cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI)
ISSN : 30264723     EISSN : 30264715     DOI : https://doi.org/10.62017/jkmi.v1i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) merupakan Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini merupakan jurnal yang dapat akses secara terbuka bagi para Peneliti, Mahasiswa dan Dosen yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada bidang kesehatan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat mempublikasikan artikel-artikel kajian empiris dan teoritis dalam bidang Gizi, Rekam medis dan Informasi Kesehatan, Keperawatan, Kebidanan, Obat-obatan, Psikologi Kesehatan dan bidang penelitian lain yang berkaitan dalam kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 125 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA DI SMA NEGERI 7 MANADO Lady Galatia Lapian; Srianugrita Debora Tarek
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i2.4051

Abstract

     Hasil survey data kesehatan Indonesia menyatakan bahwa pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi belum memadai hanya 33% remaja perempuan dan 37% remaja laki-laki mengetahui kemungkinan lebih besar untuk hamil apabila berhubungan seksual. Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi relatif masih rendah. Remaja perempuan yang tidak tahu tentang perubahan fisiknya sebanyak 13,3%. hampir separuh 47,9% remaja perempuan tidak mengetahui kapan memiliki hari atau masa subur. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan reproduksi.     Jenis penelitian ini adalah pre-experimental dalam bentuk one group pre posttest design. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas X yang berada di SMA Negeri 7 Manado berjumlah 45 responden sampel menggunakan purposive sampling.      Hasil penelitian tingkat pengetahuan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan reproduksi kategori baik adalah 7 responden (15,5%), kategori cukup 23 responden (51,1%), dan kategori kurang 15 responden ( 33,3%). Dan hasil penelitian sesudah dilakukan pendidikan kesehatan reproduksi adalah kategori baik 25 responden (55,6%), kategori cukup 17 responden (37,8%), dan kategori kurang hanya 3 responden (6,7%). Hasil penelitian tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah (63,11%) dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan reproduksi adalah (79,00%). Hasil uji paired t-test nilai p adalah 0,000 lebih kecil dari nilai signifikan α (0,05).       Kesimpulan ada pengaruh yang signifikan antara Pendidikan Kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan remaja di SMA Negeri 7 Manado. Saran untuk instansi sekolah untuk lebih memfasilitasi informasi untuk para siswa tentang kesehatan reproduksi. Dan saran untuk remaja lebih aktif lagi dalam mencari informasi tentang kesehatan reproduksi dan aktif dalam kegiatan penyuluhan Kesehatan reproduksi remaja.
Upaya Edukasi Fisioterapi Tentang Masalah Trigger Finger pada Lansia di Posyandu Desa Watugede RW.04 Kecamatan Singosari Wildanul Nafis, Nawwaf; Hasta Baruna, Arys; Vidya Amelia, Ratna
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i3.4095

Abstract

Aging represents a decline in the ability of body tissues to repair and maintain their structure and function. A decrease in endurance will lead to a decrease in muscle mass. In addition, older people are more susceptible to diseases as their immune system declines. The elderly often experience diseases such as diabetes mellitus, stroke, hypertension, arthritis, and more. With aging, organ functions and activities performed will decrease, and some elderly people may experience many health problems, including musculoskeletal problems such as trigger finger. The most common finger disorder is the trigger finger. This is caused by inflammation, which causes the flexor tendon sheath to thicken and narrow the space between the retinal sheaths of the cicle. This condition causes pain, a clicking sound when the finger is pulled and retracted, and the affected finger is locked or immobilized. This condition occurs because the protective sheath around the tendon ruptures. It can occur due to pressure on the finger area, such as carrying a briefcase or shopping bag, or grasping tools with sharp or blunt edges. Some people attribute the cause of trigger finger to multifactorial causes because everyone's fingers are always moving. The movement of the swollen tendon sheath causes inflammation of the tendon sheath surrounding the flexor tendon of the finger.
Green Business Management in Hospital MANAJEMEN USAHA BERBASIS RAMAH LINGKUNGAN PADA RUMAH SAKIT Jarot Wicaksono; Noviarti; Slamet Riyadi Yuwono; Eka Pujiyanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i3.3910

Abstract

Bagi Pemerintah  keberlangsungan dan kelestarian lingkungan merupakan hal penting bagi kelanjutan Bangsa Indonesia. Permenkes RI Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit merupakan langkah konkrit dari Pemerintah akan hal ini. Green Hospital adalah bentuk ideal rumah sakit yang diharapkan terwujud di seluruh Indonesia. Akan tetapi pelaksanaannya membutuhkan biaya dan investasi yang tidak sedikit, terutama bagi rumah sakit yang telah beroperasi sebelum hal ini didengung oleh Kemenkes RI. Melalui studi literatur, peneliti menyampaikan konsep Green Business Management In Hospital sebagai langkah solutif. Dengan biaya dan investasi minimalis, rumah sakit dapat turut memulai kampanye mendukung keberlangsungan dan kelestarian lingkungan.
PENDIDIKAN DAN KESEHATAN SEBAGAI HAK ASASI : ANALISIS FILSAFAT KEADILAN TERHADAP AKSES PENDIDIKAN BAGI ANAK PAPUA DISTRIK MBUA KABUPATEN NDUGA Rini Puspasari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i3.4114

Abstract

Pendidikan dan Kesehatan merupakan hak asasi manusia yang dijamin secara universal, termasuk dalam konteks Indonesia. Namun, realitas menunjukkan bahwa akses Pendidikan di wilayah Papua, khususnya di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, masih jauh dari kata ideal. Penelitian ini bertujuan menganalisis akses Pendidikan bagi anak – anak di Distrik Mbua melalui pendekatan filsafat keadilan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yaitu dilakukan analisis antara data dan informasi tentang Distrik Mbua yang dihubungkan dengan beberapa data relevan serta laporan yang telah dipublikasi baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan Pendidikan di Distrik Mbua disebabkan oleh geografis, minimnya tenaga pendidik, fasilitas Pendidikan yang tidak memdai, serta klebijakan Pendidikan yang belum berpihak sepenuhnya pada Masyarakat. Dalam perspektif filsafat keadilan, ketimpangan ini mencederai prinsip keadilan distributif dan keadilan sosial. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan afirmatif yang kontekstual dan berkeadilan untuk memastikan hak asasi Pendidikan bagi anak – anak Papua benar – benar terpenuhi.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Mengenai Desminore (Nyeri Haid) Pada Santriwati MA PONPES Al-Khoirot Kab. Malang Aulia Nur Azizah; Nungki Marlian Y. SST.Ft.,M.Kes
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i3.4210

Abstract

Pedahuluan: Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa, pada masa remaja terjadi kematangan organ reproduksi ditandai dengan menstruasi. Menstruasi  dapat  mengakibatkan  gangguan  kesehatan  yang disebut  fase  pramenstruasi,  yaitu  munculnya  gangguan  psikologis,  meliputi  perasaan  yang mudah  berubah,  gelisah,  tegang,  cemas  ataupun  penurunan  konsentrasi. adanya  nyeri saat menstruasi, biasanya ditandai dengan sensasi kram yang terkonsentrasi di perut bagian bawah. Penanganan  awal nyeri haid (desminore) menggunakan kompres hangat , Latihan pernafasan (breathing), tens , yoga , yang bertujuan untuk mengurangi nyeri serta ketidaknyamanan saat melakukan aktivitasnya . metode: Pemberian  penyuluhan  dan  penerapan  terapi  latihan  yang  dilakukan  pada  tanggal  7-15 maret di Ponpes MA Al-Khoirot Jalan KH. Syuhud zayyadi no.1 , dusun adi  luwih , karangsuko , kec. Pagelaran , kab. Malang dengan  36  responden. Kegiatan ini menggunakan PPT dan leaflet sebagai media promosi Kesehatan serta pengisian kuesioner yang terdiri dari 5  pertanyaan yang dihitung 20 poin setiap pertanyaan.  Hasil: Terdapat  perolehan    hasil  sebesar  43%  sebelum  diberikan  pemahamanan  dan penerapan  terapi  latihan  terhadap  desminore (nyeri haid). Adapun  hasil  yang  diperoleh  sangat    signifikan  pada  peningkatan  pemahaman  dan  penanganan  terapi latihan sebesar 100% dari hasil yang diberikan responden setelah pemberian penyuluhan. Kesimpulan: Terdapat  peningkatan  pemahaman  dan  penerapan  terapi  Latihan terhadap  pengetahuan mengenai desminore (nyeri haid).
Efek Pemberian Larutan Ekstrak Akar Kayu Kuning terhadap Histopatologi Ginjal Mencit yang Diinduksi D-Galaktosa Zehan Afifa Yusran; Biomechy Oktomalio Putri; Miftah Irramah; Tofrizal; Liganda Endo Mahata; Novita Ariani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i3.4113

Abstract

D-galactose is a reducing sugar that induces oxidative stress by increasing the production of Reactive Oxygen Species (ROS) and Advanced Glycation End-products (AGEs), processes also associated with aging. Akar kayu kuning (Arcangelisia flava Merr.) extract contains antioxidant compounds that neutralize free radicals and mitigate oxidative stress. This study aimed to evaluate the effect of akar kayu kuning extract on the histopathological alterations of the kidneys in D-galactose-induced mice (Mus musculus). A true experimental study with a post-test-only control group design was conducted using 25 mice, divided into five groups: a negative control, a positive control (administered D-galactose at 150 mg/kgBW), and three experimental groups that received akar kayu kuning extract at doses of 250 mg/kgBW, 500 mg/kgBW, and 750 mg/kgBW following D-galactose induction. Kidney tissues were stained with hematoxylin and eosin (HE), and the extent of histopathological damage was quantified using ImageJ software. Statistical analysis using the Kruskal-Wallis test revealed significant differences between the experimental groups and the positive control (p < 0.05). The findings demonstrate that akar kayu kuning extract significantly reduces kidney histopathological damage in D-galactose-induced mice, highlighting its potential as a natural antioxidant for preventing oxidative stress-related renal impairment.
Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Kelancaran Produksi ASI Pada Ibu Post Partum di Puskesmas Parak Karakah Rina, Rina; Juneldi, Nurhalimah; Syahdia, Yolanda; Arefti, Viola Chania
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i3.4234

Abstract

Pijat oksitosin menjadi salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI. Pijat oksitosin merupakan pemijatan tulang belakang pada costa ke 5-6 sampai ke scapula yang akan mempercepat kerja saraf parasimpatis dan merangsang hipofise posterior untuk mengeluarkan oksitosin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan rata-rata sebelum dan sesudah dilakukan pijat oksitosin terhadap produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Parak Karakah 2024. Desain penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan rancangan pretest and posttest without control group. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah responden 20 ibu post partum hari ke 2–3. Analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan nilai sebelum dilakukan pemijatan 12,75 sedangkan nilai sesudah pemijatan 27,75. Nilai rata-rata produksi ASI sebelum dilakukan test (dipijat) dengan nilai p value 0,05 dengan jumlah rata-rata 0,00. Sedangkan setelah test pijat oksitosin nilai p value 10,00 dengan jumlah rata-rata 190,00. Kesimpulan penelitian ini bahwa hasil uji eksperimen memiliki nilai signifikan probabilitas yaitu sig p = 0,000 atau < nilai sig α = 0,05. Hal ini membuktikan bahwa ada perbedaan produksi ASI yang signifikan antara sebelum dan sesudah pijat oksitosin. Disarankan bagi tenaga kesehatan yang di Puskesmas Parak Karakah agar penelitian ini menjadi masukkan dalam upaya meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum.
EDUKASI FISIOTERAPI DALAM PECEGAHAN PIRIFORMIS SYNDROME PADA WANITA ANGGOTA POSYANDU ASTER WAY KANDIS DI KECAMATAN TANJUNG SENENG BANDAR LAMPUNG M. Ariadika Al-Kautsar; Nungki Marlian Yuliadarwati; Fitria
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i3.4241

Abstract

PENDAHULUAN: Piriformis syndrome adalah kondisi muskuloskeletal yang ditandai dengan rasa nyeri pada area pinggul dan bokong, yang bisa menjalar ke area paha. Hal ini disebabkan oleh pemendekan atau kejang otot piriformis, yang menyebabkan kompresi pada saraf skiatik. Pada wanita, khususnya anggota posyandu rumah tangga dan anggota posyandu bekerja, memiliki risiko lebih tinggi mengalami PS. Aktivitas sehari-hari seperti duduk dalam waktu lama baik saat menyusui, bekerja di depan komputer, atau saat berkendara serta melakukan aktivitas berlebihan seperti mengangkat beban, menyapu, mengepel, dan kegiatan repetitif lainnya, dapat menjadi faktor penyebab terjadinya piriformis syndrome Tujuan: Edukasi ini bertujuan kepada wanita anggota posyandu mengenai Piriformis syndrome, terutama terkait penyebabnya dan cara melakukan latihan secara mandiri di rumah untuk mengurangi gejala yang mereka alami. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan Fisioterapi kesehatan wanita mencakup penyuluhan, tentang definisi, gejala, faktor penyebab, dan penatalaksanaan fisioterapi yang bisa dilakukan secara mandiri oleh anggota posyandu sebelum penyuluhan, anggota posyandu di minta diminta untuk mengisi kuesioner pre-test dan post test guna mengetahui sejauh mana pemahaman mereka mengenai Piriformis syndrome atau nyeri pada pinggul dan mengedukasi dengan latihan-latihan dan penanganan yang bisa dilakukan dirumah untuk mengurangi keluhan . Kesimpulan: Penyuluhan yang dilaksanakan di Posyandu aster way kandis, Tanjung Seneng, Kota Bandar lampung, berhasil memberikan pengetahuan dan wawasan kepada anggota posyandu mengenai Piriformis syndrome. Dengan penyuluhan ini, anggota posyandu diharapkan mampu melakukan pencegahan dan penanganan piriformis syndrome secara mandiri melalui latihan aktif.
GAMBARAN EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DENGAN MENGGUNAKAN PUQE-24 SKOR DI KELURAHAN TEGALCANGKRING TAHUN 2024 Ni Putu Oktarini Putri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i3.4313

Abstract

Emesis gravidarum, atau mual dan muntah pada kehamilan, adalah kondisi yang umum terjadi pada trimester pertama kehamilan. Kondisi ini dapat berdampak negatif pada kesejahteraan ibu hamil serta perkembangan janin jika tidak ditangani dengan baik.. Penelitian ini menggunakan Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, penelitian deskriptif adalah penelitian yang diarahkan untuk mendeskripsikan atau menguraikan suatu keadaan didalam suatu komunitas atau masyarakat Sampel penelitian adalah 32 ibu hamil trimester pertama yang mengalami emesis gravidarum di Kelurahan Tegalcangkring. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner PUQE-24 yang diisi oleh responden. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa mayoritas ibu hamil trimester pertama di Kelurahan Tegalcangkring berusia 25-35 tahun (62,5%). Dari 32 responden, 11 adalah primipara (34,37%) dan 21 multipara (65,3%). Sebagian besar memiliki pendidikan SMA (75%), diikuti diploma (15,62%) dan sarjana (9,38%). Dari segi pekerjaan, mayoritas adalah Ibu Rumah Tangga (46,87%), diikuti wiraswasta (37,5%). Ibu hamil yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil berjumlah 6,25% dan pekerja swasta sebanyak 9,38%. Berdasarkan informasi bahwa sebagian besar ibu hamil Trimester pertama di Kelurahan Tegalcangkring mengalami mual muntah berat yaitu sebanyak 17 orang atau 53,125% dari total responden. Selain itu, terdapat 15 atau 46,875% dari total responden yang mengalami mual muntah sedang Disarankan untuk peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan variabel yang berbeda terkait emesis gravidarum.
Hubungan antara Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan Tingkat Kecelakaan Kerja: Sebuah Review Literatur Hazima Nurhaziza Salsabia; Andriyani; Triana Srisantyorini
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4371

Abstract

Penggunaa Alat Pelindung Diri (APD) merupakan salah satu langkah preventif dalam sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berfugsi melindungi pekerja dari potensi bahaya di lingkungan kerja. Meskipun regulasi mengenai kewajiban penggunaan APD telah banyak diterapkan, tingkat kepatuhan pekerja masih tergolong rendah di berbagai sektor, baik industri maupun layanan kesehatan. Studi ini bertujan untuk meinjau sejauh mana pengaruh penggunaan APD terhadap tingkat kecelakaan kerja melalui pendekatan studi litelatur. Penelitian ini menggunakan metode telaah pustaka dengan meganalisis 15 artikel ilmiah yang relevan dari rentang tahun 2010-2025. Hasil analisis menujukan bahwa penggunaan APD secara konsisten dan tepat terbukti mampu menurunkan angka kecelakaan kerja secara signifikan. Namun, ada berbagai faktor seperti kurangnya pemahaman, ketidaknyamanan saat mengunakan APD, serta lemahnya pengawasan dan budaya keselamatan turut menjadi penghambat utama. Dengan demikian, penggunaan APD perlu diiringi dengan edukasi berkelanjutan, pelatihan, serta penguatan budaya K3 di tempat kerja agar keselamatan dan kesehatan pekerja dapat terjaga secara optimal.

Page 9 of 13 | Total Record : 125