cover
Contact Name
Reski Nofrialdi
Contact Email
nofrialdireski@gmail.com
Phone
+6285263256164
Journal Mail Official
glores.education@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran No. 26B, Purus, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat 25115
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Global Research Education
ISSN : 30266777     EISSN : 30265932     DOI : https://doi.org/10.62194/jw7px425
Core Subject : Education,
The Journal of Global Research Education publishes research papers in the field of Education. Papers published in JGRE address themes of major interest to researchers, practitioners, and policy makers working in different international contexts. Work must be of a quality and context that the Editorial Board think would be of interest to an international readership.
Articles 29 Documents
Penerapan Model Pembelajaran SQ3R Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa Dalam Belajar Bahasa Indonesia di Kelas 1 UPT SD Negeri 38 Cumateh Kecamatan Koto XI Tarusan Tri Santi
Journal of Global Research Education Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/rdqc3w98

Abstract

Untuk bisa mempelajari sesuatu pelajaran dengan baik, kita perlu mendengar, melihat, mengajukan pertanyaan tentangnya, dan membahasnya dengan orang lain. Bukan cuma itu, guru perlu “mengerjakannya”, yakni menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri, menunjukkan contohnya, mencoba mempraktekkan keterampilan dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang telah mereka dapatkan. Tujuan dari penerapan model pembelajaran SQ3R dalam membaca pemahaman adalah untuk peningkatan keterampilan membaca pemahaman melalui model pembelajaran SQ3R pada siswa kelas I UPT SD Negeri 38 Cumateh Kecamatan Koto XI Tarusan pada pelajaran bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik instrumen utama dan instrumen penunjang. Instrumen utama adalah peneliti sendiri yang memiliki syarat, kemampuan mengumpulkan, menyeleksi, menilai, menyimpulkan dan menentukan data. Data tersebut dapat dijelaskan bahwa hasil belajar siswa membaca pemahaman menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini ditandai dengan pencapaian skor rata-rata kelas 66,11% dengan ketuntasan belajar 6,61%. Hasil tersebut berada pada kualifikasi baik (B). Meskipun belum mencapai tarap keberhasilan yang ditargetkan, namun hasil yang dicapai pada siklus II mengalami sedikit peningkatan dibanding pada siklus I. Hal ini dapat dinilai dari nilai rata-rata kelas pada siklus I dari 56,44 menjadi 66,11 dan ketuntasan belajar 6,11%. Hasil belajar siswa membaca pemahaman pada siklus III mencapai rata-rata kelas 81,12 dengan ketuntasan belajar 100%. Hasil belajar siswa tahap ini berada pada kualifikasi sangat baik (SB). Adapun perbandingan hasil belajar siswa membaca pemahaman yang dimulai siklus I, II, dan III adalah sebagai berikut: Pratindakan pencapaian hasil 0%, Pelaksanaan siklus I pencapaian hasil 56,44%, Pelaksanaan siklus II pencapaian hasil 66,11%, Pelaksanaan siklus III pencapaian hasil 88,11%.
Implementasi Pendekatan Kontekstual Melalui Pembelajaran Kooperatif Berbantuan LKS Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa Kelas VII UPT SMP Negeri 1 Ranah Ampek Hulu Mustakin
Journal of Global Research Education Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/gphfmj95

Abstract

Pembelajaran Matematika merupakan bagian dari perhitungan yang menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung. Selama ini siswa kesulitan meningkatkan nilai positif, karena banyak mendapat nilai negatif dan pembelajaran yang bersifat abstrak dengan Implementasi Pendekatan Kontekstual. Untuk membantu siswa dalam meningkatkan prestasi belajar, maka diterapkan  pembelajaran dengan Implementasi Pendekatan Kontekstual yang divariasikan dengan LKS. Penelitian ini didesain melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  peningkatan  prestasi belajar. Klasifikasi pembelajaran matematika melalui penerapan Implementasi Pendekatan Kontekstual dengan meningkatkan prestasi belajar di kelas VII UPT SMP Negeri 1 Ranah Ampek Hulu. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VII UPT SMP Negeri 1 Ranah Ampek Hulu pada semester ganjil, dengan jumlah siswa 22 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga  siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Indikator keberhasilan penelitian ini adalah: Peningkatan persentase  siswa  yang  memperoleh  nilai prestasi ≥ 65  atau  jumlah siswa  yang  belajar tuntas meningkat menjadi 85%. Ketuntasan keaktifan klasikal ≥ 75%. Berdasarkan hasil penelitian di peroleh data kenaikan prosentase pencapaian ketuntasan belajar klasikal pada siklus I 77, 5% dan siklus II 87,5%, sedangkan keaktifan klasikal pada siklus I 61,25% dan siklus II 76,25%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa melalui Implementasi Pendekatan Kontekstual dengan meningkatkan prestasi belajar pada materi Klasifikasi matematika dapat meningkatkan prestasi siswa siswa di kelas VII. Sedangkan saran penelitian ini adalah hendaknya Implementasi Pendekatan Kontekstual dengan meningkatkan prestasi belajar perlu diterapkan pada materi-materi matematika yang  lain karena Implementasi Pendekatan Kontekstual dengan meningkatkan prestasi belajar  memudahkan   siswa   dalam memahami materi yang dipelajari.
Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Siswa Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 13 Padang Yefrizon; Nofriandi
Journal of Global Research Education Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/g6rjwn80

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran pidato terutama standar kompetensi 10 yaitu mengungkapkan informasi melalui presentasi program/proposal dan pidato tanpa teks, khususnya kompetensi dasar 10.2 yaitu berpidato tanpa teks dengan lafal, intonasi, nada, dan sikap yang tepat. Siswa sering malu, kurang berani, dan kurang percaya diri dalam mengungkapkan gagasan, ide dan pikirannya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterampilan berbicara siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 13 Padang melalui model pembelajaran CTL dan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 13 Padang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 13 Padang yang berjumlah 30 orang. Data-data yang dikumpulkan berupa data aktivitas, dokumentasi, catatan lapangan, dan hasil tes unjuk kerja keterampilan siswa dalam berpidato. Analisis data untuk hasil belajar siswa menggunakan analisis kualitatif yang didasari data kuantitatif setelah menghitung semua komponen dan mengambil rata-ratanya. Hasil analisis tes berpidato siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 13 Padang mengalami peningkatan yang signifikan. Sebelum dilakukan tindakan, siswa yang tuntas hanya 9 orang atau sebesar 30% dengan nilai rata-rata 65, tertinggi 81 dan terendah 53. Hasil tes unjuk kerja siswa pada siklus I meningkat dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 18 orang dengan nilai rata-rata 73, tertinggi 83, sedangkan terendah 61, persentase ketuntasan 60% dengan persentase keaktifan siswa 67% . Hasil tes unjuk kerja siswa pada siklus II meningkat signifikan dengan jumlah siswa yang tuntas 25 orang, nilai rata-rata 79, tertinggi 86 sedangkan terendah 67, persentase ketuntasan 83% dengan persentase keaktifan siswa 80%. Dengan demikian, model pembelajaran CTL dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar keterampilan berbicara melalui model CTL siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 13 Padang.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas XI di SMA N 2 Sipora Hewistiranda
Journal of Global Research Education Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/v1zgr512

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah rendahnya hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS SMA N 2 Sipora, dimana mendapatkan hasil belajar dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal yaitu 75 dengan rentang 0-100. Tujuan penelitian untuk mengungkapkan pengaruh motivasi belajar di sekolah dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar mata pelajaran Ekonomi siswa kelas XI IPS SMA N 2 Sipora. Metode penelitian ini adalah kuantitatif karena penelitian ini disajikan dengan angka-angka. Populasi penelitian seluruh siswa kelas XI, terdiri dari tiga kelas berjumlah 57 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu semua populasi dijadikan sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data yaitu jenis angket dan sumber angket. Data hasil belajar siswa di peroleh dari guru mata pelajaran SMA N 2 Sipora. Sedangkan data motivasi dan lingkungan sekolah melalui angkets menggunakan skala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data di analisis menggunakan metode statistik dengan bantuan software SPSS Versi 17. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Motivasi belajar memberikan pengaruh sebesar 78.7% terhadap hasil belajar; (2) Lingkungan sekolah memberikan pengaruh sebesar 83,4% terhadap hasil belajar; (3) Motivasi belajar dan lingkungan sekolah secara bersama-sama memberikan pengaruh sebesar 36.80% terhadap hasil belajar. Hal ini menunjukkan semakin baik motivasi belajar dan lingkungan sekolah maka hasil belajar siswa akan semakin baik pula.
Model Manajemen Sekolah Ramah Anak berbasis Nilai Nilai Budaya Alam Minangkabau (Model Mesra Sisnibam) Irman
Journal of Global Research Education Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/870zap83

Abstract

Pengembangan Model Manajemen Sekolah Dasar Ramah Anak Berbasis Nialai-Nilai Budaya Alam Minangkabau. Penulisan ini berawal dari hasil studi pendahuluan tentang Manajemen Sekolah Ramah Anak pada sekolah Dasar di Kabupaten Tanah Datar. Hasil studi pendahuluan menyimpulkan bahwa penerapan model manajemen berbasis sekolah (MBS) belum bisa memenuhi tuntutan indicator sekolah ramah anak, rata rata keterlaksanaan indicator sekolah ramah anak pada sekolah dasar di kabupaten Tanah Datar tahun 2019 diperoeh 34,38% yang dapat diinterpretasikan kurang terlaksana dengan baik, ruang Perpstakaan belum memadai, belum punya labor, ruang UKS belum memadai, Kantin Sekolah yang tidak sehat, ruang ibadah yang masih kurang, toilet untuk siswa yang belum memadai. Dari 8 indikator, 6 indikator tergolong sangat rendah keterlaksanaannya yaitu 1) program dan fasilitas kesehatan di satuan pendidikan, 2) lingkungan dan infra struktur yang aman, nyaman, sehat dan bersih, 3) partisipasi anak dalam pengelolaan pendidikan, 4) penanaman nilai luhur dan seni budaya, 5) program keselamatan dari rumah ke sekolah, dan 6) peran serta masyarakat dan dunia usaha di sekolah. Pengembangan model (Research and Development), menggunakan model yang dipopulerkan oleh Robert Maribe Branch yaitu: Analyzed, Design, Develop, Implement, dan Evaluate (ADDIE), dengan tahap penelitian: studi pendahuluan, pengembangan, uji lapangan dan di FGD kan. Kontruksi model yang dikembangkan mengacu pada model Robert Maribe Branch yaitu: (ADDIE) Objek penelitian 74 sekolah dasar yang sudah kategori Sekolah Ramah Anak di Tanah Datar. Data dikumpulkan melalui angket, lebar validasi, dan wawancara. Kemudian data kuantitatif diolah dengan cara statistic deskriptif, dan data kualitatif menggunakan teknik analisa data yang disarankan Miles dan Huberman (1992), yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi data. Model final Manajemen Sekolah Ramah Anak Berbasis Nilai-Nilai Budaya Alam Minagkabau dinamai MESRA-SISNIBAM. Dalam model MESRA-SISNIBAM terintegrasi fungsi manajemen yang dikemukakan oleh G.R.Terry dengan nilai-nilai budaya Alam Minangkabau untuk memenuhi kebutuhan dasar anak ( kepentingan bagi anak, tidak diskriminasi, partisipasi anak, dan perlindungan tindak kekerasan) dan dibingkai oleh komponen pendukung (pengambil kebijakan, tungku tigo sajaranagn, orangtua siswa, dewan pendidikan, komite sekolah, dan masyarakat).
Anion Recoqnition Reactios Desfi, Annisa; Zaky, Muhammad; Zarlita, Nessa; Effendy, Velly; Ananda Ismail, Irfan; Insani, Munadia
Journal of Global Research Education Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/cadrtm68

Abstract

In the recognition of anions there are several anions that are tested so that we can recognize the anions. This praticum aims to be able to analyze various kinds of anions in a sample and write down the reaction. This praticum aims to be able to analyze various kinds of anions in a sample and write down the reaction. Analysis of this anion using the method of organoleptic methods Organoleptic properties are properties that can be measured by the senses, for example, taste, aroma, color, and so on There are several types of anions found in the samples tested. These finding implays indicate the formation of deposits and 2 phases formed during the test.
Identification of Cation Reaction and Separation of Group I Cations Silvia, Olena; Ghina Olia, Olivia; Dika Aulia Nasution, Rahma; Sakila Nasution, Rani; Deswinta Maharani Damanik, Silvia
Journal of Global Research Education Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/cvkzpv91

Abstract

Qualitative analysis is an analytical method used to detect the presence of a chemical element in a substance whose composition is unknown. Cations are ions with a positive charge. Qualitative analysis is one of the most effective ways to study chemistry and the elements and their ions in solution. Qualitative analysis can be done in two ways, namely the dry reaction and the wet reaction. The dry method is usually used for solids, while the wet method is used for liquids (solutions) which mostly use water as a solvent. The dry way only provides the necessary information and that information is short term. Meanwhile, the wet method can be used for macro, semi-micro and micro analysis so that there are many advantages, for example the reaction occurs quickly and is easy to work on. Changes that occur in the wet method are the occurrence of precipitate, discoloration of the solution, and the emergence of gas. In the qualitative analysis method we use several reagents including group reagents and specific reagents, these two reagents are carried out to determine the type of anion or cation in a solution. The class reagents used for the most common classification of cations are hydrochloric acid, hydrogen sulfide, ammonium sulfide, and ammonium carbonate. This classification is based on whether a cation reacts with these reagents by forming a precipitate or not. The group I cations form insoluble chlorides, but lead chloride is sparingly soluble in water, and therefore lead never precipitates completely when dilute hydrochloric acid is added to a sample of the remaining lead ions it precipitates quantitatively with H2S in a mutual acidic solution. As well as group II cations, nitrates from group I cations are very soluble among sulfates - sulfates, lead is practically insoluble, while silver sulfate falls more. Cation - Cation in group I consisting of Ag+, Hg+, and Pb2+.
Konsep Pembelajaran Metaverse Virtual Class Gather Town  Dalam Menyambut Indonesia Maju Ananda Ismail, Irfan; Febriyanti, Agnes
Journal of Global Research Education Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/jem87c97

Abstract

Di masa kini dimana teknologi semakin maju virtual bukanlah hal yang baru. Begitu banyak teknologi yang mendukukung kegiatan virtual salah satunya adalah Gather Town yang menghadirkan pengalaman baru dalam konferensi menjadi lebih real membawa kita kedalam metaverse. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan sistem terbarukan yang lebih nyata dalam menghadapai kondisi seperti sekarang ini. Dibandingkan dengan aplikasi virtual lainnya yang hanya menyediakan suara dan video, Gather Town memberikan lebih dengan menghadirkan karakter kita di dalam kelas. Penelitian ini adalah penelitian berjenis kualitatif deskriptif. Hasil respon dari mahasiswa menunjukan bahwa Gather Town sangat menarik dan dapat mengubah karakter sesuai keinginannya dan dampak positifnya guru dapat mengetahui pasti mana siswa yang mengikuti kelas dan mana yang tidak. Tidak hanya sampai disitu ruang kelas juga diatata senyata mungkin, yang digunakan saaat belajar maka siswa bergerak ke meja mereka masing masing dan guru berada di depan  kelas. Gather town selain tampilannya yang menarik juga dapat menjadi alternatif kelas virtual.
Pengembangan LKPD Ikatan Kimia Berbasis Contextual Teaching and Learning untuk Fase F SMA/MA. Putri Rahayu, Nabila; Hardeli
Journal of Global Research Education Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/25cd0502

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan LKPD berbasis Contextual Teaching and Learning pada materi ikatan kimia yang valid dan praktis. Jenis penelitian Educational Design Research (EDR) dengan model pengembangan plomp digunakan dalam penelitian ini. Instrumen pengumpulan data mengguanakn lembar validasi dan lembar praktikalitas. Hasil penelitian pada uji validitas LKPD ikatan kimia berbasis contectual teaching and learning untuk fase F SMA/MA yang dikembangkan diperoleh rata-rata indeks Aiken’s V sebesar 0,91 berada pada kategori valid. Hasil uji praktikalitas guru untuk LKPD yang dikembangkan diperoleh persentase sebesar 94% dengan kategori sangat praktis. LKPD yang dikembangkan memperoleh nilai persentase praktikalitas sebesar 93% dengan kategori sangat praktis.
Deskripsi Pemahaman Multirepresentasi Kimia Peserta Didik Pada Materi Reaksi Kimia Fase E SMAN 1 2 X 11 Kayutanam Rodiatul, Sarah; Alizar
Journal of Global Research Education Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/at5qa221

Abstract

Reaksi kimia adalah materi abstrak yang memerlukan pemahaman yang mendalam. Materi reaksi kimia merupakan materi yang dianggap abstrak, Reaksi kimia adalah konsep dasar yang penting untuk mempelajari kimia lebih lanjut, mengingat hampir seluruh topik kimia melibatkan reaksi kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan multirepresentasi kimia siswa pada materi reaksi kimia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan merupakan soal uraian sebanyak 13 soal mencakup tiga level representasi kimia. Penelitian dilakukan di SMA N 1 2 X 11 Kayutanam. Sampel pada penelitian ini berasal dari kelas X fase E1 dengan jumlah siswa sebanyak 31 siswa. Hasil penelitian menunjukkan presentase makroskopik siswa sebesar 79,145 kategori baik, presentase submikroskopik sebesar 77,68 kategori baik, dan presentase simbolik sebesar kategori kurang.

Page 2 of 3 | Total Record : 29