cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 326 Documents
Karakteristik Pasien Osteoarthritis pada Unit Rawat Jalan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2018-2021 St. Nur Ashilah Nafi’ah; Prema Hapsari Hidayati; Andi Kartini Eka Yanti; Andi Dhedie Prasatia Sam; Rezky Putri Indarwati Abdullah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i3.219

Abstract

Osteoarthritis merupakan penyakit radang sendi bersifat degenerative yang paling sering/banyak ditemukan didunia dibandingkan dengan jenis radang sendi lainnya. Pada negara-negara berkembang seperti Indonesia, osteoarthritis sendiri termasuk dalam 10 penyakit disabilitas paling umum pada lansia. Mengetahui karakteristik pasien osteoarthritis pada unit rawat jalan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2018-2021. Penelitian ini menggunakan desain descriptive retrospective study dengan pendekatan cross sectional berdasarkan data sekunder dari rekam medik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2018-2021. Pasien osteoarthritis berdasarkan usia paling banyak adalah dengan kelompok usia manula (>65 tahun) sebanyak 46 pasien, berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan sebanyak 79 pasien, berdasarkan IMT adalah pasien dengan status gizi overweight dan obesitas I sebanyak 38 pasien, berdasarkan lokasi sendi adalah genu sebanyak 114 pasien, berdasarkan grade pada osteoarthritis genu adalah dengan hasil foto radiografi konvensional grade II sebanyak 20 pasien, berdasarkan tingkat pendidikan adalah dengan pendidikan terakhir SMA/Sederajat sebanyak 52 pasien, berdasarkan pekerjaan adalah yang bekerja sebagai IRT sebanyak 56 pasien, dan berdasarkan tatalaksana adalah dengan tatalaksana nonbedah sebanyak 105 pasien. Pasien osteoarthritis paling banyak di temukan pada kelompok usia manula (>65 tahun), perempuan, status gizi overweight dan obesitas I, lokasi sendi pada genu, hasil foto radiografi konvensional grade II, pendidikan terakhir SMA/Sederajat. bekerja sebagai IRT, dan dengan tatalaksana nonbedah
Pengaruh Faktor Lingkungan terhadap Penyakit ISPA di Puskesmas Mandai Maros Risna Wati; Edward Pandu Wiriansya; Dahliah; Sultan Buraena; Febie Irsandi Syahruddin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i3.220

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi pada saluran pernapasan baik saluran pernapasan atas atau bawah. ISPA adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas di negara berkembang. WHO memperkirakan insidensi ISPA di negara berkembang 0,29% (151 juta jiwa) dan negara industri 0,05% (5 juta jiwa). Berdasarkan data rekam medis di Puskesmas Mandai Maros, didapatkan bahwa penyakit ISPA selalu menduduki 3 besar penyakit terbanyak setiap bulannya. Penderita ISPA terbanyak yaitu dengan kepadatan hunian tidak memenuhi syarat 40 rumah, ventilasi tidak memenuhi syarat 38 rumah, pencahayaan memenuhi syarat 59 rumah, atap tidak memenuhi syarat 54 rumah, lantai memenuhi syarat 48 rumah, dinding memenuhi syarat 56 rumah, pengelolaan sampah tidak memenuhi syarat 41 rumah dan saluran pembuangan tidak memenuhi syarat 44 rumah. Faktor lingkungan dapat menyebabkan tingginya angka penyakit ISPA
Karakteristik Pasien Otitis Media Supuratif Kronik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Periode Juni 2018 – Desember 2021 Syopyanah Sri Puspa; Hermiaty Nasaruddin; Andi Tenri Sanna Arifuddin; Ahmad Ardhani Pratama; Syamsu Rijal
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i3.221

Abstract

Kasus otitis media supuratif kronik yang sejak dahulu diketahui merupakan penyakit dengan prevalensi yang tinggi bahkan jika tidak ditangani dengan baik dapat mengarah keberbagai komplikasi yang mengakibatkan penurunan kualitas hidup hingga kematian. Jumlah penderita kecil kemungkinan untuk berkurang bahkan mungkin akan bertambah setiap tahunnya mengingat kondisi ekonomi yang masih rendah, kesadaran masyarakat akan kesehatan yang masih rendah, dan sering tidak tuntasnya pengobatan yang dilakukan oleh pasien. Penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif, desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional Study. Jumlah total penderita OMSK di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar periode Juni 2018 – Desember 2021 adalah sebanyak 50 pasien. Didapatkan hasil bahwa distribusi proporsi tertinggi pasien OMSK berdasarkan usia ada pada kelompok usia 20 – 60 tahun sebanyak 70% dibandingkan dengan kelompok usia lainnya, berdasarkan jenis kelamin proporsi tertinggi adalah perempuan sebanyak 62% dibandingkan laki-laki sebanyak 38%, berdasarkan keluhan utama proporsi tertinggi adalah otorrhea sebanyak 44% dibandingkan dengan keluhan utama lainnya, berdasarkan lokasi perforasi yang terbanyak adalah pasien dengan perforasi sentral sebanyak 96% dibandingkan marginal dan atik sebanyak 2%, berdasarkan tipe OMSK yang terbanyak adalah pasien dengan OMSK tipe benigna sebanyak 96% dibandingkan maligna sebanyak 4%. Pasien OMSK berdasarkan usia penderita terbanyak adalah umur 20-60 tahun (dewasa), jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan, keluhan utama terbanyak yaitu otorrhea, lokasi perforasi terbanyak yaitu perforasi sentral, tipe OMSK terbanyak yaitu tipe benigna
Karakteristik Pasien Karsinoma Nasofaring Di Rs.Pelamonia Makassar Tahun 2020-2022 Moh. Adrezki M. Yusuf; Jane Mary Carolina Rintjap; Ade Rahmy Sujuthi; Sri Wartati; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i5.227

Abstract

Karsinoma nasofaring merupakan tumor ganas daerah kepala dan leher yang terbanyak ditemukan di lndonesia. Hampir 60 % tumor ganas kepala dan leher merupakan karsinoma nasofaring, kemudian diikuti oleh tumor ganas hidung-dan sinus paranasal (18 %), laring (16%), dan tumor ganas rongga mulut, tonsil, hipofaring dalam presentase rendah.Berdasarkan data Laboratorium Patologi Anatomik tumor ganas nasofaring sendiri selalu berada dalam kedudukan lima besar dari tumor ganas tubuh manusia bersama tumor ganas serviks uteri, tumor payudara, tumor getah bening dan tumor kulit.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan desain penelitian deskriptif, yang mana pengukuran variable dilakukan pada saat tertentu yang sama untuk mengetahui karaktersitik pasien Karsinoma Nasofaring di Rumah Sakit Pelamonia makassar, dengan menggunakan rekam medik sebagai data penelitian.Data penelitian ini diperoleh melalui Rekam Medis Pasien. Penelitian ini melibatkan 40 Sampel. Distribusi pasien karsinoma nasofaring di tahun 2022 yaitu sebanyak 25 (62.5%) menunjukan jumlah yang signifikan lebih tinggi dibanding tahun 2020 dan tahun 2021. Distribusi pasien karsinoma nasofaring menurut umur terbanyak terjadi pada umur lebih dari 51 tahun yaitu sebanyak 21 sampel ( 52,5 % ).Pasien karsinoma nasofaring dominan pada Perempuan sebanyak 23 sampel (57.5%).pasien karsinoma nasofaring dominan datang dengan keluhan utama obstruksi nasi sebanyak 15 (37.5%).Terbanyak pasien karsinoma nasofaring menurut stadium penyakit yaitu pada stadium IV A sebanyak 15 ( 37.5% ) .gambaran histopatologi terbanyak yaitu Undifferentiated Carcinoma who tipe 3 sebanyak 24 (60 %) dari total 40 sampel. Mendorong pemerintah dalam hal ini dalam bidang Kesehatan untuk dapat meningkatkan upaya pencegahan berupa promosi Kesehatan kepada masyarakat mengenai deteksi dini karsinoma nasofaring serta cara mencegahnya agar tidak meningkatkan resiko terjadinya karsinoma nasofaring di masyarakat , karena merujuk dari hasil penelitian ini bahwa rata-rata pasien karsinoma nasofaring terdiagnosis stadium lanjut saat datang kerumah sakit.
Hubungan Kejadian Otitis Media Supuratif Akut dengan Infeksi Saluran Pernapasan Atas pada Anak di RSUD dr. La Paloloi Andi Retno Afifah; Andi Tenri Sanna; Nur Ayu Lestari; Andi Baso Sulaiman; Muh. Alfian Jafar
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i5.229

Abstract

OMSA merupakan penyakit yang kerap menyerang anak-anak. Hal ini dikarenakan anak lebih rentan terkena OMSA karena bentuk tuba eutachiusnya lebih pendek dan posisinya yang horisontal sehingga memungkinkan bakteri masuk dan membentuk kolonisasi dan menginfeksi telinga bagian tengah. Anak yang kerap mengalami ISPA cenderung akan mengalami OMSA. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui kejadian otitis media supuratif akut dengan riwayat Infeksi saluran napas atas pada anak. Penelitian menggunakan desain potong lintang serta menggunakan observasional secara analitik. Karakteristik penderita berdasarkan jenis kelamin yaitu memiliki persentase yang sama diantara kedua nya sebanyak 58 orang (50%). Karakteristik penderita berdasarkan umur, yaitu kelompok umur 0 - <1 tahun sebanyak 12 anak (10,3%), anak umur 1-5 tahun sebanyak 33 anak (28,4%), serta anak umur kurang dari 5-18 tahun sebanyak 71 anak (61,2%). Dari 116 anak yang didiagnosis otitis media supuratif akut, 47 orang (40,5%) diantara nya mempunyai riwayat ISPA, sedangkan 69 orang (59,48%) diantara nya tidak memiliki riwayat ISPA. Pasien yang terdiagnosis OMSA, 40,5% diantaranya memiliki riwayat ISPA di RS dr. La Palaloi.
Karakteristik Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Novia Kurniyanti; Rahmawati; Yusuf Kidingallo; Edward Pandu Wiriansya; Raden Selma
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i5.230

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif kronik, biasanya disebut sebagai Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD), adalah sekelompok penyakit paru-paru progresif, paling umum adalah emfisema dan bronkitis kronis. Kedua kondisi tersebut menyebabkan terhambatnya aliran udara masuk sistem pernapasan dan mengakibatkan masalah pernapasan. Softwaredentifikasi karakteristik pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar berdasarkan gejala klinis dan gambaran radiologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional yang dilakukan dengan menggunakan data sekunder melalui rekam medis pasien terdiagnosis PPOK di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling, selanjutnya diolah dalam software pengolah data. softwareHasil penelitian dari 83 sampel didapatkan seluruh sampel mengalami keluhan batuk kronik, 82 sampel mengalami gejala sesak napas (98,7%), 44 sampel didapatkan software (53,01%). Gambaran radiologi pada sampel sebagian besar didapatkan hasil thoraks normal, yaitu sebanyak 50,6% dan 8 sampel didapatkan gambaran thoraks emfisema (9,6%). Semua pasien PPOK mengalami gejala klinis batuk kronik dan gambaran radiologi tertinggi pada pasien PPOK yaitu gambaran thoraks yang normal, sebanyak 50,6%.
Karakteristik penderita Lepra (Kusta) yang menjalani pengobatan rawat jalan di Puskesmas Tamalate Makassar periode 2018–2021 Riski Amaliah H.R; Lisa Yuniati; Nurul Rumila Roem; Sri Vitayani; Solecha Setiawati
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i5.231

Abstract

Kusta adalah penyakit menular karena Mycobacterium leprae. Kusta adalah penyakit menular yang tetap endemik di banyak wilayah di dunia, Brasil, India dan Indonesia menyumbang sekitar 80% dari kasus baru yang terdaftar secara global. Indonesia berada di peringkat ketiga di dunia setelah India dan Brazil, dengan jumlah Penderita Kusta baru pada tahun 2017 mencapai 15.910 Penderita Kusta (angka penemuan Penderita Kusta baru 6,07 per 100.000 penduduk). Ada beberapa hal yang menjadi distribusi Penderita Kusta menurut faktor manusia, antara lain: usia, jenis kelamin, etnik dan suku dan faktor sosial ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penderita Lepra (Kusta) yang menjalani pengobatan rawat jalan di puskesmas Tamalate Makassar periode 2018–2021. Penelitian ini adalah penelitian dengan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dengan menggunakan data sekunder yaitu rekam medik pasien lepra (kusta) dan pengambilannya dengan cara teknik total sampling. Ditemukan distribusi penderita lepra atau kusta yang menjalani perawatan rawat jalan di Puskesmas Tamalate Makassar periode 2018-2021 berdasarkan klasifikasinya terbanyak pada kusta tipe Multibasiller yaitu 33 orang (78%), berdasarkan usia didapatkan terbanyak pada kelompok usia 26-35 tahun (28,6%), berdasarkan jenis kelamin didapatkan lebih banyak pada kelompok laki-laki sebanyak 34 orang (81%), dan berdasarkan pekerjaan lebih banyak pada pasien yang bekerja sebagai buru harian yaitu 16 orang (38,1%). Kesimpulan Karakteristik penderita Lepra (Kusta) yang menjalani pengobatan rawat jalan di puskesmas Tamalate Makassar periode 2018–2021 yaitu terbanyak pada kusta tipe Multibasiller, kelompok usia 26-35 tahun, berjenis kelamin laki-laki dan pasien yang bekerja sebagai buruh harian.
Hubungan Tingkat Kadar Kolesterol Dengan Derajat Retinopati Diabetik Dedy Kurniawan; Sri Irmandha Kusumardhani; Sarinah Mandella Rumlawan; Suliati P Amir; Fajar Armansyah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i5.232

Abstract

Retinopati Diabetik adalah gangguan mikrovaskular yang terjadi karena efek jangka panjang dari diabetes melitus. Retinopati Diabetik adalah penyebab paling umum dari kehilangan penglihatan pada orang dewasa di kelompok usia kerja. Klasifikasi retinopati diabetik mempunyai beberapa stadium, yaitu non proliferative dan proliferative. Peningkatan tekanan darah adalah salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan perubahan patofisiologis pada sirkulasi retinal. Hipertensi yang berlangsung lama dapat menyebabkan proses arteriol sclerosis dan dapat terjadi oklusi arteriol. Peningkatan kolesterol juga dapat mengakibatkan terjadinya komplikasi pada makrovaskuler seperti penyakit jantung dan mikrovaskuler seperti retinopati diabetik. Peningkatan lipid atau disebut juga dengan Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid di dalam darah. Penelitian ini menggunakan metode narrative review berdasarkan literature atau penelitian yang telah dilakukan dan dipublikasi pada jurnal internasional dan nasional terakreditasi.Terdapat hubungan antara kadar kolesterol dengan kejadian retinopati diabetik. Meskipun beberapa literature mengatakan bahwa mekanisme keterkaitan antara tingkat kolesterol dengan kejadian retinopati diabetik belum dapat dijelaskan dengan pasti, namun hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa peningkatan lipoprotein berkorelasi erat dengan kejadian retinopati diabetik. Peningkatan kolesterol mempengaruhi tingkat keparahan retinopati diabetik.
Karakteristik Pasien Varicella Pada Anak di Puskesmas Tamalanrea Jaya Makassar Indah Setiyani Ulum; Dian Amelia Abdi; Floria Eva; Nurelly N Waspodo; Jusli Aras
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i5.233

Abstract

Varicella atau cacar air masih menjadi masalah penyakit yang paling umum pada anak di Indonesia. Penyakit ini menyebabkan morbiditas yang signifikan namun belum ada data yang memadai pada puskesmas Tamalanrea Jaya Makassar. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Karakteristik pasien varicella pada anak di Puskemas Tamalanrea Jaya Makassar. Penelitian ini bertujuan guna karakteristik pasien varicella pada anak di Puskemas Tamalanrea Jaya Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder yaitu rekam medik. Pada penelitian ini didapatkan jumlah pasien penderita varicella pada anak dari tahun 2018-2022 sebanyak 45 orang dengan prevalensi kasus terbanyak pada tahun 2019 (37,8%). Pasien penderita varicella pada anak berdasarkan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (55,6%). berdasarkan usia tertinggi pada kelompok usia 2-10 tahun (64,4%). Jenis terapi yang sering digunakan adalah penggunaan Antivirus dan antipiretik (46,7%). Dalam penelitian ini tidak didapatkan pasien varicella pada anak yang mengalami komplikasi terkait dengan infeksi varicella (100%). Kesimpulan penelitian ini kasus pasien penderita varicella pada anak terbanyak pada tahun 2019 dengan jenis kelamin terbanyak pada jenis kelamin perempuan pada kelompok usia 2-10 tahun. Terapi yang sering diberikan yaitu antivirus dan antipiretik. Semua penderita tidak mengalami komplikasi terkait dengan infeksi varicella.
Hubungan Antara Luas Lesi Foto Thorax Tuberkulosis Paru Dengan Hasil Sputum BTA Andi Azizah Nur Fadhilah Salim; Shofiyah Latief; Febie Irsandi Syahruddin; Edward Pandu Wiriansya; Ana Meliyana
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 5 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i5.234

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang terutama menyerang paru-paru. Pada Permenkes tahun 2016, prinsip penegakan diagnosis TB pada orang dewasa harus ditegakkan dengan pemeriksaan mikroskopis, TCM dan biakan. Penegakan diagnosis tidak dibenarkan hanya berdasarkan pemeriksaan foto thorax saja sehingga narrative review ini dilakukan untuk melihat beberapa jurnal terkait mengenai apakah ada korelasi antara hasil sputum BTA dan luas lesi di foto thorax. Mengetahui hubungan antara luas lesi foto thorax TB Paru dengan hasil pemeriksaan sputum BTA. Jenis penelitian ini adalah literature review dengan desain narrative review. Berdasarkan hasil pencarian didapatkan 14 artikel yang relevan untuk digunakan dalam narrative review ini yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang antara hasil pemeriksaan sputum basil tahan asam dan gambaran luas lesi radiologi pasien TB paru.