cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+62292-426455
Journal Mail Official
lppm@unan.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajah Mada No. 07 Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032445     EISSN : 27750345     DOI : https://doi.org/10.35720/tscs1kep
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal dalam bidang keperawatan yang memuat hasil-hasil penelitian ataupun konsep literature review dalam bidang keperawatan ataupun kesehatan. Scope keilmuan pada jurnal ini antara lain; Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Keluarga, Menejemen keperawatan serta Kegiatan yang bersifat Promotif, Prefentif, Kuratif dan Rehabilitatif.
Articles 94 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DENGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET PENAMBAH DARAH (Fe) DI GROBOGAN Jely Isnaini; Suryani Suryani; Yesita Ragil
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 8, No 01 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v8i01.421

Abstract

LatarBelakang: Prevalensi anemia atau kurang darah pada kehamilan di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 sebanyak 37,1% bertambah pada tahun 2018 menjadi 48,9%. Program pencegahan anemia pada yaitu dengan memberikan suplemen penambah darah (Fe) setiap hari bagi ibu hamil minimal 1 tablet selama kehamilan. Kemenkes menganjurkan ibu hamil mengkonsumsi tablet besi minimal 90 hari selama kehamilannya. Kepatuhan konsumsi tablet besi sangat penting bagi ibu hamil. Kepatuhan mengkonsumsi suplementasi zat besi disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah pengetahuan terhadap penyakitMetode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Teknik sampel yang digunakan purposive sampling dengan 25 responden. Analisis data menggunakan uji Spearman rank. Instrumen yang dipakai adalah kuesioner pengetahuan ibu hamil tentang anemia dan kepatuhan konsumsi tablet besi (Fe).Hasil: Hasil uji Spearman rank antara pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe didapatkan hasil p value 0,005 dengan nilai kolerasi 0,547. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima karena nilai p value yang menunjukkan < 0,05 dan Ho ditolak dan menunjukkan kolerasi positif dengan kekuatan kolerasi kuat yang diartikan terdapat hubungan pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe di desa sedayu (Puskesmas Grobogan).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet penambah darah (Fe) di desa sedayu (Puskesmas Grobogan
PENGARUH AROMATERAPI DUPA LAVENDER TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRESS SAAT PENYUSUNAN SKRIPSI PADA MAHASISWA S1 KEPERAWATAN STIKES AN NUR PURWODADI Ni Komang Tri Widayani; Sutrisno Sutrisno; Wahyu Riniasih
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 1, No 1 (2016): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v1i1.47

Abstract

Latar Belakang; Angka kejadian stres di dunia cukup tinggi, lebih dari 350 juta penduduk dunia mengalami stres dengan peringkat ke-4 di dunia. Hasil survey di Universitas Indonesia di dapatkan hasil bahwa mahasiswa yang sedang skripsi 50% mengalami stres. Hal ini dapat diatasi dengan terapi non farmakologi menggunakan aromaterapi dupa lavender untuk menurunkan tingkat stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengaruh aromaterapi dupa lavender terhadap penurunan tingkat stress saat penyusunan skripsi pada mahasiawa S1 Keperawatan Stikes An Nur angkatan 2013.Metode; Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan pendekatan pre-test-post-test with control group. Teknik sampling yang digunakan adalah probalility Sampling dengan metode sampling acak sederhana (simple random sampling) dan didapatkan 58 responden.Hasil; Berdasarkan analisa menggunakan SPSS 16.0 diperoleh nilai rata-rata (mean) penurunan tingkat stres pada kelompok eksperimen adalah 2.76, sedangkanpenurunan tingkat stres pada kelompok kontrol adalah .00. selain itu hasil dari uji pair t test pada kelompok eksperimen diperoleh nilai Pv = 0.000 (alpha = 0.05) yang menunjukkan adanya pengaruh aromaterapi dupa lavender terhadap penurunan tingkat stres saat penyusunan skripsi pada mahasiswa S1 Keperawatan Stikes An Nur angkatan 2013, sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai Pv = 1.000 (alpha=0.05) yang menunjukkan tidak ada pengaruh pada kelompok kontrol. selain itu hasil uji man whitney diperoleh nilai Pv = .000 (alpha=0.05) yang menunjukkan adanya perbedaan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.Kesimpulan;  Berdasarkan penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh aromaterapi dupa lavender terhadap penurunan tingkat stress saat penyusunan skripsi pada mahasiawa S1 Keperawatan STIKES An Nur Purwodadi. Kata Kunci : Stres, Dupa Lavender
ANALISA PERBEDAAN KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) DENGAN KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA) TERHADAPKADAR ASAM URAT DI DESA TEGUHAN KECAMATAN GROBOGAN KABUPATEN GROBOGAN Biru Puspita; Kiki Natassia
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v3i2.128

Abstract

Latar belakang; Asam urat  merupakan suatu kondisi terjadinya penumpukan zat purin yang tidak dapat diproses dalam tubuh yang mengakibatkan nyeri sendi. Penyakit sendi di Indonesia masih cukup tinggi dengan 35% terjadi pada pria dibawah 40 tahun ( Riskesdas, 2013). Salah satu penatalaksanaan nyeri sendi adalah dengan obat analgesik. Mengkonsumsi obat analgesik yang terus-menerus akan mengakibatkan efek samping sehingga diperlukan terapi nonfarmakologi untuk mengatasinya. Salah satu terapi non farmakologi untuk mengatasi nyeri sendi dan menurunkan nilai asam urat darah adalah kopi robusta dan kopi arabika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemberian kopi robusta dan kopi arabika terhadap kadar asam urat pada warga di Desa Teguhan Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan.Metode; desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan semu (Quasy Eksperimental)  dan rancangan penelitian menggunakan pre post test design. Tehnik sampling yang digunakan adalah keseluruhan populasi menjadi sampel, didapatkan 20 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuanHasil; hasil uji hipotesa menggunakan uji Paired Sample T-test pada pengaruh pemberian kopi robusta sebanyak 0,001 dan pada responden pemberian kopi arabika 0,0001 dari hasil tersebut keduanya sama-sama efektif sedangkan uji beda menggunakan Independent T-test didapatkan hasil hipotesa 0,001 yaitu p < 0,05 artinya ada perbedaan antara pemberian kopi robusta dan kopi arabika.Simpulan; kopi arabika lebih efisien untuk menurunkan asam urat dibandingkan dengan kopi robusta. Dengan nilai rata-rata penurunan kopi arabika sebesar 2,37 mg/dl  atau rata – rata perbedaan sebesar 6.830 dan rata penurunan kopi robusta sebesar 1,23 mg/dl atau rata – rata perbedaan sebesar 5.780. Kata Kunci; Asam Urat, Kopi Robusta, Kopi Arabika
EFEKTIFITAS AIR PERASAN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIIFOLIA) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DI DESA BUGEL KECAMATAN GODONG KABUPATEN GROBOGAN Gigih Kenanga Sari; Anita Lufianti; Ella Laela Musyarofah
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 5, No 1 (2020): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v5i1.220

Abstract

Latar belakang: Hiperkolesterolemia merupakan pemicu penyakit mematikan seperti jantung dan stroke. Di era globalisasi ini, banyak orang yang melupakan pentingnya pola hidup sehat sehingga tidak sedikit orang yang terkena hiperkolesterolemia. Obat kimia jika dikonsumsi jangka panjang akan mengakibatkan efek samping, sehingga perlu terapi nonfarmakologi untuk mengatasinya. Salah satu terapi nonfarmakologi untuk menurunkan kadar koleterol tinggi adalah dengan pemberian air perasan jeruk nipis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian air jeruk nipis di Desa Bugel Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain rancangan semu (Quasy Eksperimental) dan rancangan penelitian menggunakan Thereversed Non-Equivalent with Control Group pre-test and post-test Design. Teknik sampling yang digunakan adalah Sampel Random sampling keseluruhan populasi menjadi sampel, dan didapatkan 15 responden.Hasil: Hasil uji hipotesa dengan menggunakan uji wilcoxon pada pengaruh pemberian jeruk nipis 0,001 dari hasil tersebut air perasan jeruk nipis efektif menurunkan kadar kolesterol.Simpulan: Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa jeruk nipis efektif dalam menurunkan kadar kolesterol pada pederita hiperkolesterolemia. Kata kunci: Kolesterol, Citrus Aurantiifolia, Lansia
HUBUNGAN PEMAKAIAN COMPACT POWDER TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN ACNE VULGARIS PADA REMAJA WANITA DI MA YPI KLAMBU Talitha Elan Hatma Maharani; Suryani Suryani; Wahyu Dewi Hapsari
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 6, No 02 (2021): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v6i02.314

Abstract

Latar Belakang : Acne vulgaris adalah penyakit peradangan kronis folikel pilosebasea yang umum terjadi pada usia 14-17 tahun. Pada tahun 2007 terdapat sekitar 80% remaja penderita acne vulgaris di Indonesia. Salah satu faktor penyebab acne adalah penggunaan kosmetik seperti compactpowder. Dampak yang ditimbulkan oleh acne vulgaris tidak hanya pada permasalahan fisik saja, tetapi akan berdampak pada kualitas hidup seseorang dan kesehatan psikis pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemakaian compact powder terhadap tingkat keparahan acne vulgaris pada remaja wanita di MA YPI Klambu.Metode: Penalitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional, teknik sampling yang digunakan Non Probability Sampling dengan metode Purposive Sampling dan didapatkan sampel 61 responden. Uji hipotesis menggunakan Spearman rho dengan SPSS 16.0.Hasil: Berdasarkan analisis menggunakan SPSS 16.0 dengan uji Spearman rho diperoleh nilai p = 0,006 jadi korelasi kedua variabel signifikan karena besarnya nilai (-value) lebih kecil dibandingkan dengan besarnya =0,05. Berarti secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara kedua variabel.Kesimpulan: Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pemakaian compact powder terhadap tingkat keparahan acne vulgaris pada remaja wanita di MA YPI Klambu. Kata Kunci: Compact Powder, Acne Vulgaris
ANALISA PELAKSANAAN KEBIJAKAN PENCEGAHAN STUNTING TERINTEGRASI DI KABUPATEN BLORA Christina Nur Widayati; Sulistiyarini Sulistiyarini
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 7, No 2 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v7i2.391

Abstract

Stunting merupakan keadaan tubuh yang pendek karena tinggi tubunhnya berada dua standar deviasi dibawah rata-rata. Keadaan tersebut merupakan kegagalan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis terjadi dalam waktu yang panjang. Terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan, selain itu juga terhambatnya perkembangan kognitif. Metode yang digunakan  dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode fenomenologi. Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini yaitu Kepala BAPPEDA Blora, Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Dinas Dalduk KB, OPD, Ketua TP PKK Blora, Bidan dan Kader Posyandu. Tujuan penelitian ini adalah Bagaimana Pelaksanaan Kebijakan Pencegahan Stunting terintegrasi di Kabupaten Blora. Berdasarkan hasil analisa dapat di simpulkan bahwa pelaksanaan  pencegahan stunting terintegrasi sudah dilakukan namun masih belum maksimal , Sudah terdapat Kebijakan Pencegahan stunting Peraturan Bupati Nomor 13 tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan sudah dilaksanakan dengan baik, akan terapi masih ada program kebijakan tersebut yang belum terlaksana secara optimal. Selain itu ssudah terbentuk Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS) di seluruh Tingkat  kecamatan, bahkan sudah sampai Desa dan Kelurahan.  Kata Kunci : Pelaksanaan, Kebijakan, Pencegahan, Stunting, Terintegrasi 
STRATEGI KELUARGA DALAM PENCEGAHAN PENULARAN HEPATITIS PADA KELUARGA PASIEN YANG BERESIKO TINGGI DI RSUD DR. R. SOEDJATI PURWODADI Sutiyono Sutiyono; Wahyu Unggul Widodo
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 2, No 2 (2017): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v2i2.34

Abstract

Latar Belakang;  WHO (2003) menyebutkan 350 juta menderita hepatitis B kronik dan 1 juta orang meninggal, sedangkan yang menderita penyakit hepatitis C sekitar 130-170 juta, dan sekitar 350 ribu diantaranya meninggal dunia. Kejadian ini juga terjadi di Indonesia bahkan cenderung meningkat karena kurangnya pencegahan antara penderita dan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga tentang hepatitis dengan perilaku pencegahan terhadap penularan hepatitis pada keluarga pasien yang beresiko tinggi di RSUD Dr. R. Soedjati Purwodadi.Metode; Jenis penelitian ini adalah Deskriptif korelational dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 16 responden yang merupakan keluarga penderita hepatitis. Analisa dilakukan secara univariat dan bivariate menggunakan Pearson Product Moment (PPM). Hasil; Pengetahuan keluarga tentang hepatitis dengan pengetahuan baik ada 50% (8 responden), perilaku pencegahan terhadap penularan hepatitis pada keluarga pasien yang berisiko yang tergolong baik ada 62,5% (10 responden) dan analisa bivariate menunjukkan Ada hubungan antara pengetahuan keluarga tentang hepatitis dengan perilaku pencegahan terhadap penularan hepatitis dengan (p=0,005 dan rs=0,669)Kesimpulan; Ada hubungan antara pengetahuan keluarga tentang hepatitis dengan perilaku pencegahan terhadap penularan hepatitis pada keluarga pasien yang berisiko tinggi Kata Kunci; Keluarga, Pencegahan, Hepatitis
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS LUBUK BUAYA PADANG TAHUN 2016 Melti Suriya
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 1, No 2 (2016): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v1i2.74

Abstract

Latar belakang; Kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus sebagian besar pasien mengatakan kualitas hidupnya memburuk diakibatkan karena ketidakpatuhan melaksanakan diet Diabetes Mellitus tidak teratur. Berdasarkan data kunjungan per tahun yang terus meningkat dari 2014 sebanyak 327 dan 2015 sebanyak 422 pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Lubuk Buaya PadangMetode; Jenis penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang telah dilaksanakan di Puskesmas Lubuk Buaya Padang pada Tanggal 21 - 30 juli 2016. Populasi semua penderita Diabetes Mellitus yang kontrol ulang. Teknik pengambilan sampel secara Random Sampling Dengan jumlah sampel 86 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisa mengunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square nilai p ≤ 0,05.Hasil; asil penelitian didapatkan 59,3% diet kurang baik. 67,4% keselamatan dan rasa aman kurang baik. 66,3% dukungan keluarga kurang baik. 61,6% kualitas hidup kurang baik. Ada hubungan yang bermakna antara Diet (p=0,005), keselamatan rasa aman (p=0,024), dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus (p=0,003).Kesimpulan; Dapat disimpulkan bahwa hubungan yang bermakna antara Diet, keselamatan rasa aman, dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus, disarankan melalui pimpinan Puskesmas Lubuk Buaya Padang untuk menyarankan ke parawat agar memberikan pelayanan yang optimal bagi keperawatan pasien. Meningkatkan program-program dalam hal penyuluhan melalui laefleat atau seminar agar pasien lebih mengenal tentang diet diabetes mellitus. Kata kunci :  Diet, Keselamatan dan Rasa Aman, Dukungan Keluarga, dan Kualitas Hidup
HUBUNGAN LANTAI DI LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN GEJALA ISPA(INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT) DI SDN 1 GUBUG Purhadi Purhadi
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v3i2.123

Abstract

Latar Belakang; Infeksi saluran pernafasan akut merupakan penyebab utama kematian anak dan balita. Prevalensi ISPA Tahun 2012 sebesar 25,5% dan angka kematian 23%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lantai di lingkungan sekolah dengan gejala ispa( infeksi salurann pernafasan akut) di SDN 1 GubugMetode; penelitihan yang digunakan dalam penelitihan ini adalah penelitihan observasional analitik. peneliti melakukan pengamatan langsung kepada responden  dengan melakukan penyebaran kuesioner untuk dianalisis. Pendekatan yang digunakan casecontrol yaitu suatu penelitihan (survei) analitik yang menyangkut bagaimana faktor  gejala  dipelajari dengan menggunakan pendekatan restrospective yaitu dengan kata lain efek (penyakit atau setatus kesehatan) yang diidentifikasi adanya atau tidaknya pada waktu laluHasil; Pada penelitihan ini responden yang mengalami gejala ISPA sebesar 62  responden (73,8%). Responden yang mengalami gejala ISPA dengan kriteria lantai di lingkungan sekolah kelas 4 sebesar 45 responden yang tidak baik  sebesar  responden (53.6%). Dari hasil uji Chi – Square didapatkan nilai p=0,002 < alpha =0,05 jadi Ha diterima dan Ho di tolak dapat disimpulkan bahwa bahwa terdapat hubungan lantai di lingkungan sekolah dengan gejala ISPAKesimpulan; Berdasarkan hasil uji chi square disimpulkan bahwa ada hubungan lantai di lingkungan sekolah dengan gejala ISPA( Infeksi Saluran Pernafasan Akut) di SDN 1 Gubug Kata kunci: Lantai Sekolah, Gejala ISPA
FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATAL DINI DI RSUD CILACAP Dhiah Dwi Kusumawati; Tri Budiarti; Sutarno Sutarno
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v4i2.188

Abstract

LatarBelakang: The Sustainable Development Goals (SDGs) dimana terdapat salah satu target dan komitmen baru yag disepakati untuk menurunkan angka kematian anak yakni berusaha menurunkan Angka Kematian Neonatal setidaknya hingga 12 per 1.000 kelahiran hidup (Bappenas, 2016). AKB di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 22,8 per 1000 kelahiran hidup dan AKN 13,5 per 1000 kelahiran hidup (WHO, 2015). Jumlah kematian bayi di Kabupaten Cilacap sebanyak 143 terdiri dari 105 neonatal dan 38 post-neonatal dari 28.481 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor berat bayi lahir, status asfiksia dan jenis kelamin terhadap kematian neonatal dini di RSUD Cilacap tahun 2018.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode rancangan kasus kontrol (case control). Populasi bayi lahir hidp dan bayi lahir mati pada Bulan Januari-Desember 2019, sebanyak 102. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling.Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan cheklist. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan data sekunder. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat.Hasil: Ada hubungan antara berat bayi lahir dengan kematian neonatal dini (p = 0,000; OR = 0,026). Ada hubungan antara status asfiksia dengan kematian neonatal dini (p = 0,000; OR = 0,141). Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kematian neonatal dini (p = 1,000; OR = 1,00). KataKunci: Kematian Neonatal Dini , Faktor Risiko

Page 9 of 10 | Total Record : 94