cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 333 Documents
Faktor Risiko Infeksi Kejadian Kecacingan pada Anak Usia Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Panambungan Makassar Irsan Kabila; Nurfachanti Fattah; Arni Isnaini Arfah; Andi Husni Esa; Nirwana Laddo; Ela Sapta Ningsih B
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 4 (2023): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i4.201

Abstract

Infeksi cacing Soil-Transmitted Helminths (STH) terjadi pada semua kelompok usia, World Health Organization (WHO) menyebutkan anak usia sekolah (5-12 tahun) sebagai bagian dari populasi dengan risiko tinggi morbiditas infeksi cacing STH sedangkan data hasil survei di Indonesia masih sangat tinggi yaitu dengan prevalensinya yang antara 45-65%. Salah satu faktor penyebab kecacingan pada anak usia sekolah adalah higenitas perorangan yang ditularkan melalui tanah. Jenis Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain peneliian cross sectional study. Analisa data dilakukan menggunakan metode Chi-Square untuk melihat faktor risiko yang memiliki hubungan terkuat dengan kejadian infeksi kecacingan. Berdasarkan hasil ditunjukkan bahwa anak usia sekolah yang positif memiliki telur Trichuris Trichiura dan Ascaris Lumbricoides dalam fesesnya berturut-turut sebesar 27% (13 orang) dan 25% (12 orang). Selain itu, kelompok umur yang terinfeksi kecacingan paling tinggi terdapat pada kelompok umur 5-8 tahun, yaitu 17 sampel (35,4%). Hasil lain diperoleh bahwa terdapat tiga faktor risiko yang memiliki hubungan dengan kejadian kecacingan adalah: kebersihan tangan, kebersihan kuku, dan kebersihan makanan. Kejadian infeksi kecacingan pada anak usia sekolah di wilayah kerja Puskesmas Panambungan Makassar disebabkan oleh Trichuris Trichiura. Tertinggi terjadi pada anak perempuan usia 5-8 tahun. Faktor Risiko Kebersihan tangan, kaki, dan makanan mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian infeksi kecacingan pada anak usia sekolah di wilayah kerja Puskesmas Panambungan Makassar
Efektivitas Penggunaan Paracetamol 1000 mg Sebagai Preemptive Analgesia pada Nyeri Pasca Bedah Ortopedi fitrianti fitrianti haruddin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i7.202

Abstract

Nyeri pasca bedah merupakan respon kompleks terhadap trauma jaringan selama pembedahan yang merangsang hipersensitivitas sistem saraf pusat (SSP) dan sering terjadi. Teknik preemptive merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya sensitisasi nosiseptor perifer akibat pelepasan neurotransmiter dan mediator inflamasi. Parasetamol memiliki kekuatan analgesia untuk penanganan nyeri pasca pembedahan tingkat ringan, sedang maupun berat. Tujuan penelitian untuk mengukur efektivitas paracetamol sebagai preemptive analgesia pada pasien nyeri pasca bedah ortopedi. Metode penelitian yang dilakukan penelitian clinical trial/penelitian eksperimen dengan metode cross sectional. Terdapat 12 sampel yang diberi Tindakan pembedahan ORIF di antaranya Fraktur Humerus ada 4 sampel, Fraktur femur 4, Fraktur Genu 2, Fraktur Clavicula 1, dan Fraktur tibia fibula 1. Pada penelitian ini kelompok yang menggunakan parasetamol secara signifikan menurunkan rasa nyeri pasca bedah dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa durasi efektivitas parasetamol dapat menekan kebutuhan analgesik pada kasus pembedahan dan kelompok yang diberikan paracetamol terdapat penurunan skor analog visual yang signifikan dibandingkan dengan kelompok control yang tidak diberikan parasetamol. Penggunaan paracetamol 1000 mg sebagai preemptive analgesia untuk menurunkan nyeri pada pasien ortopedi berpengaruh dan memberikan penanganan nyeri pasca pembedahan.
Efektivitas Pembelajaran Metode Daring Pada Kegiatan Praktikum Di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Julian Muhammad Yasin; Syamsu Rijal; Edward Pandu Wiriansya; Sri Julyani; Shofiyah Latief
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i6.203

Abstract

Effectiveness generally shows the extent to which learning targets have been achieved. Effectiveness is a scale that shows the range of targets (quality, quantity and period) that have been achieved, and the greater the percentage of targets achieved, the greater the effectiveness. The change in learning methods due to the Covid-19 pandemic, was originally the face-to-face method changed to an online method which had more impact on the learning stage of students, especially medical students. For the Faculty of Medicine's curriculum which claims not only lectures, but along with practicum and clinical expertise that needs hands-on, so the change in method will definitely have an impact on student learning motivation. This research is useful for observing the effectiveness of online learning methods in practicum activities at the Faculty of Medicine, Indonesian Muslim University. This study used a quantitative method with a cross-sectional study design. From the research findings on the online laboratory practicum variable, 179 respondents (67.5%) had good practicum results, and 34 respondents (12.8%) had very good criteria. On the variable effectiveness of online practicum, the practicum results obtained with effective criteria were 86 respondents (32.5%), and very effective criteria were 66 respondents (24.9%). In the online practicum exam score variable, which has a passing threshold value, namely 61 people (23.0%) B grades, 40 B+ grades (15.1%), 26 A- grades (9.8%) and 4 A grades (1.5%). The conclusion in this study is that there is significant effectiveness in online learning methods in practicum activities at the Faculty of Medicine, Muslim University of Indonesia for students and in terms of the results of student practicum exams, evidenced by p values of 0.009 and 0.007 (p <0.05).
Faktor Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Alifyah Alza Adawiya Latuconsina; Erlin Syahril; Reeny Purnamasari Juhamran; Shofiyah Latief; Andi Tenri Sanna Arifuddin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i9.204

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan yang semakin banyak dipakai sebagai alat ukur yang dipercaya untuk menilai keberhasilan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang baik dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan maka pelayanan radiologi sudah selayaknya memberikan pelayanan yang berkualitas. Mengetahui faktor Kepuasan dan Ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan di instalasi Radiologi Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe deskriptif analitik, dengan pendekatan cross sectional dimana variabel independen faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien, sedangkan variabel dependennya adalah pelayanan di instalasi Radiologi. Dari 60 responden pasien rawat jalan dan rawat inap, 45 responden (77%) menilai sangat puas terhadap pelayanan kesehatan di instalasi radiologi, sedangkan 13 responden (22%) menilai puas terhadap pelayanan kesehatan di instalasi radiologi dan 2 responden (3%) menilai cukup puas terhadap pelayanan kesehatan di instalasi radiologi. Lebih dari 50% responden merasa sangat puas tehadap pelayanan kesehatan di instalasi radiologi rumah sakit ibnu sina. Kepuasan pasien merupakan hasil dari pelayanan yang sesuai harapan
Hubungan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Pengetahuan Agama yang Berkenaan dengan Kebersihan dan Kesehatan Nurul qalbi nuqa; Rasfayanah; Nur Fadhillah Khalid; Rachmat Faisal Syamsu; Armanto Makmun
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i8.208

Abstract

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan bentuk perilaku yang dianjurkan dalam agama islam. Namun, disekitar kita masih banyak yang belum menerapkan dan menjadi penyebab berbagai penyakit. Oleh karena itu, peneliti sangat tertarik mengetahui hubungan antara pengetahuan agama dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dengan pengetahuan agama yang berkenaan dengan kebersihan dan kesehatan. Metode penelitian ini merupakan literatur review. Data bersumber dari Jurnal,artikel,textbook,electronic based. Berdasarkan hasil penelusuran literatur dan sumber bacaan lainnya, diketahui pengetahuan agama sangat penting dan berpengaruh pada kehidupan manusia baik dari segi kebersihan maupun kesehatan. Hal ini tertulis dalam Al-Quran dan Hadist yang menjadi pedoman hidup umat beragama islam agar senantiasa terhindar dari hal buruk. Dari 12 hasil penelitian terdapat 3 jurnal yang menggambarkan tingkat pengetahuan agama sangat mempengaruhi sikap mahasiswa dan masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan. Dari 12 hasil penelitian terdapat 9 jurnal menyatakan adanya hubungan antara pengetahuan agama dengan perilaku hidup bersih dan sehat.
Pengaruh Penggunaan Laptop dan Gawai terhadap Kesehatan Mata Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020 di Era Pandemi Nemal Anugrahyanti; Marliyanti Nur Rahmah Akib; Ratih Natasha Maharani; Irna Diyana Kartika K; Shofiyah Latief; Arni Isnaini Arfah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i10.210

Abstract

Saat ini Covid-19 sudah menjadi pandemi global serta bisa menular melalui droplet. Di Indonesia, per tanggal 5 Oktober 2020 telah ada 303.498 kasus positif Covid-19 serta 3,7% dinyatakan meninggal dunia. Sejak kasus pertama yang terjadi di negara kita, langkah-langkah serius telah diambil dan tingkat penyebaran pandemi Covid-19 telah dicoba untuk ditekan. Tindakan yang diaplikasikan pemerintah guna menangkal tularan ini secara physical distancing dari aktivitas work from home. Akibat work from home, bergaam kegiatan dilaksanakan dengan online memakai gadget serta laptop maka pemakaian kedua produk itu meningkat sejak pandemi. Adapun tujuan peneliti kali ini guna mengamati dampak laptop dan gawai pada kesehatan mata di era pandemi dengan metode teknik total sampling dengan menggunakan kuisioner. Melalui data yang diperoleh jika durasi pemakaian laptop paling banyak selama 5-8 jam (sedang) sebanyak 77 mahasiswa (47,5 %), untuk durasi penggunaan gawai paling banyak selama 9-16 jam (berat) sebanyak 85 mahasiswa. Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis dengan p value <0,001 untuk durasi penggunaan laptop dan 0,033 untuk durasi penggunaan gawai sehingga dapat diketahui jika ada kaitan yang signifikan pada peningkatan durasi pemakaian laptop dan gawai dengan kejadian Computer vision syndrome.
Gambaran Faktor Risiko Preeklampsi dan Eklampsi pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Ririn Ramadhani Ridwan; Suzanna S. Pakasi; Andi adil; M. Hamsah; Haizah Nurdin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i6.214

Abstract

The high maternal mortality rate requires knowledge about the risk factors for preeclampsia and eclampsia which can cause maternal death. This study aims to describe the risk factors for preeclampsia and eclampsia in pregnant women at Bhayangkara Hospital Makassar in 2019-2021. This research is a retrospective descriptive study conducted at Bhayangkara Hospital Makassar in 2019-2021. From the results of the study it was found that the number of patients with a diagnosis of preeclampsia who came to the Obstetrics and Gynecology Outpatient Installation at Bhayangkara Hospital Makassar was 15 medical records, the number of patients with a diagnosis of preeclampsia who were treated at the inpatient installation found 75 medical records, the number of patients with a diagnosis of There were 10 medical records for eclampsia treated in inpatient installations. Pregnant women with the highest risk of preeclampsia on outpatient or inpatient care were aged 20-35 years, multiparas, no history of hypertension, incomplete ANC, pregnancy interval <2 years, last high school education, and housewives. Pregnant women with the highest risk of eclampsia at hospitalization were aged 20-35 years, primipara, no history of hypertension, incomplete ANC, pregnancy interval <2 years, last high school education, and housewives. The most dominant risk factor is age, namely at the age of 20-35 years.
Penyebab Timbulnya Gangguan Muskuloskeletal Ekstremitas Atas pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2019 Selama Perkuliahan dalam Jaringan (Daring) Indah Rusman; Andi Sam; Reeny Purnamasari Juhamran; Azis Beru Gani; Shulhana Mokhtar
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i3.216

Abstract

Gangguan Muskuloskeletal adalah sekumpulan gejala atau gangguan yang berkaitan dengan jaringan otot, tendon, ligamen, kartilago, sistem saraf, struktur tulang, dan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan muskuloskeletal ekstremitas atas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2019 selama proses perkuliahan daring. Penelitian dilakukan pada 252 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Pengambilan data dengan kuisioner. Data dianalisis dengan uji Chi-Square. Didapatkan responden yang memiliki risiko gangguan muskuloskeletal dengan status gizi gemuk sebanyak 22 sampel, status gizi kurus sebanyak 14 sampel, dan status gizi normal 45 sampel, sedangkan responden yang tidak berisiko memiliki gangguan muskuloskeletal dan memiliki status gizi gemuk 96 sampel, status gizi kurus sebanyak 60 sampel dan status gizi normal sebanyak 60 sampel. Dari hasil uji Chi-square didaptkan nilai p-value 0,045 hasil tersebut menandakan adanya hubungan dari kedua variabel. Dan didapatkan responden yang memiliki risiko gangguan muskuloskeletal dan memiliki aktivitas fisik berat sebanyak 6 sampel, aktivitas sedang sebanyak 20 aktivitas fisik ringan sebanyak 55 sampel, sedangkan responden yang tidak memiliki risiko dan memiliki aktivitas berat sebanyak 22 sampel, aktivitas fisik sedang sebanyak 69 sampel dan aktivitas fisik ringan sebanyak 80 sampel. Dari hasil uji Chi-square didapatkan nilai p-value 0,032 hasil tersebut menandakan adanya hubungan dari kedua variabel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disumpulkan bawah pada variable status gizi dan aktivitas fisik memiliki hubungan dengan terjadinya gangguan muskuloskeletal pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2019 yang melaksanakan perkuliahan dalam jaringan.
Literature Review: Pengaruh Asupan Karbohidrat, Protein dan Lemak terhadap Resiko Stunting Anak Usia 2-5 Tahun Rezky Putri Indarwati Abdullah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i3.217

Abstract

Stunting mengacu pada gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak di bawah usia lima tahun. Anak-anak yang panjang / tinggi badannya terhadap nilai Z-score lebih dari dua standar deviasi di bawah median standar pertumbuhan anak. Untuk mengetahui pengaruh asupan karbohidrat, protein dan lemak terhadap resiko stunting anak usia 2-5 tahun. Penelitian ini menggunakan desain non-eksperimental dengan metode Narrative Review. Penelusuran pustaka dilakukan melalui jurnal nasional, jurnal internasional, dan proceeding book. Berdasarkan literatur nasional dan internasional terdapat 22 jurnal hubungan asupan makronutrien terhadap anak stunting 2-5 tahun. Kesimpulan Ada pengaruh asupan karbohidrat dapat menyebabkan stunting pada anak usia 2-5 tahun karena karbohidrat memiliki fungsi menyuplai energi untuk tubuh supaya dapat melakukan aktivitasnya. Adanya pengaruh asupan protein dapat menyebabkan stunting pada anak usia 2-5 tahun karena protein dapat meningkatkan kadar Insulin Growth Factor 1 (IGF-1) yang merupakan mediator dari hormon pertumbuhan dan pembentukan matriks tulang, Adanya pengaruh asupan lemak dapat menyebabkan stunting pada anak usia 2-5 tahun karena lemak mengandung asam lemak esensial yang memiliki peran dalam mengatur kesehatan dan terdapat hubungan asupan karbohidrat, protein dan lemak dengan kejadian anak stunting 2-5 tahun
Gambaran Hasil Laboratorium pada Pasien Covid-19 Sebelum dan Setelah Terapi Plasma Konvalesen di Makassar Periode 2020-2021 Riski Astriani Putri; Sri Julyani; Rachmat Faisal Syamsu; Irna Diyana Kartika; Sri Wahyuni Gayatri
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i3.218

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh strain baru dari coronavirus, yaitu SARS-CoV-2. Penularan virus ini sangat cepat, hingga penyebaran virus ini telah mewabah ke berbagai negara. Terdapat berbagai macam modalitas terapi yang dapat diberikan kepada penderita COVID-19 dan salah satu terapi tambahan yang dapat diberikan adalah Terapi Plasma Konvalesen. Prinsip dari terapi ini adalah dengan mentransfusikan antibodi dari plasma pasien sembuh yang sebelumnya pernah terkonfirmasi penyakit yang sama. Mengetahui hasil laboratorium pasien COVID-19 sebelum dan setelah Terapi Plasma Konvalesen di Makassar. Diperoleh hasil karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin yang terbanyak pada laki-laki yaitu 10 pasien (76.9%), usia terbanyak pada rentang 46 – 55 dan 66-75 tahun masing-masing 4 pasien (30.8%), keluhan utama terbanyak yaitu sesak napas sebanyak 8 pasien (61.54%), dan pasien dengan komorbid sebanyak 7 orang (53.8%). Parameter laboratorium sebelum dan setelah TPK berdasarkan leukosit dan D-Dimer tidak terjadi perubahan jumlah pasien baik sebelum ataupun setelah pemberian terapi plasma konvalesen, berdasarkan hemoglobin terjadi perubahan Hb normal sebelumnya 10 pasien berkurang menjadi 9 pasien, peningkatan jumlah pasien dengan limfosit normal yang sebelumnya 5 pasien menjadi 6 pasien. Perubahan jumlah pasien dengan CRP normal yang sebelumnya 0 pasien menjadi 3 pasien. PCT terjadi perubahan jumlah pasien PCT normal yang sebelumnya 1 pasien menjadi 6 pasien. Didapatkan perubahan hasil laboratorium (hematologi dan serologi) pada pasien setelah terapi plasma konvalesen walaupun perubahan yang didapatkan tidak signifikan. Terkecuali pada paramater PCT pada 5 pasien setelah TPK terjadi perbaikan hasil laboratorium