higher the land surface temperature. This highlights the importance of proper spatial management to maintain ecosystem balance and mitigate the Urban Heat Island (UHI) effect in urban areas. This study recommends spatial policies focused on controlling BCR and developing green infrastructure to create more comfortable and sustainable urban environments. The findings are expected to serve as a reference for local governments and related stakeholders in designing policies that support environmental sustainability in urban areas. Furthermore, this research has the potential to develop a new analytical model integrating BCR, RDTRK, and land surface temperature variables, which can be used as a reference for further studies in the fields of spatial planning and environmental management. Keywords: Keywords: Land Use Change, Urban Environmental Balance, Impact of Urbanization on the Environment, Influence of BCR on Surface Temperature, Urban Heat Island (UHI) Mitigation Strategies.  INTISARI Peningkatan jumlah penduduk di Kota Sungai Penuh memicu perubahan penggunaan lahan yang berdampak pada Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan menyebabkan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH). Hal ini berkontribusi pada kenaikan suhu permukaan tanah. KDB berperan sebagai pengatur dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK), tetapi pelaksanaan ketentuan yang kurang optimal dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kesesuaian KDB terhadap RDTRK serta melihat pengaruhnya terhadap suhu permukaan tanah di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen asosiatif melalui analisis data spasial yang diakuisisi dari berbagai geoportal. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin rendah nilai kesesuaian KDB, suhu permukaan tanah semakin tinggi. Hal ini menunjukkan pentingnya pengelolaan tata ruang yang baik untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi efek Urban Heat Island (UHI) di perkotaan. Studi ini merekomendasikan kebijakan tata ruang yang berfokus pada pengendalian KDB dan pengembangan infrastruktur hijau agar lingkungan perkotaan menjadi lebih nyaman dan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Daerah dan pihak terkait dalam merancang kebijakan yang mendukung keberlanjutan lingkungan di kawasan perkotaan. Selain itu, penelitian ini berpotensi mengembangkan model analisis baru yang menggabungkan variabel KDB, RDTRK, dan suhu permukaan tanah, sehingga dapat dijadikan rujukan untuk penelitian lebih lanjut di bidang tata ruang dan lingkungan. Kata Kunci: Perubahan Penggunaan Lahan, Keseimbangan Lingkungan Perkotaan, Dampak Urbanisasi terhadap Lingkungan, Pengaruh KDB terhadap Suhu Permukaan, Strategi Pengendalian Urban Heat Island (UHI).
Rancang Bangun Aplikasi Marketplace Digital Tanah Berbasis Sistem Informasi Geografis Eris Elviana Julaida; Auliaputri Salsabila, Azka; Heriza Fiandini, Putri; Ardian Saputra, Dani; Naufal Adittama, Rafli
Kadaster: Journal of Land Information Technology Vol. 2 No. 2 (2024): Kadaster: Journal of Land Information Technology
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/kadaster.v2i2.40

Abstract

The public often faces challenges in land transactions due to limited access to information. This study develops a digital land marketplace application based on Geographic Information System (GIS), named "BELITANAHKU". The primary objective of this research is to enhance the efficiency and transparency of land transactions in Indonesia by providing a platform that facilitates access to spatial information and legal ownership data. This study employs the Rapid Application Development (RAD) approach with a qualitative descriptive data analysis technique. The collected data includes Parcel Identification Number (NIB), location, land area, ownership status, and potential issues, obtained through observation and interviews.The research findings indicate that "BELITANAHKU" provides comprehensive land information, enables sellers to easily upload land data, and allows buyers to compare properties based on location and price through an interactive map. This platform is expected to address challenges in land transactions, such as legal certainty and fraud risks. With further development, this application has great potential to drive the digitalization of the land market in Indonesia and facilitate online transactions for both the public and real estate businesses. Keywords: Land Market Digitalization in Indonesia, Digital Land Marketplace, Geographic Information System (GIS), e-Conveyancing, Interactive Property Map Application. INTISARI Masyarakat sering menghadapi kendala dalam transaksi tanah akibat keterbatasan akses informasi. Penelitian ini mengembangkan aplikasi marketplace digital tanah berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang diberi nama "BELITANAHKU". Tujuan utama penelitian ini adalah meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam transaksi jual beli tanah di Indonesia dengan menyediakan platform yang mempermudah akses informasi spasial serta data legal kepemilikan tanah. Penelitian ini menerapkan pendekatan Rapid Application Development (RAD) dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan meliputi Nomor Identifikasi Bidang (NIB), lokasi, luas tanah, status kepemilikan, serta indikasi permasalahan, yang diperoleh melalui metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "BELITANAHKU" dapat menyediakan akses informasi tanah yang komprehensif, memungkinkan penjual untuk mengunggah data tanah dengan mudah, serta memberikan kemudahan bagi pembeli dalam membandingkan properti berdasarkan lokasi dan harga melalui peta interaktif. Platform ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan dalam transaksi tanah, seperti kepastian hukum dan risiko penipuan. Dengan pengembangan lebih lanjut, aplikasi ini memiliki potensi besar dalam mendorong digitalisasi pasar tanah di Indonesia serta mempermudah masyarakat maupun pelaku usaha properti dalam melakukan transaksi secara online. Kata Kunci: Digitalisasi Pasar Tanah Indonesia, Marketplace Tanah Digital, Sistem Informasi Geografis (SIG), Transaksi Jual Beli Tanah Online, Aplikasi Peta Interaktif Properti.

Page 2 of 3 | Total Record : 26