cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
ISSN : 30264707     EISSN : 30264170     DOI : https://doi.org/10.62017/jppi.v1i3
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) adalah jurnal peer-review akses terbuka, yang diterbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia adalah platform bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan dan berbagi pengetahuan melalui makalah penelitian dan studi kasus di bidang pendidikan. Terbit setiap bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan penelitian kepada para pendidik di seluruh dunia. Penulis didorong untuk mengirimkan artikel yang lengkap, belum pernah dipublikasikan, orisinil, dan belum pernah ditinjau di jurnal lain. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 669 Documents
PERAN KEGIATAN LITERASI SOSIAL MEDIA POSITIF DALAM MENGURANGI RISIKO GANGGUAN MENTAL REMAJA M Ihsan Ainul Yaqien; Carellio Edi Putra; Ichsan Fauzi Rachman
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4551

Abstract

Abstrak Penggunaan media sosial yang tidak terkontrol berpotensi meningkatkan risiko gangguan mental pada remaja, termasuk kecemasan dan depresi akibat paparan informasi negatif serta tekanan sosial daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana literasi media sosial yang positif dapat berkontribusi dalam mengurangi risiko gangguan mental pada remaja. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan analisis terhadap sepuluh artikel akademik yang relevan dari lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi media sosial yang positif berperan dalam meningkatkan pemahaman remaja terhadap kredibilitas informasi, etika komunikasi digital, serta pengelolaan interaksi daring yang sehat. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital yang sistematis dapat menjadi strategi mitigasi terhadap dampak negatif media sosial, serta mendorong kesejahteraan mental remaja. Implikasinya, diperlukan kolaborasi antara institusi pendidikan, keluarga, dan komunitas dalam menerapkan program literasi sosial media secara berkelanjutan guna membangun generasi yang lebih adaptif terhadap tantangan digital Kata kunci: literasi media sosial, kesehatan mental remaja, pendidikan digital. Abstract Uncontrolled social media use has the potential to increase the risk of mental disorders among adolescents, including anxiety and depression due to exposure to negative information and online social pressure. This study aims to analyze how positive social media literacy can contribute to reducing the risk of mental disorders in adolescents. The method used is a literature review with an analysis of ten relevant academic articles from the last five years. The results of the study indicate that positive social media literacy plays a role in enhancing adolescents' under standing of information credibility, digital communication ethics, and healthy online interaction management. The conclusion of this study emphasizes that systematic digital literacy can serve as a mitigation strategy against the negative impact of social media and promote adolescent mental well-being. Its implications suggest the need for collaboration between educational institutions, families, and communities in implementing sustainable social media literacy programs to develop a generation that is more adaptive to digital challenges Keywords: social media literacy, adolescent mental health, digital education.
EFEKTIVITAS MEDIA GAMIFIKASI BERBASIS APLIKASI MOBILE UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Maharani Putri Buna; Dhila Fadliah; Ichan Fauzi Rachman
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4553

Abstract

Abstract In the rapidly evolving digital era, students are increasingly familiar with mobile devices and digital applications, making a technology-integrated learning approach an urgent necessity. The purpose of this study is to explore the implementation of mobile application-based gamification media in teaching Indonesian language at the junior high school level, and to examine its effectiveness in increasing students’ interest in learning the subject. This study uses a qualitative research method. The results show that the accessibility of mobile devices provides flexibility for students to learn independently and repeatedly. Positive responses from students indicate that gamification media not only aids in understanding the material but also fosters more disciplined and collaborative learning habits.  
Metode Bercerita Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Pada Siswa Sekolah Dasar Sidqi Pajar Maulana; Syahru Akbar Ramadhan; Ichsan Fauzi Rachman
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4554

Abstract

Khusus untuk siswa sekolah dasar, kemampuan berbicara merupakan komponen penting dari komunikasi dan penguasaan bahasa.  Banyak anak, sementara itu, berjuang dengan percaya diri dan fasih mengekspresikan diri mereka dalam berbagai konteks sosial dan akademis.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik teknik naratif membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan berbicaranya.  Strategi penelitian ini menggunakan teknik tinjauan pustaka, oleh karena itu menggabungkan banyak penelitian tentang penggunaan strategi berbicara dalam penguasaan bahasa.  Menurut temuan tersebut, kepercayaan diri siswa, kefasihan berbicara, dan cara konsep disajikan sangat bergantung pada narasi.  Selain itu, menggunakan media visual seperti foto dan buku pop-up membantu siswa meningkatkan retensi dan pemahaman mereka terhadap konten yang diberikan.  Intinya, teknik naratif adalah alat yang berguna untuk meningkatkan kemampuan berbicara; Namun, efektivitasnya sebagian besar bergantung pada persiapan guru serta pendekatan metodis terhadap pengajaran.
Implementasi kurikulum berbasis STEM untuk pengembangan critical thinking siswa SMA SAHAL MUNAWAR; HERYANTO; ICHSAN FAUZI RACHMAN
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4562

Abstract

Kemampuan berpikir kritis atau critical thinking merupakan salah satu keterampilan utama yang dibutuhkan di abad ke-21, terutama dalam menghadapi tantangan global dan kompleksitas kehidupan sehari-hari. Sayangnya, berbagai studi menunjukkan bahwa tingkat berpikir kritis siswa SMA di Indonesia masih tergolong rendah. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis berbagai penelitian yang mengkaji implementasi kurikulum berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan kontribusinya terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis artikel ilmiah yang relevan dari berbagai database, Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan STEM, terutama melalui model pembelajaran berbasis proyek dan pemecahan masalah, secara konsisten dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Namun demikian, implementasi kurikulum STEM masih menghadapi kendala seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan guru, dan belum menyeluruhnya integrasi STEM dalam kurikulum. Studi ini merekomendasikan perlunya dukungan kebijakan, pelatihan guru, dan pengembangan perangkat ajar yang mendukung pembelajaran lintas disiplin untuk mengoptimalkan hasil pembelajaran berbasis STEM.
Pelaksanaan Projek P5 dengan Tema Pemberdayaan Masyarakat melalui Kegiatan Karang Taruna terhadap Perkembangan Membaca Reflektif Siswa SMP Zahra, Alisya Nurul; Rohmani, Ursa Mayori; Ichsan Fauzi Rahman
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4564

Abstract

The active role of youth organizations such as Karang Taruna in community empowerment is proven to have a positive impact on improving the quality of education, especially in developing the interest and ability of reflective reading of junior high school students. This study aims to evaluate the implementation of Project P5 which integrates the role of Youth Organization as an agent of community empowerment in supporting the development of reflective literacy of junior high school students. The method used is a systematic literature review (SLR) with a literature review approach that is carried out in a structured and systematic manner. Data were collected through literature searches in various trusted academic databases using relevant keywords, then selected based on inclusion and exclusion criteria to ensure the selected sources were of high quality and in accordance with the research focus. Data analysis was conducted qualitatively through narrative synthesis to incorporate study results related to community empowerment, the role of Karang Taruna, and student literacy development. The study findings show that Karang Taruna's involvement in literacy activities can create an atmosphere that supports the growth of a sustainable reading culture and increase students' reflective awareness of the importance of reading as a medium for self-development. Project P5 makes a meaningful contribution in shaping students' character and positive attitude towards education through community empowerment that involves active participation and collaboration of various parties. The results of this study are expected to be a reference for other schools and communities in designing effective community empowerment programs to improve literacy and the overall quality of education.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Mengembangkan Critical Thinking Skills Siswa Sekolah Dasar Mikael Bariq Kautsar; Moehamad Naufal Anafi; Ichsan Fauzi Rachman
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4566

Abstract

Kurikulum Merdeka adalah inovasi baru dalam sistem pendidikan Indonesia yang bertujuan untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian dalam penerapan kurikulum ini adalah pengembangan keterampilan berpikir kritis, terutama di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini berfokus pada bagaimana Kurikulum Merdeka mempengaruhi kemampuan siswa untuk menganalisis, serta membuat keputusan secara rasional dan logis. Melalui pembelajaran berbasis proyek, siswa diharapkan aktif, kreatif, dan mandiri. Namun, strategi-strategi ini dilaporkan menghadapi berbagai masalah seperti batasan waktu di kelas, guru yang tidak siap, dan partisipasi siswa yang pasif. Terkait dengan masalah-masalah ini, harus ada integrasi upaya kolaboratif antara guru, lembaga pendidikan, dan orang tua, sambil juga meningkatkan penerapan teknologi dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis. Analisis menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka sangat bermanfaat dalam menawarkan pengembangan keterampilan berpikir untuk pendidikan dasar rendah.
Implementasi Literasi Digital dalam Mendukung Kesehatan Mental Siswa Menengah Atas di Era Disruptif Vienda Safiya Zahra; Elita Salsa Putri; Ichsan Fauzi Rachman
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4572

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi digital membawa tantangan dan peluang bagi pendidikan, khususnya siswa menengah atas. Literasi digital kini menjadi keterampilan esensial yang mendukung pembelajaran sekaligus berperan dalam menjaga kesehatan mental. Penelitian ini menganalisis bagaimana literasi digital membantu siswa menghadapi tekanan akademik dan sosial di era disrupsi, menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa siswa dengan literasi digital yang baik lebih mampu mengelola informasi, berpikir kritis, dan menggunakan teknologi secara bijak, sehingga dapat mengurangi stres. Selain itu, mereka lebih mudah mengakses dukungan emosional dan komunitas daring yang positif. Namun, rintangan seperti ketidakmerataan akses teknologi dan minimnya pelatihan bagi guru masih menjadi penghalang. Dengan demikian, kerja sama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah sangat penting agar pendidikan menjadi lebih inklusif dan responsif terhadap kemajuan digital.
PENGUATAN PERAN KURIKULUM MERDEKA DAN SDGS DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN INKLUSIF UNTUK MENGATASI KEMISKINAN DI SEKOLAH DASAR Qonitah Az Zahra; Nur Elva Faradisa; Ichsan Fauzi Rachman
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4577

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan kunci dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan  pengentasan kemiskinan, khususnya pada pendidikan di tingkat sekolah dasar. Penelitian memiliki tujuan untuk mengkaji kontribusi kurikulum merdeka dan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam mendukung sebuah pendidikan yang responsif dan inklusif terhadap keberagaman sosial ekonomi beserta pendidik. Dengan menggunakan metode literatur review, kajian ini menganalisis berbagai sumber ilmiah dengan tujuan untuk memahami keterkaitan antara kebijakan pendidikan dan pengentasan kemiskinan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum merdeka dapat memberikan fleksibilitas dalam proses pengembangan pembelajaran yang adaptif serta memiliki peran yang penting dalam memenuhi kebutuhan siswa dengan latar belakang yang kurang mampu. Sementara itu, prinsip-prinsip SDGs, khususnya mengenai "Pendidikan Berkualitas", memperkuat komitmen global terhadap pemerataan akses pendidikan. Kombinasi antara fleksibilitas kurikulum serta kerangka kerja global SDGs dapat menciptakan lingkungan belajar yang adil serta meningkatkan peluang ekonomi bagi peserta didik yang kurang mampu. Meski demikian, dalam proses implementasi pendidikan inklusif masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, minimnya pelatihan guru, dan stigma sosial. Oleh karena itu diperlukan adanya kerjasama antara pemerintah, sekolah, serta masyarakat dalam mendukung kebijakan pendidikan inklusif yang berkelanjutan. Kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam setiap pengambilan keputusan serta perumusan strategi pendidikan yang lebih inklusif dengan tujuan mengatasi kemiskinan secara sistematis dan berkelanjutan.
PANTANGAN MAKAN IKAN LELE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI AKUATIK DI LAMONGAN Dwi Santika, Annyla; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4578

Abstract

Mitos merupakan bagian dari warisan budaya yang membentuk nilai dan kepercayaan masyarakat. Di Lamongan, terdapat mitos larangan mengonsumsi ikan lele yang berasal dari kisah Boyopatih, santri Sunan Giri yang diselamatkan ikan lele dan bersumpah tidak memakannya. Penelitian ini mengkaji hubungan mitos ini dengan dinamika sosial, budaya, dan konservasi sumber daya alam menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Hasil kajian menunjukkan bahwa mitos ini menciptakan identitas budaya yang diwariskan turun-temurun dan berhubungan dengan tradisi ziarah ke makam Boyopatih. Dari aspek ekologi, mitos ini berkontribusi terhadap konservasi ikan lele dengan mengurangi eksploitasi. Meskipun modernisasi mengubah cara pandang masyarakat, nilai kearifan lokal tetap penting dalam menjaga keseimbangan budaya dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mengharmoniskan tradisi dan rasionalitas demi keberlanjutan ekosistem serta identitas budaya Lamongan.
Analisis Perbandingan Model Pendidikan di Kota Medan dan Desa Mandailing Natal Berdasarkan Perkembangan Teknologi dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Jestina Lydia; Ichsan Fauzi Rachman
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model pendidikan di Sekolah Dasar antara Kota Medan dan Desa Mandailing Natal, dengan fokus pada pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam proses belajar-mengajar. Seiring dengan kemajuan zaman, TIK telah menjadi sarana penting dalam mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif. Namun, tidak semua wilayah memiliki akses yang sama terhadap teknologi ini. Perbedaan fasilitas, akses internet, kompetensi tenaga pendidik, serta kondisi ekonomi menjadi faktor utama yang memengaruhi pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengkaji kemajuan dan hambatan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah-sekolah di Kota Medan lebih siap dan mampu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran dibandingkan sekolah di Desa Mandailing Natal yang masih menghadapi berbagai keterbatasan. Akibatnya, terjadi kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah kota dan desa. Oleh karena itu, diperlukan intervensi dari pemerintah untuk pemerataan infrastruktur teknologi, pelatihan guru, dan peningkatan akses agar pendidikan yang berkualitas dapat dirasakan secara merata.