cover
Contact Name
Purba Sanjaya
Contact Email
p.sanjaya@fp.unila.ac.id
Phone
+6282229226300
Journal Mail Official
jurnalpengabdianfpunila@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soemantri Brojonegoro 1, Gedong Meneng, Bandar Lampung, Lampung Province, Indonesia (Kode Pos : 35145)
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Published by Universitas Lampung
ISSN : 28292243     EISSN : 28292235     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/jpfp.v2i2.7916
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas lampung (JPFP) adalah jurnal pengabdian kepada masyarakat yang terbit dua kali setahun yaitu pada bulan Maret, dan September oleh Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang berhubungan dengan ilmu agroteknologi, agronomi dan hortikultura, ilmu tanah, ilmu hama dan penyakit tanaman, ilmu peternakan, ilmu agribisnis, ilmu teknologi hasil pertanian, ilmu kehutanan, ilmu keteknikan pertanian, ilmu perikanan dan kelautan.
Articles 288 Documents
APLIKASI TEKNOLOGI FERMENTASI NATA DECOCO UNTUK MEMANFAATKAN LIMBAH AIR KELAPA DI DESA BUNUT PESAWARAN Maria Erna Kustyawati; Samsul Rizal; Suharyono Suharyono; Otik Nawansih
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6985

Abstract

Kelapa merupakan komoditas penting yang produksinya melimpah di desa Bunut Kecamatan Way Ratai Kab Pesawaran , dengan hasil panen 480 ribu buah per bulan dan menghasilkan 48 ribu kg kopra, serta limbah air kelapa 12,900 L. Alih teknologi fermentasi limbah air kelapa sebagai salah satu solusi yang dapat diterapkan kepada wanita tani. Oleh karena itu kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membuat Nata de Coco melalui teknik fermentasi tradisional karena dapat menggunakan peralatan rumah tangga, kultur starter mudah diperoleh dan murah serta higienitas produk dapat dilakukan dengan pemanasan api. Alih teknologi nata de Coco dapat membantu menambah penghasilan keluarga dan membangun kebersamaan masyarakat desa. Metode penerapan teknologi dengan penyuluhan dan pelatihan yang didahului dengan mengukur kemampuan kognitif peserta melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan dan pelatihan alih teknologi fermentasi Nata de Coco secara signifikan meningkatkan kemampuan kognitif peserta. Sebesar 42,5% peserta nilai terendah menurun menjadi 10% setelah pelatihan. Kesimpulan adalah bahwa kelompok wanita tani dapat membuat nata deCoco sebagai alih teknologi fermentasi tradisional pemanfaatan limbah air kelapa. Kemampuan membuat nata deCoco diperoleh melalui penyuluhan dan pelatihan. 
Penguatan Kapasitas Aparatur Desa Rejo Agung, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran Yuliana Saleh; Teguh Endaryanto; Lina Marlina; Amanda Putra Seta
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 2, September 2
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i2.7898

Abstract

Desa Rejo Agung memiliki banyak potensi desa dan terus melakukan pembenahan secara mandiri melalui berbagai program kegiatan yang telah dimasukan dalam RPJMDes Rejo Agung, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, program-program kegiatan pengembangan Desa Rejo Agung dirasa masih kurang optimal, sehingga perlu dilakukan penyusunan roadmap pengembangan Desa Rejo Agung dengan merujuk dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Rejo Agung yang telah ada. Kendala lainnya yaitu keterbatasan aparatur desa dalam melaksanakan sistem administrasi pemerintahan desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pentingnya pelaksanaan sistem administrasi pemerintahan desa, 2) Menyusun roadmap pengembangan Desa Rejo Agung, 3) Melakukan review Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), 4) Pemetaan wilayah berbasis potensi Desa Rejo Agung.  Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Rejo Agung Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran,  dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu ceramah dan metode diskusi/sharing. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat baik dan tepat sasaran.  Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, sasaran mulai 1) memahami pentingnya aparatur desa dalam melaksanakan sistem administrasi pemerintahan desa secara tertib, 2) menyusun roadmap pengembangan Desa Rejo Agung dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, memperoleh nilai tambah, serta meningkatkan PAD Rejo Agung, 3) melakukan review RPJMDes Rejo Agung, dimana RPJMDes Rejo Agung belum memasukan pertimbangan dari berbagai macam potensi desa yang dimiliki dapat dikembangkan oleh masyarakat Desa Rejo Agung, 4) memahami pentingnya pemetaan wilayah berbasis potensi Desa Rejo Agung agar dapat mudah untuk dikembangkan.Kata Kunci: kapasitas aparatur, administrasi pemetaan, RPJMDes, roadmap
Peningkatan Kapasitas Masyarakat sekitar Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman dalam Memasarkan Produk Hasil Hutan Bukan Kayu Susni Herwanti; Christine Wulandari; Hari Kaskoyo; Wahyu Hidayat; Destia Novasari; Lia Mulyana; Nindya Triya Puspita; Muhammad Aldo Kurniansyah; Kadek Wikan Nandini; Rini Nurindarwati
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i1.5762

Abstract

Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura WAR) terbagi menjadi 7 blok pengelolaan yaitu, blok perlindungan, blok pemanfaatan, blok koleksi tumbuhan dan satwa, blok tradisional, blok rehabilitasi, blok religi budaya atau sejarah, dan blok khusus. Khusus blok tradisional, masyarakat diberikan izin usaha pemanfaatan Tahura WAR melalui skema kemitraan kepada masyarakat yang sudah terlanjur menggarap Kawasan hutan. Usaha yang dapat dilakukan pada blok tradisional antara lain berupa usaha jasa lingkungan dan usaha hasil hutan bukan kayu. Akan tetapi, produk-produk ini belum sepenuhnya dapat dipasarkan oleh masyarakat. Hal ini terjadi antara lain karena belum tingginya jiwa kewirausahaan yang dimiliki masyarakat, kurangnya promosi, rendahnya kualitas produk yang dihasilkan, sistem pemasaran yang kurang baik dan lain sebagainya. Setelah pemberian materi oleh narasumber, masyarakat menjadi faham tentang pemasaran hasil hutan bukan kayu dimulai dari nilai tambah produk sampai pada pemasaran dengan teknologi terkini. Menurut ketua Gapoktan Manunggal Sejahtera, KTH Sejahtera 1 dan 6, kegiatan ini tidaklah mudah dilakukan jika tanpa kerjasama yang baik antara suami dan istri karena pada umumnya, suami suatu keluarga di Desa Pesawaran, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran bekerja penuh di lahan setiap harinya. Dengan demikian perlu kerjasama atau pembagian tugas yang baik dengan para istri atau anggota keluarga lainnya. Oleh karena itu, pembagian tugas menjadi sangat penting di setiap keluarga petani di sekitar hutan, selain itu kelembagan pada kelompok wanita dan pemuda juga perlu segera dibentuk dan diperkuat sehingga masing-masing pihak dapat berperan dan mendukung kesejahteraan keluarga maupun desa.
PEMBINAAN KELOMPOK WANITA TANI HARAPAN JAYA DALAM PENERAPAN BAURAN PEMASARAN JAHE MERAH INSTAN DI KECAMATAN RAJABASA, BANDAR LAMPUNG Dyah Aring Hepiana Lestari; Wuryaningsih Dwi Sayekti; Fembriarti Erry Prasmatiwi; Hanung Ismono; Tyas Sekartiara Syafani
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.5958

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Harapan Jaya di Kota Bandar Lampung memiliki usaha pengolahan jahe  merah menjadi jahe instan. Permintaan terhadap jahe instan tersebut meningkat sejak pandemi Covid 19.  Namun, kendala yang dihadapi bila akan meningkatkan produksi adalah ketersediaan bahan baku dan jahe instan dihasilkan belum dikemas dengan baik, penentuan harga jual belum benar, pemasaran masih terbatas, dan promosi belum dilakukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan anggota KWT Harapan Jaya tentang pengadaan bahan baku jahe merah dan bauran pemasaran jahe instan.  Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan (ceramah dan diskusi) dan pendampingan. Setelah kegiatan penyuluhan dilakukan, pengetahuan anggota KWT Harapan Jaya mengenai pengadaan bahan baku jahe merah dan bauran pemasaran meningkat sebesar 66,17 persen. Peserta kegiatan antusias mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat terlihat dari persentase kehadiran sebesar 65 persen (lebih dari 50 persen anggota aktif) dan diskusi berjalan lancar serta aktif. Pengembangan kemasan produk, tertib pembukuan usaha, penetapan harga jual jahe instan, pemanfaatan media sosial dalam pemasaran dan promosi jahe instan KWT Harapan Jaya perlu waktu yang lebih panjang untuk mengevaluasinya.
PEMANFAATAN AGENSIA HAYATI UNTUK MENGENDALIKAN HAMA DAN PENYAKIT JAGUNG DI DESA REJO MULYO, LAMPUNG SELATAN Puji Lestari; Selvi Helina; Cipta Ginting; Tri Maryono
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6726

Abstract

Abstrak: Kecamatan Tanjung Bintang merupakan salah satu penyokong produksi jagung provinsi Lampung. Produksi jangung di Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Tanjung Bintang belum mencapai produksi optimum. Hal ini karena berbagai permasalahan yang dihadapi oleh petani, diantaranya benih, pemupukan, serta permasalahan hama dan penyakit tanaman jagung. Upaya mengatasi masalah hama dan penyakit umumnya dilakukan dengan penyemprotan pestisida oleh petani. Beberapa pestisida sulit terurai, sehingga penggunaan pestisida dalam jangka waktu yang lama berdampak negatif terhadap lingkungan, pencemaran terhadap produk pertanian, serta resistensi hama dan patogen tanaman. Metode yang digunakan adalah pembimbingan melalui sosialisasi mengenai hama dan penyakit pada tanaman jagung, pemanfaatan agensia hayati untuk pengendalian hama dan penyakit jagung, dan pelatihan pembuatan dan perbanyakan massal agens hayati Trichoderma. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan: 1. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diikuti oleh anggota dan pengurus Gapoktan Jaya Makmur, Desa Rejo Mulyo, kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, Penyuluh Pertanian Desa Rejo Mulyo, dan para petani; 2. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan yang ditunjukan oleh keaktfannya dalam menyimak dan merespon penyampaian materi serta aktif bertanya dan memberi tanggapan terhadap setiap permasalahan yang dibahas, 3. Adanya peningkatan penguasaan pengetahuan tentang pengenalan hama dan penyakit pada tanaman jagung yang signifikan yang ditunjukkan oleh hasil evalusai setelah diberi penyuluhan lebih yaitu mayoritas peserta memiliki pengetahuan yang baik hingga sangat baik (85,9%) dan tidak ada peserta yang memiliki nilai dengan kriteria kurang.
PENYULUHAN INTENSIFIKASI PEKARANGAN DENGAN TANAMAN OBAT PADA KWT DELIMA DUSUN KARANG ENDAH DESA KARANG ANYAR, JATI AGUNG, LAMPUNG SELATAN sugiatno sugiatno; Herry Susanto; Niar Nurmauli
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i1.5761

Abstract

Pekarangan merupakan lahan di sekitar hunian rumah yang ditanami berbagai jenis tanaman dengan fungsi yang berbeda. Tanaman obat yang didominasi oleh empon-empon  merupakan tanaman dari suku jahe jahean (Zingiberaceae) yang tumbuh dengan agroklimat yang terlindung sehingga sangat sesuai jika dibudidayakan di pekarangan. Tanaman empon-empon disebut apotik hidup karena dapat menyimpan bahan obat dalam bentuk hidup yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga tani setiap saat. Produk empon-empon banyak dikonsumsi masyarakat untuk meningkatkan stamina tubuh. Pentingnya manfaat empon-empon tersebut maka dipandang perlu untuk disampaikan kepada wanita tani di Dusun Karang Endah, mengingat wanita tani merupakan agen kesejahteraan keluarga tani di pedesaan.  Kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita tani Dusun Karang Endah mengenai intensifikasi pekarangan dengan tanaman obat dilaksanakan di Dusun Karang Endah, Desa Karang Anyar, Kecamatan jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan pada bulan Juli sampai November 2021.   Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode tatap muka (ceramah) di dalam ruangan dan demontrasi budidaya tanaman empon-empon. Kegiatan pengabdian dievaluasi melalui evaluasi awal, evaluasi proses, dan evaluasi akhir.  Evaluasi awal dan evaluasi akhir, dilakukan dengan menggunakan lembar daftar pertanyaan (kuisioner) yang berkaitan dengan materi penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan: Tingkat pengetahun wanita tani tentang intensifikasi pekarangan melalui budidaya tanaman obat sebelum dilakukan penyuluhan sangat rendah dengan nilai rata-rata 24,4; Tanggapan wanita tani tentang kegiatan penyuluhan ini sangat antusias baik pada saat penyampaian materi maupun pada saat kegiatan praktik di lahan; Setelah kegiatan penyuluhan, tingkat pengetahuan wanita tani tentang intensifikasi pekarangan melalui budidaya tanaman obat meningkat menjadi kategori tinggi dengan nilai rata-rata 73,6 dan terjadi peningkatan pengetahuan wanita tani terhadap materi penyuluhan sebesar 49,2%.
PEMAHAMAN MASYARAKAT DESA KETAPANG KABUPATEN PESAWARAN TENTANG SAMPAH LAUT (MARINE DEBRIS) Darma Yuliana; Abdullah Aman Damai; Qadar Hasani; Rara Diantari
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.6278

Abstract

Desa Ketapang , Kabupaten Pesawaran  merupakan salah satu  wilayah rekreasi pantai yang terkenal di Provinsi Lampung.  Meningkatnya aktivitas antropogenik di kawasan tersebut menye-babkan besarnya tekanan yang diterima, termasuk pada daerah pantai. Salah satu masalah yang signifikan penyebab degradasi lingkungan adalah sampah, termasuk sampah laut (marine debris). Secara umum sampah laut berdampak sektor eko-nomi dan pariwisata, mengganggu kehidupan biota laut dan ekosistem pesisir dan kesehatan manusia. Banyak biota yang memakan plastik (entangled) dan terjerat plastik (ingestion), meru-juk pada laporan. Jika sampah plastik ini tidak dikendalikan dikelola dengan baik, maka terjadi proses pelapukan menjadi mikro dan nano plastik yang akan merusak ekosistem pesisir dan/atau dimakan oleh plankton atau ikan. Selanjutnya, produktivitas perikanan dapat menurun dan impli-kasi dari mikroplastik bisa masuk ke jejaring makanan (food-chain) yang akhirnya dapat menimbulkan masalah pada kesehatan manu-sia.  Tujuan dari pengabdian ini untuk melihat pemahaman masyarakat terhadap sampah laut, di sekitar kawasan Pantai Ketapang. Kegiatan dilakukan dalam dua tahap untuk mengobservasi sampah laut dan pemahaman masyarakat.  Sampah laut (marine debris) di Pantai Ketapang , Kab. Pesawaran  terdapat 2 jenis sampah yaitu sampah organik dan sampah anorganik. .Jenis sampah laut (marine debris) yang paling banyak adalah sam-pah  organik ditemukan, hal ini diduga karena pantai Ketapang merupakan  daerah yang banyak aktifitas manusia. Penemuan sampah masker pada lokasi pengabdian sehubungan dengan terjadinya wabah pandemi Covid-19. Data menunjukkan pengetahuan maupun untuk sikap masyarakat terhadap sampah laut dan kebersihan lingkungan sangat tinggi. Hal ini dapat dikaitkan dengan ketergantungan masyarakat terhadap lingkungan pantai, karena sebagian besar masyarakat berpenghasilan dari memanfaatkan pantai ketapang
PENERAPAN MOL IN SITU DALAM MENDUKUNG PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MEWUJUDKAN PERTANIAN ORGANIK DI KELURAHAN PINANG JAYA, BANDAR LAMPUNG Winih sekaringtyas Ramadhani; Septi Nurul Aini; Afandi Afandi; Henrie Buchari; Jonah Febriana
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.6273

Abstract

Pinang Jaya adalah Kelurahan di Bandar Lampung yang memproduksi sayur-mayur. Saat ini pemupukan sayur-mayur masing menggunakan pupuk kimia. Selain itu tingginya limbah rumah tangga yaitu nasi basi yang tidak termanfaatkan mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Sehingga perlu dilakukan pengomposan limbah organik menjadi Mikroorganisme Lokal (MOL) in situ untuk mengurangi penumpukan limbah organik serta mampu menjadi pupuk organik cair. MOL limbah in situ dijadikan sebagai bahan pembenah tanah untuk mendukung sistem pertanian “Safe and Healthy Farm” dalam mewujudkan pertanian organik. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan ceramah, demonstrasi, demoplot dan evalusi kegiatan. Sasaran dari kegiatan ini yaitu warga di Pinang Jaya dan anggota Safe and Healthy Farm. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman terkait pemanfaatan limbah organik berupa nasi basi in situ menjadi MOL sebesar 75%. Indikator penilaian pemahaman peserta pengabdian dinilai dari hasil pre-test dan post-test. Pada hasil pre-test pemahaman warga terkait MOL sangat rendah yaitu 20%. Setelah dilakukan penjelasan serta demontrasi pembuatan MOL, peserta pengabdian mengalami peningkatan pemahaman, hasil test setelah kegiatan yaitu 95%. Hal ini menunjukkan bahwa  warga Pinang Jaya telah memahami pengelolaan limbah rumah tangga menjadi produk MOL in situ. 
Sosialisasi Manajemen Pemeliharaan Sapi Krui dan Pelayanan Kesehatan Ternak di Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung Dian Kurniawati; Kusuma Adhianto; Akhmad Dakhlan; Teguh Rafian
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6809

Abstract

Kabupaten Pesisir Barat merupakan kabupaten yang berada di ujung barat Provinsi Lampung. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani, peternak, dan nelayan. Jenis ternak yang dibudidayakan adalah Sapi Krui. Sebagian besar peternak mengeluhkan beberapa permasalahan yang dihadapi dalam budidaya Sapi Krui, diantaranya banyak sapi yang pertumbuhannya kurang maksimal (lambat), sapi terserang penyakit, serta produktivitasnya rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dari program Pemerintah  Daerah Kabupaten Pesisir Barat yaitu memberikan sosialisasi tentang manajemen pemeliharaan ternak dan pelayanan kesehatan ternak di Kabupaten Pesisir Barat. Metode kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi, sosialisasi, dan pelayanan kesehatan ternak dan evaluasi pelaksanaan. Peserta kegiatan ini adalah para peternak yang ada di Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung yang berasal dari empat wilayah di Kabupaten Pesisir Barat, yaitu Krui Selatan, Pesisir Selatan, Pesisir Utara, dan Pulau Pisang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi Peternak di wilayah Kabupaten Pesisir Barat. Peternak lebih memahami sistem pemeliharaan ternak sapi Krui yang tepat serta perawatan kesehatan ternak secara mandiri, dan diharapkan dari kegiatan ini peternak dapat meningkatkan produktivitas sapi Krui sehingga mengalami peningkatan dan berdampak terhadap perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat.
Diseminasi Suplementasi Alginat untuk Meningkatkan Produksi Udang Vannamei di Tambak Masyarakat Desa Berundung, Lampung Selatan Agus Setyawan; Siti Hudaidah; Supono Supono; Hilma Putri Fidyandini; Agung Prasetyo; Hilma Nahwa Firdausi; Yudha Trinoegraha Adiputra
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 2, September 2
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i2.7751

Abstract

Alginat Sargassum telah terbukti mampu meningkatkan imunitas udang vannamei. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini  bertujuan melakukan diseminasi hasil riset suplementasi alginat untuk meningkatkan produksi udang vannamei di tambak masyarakat di Desa Berundung, Ketapang, Lampung Selatan. Metode PkM dilakukan dengan survei lokasi, pemetaan masalah, ceramah, diskusi, pelatihan, dan diseminasi alginat di tambak udang vannamei. Peserta PkM adalah para teknisi tambak, anak kolam, dan pemilik tambak di sekitar kecamatan Ketapang, Lampung Selatan dan sebagian berasal dari Kecamatan Pasir Sakti dan Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Hasil kegiatan PkM menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan ketrampilan peserta terkait pembuatan alginat dari Sargassum, pemanfaatan alginat pada budidaya udnag vananmei dan manajemen kesehatan dalam budidaya udang di tambak. Hasil diseminasi menunjukkan adanya peningkatan laju sintasan udang vannamei dan dapat dilakukan panen parsial sebanyak dua kali pada hari budidaya (day of culture, DOC) 60 dan 67. Hasil sangat dirasakan manfaatnya oleh mitra setelah dua siklus budidaya sebelumnya selalu mengalami kegaglan panen. Kegiatan ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya mitra, baik secara ekonomi maupun sosial sehingga diharapkan tetap berlanjut dan memberikan dapak positif bagi pembudidaya udang vannamei lainnya

Page 5 of 29 | Total Record : 288