cover
Contact Name
Frizqa Ervina
Contact Email
jurnal.maras@gmail.com
Phone
+6281918012232
Journal Mail Official
jurnal.maras@gmail.com
Editorial Address
Lumbung Pare Cendekia Jl. Raya Praya-Mantang KM.07 Aik Mual, Lombok Tengah - NTB 83511 email : jurnal.maras@gmail.com
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisplin
Published by Lumbung Pare Cendekia
ISSN : 2987811x     EISSN : 2987811x     DOI : https://doi.org/10.60126/maras
MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin is a peer-review journal that could be access to the public, published by Lumbung Pare Cendekia. This journal is published four issue a year, every month with online version of E-ISSN: 2987-811X. MARAS provides a platform for researchers, academics, professionals, practitioners and students to embed and share knowledge in the form of empirical and theoretical research papers, case studies, literature reviews and book reviews related to multidisciplinary research. MARAS welcomes and recognizes high quality theoretical and empirical research papers, case studies, review papers, literature reviews, book reviews, conceptual frameworks, analysis and simulation models, technical notes related to research from researchers, academics, professionals, practitioners, and students.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 570 Documents
Implementasi Teknik Pengaplikasian Complexion dalam Menciptakan Makeup Flawless pada Tata Rias Pengantin Solo Putri Friska Kirana Andieta Rinjani; Thalla Ghaitsa’ Anwar; Era Patrika Sakti; Miftakhul Jannah Aulia’ Alvina Setyowati; Priyo Diky Rinandi; Ade Novi Nurul Ihsani; Taofan Ali Achmadi; Ifa Nurhayati
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1612

Abstract

Tren makeup modern menghadirkan konsep makeup flawless yang menampilkan hasil riasan wajah tampak halus, merata, dan bertahan lebih lama, teknik pengaplikasian complexion menjadi faktor penting dalam menciptakan makeup flawless tanpa menghilangkan ciri khas rias tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi teknik pengaplikasian complexion dalam menciptakan makeup flawless pada tata rias pengantin Solo Putri. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian meliputi penggunaan primer, foundation, concealer, contour, highlight, serta setting makeup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik complexion yang tepat mampu menghasilkan tampilan wajah yang halus, natural, dan tahan lama. Teknik blending, pemilihan shade foundation yang sesuai, serta penggunaan setting powder dan setting spray menjadi faktor utama keberhasilan makeup flawless. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa implementasi teknik pengaplikasian complexion berperan penting dalam menghasilkan makeup flawless pada tata rias pengantin Solo Putri dengan tampilan elegan dan tetap mempertahankan unsur tradisional.
Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di Desa Banua Anyar Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala Ahmad Remuja; Muhammad Raihan Rizkullah; Akhmad Hafidz Fahrezy; Nor Sheva; Yosra Sigit
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1613

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh lansia dan dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah terapi relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di Desa Banua Anyar. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi sebesar 172,40 mmHg dan sesudah intervensi sebesar 150,30 mmHg dengan nilai p < 0,001. Rata-rata tekanan darah diastolik sebelum intervensi sebesar 86,20 mmHg dan sesudah intervensi sebesar 75,40 mmHg dengan nilai p < 0,001. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Terapi relaksasi otot progresif dapat dijadikan salah satu intervensi mandiri keperawatan dalam pengendalian hipertensi.
Systematic Literature Review: Efektivitas Pendekatan Realistic Mathematics Education dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis Siswa Komang Arda; I Made Ardana; I Nyoman Budayana
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1619

Abstract

Kajian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) untuk mengevaluasi sejauh mana pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) berkontribusi dalam mengembangkan kemampuan literasi matematis peserta didik. Sebanyak sembilan artikel yang relevan dari rentang tahun 2021–2026 dikaji secara sistematis menggunakan protokol PRISMA. Temuan kajian mengungkapkan bahwa pendekatan RME terbukti mampu secara konsisten memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan literasi matematis, literasi statistik, literasi numerasi, dan representasi matematis peserta didik lintas jenjang pendidikan, dengan fokus utama pada topik statistika. Karakteristik utama implementasinya meliputi aktivitas matematisasi progresif melalui penggunaan konteks dunia nyata dan pemodelan berjenjang. Keberhasilan penerapan pendekatan ini ditopang oleh relevansi pemilihan konteks harian siswa, integrasi teknologi instruksional digital sebagai penyedia umpan balik seketika, serta tingkat kemandirian belajar peserta didik. Namun, rendahnya ketelitian prosedural siswa dalam kalkulasi aritmatika serta hambatan epistemologis dalam memahami teks soal cerita yang rumit menjadi kendala yang kerap muncul. Disarankan bagi guru untuk mengintegrasikan dan mengoptimalkan pendekatan RME dalam pembelajaran matematika guna meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa secara berkelanjutan dan holistic.
Peran Gemohing dalam Membangun Interaksi Sosial Masyarakat di Desa Kenotan Kecamatan Adonara Tengah Mayrika Sura Ola; Lasarus Jehamat; Christine E Meka; Herman Y Utang
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Gemohing dalam membangun interaksi sosial masyarakat di Desa Kenotan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian berjumlah 12 orang yang terdiri atas ketua Gemohing, sekretaris, bendahara, anggota Gemohing, Kepala Desa, dan Ketua Adat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gemohing tidak hanya berfungsi sebagai tradisi gotong royong masyarakat Lamaholot, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat solidaritas, kebersamaan, dan hubungan kekeluargaan masyarakat. Praktik Gemohing membentuk hubungan sosial yang terbuka dan setara melalui kerja kolektif, komunikasi sosial, serta budaya saling membantu antarmasyarakat. Selain itu, Gemohing juga berdampak pada meningkatnya partisipasi sosial dan terjaganya nilai budaya lokal masyarakat desa. Namun, keberlangsungan Gemohing mulai menghadapi tantangan akibat modernisasi, meningkatnya individualisme, dan menurunnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan kolektif masyarakat.
Seventh-day Sabbath Observance and Cardiovascular Parameters: A Theological Analysis and Narrative Integrative Review of Epidemiological and Psychophysiological Evidence Douglas Sepang; Grace Kaparang
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1623

Abstract

Cardiovascular disease remains the leading cause of mortality worldwide, with psychosocial stress, neuroendocrine dysregulation, and unhealthy lifestyle behaviors contributing significantly to its development. Seventh-day Adventist (SDA) populations provide a unique natural model for examining the relationship between structured weekly Sabbath observance and cardiovascular health. This study synthesized epidemiological, psychophysiological, and chronobiological evidence regarding the association between Seventh-day Sabbath observance and cardiovascular parameters through a theological analysis and narrative integrative review of peer-reviewed studies involving SDA populations, Sabbath observance, stress biomarkers, and circaseptan rhythms. The findings indicate that Sabbath observance promotes holistic well-being by integrating physical, mental, social, spiritual, and moral dimensions of life. Evidence consistently shows that SDA populations exhibit lower blood pressure, reduced serum cholesterol levels, and decreased cardiovascular disease risk compared with non-SDA populations. Experimental studies also report lower cortisol levels following Sabbath observance, suggesting reduced hypothalamic–pituitary–adrenal axis activation. Overall, structured weekly rest may contribute to cardiovascular protection through interconnected behavioral, psychosocial, neuroendocrine, and chronobiological mechanisms. Further longitudinal and experimental studies are needed to clarify the physiological effects specifically attributable to Sabbath observance.
Tanggung Jawab Hukum Pengembang Properti terhadap Konsumen atas Tidak Terbangunnya Apartemen dengan Ikatan Perjanjian Suwardi Suwardi; Mohammad Agus Syaifullah
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tanggung jawab hukum pengembang properti terhadap konsumen akibat tidak terbangunnya apartemen berdasarkan ikatan perjanjian yang telah disepakati oleh para pihak. Dalam praktik bisnis properti, perjanjian antara pengembang dan konsumen sering diawali dengan pembayaran uang muka (down payment) atau penandatanganan perjanjian pengikatan jual beli sebagai bentuk kesepakatan awal. Namun, dalam pelaksanaannya tidak sedikit pengembang yang gagal merealisasikan pembangunan apartemen sehingga menimbulkan kerugian bagi konsumen. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber bahan hukum primer meliputi Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun, serta peraturan terkait perjanjian dalam transaksi properti. Bahan hukum sekunder diperoleh melalui literatur, jurnal ilmiah, dan putusan pengadilan yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembang memiliki tanggung jawab hukum untuk melaksanakan pembangunan apartemen sesuai isi perjanjian yang telah disepakati. Apabila pengembang tidak memenuhi kewajibannya, maka tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai wanprestasi yang menimbulkan hak bagi konsumen untuk menuntut pengembalian dana, ganti rugi, maupun kompensasi lainnya. Selain itu, pengembang juga dapat dikenai sanksi administratif dan pidana apabila terbukti melakukan pelanggaran terhadap ketentuan perlindungan konsumen.
Analisis Pengaruh El Nino terhadap Krisis Pangan di Indonesia Nurhaeni; Iswatun Hasanah; Dewi Puspaningtyas Faeni
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1625

Abstract

Fenomena El Nino yang terjadi pada tahun 2023–2024 telah memicu dampak signifikan terhadap ketahanan pangan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Perubahan pola curah hujan yang ekstrem menyebabkan kekeringan panjang pada wilayah sentra produksi padi, jagung, dan kedelai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh El Nino terhadap krisis pangan di Indonesia, dengan fokus pada penurunan produksi padi dan peningkatan harga beras. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan analisis data sekunder dari BMKG, BPS, dan Kementerian Pertanian periode 2022–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa El Nino menyebabkan penurunan produksi padi nasional sebesar 5,8% dan kenaikan harga beras hingga 22,4% pada puncak dampaknya. Wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan NTT mengalami dampak paling parah. Kesimpulannya, El Nino berpengaruh signifikan terhadap krisis pangan, terutama melalui mekanisme gangguan produksi dan inflasi harga pangan. Pemerintah disarankan memperkuat sistem peringatan dini, mengembangkan varietas tahan kekeringan, serta mengoptimalkan infrastruktur irigasi dan cadangan pangan.  
Perbedaan Ketepatan Menempatkan Sampah antara Penggunaan Model Tempat Sampah Sensor Suara dan Tempat Sampah Konvensional pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Susukan Nurlaili Raihanah Putri; Sri Puji Ganefati; Adib Suyanto; Haryono Haryono
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1632

Abstract

Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang serius di Indonesia, termasuk di DIY yang mencatat timbulan sampah harian mencapai 1.900 ton pada tahun 2024. Sekolah dasar menjadi salah satu titik strategis dalam pembentukan perilaku pengelolaan sampah sejak dini, namun ketepatan siswa dalam menempatkan sampah sesuai jenisnya masih rendah. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan ketepatan menempatkan sampah antara penggunaan model tempat sampah sensor suara dan tempat sampah konvensional pada siswa Sekolah Dasar Negeri Susukan. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi experiment desain post- test only with control group. Pengambilan data dilakukan tiga kali pada 28 Januari, 4 Februari, dan 11 Februari 2026. Populasi penelitian siswa kelas V SD Negeri Susukan yang berjumlah 56 siswa, 28 siswa kelompok eksperimen (kelas VB menggunakan tempat sampah sensor suara) dan 28 siswa kelompok pembanding (kelas VA menggunakan tempat sampah konvensional). Sebelum praktik, seluruh siswa diberikan edukasi mengenai jenis sampah. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan dianalisis menggunakan uji Chi- Square dengan software SPSS. Terdapat perbedaan ketepatan menempatkan sampah pada kelompok eksperimen dan kelompok pembanding. Hasil perbedaan di perkuat karena nilai p- value antara kedua kelompok didapatkan nilai 0,000 (p<0,05). Model tempat sampah sensor suara lebih efektif dalam mendukung ketepatan menempatkan sampah dibandingkan tempat sampah konvensional pada siswa SDN Susukan.
Stigma Boys Don't Cry: Tekanan Sosial dan Kesehatan Mental Mahasiswa Laki-Laki Gabriel Dini; Susana C L Pellu; Imanta I Perangin Angin; Chris S Oiladang
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1638

Abstract

Stigma boys don't cry merupakan bagian dari konstruksi maskulinitas yang menempatkan laki-laki sebagai individu yang harus kuat, mandiri, dan tidak menunjukkan kerentanan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk tekanan sosial yang dialami mahasiswa laki-laki, mengkaji respons mereka terhadap stigma boys don't cry, serta menjelaskan dampaknya terhadap kesehatan mental. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana. Informan penelitian berjumlah 8 mahasiswa laki-laki angkatan 2019 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi tekanan sosial berupa tuntutan kemandirian ekonomi, konflik peran sebagai mahasiswa dan pekerja, serta ekspektasi mengenai kelulusan dan masa depan. Dalam merespons stigma boys don't cry, mahasiswa menunjukkan respons adaptif melalui pencarian dukungan sosial dan respons maladaptif berupa pemendaman emosi. Stigma tersebut berdampak pada meningkatnya tekanan sosial, kesulitan mengekspresikan emosi, stres, gangguan konsentrasi, dan beban psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa norma maskulinitas berperan dalam membentuk pengalaman sosial dan kesehatan mental mahasiswa laki-laki.
Degradasi Nilai Pakaian Tradisional di Kalangan Remaja Desa Marokota: Analisis Cultural Lag dalam Pewarisan Budaya Lokal Yakup Ole Ate; Lasarus Jehamat; Imanta I Perangin Angin; Aelsthri Ndandara
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Juni 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i2.1641

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis degradasi nilai pakaian tradisional di kalangan remaja Desa Marokota, Kabupaten Sumba Barat Daya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Desa Marokota. Informan penelitian berjumlah 10 orang yang terdiri atas 6 remaja laki-laki berusia 16–19 tahun, 3 orang tua, dan 1 tetua adat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pakaian tradisional di kalangan remaja mengalami pergeseran dari praktik keseharian menuju penggunaan yang terbatas pada kegiatan adat dan seremonial. Pemahaman remaja terhadap nilai filosofis, sosial, dan spiritual yang terkandung dalam pakaian tradisional juga cenderung melemah. Degradasi nilai tersebut dipengaruhi oleh kenyamanan dan kepraktisan pakaian modern, pengaruh media sosial, kelompok sebaya, faktor ekonomi, serta melemahnya proses pewarisan budaya antargenerasi. Dalam perspektif Cultural Lag, perubahan tersebut menunjukkan ketidakseimbangan antara perkembangan budaya material dan budaya non-material. Penelitian ini menyimpulkan bahwa degradasi nilai pakaian tradisional terjadi melalui penyempitan fungsi sosial dan melemahnya pemaknaan budaya di kalangan generasi muda.