cover
Contact Name
Darmanto
Contact Email
bidpublikasi.lppmunsa@gmail.com
Phone
+6281997773334
Journal Mail Official
bidpublikasi.lppmunsa@gmail.com
Editorial Address
Jln. Bypass Sering Gedung Lt. II Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Samawa
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Published by Universitas Samawa
ISSN : 26213222     EISSN : 2621301X     DOI : https://doi.org/10.58406/jrktl
JRKTL adalah jurnal yang ditujukan untuk dosen, peneliti, dan mahasiswa yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya. Jurnal ini mencakup Ilmu Pertanian, Ilmu Lingkungan, Ilmu Ekonomi dan Manajemen, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu Hukum, Ilmu Kesehatan, Pendidikan (Bahasa dan Sastra Indonesia, Biologi, Ekonomi, Fisika), Ilmu Peternakan, Keteknikan, serta Ilmu Keuangan dan Perbankan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 122 Documents
POTENSI RETRIBUSI PARKIR DI KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2017 Suprianto; Elly Karmeli; Binar Dwiyanto Pamungkas; Abdul Rahim
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v1i2.55

Abstract

This study aims to analyze the potential of parking fees in Sumbawa regency in 2017. Type of research used in this study is descriptive research Techniques used to determine the sample research that is by using cluster sampling technique. In this study, researchers classify the sample of parking points based on the level of crowds of visitors, shopping centers, visitor intensity, the location of research objects, as well as the proximity between one object with another object. The research was conducted on 7 parking spots: Toko Toko Bank Mega - Tugu Mas Motor Dealer, Around Seketeng Market, Steel Frame Bridge, Around BRI City Unit I - Planet Shop, Around Galak Jango, Home UD Ratna - Idola Bakso and Bakso Pak Gendut. All of the parking spots are samples of parking spots in Sumbawa sub-district and each parking point represents several other parking spots so it is assumed that the amount of parking retribution revenues at all points is equal to all un-sampled parking points. The analytical tool used in this research is Quantitative Analysis where the potential of parking levy is calculated in accordance with the revenue potential of each parking point. Result of analysis The gross potential of parking levy for 7 parking locations in Sumbawa District of Sumbawa Regency amounted to Rp 255,514 per day per location on the assumption that working hours per day amounted to 10 hours. So that in one year (363 days) for 7 parking locations can be predicted the potential revenue of parking fees is Rp.649.2619.800, -. The largest parking levy potential is sourced from parking fee of Seketeng Market which is on average per day of Rp.639,575.- If the assumed retirement fee is Rp.1.693.030, - per month per person, then the retribution potential parking for 7 parking locations in Sumbawa District of Sumbawa Regency amounted to Rp.29.955.580, - per month and the net potential per year amounted to Rp.364.832.760, - if it is assumed that the fee of charging parking fees amounts to salary of local honorarium that is Rp.1.000 Per month per person, then the potential of parking fees for 7 parking locations in Sumbawa Sub-district, Sumbawa Regency is Rp. 39.658.000, - per month and the net potential per year is Rp. 481.261.800,-
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MELESTARIKAN NILAI-NILAI BUDAYA SAMAWA PADA SEKOLAH DASAR (SD) DI WILAYAH KECAMATAN SUMBAWA Ade Safitri; Arbi Batulante
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v2i1.56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis secara mendalam strategi kepala sekolah dalam melestarikan nilai-nilai Budaya Samawa pada sekolah dasar di wilayah Kecamatan Sumbawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berorientasi pada gejala-gejala yang bersifat alamiah. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Setelah data terkumpul, maka dilakukan analisis data menggunakan analisis kualitatif melalui pengumpulan data, data reduction (memilih data yang tepat), data display (penyajian data terstruktur), dan conclusion Drawing/ verification (kesimpulan/ verifikasi). Hasil analisis tersebut kemudian disajikan dalam bentuk kesimpulan. Strategi Kepala Sekolah dalam Melestarikan Nilai-Nilai Budaya Samawa Pada Sekolah Dasar (SD) Di Wilayah Kecamatan Sumbawa dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut: (1) bentuk nilai-nilai Budaya Samawa yang ada di sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Sumbawa yaitu: (a) memahami dan mengetahui corak hiasan lonto engal, kemang satange, dan sebagainya, (b) memahami dan mengetahui makna yang terkandung dalam hiasan sumbawa berupa lonto engal, kelingking, dan lain-lain, (c) mengenal permainan rakyat daerah sumbawa beserta fungsinya, (d) mengenal adat istiadat masyarakat sumbawa, serta (e) mengenal musik dan tari masyarakat sumbawa serta kandungan makna yang terkandung di dalamnya. Tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam melestarikan nilai-nilai Budaya Samawa pada sekolah dasar yaitu: (a) Internal: SDM yang kurang berkualitas, sarana dan prasarana yang kurang memadai, dana/anggaran yang masih kurang dan (b) eksternal: adanya pengaruh budaya asing, kurang terjalin hubungan sekolah dengan masyarakat/wali murid, minimnya perhatian wali murid, serta lingkungan yang kurang mendukung dalam melestarikan budaya samawa. Strategi kepala sekolah dalam melestarikan nilai-nilai Budaya Samawa pada sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Sumbawa yaitu: (a) adanya kegiatan KKG khususnya bagi guru yang mengajar mata pelajaran muatan lokal, (b) keikutsertaan peserta didik dalam berbagai acara lomba yang berkaitan dengan budaya samawa, dan (c) selalu mengajarkan peserta didik sopan santun atau bertutur kata yang baik sesuai dengan nilai-nilai budaya samawa.
Pengaruh Corporate Sosial Responsibility dalam Peningkatan Akses Satu Buku Satu Siswa di Daerah Terpencil Ropang, Kabupaten Sumbawa, Indonesia Ieke Wulan Ayu; Syaifuddin Iskandar; Yadi Hartono; Dwi Mardhia; Rudi Masniadi
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v2i1.57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh corporate sosial responsibility dalam peningkatan akses satu buku satu siswa di daerah terpencil ropang, Kabupaten Sumbawa, Indonesia melalui perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam secara purposive dan snowballing dengan semua responden terpilih, observasi, analisis dokumen, yang berhubungan dengan proses pelaksanaan. Program CSR pendidikan disalurkan oleh perusahaan PT. Samawa Juta Raya (PT. SJR) dengan sistem implementasi program antara lain pemberian buku pada siswa dan sekolah di SDN dan SMPN daerah terpencil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan tolak ukur tepat sasaran dan tepat manfaat maka program ini termasuk dalam kategori tepat, sedangkan ditinjau dari tolak ukur waktu dan jumlah masih terdapat beberapa sekolah yang belum bisa mencapai 100 % dikarenakan terkendala pada permasalahan terkait dapodik untuk melakukan pemesanan buku.
PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAERAH (SIMDA) TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN SKPD DI KABUPATEN SUMBAWA Cici Ariska; Rudi Masniadi; Rosyidah Rachman
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v2i1.58

Abstract

Penerapan aplikasi SIMDA pada seluruh instansi pemerintah Kabupaten Sumbawa khususnya pada SKPD yang berada di wilayah Kecamatan Sumbawa sebagai ibukota kabupaten merupakan salah satu upaya yang telah dikembangkan oleh pemerintah pusat untuk pemerintah daerah sebagai alat untuk meminimalisir akan terjadinya kesalahan pada proses pengelolaan keuangan daerah menjadi laporan keuangan daerah. Meskipun demikian data penerimaan daerah dan data potensi pendapatan daerah yang dikelola Dinas Pendapatan Daerah selalu berbeda dan kontradiktif dengan data yang dikelola biro keuangan. Selama ini biro keuangan yang memegang kewenangan pengalokasian Dana Bagi Hasil se-Kabupaten/Kota. Sehingga, guna menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang baik, efektif, efesien serta transparan dan akuntabel, diperlukan sistem pengolahan data keuangan daerah yang cepat, tepat dan akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penerapan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) terhadap Kualitas Laporan Keuangan SKPD di Kabupaten Sumbawa. Jenis penelitian ini adalah asosiatif. Jenis data dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan data yang digunakan adalah data primer yang berupa informasi langsung yang didapat dari hasil kuesioner yang diisi oleh responden bagian keuangan pada 32 SKPD di Kabupaten Sumbawa. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah software Smart PLS 3.0 M3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Penerapan SIMDA berpengaruh positif terhadap Kualitas Laporan Keuangan.
IDENTIFIKASI PENGEMBANGAN POTENSI EKOWISITA DI KABUPATEN SUMBAWA Lukman Hakim; Rudi Masniadi; Dwi Mardhia
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v2i1.59

Abstract

Kabupaten Sumbawa memiliki luas wilayah 6.643,98 km², memiliki potensi pariwisata yang layak jual kepada para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Pengembangan ekowisata di Kabupaten Sumbawa berangkat dari keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendidik mereka menjadi sadar lingkungan, tergerak untuk berpartisipasi dalam memelihara keseimbangan lingkungan, melakukan konservasi sumber daya alam dan melestarikan budaya daerah. Adapun tujuan Penelitaian ini adalah 1. Mengidentifikasi potensi-potensi Ekowisata di Kecamatan Sumbawa, Kecamatan Tarano, Kecamatan Lunyuk, dan Kecamatan Moyo Hulu; 2. Menyediakan dokumen dan basis data untuk pengembangan ekowisata di Kecamatan Sumbawa, Kecamatan Tarano, Kecamatan Lunyuk, dan Kecamatan Moyo Hulu. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode survey yang menekankan pada survei data primer, dan dilengkapi dengan data sekunder terhadap berbagai obyek atau sasaran kajianSurvei cepat terintegrasi untuk inventarisasi potensi pengembangan ekowisata dirumuskan dengan memperhatikan kebutuhan setiap pengguna data (user need), dan lebih diarahkan pada pemecahan permasalahan (problem solving oriented) secara terpadu dan berkesinambungan. Konsep pengembangan ekowisata pada dasarnya merupakan suatu proses yang meliputi tahapan-tahapan yaitu: (1) menjalin komunikasi dan kerjasama dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan kalangan pengusaha atau swasta, (2) memberikan pemahaman terhadap masyarakat akan pentingnya ekowisata dalam hal peningkatan ekonomi dan pelestarian lingkungan hidup, (3) membangun kemampuan masyarakat (community capacity building) dalam meningkatkan produktivitas potensi lokal dan menumbuhkan kesadaran akan lingkungan hidup, (4) mempersiapkan tenaga ahli dan penyediaan sarana prasarana dalam menunjang keberhasilan pengembangan program ekowisata, dan (5) melakukan promosi yang memadai baik di lokal Kabupaten Sumbawa maupun nasional.
SMART VILLAGE CONCEPT AND TOURISM DEVELOPMENT IN SUMBAWA REGENCY Ivon Arisanti
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v2i1.60

Abstract

The complexity of the development problems faced by Sumbawa Regency nowadays require an acceleration to realize rural development-based development, especially the development of villages to become smart villages through: smart economy, smart mobility, smart environment, smart people, smart living, and smart government. These six elements are dimensions of Smart City that can be synergized with the development of Smart Village in advancing and developing the potential of Sumbawa Regency. The programs that can be carried out by the Sumbawa Regency Government in developing smart villages are based on the needs of each village such as the tepal village, one of the cultural villages, can attract tourists by making the bolic pan to strengthen cellular signals so that the internet is easier to accessed and tourism promotion can be intensified. For the village of Poto, the application of the command center in the village is expected to be able to easily access services and/or complaints. Services/complaints will be handled easily because they are connected to the application in the village office so that village officials can swiftly handle various complaints from the community. For this purpose, it is necessary to provide a Closed-Circuit Television (CCTV) display that can monitor the activities of the community in the village especially for the important access center such as village halls, schools and health centers. The CCTV can also display the SME products. Economic improvement through the empowerment of any potential in each village can be mastered by improving the functions and roles of MSMEs and cooperatives, providing facilities and infrastructure that support tourism development such as hotels, adequate road access, directions, flood-free roads, convenient parking, cooperation between stakeholders in increasing tourism, the availability of local products as souvenirs, a clean environment, and providing tourist information center in the strategic places making it easier for tourists when visiting.
ANALISA SISTEM PEMBAGIAN AIR BERSIH PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) SUMBAWA BESAR Didin Najimuddin
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v2i1.61

Abstract

Air bersih untuk keperluan sehari-hari merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat di daerah perkotaan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di daerah perkotaan dibangun beberapa pengolahan air bersih yang di kelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). PDAM kemudian bertugas untuk menyiapkan air bersih dan mendistribusikan kepada masyarakat sebagai konsumen, akan tetapi masih sulit memenuhi kebutuhan masyarakat. Masyarakat sering mengeluh khususnya wilayah Kecamatan Sumbawa karena air yang disalurkan PDAM sering sekali macet bahkan juga keruh. Penelitian ini bertujuan menganalisa system pendistribusian yaitu besar kebutuhan dan tekanan air. Analisa jumlah kebutuhan air berdasarkan jumlah penduduk dan jumlah pelanggaan PDAM dalam satu tahun terakhir, sedangkan Analisa sisa tekanan air menggunakan persamaan Hazen-Williams. Dari hasil penelitian dan Analisa kebutuahan air bersih dan perhitungan sisa tekanan air pada pipa distribusi air bersih PDAM di wilayah Kecamatan Sumbawa maka diperoleh suatu kesimpulan sebagai berikut Besar debit produksi air PDAM Batulanteh Sumbawa Besar adalah 110 liter/detik, sedangkan kebutuhan air berdasarkan jumlah penduduk Kecamatan Sumbawa adalah 113.442 liter/detik.Besar kebutuhan air bersih yang harus disediakan oleh PDAM Batulanteh untuk Kecamatan Sumbawa adalah 228.787,9 m3. Dari analisis pipa distribusi dapat disimpulkan bahwa sisa tekanan pada pipa PVC 300 mm adalah 80,98 m artinya tekanan air dalam pipa masih memenuhi standar, sedangkan pada pipa PVC 250 mm dan PVC 150 mm terjadi kehilangan tekanan air sehingga tidak memenuhi standar yaitu 6.801 m dan 0,4663 m yang artinya air tidak bisa mengalir secara optimal.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS X DI SMAN 1 RHEE Anggun Mulia Amaliah; A Hamid Rahman; Tursina Ratu
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v2i1.62

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas X SMAN 1 Rhee; (2) Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains peserta didik kelas X SMAN 1 Rhee; dan (3) Seberapa besar peningkatan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains setelah digunakan model inkuiri terbimbing. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas X yang berjumlah 64 peserta didik dan ditetapkan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Pengolahan data menggunakan teknik statistik sederhana dalam bentuk perhitungan uji z dan uji gain. Hasil analisis data menunjukkan keterampilan berpikir kreatif diperoleh zhitung sebesar 4,318. Jika dibandingkan dengan ztabel sebesar 1,690. Jadi terdapat pengaruh penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan berpikir kreatif . Hasil analisis data keterampilan proses sains diperoleh zhitung sebesar 5,181. Jika dibandingkan dengan ztabel sebesar 1,690 (zhitung 5,181 > ztabel 1,690). Jadi terdapat pengaruh penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains. Perhitungan gain keterampilan berpikir kreatif kelas kontrol dan eksperimen masing-masing diperoleh gain 0,295 dan 0,598 dengan kriteria rendah dan sedang. Artinya keterampilan berpikir kreatif mengalami peningkatan dari katagori rendah ke sedang. Sementara hasil perhitungan gain keterampilan proses sains kelas kontrol dan eksperimen diperoleh gain 0,261 dan 0,509. Artinya keterampilan proses sains mengalami peningkatan dari rendah ke sedang sebesar 0,248.
Pengembangan Pembelajaran Ekonomi Berkarakter Kebangsaan Melalui Model Trust Based Cooperative Learning Di SMA Negeri 5 Malang Arbi Batulante
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v2i1.63

Abstract

Result of pre observation showed that economics learning in senior high school is tend to conventional learning or in general uses expository method so the students are only passive and are hoped can to understand and remember information that have explained by the teacher and able to retrieve what they have been understood by response that be showed when teacher is asking them. Above learning condition means that the economics learning process which is implemented for nowadays in the classroom is tend to teach competition culture which is more focus to liberalism values and forget for teaching high values of the nation contained in Pancasila and the 1945 constitution especially in article 33 namely togetherness culture, mutual aid (gotong royong), and kinship in learning. Referred to that case, so it is needed a research and economic learning development, nationality characterized by Trust Based Cooperative Learning Model to make economics learning that based to trust degree that is owned by students in cooperative learning and able to internalize the values contained in Pancasila and article 33 of 1945 constitution which refer to economic learning purpose contained in content standard. This study used model approach of Design Based Research in developing economic learning nationality characterized by Trust Based-cooperative learning model. The data analysis technique used was quantitative with statistic descriptive technique and qualitative. Based on the result of the study and development showed that the response of the students in experiment process in senior high school number 5 of Malang was 94%. it means that model scenario of Trust Based Cooperative Learning could make the students understand about economic concept which is relevant to Indonesian nation ideology especially able to build nationality character values for examples appreciate the togetherness, respect to others opinion, and deliberation for consensus.
TEKNOLOGI BUDIDAYA UBIJALAR (Ipomoea batatas L.) SPESIFIK LOKASI MENGATASI CEKAMAN ABIOTIK DI DATARAN TINGGI PAPUA Alberth Soplanit; Siska Tirajoh
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v2i1.64

Abstract

Komoditas ubijalar (Ipomoea batatas L.) di dataran tinggi Papua memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan namun diperlukan dukungan inovasi teknologi budidaya yang sesuai kondisi iklim setempat. Pentingnya ubijalar bagi masyarakat lokal selain sebagai sumber pangan, pakan ternak tapi juga sebagai makanan yang disediakan pada acara-acara ritual adat, karena itu, ketersediaan ubijalar menjadi begitu penting manakala ke depan kebutuhan terhadap komoditi ini semakin meningkat. Faktor pembatas yang paling dominan adalah iklim seperti cahaya yang terbatas, durasi penyinaran yang singkat dan suhu yang relatif rendah sehingga menyebabkan rendahnya hasil fotosintesis. Kendala tersebut dapat diatasi dengan upaya perbaikan teknologi budidaya yakni pemilihan varietas yang tepat dan penggunaan ajir yang sesuai dengan cara merambatkan sulur tanaman guna meningkatkan efisiensi penggunaan energi radiasi matahari yang terbatas. Karena itu perlu digunakan varietas yang memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengintersep radiasi matahari. Selain itu penggunaan sudut kemiringan ajir yang lebih vertikal untuk meningkatkan sudut daun supaya cahaya yang dintersep dapat didistribusikan secara merata ke seluruh daun tanaman sehingga proses fotosintesis dapat ditingkatkan. Tersedianya teknologi budidaya ubijalar spesifik lokasi yang dapat mengatasi kondisi iklim setempat diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ubijalar di dataran tinggi Papua.

Page 3 of 13 | Total Record : 122