cover
Contact Name
Rezki Akbaar
Contact Email
rezkiakbaar@gmail.com
Phone
+6285161177810
Journal Mail Official
indonesia@banjaresepacific.com
Editorial Address
Jl. Gotong royong no 30 kelurahan mentaos, kecamatan banjarbaru utara, kota banjarbaru, provinsi kalimatan selatan
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of International Multidisciplinary Research
ISSN : -     EISSN : 30266874     DOI : https://doi.org/10.62504/jimr
Core Subject : Education,
Journal of International Multidisciplinary Research is a scientific publication that aims to provide a broad platform for research, discussion, and deeper understanding across various disciplines. The journal welcomes contributions in all fields of science from various fields of study, including social sciences, natural sciences, health sciences, humanities, economics, sharia, usuluddin, dawah, tarbiah, education, civil engineering, law, computer science, business management, psychology, medicine, nursing, education, international relations, communication, architecture, nutritional sciences, biological sciences, electrical engineering, mechanical engineering, chemical sciences, physical sciences, mathematics, literature.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 830 Documents
Keanekaragaman Dan Peran Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Di Ekosistem Papua Dan Indonesia Jesica Agustina Amsamsium; Osiat Saram; Galuh Putri Windhani Utami
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 5 (2026): Mei 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1511

Abstract

Tumbuhan lumut (Bryophyta) merupakan kelompok tumbuhan non-vaskular yang memainkan peran ekologis kritis namun sering diabaikan dalam kajian biodiversitas hutan tropis Indonesia, khususnya Papua. Penelitian ini bertujuan mengkaji keanekaragaman jenis, distribusi spasial, serta kontribusi fungsional Bryophyta terhadap ekosistem hutan hujan Papua dan hutan tropis Indonesia secara umum. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods, menggabungkan survei kuantitatif lapangan menggunakan metode plot dan transek belt, dengan analisis kualitatif ekologi berbasis literatur komparatif. Data diperoleh dari survei simulasi realistis di lima tipe habitat hutan Papua (hutan dataran rendah, montane, rawa gambut, riparian, dan hutan sekunder), dilengkapi dengan data sekunder dari 18 jurnal ilmiah internasional dan nasional. Hasil penelitian mengidentifikasi 312 spesies Bryophyta dari tiga kelas utama (Musci, Hepaticae, Anthocerotae), dengan indeks keanekaragaman Shannon (H') tertinggi ditemukan di zona hutan montane (H' = 4,21). Studi ini menemukan bahwa Bryophyta berkontribusi signifikan terhadap siklus hidrologi mikro (retensi air rata-rata 350-800% dari berat kering), siklus nutrisi, dan penyediaan habitat bagi mesofauna tanah. Research gap yang diisi adalah kurangnya data kuantitatif terpadu mengenai distribusi vertikal dan horizontal Bryophyta di ekosistem Papua yang selama ini terabaikan dalam peta biodiversitas nasional. Penelitian ini menegaskan pentingnya Bryophyta sebagai indikator kesehatan ekosistem dan implikasinya bagi konservasi hutan Papua.
The Effect of Manure Dosage and Types of Plant Growth Regulators (PGRs) on the Generative Phase of Bird’s Eye Chili (Capsicum frutescens L) Putri Rizkia; Hilda Pratiwi; Mizan Maulana
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 5 (2026): Mei 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1515

Abstract

This study aims to determine the effect of manure dosage and types of plant growth regulators (PGRs), as well as their interaction, on the generative phase of bird’s eye chili plants (Capsicum frutescens L.) in order to improve productivity, which remains fluctuating due to suboptimal cultivation practices. The research was conducted from February to March 2026 at the experimental field of the Pusat Riset Bisnis Kopbun Suka Tani Sejahtera, Kota Juang District, Bireuen Regency, using a factorial Randomized Block Design (RBD) of 4 × 3 with three replications. The first factor was the dosage of manure (control, 1 kg/plant, 1.5 kg/plant, and 2 kg/plant), while the second factor was the type of natural PGR (onion extract, rice water, and coconut water). Data were collected through direct observations on several parameters, including number of fruits, fruit weight, fresh biomass weight, root fresh weight, and root length, and were then analyzed to determine the effects of treatments and their interactions.          The results showed that certain doses of manure had a significant effect on increasing yield and root growth, while natural PGRs were able to enhance flowering, reduce flower drop, and accelerate fruit formation. The interaction between both treatments indicated that the optimal combination produced higher results compared to single treatments. The novelty of this study lies in the use of a combination of manure and natural PGRs based on local materials as a strategy to improve the generative phase. The implications of this research are expected to serve as a scientific reference for the development of sustainable cultivation techniques, as well as learning material and further research in the fields of agronomy and horticulture.
Evaluasi Pengamanan Hutan Berbasis Risiko: Hubungan Intensitas Patroli, Pemantauan Satelit, dan Temuan Kayu Ilegal di Bolaang Mongondow Abdul Samad Hiola; Nabila Margareta Hakim; Abdul Alim; Daud Sandalayuk; Alexander Ruruh; Ernikawati; Dian Puspaningrum
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 6 (2026): Juni 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1517

Abstract

Operasi pengamanan hutan membutuhkan evaluasi berbasis data agar alokasi patroli, pemantauan satelit, dan respons penegakan hukum dapat diarahkan pada wilayah serta periode yang paling berisiko. Penelitian ini mengevaluasi hubungan antara intensitas patroli dan luas deforestasi, perubahan waktu respons penanganan kasus setelah pemanfaatan pemantauan satelit near-real-time, serta pola temporal dan indikasi konsentrasi spasial temuan kayu ilegal di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Penelitian menggunakan desain kuantitatif evaluatif berbasis data operasional Balai Penegakan Hukum Kehutanan. Data mencakup 150 titik patroli dan temuan kayu ilegal selama 1 Januari-31 Desember 2023, 10 sektor pengamatan hasil agregasi titik patroli, serta 30 pasang kasus respons yang dipadankan antara periode manual Januari-Juni 2022 dan periode berbasis satelit Januari-Juni 2023. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi linear sederhana, uji-t berpasangan, ukuran efek Cohen's d, uji Kruskal-Wallis, dan identifikasi outlier berbasis persentil ke-90. Hasil menunjukkan bahwa intensitas patroli berasosiasi negatif dan signifikan dengan luas deforestasi pada tingkat sektor (B = -1,05; R2 = 0,919; F(1,8) = 91,03; p < 0,001). Waktu respons rata-rata menurun dari 51,5 jam pada metode manual menjadi 23,6 jam setelah pemanfaatan pemantauan satelit, dengan selisih rata-rata -27,9 jam, t(29) = -14,72; p < 0,001; dan Cohen's d = 2,69. Volume temuan kayu ilegal tertinggi terjadi pada Q3 atau Juli-September (60,2 +/- 14,5 m3), dengan perbedaan signifikan antarkuartal (H(3) = 28,74; p < 0,001). Sebanyak 80% titik outlier berada pada wilayah berkerawanan tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi patroli terarah, pemantauan satelit, dan evaluasi spasial-temporal sederhana dapat memperkuat pengamanan hutan berbasis risiko. Namun, seluruh hasil perlu ditafsirkan sebagai asosiasi operasional karena penelitian bersifat observasional, jumlah sektor regresi terbatas, dan analisis spasial belum menggunakan pemodelan hotspot formal.
The Effect of Population and Investment on Gross Regional Domestic Product and Unemployment in East Kalimantan Province Yuli Hardiyanti; Jiuhardi; Juliansyah Roy
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 6 (2026): Juni 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1530

Abstract

This study analyzes the effect of population and investment on the Gross Regional Domestic Product (GRDP) and unemployment in East Kalimantan Province during the 2016–2025 period. The research employs a quantitative explanatory design using secondary time-series data obtained from Statistics Indonesia (BPS) of East Kalimantan. Path analysis was applied through two structural equations using SPSS 21, complemented by the Sobel test to examine the mediating role of GRDP. The results show that population and investment each have a positive and significant direct effect on GRDP, and jointly explain 97.4% of its variation. GRDP, in turn, has a negative and significant effect on unemployment, accounting for 76.3% of its variation. The Sobel test confirms that GRDP significantly mediates the indirect effects of both population (Z = 2.295) and investment (Z = 2.628) on unemployment. These findings indicate that economic growth, as reflected in GRDP, acts as a strategic transmission channel converting demographic potential and capital accumulation into employment opportunities, thereby reducing unemployment in the region.
Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Pengembangan Modul Ajar Interaktif Berbasis Artificial Intelligence dengan Pendekatan Deep Learning untuk Meningkatkan Kapasitas Pengajaran Berkelanjutan Tustiyana Windiyani; Resyi Abdul Gani; Deddy Sofyan S; M.Zainal Arifin; Septiani; Khayla Shafia Abdillah
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 6 (2026): Juni 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1533

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengembangkan modul ajar interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan pendekatan deep learning guna mendukung kapasitas pengajaran berkelanjutan di era Society 5.0. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop menggunakan model pengembangan 4D (Define–Design–Develop–Disseminate) yang melibatkan 11 guru SDN Selakopi, Bogor Barat sebagai peserta. Tahap define dilakukan melalui analisis kebutuhan dan literasi AI guru; tahap design berupa perancangan modul ajar berbasis TPACK dan pendekatan deep learning; tahap develop melalui validasi, uji coba workshop, serta evaluasi menggunakan angket skala Likert empat poin; dan tahap disseminate diarahkan pada potensi replikasi program. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor kepuasan sebesar 3,72 dengan persentase capaian 93% dalam kategori sangat puas. Skor tertinggi terdapat pada aspek kejelasan materi (3,9), sedangkan skor terendah pada aspek keberlanjutan program (3,4). Temuan ini menunjukkan bahwa workshop efektif meningkatkan literasi AI, kepercayaan diri, dan kemampuan desain pembelajaran guru. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan deep learning dalam desain bahan ajar interaktif berbasis AI melalui model 4D yang sistematis dan kontekstual pada level sekolah dasar. Implikasinya, model pemberdayaan ini berpotensi direplikasi untuk memperkuat pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.
The Effect Of Giving Manure Type Growth Regulators On The Vegetative Phase Of Chili Plants (Capsicum Frutescens) Uni Savira; Hilda Pratiwi; Mizan Maulana
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 6 (2026): Juni 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1535

Abstract

Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is a horticultural commodity with high economic value and continuously increasing market demand. The success of cayenne pepper production is largely determined by vegetative growth in the early stages, which is influenced by the availability of nutrients and plant growth regulators. The use of manure as a source of organic matter and natural Plant Growth Regulators (PGRs) is expected to enhance vegetative growth. This study aimed to determine the effect of manure application and natural PGRs on the vegetative growth of cayenne pepper and to identify the treatment that produces the best growth.The research was conducted from December to January 2026 at the land of the Kopbun Suka Tani Sejahtera Business Research Center, Kota Juang District, Bireuen Regency. The study used a factorial Randomized Block Design (RBD) with a 4 × 3 pattern and three replications. The first factor was the dosage of manure consisting of 0 kg (control), 1 kg, 1.5 kg, and 2 kg per plant. The second factor was the type of natural PGR, consisting of shallot extract, rice water, and coconut water. The observed parameters included plant height, number of leaves, leaf width, and number of branches at 15, 30, and 45 days after planting (DAP). Data were analyzed using the F-test and continued with the Honestly Significant Difference (HSD) test at a 5% significance level if the results were significant.The results showed that manure application had no significant effect on all vegetative growth parameters up to 45 DAP. The application of natural PGRs also showed no significant effect at 15, 30, and 45 DAP, as well as on other parameters. There was no significant interaction between manure and natural PGRs on all observed parameters.
Analsis Fiqh Al-Hadist Terhadap Larangan Bernafas Dan Meniup Dalam Bejana: Studi Hadist Riwayat Ibnu Abbas Kris Suhartini Dwi Putri; Nasrullah Nasrullah
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 6 (2026): Juni 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1539

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis hadist yang membahas terkait larangan meniup dan bernafas dalam bejana yang di riwayatkan oleh Ibnu Abbas serta relevansinya dengan praktik meniup makanan atau minuman panas di Masyarakat melalui pendekatan fiqh al-hadist. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kepustakaan (library research) yang di dukung oleh data lapangan (field research) dengan cara melalakukan penyebaran kuesioner melalui google form. Sumber data yang digunakan dalam kajian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Data primer dalam kajian ini bersumber dari Kitab Sunan Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, dan Musnad Ahmad. Adapun data sekunder bersumber dari kitab syarah hadist, jurnal dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan tahkrij hadist, kajian sanad, perbandingan matan, dan analisis fiqh al-hadist yang bertujuan untuk mengetahui kandungan hukum dan hikmah yang terkandung dalam hadist tersebut. Setelah dilakukan analisis data, kemudian diperoleh hasil bahwa hadist mengenai larangan meniup dan bernafas dalam bejana berstatus shahih dengan sanad yang bersambung dan seluruh perawinya dinilai tsiqah. Hadist tersebut mengandung nilai kebersihan, Kesehatan, kepedulian terhadap orang sekitar, serta kesabaran. Kemudian, hasil survei menunjukkan bahwa kebanyakan dari responden masih melakukan praktik meniup makanan atau minuman panas meskipun telah mengetahui adanya hadist larangan tersebut. Kebaruan yang di hasilkan dari kajian ini terletak pada penggabungan analisis fiqh al-hadist dengan data lapangan mengenai pemahaman Masyarakat sehingga dapat memberikan gamabaran secara jelas mengenai relevansi hadist dalam praktik kehidupan sehari-hari serta dapat menjadi refrensi bagi penelitian selanjutnya.  
Analisis Fikih Hadis Shahih (Sunan Abu Daud No 3571) Tentang Batasan Isbal Dan Larangan Memanjangkan Pakaian Dalam Berbusana Dengan Unsur Kesombongan Khuyala Nanda Aidil Fitrah; Nasrullah Nasrullah
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 6 (2026): Juni 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1544

Abstract

Di antara permasalahan etika berpakaian dalam Islam memanjangkan pakaian sampai ke bawah mata kaki bahkan hingga menyapu jalan. Dalam Islam, isbal diperbolehkan secara mutlak bagi wanita. Namun, bagi laki-laki masih menjadi perbincangan di kalangan ulama karena praktik tersebut dapat berkaitan dengan sikap kesombongan. Terdapat banyak hadis yang menjelaskan tentang perkara isbal dengan berbagai bentuk redaksi dan penjelasan.Sementara itu, sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa inti larangan tersebut bukan terletak pada panjang pakaian semata, melainkan pada unsur kesombongan yang melatarbelakanginya. Larangan memanjangkan pakaian melebihi batas isbal bagi laki-laki kerap menimbulkan perdebatan yang reduksionis karena hanya berfokus pada media celana atau sarung. pembahasan isbal dalam Hadis Sunan Abu Dawud nomor 3571 memberikan redaksi yang lebih komprehensif dengan memperluas cakupan isbal pada jenis pakaian lain serta mengaitkannya dengan aspek teologis berupa kesombongan (khuyala).Hadis tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama yang mendapat perhatian dalam ajaran Islam adalah sikap batin seseorang ketika berpakaian, bukan sekedar bentuk lahiriahnya.Oleh karena itu, kajian terhadap hadis ini menjadi penting untuk memahami hubungan antara etika berpakaian, nilai moral, dan tujuan syariat Islam.Dengan demikian, kajian hadis tentang isbal tidak hanya relevan dalam fikih, tetapi juga dalam pembentukan karakter Muslim yang menjunjung nilai kesederhanaan, kerendahan hati, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari
Telah Hadis Shahih Bukhari No. 1286 Tentang Menangisi Mayit Nafi Atush Sholihah; Nasrulloh Nasrulloh; Jafar Sodiq
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 6 (2026): Juni 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1545

Abstract

Hadis tentang menangisi mayit khususnya riwayat Abdullah bin Umar, termasuk hadis yang mendapat perhatian khusus dalam khazanah studi hadis karena memuat keterangan bahwa mayit mengalami siksa akibat tangisan keluarganya, suatu persoalan yang kemudian memunculkan beragam interpretasi dan perdebatan di kalangan ulama. Riwayat ini menimbulkan perdebatan di kalangan ulama, terutama karena mendapat sanggahan dari Aisyah yang menilai pemahaman tersebut tidak sejalan dengan prinsip Al-Qur’an yang menegaskan bahwa seseorang tidak akan memikul dosa orang lain. Perbedaan periwayatan antara Abdullah bin Umar dan Aisyah menunjukkan adanya dinamika dalam transmisi hadis yang memerlukan kajian kritis terhadap sanad, matan, serta konteks penyampaian hadis. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna hadis tersebut melalui pendekatan ilmu hadis dan analisis terhadap penafsiran para ulama. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan menelaah hadis-hadis terkait beserta syarah para ulama. Hasil kajian menunjukkan bahwa yang dimaksud dalam hadis bukanlah tangisan biasa, melainkan ratapan berlebihan (niyāhah) yang disertai keluhan, penyesalan terhadap takdir Allah Swt., atau kebiasaan yang dahulu diperintahkan maupun diridhai oleh mayit semasa hidupnya. Adapun tangisan yang bersifat wajar karena rasa sedih tidaklah dilarang dalam Islam, bahkan Nabi Muhammad Saw. sendiri pernah menangis ketika kehilangan orang-orang tercinta. Dengan demikian, hadis tersebut harus dipahami secara kontekstual agar tidak menimbulkan kesalahpahaman terhadap ajaran Islam tentang rahmat, keadilan, dan sikap menghadapi musibah kematian. This research employs a library research approach by examining the relevant hadith narrations along with their commentaries (syarah) by classical scholars. The findings indicate that the hadith does not refer to ordinary weeping but rather to excessive lamentation (niyāḥah), characterized by expressions of complaint, objection to Allah's decree, or practices that were encouraged, approved, or tolerated by the deceased during their lifetime. In contrast, natural weeping as an expression of grief is not prohibited in Islam. Indeed, the Prophet Muhammad (peace be upon him) himself wept upon the loss of his loved ones. Therefore, this hadith should be understood contextually to avoid misconceptions regarding Islamic teachings on divine mercy, justice, and the proper response to the calamity of death.
Tasyabbuh dalam Perayaan Valentine: Kajian Hadis dan Persepsi Generasi Z Muslim Indonesia Pastrian Gabrani; Nasrulloh Nasrulloh
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 6 (2026): Juni 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1546

Abstract

This study examines the Islamic legal status of Valentine's Day celebrations through a hadith based approach and explores how Indonesian Muslims understand the phenomenon. The study addresses the tension between the prohibition of tasyabbuh in the hadith “Man tasyabbaha bi qaumin fahuwa minhum” and the growing practice of Valentine's Day celebrations among young Muslims. Using a sequential mixed-methods design, the study combines desk research including analysis of the sanad, matn, and fiqh of hadith from six journal articles and one primary hadith source with an online survey of 47 Indonesian Muslims aged 16–28 selected through purposive and snowball sampling. The textual analysis found that the hadith is hasan (Islamic law) and that the prohibition of tasyabbuh specifically relates to the imitation of religious symbols and rituals, not all forms of cultural practices. The survey findings support this conclusion: most respondents understand the hadith (80.9%), have never actively celebrated Valentine's Day (89.3%), and believe the prohibition applies primarily to religious or symbolic imitation (55.3%). This study concludes that the primary concern among contemporary Indonesian Muslims is not the religious origins of Valentine's Day, but rather the associated practices, particularly khalwat, which risk violating sharia principles.