cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
ISSN : 30264707     EISSN : 30264170     DOI : https://doi.org/10.62017/jppi.v1i3
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) adalah jurnal peer-review akses terbuka, yang diterbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia adalah platform bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan dan berbagi pengetahuan melalui makalah penelitian dan studi kasus di bidang pendidikan. Terbit setiap bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan penelitian kepada para pendidik di seluruh dunia. Penulis didorong untuk mengirimkan artikel yang lengkap, belum pernah dipublikasikan, orisinil, dan belum pernah ditinjau di jurnal lain. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 669 Documents
Efektifitas Cara Belajar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Listrik SMK Teknologi Galela Jeksandri Londongpudi; Agustinus Tekaredase; Jocke Jonathan Wenas Rapar
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1411

Abstract

Cara belajar yang efektif melibatkan strategi seperti pengulangan, elaborasi, organisasi, dan pembentukan hubungan antara materi yang dipelajari. Penerapan metode belajar yang tepat dapat membantu siswa dalam memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Di sisi lain, pendekatan belajar yang kurang efektif, seperti sekadar membaca atau menghafal materi, dapat menghambat kemampuan siswa dalam mencapai pemahaman yang mendalam. Tingkat pencapaian akademik dapat mencerminkan seberapa baik siswa menguasai kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum, dan juga memberikan umpan balik kepada guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, banyak siswa yang belum mencapai hasil belajar yang memuaskan, terutama dalam mata pelajaran yang dianggap sulit. Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kecerdasan, motivasi, minat, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan psikis siswa. Lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat juga memainkan peran penting dalam membentuk hasil belajar siswa. Observasi awal di SMK Teknologi Galela, khususnya pada siswa Jurusan Listrik, menunjukkan bahwa banyak siswa belum mengoptimalkan penerapan cara belajar yang efektif. Banyak siswa cenderung hanya menghafal materi tanpa memahami konsep secara mendalam, yang berdampak pada hasil belajar yang kurang memuaskan. Faktor-faktor ini tercermin dalam kehadiran siswa yang kurang maksimal, kurangnya partisipasi dalam praktikum, minimnya minat dalam membaca, kesulitan dalam membuat laporan praktikum, serta kurangnya konsentrasi belajar yang terfokus. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang efektivitas cara belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa Jurusan Listrik di SMK Teknologi Galela. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional, dengan tujuan untuk melihat seberapa besar kaitan antara variabel-variabel yang terlibat. Data tentang interaksi cara belajar diukur melalui angket yang diberikan kepada 30 peserta didik. Hasil angket menunjukkan bahwa rata-rata interaksi cara belajar siswa adalah 86,76 dengan simpangan baku 7,285713. Sementara itu, mean dari prestasi belajar siswa adalah 87,00 dengan standar deviasi sebesar 7,527727. Hasil penelitian juga mengindikasikan nilai Chi-square sebesar 30,226, yang menggambarkan adanya hubungan yang signifikan secara sangat kuat antara metode belajar dan prestasi belajar siswa. Selanjutnya, koefisien kontingensi (KK) dipergunakan untuk mengukur seberapa erat keterkaitan antara variabel yang terlibat. Nilai KK yang didapatkan adalah 0,707, menunjukkan adanya korelasi yang cukup tinggi antara metode belajar dan prestasi belajar siswa. Dengan demikian, faktor cara belajar cenderung mempengaruhi hasil belajar secara signifikan.
PENINGKATAN KERJA ORGANISASI PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI EFEKTIF Sintia Ayu Lestari; Syaharani Clarissa Setiawati; Muhammad Ihsan Abidillah; Moh Dani Naufal Azizy; Mu'alimin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1412

Abstract

Banyak pemimpin dan manajer saat ini sangat memperhatikan tentang bagaimana cara meningkatkan kinerja organisasi di tengah perubahan yang cepat dalam dunia bisnis. Dengan adanya globalisasi, perkembangan teknologi, dan persaingan yang semakin ketat, organisasi harus bisa mengatasi tantangan serta terus mengembangkan diri dengan inovasi. Pentingnya perancangan strategis dalam meningkatkan kinerja organisasi, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta langkah-langkah konkret untuk mengimplementasikan perubahan dan inovasi di dalam organisasi menjadi hal yang harus dieksplorasi lebih lanjut. Dalam penelitian ini, kami menggunakan metode studi literatur atau yang sering disebut sebagai studi kepustakaan. Metode ini melibatkan langkah-langkah seperti mengumpulkan informasi dari berbagai bahan tulisan, membaca, mencatat, dan mengatur semua materi penelitian dengan baik. Hasil dari penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan performa organisasi dengan mengimplementasikan serangkaian langkah yang terencana dan terimplementasi dengan baik. Langkah-langkah tersebut mencakup peningkatan efisiensi, produktivitas, dan pencapaian tujuan secara menyeluruh. Beberapa strategi umum yang dapat diterapkan adalah meningkatkan performa tim, mengidentifikasi serta menyelesaikan masalah, menggunakan teknologi dengan bijak, memberikan umpan balik dan evaluasi, membentuk budaya kerja yang positif, menetapkan tujuan yang jelas, dan mengukur performa organisasi secara teratur. Selain itu, ada beberapa faktor yang memengaruhi performa di dalam organisasi, seperti kemampuan individu, pengetahuan, desain pekerjaan, doorongan, kemampuan memimpin, identitas perusahaan, rasa puas dalam bekerja, serta suasana di tempat kerja .Perencanaan organisasi sangat penting untuk mencapai sasaran dengan efektivitas dan efisiensi yang optimal dengan mengatur serta mengelola sumber daya secara optimal
KESETARAAN GENDER DALAM  PERSPEKTIF SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB Adelina M. Aritonang
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1415

Abstract

Kesetaraan gender merupakan salah satu isu penting dalam pembangunan manusia yang adil dan beradab. Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia memberikan landasan filosofis bagi upaya mewujudkan kesetaraan gender, khususnya dalam sila kedua yaitu “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji kesetaraan gender dalam perspektif sila kedua Pancasila. Jenis  penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan studi kepustakaan, yakni menggunakan referensi seperti buku, jurnal, majalah dan literatur lainnya sebagai sumber utama. Analisis dilakukan untuk memahami konsep kesetaraan gender dan korelasinya dengan nilai-nilai yang terkandung dalam sila kedua Pancasila. Kajian ini menunjukkan bahwa sila kedua Pancasila, yang menekankan pada penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia, merupakan landasan bagi perwujudan kesetaraan gender di Indonesia. Nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan keberadaban yang terkandung dalam sila ini mendorong pengakuan dan perlakuan yang setara antara laki-laki dan perempuan dalam segala aspek kehidupan.
BULLYING DALAM PERSPEKTIF SILA KEDUA PANCASILA Herlide Purba
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1416

Abstract

Bullying adalah segala bentuk penindasan atau kekerasan, yang dilakukan secara sengaja oleh seseorang atau kelompok yang lebih berkuasa. Bullying sudah menjadi tren di masyarakat, khususnya di kalangan anak sekolah. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, namun bullying merupakan masalah serius di seluruh dunia. Meskipun permasalahan ini telah diterima sebagai permasalahan yang harus diatasi, masih banyak orang yang belum mengetahui cukup banyak tentang penindasan dan dampaknya terhadap individu dan masyarakat. Tentu saja perilaku bullying merupakan penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila, khususnya tuntutan kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan yaitu pencarian data-data yang terdapat pada buku-buku, jurnal-jurnal penelitian yang telah diterbitkan sebelumnya baik secara internasional maupun lokal, tulisan-tulisan ilmiah, dan juga penelitian-penelitian yang dilakukan oleh orang lain sebelumnya dan juga semua artikel yang diterbitkan dan berkaitan dengan topik tersebut. . Secara spesifikasi penelitian ini bersifat deskriptif dimana sumber data primernya adalah data sekunder. Penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab bullying antara lain adalah keluarga, sekolah, kondisi lingkungan dan sosial, bahkan acara televisi dan surat kabar cetak bisa berasal dari diri mereka sendiri. Dalam konteks Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), perilaku bullying bertentangan dengan nilai kedua, yaitu praktik “kemanusiaan yang adil dan beradab”. Namun, masih banyak perdebatan di kalangan dunia pendidikan, khususnya di kalangan siswa sekolah dasar. Jadi pendidikan kewarganegaraan bisa menjadi solusinya. Sebab pendidikan kewarganegaraan bertujuan untuk membentuk generasi muda menjadi warga negara yang baik, cinta tanah air, serta siap berfungsi dan hidup bertanggung jawab dalam masyarakat dan kehidupan masa depan sesuai Pancasila dan UUD 1945. Nilai-nilai Pancasila mempunyai peranan yang penting dan mempunyai peranan yang besar. berpengaruh dalam membentuk karakter positif generasi muda, karena pendidikan Pancasila mengandung nilai-nilai yang dapat membentuk kepribadian bangsa khususnya generasi muda.
Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Bermasyarakat Berbangsa Dan Bernegara Florensia Silaban; Yakobus Ndona
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1417

Abstract

Aktualisasi adalah bentuk kegiatan yang menghubungkan pemahaman akan nilai dan norma dengan tindakan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Aktualisasi Pancasila berarti menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam norma dan merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Penjabaran nilai-nilai Pancasila ke dalam norma ditemukan dalam norma hukum kenegaraan dan norma-norma moral, dan aktualisasinya terkait dengan perilaku semua warga negara serta seluruh aspek penyelenggaraan negara.Metode penelitian yang digunakan oleh penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Menurut Sugiyono (2007), penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan pada objek yang alamiah dengan peneliti sebagai instrumen utama, teknik pengumpulan data yang beragam, analisis data yang bersifat induktif, dan hasil penelitian yang lebih menekankan pada makna daripada generalisasi. Tujuan dari penelitian kualitatif adalah untuk mempertahankan bentuk dan isi perilaku manusia serta menganalisis karakteristiknya daripada mengubahnya menjadi unit kuantitatif. Penulis menggunakan metode deskriptif dalam penelitian kualitatif untuk mendapatkan wawasan tentang fenomena atau aspek tertentu dalam kehidupan orang-orang yang diamati. Masalah mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ideologi Pancasila ke dalam kehidupan praksis masyarakat dan negara bukanlah hal yang sederhana. Soedjati Djiwandono (1995: 2-3) mengindikasikan bahwa masih ada beberapa kesalahan mendasar dalam cara orang memahami dan menghayati Negara Pancasila dalam berbagai aspeknya. Tidak tepat untuk membuat berbagai konsep dan pengertian menjadi "sakral" dan tabu, seakan-akan sudah pasti benar dan sempurna, sehingga tidak boleh dipersoalkan lagi. Sikap seperti itu membuat konsep dan pengertian menjadi statis, kaku, dan tidak berkembang, serta berisiko ketinggalan zaman, meskipun beberapa prinsip dasar mungkin memang memiliki nilai yang tetap dan abadi.Belum teraktualisasinya nilai dasar Pancasila secara konsisten dalam tataran praksis perlu terus menerus diadakan perubahan, baik dalam arti konseptual maupun operasional. Banyak hal perlu ditinjau kembali dan dikaji ulang. Beberapa mungkin perlu diubah, beberapa lagi mungkin perlu dikembangkan lebih lanjut dan diperjelas, dan beberapa mungkin perlu ditinggalkan. Aktualisasi nilai Pancasila dituntut selalu mengalami pembaruan. Hakikat pembaruan adalah perbaikan dari dalam dan melalui sistem yang ada, atau dengan kata lain, pembaruan mengandaikan adanya dinamika internal dalam diri Pancasila. Adanya dinamika dalam menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sosial, bangsa, dan negara merupakan suatu keharusan, agar Pancasila tetap relevan dalam memberikan arahan bagi pembuatan keputusan dan penyelesaian masalah dalam kehidupan bersama bangsa dan negara. Ini bertujuan untuk menjaga tingkat loyalitas masyarakat dan warga negara terhadap Pancasila, sambil juga mengurangi apatisme dan perlawanan terhadapnya. Inti dari dinamika dalam menerapkan nilai Pancasila dalam praktik kehidupan adalah adanya perubahan dan inovasi dalam mengubah nilai-nilai Pancasila menjadi norma dan tindakan hidup, sambil mempertahankan kesesuaian, relevansi, dan konteksnya.
KONSEP KEADILAN SOSIAL DALAM PANCASILA : IMPLEMENTASINYA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Fariz Aditya
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1423

Abstract

Konsep keadilan sosial merupakan salah satu nilai yang dijunjung tinggi dalam Pancasila. Keadilan sosial merupakan konsep yang luas dan terbuka untuk interpretasi yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep keadilan sosial dalam Pancasila diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Pendekatan yang diadopsi adalah memfasilitasi pencarian informasi yang relevan dengan membaca dan menelaah berbagai sumber literatur. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Keadilan sosial, sebagai salah satu konsep inti dalam Pancasila, memberikan arahan penting bagi kehidupan masyarakat di Indonesia. Dalam praktiknya, implementasi konsep ini tercermin dalam berbagai kebijakan pemerintah, seperti pemerataan akses pendidikan, perlindungan sosial, dan partisipasi dalam kehidupan politik. Namun, upaya tersebut masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti ketimpangan ekonomi antarwilayah dan kualitas layanan publik yang belum merata. Diperlukan tindakan progresif untuk mengatasi tantangan tersebut.
Manajeman Pengelolaan Kurikulum Sebagai Acuan Tercapainya Tujuan Pembelajaran Sekolah Dasar Bahtiyar Heru Susanto; Rahmawan Candra Mualim; Anggi Ariyanto; Niken Kumala Sari; Adellia Nur Aini
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1424

Abstract

Artikel ini mengkaji pentingnya pengelolaan kurikulum dan manajemen pembelajaran dalam pendidikan. Kurikulum adalah komponen kunci yang mencakup tujuan, materi pembelajaran, metode, dan evaluasi. Manajemen pembelajaran melibatkan sistem yang terdiri dari peserta didik, guru, bahan ajar, sarana prasarana, serta strategi pembelajaran. Kedua konsep ini penting untuk mencapai kualitas interaksi belajar-mengajar yang tinggi. Kurikulum perlu dikelola dengan baik agar semua komponen berfungsi optimal, sementara manajemen pembelajaran memastikan semua aspek terkait saling berhubungan secara efektif. Pengelolaan kurikulum meliputi perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan perbaikan. Perencanaan mencakup penentuan tujuan dan isi pembelajaran. Pelaksanaan melibatkan penerapan kurikulum di kelas dengan fokus pada kemampuan guru sebagai implementator. Penilaian dilakukan untuk mengevaluasi keberhasilan kurikulum dan pembelajaran. Prinsip pengelolaan kurikulum mencakup produktivitas, demokratisasi, kooperatif, efisiensi, dan efektivitas. Fungsi pengelolaan kurikulum adalah meningkatkan sumber daya, sistem keadilan, kesamaan pembelajaran, dan partisipasi masyarakat. Perkembangan kurikulum dinamis, mengikuti tuntutan zaman. Perubahan dari KTSP 2006 ke Kurikulum 2013 di Indonesia adalah contoh bagaimana kurikulum diperbarui untuk memenuhi kebutuhan pendidikan yang berkembang. Evaluasi kurikulum dilakukan untuk memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan efektif dan relevan dengan kebutuhan siswa. Dengan memahami manajemen pengelolaan kurikulum, pendidik dapat lebih baik dalam membimbing perkembangan siswa dan mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yang melibatkan pengumpulan, membaca, dan mengelola data pustaka untuk mensintesis penelitian sebelumnya dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang topik pengelolaan kurikulum dan pembelajaran.
Penistaan Agama Pada Konten Media Sosial Dalam Perspektif Sila Pertama Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa Ida Nurjana Tamba
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1437

Abstract

Perkembangan teknologi yang kian pesat memiliki dampak yang positif dan dampak yang  negatif juga. Salah satu contoh dampak positif perkembangan teknologi ini yaitu mampu membuat kita lebih mudah untuk mengakses informasi yang berkembang hanya dengan melalui smarthphone yang kita punya. Dibalik itu juga perkembangan teknologi ini juga membawa pengaruh yang negatif seperti contoh penyalahgunaan media sosial. Pada kesempatan ini penulis akan membahas mengenai tindakan penisataan agama yang terjadi baru-baru ini yang dilakukan di salah satu platform media sosial yaitu tiktok. Dan pada artikel ini juga membahas mengenai bagaimana perspektif Pancasila khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa terhadap kasus yang akan dibahas Penulisan artikel ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan menggunakan studi pustaka,dengan mencari beberapa sumber pendukung seperti buku,jurnal dan lainnya.
TINJAUAN TERHADAP HAKIKAT MEMBACA DI KELAS TINGGI SEKOLAH DASAR Juni Sahla Nasution; Pipi Andriani; Arfatussalamah Tanjung; Khairina Janani Pasaribu
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan membaca di tingkat sekolah dasar, sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan membaca yang kuat dan pemahaman yang mendalam terhadap teks-teks yang ditemui. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menerapkan metode penelitian kepustakaan (library research). Penelitian kepustakaan adalah kegiatan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dan data dengan bantuan berbagai macam material yang ada di perpustakaan seperti buku referensi, hasil penelitian sebelumnya yang sejenis, artikel, catatan, serta berbagai jurnal yang berkaitan dengan masalah yang ingin dipecahkan. Adapun hasil penelitian ini, bahwa kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik ialah membaca, dengan memiliki level kemampuan membaca yang tinggi, peserta didik akan mampu menggapai keberhasilan dalam belajar. Urgensi membaca lanjutan terletak pada kemampuannya untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan memperdalam pemahaman. Membaca di kelas tinggi memiliki implikasi yang penting, termasuk meningkatkan kemampuan pemahaman, meningkatkan kecakapan berpikir kritis, memperluas wawasan, mengembangkan keterampilan menalar dan menganalisis, serta membantu siswa mempersiapkan diri untuk kehidupan dan karier di masa depan.
Pengelolaan Kelas dan Pengelolaan Peserta Didik dalam Pembelajaran Di Sekolah Dasar Fitrianti; Dian Nur Aini; Tri Budi Utami; Insania Tyas Ningrum; Bahtiyar Heru Susanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1441

Abstract

Pengelolaan kelas dan pengelolaan peserta didik adalah dua konsep yang saling berkaitan dalam proses belajar mengajar. Pengelolaan kelas berarti kegiatan-kegiatan yang dilakukan seorang guru untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Pengelolaan Peserta didik adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik mulai masuk sampai keluarnya peserta didik tersebut dari lembaga pendidikan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan tentang perencanaan pengelolaan kelas dan pengelolaan peserta didik di sekolah dasar, pelaksanaan pengelolaan kelas dan pengelolaan peserta didik di Sekolah Dasar, pengawasan pengelolaan kelas  dan pengelolaan peserta didik Sekolah Dasar dan faktor pendukung dan faktor penghambat pengelolaan kelas dan pengelolaan peserta didik di Sekolah Dasar dalam meningkatkan belajar siswa. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pengelolaan kelas dan pengelolaan peserta didik di Sekolah Dasar dilakukan dengan mengatur fasilitas, pengelolaan pengajaran dan pengaturan siswa, pelaksanaan pengelolaan kelas dan pengelolaan peserta didik di Sekolah Dasar dilakukan dengan menerapkan beberapa prinsip pengelolaan kelas dan pengelolaan peserta didik di Sekolah Dasar dan beberapa pendekatan, pengawasan dilaksanakan secara terus menerus, factor pendukung dan faktor penghambat pengelolaan kelas dan pengelolaan peserta didik dalam sebuah pembelajaran.