cover
Contact Name
Velma Nindita
Contact Email
velmanindita@upgris.ac.id
Phone
+6281802424968
Journal Mail Official
umpakarsitekturupgris@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Umpak : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan
ISSN : 26226464     EISSN : 26226472     DOI : -
UMPAK - Jurnal Arsitektur dan Lingkugan Binaan It is a journal containing material related to the field of architecture and the environment in which the architectural building is located (the built environment), both on a micro (interior), meso (building) to macro (area/city) scale.
Articles 86 Documents
Studi Tata Letak Microlibrary Warak Kayu Kota Semarang Ditinjau Dari Perilaku Pengguna Kamil, Muhammad Insan; Widiastuti, Kurnia
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 7, No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v7i2.21896

Abstract

Artikel ini membahas tentang pola tata letak ruang terhadap perilaku pengguna yang efektif mengenai microlibrary warak kayu kota semarang. Pada microlibrary warak kayu di kota semarang sangat identik akan bangunannya yang ikonik serta penghematan energinya. Namanya saja micro yang artinya kecil, pastinya perpustakaan ini berukuran kecil untuk memenuhi kebutuhan membaca sertan memiliki daya tarik sendiri bagi penggemar membaca buku serta masyakarat kota semarang pada umumnya. Berdasarkan perilaku pengguna perpustakaan ditemukan permasalahan – permasalahan yang disebabkan oleh penataan pola tata letak ruang microlibary. Selain tata letak ruang, atribut perilaku arsitektur juga mempengaruhi aktivitas pengguna di dalam ruang microlibrary. Maka dengan itu kemudian penelitian ini memfokuskan pada pola tata letak ruang berdasarkan dari perilaku pengguna. Metode yang digunakan ialah person center mapping dan placed center mapping, Dimana metode ini peneliti melihat secara langsung bagaimana perilaku pengguna di dalam ruangan microlibrary. Dari sini kemudian dianalisis sehingga menemukan penyimpangan perilaku para pengguna sehingga dapat diperbaiki oleh pengelola agar tata letak ruang microlibrary warak kayu kota semarang lebih efektif dan pengguna dapat membaca buku dan mengerjakan tugas dengan nyaman.
Analisis Aksesibilitas Taman Publik Alun-Alun Pancasila Kota Salatiga Muzarohi, Iwan; Saputro, Robby Andrean; Widiastuti, Kurnia
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 6, No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v6i2.19670

Abstract

Kota Salatiga salah satu kota di Indonesia yang sedang gencar mencanangkan diri sebagai kota hijau (Green City), salah satunya dengan menyediakan ruang terbuka hijau. Maka dari itu salah satu program pemerintah kota salatiga telah membangun ruang terbuka hijau dengan membuat Taman Publik Alun-Alun Pancasila sebagai taman kota. Faktanya saat ini yang ada dilapangan, masih banyak ditemukannya perbedaan dalam perilaku dari segi fasilitas, kemudahan, sarana dan prasarana, salah satunya adalah akses untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas di Kota Salatiga. Pada penyandang disabilitas kehilangan keadilan dan persamaan dalam mengakses ke tempat publik, khususnya di Taman Publik Alun-Alun Pancasila yang ada di Kota Salatiga. Dari hasil penelitian yang di lakukan, mendapatkan kesimpulan yaitu konsep perancangan dan konsep perencanaan masih belum memenuhi untuk Aksesibilitas Penyandang Disabilitas di Alun-Alun Pancasila Salatiga.Kata kunci: aksesibilitas, standar, alun-alun. The city of Salatiga is one of the cities in Indonesia that is aggressively declaring itself a green city, one of which is by providing green open space. Therefore, one of the programs of the Salatiga city government has been to build green open space by making the Pancasila Square Public Park a city park. In fact, currently in the field, there are still many differences in behavior in terms of facilities, convenience, means and infrastructure, one of which is access to meet the needs of people with disabilities in the City of Salatiga. People with disabilities lose justice and equality in accessing public places, especially in the Pancasila Square Public Park in Salatiga City. From the results of the research carried out, it was concluded that the design concept and planning concept still did not meet the requirements for accessibility for people with disabilities in Pancasila Square, Salatiga.
ANALISIS KENYAMANAN TERMAL RUANG DOSEN FAKULTAS TEKNIK DAN INFORMATIKA Nurazizah, Siti; Wahyudi, Muhammad Agung
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 4, No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v4i2.19648

Abstract

Kota Semarang memiliki iklim tropis dengan pola musim penghujan dan kemarau. Rata – rata suhu tahunan di Kota Semarang sebesar 28˚C. Suhu tertinggi yang pernah terjadi di Kota Semarang adalah 39˚C. Kenyamanan termal merupakan salah satu hal penting untuk memberikan kenyamanan pada manusia. Kegiatan produktifitas di dalam ruangan tentu memerlukan suhu yang nyaman.Ruang Dosen berfungsi sebagai ruang kerja bagi dosen yang dilengkapi dengan meja kerja dan kursi kerja untuk masing – masing dosen. Salah satu hal penting yang dibutuhkan dalam memaksimalkan kinerja dosen yaitu kenyamanan termal di dalam ruangan.Penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif dengan metode deskriptif dan evaluatif. Penelitian menggunaka aplikasi CBE Thermal Comfort Tool dengan hasil hasil pengukuran Ruang Dosen FTI yang direkam setiap 10 menit dari pukul 06:00 – 18.00 WIB dapat kita lihat temperatur rata-rata di dalam ruangan yaitu 27,325 ˚C dan rata-rata kelembaban yaitu 59 %RH. Suhu dan kelembaban tertinggi pada pukul 06:00- 07:00 WIB yaitu suhu 28,2 ˚C, kelembaban 62,6 %RH. The city of Semarang has a tropical climate with rainy and dry season patterns. The average annual temperature in Semarang is 28˚C. The highest temperature that has ever occurred in the city of Semarang is 39 C. Thermal comfort is one of the important things to provide comfort to humans. Productivity activities in the room certainly require a comfortable temperature.The Lecturer Room functions as a workspace for lecturers which is equipped with work desks and chairs for each lecturer. One of the important things needed to maximize lecturer performance is thermal comfort in the room.In this study, the authors used quantitative methods with descriptive and evaluative methods. Research using the CBE Thermal Comfort Tool application with the results of measurements of the FTI Lecturer Room recorded every 10 minutes from 06:00 - 18:00 WIB we can see the average temperature in the room is 27.325˚C and the average humidity is 59% RH. The highest temperature and humidity at 06: 00-07: 00 WIB, namely temperature 28.2 ˚C, humidity 62.6% RH.
Analisis Kinerja Pencahayaan Alami melalui Simulasi Ruang Dalam pada Prodi Arsitektur Undana Hendrik, Maria Lady
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 8, No 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v8i1.22081

Abstract

Pencahayaan alami berperan penting dalam desain arsitektur, mempengaruhi kenyamanan visual dan efisiensi energi. Pemanfaatan pencahayaan alami Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Cendana (Undana), belum optimal, sehingga perlu dilakukan analisis untuk meningkatkan kualitas pencahayaan di ruang-ruang akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja pencahayaan alami di ruang Prodi Arsitektur Undana melalui simulasi dengan software DIAlux dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk optimalisasi pencahayaan. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi distribusi pencahayaan alami dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Hasil simulasi menunjukkan sebagian besar ruang memiliki pencahayaan alami yang cukup tinggi pada waktu tertentu, namun beberapa area mengalami defisiensi cahaya, terutama di sudut ruangan yang jauh dari sumber cahaya alami.
ANALISIS GARIS SEMPADAN BANGUNAN (STUDI KASUS JALAN SINDANGLAYA KOTA BANDUNG) Mulyani, Hilmi -
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 7, No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v7i2.21007

Abstract

The development of economic growth in the city of Bandung which is always increasing has an impact on the fulfillment of land and buildings to support commercial activities in the city of Bandung, especially on Jalan Sindanglaya, the city of Bandung which has an impact on the mismatch of building equivalent lines, especially on the front view of buildings, this is influenced by activities commercial businesses that are competing to reach the forefront of the road for the benefit of the commercial interests of the surrounding community, as well as the efficiency of commercial buildings that require a large enough area while land is limited. Where in fact the location of buildings that are not in accordance with the spatial plan is the reality of the current conditions. This research was conducted to analyze the incompatibility of the existing Building Border Lines with the currently applicable Regional Regulations. Data processing is carried out using the help of google maps and google earth to make it easier to pay for the building boundaries of each building and the outer boundaries of the road which will then be used to calculate the length of the building boundary lines in each existing building and are analyzed with the applicable regional regulations. The final result was that all the buildings in the case study were not in accordance with the existing Regional Regulations, where the average building violated was 14% or ± 16 meters from the axle of the road. Judging from the many discrepancies, the authors provide recommendations, namely to amend the existing Regional Regulations in accordance with the conditions and policies that apply where the site is included in the main commercial area of the sub-district.
Analisis Sirkulasi Penumpang Kapal Laut (TPKL) Tanjung Mas Semarang Prasyetyo, Adi Widi; Widiastuti, Kurnia
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i1.19656

Abstract

The Passengership Terminal is the main part of the sub Port system which serves to accommodate the activities of passenger transport processes from  one sea transportation system to another. As a result of its function as the activity-area of the passenger transferal process, making the passenger  terminal have many high circulation needs facilities. The activities what’s happen inside the terminal is mainly affected by people and stuff. The Passengership Terminal Port of Tanjung Mas Semarang were among the international terminals in central Java worked well service and accommodate various passenger activities.  Discomport in activities, and uncertainly of the flow of grooves often arises as a result of unitended circulation pattern in Passengership Terminal. Planning a proper circulation in the Passenger Terminal requires studies of the element of circulation such as attainment, circulation pattern, circulation ways, and the circulation of space. Therefore, we have raised the topic for further consideration of the circulation of the Passengership Terminal Port of Tanjung Mas Semarang for margin
Penerapan Cat Reflektif Surya Sebagai Material Ramah Lingkungan Puspitaningtyas, Corry; Rahman, Akbar Taufik; Amrullah, Watsiq Daffa; Aziz, Slamet Nur
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i1.20156

Abstract

Pemanasan global menjadi permasalahan penting di dunia karena meningkatnya suhu bumi. Perkembangan bangunan merupakan salah satu sektor penyumbang terbesar   terjadinya pemanasan global hal lainnya disebabkan oleh terperangkapnya sinar matahari berupa gelombang Panjang (infra merah) di dalam bangunan. Hal ini terlihat pada penggunaan material bangunan yang berasal dari sumber daya tak terbarukan, atau material tidak ramah lingkungan. Pemilihan material yang tepat terutama pada atap bangunan sangat berpengaruh dalam mengatasi pemanasan global. Cat pelapis dapat membantu mengurangi pemantulan sinar matahari dalam bangunan.Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kondisi temperatur udara dan dampak lain pada bangunan Balai Warga Plewan III, Siwalan, Kec. Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah setelah pengaplikasian Cat Reflektif Surya (Cat Be Cool) sebagai material yang dipilih. Dan menganalisis material apakah tergolong material ramah lingkungan yang dilihat dari before after penggunaanya sebagai langkah pengurangan emisi dalam meningkatnya pemanasan global. Adapun tahapan yang dilakukan menggunakan metode kualitatif melalui analisa studi lapangan yang kemudian hasilnya diaplikasikan pada studi kasus.
Analisis Karakteristik Arsitektur pada Fasad Rumah Tinggal Pecinan Semarang: Studi Kasus Gang Gambiran, Kranggan Azzahro, Aisyah; Tsurina, Rana; Widiastuti, Kurnia
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 6, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v6i1.18814

Abstract

Pengelompokan yang dilakukan Hindia - Belanda menghasilkan beberapa Kawasan yang berisikan masyarakat berdasar RAS, yang mana salah satunya terbentuk menjadi Kawasan yang dinamakan Kampung Cina atau Pecinan. Fasad pada bangunan Kawasan Pecinan dapat dilihat dari contok rumah tinggalnya yang memiliki ciri khas tertentu dan dapat langsung dikenali. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasad rumah tinggal pada area pecinan di Gang Gambiran, Kranggan, Semarang Tengah. Hasil survey data kemudian dianalisis dan dirumuskan dengan mengunakan metode deskriptif kualitatif yang disajikan dalam bentuk tabel gambar.Kata Kunci: Rumah Tinggal Pecinan, Fasad Pecinan,  Pecinana Semarang.AbstractThe grouping carried out by the Dutch East Indies resulted in several areas containing communities based on, one of which was formed into an area called Kampung Cina or Chinatown.The facade of the Chinatown area building can be seen from the examples of the houses which have certain characteristics and can be recognized immediately. This study aims to identify the facades of residential houses in the Chinatown area in Gang Gambiran, Kranggan, Central Semarang. The results of the survey data were then analyzed and formulated using a qualitative descriptive method presented in the form of a picture table.Keywords: Chinatown residences, Chinatown facades Semarang Chinatown
Analisis Tata Letak Ruang Perpustakaan Umum Kabupaten Pati Berdasarkan Prinsip Penataan Ruang Perpustakaan Huda, Sholihul; Nindita, Velma
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i2.19661

Abstract

Perpustakaan merupakan sumber ilmu dan pusat informasi yang sangat penting bagi perkembangan dunia pendidikan. Perpustakaan Umum Kabupaten Pati merupakan perpustakaan umum satu-satunya di Kabupaten Pati. Penataan ruang Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, belum sepenuhnya memperhatikan prinsip penataan ruang perpustakaan, sehingga kedepanya perlu ditingkatkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan tujuan menganalisa zonasi ruang Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, serta menganalisa tata letak ruang perpustakaan Umum Kabupaten Pati, berdasarkan prinsip penataan ruang perpustakaan menurut Lasa Hs (2007 : 202) dan menganalisa besaran perabot berdasarkan neufert. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat empat kategori zonasi, berupa area buku, area pelayanan, area baca, dan area pendukung lain. Menurut hasil observasi yang dilakukan di Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, mengenai kondisi Sarana dan prasarana Perpustakaan Kabupaten Pati, serta penataan ruangnya, Sebagaian besar sudah memenuhi prinsip penataan ruang yang baik, tetapi sebagian masih ada yang perlu untuk  diperbaiki maupun ditingkakan untuk memenuhi kebutuhan pustakawan dan pemustaka. Penataan ruang yang sudah baik diantaranya yaitu, ruang yang memerlukan konsentrasi sudah dipisah, ruang yang bersifat pelayanan umum sudah ditempatkan di lokasi setrategis, perabot perpus sudah disusun dalam garis lurus dan lebar koridor sudah sesuai standar, namun diantara itu masih ada yang perlu diperbaiki atauppun ditigkatkan, yaitu besaran perabot sebagian belum sesuai standar neufert, jarak sirkulasi antar rak buku masih sempit belum sesuai standar, dan penempatan ruang dengan tugas yang hampir sama sebagian belum ditempatkan secara berdekatan.Kata Kunci:  Penataan,  Perpustakaan, Tata Letak AbstractThe library is a source of knowledge and information center which is very important for the development of education. Pati Regency Public Library is the only public library in Pati Regency. The spatial arrangement of the Pati Regency Public Library has not fully paid attention to the principles of library spatial planning, so that in the future it needs to be improved. This research was conducted using a descriptive method with the aim of analyzing the spatial zoning of the Pati Regency Public Library, as well as analyzing the room layout of the Pati Regency Public Library, based on the principles of library spatial arrangement according to Lasa Hs (2007: 202) and analyzing the amount of furniture based on neufert. The results of the study stated that there were four zoning categories, namely the book area, service area, reading area, and other supporting areas. According to the results of observations made at the Pati Regency Public Library, regarding the condition of the Pati Regency Library facilities and infrastructure, as well as their spatial planning, most of them have fulfilled the principles of good spatial planning, but some still need to be repaired or increased to meet the needs of librarians and users. . Spatial planning that is already good includes rooms that require concentration that have been separated, spaces that are public services have been placed in strategic locations, library furniture has been arranged in straight lines and the width of the corridors is up to standard, but among them there are still things that need to be repaired or increased , namely the amount of furniture is partly not according to the Neufert standard, the circulation distance between the bookshelves is still narrow, not according to the standard, and the placement of rooms with almost the same tasks, some of them have not been placed close together.
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG PARKIR DI STADION SULTAN FATAH DEMAK Fauzi, Afif; Lukito, Achmad Purbo; Wibawa, Baju Arie
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 8, No 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v8i1.21952

Abstract

Stadion Sultan Fatah merupakan Stadion yang berada di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia. Bangunan Stadion Sultan Fatah dibangun pada tahun 1977 terletak di kota Demak dengan tanah seluas 140.486 m² atau 14,5 ha. Area Stadion Sultan Fatah ini mencakup arena cabang olaharaga yang beragam seperti lapangan Bola basket, Lapangan bola voli, area skateboard, panjat tebing, dan Gedung Olaharaga (GOR). Banyaknya area olaharaga yang beragam di Stadion Sultan Fatah Demak ini, maka perlu dilakukan evaluasi kapasitas lahan parkir di Stadion Sultan Fatah. Dalam hal ini. Untuk existing pada stadion sultan fatah terdapat 2580 tempat duduk dengan jumlah tersebut menggunakan standar 1000 dengan jumlah 230 SRP. Kapasitas parkir yang memadai akan diperlukan untuk menanggapi peningkatan tersebut dan Fasilitas parkir yang baik membantu dalam manajemen kapasitas, memastikan bahwa jumlah kendaraan yang masuk sesuai dengan kapasitas yang tersedia. Ini membantu mencegah kekacauan dan memastikan keamanan. Oleh karena itu, peneliti akan mengkaji dan menganalisis area parkir di stadion Sultan Fatah Demak agar mengetahui kebutuhan lahan parkir, pola parkir yang memadai. perlu adanya pengembangan dan penataan ulang area parkir yang ada dengan merubah ukuran SRP sesaui dengan standar direktorat jendral pehubungan darat, baik untuk motor maupun mobil, agar lebih terorganisir dan tidak mengganggu aktivitas lain di sekitar GOR. Menggunakan Standar Direktorat Jendral Perhungan untuk satuan ruang parkir menggunkan standar Mobil penumpang golongan II yaitu 2,5 x 5 m2 sehingga mendapatkan 230 SRP.