cover
Contact Name
Vicki Ahmad Karisman
Contact Email
vicki4karisman@gmail.com
Phone
+6282121037383
Journal Mail Official
vickiak@stkippasundan.ac.id
Editorial Address
Jl. Permana No. 32 B
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Aksara Raga
ISSN : 27159744     EISSN : 27764168     DOI : 10.37742
Jurnal Pengabdian Aksara Raga, jurnal Pengabdian pada Masyarakat terbitan STKIP Pasundan Cimahi, yang berdiri pada tahun 2019. Jurnal ini menerbitkan artikel hasil-hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam lingkup pendidikan, yang berkualitas tinggi untuk mendukung terlaksananya Tridharma Perguruan Tinggi. Penulis dapat memasukkan artikel ke dalam jurnal berbahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 82 Documents
Meningkatkan Derajat Sehat Melalui Pembuatan Sumur Bor Air Bersih Di Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Aep Rohendi; Ridha Mardiani; Ardian Totani
aksararaga Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksararaga.v4i2.84

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang berjudul "Meningkatkan Derajat Sehat Melalui Pembuatan Sumur Bor Air Bersih di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat" bertujuan untuk menyediakan akses air bersih yang aman bagi warga desa. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat. Dengan adanya akses air bersih yang memadai, diharapkan akan terjadi penurunan angka penyakit yang disebabkan oleh air tidak layak konsumsi. Metode yang digunakan dalam program ini adalah pembangunan sumur bor sebagai sumber air bersih utama di desa. Proses ini melibatkan beberapa tahap, termasuk survei lokasi, pengeboran, dan pemasangan sistem distribusi air. Populasi target dari program ini adalah seluruh warga Desa Pagerwangi, dengan sampel yang diambil untuk penelitian terdiri dari 50 keluarga yang dipilih secara acak. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner untuk mengukur dampak akses air bersih terhadap kesehatan masyarakat, serta lembar observasi untuk mengevaluasi kondisi sanitasi sebelum dan sesudah pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kualitas hidup warga desa setelah adanya akses air bersih. Kuesioner yang diisi oleh sampel keluarga menunjukkan penurunan angka penyakit terkait air hingga 40%. Selain itu, kondisi sanitasi lingkungan juga mengalami perbaikan yang cukup besar. Program ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan derajat sehat masyarakat Desa Pagerwangi melalui penyediaan air bersih yang memadai.
Sosialisasi Olahraga Panahan Untuk Guru PJOK Sekolah Dasar Se-Kecamatan Saguling Bandung Barat: Sosialisasi Olahraga Panahan Untuk Guru PJOK Sekolah Dasar Se-Kecamatan Saguling Bandung Barat hasmarita, sony; Juniarni Hardi, Veny; Supriyatni, Deswita; Yunisal, Papat; Meirizal, Yopi; Gunawan, Gugun; ishak, muchamad
aksararaga Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksararaga.v6i2.99

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas sosialisasi olahraga panahan bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Sekolah Dasar se-Kecamatan Saguling, Bandung Barat. Sosialisasi ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman guru mengenai olahraga panahan sebagai alternatif kegiatan olahraga yang dapat diterapkan di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dengan teknik pelatihan langsung dan simulasi, diikuti dengan diskusi dan tanya jawab. Populasi pada penelitian ini sebanyak 35 guru olahraga, teknik sampling menggunakan total sampling, jadi sample pada penelitian ini sebanyak 35 orang guru olahraga, intrumen penelitian ini dengan mengunakan tes keterampilan memanah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan guru mengenai teknik dasar panahan, peralatan yang digunakan, serta pentingnya aspek keamanan dalam olahraga panahan. Tes awal di dapat nilai rata-rata sebesar 6,71 atau 44,76%. Kemudian tes akhir diperoleh hasil sebesar 8,71 atau 58 %. Maka dari itu di peroleh selisih atau peningkatan atara tes awal dan tes akhir sebesar 13 atau 13,43%. Sehingga dapat di simpulkan Sosialisasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan guru PJOK tentang olahraga panahan, para guru memperoleh keterampilan dasar yang diperlukan dalam panahan.
Pelaksanaan Professional Learning Colaboratif (PLC) Terkait Implementasi PJOK di Era Kurikulum Merdeka: Professional Learning Colaboratif (PLC); PJOK; Kurikulum Merdeka Juditya, Silvy; Zakaria, Dhani Agusni Zakaria; Rusmana, Ruslan Rusmana; Sutiswo; Budiman
aksararaga Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksararaga.v6i2.100

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melihat dampak Pelaksanaan Kegiatan Kolaboratif Kelompok Terkait Pemahaman Guru Pada Implementasi PJOK. Metode kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan secara luring selama 2 hari. Peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini berjumlah 29 orang guru pendidikan jasmani yang tersebar di wilayah Kota Cimahi. Pengukuran pemahaman tentang penulisan karya tulis ilmiah dilakukan sesudah pelaksanaan. Dari hasil pengukuran sesudah pelaksanaan pelatihan didapat hasil terjadi peningkatan pemahaman guru PJOK pada pasca kegiatan penguatan impelementasi kurikulum merdeka dan kegiatan penguatan ini sangat membantu para guru penjas dalam meningkatkan pemahaman terkait assensi PJOK, capaian pembelajaran PJOK dan elemen serta penyusunan perangkat ajar pada era kurikulum merdeka.
Pendampingan Kebugaran Lansia Dan Anak-Anak Melalui Program Gerakan Sabtu Sehat Di Nagari Tanjung Barulak Safrizal, Safrizal; Hawari, Atika; Farianda, Annisa; Putri, Dian Amanah
aksararaga Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksararaga.v6i2.101

Abstract

Program gerakan sabtu sehat menjadi sarana untuk membangun interaksi sosial yang positif, mengurangi rasa kesepian pada lansia, dan meningkatkan kebahagiaan pada anak-anak melalui aktivitas yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan meningkatkan kebugaran jasmani lansia dan anak-anak melalui program gerakan sabtu sehat di Nagari Tanjung Barulak. Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Hasil pengabdian masyakat ini menjukkan bahwa kegiatan program gerakan sabtu sehat memberikan manfaat fisik dengan meningkatkan kebugaran jasmani peserta, baik lansia maupun anak-anak. Secara sosial, program ini mempererat hubungan antar generasi dan memperkuat solidaritas komunitas. Selain itu, program gerakan sabtu sehat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan menjalani pola hidup sehat.
MEMBANGUN KELAS YANG AKTIF, MENYENANGKAN, DAN BERMAKNA: WORKSHOP ICEBREAKERS BERBASIS BKoF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Alviaderi Novianti; Iis Suryani Herdiah; Martina Mulyani; Indra Sudrajat; Susie; Retno Wiyati; Novandy Adhitya; Emma; Dina
aksararaga Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksararaga.v6i2.102

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu para guru Bahasa Inggris di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Cimahi dalam memberikan alternatif pendekatan pembelajaran Bahasa Inggris dilengkapi dengan cara dalam menentukan kegiatan icebreakers yang sesuai dalam pembelajaran. Metode kegiatan pengabdian ini adalah lokakarya yang diadakan secara tatap muka dengan melibatkan 35 guru Bahasa Inggris pada Tingkat SMA yang tergabung dalam MGMP Bahasa Inggris di wilayah Cimahi, Jawa Barat. Kegiatan ini, terbagi ke dalam tiga tahapan, yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap monitoring dan evaluasi. Pada tahap persiapan, seluruh peserta diberikan kuesioner tentang kesulitan yang dihadapi oleh para guru Bahasa Inggris dan kebutuhan lokakarya yang mereka butuhkan dalam menigkatkan kualitas pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, lokakarya digelar dengan mengambil topik kegiatan sesuai dengan hasil kuesioner yang diberikan pada tahap sebelumnya. Kemudian, pada tahap monitoring dan evaluasi, para guru diberikan kuesioner tentang pengalaman mereka setelah melaksanakan lokakarya ini dan harapan kedepannya. Dari hasil kegiatan PKM ini dapat disimpulkan bahwa pentinganya diadakan penyegaran berupa kegiatan lokakrya yang dapat membantu para guru Bahasa Inggris dalam menciptakan suasana kelas yang aktif namun bermakna bagi pembelajaran siswa.
DAMPAK FORNAS VII TAHUN 2023 KABUPATEN BANDUNG TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI DI BANDUNG RAYA syobar, khaerul; Oom Yomi
aksararaga Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksararaga.v5i2.103

Abstract

Penelitian ini meneliti dampak ekonomi dari Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS VII) 2023 di Kabupaten Bandung terhadap kawasan Bandung Raya. FORNAS VII, yang diselenggarakan di Stadion Si Jalak Harupat, mendorong sektor pariwisata dengan peningkatan signifikan pada tingkat okupansi hotel dan restoran. Lebih dari 13.000 peserta turut serta, menghasilkan manfaat ekonomi langsung sekitar Rp150 miliar. Temuan ini menunjukkan bahwa event rekreasi skala besar tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal melalui peningkatan belanja dan kunjungan wisata. Kata Kunci: Festival Olahraga Rekreasi Nasional, FORNAS VII, Bandung Raya, ekonomi lokal, pariwisata, UMKM, dampak ekonomi, olahraga rekreasi.
STRATEGI MANAJEMEN EKONOMI BERBASIS KEARIFAN LOKAL PENDUKUNG KETAHANAN PANGAN SELAMA DAN PASCA PANDEMI COVID-19 DI KAMPUNG NAGA, KABUPATEN TASIKMALAYA syobar, khaerul; Erni Wantini Widaningsih
aksararaga Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksararaga.v5i1.105

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan disrupsi ekonomi dan ketahanan pangan global. Di Indonesia, komunitas adat seperti Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya, telah menunjukkan ketahanan ekonomi dan pangan berbasis kearifan lokal. Artikel ini mengkaji strategi manajemen ekonomi berbasis kearifan lokal serta faktor pendukung ketahanan pangan selama dan pasca pandemi di Kampung Naga. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa sistem ekonomi berbasis komunitas, pertanian organik, serta mekanisme distribusi pangan tradisional di Kampung Naga menjadi model yang berkelanjutan. Faktor pendukung utama meliputi sistem lumbung pangan adat, gotong royong, serta regulasi pemerintah yang mendukung ekonomi lokal.
WORKSHOP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI LINGKUNGAN MGMP IPS KABUPATEN BANDUNG BARAT syobar, khaerul; Erni Wantini Widaningsih
aksararaga Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksararaga.v5i2.106

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka sebagai kebijakan pendidikan terbaru di Indonesia menuntut perubahan paradigma pembelajaran, khususnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS berperan penting dalam mengembangkan kapasitas guru agar mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas workshop implementasi Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan di lingkungan MGMP IPS Kabupaten Bandung Barat. Kata kunci: Kurikulum Merdeka, MGMP IPS, pembelajaran berbasis proyek, asesmen formatif, diferensiasi pembelajaran.
Upaya Menghadapi Tantangan Era New Normal Pada Warga Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya syobar, khaerul; Linda Nurhasanah
aksararaga Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksararaga.v4i1.107

Abstract

Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang luas terhadap berbagai sektor kehidupan, termasuk ekonomi, sosial, dan budaya. Komunitas adat seperti warga Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya menghadapi tantangan besar dalam menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di era New Normal, terutama dalam hal ketahanan ekonomi, pelestarian budaya, dan penerapan standar kesehatan baru. Kampung Naga, yang selama ini mengandalkan sektor pariwisata berbasis budaya serta kegiatan ekonomi tradisional, mengalami penurunan jumlah wisatawan secara drastis, yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakatnya. Selain itu, keterbatasan akses terhadap teknologi dan informasi modern menjadi kendala dalam adaptasi terhadap digitalisasi ekonomi yang semakin berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi warga Kampung Naga dalam menghadapi tantangan era New Normal, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi literatur terkait dengan aspek sosial-ekonomi, budaya, serta kebijakan pemerintah dalam mendukung ketahanan masyarakat adat pasca-pandemi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga Kampung Naga mengadopsi beberapa strategi utama dalam mempertahankan keberlangsungan hidup mereka, di antaranya: (1) Diversifikasi ekonomi berbasis kearifan lokal, dengan memperluas produksi dan pemasaran hasil pertanian organik, kerajinan tangan, serta produk budaya khas Kampung Naga melalui jalur pemasaran digital; (2) Penguatan ketahanan sosial dan kesehatan, dengan menggabungkan praktik tradisional seperti penggunaan obat herbal dengan standar kesehatan modern, termasuk penerapan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari dan sektor pariwisata; (3) Adaptasi sektor pariwisata berbasis budaya, melalui penerapan konsep wisata berkelanjutan dan ekowisata yang lebih eksklusif, pembatasan jumlah wisatawan, serta pengembangan tur virtual yang memungkinkan wisatawan menikmati budaya Kampung Naga secara daring; dan (4) Pemanfaatan teknologi digital secara terbatas melalui keterlibatan generasi muda dalam pemasaran dan promosi produk budaya melalui media sosial serta platform perdagangan digital. Meskipun strategi ini telah membantu warga Kampung Naga dalam bertahan di era New Normal, beberapa tantangan utama masih dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, ketergantungan ekonomi pada sektor pariwisata, serta kesenjangan akses terhadap sumber daya pelatihan dan pendidikan digital. Oleh karena itu, diperlukan dukungan lebih lanjut dari pemerintah, akademisi, dan organisasi non-pemerintah untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan teknologi masyarakat adat, sehingga mereka dapat lebih adaptif terhadap perubahan global tanpa kehilangan identitas budaya mereka. Dengan strategi yang tepat, Kampung Naga dapat menjadi model sukses bagi komunitas adat lainnya dalam menghadapi tantangan era New Normal, dengan menyeimbangkan pelestarian budaya dan inovasi ekonomi berbasis kearifan lokal.
Menghidupkan Kembali Kaulinan Barudak Dalam Upaya Mencegah Penggunaan Gadget Secara Berlebihan Pada Anak Dibawah Umur dan Ekonomi Praktis dizaman Modern Halimah, Lili
aksararaga Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksararaga.v6i1.59

Abstract

Di era digital, gawai (gadget) seakan tak terpisahkan dari kehidupan anak. Penggunaan gadget yang berlebihan nyatanya berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental mereka. Untuk menanggulangi hal ini, menghidupkan kembali "kaulinan barudak" (permainan anak) tradisional menjadi langkah strategis. Kaulinan barudak tak hanya menyenangkan, tapi juga kaya manfaat. Permainan seperti petak umpet, engrang-engrang, atau gobak sodor melatih motorik kasar dan kemampuan bersosialisasi. Selain itu, permainan seperti congklak atau egrang batok mengasah kecerdasan dan sportivitas. Bandingkan dengan gadget yang cenderung menghasilkan sifat individualistis dan kurangnya aktivitas fisik. Menghidupkan kembali kaulinan barudak membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Orang tua memegang peranan penting. Kenalkanlah anak pada permainan tradisional. Ajak mereka membuat alat permainan bersama menggunakan bahan sederhana. Luangkan waktu untuk bermain bersama anak. Selain keluarga, sekolah juga bisa berperan aktif. Alokasi waktu khusus untuk bermain tradisional dalam kegiatan sekolah dapat menjadi langkah awal. Libatkan anak dalam kegiatan ekstrakurikuler yang berbasis permainan tradisional. Komunitas dan pemerintah daerah juga bisa ikut serta. Penyelenggaraan festival permainan rakyat atau lomba kaulinan barudak dapat menjadi daya tarik bagi anak. Bekerja sama dengan komunitas permainan tradisional untuk mengadakan pelatihan pembuatan alat permainan atau menjadi narasumber tentang sejarah dan filosofi kaulinan barudak di sekolah-sekolah bisa dipertimbangkan. Dengan menghidupkan kembali kaulinan barudak, kita tidak hanya melestarikan budaya, namun juga berupaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berjiwa sosial. Anak-anak pun dapat memiliki keseimbangan dalam menggunakan gadget dan menikmati permainan yang sesungguhnya.