cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI)
ISSN : 30264723     EISSN : 30264715     DOI : https://doi.org/10.62017/jkmi.v1i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) merupakan Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini merupakan jurnal yang dapat akses secara terbuka bagi para Peneliti, Mahasiswa dan Dosen yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada bidang kesehatan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat mempublikasikan artikel-artikel kajian empiris dan teoritis dalam bidang Gizi, Rekam medis dan Informasi Kesehatan, Keperawatan, Kebidanan, Obat-obatan, Psikologi Kesehatan dan bidang penelitian lain yang berkaitan dalam kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 125 Documents
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Aidar Ayu Ningsih; Andriyani; Nurmalia Lusida
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4372

Abstract

Anemia merupakan suatu penyakit yang sering kita temui pada remaja putri, anemia dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurang nya pengetahuan, pola menstruasi, dan sosial ekonomi. Anemia bisa menyebabkan seseorang mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga seseorang mudah terpapar penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyabab anemia pada remaja putri. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kajian literatur. Data dari penelitian ini berasal dari 17 literatur yang terdiri dari 15 jurnal nasional, 2 jurnal internasional yang ditinjau dari google schoolar maupun pubmed. Kesimpulannya bahwa kejadian anemia pada remaja putri berhubungan dengan pola menstruasi, serta kurang nya pengetahuan tentang anemia. Anemia juga masih menjadi salah satu masalah kesehatan dinegara maju maupun negara berkembang seperti Indonesia.   
ANALISIS LITERATUR PERILAKU SWAMEDIKASI TERHADAP DISMENORE DI KALANGAN REMAJA PUTRI: PERSPEKTIF KESEHATAN MASYARAKAT Chaerunnisa, Syaharani Laila; Andriyani; Nurmalia Lusida
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4373

Abstract

Dismenore atau nyeri menstruasi merupakan kondisi yang dialami oleh sebagian besar remaja putri dan berdampak pada aktivitas serta kualitas hidup mereka. Banyak remaja cenderung menangani nyeri ini secara mandiri dengan melakukan swamedikasi, baik melalui pendekatan farmakologis seperti penggunaan obat analgetik maupun non-farmakologis seperti kompres hangat dan konsumsi jamu tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku swamedikasi remaja putri dalam menangani dismenore berdasarkan 15 artikel yang dipublikasi antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa 13 dari 15 artikel menemukan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi. Faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut meliputi faktor internal seperti tingkat pendidikan dan pengalaman pribadi, dan faktor eksternal seperti budaya, sosial ekonomi, serta akses informasi. Meskipun swamedikasi dapat memberikan solusi praktis, kurangnya pemahaman dapat menimbulkan risiko penggunaan obat yang tidak tepat. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan penyuluhan yang memadai agar swamedikasi dilakukan secara aman, rasional, dan efektif serta meningkatkan kesadaran remaja untuk berkonsultasi atau mencari informasi yang tepat dalam menangani dismenore.
Analisis Pengaruh Konsumsi Makanan Cepat Saji Terhadap Resiko Obesitas Pada Kalangan Remaja Hana Maulida Aliyah; Andriyani; Nurmalia Lusida
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4374

Abstract

Makanan cepat saji merupakan salah satu makanan yang kurang sehat dan sangat digemari oleh anak remaja. Makanan cepat saji merupakan makanan cepat saji yang mengandung lemak, protein, gula, dan juga garam yang tinggi, tapi tidak semua makanan cepat saji itu tidak sehat salah satu contohnya itu buah potong. Genetik, kurang aktifitas fisik, faktor keluarga, psikologis, serta terlalu banyak mengkonsumsi makanan dan minuman cepat saji merupakan beberapa faktor dari obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mengkonsumsi makanan cepat saji pada remaja yang terkena obesitas. Penelitian ini menggunakan metode literature review atau tinjauan pustaka. Waktu yang digunakan untuk penelitian ini pada bulan maret sampai bulan april. Adapun kata kunci yang digunakan dalam pencarian jurnal dengan kriteria yang digunakan adalah jurnal yang memiliki pembahasan tentang mengkonsumsi makanan cepat saji terhadap resiko obesitas remaja. Databased yang digunakan untuk mencari jurnal yaitu Google Scholar, PubMed, Web Garuda. Rentang waktu literature yang digunakan pada tahun 2020 sampai 2025. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara mengkonsumsi makanan cepat saji dengan obesitas pada remaja. Saran dari hasil kajian literature review ini untuk selanjutnya menggunakan databased yang lebih bervariasi untuk mendapatkan hasil literatur yang lebih banyak lagi dari berbagai negara. Selain itu untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain penelitian cross-sectional, systematic review, atau penelitian lain yang dapat melihat hubungan antara mengkonsumsi makanan cepat saji dengan obesitas.  
Tinjauan Literatur tentang Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Swamedikasi dalam Mengatasi Nyeri Menstruasi (Dismenore) pada remaja putri Siti Nuraeni; Andriyani; Nurmalia Lusida
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4375

Abstract

Nyeri haid (dismenore) adalah masalah yang sering dialami oleh remaja perempuan saat menstruasi. Ini adalah keluhan ginekologis yang umum baik dikalangan remaja maupun dewasa. Memahami dismenore dengan baik dapat membantu remaja meresponnya lebih positif. Untuk mengatasi nyeri haid, ada dua pendekatan: pengobatan farmakologi dan non farmakologi. Faktor yang mendorong swamedikasi antara lain karena tingginya biaya pengobatan, obat-obatan yang dijual bebas di toko tanpa memerlukan resep dokter, serta faktor kemiskinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis studi selama 5 tahun terakhir yang terkait dengan faktor yang mempengaruhi perilaku swamedikasi dalam mengatasi nyeri menstruasi pada remaja putri. Dengan bantuan metode observasi literartur dalam beberapa sumber data dasar digital.
PERILAKU SWAMEDIKASI NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI: REVIEW LITERATUR TERHADAP POLA, FAKTOR PENDORONG, DAN DAMPAK KESEHATAN Natasya Aulya Shafira; Nurlama Lusida; Andriyani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4378

Abstract

Dismenore atau nyeri menstruasi adalah sebuah gejala ginekologi yang relative umum dirasakan oleh remaja putri dan sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari. Tingginya prevalensi dismenore, baik secara global maupun nasional, menjadikan kondisi ini sebagai salah satu masalah Kesehatan penting. Banyak remaja putri memilih untuk menangani nyeri haid secara mandiri melalui swamedikasi, baik obat-obatan farmakologis, ramuan herbal, maupun metode non-farmakologis. Diharapkan bahwa penelitian ini akan mengidentifikasi variabel yang mempengaruhi perilaku swamedikasi pada remaja putri saat menghadapi nyeri menstruasi. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, yang disajikan dalam tabel literatur, yang kemudian diinterprestasikan secara naratif, analisis literatur yang dilakukan melalui peninjauan lima belas artikel ilmiah dari database yang relevan, seperti Google Scolar dan Pubmed. Hasil kajian menunjukkan bahwa tiga faktor utama yang mempengaruhi perilaku swamedikasi adalah pengetahuan, sikap, dan Tindakan praktis. Sangat penting untuk mendapatkan perhatian yang cukup tentang pengunaan obat dan nyeri menstruasi karena dapat membantu mengembangkan praktik swamedikasi yang rasional. Selain itu, faktor kebiasaan gaya hidup seperti pola makan, olahraga fisik, dan indeks massa tubuh dapat mempengaruhi seberapa ringan dismenore. Oleh karena itu, Pendidikan dan informasi yang tepat tentang  swamedikasi sangat penting agar remaja dapat dengan bijak menangani nyeri haid mereka dan menghindari efek samping yang dapat muncul akibat dari penggunaan obat yang tidak tepat.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SWAMEDIKASI DALAM MENGATASI NYERI MENSTRUASI (DISMENOREA) PADA REMAJA PUTRI Ridha Elhanina Ramadhani; Andriyani; Nurmalia Lusida
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4379

Abstract

Nyeri yang terasa pada bagian perut bawah saat menstruasi disebut dismenore. Prevalensi dismenore di Indonesia mencapai 98,8%. Dismenore berdampak pada psikologi, fisik, ekonomi, dan sosial. Jika dismenore tidak diobati dengan baik, maka dapat menyebabkan permasalahan baru seperti nyeri tak kunjung sembuh dan efek samping dari obat yang dikonsumsi. Pengobatan dismenore arau nyeri haid dipengaruhi oleh sikap, pengetahuan, dan perilaku remaja putri dalam melakukan swamedikasi. Riset ini bertujuan untuk menganalisis penelitian lima tahun terakhir terkait swamedikasi remaja putri dalam menangani nyeri mentruasi (dismenore). Literature review melalui 15 jurnal yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi ialah metode yang digunakan pada penelitian ini. Jurnal diambil dari database, misalnya Google Scholar, PubMed, dan Science Direct. Hasil kajian menunjukan bahwa pengetahuan berkaitan dengan perilaku remaja putri dalam mengatasi dismenorea. Penting bagi remaja putri untuk memiliki pengetahuan mengenai penanganan dismenorea, dimana penambahan wawasan tersebut dapat diupayakan melalui penyuluhan atau pendekatan pada remaja putri seperi membaca berbagai media, bertanya pada tenaga kesehatan, teman atau keluarga. Oleh karena itu peran keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan teman sangatlah penting untuk penerapan langkah-langkah guna mengatasi masalah kesehatan ini dengan cara yang lebih efisien.
Studi Faktor yang Mempengaruhi Swamedikasi Remaja Putri dalam Mengatasi Nyeri Menstruasi Riza Elhanina Ramadhani; Andriyani; Nurmalia Lusida
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4381

Abstract

Dismenorea adalah kondisi nyeri yang dirasakan sebelum, selama, dan setelah haid, khususnya di area perut bagian bawah, yang cenderung bersifat terus menerus. Ini adalah masalah ginekologis yang umum dialami oleh wanita remaja maupun dewasa. Ada dua jenis dismenorea, yaitu primer dan sekunder. Dismenorea primer adalah nyeri haid yang terjadi tanpa adanya kelainan pada organ genital. Tingkat nyeri yang dialami dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku swamedikasi remaja putri dalam mengatasi nyeri menstruasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan mencari 15 jurnal dari empat sumber, yaitu Google Scholar, PubMed, DOAJ, dan Garuda. Penelitian ini juga telah menjalani proses kaji etik di FKM UMJ dengan nomor kaji etik 10. 051. C/KEPK-FKMUMJ/V/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja putri mendapatkan informasi mengenai menstruasi dan masalah yang berkaitan, termasuk dismenorea, dari orang-orang terdekat seperti keluarga atau melalui media sosial. Dalam mengatasi nyeri haid, mereka menggunakan dua metode, yaitu farmakologi, seperti pemberian obat analgesik, dan non-farmakologi, seperti kompres botol hangat di perut. Penting untuk memberikan edukasi terkait penggunaan metode farmakologi agar dapat menghindari efek samping, seperti kecanduan obat, diare, komplikasi ginjal, kerusakan hati, serta gangguan tidur dan pencernaan.
Pengaruh Faktor Individu dan Lingkungan terhadap Penggunaan Rokok Elektrik serta Dampaknya bagi Kesehatan Generasi Z Saiyara Rahmadani; Risky Akaputra; Andriyani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4382

Abstract

Rokok elektrik atau vape adalah perangkat bertenaga listrik yang berasal dari baterai sebagai sumber energi utamanya yang berfungsi memanaskan cairan (e-liquid) berisi nikotin, propilen glikol, gliserin, serta beragam perasa dan aditif  yang dihirup penggunanya. Vape menjadi populer saat ini karena banyak yang menyebutkan perangkat ini lebih aman dan sehat dibandingkan rokok konvensional. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan vape di kalangan Generasi Z mengalami lonjakan yang signifikan, Faktor ekonomi menjadi alasan utama, selain persepsi bahwa vape lebih modern, tidak meninggalkan bau tidak sedap, serta dianggap ramah lingkungan. Hal ini membuat vape bukan hanya produk konsumsi, Rokok elektrik atau vape telah menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle) anak muda generasi Z. Namun, penggunaan vape tetap membawa resiko kesehatan yang signifikan, seperti gangguan pernapasan, kecanduan nikotin, serta dampak negatif pada fungsi kognitif dan psikologis, dan peningkatan resiko kecanduan, Tujuan penelitian ini untuk menemukan pengaruh yang signifikan menggunakan vape dikalangan Generasi Z Dari sisi sosial, penggunaan vape dapat mempengaruhi pola interaksi dengan teman sebaya dan menimbulkan stigma tertentu di masyarakat, Hal ini menegaskan pentingnya edukasi yang berkelanjutan dan komprehensif, serta perlunya regulasi yang lebih ketat dan terintegrasi terkait penggunaan rokok elektrik di kalangan Generasi Z.
Kajian Literatur Tentang Beban Kerja dan Stres Kerja Pada Perawat di Lingkungan Rumah Sakit Deliza Febrianty; Suherman Jaksa; Irna Hasanah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4383

Abstract

Perawat adalah salah satu tenaga Kesehatan yang memainkan peran penting dalam keberhasilan pelayanan rumah sakit karena mereka menghadapi banyak tantangan pekerjaan, yang dapat meningkatkan beban kerja dan menyebabkan stress di tempat kerja. Dengan menggunakan metode Tinjuan Pustaka, tujuan penelitian ini adalah unntuk menganalisis stress kerja dan beban kerja perawat yang bekerja di rumah sakit. Sumber data berasal dari artikel ilmiah yang di publikasikan pada tahun 2020-2025 dan dapat di akses melalui database seperti Google Scholar dan PubMed. Hasil tinjauan lima belas artikel, mayoritas perawat mengalami stres kerja karena beban kerja yang berat, terutama di unit seperti ICU, IGD, dan ruang rawat inap. Tingkat stress di pengaruhi oleh banyak hal, seperti kesulitan tugas, ketidakseimbangan rasio pasien-perawat, risiko infeksi dan dukungan lingkungan kerja. Stress kerja masih merupakan komponen penting yang harus di kendalikan, meskipun beberapa peneliti telah menemukan bahwa itu tidak berdampak langsung pada kinerja. Oleh karena itu, untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan, manajemen harus memperhatikan lingkungan kerja dan beban kerja perawat.
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Air Bersih Dan Hubungannya Dengan Kasus Diare Alifah, Ade Nur; Suherman Jaksa; Ayunda Larasati Sekarputri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4384

Abstract

Air bersih yang terbebas dari kontaminasi fisik, kimia, dan mikrobiologis merupakan kebutuhan yang penting bagi kesehatan masyarakat, namun sering kali air tersebut masih mengandung bakteri patogen yang dapat menyebabkan diare. Studi ini berusaha untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas air bersih dan hubungannya dengan kejadian diare menggunakan metode literatur review dengan penelusuran artikel jurnal penelitian pada database seperti Google Scholar, PubMed, dan Portal Garuda dengan rentang tahun publikasi 2020-2025. Hasil penelitian terhadap tiga belas artikel menunjukkan bahwa konstruksi dan jarak sumur terhadap sumber pencemar, kualitas fisik dan bakteriologis air (terutama tingkat keberadaan E. coli), jenis sumber air minum, kondisi sanitasi lingkungan (jamban, SPAL), dan perilaku kebersihan memengaruhi kualitas air bersih dan hubungannya dengan kasus diare. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidak ada korelasi signifikan antara apakah air telah diperebus atau hanya digunakan untuk keperluan non-konsumsi. Dapat disimpulkan bahwa untuk mencegah diare, dilakukan perbaikan kualitas air, sanitasi, dan edukasi perilaku higienis sangat penting. Agar angka kejadian diare di masyarakat menurun, disarankan intervensi keseluruhan untuk meningkatkan kualitas air dan sanitasi lingkungan.

Page 10 of 13 | Total Record : 125