cover
Contact Name
Kerisman Halawa
Contact Email
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Phone
+6285297738787
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal ABDIMAS MUTIARA
ISSN : 27227758     EISSN : 27227758     DOI : -
Jurnal ABDIMAS MUTIARA diterbitkan oleh Program Studi : Sistem Informasi Fakutas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia di Medan sebagai media untuk menyalurkan pemahaman tentang asfek - asfek multidisiplin ilmu bidang Teknologi, Kesehatan dan Sosial berupa hasil pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September. Redaksi menerima naskah yang belum pernah diterbitkan dalam media lain dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi dengan ketentuan penulisan seperti tercantum pada halaman belakang (petunjuk untuk penulis). Naskah yang masuk akan dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah dan tata cara lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,078 Documents
EDUKASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI (KESPRO) REMAJA PADA KADER POSYANDU REMAJA LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS KELAS I MEDAN Bancin, Dewi; Sitorus, Friska; Anita*, Surya
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The definition of adolescents according to WHO is the population in the age range of 10-19 years, while according to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 25 of 2014 adolescents are residents in the age range of 10-18 years. The Population and Family Planning Agency (BKKBN) has its own definition of youth, according to the BKKBN, adolescents are defined as residents in the age range 10-24 and unmarried (Infodatin Ministry of Health RI, 2014). Health education is one of the methods used to increase a person's knowledge and abilities through practical learning techniques or instructions with the aim of changing or influencing human behavior individually, in groups, or in society to be more independent in achieving the goals of healthy living. The role of the material provider in this counseling is to deliver material related to adolescent reproductive health and the practice of preventing premenstrual complaints (Maryam, 2015). Based on the initial survey conducted at the Medan Class 1 Special Development Institute, data on the number of occupants were 115 people with various types of problems 39% theft, 11% drugs, 7% sexual abuse and 43% child protection, and after being interviewed with 5 teenagers in private apparently they never knew about reproductive health
SOSIALISASI LITERASI INFORMASI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MINAT BACA DI KALANGAN ANAK-ANAK PADA TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) LITERASI INFORMASI Harefa, Hilda Syaf'aini; Nofita Sari, Shinta; Hia, Niscaya
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi informasi yang terjadi saat ini menandakan adanya ledakan informasi yang menimbulkan melebarnya keterbatasan ruang, waktu, dan tempat dalam melakukan akses informasi, dikarenakan akses dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dengan memanfaatkan teknologi informasi. Dalam mengatasi ledakan informasi yang terjadi di masyarakat, maka perlu adanya pemahaman literasi informasi agar masyarakat dapat lebih bijaksana dalam menerima berbagai macam informasi. Dalam rangka menciptakan budaya literasi masyarakat dapat dimulai dengan menanamkan minat membaca anak sejak dini. Membaca dan menulis merupakan literasi yang wajib dikuasai. Dengan memiliki kemampuan baca-tulis, seseorang dapat menjalani hidupnya dengan kualitas yang lebih baik. Masalah minat baca sampai saat ini masih menjadi perhatian kita bersama, karena minat baca masyarakat Indonesia relatif masih sangat rendah. Membaca dapat dikatakan kemampuan awal yang dilewati anak dalam proses menguasai keterampilan membaca secara menyeluruh. Membaca biasa dilakukan atau didapatkan oleh anak Taman Kanak-kanak yaitu sekitar 4-6 tahun. Anak-anak yang memperoleh keterampilan membaca akan lebih mudah menyerap informasi dan pengetahuan pada waktu-waktu selanjutnya dalam kehidupan anak itu sendiri. Kegiatan sosialisasi literasi informasi ini dilakukan pada anak-anak yang menjadi anggota Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Literasi Sosial yang berjumlah 50 peserta. Hasil kegiatan ini yaitu peserta memperoleh pembelajaran dan pengalaman yang menyenangkan tentang sosialisasi literasi informasi dalam meningkatkan minat baca. Dimana sebelumnya para peserta belum memahamai dengan baik tentang literasi informasi secara teori maupun praktik. Setelah mengikuti sosialisasi literasi informasi para peserta mampu memahami tentang literasi informasi terkait minat baca.
PELATIHAN MANAJEMEN PEMASARAN DENGAN KONSEP INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION (IMC) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI KEWIRAUSAHAAN PADA MAHASISWA SEMESTER VII (TUJUH) PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA Haloho, Elizabeth; Ginting, Maretta; Idahwati, Idahwati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungsi pemasaran saat ini tidak hanya menjadi tugas para pemasar di suatu organisasi bisnis. Konsep pemasaran era modern telah bergeser pada suatu pemikiran yang mengemukakan bahwa setiap fungsi di perusahaan memiliki peran strategi dalam mengoptimalkan fungsi pemasaran. Suatu konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang mengakui nilai tambah dari satu rencana komprehensif yang mengevaluasi peran strategis dari berbagai disiplin komunikasi –misalnya, iklan umum, respon langsung, promosi penjualan , dan hubungan masyarakat—dan menggabungkan berbagai disiplin tersebut guna memberikan kejelasan, konsistensi, serta dampak komunikasi yang maksimal. Konsep inilah yang pada akhirnya dikenal dengan dengan Integrated Marketing Communication (IMC). Salah satu pilihan mahasiswa/i setelah selesai menempuh pendidikannya adalah menciptakan lapangan pekerjaan yang baru untuk dirinya sendiri atau menjadi seorang entrepreneur. Tentunya tidak mudah bagi pemula untuk merintis usaha baru. Walaupun dibangku perkuliahan mengikuti mata kuliah kewirausahaan namun tetap saja kurang pengalaman atau ketertarikan pada kegiatan kewirausahaan. Dengan demikian diperlukan pendekatan dalam memberikan pemahaman tentang arti penting kewirausahaan yang memberikan wawasan baru untuk merintis usaha setelah menyelesaikan pendidikan. Kegiatan Pelatihan Manajemen Pemasaran Dengan Konsep Integrated Marketing Communication (IMC) Untuk Meningkatkan Motivasi Kewirausahaan Pada Mahasiswa Semester VII (Tujuh) Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Sosial Universitas Sari Mutiara Indonesia diikuti oleh 45 peserta. Hasil kegiatan ini yaitu peserta memperoleh pembelajaran dan pengalaman yang menyenangkan tentang manajemen pemasaran dengan konsep Integrated Marketing Communication (IMC) dalam meningkatkan minat berwirausaha. Dimana sebelumnya para peserta belum memahamai dengan baik tentang manajemen pemasaran dengan konsep Integrated Marketing Communication (IMC) secara teori maupun praktik. Setelah mengikuti pelatihan manajemen pemasaran dengan konsep Integrated Marketing Communication (IMC) para peserta mampu memahami tentang manajemen pemasaran dengan konsep Integrated Marketing Communication (IMC) terkait minat berwirausaha.
PENYULUHAN KESEHATAN KEPADA IBU TENTANG KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI Efrina Sinurat, Lasma Rina; Siregar, Ronni Naudur; Parapat, Friska Margareth; Resti Eltamala Sarumaha; Ribkah Sani Buulolo
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI eksklusif sangat penting bagi kelangsungan hidup bayi. ASI mengandung growth factor dan zat antibodi. Growth factor dalam ASI berperan dalam membantu proses pematangan organ dan hormon, sedangkan zat antibodi berfungsi membantu proses pematangan sistem imun pada bayi. Beberapa faktor diduga menyebabkan bayi tidak mendapatkan ASI dengan baik. Faktor tersebut adalah faktor karakteristik ibu, faktor bayi, lingkungan, pengetahuan ibu, dukungan keluarga, pendidikan kesehatan, sosial ekonomi dan budaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif yang pertama adalah karena kurangnya pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif (32%) yaitu ibu-ibu menghentikan pemberian ASI karena produksi ASI kurang. Selain itu berdasarkan beberapa laporan studi tentang permasalahan pemberian ASI Eksklusif menemukan faktor-faktor tidak diberikannya ASI eksklusif pada bayi adalah karena ibu sibuk bekerja, gencarnya periklanan tentang penggunaan susu formula, kurangnya sekresi ASI, persepsi tentang bayi tanpa diberi makanan tambahan akan menjadi lapar. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif sangatlah menunjukkan hasil yang cenderung baik dengan diadakannya penyuluhan kesehatan. Hal ini menunjukkan masih diperlukan usaha untuk meningkatkan pengetahuan yang lebih mendalam lagi kepada ibu terkait manfaat pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan tanpa menambahkan dan menggantinya dengan makanan ataupun minuman lainnya selain ASI kecuali vitamin dan obat yang tujuannya adalah agar bayi dapat mempunyai daya tahan tubuh yang baik dan menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, memenuhi energi dan nutrisi kebutuhan bayi, mendukung perkembangan otak yang sehat, serta bayi mendapatkan makanan yang alami, praktis dan higinis.
PELATIHAN PENGGUNAAN BANDICAM BAGI GURU SMAN 13 MEDAN Situmorang, Harold; Sitanggang, Rianto; Manurung*, Immanuel H G
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA Negeri 13 yang terletak di kota Medan, di sekitar daerah Titi Kuning. Dengan mempunyai cukup banyak siswa, maka para guru-guru ditekankan harus membuat bahan pelajaran yang efektif dan efisien. Maka dengan ini Fakultas SAINTI dari Universitas Sari Mutiara Indonesia melaksanakan kegiatan pelatihan menggunakan aplikasi Bandicam. Kegiatan yang meliputi cara mengunduh dan minginstal software aplikasi Bandicam ke laptop atau ke ke Komputer para guru-guru, kemudian dilanjutkan dengan cara pembuatan video dan menyatukan beberapa video rekaman pembelajaran dengan cara menyisipkan transisi di antara beberapa video tersebut, setelah dilakukan penyisipan tulisan dan juga suara pada bagian rekaman video, seperti rekaman pelaksanaan praktek. Pihak penyelengara pelatihan melatih beberapa guru di ruang pelatihan kemudian setelah para guru sudah mampu mengunduh dan menginstal aplikasi Filmora ke laptop masing-masing, kemudian mereka pun membantu para guru yang lain untuk melakukan hal yang sama, sehingga kegiatan tersebut terlaksana dengan efektif dan efisien. Setelah semua guru menginstal Bandicam ke dalam laptopnya, maka kegiatan pelatihan membuat video, menyisip transisi, suara dan text dilaksanakan secara bersamaan kepada semua guru-guru. Aplikasi Bandicam tidak terlalu berat untuk digunakan, di akhir pelatihan semua para guru telah mampu menggunakan aplikasi Bandicam untuk membuat video pembelajaran.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MARKET DAY PADA ORANGTUA DAN PESERTA DIDIK DALAM MEMBANGUN JIWA ENTREPRENEUR DI SDN NO. 064983SAMPALI KEC.PERCUT SEI TUAN Setiawati, Nanda Ayu; Silalahi, Taruli Marito; Sunfriska Limbong, Winny
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menerapkan model pembelajaran market day. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah berbentuk bazar/ pasar rakyat kepada orangtua, peserta didik dan guru SDN No. 064983 Sampali Percut Sei Tuan. Dalam kegiatan ini kita memberikan beberapa contoh kegiatan jual-beli yang baik, memberikan contoh barang dagangan yang diminati banyak orang, dan cara menarik konsumen untuk membeli dagangan. Kegiatan ini sangat disambut antusias oleh peserta didik dan didukung penuh oleh guru dan orangtua. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peserta didik, seperti meningkatkan kemampuan berhitung, meningkatkan ketrampilan marketing (tawar menawar barang jualanya) dan meningkatkan jiwa entrepreneur.
PENINGKATAN KINERJA PERAWAT MELALUI PELATIHAN SUPERVISI DI RUANG RAWAT INAP RSU FULL BETHESDA Saragih, Masri; Hasibuan, Eva Kartika; Bevy Gulo, Adventy Riang
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi merupakan upaya untuk membantu pembina dan peningkatan kemampuan pihak yang disupervisi agar dapat melaksanakan tugas kegiatan yang telah ditetapkan secara efesien dan efektif. Menurut survey awal tim pengabdian, kami melihat bahwa pengetahuan perawat tenang supervisi masih kurang, hal ini ditandai tingkat pengetahuan sebelum dilakukan sosialisasi baik supervisi yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung pada perawat didapatkan hasil 60%, hal ini menjadi permasalahan mitra, sehingga pentingnya diadakan sosialisasi (penyampaian materi) dan pelatihan supervisi. Tujuan Pengabdian ini agar pengetahuan dan aplikasi supervisi pada perawat dapat dilakukan sesuai SOP. Pengabdian ini dilakukan di ruang rawat inap RSU Full Bethesda. Metode pengabdian ini dilakukan dengan metode sosialisasi (penyampaian materi) dan pelatihan, serta diskusi dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini setelah dilakukan sosialisasi dan praktek menunjukkan 85 % perawat paham terkait penjelasan materi tentang supervisi dan 95% perawat dapat mempraktekkan supervisi. Saran bagi manajemen RSU Full Bethesda agar dapat mengevaluasi secara rutin pelaksanaan supervisi baik secara langsung maupun tidak langsung.
PENINGKATAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR Martina, Siska Evi; Gultom, Rumondang; Nababan, Donal
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kampus Mengajar yang merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang merupakan suatu kesempatan bagi para mahasiswa dalam membantu proses pembelajaran di Sekolah Dasar di berbagai Desa/Kota, salah satunya adalah SD Swasta Islam Terpadu Sakinah Azahra di Kabupaten Batu Batu Bara. Pada program ini, mahasiswa yang terlibat memiliki tanggung jawab dalam membantu pihak sekolah dalam berbagai hal, beberapa dianataranya proses mengajar, membantu adaptasi teknologi, dan membantu administrasi. Selain itu, mahasiswa memiliki tanggung jawab dalam memperbaiki karakter siswa dan meningkatkan minat belajar siswa selama penugasannya berlangsung. Hasil dari Program ini yakni sebagai penanaman empati dan kepekaan sosial pada diri mahasiswa terhadap permasalahan kehidupan masyarakat yang ada di sekitarnya, mengasah keterampilan berpikir dalam bekerja bersama lintas bidang ilmu dan ragam asal mahasiswa dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Mengembangkan wawasan, karakter dan Soft Skills mahasiswa, mendorong dan memacu pembangunan nasional dengan menumbuhkan motivasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan; serta meningkatkan peran dan kontribusi nyata perguruan tinggi dan mahasiswa dalam pembangunan nasional.
PENINGKATAN PENGETAHUI MELALUI EDUKASI TENTANG PRE DAN POST CONFERENCE PADA PERAWAT DI RSU SARI MUTIARA LUBUK PAKAM Barus, Darwita Juniwati; Gultom, Rumondang; Sipayung, Rosetty Rita
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya pengetahuan karena kurangnya informasi pelaksanaan oleh perawat pre dan post conference yang tepat memengaruhi apa yang akan dipelajari dalam tindakan keperawatan. Berdasarkan observasi dan wawancara penulis dan perawat ruangan rawat inap di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam, pelaksanaan pre dan post conference belum dilakukan secara optimal, jika hal ini dilakukan secara terus menerus, maka akan memiliki pengaruh tertentu terhadap keperawatan perawat setelah pelaksanaan sebelum dan sesudah pertemuan dan akhirnya berdampak pada mutu pelayanan Rumah Sakit. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan skill perawat dalam penerapan pre dan post conference. Metode kegiatan yang dilaksanakan yaitu edukasi tentang pre dan post conference. Hasil yang diperoleh setelah dilaksanakan edukasi sebelum kegiatan diperoleh 75 % menjadi 100 % perawat mengerti dengan penjelasan materi pre dan post conference.
KETERAMPILAN DAN EDUKASI KESEHATAN MENTAL KADER POSYANDU REMAJA BAGI ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS 1 MEDAN Sinarsi, Sinarsi; Pardede, Jek Amidos; Marpaung, Jhon Kenedi; Wiratma, Dicky Yuswardi
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memahami konsep kesehatan tidak pernah dapat dilepaskan dari pengaruh sejarah dan kemajuan kebudayaan. Sepanjang sejarah makna sehat dan sakit ternyata dipengeruhi oleh peradaban. Selain itu tritmen yang dilakukan juga disesuaikan dengan pemahaman terhadap kesehatan tersebut. Budaya Barat dan Timur ternyata memiliki perbedaan yang mendasar mengenai konsep sehat-sakit. Perbedaan ini kemudian memengaruhi system pengobatan di kedua kebudayaan. Akibatnya, pandangan mengenai kesehatan mental juga berbeda. Namun dengan kemajuan teknologi dan komunikasi yang membuat relasi antar manusia semakin mengglobal, pertemuan antara kedua budaya ini tidak lagi dapat dihindari sehingga sekarang ini ditemui berbagai cara penanganan kesehatan yang mencoba mengintegrasikan system pengobatan antara kedua kebudayaan. Kesehatan mental menurut seorang ahli kesehatan Merriam Webster, merupakan suatu keadaan emosional dan psikologis yang baik, dimana individu dapat memanfaatkan kemampuan kognisi dan emosi, berfungsi dalam komunitasnya, dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Inti dari kesehatan mental sendiri adalah lebih pada keberadaan dan pemeliharaan mental yang sehat. Akan tetapi, dalam praktiknya seringkali kita temui bahwa tidak sedikit praktisi di bidang kesehatan mental lebih banyak menekankan perhatiannya pada gangguan mental daripada mengupayakan usaha-usaha mempertahankan kesehatan mental itu sendiri. Memahami konsep kesehatan tidak pernah dapat dilepaskan dari pengaruh sejarah dan kemajuan kebudayaan. Sepanjang sejarah makna sehat dan sakit ternyata dipengeruhi oleh peradaban. Selain itu tritmen yang dilakukan juga disesuaikan dengan pemahaman terhadap kesehatan tersebut. Kondisi mental yang sehat pada tiap individu tidaklah dapat disamaratakan. Kondisi inilah yang semakin membuat urgensi pembahasan kesehatan mental yang mengarah pada bagaimana memberdayakan individu, keluarga, maupun komunitas untuk mampu menemukan, menjaga, dan mengoptimalkan kondisi sehat mentalnya dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

Page 19 of 108 | Total Record : 1078