cover
Contact Name
Moh. Heri Hermiyanto
Contact Email
redaksipsg@gmail.com
Phone
+6281223388976
Journal Mail Official
redaksipsg@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat Redaksi Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Gedung A, Lantai 1 Jalan Diponegoro No. 57, Bandung, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral (Journal of Geology and Mineral Resources)
Published by Pusat Survei Geologi
ISSN : 08539634     EISSN : 25494759     DOI : https://doi.org/10.33332
Core Subject : Science,
The JGSM acts as a publication media of high quality scientific investigations resulted from various geological scientific issues. Published articles covers Geo-sciences, Geo-resources, Geo-hazards, and Geo-environments. Geo-sciences are basic earth sciences in geology, geophysics, and geochemistry. Geo-resources are applied earth sciences scoping in geological resources. Geo-hazards are applied earth sciences concerning in geological hazards. Geo-environments are applied earth sciences focusing in environmental geology.
Articles 482 Documents
Karakteristik Petrografi dan Geokimia Unsur Utama Batuan Vulkanik Pulau Ponelo, Gorontalo Utara Nurahmah, Siti Chusnul Chatimah; Rosana, Mega Fatimah; Haryanto, Iyan
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 25 No. 4 (2024): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v25i4.892

Abstract

Abstrak-Batuan vulkanik Pulau Ponelo terletak pada Kepulauan Ponelo di bagian utara Busur Utara Sulawesi yang mana asal usul mengenai batuan ini belum diketahui. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petrografi dan geokimia unsur utama batuan vulkanik Pulau Ponelo yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya. Metode penelitian menggunakan analisis mikroskopis (petrografi) dan geokimia (XRF). Batuan vulkanik Pulau Ponelo mrerupakan batuan andesit basaltik dengan beberapa tekstur, seperti porfiritik intergranular, glomeroporfiritik, seriate, serta berbagai tekstur mikro-plagioklas. Afinitas magma batuan vulkanik Pulau Ponelo berupa kalk-alkalin dengan terjadinya proses fraksinasi kristal, pencampuran magma, serta magma pada sistem magma plumbing berupa dekompresi adiabatik, konveksi, injeksi magma, serta degassing atau eksolusi air akibat peristiwa undercooling saat erupsi. Tatanan tektonik pembentukan batuan ini berupa zona subduksi busur kepulauan dengan karakteristik pengayaan fluida akibat adanya dehidrasi lempeng saat subduksi terjadi. Katakunci: Andesit basaltik Ponelo, busur kepulauan, Busur Utara Sulawesi.
The uplift rate of Sulawesi East Arm and the activity of Batui Fault using a tectonic geomorphology approach in the Luwuk Area, Sulawesi Hikmy, Isbram Ginanjar; Rudyawan, Alfend; Putri, Berta Syafira; Sapiie, Benyamin; Gunawan, Indra
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 26 No. 1 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v26i1.663

Abstract

Sulawesi is a tectonically active area with convergent triple-junction amidst Eurasian, Indo-Australian and Pacific Plate. The study area is located in the suture zone of sedimentary Banggai-Sula Microcontinent and East Sulawesi Ophiolite. This research is aimed to determine fault activity and rate of tectonic uplift of Luwuk mountainous area. Field geological mapping had been done to determine lithology and geological structure along with morphometric analysis to measure definitive result of tectonic activities. Geological structure features which encountered in this area are Batui Thrust, Pasini Thrust, Lobu Balongan Fault Zone, and Lambangan Anticline. The sedimentary rocks have average N315oE dip direction with angle of 41o. Based on tectonic geomorphology and morphometric analyses are resulting the most active tectonic areas passed by the Batui and Pasini Thrust which have NE-SW direction and Lobu Balolang Fault Zone relative to others. The Batui Thrust is considered as active fault intersected the East Sulawesi Ophiolite and Banggai-Sula Microcontinent which segmented with wrench faults. Number of thrust faults parallel to the Batui Thrust generate Batui Thrust Belt which propagate from the ultramafic rocks to the sedimentary rocks within the suture zone. As a result, the presence of active fault is uplifting the East Arm of Sulawesi with 0.408 ± 0.008 mm and 0.213 ± 0.046 mm uplift rate per year by the presence of high altitude Celebes Molasses. These rates are getting higher to the west. Keywords: Batui Thrust, East Sulawesi Ophiolite, Luwuk, morphometry, tectonic geomorphology, uplift rate
Analisis Spasial-Temporal Kerugian Perumahan Akibat Likuifaksi (Studi Kasus Gempa Palu Tahun 2018 di Balaroa, Petobo, dan Jono Oge) Junaid, Muhammad; Adi Wibowo
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 26 No. 1 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v26i1.887

Abstract

Gempa Palu tahun 2018 menyebabkan kerusakan parah pada wilayah metropolitan yang padat penduduk, karena ukurannya yang merusak dan tingginya kerentanan lokasi ini terhadap gangguan seismik. Fenomena ini telah banyak diteliti, dan para peneliti secara umum sepakat bahwa solusi perumahan yang tangguh dan integrasi teknologi geospasial mutakhir ke dalam pekerjaan manajemen bencana sangat penting. Tujuan Penelitian ini adalah memperkirakan jumlah penduduk terken dampak likuifaksi dengan data Google Earth. Metode yang digunakan adalah OBIA (Object Base Interpretation Analysis) yaitu mendeteksi bangunan rumah yang ada sebelum hilang akibat likuifaksi, kemudian menghitung jumlah penduduk dari jumlah bangunan yang hilang. Hasil temuan penelitian ini mengungkapkan kerugian perumahan yang signifikan di ketiga wilayah karena likuifaksi. Ketiga wilayah itu adalah Balaroa, Petobo dan Jono Oge. Petobo adalah wilayah yang mengalami perpindahan penduduk yang sangat mencolok. Hasil penelitian dapat memberikan uraian terperinci secara spasial tentang dampak likuifaksi pada area permukiman agar selanjutnya lingkungan perkotaan dapat beradaptasi terhadap peristiwa seismik. Hasil penelitian ini juga menujukkan bahwa perlu adanya integrasi langkah-langkah perencanaan perkotaan yang komprehensif. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya strategi jangka pendek dan jangka panjang dalam manajemen bencana dan perencanaan perkotaan, yang menganjurkan pendekatan kolaboratif untuk membangun lanskap perkotaan yang tangguh, terutama di daerah yang rawan gempa bumi. Arah penelitian di masa mendatang disarankan, fokus pada penilaian kualitatif dan pengembangan kebijakan untuk meningkatkan infrastruktur yang tahan gempa. Kata kunci: Data Google Earth, dampak likuifaksi, analisis spasial, kehilangan rumah, perpindahan penduduk
Reconstruction of Geological History Based on Stratigraphic Analysis in the Gombong Region, North Serayu Basin Adam, Ignasius Mahendradewa; Saadjad, A.; Isliko, R.; Umagapi, R.
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 26 No. 1 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v26i1.922

Abstract

In the North Serayu Basin, there are deepsea sedimentary material and volcanic material are deposited in the terrestrial environment. The varied depositional environments require a detailed geological understanding. Because research has yet to be carried out regarding the reconstruction of the geological history in the Gombong area, this research was carried out to study and understand the chronology of deposition and the condition of its geological structure. Research methods include field observation, stratigraphic analysis, and surface geological structure analysis. From old to young, the stratigraphy of the research area is the Shale Interbedded Unit with Rambatan Sandstone, the Halang Tuff Unit, the Dacite Intrusion Unit, and the Slamet Basalt Lava Unit. The reconstruction of the geological history of the research area began in the Middle Miocene - Late Miocene with the deposition of the Shale Interbedded Unit with Rambatan Sandstone in the lower Bathyal-Abysal bathymetric environment (500-2000 m) and the Halang Tuff Unit was deposited in the Late Miocene-Pliocene-finger conformity. Then, during the Late Miocene, the deposition of the Dacite Intrusion Unit occurred, which had an unconformable relationship (nonconformity) with interbedded shale units with Rambatan Sandstone below. Then, in the Late Miocene - Pliocene, due to the compressional regime phase of the Java Island subduction, a geological structure was formed with the principal stress (σ1) trending relatively northwest- southeast, which resulted in the Sarawak right-slip fault, the Mendelem thrust fault and the Gunungtiga normal fault. Furthermore, during the Pleistocene, volcanic activity continued, producing the Slamet Basalt Lava Unit, which had an incongruent relationship (nonconformity) with the Dacite Intrusion Unit below it. Keywords: Geological History, Stratigraphy, North Serayu Basin.
Analisis Stabilitas Lereng Menggunakan Metode RMR dan SMR di Daerah Malanu, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya Mayzarah, Erikha Maurizka; Padendenan, Hardus; Wiratama, Rana; Tandirerung, Restu
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 26 No. 1 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v26i1.805

Abstract

Kondisi lereng pada kawasan tambang batuan di Daerah Malanu, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong sangat menarik, karena terdapat rekahan-rekahan yang kemungkinan menyebabkan lereng berada dalam kondisi tidak stabil dan berpotensi menimbulkan bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas massa batuan, tingkat kestabilan lereng, dan upaya perkuatan lereng, sehingga dapat memberikan informasi kepada instansi terkait dan masyarakat mengenai kondisi lereng tersebut. Metode yang digunakan adalah scanline sampling, analisis RMR, analisis SMR, dan analisis kinematik. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa lereng 1 memiliki nilai RMR 65 (baik), tipe runtuhan guling, dan nilai SMR 65 (stabil), lereng 2 memiliki nilai RMR 67 (baik), tipe runtuhan baji, dan nilai SMR 59,5 (stabil sebagian), lereng 3 memiliki nilai RMR 63 (baik), tipe runtuhan bidang, dan nilai SMR 57 (stabil sebagian), lereng 4 memiliki nilai RMR 63 (baik), tipe runtuhan bidang, dan nilai SMR 13 (sangat tidak stabil), serta lereng 5 memiliki nilai RMR 60 (sedang), tipe runtuhan guling, dan nilai SMR 60 (stabil). Rekomendasi perkuatan yang disarankan oleh Romana (1985) adalah perkuatan (IIb) untuk lereng 1, perkuatan (IIIa) untuk lereng 1,2, dan 5, serta perkuatan (Va) untuk lereng 4. Kata kunci: Massa Batuan, Kestabilan lereng, Scanline, RMR, SMR  
Karakteristik Jenis dan Geokimia Batugamping Formasi Wapulaka untuk Bahan Baku Industri di Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara Chalik, Citra Aulian; Januar, Rezki Reyditha; Arifin, Mubdiana
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 26 No. 2 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v16i2.857

Abstract

© JGSM. This is an open access articleunder the CC-BY-NC license (https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/)Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 26 No. 2 Mei 2025 hal. 77-85Abstrak- Daerah Buton Selatan memiliki prospek bahangalian batugamping yang cukup besar, hal ini ditunjukandari peta geologi lembar Buton bahwa daerah ButonSelatan terdapat Formasi Wapulaka yang merupakanformasi batugamping selain itu beberapa lokasi di ButonSelatan terdapat penambangan batugamping yang belumberkembang aktif. Penambangan batugamping masihmembutuhkan data-data eksplorasi dan pengembanganinfrastruktur di daerah tersebut. Oleh karena itu data tentangpotensi batugamping di Buton Selatan perlu ditingkatkanuntuk mendukung kebutuhan pemerintah dan masyarakat.Daerah penelitian berada di Kecamatan Sampolawa,Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristikjenis dan geokimia batugamping formasi Wapulaka sebagaiacuan karakteristik batugamping untuk bahan baku industri.Karakteristik jenis batugamping di daerah penelitian terdiridari jenis wackestone dan jenis packstone. Jenis yangberkembang di daerah penelitian terdiri grain: bioklas, mud:kalsit, pure: vug dan channel. Berdasarkan analisis geokimiabatugamping di daerah penelitian memiliki KandunganCaO hingga 99%, hal ini dipengaruhi oleh adanya cangkang-cangkang atau fosil pada batugamping. Karakteristik fasiesdan geokimia menunjukan karakteristik batugamping yangakan digunakan sebagai bahan baku industri seperti: semen,bahan bangunan, industri peleburan dan pemurnian baja.
Subsurface Modeling of High Sulfidation Epithermal Deposit Systems Based on Geomagnetic Data in the Tulungagung Area, East Java Marisa, Sari; Dzil Mulki Heditama; Agata Vanessa; Y, Yatini
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 26 No. 1 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v26i1.907

Abstract

The presence of metallic minerals in vuggy silica in Tulungagung, East Java, is characteristic of the high sulfidation epithermal (HSE) deposit system. This research quantitatively analyzes the distribution and geometry of metal mineral deposits in the research area using geomagnetic methods. The research analyzes the alteration and mineralization zones of the HSE deposits and builds a subsurface model. The geomagnetic method aims to determine subsurface conditions based on the magnetic properties of rocks. This research was conducted as many as 417 points with a distance between points of 50 - 700 meters, randomly from a lot area of 95 km2. The results of the reduce-to-pole (RTP) map analysis show that the alteration and mineralization zones of the HSE are seen in low magnetic anomaly values due to dominant alteration and the presence of complex faults, so that destructive magnetite occurs. The results of wave spectrum analysis obtained an estimated regional depth of ± 539 meters, which was used for subsurface modeling. The model shows the environment and geometry of the HSE deposits. The presence of alteration and mineralization in the study area is at low susceptibility values < 2 x 10-3 SI, controlled by faults and permeable lithologies. Dacite intrusions with high susceptibility values > 15 x 10-3 SI are interpreted as host rocks carrying mineralization in the study area.
A Pollen Record Of Alluvium Unit And Vegetation Landscape From Bangka Island, Indonesia Sri Sukapti, Woro; Yulianto, Eko; Kurnia; Suharsono
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 26 No. 1 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v26i1.925

Abstract

This study presents a pollen record of the purported Holocene Alluvium in Bangka Island, Indonesia. This alluvial unit’s age and stratigraphic position have been disputed, and this pollen study is expected to provide crucial evidence on the matter. The pollen content is also likely to reveal the vegetation landscape and environment of the samples, further enhancing our understanding of the area. Three samples were taken from outcrops at three different points of the alluvial deposit, and the samples were rich in pollen and spores. We identified 54 pollen and 12 spore taxa. The pollen assemblages suggest that the samples were deposited in an open forest environment of the evolving disturbed heath forest ecosystem. Several cultivated plant pollens indicate that the samples were deposited in modern times. Keywords: Holocene, alluvium, stratigraphy, pollen, Bangka, vegetation landscape     Keywords: Holocene, alluvium, stratigraphy, pollen, Bangka, vegetation landscape
Identifikasi Karakteristik Erupsi Gunung Patuha Berdasarkan Stratigrafi Batuan di Kawah Putih Ciwidey Noviantoro, Kurnia Maulidi; Novitasari, Dwi; Firnanda, Ayu; Firmansyah, Agung Dwi; Febry, Ahmad Wildan Nanda; Amalia, Faiza; Mu’awwanah, Fir Atiyatul; Susanti, Wahyu; Rahmadani, Devia Liza
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 26 No. 2 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v26i2.964

Abstract

Gunung Patuha terletak di Jawa Barat danmemiliki kondisi tektonik yang dipengaruhi oleh aktivitassubduksi di bagian selatan Pulau Jawa. Aktivitas vulkanikyang menghasilkan berbagai jenis batuan, termasuk tuf,lapili, breksi vulkanik, skoria, dan aglomerat. Penelitianini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik erupsiGunung Patuha berdasarkan analisis stratigrafi batuandi Kawah Putih. Metode yang digunakan adalah metodedeskriptif kualitatif, dengan data primer diperoleh melaluiobservasi lapangan dan wawancara, serta data sekunder daristudi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasanini mencerminkan dinamika vulkanisme yang kompleks,dengan berbagai fase erupsi, dari eksplosif hingga efusif.Batuan tuf dan lapili mengindikasikan erupsi eksplosifyang berulang, sementara keberadaan skoria dan aglomeratmencerminkan aktivitas efusif dengan pelepasan gas yangsignifikan. Namun, erupsi Gunung Patuha belum mencapaiintensitas erupsi Plinian, sebagaimana ditunjukkan olehtidak adanya deposit pumis yang signifikan dan distribusimaterial yang cenderung lokal. Penelitian ini diharapkandapat memberikan pemahaman mendalam tentang prosesvulkanisme Gunung Patuha. Temuan ini juga diharapkandapat berkontribusi pada upaya mitigasi bencana vulkanikdi kawasan tersebut. Kata kunci: Gunung Patuha, stratigrafi, vulkanisme, erupsi.   Abstract Mount Patuha is located in West Java and hastectonic conditions influenced by subduction activity in thesouthern part of Java Island. Volcanic activity produced avariety of rock types, including tuff, lapilli, volcanic breccia,scoria, and agglomerate. This research aims to identify theeruption characteristics of Mount Patuha based on theanalysis of rock stratigraphy in Kawah Putih. The methodused is a descriptive qualitative method, with primary dataobtained through field observations and interviews, andsecondary data from literature studies. The results showedthat the area reflects complex volcanism dynamics, withvarious eruption phases, from explosive to effusive. Tuff andlapilli rocks indicate repeated explosive eruptions, whilethe presence of scoria and agglomerate reflects effusiveactivity with significant gas release. However, the eruptionof Mount Patuha has not reached the intensity of a Plinianeruption, as indicated by the absence of significant pumicedeposits and the localized distribution of materials. Thisresearch is expected to provide an in-depth understandingof the volcanism process of Mount Patuha. The findings arealso expected to contribute to volcanic disaster mitigationefforts in the region. Keywords: Mount Patuha, stratigraphy, volcanism,eruption.
Karakterisasi Spasial Struktur Bawah Permukaan Gunung Merapi dan Sekitarnya Menggunakan Tomografi Seismik Purba, Joshua; Yulinda, Riska
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 26 No. 3 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v26i3.987

Abstract

Aktivitas vulkanik intensif di kawasan Gunung Merapi memerlukan pemahaman mendalam terhadap struktur bawah permukaan, terutama dalam konteks mitigasi bahaya erupsi dan analisis sistem magmatik. Namun, keterbatasan resolusi spasial pada studi tomografi sebelumnya menyulitkan identifikasi detail struktur seperti reservoir magma dangkal, zona rekahan, dan sesar aktif yang berperan dalam suplai magma. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi struktur bawah permukaan Gunung Merapi dan wilayah sekitarnya secara spasial melalui tomografi seismik berbasis kecepatan gelombang P (Vp), gelombang S (Vs), dan rasio Vp/Vs. Data seismik lokal yang digunakan berasal dari jaringan broadband DOMERAPI dan BMKG, yang diolah menggunakan perangkat lunak LOTOS-13 dengan pemodelan inversi non-linier. Hasil inversi menunjukkan adanya zona anomali kecepatan rendah dengan rasio Vp/Vs tinggi pada kedalaman <6 km di bawah Merapi, yang diinterpretasikan sebagai reservoir magma dangkal yang kaya fluida. Zona transisi dan reservoir magma menengah teridentifikasi masing-masing pada kedalaman 6–12 km dan 13–16 km. Di bawah Gunung Merbabu, anomali kecepatan lebih lemah tanpa indikasi aktivitas magmatik signifikan, mencerminkan sistem vulkanik yang relatif tidak aktif. Selain itu, zona kecepatan rendah dan rasio Vp/Vs tinggi pada kedalaman 15–18 km di selatan Merapi dikaitkan dengan keberadaan Sesar Opak. Hasil studi ini memperkuat pemahaman mengenai dinamika sistem magmatik serta potensi seismotektonik di kawasan vulkanik Jawa Tengah. Kata Kunci: Tomografi seismik, Gunung Merapi, Struktur bawah permukaan, rasio Vp/Vs, Reservoir Magma   Abstract Intense volcanic activity in the Mount Merapi region necessitates a thorough understanding of its subsurface structure, particularly for eruption hazard mitigation and magmatic system analysis. However, limitations in spatial resolution from previous tomography studies have hindered detailed identification of features such as shallow magma reservoirs, fracture zones, and active faults responsible for magma transport. Therefore, this study aims to identify and spatially characterize the subsurface structure beneath Mount Merapi and its surroundings using seismic tomography based on P-wave velocity (Vp), S-wave velocity (Vs), and Vp/Vs ratio data. Local seismic data were obtained from the DOMERAPI and BMKG broadband networks and processed using the LOTOS-13 software with a non-linear inversion model. The results reveal a low-velocity anomaly zone with a high Vp/Vs ratio at depths of less than 6 km beneath Merapi, interpreted as a shallow, fluid-rich magma reservoir. A transition zone and an intermediate magma reservoir were identified at depths of 6–12 km and 13–16 km, respectively. Beneath Mount Merbabu, weaker velocity anomalies without significant magmatic signals indicate a relatively inactive volcanic system. Additionally, low-velocity and high Vp/Vs ratio zones at depths of 15–18 km south of Merapi are associated with the Opak Fault. These findings enhance our understanding of magmatic dynamics and seismotectonic potential in the Central Java volcanic region. Keywords: Seismic tomography, Mount Merapi, Subsurface structure, Vp/Vs ratio, Magma reservoir

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 4 (2025) Vol. 26 No. 3 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 26 No. 2 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 26 No. 1 (2025): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 25 No. 4 (2024): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 25 No. 3 (2024): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 25 No. 2 (2024): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 25 No. 1 (2024): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 24 No. 4 (2023): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 24 No. 3 (2023): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 24 No. 2 (2023): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 24 No. 1 (2023): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 23 No. 4 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 3 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 2 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 1 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 22 No. 4 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 22 No. 3 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 22 No. 2 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 22 No. 1 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 21 No. 4 (2020): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 21 No. 3 (2020): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 21 No. 2 (2020): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Vol. 21 No. 1 (2020): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 20 No. 4 (2019): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 20 No. 3 (2019): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 20 No. 2 (2019): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 20 No. 1 (2019): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 19 No. 4 (2018): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 19 No. 3 (2018): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 19 No. 2 (2018): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 19 No. 1 (2018): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 18 No. 4 (2017): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 18 No. 3 (2017): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 18 No. 2 (2017): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 18 No. 1 (2017): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 4 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 3 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 2 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 17 No. 1 (2016): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 16 No. 4 (2015): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 16 No. 3 (2015): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 16 No. 2 (2015): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 16 No. 1 (2015): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 15 No. 4 (2014): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 15 No. 3 (2014): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 15 No. 2 (2014): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 15 No. 1 (2014): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 3 (2013): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 23 No. 2 (2013): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 23 No. 1 (2013): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 14 No. 4 (2013): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 22 No. 4 (2012): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 22 No. 3 (2012): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 22 No. 2 (2012): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 22 No. 1 (2012): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 21 No. 5 (2011): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 21 No. 4 (2011): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 21 No. 3 (2011): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 21 No. 2 (2011): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 21 No. 1 (2011): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 6 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 5 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 4 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 3 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 2 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 20 No. 1 (2010): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 6 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 5 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 4 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 3 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 2 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 19 No. 1 (2009): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 6 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 5 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 4 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 3 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 2 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 18 No. 1 (2008): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 6 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 5 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 4 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 3 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 2 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 1 (2007): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 6 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 5 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 4 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 3 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 2 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 16 No. 1 (2006): Jurnal Sumber Daya Geologi More Issue